Latest Post



Semarang - Jumat, 27 September 2019 sejumlah 30 siswa dilantik menjadi Siaga Mula dan Penggalang Ramu. Anak Pramuka harus menjadi contoh yang baik bagi teman-teman yang lain.

Kak Tora, Wakil Kepala Sekolah III Bidang Kesiswaan dan Kehumasan yang bertindak sebagai pembina upacara menuturkan bahwa "Anak Pramuka harus menjadi contoh yang baik bagi teman-teman yang lain. Duta Kebaikan dari Pramuka yang trampil dan berani. "

17 Pramuka Siaga Mula dan 13 Penggalang Ramu Resmi Dilantik dengan bangga karena telah berhasil menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum (SKU) tingkat Mula dan Ramu. 2 bulan lamanya para siswa berusaha keras menjawab dan mendapatkan tanda tangan dari para pembina untuk memenuhi syarat pelantikan. #adz


Pagi yang cerah ini Jumat, 27 September 2019 anak- anak PAUD IT Bina Amal 03 setelah melakukan senam bersama dan mengumpulkan donasi untuk korban asap dan kebakaran mereka duduk dengan rapi.

Dengan didampingi ustadzah Neni, ustadzah Asih, ustadzah Sita, dan ustadzah Lilis mereka dengan tertib mulai memetik sayur yang telah dipersiapkan. Ada sayur sawi, bayam, kangkung, kacang panjang, daun singkong, timun dan wortel. Anak-anak terlibat senang dan asyik ketika memetik sayuran tersebut.

Setelah kegiatan memetik anak-anak diajak untuk menanam bibit bayam dan kangkung, dengan gembira mereka mengambil botol bekas sebagai pot dan media tanam berupa tanah berkompos untuk kegiatan menanam.

Dengan kegiatan ini anak jadi tahu dan mengenal tentang sayuran sehingga mereka akan lebih menghargai jerih payah petani dan orang tua mereka ketika menyiapkan sayur untuk dimakan kata ustadzah Neni selaku Kepala Sekolah PAUD IT Bina Amal 03.



Semarang , Kamis 26 September 2019 siswa siswi kelas 3 SDIT Bina Amal 02 melakukan kegiatan puncak tema dengan judul "benda disekitarku" dengan mengunjungi salah satu taman paling populer di Kota Semarang yaitu Taman Indonesia Kaya. Setibanya di lokasi puncak tema hari ini, siswa siswi tampak bersemangat untuk berjelajah. Beberapa anak sudah tidak asing dengan taman ini, namun banyak juga yang belum pernah berkunjung di Taman yang letaknya di Pusat Kota ini.

Diawali dengan kegiatan pemanasan ice breaking games melatih konsentrasi yang di pandu oleh Bu Ana. Lalu dilanjutkan dengan pengarahan tugas yang disampaikan oleh Bu Ina. Tugas puncak tema kali berbeda dan jauh lebih menarik karena anak-anak mendapatkan tugas jika utama mereka adalah melakukan pameran barang-barang yang memiliki sifat sesuai dengan keadaanya. Jadi sudah dibagi menjadi beberapa kelompok,dan setiap kelompok berhak memamerkan barang yang mereka sudah persiapkan dari rumah tentunya dengan sifat yang dimiliki. Jika telah mengunjungi pameran barang dan sifatnya satu sama lain,maka siswa bisa segera menuliskan hasil laporan pameran dari teman" yang lain. Dalam lembar kerja anak-anak juga diajarkan untuk menilai hasil kerja teman yang lainnya. Dari penilaian anak-anak maka akan dipilih pemenang.

Alhamdulillah kegiatan puncak tema hari ini berjalan dengan lancar. Anak anak menunjukan kegembiraan dan antusias yang tinggi dalam melakukan kegiatan. Diharapkan setelah kegiatan puncak tema seperti ini anak anak mendapatkan banyak pengetahuan, cerita dan pengalaman yang mengesankan


Alhamdulillah, Senin 23 September 2019 SMP IT Bina Amal kedatangan tamu yaitu dua siswi alumni Zaafarani dan Laila Nur Latifah. Mereka menyampaikan tentang perjuangannya bagaimana belajar di pondok pesantren sehingga menjadi siswa yang hafidzoh. Siswa-siswi kelas 7,8 dan 9 SMP IT Bina Amal asyik mendengarkan penjelasan dari Zaafarani dan Laila yang berlangsung di Masjid Al-Amilin SMP IT Bina Amal.

Melepas putra/putrinya untuk belajar di pondok pesantren atau boarding school dimana siswa sudah tidak tinggal satu rumah dengan orang tua, jauh dari orang tua, sehingga harus hidup mandiri terasa berat bagi orang tua, begitu juga yang dirasakan oleh orang tua dari ananda Zaafarani. Zaafa adalah alumni SMP IT Bina Amal yang termasuk sering melakukan pelanggaran. Melanjutkan ke sebuah pondok, hidup di tempat yang fasilitasnya lebih sederhana dari rumah orang tua, Zaafa mampu menghatamkan hafalan quran 30 juz selama 7 bulan, dimana 4 bulan sebelumnya ada kegiatan tahsin. Awalnya motivasi Zaafa segera lulus adalah agar segera keluar dari pondok karena tidak tahan tinggal di pondok. Tetapi karena berkah kesabaran dan istiqomah dalam menghafal sehingga Zaafarani mampu menghatamkan hafalan Al-Qurannya.

Sedangkan Laila adalah anak yang perjuangan hidupnya keras sehingga diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dengan jalur beasiswa karena hafal 30 juz. Di pondoknya kamar ukuran 3x3 diisi 28 anak. Perjuangan paling beratnya adalah saat ditinggal ibunya dan tidak boleh melanjutkan ke kedokteran. Sekarang Laila membantu pamannya mengajar tahfidz. Perjuangannya menjadi hafidzoh karena saat ibunya meninggal, Laila ditemui ibunya dalam mimpi dan ibunya berharap anaknya bisa memberikan mahkota hafalan pada ibunya.

Ustadz Said Abdillah selaku guru yang mendampingi kegiatan kisah sukses alumni SMP IT Bina Amal menyampaikan, "Inti dari yang disampaikan kedua alumni tersebut yaitu:
1. Sebagai orang tua harus rela melepas anaknya walaupun berat.
3. Anak sukses bukan dengan kemudahan namun perjuangan. Seperti yang mb zafa ceritakan bahwa dia dan teman temannya tidak tidur siang di kamar karena kamarnya seperti oven saat siang, jadi lebih baik di aula (terbuat dari bambu) atau saung dari bambu juga untuk menghafal.


MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget