Latest Post



Kemajuan teknologi telah mempermudah manusia dalam menyelesaikan pekerjaannya. Saat ini teknologi menjadi sumber kekuatan utama. Penguasaan teknologi, pengetahuan dan informasi menjadi tuntutan yang perlu dikuasai, karena menjadi salah satu tolak ukur kemajuan sebuah Negara.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ibarat mata pisau, artinya dapat memberikan manfaat bagi penggunanya jika digunakan secara positif atau sebaliknya dapat merugikan penggunanya bahkan orang lain jika digunakan untuk hal-hal negatif. Untuk itu pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus dibarengi kedewasaan dan kesadaran penggunanya agar dapat digunakan untuk kemanfaatan orang banyak sebagaimana diatur dalam UUD 1945 tentang pendidikan dan kebudayaan pasal 31 ayat 5..

Dalam ranah pendidikan di Indonesia, perkembangan teknologi dapat dibuktikan dari banyaknya jumlah siswa yang menggunakan gawai dengan dilengkapi fitur-fitur dan berbagai macam aplikasi yang canggih. Saat ini, para siswa hampir tidak bisa lepas dari teknologi berbasis aplikasi. Aplikasi seperti facebook, whats up dan instagram adalah contoh aplikasi yang sering menghiasi gawai para siswa. Jika tidak diawasi dan tidak dimanfaatkan dengan baik, aplikasi ini dapat menjadi media yang berbahaya dan dapat menjadi sarana untuk menebar fitnah, kebencian dan menjadi sarana pemecah belah kerukunan bangsa seperti kasus Saracen. Namun sebaliknya jika aplikasi ini digunakan dengan bijak dan positif, tentunya aplikasi-aplikasi ini dapat menjadi wahana tukar informasi, silaturahmi dan pemersatu bangsa.

Pembelajaran via Instagram

Ketika teknologi informasi sedang berkembang pesat, maka yang semestinya dilakukan oleh para guru adalah memanfaatkannya untuk membantu tercapainya hasil pembelajaran. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran merupakan salah satu upaya guru untuk mengarahkan para siswa agar dapat beradaptasi dengan zamannya. Pemanfaatan yang dimaksudkan disini bukan hanya sebagai media pembelajaran langsung di dalam kelas, namun bisa juga sebagai media untuk memfasilitasi para siswa agar semangat dalam belajar. Oleh karena itu diharapkan para guru dapat berpartisipasi aktif di media sosial dengan memanfaatkannya sebagai sarana untuk mempermudah para siswa menerima informasi maupun pelajaran yang diberikan.

Pemanfaatan media sosial dalam dunia pendidikan dapat dilakukan dengan berbagai metode, misalnya seorang guru aktif di media sosial instagram. Lewat aplikasi ini, guru dapat memberikan tugas kapanpun lewat aplikasi ini, Syaratnya tentu ada smartpone, koneksi wifi atau internet dan masing-masing siswa mempunyai instagram gurunya. Dengan fitur siaran langsung instagram, guru dapat memulai pembelajarannya dengan terlebih dulu siswa yang sudah online absensi lewat kolom komentar, pada kolom ini siswa dapat juga bertanya mengenai hal yang belum difahami. Adapun pertanyaan dari siswa dapat langsung dijawab guru secara online. Dengan adanya siaran langsung ini, guru dapat mengajar materi di beberapa kelas dalam satu waktu, sangat efektif, menyenangkan dan efisien. Guru juga dapat memberikan tutorial mengerjakan soal matematika, sains bahkan agama lewat video hasil kerjasama guru dan siswa yang kemudian di upload ke instagram, serta dapat memberikan tugas kelompok dengan mengunggah berbagai soal lewat fitur gambar atau foto.

Saat ini memang kebanyakan siswa hanya memanfaatkan instagram untuk menunjukkan ke eksisan dirinya dengan upload foto liburan dan selfie, namun ternyata lewat teknologi berbasis aplikasi ini, bisa pula digunakan sebagai media pembelajaran siswa, sebagai alternatif ketika siswa merasakan kejenuhan saat belajar di kelas.

*Nur Chahyadi, SPd.I.,M.S.I








Sudahkah Ummat Islam mendengar nama Khalifah Mu'tashim? Kisah heroik Al-Mu’tashim dicatat dalam kitab al-Kamil fi al-Tarikh karya Ibn Al-Athir.

Peristiwa sejarah ini terjadi pada tahun 223 Hijriyyah, juga disebut sebagai Hari Penaklukan kota Ammuriah.

Kisahnya, Seorang muslimah meminta pertolongan dan menyebut nama khalifah Mu'tashim. Wanita tersebut diganggu dan dilecehkan oleh orang-orang Romawi.

Wanita itu lalu berteriak memanggil nama Khalifah Al-Mu’tashim Billah: “Waa Mu’tashimaah!” (di mana engkau wahai Mu'tashim…!)

Laporan pelecehan ini sampai kepada sang Khalifah. Mu'tashim pun menurunkan puluhan ribu pasukan untuk menyerbu kota Ammuriah, sebuah Kota jajahan Romawi.

Diriwayatkan bahwa panjang barisan tentara ini tidak putus dari gerbang istana khalifah di Baghdad hingga kota Ammuriah.

Bulan April, 833 Masehi, kota Ammuriah dikepung oleh tentara Muslim selama kurang lebih lima bulan hingga akhirnya takluk di tangan Khalifah al-Mu’tashim pada tanggal 13 Agustus 833 Masehi.

Sebanyak 30.000 prajurit Romawi terbunuh dan 30.000 lainnya ditawan. Pembelaan kepada Muslimah ini sekaligus pembebasan Ammuriah dari jajahan Romawi.

Setelah menduduki kota tersebut, khalifah memanggil sang pelapor untuk ditunjukkan dimana rumah wanita tersebut.

Saat berjumpa dengannya, Khalifah mengucapkan: “Wahai saudariku, apakah aku telah memenuhi seruanmu atasku?”

Sekarang, dimanakan al-Mu’tasim di zaman ini yang melindungi darah dan kehormatan kaum muslimin?

Sekarang kisah pilu umat Islam terjadi di Myanmar. Sebanyak 3000 orang muslim Rohingya dibantai hanya dalam waktu 3 hari. Dan ratusan ribu terusir dari tanah air yang sudah mereka tinggali sejak abad 8. Bahkan Rohingya pernah memiliki Kerajaan sendiri yang berdiri pada abad ke 17 Masehi.

Masyarakat Rohingya mengalami genosida sejak tahun 1965. Saat kewarganegaraan mereka tidak diakui oleh pemerintah Myanmar.

Myanmar adalah negara kecil. Penduduknya hanya 50 juta. Miskin dan terbelakang. Bukan negara super power seperti Romawi di masa Khalifah Muthasim Billah.

Wahai Pemimpin kaum muslimin, dimana kalian?


Alhamdulillah, siswa-siswi SDIT Bina Amal  berhasil menjuarai lomba MAPSI (Mata Pelajaran dan Seni Islami) Tahap II , Sabtu 16 September 2017 dan berhasil menjadi juara umum. Barokalloh kepada sang juara, pelatih, orang tua wali murid dan seluruh tim yang saling bekerjasama.

Berikut Daftar Juara Lomba MAPSI (Mata Pelajaran dan Seni Islami) Tingkat Kec. Semarang Selatan, Sabtu 9 dan 16 September 2017 :

LOMBA ADZAN
Juara 2 Putra : Hannan Taqiyyul Islam (5 Ubay)

LOMBA TIK Islami
Juara 1 Putra : Gazia Rifa N (6 Ali)
Juara 3 Putra : Hariri Siraj Rabbani (5 Zaid)
Juara 1 Putri : Azka Naurah H. (5 Ubay)
Juara 3 Putri : Nailah Putri A (6 Ustman)

LOMBA KEWIRAUSAHAAN
Juara 2 Putri : Karima Nihayatuzzain (5 Zaid)

LOMBA PRAKTIK PAI 
Juara 1 Putri : I Gusti Ayesha Safa Gayatri ( 5 Ubay)

LOMBA CERDAS CERMAT ISLAMI 
Juara 2 : Mumtazah Nugroho Putri (4 Ibnu) dan Habibi Siraj Rabbani (5 Ubay)
Juara 3 : Hafidza Nadira (5 Ubay) dan Hajid Abdillah Anwar (4 Ibnu)

LOMBA CERITA ISLAMI 
Juara 1 Putra : Luthfi Shabran R. (6 Ustman)
Juara 2 Putra : Siraj Aryanuha Mumtaz (6 Ali)
Juara 1 Putri : Laura Salima R (5 Zaid)
Juara 2 Putri : Tazakka Zahira R (5 Hudzaifah)

LOMBA MTQ DAN HIFDZIL  
Juara 1 Putra : M. Hanif Al Hakim (5 Zaid)
Juara 2 Putri : Syifa Rufaida R. (3 Abu)

LOMBA KHITOBAH 
Juara 1 Putra : Gian Falah Abyan (5 Zaid)
Juara 2 Putra : M.Itqon Al Fatih (4 Abdulloh)
Juara 3 Putra : Farros Kasyful Adhim (5 Zaid)

Selanjutnya para juara 1 tiap mata lomba akan berjuang kembali ke Lomba MAPSI tingkat Kota Semarang. 7 siswa Juara 1 akan mewakili Kec. Semarang Selatan ke Lomba MAPSI Kota pada akhir bulan September ini :

1. Gazia Rifa N (6 Ali)
2. Azka Naurah H. (5 Ubay)
3. I Gusti Ayesha Safa Gayatri ( 5 Ubay)
4. Luthfi Shabran R. (6 Ustman)
5. Laura Salima R (5 Zaid)
6. M. Hanif Al Hakim (5 Zaid)
7. Gian Falah Abyan (5 Zaid)

Mohon doa dari bapak dan ibu semua semoga kontingen SDIT Bina Amal yang mewakili kecamatan Semarang Selatan diberi kemudahan, kelancaran, kesehatan, kekuatan dan hasil terbaik sampai tingkat provinsi. Aamiiiin.

#humassditbinaamal
#humasbinaamal

Semarang, Tim Basket Putra SMPIT Bina Amal bertanding di final Pekan Olahraga Smanda 2017 cabang basket menghadapi SMPN 3 Semarang (9/12). Sebelum masuk ke babak final,  Bina Amal berhasil membekuk SMPN 14 Semarang, SMPN 12 Semarang, dan SMPN 9 Semarang

Final sore ini berlangsung sangat sengit. SMPN 3 Semarang memboyong suporter dengan jumlah banyak dan meriah, Bina Amal juga  memboyong 1 mobil suporter untuk mendukung teman-temannya yang berlaga.

Akhir Quarter 1, perolehan skor sangat tipis 12-9 untuk keunggulan Bina Amal. Kepala Sekolah SMPIT Bina Amal,  Bapak Eko Suryanto turut menjadi suporter pada pertandingan final sore ini. Dengan perjuangan yang seru dan  menegangkan, Akhirnya SMPIT Bima Amal berhasil mengalahkan SMPN 3 Semarang dengan skor akhir 29-15. "Dengan kemenangan ini,  Bina Amal telah menjuarai event ini 3 kali berturut-turut", tutur Bu Tiara,  selaku Waka Kesiswaan yang turut menyaksikan pertandingan.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget