Latest Post





Ayah Bunda, apakah sering tidak sabaran ketika anak menghadapi masalah atau kesulitan? Saking tidak sabarnya, pasti langsung kita bantu atau ambil alih kesulitan tersebut.

Contoh, ketika anak kesulitan mengancingkan baju, orangtua langsung membantu mengancingkannya. Ketika anak kesulitan mengikat tali sepatu, orangtua yang mengikatkan, ketika anak bermusuhan dengan tetangga yang sepantaran dengannya, orangtua langsung datang mengadukan ke orangtua tetangga.

Anak selalu dilayani, makan tinggal makan, tidak pernah diminta untuk mencuci sendiri piring bekas pakainya, tidak pernah diajarkan untuk merapikan kembali mainannya di tempat yang seharusnya. Anak hidup tanpa 'masalah', padahal itulah masalah paling berbahaya.

Sadarkah bahwa dalam hidup ini, masalah merupakan hal penting yang bisa membuat seseorang bertumbuh jadi dewasa?

Perhatikanlah anak-anak yang selalu dibantu masalahnya oleh orangtuanya! Ketika akhirnya anak-anak ini tumbuh menjadi remaja dan dewasa, badannya saja yang makin besar, tapi sifatnya masih kanak-kanak, seperti egois, manja, cengeng, atau sifat kekanakan lainnya.

Maukah kita kalau suatu hari anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi seperti ini yang tidak tahu apa-apa, tidak mengerti apa-apa, naif, bahkan tidak mampu hidup tanpa orangtuanya?

Mumpung masih kecil. Ajarkan anak keterampilan untuk mengatasi masalahnya sendiri, orangtua cukup ajarkan caranya, jangan bantu anak terus-menerus.

Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi sosok dewasa yang siap menghadapi masalah hidup dengan

majalah ummi



Banyak yang ingin tahu bagiamana Zakir Naik yang merupakan da’i Islam Internasioanl yang menguasai kitab suci berbagai agama itu dalam mendidik anak-anaknya. Da’i yang ceramahnya selalu dihadiri ribuan bahkan pernah jutaan orang dan menjadi sebab hidayah bagi banyak sekali manusia ini pernah menjawabnya langsung dalam sebuah forum di Malaysia. Dan ternyata anak-anak beliau hafal Al-Quran dan menguasai sabuk hitam beladiri sejak kecil !.

Ada seorang siswi bertanya kepada Dr Zakir Naik tentang bagaimana mendidik anak-anaknya sehingga bisa menjadi penceramah internasional.

“Bagaimana kau membesarkan putrimu menjadi penceramah internasional yang sukses sedangkan wanita dianggap lemah dan rapuh? Terima kasih,” kata seorang siswi Sekolah Permata Insan.
Jawaban Dr Zakir Naik

Yang aku pahami dari pertanyaanmu, “Bagaimana kau membuat putrimu menjadi penceramah sukses sehingga dia bisa berceramah di depan publik?”

Merupakan kewajiban setiap muslim untuk berdakwah. Menurut Surat Al Ashr,

وَالْعَصْرِ . إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ . إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Demi masa. Sesungguhnya setiap manusia berada dalam kerugian, kecuali orang yang beriman, mengerjakan amal shalih dan saling menasehati dalam kebenaran derta menasehati dalam kesabaran” (QS. Al Ashr: 1-3)

Minimal ada empat syarat yang diperlukan manusia manapun untuk bisa masuk surga. Yang pertama adalah iman, yang kedua adalah amal shalih, yang ketiga menasehati supaya mentaati kebenaran atau berdakwah, yang keempat menasehati supaya bersabar.

Jadi menurut surat Al Ashr, ada empat syarat yang harus kau penuhi untuk masuk surga. Mungkin kau muslim yang baik, shalat lima waktu, puasa Ramadhan dan berhaji, tapi jika kau tidak melakukan dakwah, kau tidak akan masuk surga.

Jadi setiap muslim harus menjadi dai paruh waktu (part time). Ini wajib.

Lebih jauh Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 104.

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, mereka itulang orang-orang yang beruntung” (QS. Ali Imran: 104)

Di sini Allah berfirman tentang dai penuh waktu (full time). Sebagaimana ada dokter penuh waktu, insinyur, pengacara, pebisnis. Berapa banyak dai penuh waktu yang ada? Merekalah orang yang beruntung.

Kau tahu aku, aku kuliah kedokteran. Menurutku dokter adalah profesi terbaik di dunia. Tapi setelah bertemu Syaikh Ahmed Deedat, aku menyadari bahwa dai adalah profesi yang lebih baik.

Tentang pertanyaanmu, aku akan menjadikan anak-anakku baik laki-laki maupun perempuan menjadi dai. Sebab itu adalah profesi terbaik. Inilah profesi para Nabi. Dan ketika aku mendirikan sekolah di Bombay, ini adalah edukasi dunia dan akhirat. Ketika anak-anak bergabung dengan sekolah ini, kami memberikan pendidikan untuk dunia dan akhirat.

Ketika anak-anak bergabung dengan sekolah ini pada usia 2,5 tahun, kami mengajari mereka bahasa Inggris dan bahasa Arab di Playgroup. Ketika kelas 5 SD, mereka telah paham Al Quran.
Mereka yang memilih hifz, menjadi hafizh saat kelas 5 SD. Ketika mereka kelas 9 atau 10, mereka bisa menerjemahkan sebagian besar Al Quran.

Kebugaran fisik juga perlu. Ketika kelas 5 atau 6 mereka wajib mendapatkan sabuk hitam bela diri.
Ketiga anakku, masya Allah, semuanya hafal Quran. Mereka pemegang sabuk hitam dalam bela diri. Alhamdulillah.

Mereka hafizh Quran, bisa berbahasa Inggris dan kami mengajari mereka bicara di depan publik sejak usia empat tahun. Jadi sejak balita kami mengajari mereka berbicara di depan audiens. Jadi ketika anak-anak kami usia lima, enam dan tujuh tahun, kau bisa menyaksikan mereka di Peace TV berbicara di hadapan ribuan orang.


(Bersama Dakwah)



Terpampang mencolok di pintu gerbang salah satu universitas di Afrika Selatan tulisan: 

"Untuk menghancurkan sebuah bangsa, tidak perlu dengan bom,  roket, dan senjata berat, tapi cukup dengan MEMPERMUDAH MURID  CURANG DALAM UJIAN dan LONGGAR DALAM DISIPLIN  BELAJAR"

Maka;

Orang akan banyak yang mati di tangan para dokter yang lulus karena curang.-

Rumah dan gedung akan banyak yang ambruk di tangan para arsitek yang lulus karena curang.-

Perusahaan akan banyak yang bangkrut di tangan para akuntan yang lulus karena curang.-

Agama akan menjadi jualan murahan di dalam ceramah dan pidato para ulama, ustadz dan kiyai yang lulus karena curang.-

Keadilan akan hilang di tangan hakim yang lulus karena curang.

Kebodohan dan kekasaran akan menjadi karakter anak bangsa yang lulus dari tangan para guru dan pendidik yang lulus karena curang.

KEMUNDURAN DALAM DUNIA PENDIDIKAN ADALAH KEHANCURAN SEBUAH BANGSA.



Ramadhan sudah di depan mata. Salah besar jika kita menganggap persiapan menghadapi Ramadhan hanya seputar tiket mudik lebaran, bisnis kue, anggaran THR, dan remeh-temeh lainnya.

Justru ada 5 persiapan penting yang semestinya sudah kita lakukan sejak saat ini, agar Ramadhan nanti kita memanen pahala kebaikan, bukannya malah baru menanam benih kebaikannya:

1. Membayar lunas utang puasa Ramadhan sebelumnya

Apakah kita banyak meninggalkan utang puasa di bulan Ramadhan tahun lalu? Entah karena sakit, berhalangan, hamil, atau menempuh perjalanan panjang. Sudahkah kita lunasi utang puasa tersebut?

2. Meminta maaf pada orang-orang yang pernah kita zalimi

Jangan minta maaf menjelang lebaran, justru sebelum Ramadhan kita perlu meminta keridhoan orangtua, sahabat, teman dekat, bahkan semua orang yang mungkin pernah kita zalimi. Jangan lupa meminta ampunan Allah dengan bertaubat. Biarkan diri kita memasuki Ramadhan dengan hati bersih karena sudah suci dari kesalahan masa silam.

3. Memperbanyak puasa sunah di bulan Sya'ban

Sebulan sebelum Ramadhan, yakni memasuki bulan Sya'ban, perbanyaklah berpuasa sunah sebagaimana Rasulullah melakukannya dan menganjurkannya.

“Bulan Sya’ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR. An Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).


4. Berdoa dengan sungguh-sungguh agar disampaikan pada bulan Ramadhan

Ma’la Bin Fadhal berkata: “Dulu Sahabat Rasulullah berdoa kepada Allah sejak enam bulan sebelum masuk Ramadhan agar Allah sampaikan umur mereka ke bulan yang penuh berkah itu. Kemudian selama enam bulan sejak Ramadhan berlalu, mereka berdoa agar Allah terima semua amal ibadah mereka di bulan itu. Di antara doa mereka ialah : Yaa Allah, sampaikan aku ke Ramadhan dalam keadaan selamat. Yaa Allah, selamatkan aku saat Ramadhan dan selamatkan amal ibadahku di dalamnya sehingga menjadi amal yang diterima.” (HR. at Thabrani: 2/1226).

5. Memperbanyak tilawah qur'an dan memahami maknanya

Bulan Ramadhan menjadi mulia dibanding bulan lainnya dikarenakan Al Qur'an diturunkan pada bulan tersebut, bahkan ada satu malam yang kadar kemuliaannya melebihi seribu bulan. Maka, agar mendapatkan keberkahan di kala memasuki Ramadhan, dari sekarang mulailah memperbanyak tilawah qur'an dan memahami maknanya agar tidak sekadar sampai di tenggorokan saja.

Demikian 5 persiapan yang perlu kita tingkatkan menjelang Ramadhan ini, semoga Allah memberkahi kita di bulan Rajab dan Sya'ban dan menyampaikan kita hingga Ramadhan tahun ini. Aamiin yaa Rabb.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget