Latest Post



Renungan Bagi Orang tua yang sibuk, saat berangkat kerja anak masih tidur, ketika pulang kerja anak sudah tidur lagi

Kesibukan orangtua dalam bekerja membuat intensitas pertemuan anak berkurang. Efek dari hal tersebut, anak-anak kurang perhatian dan kasih sayang sehingga menyebabkan permasalahan kedepannya.

Rasulullah saw telah memberikan pembelajaran kepada umatnya dengan sabdanya : “ Perbanyaklah kamu mencium anak cucumu karena imbalan dari setiap ciuman adalah surga”.  (HR. Bukhari)

4 anggota tubuh anak yang perlu dicium orang tua setiap hari :

1. Di ubun-ubun
Menunjukkan kebanggaan orang tua terhadap anak sambil didoakan agar menjadi anak sholeh atau soleh solehah Aminn..

2. Di dahi
Menandakan orang tua Ridho atas keberadaan anak. Rasulullah SAW mencium Fatimah radhiallahu anha di dahinya.

3. Di kedua pipi
Sambil mengucap Masya Allah, semoga tanda shauq (perasaan sayang dan rindu) orang tua terhadap anak.

4. Di tangan anak
Tanda Mawaddah wa hub (kasih sayang) sambil mengucap Barokallah sebagaimana Rasulullah SAW juga selalu mencium tangan putri tercinta : Fatimah ra.

Diera modern, mencium anak ketika berangkat sekolah seperti sesuatu yang langka terjadi dalam membangun komunikasi anak dan orang tua. Mencium anak sebelum berangkat sekolah sebenarnya susuatu yang sederhana namun mempunyai efek yang sangat luarbiasa bagi tumbuh kembang anak. Seseorang yang tidak mempunyai kasih sayang pada anak, maka tidak akan mendapatkan kasih sayang dari Allah swt.

Dalam ilmu psikologi perkembangan anak, cinta orangtua yang seringkali di ekspresikan dengan mencium anak akan memberikan stimulus yang kuat pada anak, sehingga ketika sudah sampai di sekolah, dalam pergaulan dengan temannya tidak nakal, pemarah, pendendam bahkan tawuran. Anak akan menjadi pribadi yang tenang, santun dan menghormati sesama. 

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Sheril Kirshenbaum dalam bukunya “Science Of Kissing “dengan seringnya orangtua mencium anak, akan mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak. Ciuman akan membuahkan sinyal kimia yang disebut hormon oksitosin atau hormon cinta dikarenakan miliaran koneksi saraf mungil menyebarkan info keseluruh badan. 

Hormon ini sanggup menekan hormon stres, sehingga mengurangi kegelisahan, Walhasil anak akan semakin rileks karena ada energi positif yang terus berkembang dalam tubuhnya karena ciuman kasih sayang orangtua.
Mari Orangtua di seluruh Indonesia, budayakan mencium anak ketika akan berangkat sekolah, agar anak-anak Indonesia menjadi generasi yang hebat. 

Semoga menjadi renungan..
Ahmad Riyatno, S.Ag, M.Pd.I
Guru MAN 2 Semarang
Wali Murid SDIT Bina Amal


Jelang malam, kabar dari wilayah Selatan Jawa makin kalut, titik-titik banjir bandang dilaporkan menerjang sejumlah wilayah di pesisir selatan Jawa. Kabar paling kritis datang dari Pacitan: sampai Selasa (28/11) malam, Pacitan dilaporkan dikepung banjir bandang. Lebih buruk lagi, seluruh akses jalan menuju Pacitan terputus total.

“Banjir bandang Pacitan skala sangat besar. Korban meninggal sudah sampai 11 jiwa. Kondisi mencekam, listrik padam sejak Selasa kemarin,” (Ibnu Khajar, Vice President of Humanity Network Department ACT).

“Warga terdampak berjumlah lebih dari 4.000 jiwa dan perlu dievakuasi segera. Pengungsi di Kecamatan Pacitan dipusatkan di GOR Pacitan dan Masjid Sirnoboyo,” (Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho).

Hujan disertai angin kencang juga terjadi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak kemarin (28/11), yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor di sejumlah titik Kabupaten Bantul, Kulonprogo serta Gunung Kidul.

Di kabupaten Bantul: 750 jiwa mengungsi, 1 orang meninggal dunia. Dan ada 56 titik kejadian Pohon tumbang di Kabupaten Bantul yang tersebar di 34 Desa.

Rentetan bencana ini merupakan dampak dari 2 siklon (badai tropis) yg melanda wilayah selatan jawa yaitu Siklon Cempaka dan Siklon Dahlia. Pertama kali dalam sejarah Indonesia, 2 badai terbentuk dalam pekan yg sama.

Dalam rangka penanaman karakter peduli sesama, Bina Amal turut bersinergi memberikan donasi terbaik bagi saudara kita yang tengah dirundung musibah. Dan Alhamdulillah, Selasa 5 Desember 2017,  berhasil mengumpulkan dana Rp 12.936.700 dari KBIT-TKIT-SDIT Bina Amal

Bina amal mengajak kepada seluruh siswa, dan orang tua wali murid untuk terus menggalang dana kemanusian untuk saudara kita yang mengalami bencana di berbagai daerah di Indonesia. " Kami mengajak kepada seluruh.ayah bunda wali murid, dan seluruh civitas akademika Yayasan Wakaf Bina Amal untuk terus menggalang dana kemanusian bagi saudara-saudara kita yang terkena musibah. Insyaallah kami menggalang bantuan dari tanggal 3 - 11 Desember 2017. " Ujar  salah seorang koordinator aksi yang juga merupakan Kepala Sekolah SDIT Bina Amal Eka Mulyanto S.Si.


#BinaAmalPeduliNegeri
#TumbuhkanKarakterPeduli
#PPDBBinaAmal2018
#SemangatBerbagi




Kabar gembira datang dari UPTD Pendidikan Kecamatan Semarang Selatan melalui surat resmi. Kabar gembira tersebut adalah tercantumnya nama Ustadzah Samsiati dalam daftar pemenang lomba Guru SD Berprestasi Tahun 2017 tingkat Kecamatan Semarang Selatan.

Ya. Beliau berhasil meraih Juara 1 mengalahkan guru lainnya se-Kecamatan Semarang Selatan. Wali Kelas III Kholid, yang sekaligus menjadi Koordinator Lomba dan Ekstrakurikuler ini berhak maju ke Lomba Guru Berprestasi tingkat Kota Semarang yang diadakan Dinas Pendidikan.

Selain dikenal sebagai pribadi yang gemar membaca, ibu dr 1 orang anak ini juga aktif menulis di berbagai koran dan sudah mempunyai buku yang telah diterbitkan. Tulisannya menjadi inspirasi para siswa dan guru lainnya.

Tidak hanya itu, ia juga menjadi seorang pembina pramuka dan telah berhasil mengantarkan para siswa nya menjadi juara lomba diberbagai bidang, diantaranya; khitobah, dongeng, lomba pramuka dan cerita islami.

Mohon doa dari semuanya, untuk keberhasilan Ustadzah Samsi di lomba Guru Berprestasi Tingkat Kota Semarang pada bulan Februari 2018.



Kids Zaman Now begitu viral di dunia nyata maupun di dunia maya. Istilah yang begitu mudah di dengar dan ditirukan banyak orang. Apa sih sebenarnya arti Zaman Now itu sendiri? Jaman dalam istilah umum berarti masa / waktu dan Now dari bahasa inggris yang artinya sekarang atau kekinian. Pertanyaannya adalah mengapa tidak memakai istilah anak jaman sekarang saja atau anak kekinian? Saya fikir ini ini bukan masalah istilah biar keren dengan menggunakan bahasa inggris akan tetapi pemakaian istilah ini merujuk kepada Kids Zaman Now sangat lekat dengan dunia digital dan media sosial. Hal inilah yang membedakan masa muda kita dengan anak-anak yang lahir tahun 2000an. 

Perkembangan teknologi dan tidak diimbangi dengan kesiapan mental para user akan menimbulkan efek samping yang membahayan. Berikut akan saya sampaikan beberapa fakta sederhana tetapi kalau dibiarkan akan menjadi Petaka Sosial.

Pada masa 90an sampai masuk tahun 2000 generasi waktu itu belum terlalu disibukkan dengan “Gadget”, smartphone atau media sosial. Mereka biasanya sibuk bersosialisasi secara face to face dengan teman sebayanya atau orang yang memiliki usia diatasnya. Mereka umumnya lebih mudah komunikasi ketika bertemu dengan orang di dunia nyata. Mudah berdialog dan bertukar fikiran. Hal ini berbeda dengan kondisi sekarang. Sebagian yang mengaku Kids Zaman Now lebih banyak gagap ketika harus ketemu orang lain di dunia nyata. Mereka cenderung diam ketika bertemu atau ditengah kerumunan banyak orang. Ada yang mengatakan anak-anak lebih nyaman ketemu teman sebayanya di dunia maya. 

Anak-anak millenial (istilah lain dr Kids Jaman Now) bisa tertawa lepas ketika chat dengan temannya di Whatsapp, messengers dan medsos lainnya. Disisi lain mereka ketakutan kalau harus pergi keluar dan ketemu dengan saudara atau orang disekitarnya. Beberapa hal diatas merupakan sisi negatif dari perkembangan teknologi akhir-akhir ini. Kita tidak perlu pesimis dalam mendidik dan mengarahkan putra-putri kita yang notabene sebagai Kids Zaman Now”

Sosiolog sekaligus Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, Musni Umar, mengungkapkan 

lima hal positif yang perlu ditanamkan dalam diri 'kid zaman now. 

Pertama adalah keharusan memiliki empati dan kepedulian terhadap anak dan kaum muda. Sebab mereka adalah harapan.

Kedua, mesti membangun dialog dengan anak-anak kita sebagai bagian dari generasi muda Indonesia. Selain itu, harus dilakukan pengawasan yang dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat, sehingga keluarga menjadi pilar yang memperkukuh bangsa dan negara kita," kata dia dalam keterangannya, Ahad (26/11). 

Ketiga, yaitu memperkuat sumber daya manusia (SDM) generasi muda. Saat ini dalam kehidupan penuh persaingan. Maka mau tidak mau dan suka tidak suka, harus mempersiapkan anak-anak dan generasi muda Indonesia supaya memiliki sumber daya manusia yang kuat imannya, akhlaknya dan juga punya ilmu pengetahuan sehingga mampu bersaing.

Keempat, memperkukuh budaya daerah dan budaya nasional. Budaya merupakan pilar kedua setelah SDM untuk membuat bangsa Indonesia kuat dan maju di masa depan. 

Kelima, menumbuhkan optimisme. Bangsa Indonesia harus selalu menjauhi sikap pesimisme dan terus-menerus menghadirkan optimisme. "Sebab, sebesar apapun sesulitan yang dihadapi, jika memiliki sikap optimisme dan menjadi pekerja keras yang cerdas, maka segala kesulitan bisa diatasi," jelas Musni. Musni memaparkan, 'kids zaman now' yang dikemukakan dan menjadi viral di dunia maya merupakan upaya kaum muda untuk mencari perhatian, mencari identitas dan aktualisasi diri. Generasi muda yang sering disebut pemuda, menurut hasil Sensus Nasional tahun 2012 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) berjumlah 62,53 juta (25,51 persen) dari total penduduk Indonesia.

"Jumlah kaum muda Indonesia amat besar dan sejatinya merupakan masa depan kita, karena merekalah yang akan menggantikan generasi sekarang. Kalau mereka baik, maka baiklah bangsa ini di masa depan. Sebaliknya jika mereka rusak, maka rusaklah masa depan Indonesia," katanya. 'Kids zaman now' telah melahirkan berbagai perubahan. 

Perubahan yang hadir ditengah-tengah kita merupakan dampak dari kemajuan teknologi, di mana setiap orang bebas menggunakan internet melalui facebook, twitter, instagram, Youtube dan sebagainya dengan inang media sosial (medsos). Perubahan yang tengah terjadi di masyarakat kita terutama dikalangan kaum muda Indonesia, ada yang negatif seperti narkoba yang banyak dikonsumsi kaum muda, seks bebas, berpakaian setengah telanjang, berpacaran, hidup bermewah-mewah (hedonisme) dan sebagainya.

Kita sebagai orang tua sudah seharusnya memiliki kiat-kiat khusus untuk mengarahkan dan mendidik anak-anak kita agar selamat dari pengaruh negatif perkembangan teknologi. Hal terpenting lainnya adalah agar mereka tidak melupakan sejatinya kita sebagai manusia (individu) juga sebagai makhluk sosial yang memerlukan kehadiran orang lain dalam kehidupan kita di dunia nyata. Dalam melakukan proteksi kepada anak-anak kita satu hal yang penting jangan sampai tindakan kita menjadi “ancaman” kebebasan mereka. Akhirnya semoga anak-anak kita menjadi generasi emas yang akan membangun agama bangsa dan Negara tercinta ini.

Oleh : Kiswanto, S.Pd (Guru Sosiologi SMA IT Bina Amal Semarang)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget