Articles by "Kegiatan SDIT"



Tak cuma sekedar ceremonial belaka, juga tidak hanya sekedar pengenalan nama saja, melainkan mengajarkan kepada kita bagaimana berproses, bagaimana berjuang, bagaimana manisnya hasil akan sebuah penantian panjang.

Itulah R.A Kartini (Raden Ajeng). Sosoknya begitu mendunia, sosoknya begitu bermakna, sosoknya pun tak lekang oleh usia. Ketika banyak kaum perempuan hanya disibukkan dengan sandang, pangan dan papan. Dengan Habis Gelap Terbitlah Terang, ia mengajak untuk berjuang, ia mengajak untuk bangkit.

Membuktikan kepada dunia bahwa perempuan itu bisa, perempuan itu mampu, dan perempuan tak sekedar pemuas nafsu. Itulah yang coba kami lakukan.

Hari ini SDIT Bina Amal memperingati itu, berdoa dan merenung akan perjuangan kartini. Berharap kelak generasi Islam akan tumbuh dan tercipta dari anak didik ini. Generasi yang tak hanya pintar secara akal, namun peka terhadap realita sosial. Itu sebenarnya tujuan utama pendidikan, yaitu menyiapkan peradaban baru yang lebih dan lebih baik lagi.

Upacara kali ini spesial. Tau kenapa? Karena semua petugas upacaranya adalah "annisa" semuanya . Ya. Annisa merupakan sebutan siswa perempuan di SDIT Bina Amal. Alhamdulillah dan luar biasa semangat dari para petugas. Ketegasan, kesigapan, dan kesuksesan rangkaian acara upacara pagi tadi menjadi buktinya.

Jadilah pemenang disetiap pekerjaan kita.

Ayo Sekolah di Bina Amal.


@totokhadifitoyo


Kamis, 19 April 2018 para siswa kelas I SDIT Bina Amal mengikuti kegiatan Puncak Tema "Peristiwa Alam". Aula sekolah terlihat gemuruh suara semangat seluruh siswa kelas I. Puncak tema kali ini bertujuan mengenalkan tentang peristiwa alam yang terjadi atas kuasa Alloh SWT. Diawali dengan game merangkai kata menjadi kalimat yang benar, pentas seni, sampai pada melihat film Delisa tentang dahsyatnya Tsunami.

Koordinator Paralel Kelas I, Ustadzah Mae menuturkan, "Puncak tema kali ini bertujuan mengenalkan tentang peristiwa alam yang terjadi atas kuasa Alloh SWT. Diawali dengan game merangkai kata menjadi kalimat yang benar, pentas seni, sampai pada melihat film Delisa tentang dahsyatnya Tsunami."

Tak kalah dengan rangkaian acara pada puncak tema kali ini, para siswa dimasing-masing memakai kostum pakaian adat, jas hujan, payung, bandana dan serba putih. Para siswa diminta untuk menampilkan pentas seni berkaitan dengan peristiwa alam.

Kecerian, kekompakan dan ke"imut"an para siswa membuat semua guru bahagia.



Serius, khusuk, tawa, kaget, begitulah ekspresi dan tingkah polah yang terlihat pagi tadi. Pasalnya pertemuan Pramuka Reguler kali ini adalah Nobar _(Nonton Film Bersama)_ Film UP.

Film ini bercerita tentang petualangan seorang kakek yang bernama Mr.Fredricksen dan seorang anak pramuka bernama Russel. Russel, sebagai anggota Wilderness Explorer _(semacam pramuka gitu)_, berusaha mendapatkan lencana ‘Helping the Elders’ dengan membantu Mr.Fredricksen menangkap Spike. Sementara Mr.Fredricksen sedang merasa kehilangan setelah istri tercintanya meninggal dunia. Dia memutuskan untuk memenuhi cita-cita masa kecil istrinya, membangun rumah di samping Paradise Falls _(sebuah air terjun yang sangat indah di Amerika Selatan)._ Akan tetapi, instead of membangun rumah di sana, Mr.Fredricksen memutuskan untuk menerbangkan rumahnya sendiri ke sana menggunakan ribuan balon yang diikatkan ke perapian.

Petualangan itu pun "tak mulus". Berbagai kendala datang silih berganti. Russel yang seorang anak pramuka terus berusaha menolong kakek tersebut dengan semua pengetahuan kepramukaan yang dimilikinya. Masuk dalam badai di langit, berjalan di hutan Amerika selatan dengan membawa rumah dan ribuan balon, bertemu dengan Kevin, sang burung langka yang tersesat, sampai bertemu penjahat dan kapal terbang besar.

Masalah-masalah itu akhirnya dapat dilalui Russel dan Mr.Fredricksen. Russel telah membantu Mr.Fredricksen, dan Mr.Fredricksen berhasil membawa rumah beserta balonnya di Air Terjun (Paradise Falls). Russel mendapatkan lencana khusus dari Mr.Fredricksen karena menolongnya dan lencana ‘Helping the Elders’ dari Guru Pramukanya di sebuah pertemuan besar.



Pohon beringin di Kota Malang
Kue apem enak dimakan *cakeeepppp

Hari kemarin kita berenang
Biar adem sebelum ujian *eaaaaaaaa

Yups! Benar sekali, kemarin hari Kamis (12/4/18) seluruh siswa kelas VI SDIT Bina Amal yang berjumlah 110 anak melaksanakan kegiatan outing yaitu berenang di kolam renang Marina.

Bersama bapak ibu guru wali, rombongan siswa kelas VI berangkat dari sekolah pukul 07.30 WIB menuju kolam renang. Di sana, anak-anak terlihat gembira bermain air dan berenang bersama teman-teman.

Kegiatan ini merupakan sarana penyegaran atau refreshing bagi siswa VI yang sebentar lagi akan mengikuti USBN, ditambah dengan serangkaian try out (latihan ujian) yang harus mereka hadapi.

Dengan melakukan kegiatan penyegaran dengan berenang, diharapkan anak-anak bisa sedikit rileks dan lebih siap menghadapi USBN yang akan dilaksanakan tanggal 3 Mei sampai dengan 12 Mei 2018.

Jangan lupa untuk selalu mendoakan kami yaa!! Supaya kami diberikan kesehatan, kelancaran, dan kesiapan menghadapi ujian kami esok. Aamiin..






"Main HP penting atau remeh?", pertanyaan yang dilontarkan oleh Ustadz Joko saat menjadi pemateri Mabit kemarin.

"Remeeeeehhh", jawab lantang anak-anak.

Lanjut beliau bertanya "Kalau Sholat itu penting atau remeh?".

Lansung dijawab dengan keras oleh anak-anak, "Pentiiiiing!!!".

Sebuah cerita tentang rasa syukur atas jari-jari kita yang masih bisa digerakkan mengawali materi Malam Bina Iman dan Taqwa, Jumat, 13 April 2018 lalu. Mabit kali ini diikuti seluruh siswa kelas IV SDIT Bina Amal. Materi pun dilanjutkan dengan melihat video keberadaan kita sebagai manusia dibumi dibandingkan dengan ukuran planet dan galaksi lain jauh di atas sana. Betapa kecilnya kita jika dibanding ciptaan Alloh yang lainnya. Sungguh Alloh sangat berkuasa atas apa- apa yang berada diseluruh alam. Dan seluruh siswa takjub dan bertambah rasa syukur dan kecintaan kepada Alloh setelah melihat video tersebut.

Tak berhenti sampai disitu, para siswa diceritakan sebuah kisah anak yang tidak sempat berbakti kepada ibunya, selalu tidak sopan, tak punya adab. Para siswa tersentuh, dan tak sedikit yang menangis membayangkan adabnya yang belum baik kepada orangtua maupun kepada guru.

Kegiatan Mabit ini dimulai pukul 14.50 dengan sholat ashar berjama'ah dan dilanjutkan membaca al ma'tsurot bersama. Pukul 15.30 Mabit dibuka oleh Ustadzah Adzki dengan Kontrak Telur yaitu kesepakatan dan pembacaan tata tertib selama Mabit.

Setelah pembukaan mabit, acara selanjutnya adalah Games. Perang Badar mengawali dan mewarnai kegembiraan dan keseruan para siswa. Secara klasikal semua siswa ikut serta dalam games besar ini. Perjuangan dan kerjasama dalam sebuah tim sangatlah dibutuhkan untuk games ini. Setelah perang badar, para siswa dibagi 2 kelompok besar. Annisa atau siswa putri bermain Gobak Sodor dan Arrijal atau siswa putra bermain Pimpong Challenge.

Tak hanya itu saja, kegiatan pribadi dan mandiri pun dibiasakan pada setiap Mabit, seperti target tilawah minimal 1 juz, tidur mandiri tanpa kasur, tidak berlama-lama didalam kamar mandi, merapikan tempat tidur, membuang sampah makanan. Adab-adab keseharian menjadi pantaun para asatidz.









Senin, 16 April 2018 giliran kelasku 4 Abdullah SDIT Bina Amal yang menjadi petugas upacara, rasa senang, takut, gugup campur jadi satu. Tapi show must go on, tugas adalah tanggung jawab, begitupun dengan giliran menjadi petugas upacara.

Kali ini aku ditunjuk menjadi pemimpin upacara, ku semangat sekali mendengarkan setiap instruksi yang bu adzki berikan, agar penampilanku baik dan lancar.

Berlatih seharian dan akhirnya hari ini ku tampil di depan kakak kelas dan bapak ibu guru.

Pemimpin Upacara Memasuki Lapangan Upacara_. Begitupun panggilan untukku untuk segera menunaikan tugas. Dengan sigap dan yakin kulangkahkan kaki menuju tengah lapangan, menatap setiap mata yang tertuju padaku, meski grogi tapi kutahu, ini belum seberapa, jika serius, besok akan banyak pasang mata yang akan menatapku.

Tahap demi tahap, rangkaian upacara pun selesai, lega dan bangga. Meski belum sempurna, tapi kutahu, ini bagian dari belajar dan pengalamanku. Dan ku bertekad suatu saat akan jauh lebih baik lagi.

Terimakasihku ibu bapak guru, dan semangat teman-temanku. Yuk kita terus belajar agar kelak orang tua, serta ibu bapak guru bangga kepada kita semua. Aamiin
.
Catatan pengalamanku.

*DAFTAR PETUGAS UPACARA*

 *KELAS : 4 ABDULLAH*
Pemimpin Up : ozy
MC : Aisyah
Pemimpin Barisan :
1. Azzam
2. Bhima
3. Aji
Pembawa Teks Pancasila : Danisy
Pembaca UUD '45 : Sahira salima
Tasmi' Al Quran : Siti fatimah
Pembaca Doa : Tifa
Dirigen dan tim padus : Rifda
Pengibar Bendera :
1. Tiara
2. Adisty
3. Niar
Penjemput Pembina : Satria
Paduan Suara : semua kls 4 Abdullah


Binaamal.info- Selasa 10 April 2018, giliran kelas IV SDIT Bina Amal yang mengadakan puncak tema "Daerah Tempat Tinggalku". Dengan penuh riang gembira anak-anak menjelajahi setiap sudut lawang sewu dan kampung pelangi yang terletak di pusat kota semarang yaitu tugu muda.

Lawang Sewu merupakan sebuah bangunan kuno peninggalan jaman belanda yang dibangun pada 1904. Semula gedung ini untuk kantor pusat perusahaan kereta api (trem) penjajah Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS). Gedung tiga lantai bergaya art deco (1850-1940) ini karya arsitek Belanda ternama, Prof Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag. Lawang Sewu terletak di sisi timur Tugu Muda Semarang, atau di sudut jalan Pandanaran dan jalan Pemuda. Disebut Lawang Sewu (Seribu Pintu), ini dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak.

Kampung Pelangi Semarang kini jadi pembicaraan oleh banyak orang karena keindahan warna warni kampungnya. Tak cuma media lokal, bahkan media asing pun ramai-ramai memberitakan kampung pelangi ini. Media-media internasional memberitakan pesona Kampung Pelangi yang terletak di Kampung Wonosari di Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Banyak yang kagum atas keindahan kampung yang awalnya permukiman kumuh di pinggir kali ini.

Lawang Sewu dan Kampung Pelangi menjadi saksi. Saksi generasi penerus, saksi para calon pemimpin masa depan, saksi dimana harapan baru tertumpu pada pundak generasi penerus ini.

Dengan semangat dan penuh rasa ingin tahu, informasi yang ada di bersejarah mereka catat, sedikit demi sedikit mereka memahami arti dari sejarah, arti dari perjuangan pahlawan Indonesia dan Semarang khususnya.

Perjuangan dengan penuh semangat dan tanpa lelah, perjuangan bersama-sama merebut kemerdekaan. Itulah yang menjadi nilai bagi generasi penerus ini.

Kampung Pelangi pun tak kalah berwarna. Melihat, mendengar dan memahami kondisi masyarakat. Belajar bagaimana harus bersikap dan bersosial. Karena sejatinya kita tidak bisa hidup sendiri, melainkan membutuhkan teman. Teman berjuang, teman bermain, serta teman belajar.

Semangat selalu teman, mari raih kesuksesan bersama, kebahagian bersama, kemenangan bersama.

Kelak Jadilah pribadi yang selalu bermanfaat untuk sesama, karena Jangan Sampai Ada dan Tiadamu di Dunia Ini Tak Ada Bedanya.
(Totok H. Fitoyo)










Pekan lalu Kantor PDAM Titra Moedal terlihat penuh dan ramai. Hal itu dkarenakan ada kegiatan puncak tema dari siswa siswi SDIT Bina Amal. Kedatangan siswa siswi SDIT Bina Amal disambut hangat oleh Humas PDAM.

Sesi pertama dalam puncak tema di PDAM adalah melihat video animasi ttg pengolahan air, "petualangan si banyu" dan materi. Tak cukup sampai disitu, dalam sesi ini anak2 diberi kesempatan untuk bertanya bebas tentang air.

Pertanyaan yg menggelitik pun muncul dari salah satu siswa, "kenapa air di tempat saya sering mampet. Padahal bayar". Satu demi satu pertanyaan di jawab oleh pemateri. Para siswa khusu' mendengarkan penjelasan tersebut.

Setelah sesi pertama selesai, anak-anak menuju ke tempat pengolahan air. Para siswa tidak sabar rasanya untuk melihat secara langsung proses pengolahan air, berdasarkan materi yg telah disampaikan pada sesi pertama.

Di sana mereka naik ke atas menara. Dalam menara tersebut ada beberpa air yg tertampung dalam wadah, dan proses pengolahan air dibedakan dalam wadah-wadah tersebut. Setelah dari menara, anak-anak diajak melihat miniatur pengolahan air. Kegiatan melihat miniatur pengolahan air adalah kegiatan akhir dalam kegiatan puncak tema hari ini.






Alhamdulillah, Sabtu 7 April 2018 SDIT Bina Amal Semarang Sukses menyelenggaran kegiatan parenting.  Bertema Mendidik Anak Jaman Now. Bersama motivator, trainer parenting ustadz Dimas Anafadli C.NNLP.

LGBT merajalela, akses konten pornografi dimana-mana, bullying, tawuran anak SD pun ada. Virus kemaksiyatan dimana-mana. Di Jaman Now ini  tantangan mendidik anak begitu beratnya.

Tapi tetap optimis ya Ayah Bunda. Dengan cinta, kasih sayang, kefahaman dalam mendidik ananda sesuai Alquran dan sunnah, insya Allah ananda akan tumbuh menjadi pribadi yang sholih, bisa memilah mana yang baik dan buruk. Kuncinya ada pada peran Ayah dan Bunda.

kegiatan parenting ini juga di tampilkan kreasi siswa kelas III sampai kelas IV berupa :

1. Gerak dan Lagu Kelas III
2. Tari Kreasi Baru _"Manuk Dadali"_ Kelas IV
3. Gerak dan Irama _"Ayam Den Lapeh"_ Kelas V




Barokalloh! Muhammad Hanif Al Hakim Meraih Juara 1 dan Maju ke Lomba Siswa Berprestasi tingkat Kota Semarang

Seperti tahun-tahun sebelumnya, UPTD Kecamatan Semarang Selatan menyelenggarakan Lomba Siswa Berprestasi selama 2 hari dan 2 tahap. Alhamdulillah 5 dari 8 Siswa yang mengikuti Lomba Siswa Berprestasi Tingkat Kecamatan Semarang Selatan berhasil masuk final. Barokallah kepada ananda Hanun Dzafirrajwa, I Gusti Ayesha Safa G, M Akmal Fauza, Habibi Siraj Rabbani.

Sebelumnya Luthfi Shabran R. telah meraih Juara 1 Siswa berprestasi Putra Tahun 2017. Kini M. Hanif Al Hakim yang duduk di kelas 5 Zaid mengharumkan SDIT Bina Amal di kancah pemilihan siswa berprestasi UPTD Kec. Semarang Selatan.

Dia patut mendapat gelar Sispres karena kesolihannya dan kepribadiannya. Lebih-lebih dalam Tilawatil quran. Suara emasnya seringkali menghantarkan dia Juara 1 lomba Tilawatil Quran. Tidak hanya juara tingkat kecamatan, dia juga pernah juara MHQ tingkat Kota dan Mendapat Penghargaan dari Pemerintahan Kota Semarang.

Selain juara Tilawatil, yang tidak diragukan lagi adalah ketrampilan dalam kegiatan pramuka. Tahun 2017 dia berhasil meraih Juara 2 Putra dalam lomba Pesta Siaga. Selain itu, ia juga menjadi Tim Inti Pramuka Elkiewa SDIT Bina Amal.

Semangat Maju Untuk Siswaku,
Sukses selalu, Doa guru menyertaimu.
Berjuang dalam Lomba Siswa berprestasi Tingkat Kota Semarang, 27 Maret 2018.






Interaksi Orang Tua dan Guru dalam Penerimaan Rapor

Jumat 16 Maret 2018 adalah momen istimewa bagi siswa, orang tua dan guru-guru SDIT Bina Amal. Hari diterimanya Laporan Perkembangan Siswa selama tengah semester 2 di tahun pelajaran 2017/2018.

Eka Mulyanto, S.Pi selaku Kepala Sekolah SDIT Bina Amal menyampaikan bahwa pendidikan merupakan upaya menumbuhkembangkan fitrah anak, secara langsung maupun tidak langsung, agar anak memahami siapa dirinya, Penciptanya dan lingkungannya. Kefahaman yang akan mengantarkan anak menemukan peran peradabannya kelak. Tujuan pendidikan ini akan tercapai jika terdapat sinergi yang baik antara orang tua dan sekolah.

Momen penerimaan Rapor Tengah 2 di tahun pelajaran 2017/2018 ini merupakan salah satu bentuk sinergi tersebut. Kegiatan ini menjadi sarana komunikasi antara orang tua dan sekolah mengenai capaian pendidikan siswa, kendala yang dihadapi serta solusi apa yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

Ia juga menuturkan untuk memberikan laporan perkembangan siswa yang utuh, maka format rapor SDIT Bina Amal selain menyertakan capaian nilai akademik, juga menyertakan perkembangan kepribadian siswa. Dari rapor ini, misalnya orang tua akan mengetahui bagaimana keseharian anaknya dari sisi emosi; apakah mudah memaafkan, memiliki sikap peduli atau lainnya.

Rosidah, S.Sos, Ketua panitia Penerimaan rapor ini juga menuturkan bahwa respon orang tua sangat baik. Terbukti dengan tingkat partisipasi orang tua sekitar 80% dari 730 wali murid. Dan meski di undangan tertera pukul 08.30 sd 10.30, bisa dipastikan kegiatan penerimaan rapor melebihi jam yang ditentukan. Hal ini terjadi karena orang tua tidak ingin kehilangan kesempatan untuk bincang-bincang, konsultasi atau curhat.

Kegiatan ini memang istimewa. Bukan karena angka-angka tinggi yang tertera di kertas, tapi lebih karena adanya kefahaman, sinergi dan kerja sama yang padu antara sekolah dan orang tua dalam mendidik anak. #ftr







Beberapa hari lalu, seluruh siswa kelas II SDIT Bina Amal mengikuti kegiatan puncak tema "Merawat Hewan dan Tumbuhan" dengan mengadakan pameran Flora dan Fauna. Pameran ini diikuti oleh berbagai macam jenis hewan dan tumbuhan yang diciptakan Alloh yang seyogyanya kita rawat.

"Hewan dan tumbuhan yang mengikuti pameran flora dan fauna ini sangatlah beragam. Harapannya para siswa dapat mencintai dan merawat hewan peliharaannya masing-masing dengan ilmu yang tepat. Selain hewan, tumbuhan pun juga harus dirawat karenanya kita semua merasakan manfaatnya untuk kehidupan sehari-hari", ujar Koordinator Paralel Kelas II, Ustadzah Sarah.

Tidak hanya sekadar memamerkan berbagai macam hewan dan tumbuhan yang mereka miliki, masing-masing kelompok juga diwajibkan untuk berlatih menjelaskan cara merawat, dan apa saja yang tidak boleh dilakukan kepadanya. Terdapat beberapa juri untuk menilai cara presentasi atau penjelasan dari setiap kelompoknya.

Ada yang menjadi perhatian lebih dari siswa-siswa kelas lain yang menyaksikan pameran ini. Mereka ada yang merasa geli, gemes, takjub kepada berbagai macam hewan dan tumbuhan yang dipamerkan meliputi kura-kura besar, kadal, tokek, burung cantik, warna-warni tumbuhan dan lain-lain. Ada juga yang penasaran dengan proses pembibitan bayam, sawi sampai pada pemindahan tempat dan proses perawatannya.









Oleh : Ustadzah Istin

Sepekan ini secara bergiliran, seluruh siswa kelas V SDIT Bina Amal tengah khusyu' mengikuti dan mengamati praktikum mata pelajaran IPA di kelas. Para siswa melakukan praktikum percobaan menemukan konsep perpindahan panas (konduksi, konveksi, dan radiasi) dengan berbagai media dan alat. Alat dan bahan untuk praktikum ini meliputi gelas kimia, termometer, pembakar spirtus, air, serbuk kayu, sendok logam.

Para siswa diberikan tugas untuk beberapa percobaan.
*Percobaan 1:*
Mencari konsep perpindahan panas secara radiasi (pancaran panas), yakni membandingkan suhu dgn mendekatkan tangan kita dan mengukur suhunya, di dekat pembakar spirtus baik saat pembakar spirtus belum dinyalakan ataupun sudah dinyalakan.

*Percobaan 2*
Mencari konsep perpindahan panas secara konveksi. Yaitu membandingkan gerakan serbuk kayu yang ada di dalam gelas kimia yang berisi air, baik sebelum dipanaskan ataupun setelah mendidih.

*Percobaan 3*
Mencari konsep perpindahan panas dengan cara konduksi. Yakni dengan membandingkan suhu sendok logam yang belum dimasukkan ke air mendidih dengan sendok yg sudah dimasukkan ke air mendidih. Apakah terjadi perubahan suhu?

Pada praktikum ini siswa dapat menemukan konsep real nyata perpindahan panas (pembelajaran inquiri). Harapannya dengan praktikum, siswa masih ingat materinya karena mengalami dan mengamati sendiri. Materi ini digunakan untuk bekal nanti di jenjang selanjutnya.







MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget