Latest Post

Anak Susah Tidur Siang? Ini Solusinya
1. ATUR WAKTU.
Pastikan Anda mengajaknya tidur siang di saat yang tepat, yaitu setelah makan siang. Kenapa? Karena jarak waktunya sudah cukup jauh dari waktu bangun di pagi hari, dan perut kenyangnya pun akan membuatnya sedikit mulai lesu.

2. KONSISTEN.
Jaga ritual tidur siang seperti halnya Anda membuat ritual untuk tidur malamnya. Misal, bacakan buku tertentu menjelang waktu tidur siang, atau tidur siang di tempat yang sama setiap harinya (misal, kamar mama).

3. TAWARKAN SESUATU YANG POSITIF.
Bila anak menolak diajak tidur siang, katakan sesuatu yang positif, seperti, “Nanti kita bisa main lagi sesudah kamu bangun. Malah kamu akan merasa lebih kuat dibanding sebelum tidur siang.”

4. CIPTAKAN SUASANA TENANG.
Matikan TV, tutup pintu untuk meredam suara berisik di luar, dan bersantailah.

5. BUAT WAKTU TIDUR SIANG MENYENANGKAN.
Jangan sekali kali menjadikan tidur siang sebagai ancaman atau hukuman.

Aroma tajam jahe tercipta berkat kandungan minyak atsiri di dalamnya. Kekuatan aroma jahe ini mampu ’menarik’ bau amis seafood. Potongan kecil jahe segar bisa menggantikan percikan air jeruk nipis yang biasa digunakan untuk melumuri seafood. Gingerol dan shogaol merupakan senyawa yang terkandung dalam jahe. Senyawa tersebut menyumbangkan aroma rempah jahe yang tajam yang bisa merangsang keluarnya air liur dan menyegarkan tubuh.

Untuk kesehatan, jahe merah berkhasiat merangsang nafsu makan, memperkuat lambung, dan mengatasi gangguan pencernaan. Hal ini dimungkinkan karena terangsangnya selaput lendir perut besar dan usus oleh minyak atsiri di dalam jahe. Masyarakat sangat mengenal ramuan jahe segar hangat yang biasanya ditambah gula merah untuk mengatasi masuk angin, menghangatkan badan, menyembuhkan influenza, batuk, dan proses detoksifikasi.

Untuk masakan? Jahe sering digunakan dalam resep-resep tradisional Indonesia. Jahe dipakai sebagai ’penyedap’ (pemberi aroma dan cita rasa) untuk masakan gulai, rendang, atau soto. Di negara-negara barat, jahe dijadikan bahan dalam pembuatan roti, cake, biskuit, puding, sup, permen, hingga acar.
Sumber : parenting.co.id

Membuat perubahan kecil pada gaya hidup sedenter Anda ternyata bisa berdampak besar pada kesehatan. Contohnya, sesuatu yang sederhana seperti lebih banyak berdiri dan lebih sedikit duduk. Sebuah penelitian terhadap 800 laki-laki dan perempuan di Australia menyingkap hubungan yang jelas antara sedikitnya waktu duduk dan kesehatan yang lebih baik.

Mengurangi waktu duduk ternyata dapat memperbaiki kadar gula darah, kadar lemak darah dan kadar kolesterol Anda, demikian para peneliti menyimpulkan dalam tulisan di European Heart Journal. Sayangnya, sekitar 55 sampai 69 persen orang dewasa menghabiskan waktu terjaga dengan duduk alias bergaya hidup sedenter. Bagaimana kalau tidak sempat olahraga?

Sempatkan bergerak dalam rutinitas harian Anda. Jalan kaki dua jam (saat berangkat dan pulang kantor, jalan makan siang, belanja, dsb) serta beraktivitas sambil berdiri selama empat jam (membersihkan rumah, beres-beres, seterika, menyiram tanaman, dsb) setiap harinya bisa memberikan manfaat kesehatan yang hampir sama dengan olahraga intensitas sedang selama satu jam.
Sumber : www.parenting.co.id

Tahukah Anda? Bukan cuma bisa mengakibatkan peningkatan tekanan darah, konsumsi garam berlebihan juga meningkatkan risiko penyakit keropos tulang atau osteoporosis. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan terhadap lebih dari 3 ribu responden di London, Inggris, wanita yang sehari-harinya mengonsumsi sodium (garam) dalam jumlah banyak dinyatakan memiliki angka tekanan darah yang tinggi serta mengalami penurunan mineral tulang jauh lebih pesat dibandingkan wanita yang mengonsumsi garam dalam jumlah rendah.

Mengapa bisa demikian? Menurut Dr. Francesco Cappuccio, kepala peneliti dari St. George’s Hospital, Inggris, konsumsi garam berlebih bisa mengakibatkan peningkatan tekanan darah, yang akan meningkatkan kerja ginjal untuk mengeluarkan kalsium melalui urin. “Kabar buruknya, kehilangan mineral kalsium dari dalam tubuh ini akan digantikan dengan kalsium dari tulang.

Jika hal ini terus berlangsung dalam jangka waktu lama, massa tulang akan berkurang, sehingga tulang menjadi mudah keropos. Ini jelas ancaman serius, terutama bagi wanita berusia di atas 35 tahun, yang massa tulangnya mengalami penurunan secara alamiah,” jelas Dr. Cappuccio. Cara mengatasinya? Kurangi penggunaan garam dalam makanan sehari hari (batas maksimal konsumsi sodium pada orang dewasa adalah 2300 mg per hari, setara dengan 5 gram atau 1 sendok teh garam), makan banyak sayuran dan buah yang mengandung potasium—seperti pisang, tomat, dan jeruk, dan batasi konsumsi makanan instan dan makanan siap saji yang biasanya mengandung banyak sodium.
Sumber : parenting.co.id

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget