Juni 2015

Bulan penuh ceria untuk anak kita yaitu ketika anak telah memasuki usia Sekolah Dasar. Melepaskan diri dari TK ke jenjang SD merupakan proses yang tidak terlupakan.Orang tua seringkali sibuk memilah dan memilih sekolah yang terbaik. Bagamaimanapun dunia TK adalah tempat bermain sambil belajar sedangkan di SD belajar penuh dengan tuntutan yang terdapat di kurikulum menjadi beban tersendiri.

Bagaimanapun orang tua akan khawatir melepaskan anaknya ke sekolah. Serta kondisi terkini di Indonesia banyak terjadi penculikan serta pelecehan seksual terhadap. Kita tidak ingin terjadi apapun dengan anak kita.

Tips orang tua untuk memilihkan sekolah :

1. Memilih Sekolah Terbaik
Semakin bagus sekolah biayanya pasti mahal. Tapi jangan tanggung-tanggung untuk anak kita. Jangan hanya memilih sarana prasana juga tetapi nomor satu adalah pendidikan agamanya serta jaminan perlindungan sekolah terhadap anak.

2. Program Sekolah
Karena tuntutan di SD berbeda dengan TK, maka pilihlah sekolah yang memiliki program unggulan. Jangan hanya mengajarkan materi wajib seperti di sekolah pada umumnya tetapi yang mampu mengembangkan bakat anak.

3. Bertanya Terlebih Dahulu
Kita bisa bertanya terlebih dahulu ke pihak sekolah apalgi jika memiliki teman yang anaknya di sekolah tersebut. Kita kan mengetahui sekolah tersebut cocok dengan anak kita tau tidak.

Orang tua adalah teladan bagi anak. Setiap gerak gerik maupun ucapan orang tua secara otomatis di rekam oleh anak. Tanpa sadar ucapan kasar orang tua yang tidak wajib di tiru anak di praktekan langsung di sekolah.

Oleh karena itu, orang tua yang kesehariannya lebih banyak bersama anak menjaga sikap dan tutur kata. Kita tidak menginginkan anak bersikap tidak baik. Apalagi di lingkungan sekolah maupun masyarakat, anak akan bersosialisasi dengan banyak orang.

Karena emosi anak belum stabil, belum bisa menjaga amarah dan kesedihannya. Mendidik sedini mungkin lebih baik di banding di ajarkan saat besar akibatnya malah memberontak. Tips bagi orang tuauntuk di praktekan di rumah.

1. Berbeda Pendapat
Orang tua yang sedang berbeda pendapat di sampaikan dengan tutur kata yang lembut, jangan teriak atau membentak. Lebih baik jangan di depan anak.Contohnya jangan  membanting piring di depan anak ya...Bisa jadi di masa depan anak melakukan hal yang sama.

2. Menjaga Sikap
Meskipun di rumah, orang tua mengajarkan anak sikap yang baik. Contohnya datang pergi mengucapakan salam dan mencium tangan orang tua. Contoh sederhana kalau di biasakan lebih baik dan anak akan terbiasa.

3. Ketika Anak Salah
Ketika anak melakukan kesalahan, sampaikan dengan bahasa yang baik dan memberikan alasannya. Sehingga anak bisa membedakan yang salah dan benar. Jangan membentaknya karena akan melakukannlagi. Bisa jadi anak membentak temannya ketika tidak menyukai suatu hal.

Orang tua bisa menjadi guru dirumah. Belajar bersama anak agar mengetahui perkembangannya. Pada umumnya lebih suka bermain di banding belajar. Apalagi seharian belajar di sekolah membuat anak jenuh. Tetapi keinginan orang tua yaitu membiasakan anak belajar di rumah meskipun tidak ada PR. Ikutin tips bagi orangtua mengajak si kecil untuk semangat belajar.

1. Kenali Karakter Anak

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengenali terlebih dahulu karakter anak anda sehingga anda mengetahui hal tepat apa yang dapat memotivasi anak serta cara apa yang dapat berimbas sebaliknya.

2. Menentukan Jam Belajar

Agar si kecil terbiasa untuk belajar tentukan jam khusus. Di jam ini jangan menyalakan tv, radio dan sebagainya sehingga anak fokus belajar. Orangtua dapat menemani anak untuk berdiskusi.

3. Makanan Kecil

Orangtua bisa menyediakan makanan kcil utnu anak. Agar anak tidak mengantuk atau bosan. Makananannya harus sehat ya...

4.Harga Nilai Anak
Ketika anak mendapatkan nilai yang kurang jangan katakan "bodoh" atau "malas", orang tua tetap menyemangati anak agar di kemudian hari bisa mendapatkan nilai yang memuaskan.

Setiap orang diberikan masing-masing kemampuan dan karunia oleh Tuhan dalam bidang tertentu yang mana hal ini disebut dengan bakat. Bakat yang dijumpai pada masing-masing orang tentu akan berbeda yakni seperti melukis, menggambar, olahraga, bermain musik, bernyanyi dan masih banyak lagi.

Seseorang dengan bakat yang luar biasa dan memiliki kemampuan untuk mengembangkannya akan tumbuh menjadi orang yang bermanfaat dan berharga. Itulah mengapa penting sekali mengasah kemampuan kita sehingga dapat menjadi sebuah anugerah yang luar biasa. Saat ni orangtua cenderung berkeinginan untuk mendorong putera-puterinya yang masih berusia belia untuk mengembangkan bakat mereka. Sampai-sampai orangtua rela merogoh dalam-dalam koceknya untuk mengirim anak-anaknya ke kursus melukis, nyanyi, piano, fotografi dan kursus lainnya yang tergolong cukup mahal demi mengembangkan bakat anak-anaknya.

Upaya mengembangkan bakat anak seperti ini memang berguna untuk mereka, walaupun kadang-kadang jumlah kursus dalam satu hari membuat anak-anak kewalahan. Bahkan orangtua yang mampu dapat saja memberikan les putera-puterinya lebih dari 2 macam dalam satu hari seperti misalkan les musik, ballet, matematika dan lain sebagainya. Namun apakah hal ini sudah sesuai dengan keinginan anak-anak anda?

Akan lebih bijak jika sebagai orangtua kita dapat memberikan ruang atau pilihan terhadap anak untuk memilih apa yang diinginkannya. Jangan sampai keinginan kita menjadi paksaan bagi anak yang membuat mereka tidak dapat mengontrol kemampuannya dan pada akhirnya hanya akan membaut anak stres dan tertekan.

Nah, dibawah ini adalah saran bagaimana untuk mengajak anak untuk belajar mengembangkan bakat mereka.
1. Kenali Bakat Anak

Sebelum terburu-buru memutuskan memilih serangkaian kegiatan les untuk anak. Sebagai orangtua, kita perlu mengetahui hal apa saja yang menjadi minat anak sejak ia kecil, apakah anda sering mendengar anak-anak bernyanyi, apakah anda sering melihat anak menggoyang-goyangkan badannya atau mungkin anda lebih melihat anak anda sering bermain dengan pianonya. Dengan begini anda akan dapat mengetahui apa yang menjadi bakat mereka. Selain itu, bantulah anak-anak anda mengenali bakat mereka.
2. Dorong Anak Untuk Selalu Berlatih

Mengembangkan dan melatih bakat anak yang kedua bisa anda lakukan dengan terus memberikan dorongan pada anak untuk selalu berlatih mengasah bakatnya menjadi sesuatu yang lebih berharga. Misalkan jika anak anda senang bermain piano mintalah anak untuk selalu berlatih dan jangan pernah menyerah. Selain itu, pujian anda pada anak akan menumbuhkan rasa percaya diri dan jiwa optimis pada anak sehingga semangatnya untuk berlatih menjadi bertambah.
3. Berikan Kebebasan Pada Anak Untuk Memilih

Memaksaan keinginan kita pada anak tentu menjadi hal yang kurang bijak, anak mungkin saja tertekan dengan keinginan kita karena hal ini tidak sejalur dengan hobinya. Untuk itu berikan keleluasaan anak untuk memilih apa yang diinginkannya. Dengan begitu ibu harus siap dengan pilihannya dan harus tetap mendorong anak untuk terus berlatih. Setelah anda berupaya keras untuk mendorong mereka namun pada akhirnya anak tetap bermalas-malasan dan tidak serius katakan pada mereka bahwa itu adalah pilihan mereka sendiri. Jangan sampai dikemudian hari anak merasa menyesal dan tidak mau mengembangkan bakat mereka.

Sumber : Bidanku.com

Anak anda termasuk kategori anak yang super aktif? Anak yang super aktif biasanya ditandai dengan perilakunya yang tidak bisa diam seringkali melompat-lompat, naik sofa kemudian melompat ke rak. Hal ini jelas membuat anda kewalahan. Anda tidak perlu khawatir, umumnya setiap anak yang berusia 2-3 tahun memiliki kebiasaan seperti ini akan tetapi apabila melebihi rentan waktu tersebut maka dapat dikarenakan pola asuh orang tua. Bagaimana cara mengelola perilaku anak yang super aktif?

Di artikel ini kami akan membahas mengenai perilaku anak yang super aktif dan cara mengelolanya. Anak yang super aktif biasanya memiliki perilaku yang tidak bisa diam. Perilaku ini dapat dipicu karena pola asuh sehingga sebagai orang tua anda dapat melakukan beberapa cara untuk mengelola perilaku anak yang super aktif dengan cara cara dibawah ini.
Berikut adalah cara mengelola perilaku anak yang aktif :

1. Memberikan kasih sayang

Anak yang super aktif dapat dipicu karena gangguan sistem saraf akibat masalah di rumah sehingga anda dapat menunjukan rasa kasih sayang yang lebih. Anda dapat menunjukan dengan perilaku yang sederhana seperti memeluk ketika anak anda mengalami bad mood. Selain membuatnya tenang sekaligus mengajarkan pada anak anda mencintai dengan cara yang menyenangkan pada keluarga.

2. Berikan Anak anda kegiatan yang seru

Ketika anda bermain bersama dengan anak anda. Ajarkan anak anda melakukan kegiatan yang kreatif. Anda dapat mengajarkan kegiatan yang menyenangkan seperti menari, mengikuti tingkah tokoh-tokoh favoritnya, atau sekedar mengenal beberapa hewan dan tumbuhan yang ada di halaman.

3. Awasi bukan membuatnya menjadi terbatasi

Ketika anak aktif maka anda dapat melakukan cara untuk mengawasi kegiatan anak anda tanpa membuatnya merasa terbatasi. Awasi agar anak anda terhindari dari benda-benda yang membahayakannya.

4. Dengarkan mereka

Anda dapat mengajak anak anda untuk bercerita, berikan waktu untuk anak anda bercerita. Anak anda yang tidak bisa diam anda dapat membuatnya merasa tenang dan kemudian mengajaknya perlahan-lahan bercerita.Hindari memarahi anak, selain akan mengganggu psikologi anak. Memarahi anak yang aktif tidak akan membuatnya terkendali.

5. Temukan kegiatan yang membuatnya suka

Anak yang aktif dapat anda arahkan sehingga menjadi bakat. Pada anak yang suka berenang . Anda dapat mengarahkan untuk mengikuti kelas khusus berenang dan berikan pengawasan. Begitu pula apabila anak anda lebih senang berkebun atau bermain dengan hewan peliharaan maka sebaiknya anda memberikan pengarahan dan pengetahuan baru pada anak anda.

Pola asuh yang optimal dalam masa pertumbuhan dan perkembangan anak anda maka akan membuat anda tumbuh-kembang secara optimal pula. Sebagai orang tua anda dapat mengajarkan anak anda beberapa hal tanpa membuatnya terpaksa. Anda dapat melakukannya berulang-ulang sehingga membuatnya bersabar dan memberikan kasih sayang yang cukup pada anak sangat penting dalam perkembangan secara psikis. Selain itu meluangkan waktu dengan anak anda sangat diutamakan untuk membuatnya tenang dan mendapatkan perlindungan dan membuatnya mengenal dengan lingkungan yang membuatnya nyaman.

Sumber : Bidanku.com

Sebagai orang tua, kita menginginkan anak mendapatkan nilai terbaik. Banyak hal yang dilakukan orang tua yaitu mendatangkan guru les. Harapannya anak bisa terbantu dalam hal belajar.

Tetapi ada dampak positif dan negatifnya. Dampak positifnya anak dapat belajar dengan tanya jawab tanpa malu-malu. Bagaimanapun anak akan malu mengancungkan tangannya untuk bertanya ketika di sekolah. Takut di anggap bodoh oleh temannya. Tetapi negatifnya anak akan meminta guru les untuk mengerjakan PR nya.Atau tidak mau belajar jika tidak ada guru les.

Sebagai orang tua kita ingin dampak positifnya saja. Tips nya dari awal kita meminta guru les untuk hanya sekedar membantu bukan yang mengerjakan anak. Tetapi kita juga tidak boleh melepaskan anak kita dalam belajar dirumah. Kita bisa menemai mereka dirumah, membantu menjawab PR nya atau diskusi pembelajaran di rumah.


Kekerasan bukan saja dilakukan oleh orangtua si anak saja, namun bisa juga dilakukan oleh orang-orang yang ada dilingkungannya. Nah, untuk itu anda perlu mengupayakan agar kekerasan tersebut sebisa mungkin dicegah dan diatasi dengan cara berikut :

1. Membantu Anak Melindungi Diri

Maraknya kejahatan seksual yang terjadi belakangan ini tentunya membuat anda semakin khawatir dengan keselamatan anak anda. Nah, inilah saatnya menjelaskan pada anak bahwa tidak ada seorangpun yang boleh menyentuhnya dengan tidak wajar. Berikan pemahaman dan ajarkan anak untuk menolak segala perbuatan yang tidak senonoh dengan segera meninggalkan dimana sentuhan tersebut terjadi. Ingatkan anak untuk tidak gampang mempercayai orang asing dan buat anak untuk selalu menceritakan jika terjadi sesuatu dengan dirinya.

2. Laporkan Pada Pihak Berwajib

Bila terjadi kekerasan fisik, psikis ataupun seksual ada baiknya segera laporkan pada pihak yang berwajib. Hal ini bertujuan agar segera diambil tindakan lebih lanjut terhadap tersangka dan mengurangi angka kejahatan yang sama terjadi. Sementara untuk korbannya harus segera mendapatkan bantuan ahli medis serta dukungan dari keluarganya.

Anak bisa saja berbohong. Bagaimanapun alasannya, sebagai orang tua ingin anak selalu jujur. Untuk mengatasi hal tersebut, ada beberapa perilaku dan bahasa tubuh yang harus diamati guna membantu anda memahami jika anak anda sedang berbohong.

1. Tidak Konsisten

Ketika anda mendapati ada sesuatu yang tidak konsisten dalam cerita-cerita yang dibuat anak anda. Atau ketika anak mengulang-ngulang kalimat yang sama, maka yakinlah bahwa anak anda sedang menciptakan sebuah kebohongan. Orangtua mungkin akan merasa tersakiti ketika menyadari bahwa anak mereka harus menutupi kebenaran dan merangsang sebuah kebohongan, namun untuk mendidik dan mengajarkannya pada arah yang lebih baik, orang tua harus kuat dan terus meyakinkan anak agar dapat menghindari kebiasaan tersebut.

2. Perhatikan Kontak Mata

Ketika seorang anak berbohong, maka secara atau tidak, ia akan cenderung menghindari kontak mata dengan anda. Hal ini merupakan tahap awal ketika mereka berbohong dan bila kebiasaan ini terus berlanjut dan dibiarkan, maka saat tumbuh dewasa mereka akan dapat mengatasi hal ini yang kemudian belajar untuk berbohong dengan menatap langsung pada mata anda. Jadi amat penting untuk menangkap perilaku tersebut pada tahap awal dan mencoba membuat anak mengerti berbohong adalah perilaku yang tidak baik dan todak seharusnya mereka lakukan.

3. Kebanyakan Mengedipkan Mata

Ketika anda berbicara dengan kedipan yang terlalu banyak disertai dengan senyum nakal diwajahnya, maka ini bisa menjadi salah satu tanda adanya kebohongan yang dibuat oleh anak. Selain itu, ketika berbohong, anak juga akan cenderung melakukan gerakan-gerakan yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya. Sebab ini, biasanya dilakukan untuk mengalihkan perhatian anda agar tidak terus-terusan membicarakan topik yang sama.

4. Merasa Gelisah

Gelisah adalah perilaku lain uang dapat anda simpulkan ketika anak sedang bebohong. Jika mereka terlihat gelisah atau tidak tenang serta menggeliat saat melontarkan alasan, maka ini dapat berarti bahwa mereka mengatakan suatu kebohongan. Begitupun ketika anak cenderung diam tak banyak bicara. Hal ini bisa menandakan bahwa anak sedang menutupi sesuatu yang tidak ingin diketahui oleh anda.


Setiap orang tua tentunya ingin memiliki anaknya pintar atau memiliki daya ingat yang kuat. Dengan memiliki daya ingat yang kuat tentunya orang tua mengharapkan anaknya akan mudah menyerap pelajaran di sekolah namun selanjutnya tidak mudah lupa kembali. Dengan demikian ketika si anak mengahadapi ujian atau test, anak yang memiliki daya ingat yang kuat tidak akan kesulitan dalam menjawab soal-soal yang ditanyakan karena tentunya jawaban-jawab
an yang ada telah tertancap di pikirannya. Namun tidaklah mudah memiliki anak yanng memiliki daya ingat yang kuat. Dibutuhkan banyak hal untuk mewujudkannya. Dimulai dari faktor genetis, faktor nutrisi dan yang terakhir alah faktor cara belajar atau latihan. Berikut kami akan membahas bagaimana cara melatih anak agar memiliki daya ingat yang kuat.

Usia Batita
  1. Biasakan untuk mengajarkan anak untuk membangun berkomunikasi dengan baik. Anda bisa memulainya dengan hal kecil seperti menanyakan berbagai kegiatan yang telah ia lakukan sesimpel apapun. Ia akan terpancing untuk mengingat hal yang telah ia lakukan. Misalnya, bermain dengan siapa saja, apa permainannya, atau di mana ia menaruh mainannya.
  2. Arahkan ia untuk berlatih organisasi dirinya. Bisa dimulai dengan hal sederhana, seperti menaruh barang-barang miliknya dalam kategori tertentu dan tempat tertentu. Hal ini supaya ia mudah untuk mencari dan menaruh kembali barangnya. Dengan ini, ia akan terbiasa untuk berpikir cara mengolah info yang diperoleh untuk ingatan jangka panjang kelak.
  3. Menggunakan flash card akan mempermudah ia untuk mengenal benda-benda atau istilah baru. Caranya, perlihatkan kartu tersebut beberapa kali lalu tanyakan padanya nama-nama yang ada dalam kartu tersebut. Misalnya, nama sayuran, nama profesi, dan lain-lain.
  4. Ajak anak untuk bermain melempar gelang. Caranya, ketika anak melempar gelang, minta ia untuk sambil berhitung. Tidak perlu banyak-banyak, cukup lima atau sepuluh hitungan.
  5. Bermain pasel akan sangat mengasyikkan. Gunakan pasel yang tidak rumit, misal 3-5 potong atau keping. Beri waktu ia untuk mengamati bentuknya, baru melepas pasel tersebut dari dalam bingkainya. Ajak ia untuk menyusun sesuai dengan bentuk semula.
  6. Latih batita untuk mengingat-ingat cerita yang sudah disampaikan. Contohnya, nama-nama tokoh dalam cerita tersebut atau kisah apa saja yang terjadi dalam cerita tersebut. Kegiatan ini dapat mengasah daya ingatnya.
Usia Prasekolah
  1. Berikan pertanyaan-pertanyaan setelah ia selesai berkegiatan. Misal, apa saja yang diajarkan pak guru di sekolah, berapa jumlah teman-temannya yang absen hari itu. Berikan pertanyaan terbuka agar anak tidak bingung menjawabnya.
  2. Anda bisa mencari info-info tambahan pada buku, majalah atau referensi lain terkait cara efektif untuk meningkatkan daya ingat anak. Contohnya, mencocokkan gambar dengan pasangan yang sesuai, menebak dua gambar yang serupa tapi tidak sama.
  3. Ajak anak untuk bersama-sama menyusun jadwal kegiatan setiap hari. Hal ini bertujuan untuk meningkatan kemampuan memoriya. Karena ia akan terbiasa untuk mengigat kegiatan yang sudah ia susun dalam jadwal tersebut.
  4. Menyanyi juga merupakan cara yang efektif untuk menambah daya ingatnya. Hal ini disebabkan karena ketika bernyanyi, ia juga akan belajar mengingat lirik dan nadanya.

Setiap orang tua pasti menginginkan anak untuk menjadi pemenang, meskipun demikian seringkali anda lupakan bahwa mengajarkan anak anda untuk menerima kekalahan adalah proses pembelajaran yang harus diterapkan semenjak dini. Dengan menerima kekalahan akan membentuk anak yang memiliki pribadi yang baik.

Dalam setiap kegiatan termasuk dalam perlombaan, kemenangan adalah suatu hal yang membanggakan akan tetapi kekalahan adalah proses yang harus
Sejak dini anak anda harus menerima kenyataan bahwa konsep kalah bukan berarti menjadi terburuk melainkan memahami kalah adalah proses belajar, meskipun terdengar sepele akan tetapi seringkali emosi anda ikut dalam kekalahan anak sehingga membuat anak anda kurang percaya diri.

1. Memahami Kekalahan

Kalah bukan berarti tidak juara. Pemahaman ini yang harus diberikan pada anak anda. Anda dapat mulai menjelaskan bahwa hasil akhir dari kompetisi bukan berarti tidak menjadi juara melainkan untuk tetap bersemangat, itu hanya sebuah permainan dan perjalanan masih panjang. Orang tua harus memahami bahwa kompetisi bukan karena hasil akhir sehingga anda pun akan mengajarkan anak anda untuk menghargai upaya untuk berprestasi.

2. Meluapkan Perasaan

Anda dapat mengajarkan anak anda untuk mengekspresikan kekalahan. Biasanya anak anda akan menangis, memukul, menendang bahkan berteriak. Meskipun sulit untuk menjaga perasaan saat kalah akan tetapi dengan mendampingi untuk meluapkan perasaan kekalahan yang sedang dialami, anda akan mendampingi dan mencintainya akan membuatnya kembali percaya diri.

3. Mengakui kekurangan

Akui kekurangan bukan berarti bahwa anak anda tidak jago melainkan mengajarinya untuk rendah hati, menghargai orang lain dan menerima sebuah kekalahan sebagai proses belajar. Dengan demikian tidak ada yang salah dengan sebuah kekurangan sehingga anda dapat memastikannya anak anda dapat mengenal dirinya dengan kekurangan yang dimiliki.

4. Menghargai Kerja Keras anak

Atmosfer dari lingkungan sekitar akan membantu dalam menerima kekalahannya sehingga peranan orang tua dalam menerima kekalahan anak. Mengatasi kekalahan bahwa kalah bukan berarti tidak menang melainkan proses kerja keras dan usaha, ketika anak mulai dihargai hasilnya akan membantu dalam segala prestasi untuk membuatnya percaya diri.

5. Fokus pada proses

Memberian motivasi ketika anak anda sedang berusaha keras meraih juara adalah salah satu cara yang terbaik akan tetapi apabila anda terlalu fokus pada hasil akhir yaitu menang atau kalah maka anak anda akan terbebani. Sehingga ajarkan anak anda untuk menghargai sebuah proses bukan hasil akhir, dengan begitu dia lebih mudah menerima kekalahan .

Dengan demikian pola asuh orang tua akan membantu menumbuhkan rasa percaya diri, tidak mudah menyerah dan menerima kekurangan di dalam diri anak sehingga ketika mengikuti perlombaan dan kompetisi tidak membuat anak terbebani.
anda dampingi sehingga anak anda tidak menjadi anak yang kurang percaya diri, tidak mau mencoba lagi, pesimis atau berputus asa. Oleh karena itu artikel kali ini akan mambantu anda untuk mengajari anak anda menerima kekalahan. Inilah Tips Ajari anak menerima kekalahan .

Para orangtua dapat mencoba beberapa tips di bawah ini untuk dapat membuat anak suka mengaji:

1. Carilah waktu yang tepat untuk mulai membiasakan anak mengaji. Jangan dilakukan pada waktu-waktu dimana anak seharusnya bermain dan beristirahat. Jangan pula memaksakan kehendak kepada anak dengan berlebihan. Sebab, jika waktu-waktu yang Anda pilih tidak tepat, maka hal ini dapat menjadi bumerang antara Anda dan anak. Atur jadwal anak dengan sebaik-baiknya, berilah penjelasan mengenai jadwal tersebut. Kapan anak boleh bermain, kapan anak harus beristirahat, kapan anak belajar, makan, mandi dan aktifitas harian lainnya.

2. Berilah pengertian yang jelas dan padat tentang alasan mengapa anak harus belajar mengaji. Dan mengapa ia harus meluangkan sedikit waktunya untuk mengaji dan melakukan ibadah-ibadah yang lainnya. Ajak anak untuk berkomunikasi dan bertukar fikiran agar Anda mendapatkan cerminan tentang pendapat Anak atas apa yang Anda sampaikan. Anak juga akan terbiasa mengeluarkan unek-uneknya dan ia akan merasa dihargai. Sehingga perlahan-lahan ia akan berusaha untuk mengikuti apa yang Anda paparkan.

3. Keteladanan. Anak tentu akan meniru orangtuanya. Apa yang dikerjakan oleh orangtuanya pasti akan lebih bisa membekas di otaknya dibandingkan yang oranglain lakukan. Untuk menanamkan kebiasaan baik, Anda harus terlebih dahulu mencontohkannya kepada anak. Bahkan dengan mencontohkannya saja, anak akan serta merta mengikuti tanpa harus Anda perintahkan terlebih dahulu. Sebab anak adalah peniru ulung. Ada saja hal-hal yang bisa ditirunya.

4. Ciptakan suasana yang dekat dengan Al-Qur'an. Putarkan murattal dan dekatkan anak dengan orang-orang yang juga dekat dengan Al-Qur'an. Jelaskan padanya kelebihan orang yang dengan Al-Qur'an.

5. Disiplin dan konsisten dalam membiasakan anak mengaji. Jangan terpengaruh pada mood anak yang berubah-ubah. Inovatiflah mengelola mood anak dengan memvariasikan cara pembelajaran. Bisa dengan suasana santai, dan tidak membebani anak.

6. Jika ternyata anak belum lancar mengaji, ajarkanlah dengan bertahap dan dengan kesabaran ekstra. Gunakan metode pembelajaran yang variatif sehingga tidak membuat anak jenuh. Sekarang ini banyak sekali perkembangan cara mengajar anak dan juga media pembelajaran yang semakin beragam. Tentunya ini menjadi kabar gembira bagi Anda karena dengan demikian, tugas Anda akan terbantu dengan kehadiran media-media tersebut.

7. Berikan penghargaan setiap kali anak melakukan hal baik dan mengaji dengan baik. Bukan berarti Anda harus memberikannya piala sebagai bentuk penghargaan. Sebab penghargaan yang dimaksudkan adalah sesuatu yang sifatnya tulus dan menentramkan. Sehingga anak merasa perlu untuk mengulangnya kembali di lain waktu agar mendapatkan penghargaan yang serupa.
erminkan nilai-nilai keislaman seseorang. Ketika masih bayi, anak hanya bisa mendengar dan sesekali bereaksi ketika dibacakan ayat-ayat Al-Qur'an, dan hal ini merupakan respon positif dari anak Anda. Namun, ketika mulai berumur 3 tahun ke atas, dimana anak sudah mulai senang bermain dan bergaul dengan lingkungannya, hal ini tentu akan menyulitkan para orangtua untuk menanamkan kebiasaan mengaji pada anak. Ditambah lagi sikap cepat bosan yang seringkali melanda anak. Namun, para orangtua diharapkan untuk tidak berkecil hati terlebih dahulu. Sebab kebiasaan baik memang butuh waktu dan cara khusus yang membutuhkan kesabaran ekstra untuk menanamkannya.

Anda sering kali dibuat jengkel dengan tingkah laku anak anda yang sulit untuk diatur apalagi jika anak cenderung lebih manja ketika bersama dengan anda. Jangan terburu menyalahkan anak anda, mungkin saja ada beberapa perilaku anda yang justru membuatnya seperti demikian. Bagi anda yang sering memenuhi segala keinginan anak nantinya akan berdampak buruk sehingga menjadikannya cenderung lebih manja dan memiliki sifat materialistik. Pola pengasuhan seperti ini harus anda hindari agar membentuk pribadi anak yang mempunyai  kerja keras terlebih dahulu untuk mendapatakan  keinginannya. Selain itu kurang menerapkan disiplin bisa menjadi alasan anak anda mempunyai sikap yang kurang baik, disipilin tidak hanya dengan anjuran dan larangan tapi lebih ke aksi nyata yang anda terapkan di lingkungan keluarga.

Terlalu sering membantunya dalam segala kesusahan tidak akan memupuk rasa percaya dirinya, sehingga dia cenderung lebih manja karena merasa dibela oleh orang tua. Sikap-sikap tersebut dapat membuat anak anda terkesan nakal dan sulit untuk memberikan pengawasan. Sebelum anda menyimpulkan bahwa anak anda nakal, anda harus melihatnya dari dua sisi karena tidak selamanya anak nakal merupakan anak pembangkang yang tidak memiliki kemampuan. Nakal memang memiliki dua arti yaitu kreatif, banyak akal sehingga anak anda yang diberikan anjuran seakan memiliki pendapatnya sendiri untuk menyelesaikan kegiatannnya. Nakal yang harus anda waspadai dalam mengawasi anak adalah nakal yang cenderung memiliki arti ke arah kriminal, kejahatan, kurang memiliki tata sopan.

Dalam ilmu psikologi anak nakal disebut gangguan tingkah laku (GTL) yaitu penyimpangan perilaku dalam bentuk yang merugikan orang lain. Nakal yang dilakukan oleh anak anda dapat karena pribadinya, berkelompok baik secara spontan atau terencana. Ciri khas nakal yang memiliki gangguan tingkah laku biasanya cenderung keras kepala, sulit ditaklukan, tidak patuh, dapat merencanakan kekerasan dan dia tidak menyesal dengan tingkahnya. Setiap anak membutuhkan pengawasaan orang tuanya, tidak menutup kemungkinan lingkungan dapat membuat anak anda menjadi nakal. Sebaiknya pengawasan anda dimasa tumbuh kembang anak dengan lingkungan harus selalu diperhatikan meskipun bukan berarti melarang atau membatasi interaksinya dengan sosial, alangkah baiknya mengawasi anak nakal dilakukan lebih ekstra ketimbang anak lainnya.
Berikut adalah cara untuk memberikan pengawasan anak nakal yang dapat anda lakukan :

1.    Memberikan contoh perilaku

Waktu anda tidak memungkinkan untuk menemani anak anda baik di rumah atau lingkungannya sehingga pengawasan yang tepat untuk anda adalah memberikan bekal kepribadian yang kuat sebelum anak anda berinteraksi dengan lingkungan. Tentu saja dilakukan semenjak  bayi untuk mendapatkan teladan yang terbaik dari orang tuanya. Berikan contoh perilaku yang baik di dalam beberapa buku cerita sebelum dia tidur berikan makna positif yang bisa dia ambil, biasakan untuk mendampinginya ketika menonton tv, pengaruh buruk bisa saja terjadi dari penggunaan teknologi yang kurang bijak. Ajak anak anda menonton dan mendengar perilaku yang positif.

2.    Pengawasan bukan berarti kekerasan

Ketika anak anda membangkang dengan nasihat anda, jangan terburu buru emosi karena dengan kekerasan justru memberikan contoh buruk dan membentuk pribadi anak yang tempramental. Bagi anda yang sering menyelesaikan masalah dengan kekerasan sebaiknya dihindari ini akan menjadikan kedekatan anda dan anak menjadi renggang hingga anak cenderung tertutup dengan masalahnya, anda akan kesulitan dalam mengawasinya.

3.    Pengawasan bukan berarti mengekang

Memberikan pengawasan bagi anak nakal bukan berarti memberikan kekangan.Memberikan tanggung jawab, kebebasan dan juga pengontrolan yang terarah. Terkadang anda justru memberikan pengawasan yang berleih sampai mengintainya disetiap aktivitasnya ini akan membentuk pribadi yang kurang percaya diri. Jika memang anak anda tergolong nakal menurut anda, ambil cara yang terbaik untuk mengelolanya agar dapat tumbuh dengan baik dan wajar.

Pendidikan anak adalah perkara yang sangat penting di dalam Islam. Di dalam Al-Quran kita dapati bagaimana Allah menceritakan petuah-petuah Luqman yang merupakan bentuk pendidikan bagi anak-anaknya. Begitu pula dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kita temui banyak juga bentuk-bentuk pendidikan terhadap anak, baik dari perintah maupun perbuatan beliau mendidik anak secara langsung

Seorang pendidik, baik orangtua maupun guru hendaknya mengetahui betapa besarnya tanggung-jawab mereka di hadapan Allah ‘azza wa jalla terhadap pendidikan putra-putri islam.

Tentang perkara ini, Allah azza wa jalla berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”. (At-Tahrim: 6)

Dan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap di antara kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban”

Untuk itu -tidak bisa tidak-, seorang guru atau orang tua harus tahu apa saja yang harus diajarkan kepada seorang anak serta bagaimana metode yang telah dituntunkan oleh junjungan umat ini, Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Beberapa tuntunan tersebut antara lain:

· Menanamkan Tauhid dan Aqidah yang Benar kepada Anak

Suatu hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa tauhid merupakan landasan Islam. Apabila seseorang benar tauhidnya, maka dia akan mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat. Sebaliknya, tanpa tauhid dia pasti terjatuh ke dalam kesyirikan dan akan menemui kecelakaan di dunia serta kekekalan di dalam adzab neraka. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan mengampuni yang lebih ringan daripada itu bagi orang-orang yang Allah kehendaki” (An- Nisa: 48)

Oleh karena itu, di dalam Al-Quran pula Allah kisahkan nasehat Luqman kepada anaknya. Salah satunya berbunyi,

يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar”.(Luqman: 13)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri telah memberikan contoh penanaman aqidah yang kokoh ini ketika beliau mengajari anak paman beliau, Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam At-Tirmidzi dengan sanad yang hasan. Ibnu Abbas bercerita,

“Pada suatu hari aku pernah berboncengan di belakang Nabi (di atas kendaraan), beliau berkata kepadaku: “Wahai anak, aku akan mengajari engkau beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan dapati Allah di hadapanmu. Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Jika engkau meminta tolong, minta tolonglah kepada Allah. Ketahuilah. kalaupun seluruh umat (jin dan manusia) berkumpul untuk memberikan satu pemberian yang bermanfaat kepadamu, tidak akan bermanfaat hal itu bagimu, kecuali jika itu telah ditetapkan Allah (akan bermanfaat bagimu). Ketahuilah. kalaupun seluruh umat (jin dan manusia)berkumpul untuk mencelakakan kamu, tidak akan mampu mencelakakanmu sedikitpun, kecuali jika itu telah ditetapkan Allah (akan sampai dan mencelakakanmu). Pena telah diangkat, dan telah kering lembaran-lembaran”.

Perkara-perkara yang diajarkan oleh Rasulllah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Ibnu Abbas di atas adalah perkara tauhid.

Termasuk aqidah yang perlu ditanamkan kepada anak sejak dini adalah tentang di mana Allah berada. Ini sangat penting, karena banyak kaum muslimin yang salah dalam perkara ini. Sebagian mengatakan bahwa Allah ada dimana-mana. Sebagian lagi mengatakan bahwa Allah ada di hati kita, dan beragam pendapat lainnya. Padahal dalil-dalil menunjukkan bahwa Allah itu berada di atas arsy, yaitu di atas langit. Dalilnya antara lain,

“Ar-Rahman beristiwa di atas ‘Arsy” (Thaha: 5)

Makna istiwa adalah tinggi dan meninggi sebagaimana di dalam riwayat Al-Bukhari dari tabi’in.

Adapun dari hadits,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada seorang budak wanita, “Dimana Allah?”. Budak tersebut menjawab, “Allah di langit”. Beliau bertanya pula, “Siapa aku?” budak itu menjawab, “Engkau Rasulullah”. Rasulllah kemudian bersabda, “Bebaskan dia, karena sesungguhnya dia adalah wanita mu’minah”. (HR. Muslim dan Abu Daud).

· Mengajari Anak untuk Melaksanakan Ibadah

Hendaknya sejak kecil putra-putri kita diajarkan bagaimana beribadah dengan benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Mulai dari tata cara bersuci, shalat, puasa serta beragam ibadah lainnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي

“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat” (HR. Al-Bukhari).

“Ajarilah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka ketika mereka berusia sepuluh tahun (bila tidak mau shalat-pen)” (Shahih. Lihat Shahih Shahihil Jami’ karya Al-Albani).

Bila mereka telah bisa menjaga ketertiban dalam shalat, maka ajak pula mereka untuk menghadiri shalat berjama’ah di masjid. Dengan melatih mereka dari dini, insya Allah ketika dewasa, mereka sudah terbiasa dengan ibadah-ibadah tersebut.

· Mengajarkan Al-Quran, Hadits serta Doa dan Dzikir yang Ringan kepada Anak-anak

Dimulai dengan surat Al-Fathihah dan surat-surat yang pendek serta doa tahiyat untuk shalat. Dan menyediakan guru khusus bagi mereka yang mengajari tajwid, menghapal Al-Quran serta hadits. Begitu pula dengan doa dan dzikir sehari-hari. Hendaknya mereka mulai menghapalkannya, seperti doa ketika makan, keluar masuk WC dan lain-lain.

· Mendidik Anak dengan Berbagai Adab dan Akhlaq yang Mulia

Ajarilah anak dengan berbagai adab Islami seperti makan dengan tangan kanan, mengucapkan basmalah sebelum makan, menjaga kebersihan, mengucapkan salam, dll.

Begitu pula dengan akhlak. Tanamkan kepada mereka akhlaq-akhlaq mulia seperti berkata dan bersikap jujur, berbakti kepada orang tua, dermawan, menghormati yang lebih tua dan sayang kepada yang lebih muda, serta beragam akhlaq lainnya.

· Melarang Anak dari Berbagai Perbuatan yang Diharamkan

Hendaknya anak sedini mungkin diperingatkan dari beragam perbuatan yang tidak baik atau bahkan diharamkan, seperti merokok, judi, minum khamr, mencuri, mengambil hak orang lain, zhalim, durhaka kepada orang tua dan segenap perbuatan haram lainnya.

Termasuk ke dalam permasalahan ini adalah musik dan gambar makhluk bernyawa. Banyak orangtua dan guru yang tidak mengetahui keharaman dua perkara ini, sehingga mereka membiarkan anak-anak bermain-main dengannya. Bahkan lebih dari itu –kita berlindung kepada Allah-, sebagian mereka menjadikan dua perkara ini sebagai metode pembelajaran bagi anak, dan memuji-mujinya sebagai cara belajar yang baik!

Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda tentang musik,

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ اَلْحِرَ وَالْحَرِيْرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ

“Sungguh akan ada dari umatku yang menghalalkan zina, sutra, khamr dan al-ma’azif (alat-alat musik)”. (Shahih, HR. Al-Bukhari dan Abu Daud).

Maknanya: Akan datang dari muslimin kaum-kaum yang meyakini bahwa perzinahan, mengenakan sutra asli (bagi laki-laki, pent.), minum khamar dan musik sebagai perkara yang halal, padahal perkara tersebut adalah haram.

Dan al-ma’azif adalah setiap alat yang bernada dan bersuara teratur seperti kecapi, seruling, drum, gendang, rebana dan yang lainnya. Bahkan lonceng juga, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Lonceng itu serulingnya syaithan”. (HR. Muslim).

Adapun tentang gambar, guru terbaik umat ini (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) telah bersabda,

كُلُّ مُصَوِّرٍ فِي النَّارِ، يَجْعَلُ لَهُ بِكُلِّ صُوْرَةٍ صَوَّرَهَا نَفْسًا فَتُعَذِّبُهُ فِي جَهَنَّمَ

“Seluruh tukang gambar (mahluk hidup) di neraka, maka kelak Allah akan jadikan pada setiap gambar-gambarnya menjadi hidup, kemudian gambar-gambar itu akan mengadzab dia di neraka jahannam”(HR. Muslim).

إِنِّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَاباً عِنْدَ اللهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ اَلْمُصَوِّرُوْنَ

“Sesungguhnya orang-orang yang paling keras siksanya di sisi Allah pada hari kiamat adalah para tukang gambar.” (HR. Muslim).

Oleh karena itu hendaknya kita melarang anak-anak kita dari menggambar mahkluk hidup. Adapun gambar pemandangan, mobil, pesawat dan yang semacamnya maka ini tidaklah mengapa selama tidak ada gambar makhluk hidupnya.

· Menanamkan Cinta Jihad serta Keberanian

Bacakanlah kepada mereka kisah-kisah keberanian Nabi dan para sahabatnya dalam peperangan untuk menegakkan Islam agar mereka mengetahui bahwa beliau adalah sosok yang pemberani, dan sahabat-sahabat beliau seperti Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali dan Muawiyah telah membebaskan negeri-negeri.

Tanamkan pula kepada mereka kebencian kepada orang-orang kafir. Tanamkan bahwa kaum muslimin akan membebaskan Al-Quds ketika mereka mau kembali mempelajari Islam dan berjihad di jalan Allah. Mereka akan ditolong dengan seizin Allah.

Didiklah mereka agar berani beramar ma’ruf nahi munkar, dan hendaknya mereka tidaklah takut melainkan hanya kepada Allah. Dan tidak boleh menakut-nakuti mereka dengan cerita-cerita bohong, horor serta menakuti mereka dengan gelap.

· Membiasakan Anak dengan Pakaian yang Syar’i

Hendaknya anak-anak dibiasakan menggunakan pakaian sesuai dengan jenis kelaminnya. Anak laki-laki menggunakan pakaian laki-laki dan anak perempuan menggunakan pakaian perempuan. Jauhkan anak-anak dari model-model pakaian barat yang tidak syar’i, bahkan ketat dan menunjukkan aurat.

Tentang hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang meniru sebuah kaum, maka dia termasuk mereka.” (Shahih, HR. Abu Daud)

Untuk anak-anak perempuan, biasakanlah agar mereka mengenakan kerudung penutup kepala sehingga ketika dewasa mereka akan mudah untuk mengenakan jilbab yang syar’i.

Demikianlah beberapa tuntunan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam mendidik anak. Hendaknya para orang tua dan pendidik bisa merealisasikannya dalam pendidikan mereka terhadap anak-anak. Dan hendaknya pula mereka ingat, untuk selalu bersabar, menasehati putra-putri Islam dengan lembut dan penuh kasih sayang. Jangan membentak atau mencela mereka, apalagi sampai mengumbar-umbar kesalahan mereka.

Semoga bisa bermanfaat, terutama bagi orangtua dan para pendidik. Wallahu a’lam bishsawab.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7qwDHlrZ9BGdEdZds2-987oGg_igmxEmyPabONo_o3tLX3VWy7PtS4fI93D3A96sWZxhC3ugsIsk08Rp0KXw4KMjIrh-wZ-aSMY-xw9YGGOsijqGcvt5JXylfEMqbftjVyr0FphIx-_U/s1600/DSCN2258.JPGKenali gangguan psikologi pada anak sejak disi. Sehingga orangtua bisa dapat mengatasi dengan cepat.

1.    Mental Retardation
Mental retardation adalah suatu jenis gangguan psikologis anak yang ditandai dengan ketidakmampaun anak untuk mengurus diri mereka sendiri, kesulitan berkomunikasi dan ketidakmampuan membedakan hal yang berbahaya dan tidak berbahaya. Kondisi mental retardation dapat dikenali sebelum anak berusia 17 tahun. Umumnya gejala awalnya dapat dilihat dari tingkat IQ anak yang rendah yang mana biasanya berada dibawang angka IQ 70. Anak-anak yang mengindap gangguan psikologis mental retardation tidak mampu untuk mandi sendiri, makan sendiri, sulit berbicara dan selalu membutuhkan pendamping pada setiap aktivitas yang dilakukannya.

2.    Autisme
Autisme merupakan gangguan perkembangan yang terjadi pada anak yang mengalami kondisi menutup diri. Gangguan seperti ini mengakibatkan anak mengalami keterbatasan dari segi komunikasi, perilaku dan interaksi sosial. Sampai saat ini penyebab dari munculnya sindrom autisme belum diketahui secara pasti. Beberapa ahli mengungkapkan kondisi ini disebabkan oleh muliti factiroal, sementara beberapa diantaranya juga ada yang menyebutkan sebagai gangguan biokimia. Gejala autisme dapat dikenali sejak anak masih bayi seperti misalkan dikenali lewat fokus mata hanya pada satu benda, respon yang sangat minim terhadap impuls dan tidak bereaksi pada rangsangan suara. Sementara pada anak yang sudah lebih besar, biasanya dapat dikenali dengan kesulitan fokus pada satu hal, yakni ketika anak tidak merespon ketika dipanggil, kesulitan berkomunikasi serta melakukan sesuatu secara berulang-ulang.

3.    Gangguan Kecemasan
Gangguan kecemasan adalah salah satu gangguan psikologis yang paling umum yang dapat mempengaruhi anak-anak. Gejala utama dari gangguan psikologis ini adalah timbulnya rasa cemas, ketakutan dan kegelisahan yang berlebihan pada anak. Ada berbagai jenis gangguan kecemasan seperti ketakutan yang tidak berasalan atau tanpa didukung dengan situasi yang mana hal ini disebut dengan fobia. Gangguan kecemasan umum yang cenderung membuat anak-anak merasa khawatir, gelisah berlebihan mengenai hal yang tidak realistis, sering panik biasanya disebabkan karena trauma yang pernah dialami oleh si anak.

4.    Asperger Syndrom
sindrom asperger merupakan kelainan perilaku pada anak yang membuat anak menarik diri dari keramaian, menjadi penyendiri, tidak banyak berbicara dan tidak suka bermain. Umumnya anak-anak yang mengidap sindrom ini akan lebih senang berbicara dengan orang dewasa dengan topik yang tak biasa. Selain itu, anak-anak dengan sindrom ini adapula yang menunjukan keinginana untuk memiliki banyak teman, hanya saja mereka memiliki kecenderungan yang mudah bosan sehingga menjauhi sendiri teman-teman yang telah mereka miliki. Hal inilah yang membuat anak-anak dengan sindrom ini sulit menemukan teman bermain. Anak yang mengalami sindrom asperger dapat dikenali dari sifat kurang simpati terhadap orang lain, tidak sensitif dan tidak suka bergaul dan bermain.

Menyambut Ramadhan yang akan datang dalam hitungan jam membuat umat muslim di dunia melakukan berbagai persiapan dari jasad maupun batin. Bulan penuh berkah akan segera datang dengan ditandainya puasa pertama. Meskipun di Indonesia mengawali puasa tidak sama tanggalnya tetapi tidak mengurangi kerukunan yang telah di bangun.

Ramadhan akan selalu identik dengan pakaian baru maupun kue, padahal Ramadhan adalah bulan untuk berlomba-lomba dalam amal. Karena di kesempatan inilah Allah mengunci pintu neraka, membelenggu setan dan membuka pintu surga. Di kesempatan inilah Allah melipat gandakan pahala.

Yuk siapkan Ramadhan mu dengan baik...
lakukan beberapa hal sebelum Ramadhan benar-benar datang dan tanpa persiapan.

1. Bersihkan Rumah
Bersihkan rumah untuk menyambut bulan spesial sehingga suasana rumah berbeda dan membuat keluarga semakin merasa bulan Ramadhan berbeda dengan bulan lain. Ajak anak kita untuk menghias rumah sambil menjelaskan kewajiban selama Ramadhan.

2. Pakaian bersih
Tidak perlu baru tetapi yang kita butuhkan adalah pakaian bersih dan rapi. Sehingga menjalani ibadah dengan nyaman.

3. Kesehatan
Kita tidak berharap ketika Ramadhan jatuh sakit. Sehingga menjalani ibadah tidak maksimal. Maka dari itu wajib menjaga kesehatan melalui pola makan sehat dan berolahraga

4. Ibadah sunah ditingkatkan
Dari sekarang Ibadah Sunah di biasakan bagi yang jarang, ditingkatkan bagi sudah istiqomah.

Selamat menyambut Ramadhan :)

Mengajarkan anak usia sekolah dasar untuk membaca buku bisa jadi susah gampang. Karena di usia tersebut anak lebih suka bermain bersama teman sebayanya. Apalagi di jaman tekhnologi saat ini, game dalam gadget lebih menarik di bandingkan buku.

Tips mengajarkan anak untuk membiasakan membaca buku

1.Bercerita
Orang tua bisa membacakan cerita dalam buku dengan bantuan alat peraga. contohnya gunakan boneka tangan. Sehingga anak tertarik dengan isi dalam buku dan lama-lama membaca sendiri.

2. Jenis Buku
Buku cerita untuk menarik minat si kecil. Awalnya sediakan buku yang menceritakan kisah melalui gambar. Sehingga anak tidak bosan ketika membaca.

3. Waktu
Sediakan jam khusus untuk melakukan kegiatan membaca. Sehari 1 jam secara rutin akan membuat anak terbiasa dan jangan lupa orang tua selalu menemani.

Biasakan dari sekarang gerakan membaca...


Bila anak senang berbohong

Ini sudah waktunya makan malam, dan seorang ibu di New York City, Carol Paik, meminta putranya yang berusia 7 tahun untuk cuci tangan.
“Apa kamu sudah cuci tangan?”
“Mmm... hmmm.”
“Dengan sabun?”
“Mmm... hmmm.”
Tangan Jonathan masih tetap kering.
“Sudah aku lap dengan handuk sampai bersih,” dia memberi tahu ibunya. Tapi handuknya juga kering.

Punya pengalaman sama? Hal yang biasa untuk anak seusia ini menguji batasan kejujuran. Meski Anda mungkin agak kaget saat pertama kali mendapati anak Anda berbohong, Anda tak perlu khawatir telah melahirkan seorang pendusta. Jadi, tak ada alasan untuk memperlakukan anak Anda seperti pembohong besar.

Banyak anak berbohong karena mereka tidak ingin mendapat masalah. “Jadi, jika Anda terlalu membesar-besarkan dan berteriak, ’Ya ampun, kamu berbohong pada Mama!’ anak Anda mungkin akan jadi takut, dan di masa mendatang, mungkin berbohong lebih banyak lagi untuk menghindarkan kemarahan Anda,” kata Nick Spinnet, Ph.D., profesor pengembangan sumber daya dan studi keluarga di University of Alabama di Tuscaloosa.

Daripada meledak dalam amarah, beri tahu saja kalau Anda tahu yang sebenarnya, dan mintalah dia untuk melakukan apa yang Anda minta. Anda, misalnya, bisa saja bilang, “Mama tahu kamu nggak benar-benar cuci tangan, jadi ayo cuci tangan lagi yang benar, ya!”

Tentu saja kalau kebohongannya terasa manipulatif (misalnya kalau dia bilang papa boleh, padahal sebenarnya papa bilang tak boleh), Anda harus lebih tegas. Spinnet menyarankan untuk mengatakan, “Kalau kamu nggak jujur, itu membuat Mama tak bisa mempercayaimu. Jadi, berhentilah berbohong sekarang juga. Kalau kamu ingin sesuatu, bilang saja terus terang pada Mama.”

Dengan berbicara seperti itu, biasanya sudah cukup untuk menghukum dan menghalangi kebohongan lain di masa mendatang. Sebaiknya Anda juga memberi penghargaan kalau dia berkata jujur, bahkan walau anak Anda mengakui kalau ia sudah melakukan suatu kesalahan.


Pernah merasa sangat jengkel ketika si kecil benar-benar tak mau lepas dari Anda di sebuah acara keluarga? Atau, dia merengek tanpa henti sementara semua orang terlihat sedang bergembira? Bersabarlah! Sikap dia sebetulnya bukan masalah tingkah laku yang terlalu besar. Cara berikut mungkin bisa membuat Anda tetap berpikir jernih saat harus menghadapinya:

Nempel terus

Barbara Price, ibu dua anak dari Scarborough, Maine, bercerita, putrinya Ainsley sejak lahir selalu nempel terus padanya. “Dia terus-terusan minta digendong dan menangis kalau ditaruh,” kata Price. Setelah masuk playgroup, Ainsley ‘lengket seperti perangko’ pada ibunya selama di sekolah.

Kenapa itu terjadi: Sama seperti anak besar, anak kecil juga punya temperamen berbeda. Beberapa di antaranya lebih mudah bersosialisasi, yang lain butuh waktu untuk berhubungan dengan orang baru. Kalau anak Anda tengah berada dalam situasi baru atau hanya sedang ngambek, menempel terus pada Anda adalah salah satu cara dia untuk mengomunikasikan perasaannya yang tak enak. Dan berada di dekat Anda membuat dia merasa nyaman.

Anak juga pintar membaca bahasa tubuh, kata Lynn Arner-Cross, ibu tiga anak dan spesialis di Child Care Services for the city of Davis, California. Kalau bayi Anda kehilangan perhatian, mungkin dia merasa jauh, sehingga coba terus mendekat.

Cara mengatasi: Kalau anak Anda nempel terus kayak kancing, jangan mencoba memaksa dia untuk menjauh. Hal itu akan membuat dia makin lengket. Sebaiknya, biarkan dia sedekat mungkin selama sekitar 10 menit, baru pelan-pelan Anda menjauh, kata Arner-Cross. Duduklah dekat dia, bicara dan bermainlah dengan dia, tapi jangan peluk dia. Setelah beberapa saat, cobalah agak menjauh (tapi tetap di ruangan yang sama). Dan jangan tinggalkan dia tanpa pamit: itu akan membantu dia memahami, Anda pasti akan kembali.

Merengek
Setiap kali mengajak anak-anaknya ke mal, Prawesti harus selalu menghadapi rengekan minta mainan, minta es krim, minta naik bom-bom car, minta main game, dll. “Tak mungkin tidak mengajak mereka ke mal sama sekali. Tapi kalau diajak, ya begitu itu,” kata ibu 3 anak dari Cipinang ini.

Kenapa itu terjadi: Jangan diambil hati. Merengek bagi anak adalah respon alami akibat rasa lelah atau frustrasi, atau butuh perhatian (yang pastinya tak enak untuk didengar!) Hal itu juga bisa jadi tanda bahwa mereka ingin sesuatu tapi tak yakin cara mendapatkannya.

Cara mengatasi: Jangan tergoda untuk menuruti permintaan si kecil hanya karena dia merengek. Itu hanya akan membuat dia yakin bahwa dengan merengek dia akan berhasil memperoleh apa yang diinginkannya. Sebagai gantinya, cobalah taktik Prawesti: “Saya bilang, “Memangnya mama senang kalau kamu merengek begitu? Coba deh, minta yang baik. Biasanya itu sudah cukup untuk membuat dia meminta dengan suara biasa.”

Arner-Cross setuju, Anda perlu memberi contoh nada suara yang Anda harapkan dari si kecil. Kalimat seperti, “Bicaramu sudah baik, tapi Mama nggak bisa ngerti kalau kamu sambil merengek” atau “Wah, bicaramu menyakiti telinga Mama” mungkin akan lebih berhasil daripada bilang “Bicara dong, yang bener!” Lagipula, sangat penting untuk memastikan, anak Anda tahu apa artinya ‘meminta dengan manis’.  Tunjukkan padanya apa maksud Anda, dan puji dia kalau bisa meminta dengan sopan.

Mengadu
Anak saya Kevin, 4 tahun, paling pinter deh, mengadukan kakaknya, Karla, 6 tahun. Dia selalu melaporkan kesalahan, sekecil apa pun, yang dilakukan kakaknya hari itu. Karla tidak gosok gigi! Karla menyembunyikan brokolinya di bawah karpet! Karla nggak mau beresin kamar! Ya ampun, saya heran bagaimana dia bisa menceritakan semua itu satu demi satu setiap kali saya pulang dari kerja.

Kenapa itu terjadi: Anak-anak seringkali mengadu untuk memperoleh perhatian Anda, begitu menurut Julie Riess, Ph.D., ibu 3 anak dan direktur Wimpfheimer Nursery School di Vassar College di Poughkeepsie, New York. Tapi, mereka juga belajar memilah antara yang salah dan yang benar, sehingga mungkin saja mereka sebel kalau satu aturan tak ditaati.

Cara mengatasi: Penting banget untuk menetapkan aturan bagi si kecil yang suka mengadu. Kalau tak ada yang terluka atau melakukan sesuatu yang berbahaya, bilang saja Anda yang akan mengurusi hal itu. Adalah tugas Anda untuk memonitor siapa yang tak menaati peraturan. Anda juga bisa menghindar kan cekcok antar saudara dengan memastikan bahwa setiap anak memiliki ‘daerah kekuasaan’ sendiri, meski cuma satu pojok tempat dia bisa meletakkan barang apa pun yang dia tak ingin berbagi.


Psikolog Anna Surti Ariani berbagi tip berikut bagi orang tua yang mendampingi anak-anak menggunakan gadget di rumah.

-Batasi pemakaian gadget di rumah! Aturan jam pemakaian adalah sebagai berikut:
Anak-anak usia 2 – 5 tahun: 1 jam per hari
Anak-anak usia lebih dari 6 tahun: maksimal 2 jam per hari

-Waspadai konten aplikasi atau situs yang dikunjungi. Cek rating aplikasi atau situs tersebut.

-Pastikan anak menggunakan gadget di tempat umum atau terbuka. Misalnya: ruang tamu atau ruang kerja. Tidak disarankan menggunakan gadget di kamar tidur.

-Pastikan anti virus pada gadget selalu terkini.

-Ajari anak untuk menutup iklan pop-up atau promosi yang muncul secara mendadak di situs.


Apa yang penting?
-Bukan gadget-nya, tetapi pengetahuan tentang aplikasi!

-Lakukan eksplorasi berbagai aplikasi yang tepat usia dan tepat konten untuk anak.

-Bagi guru, pahami aplikasi yang tepat untuk digunakan di kelas, sesuai dengan materi yang akan diberikan.

-Disarankan untuk menggunakan tablet karena ukuran layar yang cukup besar, serta mudah dibawa.


Menjelang bulan penuh berkah yang sebentar lagi datang, Bina Amal mengadakan kegiatan tahunan yaitu Tarhib Ramadhan yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 10 Juni 2015.

Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa dan guru. Pawai keliling kompleks sekolah menarik warga sekitarnya.




Apalagi siswa menggunakan seragam yang berbeda-beda seperti paskibraka. Tak luput mobil pun dihias semenarik mungkin. Selama kegiatan berjalan tertib dan lancar.

Dengan acara ini harapannya, semua siswa Bina Amal dan guru telah mulai menyiapkan diri dalam menyambut Ramadhan dengan baik.






Setelah menjadi juara dalam lomba kepala sekolah terbaik tingkat Kota Semarang, Eka Haryani Kepala Sekolah TKIT Bina Amal kembali mengikuti lomba kepala sekolah terbaik se Jawa Tengah. Dengan perjuangan dan kerja keras, Eka berhasil menyabet juara 2 Kepala Sekolah Terbaik Tingkat Propinsi.


Hasil ini merupakan hasil yang bagus, karena Bina Amal menyingkirkan puluhan kepala sekolah di kabupaten kota lain se Jawa Tengah, meskipun hanya berada di posisi ke dua. Dengan terpilihnya Eka Haryani sebagai kepala Sekolah terbaik kedua se Jawa Tengah ini membuktikan bahwa, Bina Amal memiliki kualitas tenaga pengajar yang layak diperhitungkan.

Ketua Yayasan Bina Amal Joko Widodo mengungkapkan, rasa syukur dan terimakasih kepada staf pengajar Bina Amal yang terus memberikan prestasi, ia berharap prestasi demi prestasi terus diraih.

"Saya ucapkan terimakasih kepada staf pengajar Bina Amal yang terus meningkatkan kualtiasnya hingga mendapatkan prestasi ini, semoga kita terus mendapatkan prestasi-prestasi selanjutnya," Ungkap Joko

Tenaga pengajar Sekolah Bina Amal kembali berprestasi. Kepala Sekolah TKIT Bina Amal Eka Haryani kembali meraih juara Kepala Sekolah terbaik tahun 2015. Terpilihnya sebagai kepala sekolah ini, sebagai bukti bahwa Bina Amal terus menjaga kualitas tenaga pengajar Bina Amal.

Setelah menjadi Juara tingkat Kota Semarang, selanjutnya Eka akan mewakili lomba kepala sekolah di tingkat propinsi.

Eka Haryani mengungkapkan ia berterimakasih kepada semua pengajar dan juga staf di Bina Amal yang telah memberikan dukungan. Ia berharap dengan prestasi ini bisa memberikan motivasi untuk terus berkarya.

"Alhamdulillah, kami berhasil meraih juara kembali, semoga dengan ini kami jadi termotivasi untuk terus maju," Ungkap Eka


Sah-sah saja sih, usaha orangtua untuk memberikan yang terbaik bagi anak. Namun, sebelum belajar baca tulis, ada persiapan yang harus dilewati dulu agar anak lebih termotivasi untuk belajar.

Anak perlu menyukai buku terlebih dulu sebelum belajar membaca. Karena itu, bacakan buku setiap hari pada anak dan jadwalkan kunjungan rutin ke toko buku.

Anak punya kemampuan untuk menggunakan dan menikmati bahasa dengan baik. Misalnya, menggunakan bahasa untuk bernyanyi atau berpantun.

Anak punya kontrol yang baik atas tubuhnya, terutama tangan agar ia mudah menulis.

Pilih buku yang tepat:

Untuk si 3-4 tahun
  • Isi cerita sebaiknya berhubungan dengan kejadian sehari-hari dalam kehidupan anak, misalnya hari pertama sekolah atau adik baru.
  • Pada rentang usia ini, isi cerita juga sebaiknya memperluas pengetahuan anak, misalnya cerita tentang anak-anak di negara lain.
  • Buku yang berkaitan dengan emosi juga bisa bermanfaat, misalnya menghadapi teman yang nakal, dan lain-lain. Tapi, jangan lupa untuk selalu mempertimbangkan minat anak agar buku yang Anda beli membuatnya tertarik.

Untuk si 4-5 tahun
  • Di usia ini anak membutuhkan buku yang bisa mengembangkan pemahaman terhadap kehidupan orang lain. Contoh: cerita tentang profesi polisi.
  • Isi cerita sebaiknya sudah lebih panjang dan plotnya lebih kompleks serta lebih banyak tulisan daripada gambar.
  • Pilih buku dengan bahasa yang baik dan sederhana karena anak usia ini sudah mulai belajar bahasa yang baik dan benar. Cerita humor juga bisa jadi pilihan.



PERALATAN PESERTA DIDIK
SMP IT BINA AMAL
TAHUN 2015-2016

No
Barang
Jml
Siswa
Putra
Putri
Perlengkapan yang wajib dibawa
1
Perlengkapan Umum
a.        Pakaian sehari-hari
7 stel
baju/ kaos, celana panjang
Baju, rok, jilbab
b.       Pakaian tidur
2 stel
Khusus tidur, salah satu piyama
Khusus tidur, salah satu piyama
c.        Pakaian ibadah
2 stel
Baju Gamis, Baju koko, sarung, peci
Mukena khusus sholat
d.       Pakaian dalam
7 Stell
Kaos, celana
Kaos, celana, celana panjang
e.       Al Qur’an
1 buah
Rosm Utsmani (ayat pojok)contoh Syamil bisa beli di sekolah
f.         Sepatu sekolah
1 stel
Warna hitam
Warna hitam
g.        Ikat pinggang
2 buah
1 disediakan sekolah
1 disediakan sekolah
h.       Sepatu olah raga
1 stel


i.         Kaos kaki

1 stell hitam dan 2 stell putih
1 stell hitam dan 1 stell putih 4 stell krem
j.         Selimut/bad cover
1 buah
Ukuran Singgle
2
Perlengkapan kesehatan
a.        Obat-obatan pribadi
1 set

b.       sisir
1 buah

c.        gunting kuku
1 buah

d.       alat cukur
1 buah
Khusus putra
3
Perlengkapan mandi/ rias
a.        handuk
2 buah
Ukuran Sedang
b.       kosmetik
1 set
Deodorant, parfum, handbody
Bedak, deodorant, parfum, handbody
c.        sabun, sikat gigi, pasta gigi, shampo, facial foam
1 buah

d.       tempat sabun, gayung, ember sedang
1 buah

4
Perlengkapan belajar
a.        Buku tulis

Disediakan sekolah
b.       Buku penunjang

Sesuai pelajaran
c.        Alat tulis
1 set
Disediakan sekolah
Disediakan sekolah
5
Perlengkapan makan minum
1 set
Piring, sendok, gelas (non kaca)
6
Perlengkapan lainnya
a.        Sandal jepit
1 buah
Sandal biasa berwarna hijau
b.       Hanger

1 lusin
2 lusin
c.        Penjepit pakaian

1 lusin
2 lusin
Peralatan lain yang boleh dibawa (tidak wajib)
1
a.        flashdisk
1 Buah
Tidak berupa MP3 player dan sound
b.       Jaket/ sweater
1 buah


c.        Perlengkapan olah raga pilihan
1 buah
Sesuai dengan bakat dan potensi anak
Sesuai dengan bakat dan potensi anak
d.       Jam tangan sederhana
1 buah

e.       Jam weaker
1 buah

f.         Makanan ringan

Secukupnya
secukupnya
g.        Laptop/ netbook
1 buah
Dikelola oleh sekolah
Catatan :
1.   Selain yang tercantum diatas tidak diperkenankan dibawa
2.   Pakaian diberi label nama masing-masing (bordir/ pita)
3.   Pakaian yang boleh dipakai adalah pakaian polos atau bermotif/ bergambar yang sopan, tidak ketat dan memberikan motivasi kebaikan.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget