Latest Post

Siswa Bina Amal memberikan bantuan
Pendidikan bukanlah cuma mata pelajaran dan nilai-nilai, namun juga karakter. Karakter yang di bentuk dalam sistem pendidikan di Bina Amal adalah karakter kepedulian terhadap sesamanya. Seorang siswa di harapkan memiliki kepekaan terhadap kondisi lingkungannya dan berinisiatif untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat.

Untuk itu Bina Amal secara rutin mengadakan kunjungan sosial ke yatim piatu ataupun lembaga sosial lainnya. Siswa di ajak untuk melihat bahwa dirinya masih lebih beruntung di bandingkan dengan orang lain yang sekarang ini mengalami banyak kesusahan. Sehinga dalam hati siswa muncul kesadaran sosial yang baik.

Pembentukan karakter sosial ini juga di bentuk dengan mengajak siswa menyisihkan uang jajannya untuk bersedekah dan membantu saudaranya yang tidak mampu. Kegiatan-kegiatan yang sederhana ini dilakukan dalam upaya pembentukan karakter yang nantinya di harapkan terbawa dalam kehidupan sehari-hari.

 

Ketika pagi hari tiba, terkadang seringkali si anak malas jika disuruh berangkat sekolah. Sesekali malas untuk berangkat ke sekolah merupakan hal yang wajar. Akan tetapi, jika hal tersebut berlangsung terus-menerus tentunya akan berdampak buruk pada masa depan si anak nantinya. Untuk menghadapinya, terkadang orangtua membujuk anak dengan iming-iming barang. Selain itu, ada juga orangtua yang menghukum si anak yang malas sekolah. Cara tersebut memang cukup efektif untuk membujuk anak agar mau pergi ke sekolah, tapi tak menumbuhkan kesadaran anak betapa pentingnya sekolah.

1. Jangan biarkan tidur larut malam Agar si anak tidak lesu dan malas bangun pagi, biasakan agar dirinya tidur cepat pada malam hari. Usahakan agar si anak sudah tertidur pada jam 8 atau 9 malam. Jika si anak terbiasa tidur larut malam, maka membuatnya telat bangun keesokan paginya dan jadi malas untuk pergi ke sekolah.
2. Memperhatikan sekolahnya Salah satu penyebab anak malas sekolah adanya ingin mendapatkan perhatian lebih dari orangtuanya. Untuk itu, Anda harus memberi perhatian dan bimbingan belajar pada anak. Dengan begitu, si anak akan merasa diperhatikan oleh kedua orangtuanya. Selain itu, si anak juga jadi berpikir bahwa sekolah bukan beban dan mereka akan berangkat sekolah dengan hati riang.

3. Menumbuhkan rasa percaya diri anak Si anak yang malas sekolah bisa jadi dikarenakan dirinya diejek oleh teman-temannya. Untuk itu, sebagai orangtua Anda harus bisa menumbuhkan rasa percaya dirinya. Katakan kepadanya bahwa dirinya harus mensyukuri apa yang dimiliki dan tak perlu minder. Selain itu, Anda juga harus memberitahukan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh si anak. Namun, jika ejekan itu masih terus diterima oleh anak, maka coba Anda laporkan kepada pihak sekolah demi kenyamanan si anak. Itulah cara mudah mengatasi anak malas sekolah. Bagaimanapun juga sebagai orangtua, Anda harus selalu mendukung si anak dan memberikan nasihat untuknya. Pastikan si anak mau pergi ke sekolah dengan hati riang gembira. Jika si anak terpaksa untuk pergi ke sekolah, maka pelajaran tidak akan masuk ke otaknya.


CiriCara.com – Ketika pagi hari tiba, terkadang seringkali si anak malas jika disuruh berangkat sekolah. Sesekali malas untuk berangkat ke sekolah merupakan hal yang wajar. Akan tetapi, jika hal tersebut berlangsung terus-menerus tentunya akan berdampak buruk pada masa depan si anak nantinya. Untuk menghadapinya, terkadang orangtua membujuk anak dengan iming-iming barang. Selain itu, ada juga orangtua yang menghukum si anak yang malas sekolah. Cara tersebut memang cukup efektif untuk membujuk anak agar mau pergi ke sekolah, tapi tak menumbuhkan kesadaran anak betapa pentingnya sekolah.

Read more at: http://ciricara.com/2013/05/27/cara-mudah-mengatasi-anak-malas-sekolah/
Copyright © CiriCara.com
CiriCara.com – Ketika pagi hari tiba, terkadang seringkali si anak malas jika disuruh berangkat sekolah. Sesekali malas untuk berangkat ke sekolah merupakan hal yang wajar. Akan tetapi, jika hal tersebut berlangsung terus-menerus tentunya akan berdampak buruk pada masa depan si anak nantinya. Untuk menghadapinya, terkadang orangtua membujuk anak dengan iming-iming barang. Selain itu, ada juga orangtua yang menghukum si anak yang malas sekolah. Cara tersebut memang cukup efektif untuk membujuk anak agar mau pergi ke sekolah, tapi tak menumbuhkan kesadaran anak betapa pentingnya sekolah.

Read more at: http://ciricara.com/2013/05/27/cara-mudah-mengatasi-anak-malas-sekolah/
Copyright © CiriCara.com


Sudah ancang-ancang memasukkan si kecil ke sekolah tahun ini? Atau mungkin Anda malah sudah punya sekolah pilihan untuknya? Mengingat begitu banyaknya penawaran, inilah beberapa hal yang mungkin dapat membantu Anda mengambil keputusan:

Masa kanak-kanak adalah masa bermain. Jadi, jangan terlalu dini memaksakan pendidikan yang ‘serius’ bagi anak, agar masa bermainnya tidak terenggut. Apalagi kalau Anda masih membebani anak dengan sederet les tambahan, mulai dari membaca, berhitung, piano, balet, dll. Pendidikan untuk anak-anak di bawah usia enam tahun tak harus selalu berupa pendidikan formal. Playgroup atau taman bermain, prasekolah maupun TK seharusnya hanya menjadi fasilitator dalam menstimulasi perkembangan anak, baik fisik (motorik kasar maupun halus), mental (kognitif), emosi, sosial, dan kemampuan berbahasanya.

Pilih sekolah yang guru-gurunya memiliki ‘unconditional love. Artinya, guru-guru di sekolah itu bisa menerima setiap anak apa adanya, dan bisa mengembangkan lingkungan yang disiplinnya positif. Sekolah tidak menuntut anak di luar kemampuannya, berusaha mengerti anak, dan mendorong anak untuk bisa dan bangga atas kemampuannya. Bukan dengan marah-marah atau memaksa anak untuk menyelesaikan lembar tugasnya. 

Sekolah yang menggunakan konsep belajar melalui pengalaman (experiential learning), memberikan stimulasi pada anak melalui pengalaman bermain dan eksplorasi langsung terhadap dunia di sekitarnya. Sekolah-sekolah ini biasanya mengajak murid-muridnya langsung ‘terjun’ ke alam untuk mempelajari apa yang hendak dipelajari; seperti belajar tentang sapi dengan melihat langsung seekor sapi, atau kalau belajar menggambar, itu dilakukan di halaman atau di alam terbuka. Biasanya konsep seperti ini bisa ditemukan di sekolah-sekolah alam.

Ada pula sekolah yang mengedepankan konsep belajar aktif (active learning), dengan melatih anak untuk selalu kreatif dengan menciptakan berbagai kreasi dari benda-benda di sekitarnya. Contoh, kardus bekas tisu gulung, karton susu, kaleng bekas minuman. Namun yang jelas, sekolah yang baik tidak harus selalu yang gedungnya mentereng, atau alat-alatnya serba lengkap. Sekolah yang baik adalah yang bisa mendorong kemandirian anak, dan mengembangkan kemampuan sosial maupun kematangan emosinya
Bagaimana dengan soal bahasa? Benarkah sekolah bilingual lebih baik? Ternyata sampai sekarang para ahli masih memperdebatkan efektivitas mengajarkan dua bahasa (Inggris dan Indonesia) pada masa golden age anak (sampai usia 5 tahun). Bila anak tepat waktu dalam perkembangan bahasanya (cooing muncul di usia sekitar 2-3 bulan, babbling di usia sekitar 6-8 bulan, kata pertama di usia sekitar 1 tahun), kemungkinan besar ia tidak akan mengalami telat bicara. Dan bagi anak-anak ini, bersekolah di sekolah bilingual tidak akan jadi masalah. Sebaliknya, bila tahapan-tahapan itu tidak muncul di usia yang tepat, bahasa asing yang harus dia serap selain bahasa ibu, bisa-bisa malah membuat ia jadi telat bicara.

Satu lagi pertimbangan yang tak kalah penting adalah faktor biaya. Banyak orangtua rela membayar mahal agar anaknya memperoleh pendidikan terbaik. Tapi, tak ada salahnya tetap memperhitungkan apakah biaya yang Anda keluarkan akan sesuai dengan apa yang didapat si kecil bila bersekolah di situ. Uang sekolah yang tinggi, misalnya, tentu rasanya tak sepadan bila fasilitas pendidikan di sekolah tersebut ternyata kurang memadai. Tapi, semahal apa pun, jangan lupa untuk mempertimbangkan bahwa sekolah mahal dan fasilitas yang aduhai pun bukanlah segalanya.

 

Menjaga kesehatan anak saat musim hujan menjadi hal yang perlu diperhatikan.Apalagi jika ternyata anak kita rentan penyakit.Banyaknya penyakit "musim hujan" seperti demam,flu dan pilek yang gampang menular membutuhkan penangkal berupa daya tahan tubuh yang OK.

Jadi bagaimana kita harus menjaga kesehatan anak kita?Ada beberapa kiat yang bisa dilakukan.Berikut ulasannya.


1.Perhatikan pakaian anak.

Pakaikan baju, topi, sarung tangan, kaos kaki dan sepatu hangat pada bayi dan anak-anak ketika sedang melakukan kegiatan di luar rumah.
Disarankan untuk memakaikan lapisan pakain yang lebih tebal pada bayi dan anak kecil daripada orang dewasa dalam kondisi cuaca yang sama.Pemakaian selimut tebal dan bantal, kadang dapat menyebabkan Sindrom Kematian Bayi Mendadak sehingga dianjurkan untuk memakaikan baju berbentuk piyama hangat untuk bayi
Jika memang terpaksa harus menggunakan selimut, maka tepi selimut harus diselipkan di kasur, sehingga dapat dipastikan selimut hanya menutupi dada bayi dan tidak dapat menutupi wajah bayi dan mengurangi resiko Sindrom Kematian Bayi Mendadak.


2.Cuaca dingin sebenarnya tidak menyebabkan pilek atau flu. Tapi virus yang menyebabkan pilek dan flu cenderung lebih banyak muncul di musim penghujan atau udara dingin. Sehingga biasakan anak untuk menjaga daya tahan tubuh dengan makan makanan bergizi, istirahat yang cukup serta mencegah penyebaran pilek dan flu dengan selalu mencuci tangan, memakai masker dan membuang bekas tisu setelah bersin atau batuk ke tempat sampah dengan baik.
Nutrisi yang cukup, sesuai dengan usia, berat badan dan aktivitas anak anda akan meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit.


3.Tetapkan batas waktu yang wajar untuk bermain di luar rumah pada musim penghujan untuk mencegah hipotermia. Mintalah anak-anak untuk kembali secara periodik pada waktu tertentu untuk menghangatkan badan


4.Mengantar anak-anak ke sekolah dengan perlengkapan hujan yang tepat. Memiliki payung, jas hujan, dan sepatu bot hujan adalah suatu keharusan bagi anak-anak Anda selama hari-hari hujan untuk melindungi mereka dari hujan dan genangan air hujan yang mengalir di jalan-jalan, yang sangat mungkin terkontaminasi dengan berbagai bakteri.


5.Mengosongkan atau menutup wadah air. DBD (Demam berdarah Dengue) disebabkan adanya nyamuk berkembang biak di genangan air. Itulah mengapa perlu untuk mengosongkan atau menutupi wadah air di sekitar rumah untuk mencegah nyamuk berkembang biak di dalamnya, sehingga menurunkan risiko anak-anak Anda digigit.


6.Pastikan anak-anak Anda hanya minum air bersih. Sejumlah penyakit, seperti diare dan kolera, yang disebabkan oleh asupan air yang terkontaminasi. Selalu pastikan bahwa anak-anak minum air yang bersih dan aman untuk menghindari infeksi dan tertular penyakit dari bakteri udara.


7.Membimbing dan mengajari anak-anak mencuci tangan yang benar dapat membantu melindungi mereka dari kuman dan infeksi virus ditularkan melalui kontak dengan orang yang terinfeksi.


8.Carilah saran dari dokter tentang vaksinasi untuk anak-anak Anda. Bawa anak-anak Anda ke dokter dan mencari rekomendasi untuk mendapatkan vaksinasi yang tepat guna meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka terhadap penyakit anak pada umumnya.


MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget