Articles by "Kegiatan SDIT 02"

Craft Ekspo Bina Amal 02
Semarang, dalam rangka menyemarakkan kegiatan penyerahan rapot tengah semester 1, pihak Majelis Sekolah Bina Amal 02 yg dipimpin oleh Bu Diah Ayu R, menggelar acara craft Expo, Semarang, 14 Okt 2017

Kegiatan ini menampilkan hasil karya kerajinan siswa dari kelas 1-6. Acara ini bertujuan memunculkan kreativitas dan kerjasama siswa dalam memanfaatkan barang-barang yang ada di sekitarnya. Bahan yang digunakan beragam dari botol bekas, kardus bekas hingga stik dan koran bekas. Selama proses pembuatan siswa didampingi guru dan diharapkan tidak melibatkan orang tua. 

Selain dipamerkan, craft hasil karya siswa juga dilombakan dengan model penilaian berdasarkan pilihan terbanyak orang tua yang datang pada saat rapotan dan hasil kesepakatan MS dengan mempertimbangkan keunikan, kreatifitas, kerjasama dan prosesnya.

Terpilihlah pemenang craft expo sebagai berikut :

Juara 1 = stand I kelas 3A stick
Juara 2 = stand F kelas 5 bubur koran
Juara 3 = stand A kelas 4 gelas air mineral

Alhamdulillah dengan Craft Expo ini antusias orang tua dalam pengambilan rapot mencapai 91%.

Acara ini akan digelar lagi pada kesempatan mendatang dan diharapkan acara ini semakin menambah kreatifitas dan semangat anak2 dan guru wali kls dlm mempersembahkan karya terbaiknya..

Terimakasih kepada semua siswa, orang tua dan guru SDIT Bina Amal 02

#HumasSDBa02

Alhamdulillah, seolah tak mau ketinggalan untuk berlomba-lomba dalam kebaikkan, Kakak SDIT Bina Amal dan TKIT 02 serta SDIT Bina Amal 02 menggalang dana untuk membeikan donasi kepada saudara muslim Rohingnya.

Sebelumnya donasi Adek-adek TKIT Bina Amal 28 November 2016 berhasil mengumpulkan Rp 3.960.000,-.
(baca http://www.binaamal.info/2016/11/siswa-siswi-paud-bina-amal-galang-dana.html)

Dan Alhamdulillah untuk galang dana Aksi peduli Rohingya di TKIT 02 dan SDIT BA 02 terkumpul dana Rp. 1.838.000,-. Serta Rp.17.168.300 dari SDIT Bina Amal. Insyaallah Sekolah Islam Terpadu Bina Amal masih menerima donasi untuk Rohingnya sampai hari Jumat 2 Desember 2016.

Penumbuh Karakter Melalui Infak

Salah satu Hadits menyebutkan bahwa sesama muslim itu bersaudara..

Senyum Muslim Rohingya adalah senyum kami. Duka mereka adalah duka kami.

Tangan-tangan kecil siswa Sekolah Islam Terpadu  Bina Amal menunjukkan budaya Karakter "Peduli Sesama" melalui infaq. Sebelumnya peduli Aleppo, kini peduli Rohingya. Banyak keutamaan berinfak, diantaranya menumbuhkan keberkahan harta dan menjadi penghuni syurga dari pintu sedekah.

humas@binaamal.info
humassditbinaamal
humastkit02binaamal
humassdit02binaamal

galeri foto








Hari Guru di Sekolah Islam Terpadu Bina Amal begitu istimewa. 
Ada banyak kejutan dari siswa kepada Bapak Ibu Gurunya.
Mereka rela patungan untuk membuat bahagia Bapak Ibu Gurunya
Mereka rela berkeringat, bersusah payah membuat berbagai macam karya untuk di persembahkan kepada Bapak Ibu Gurunya
Tak terasa setitik air mata jatuh membasahi 

Ada yang mempersembahkan bunga...
Ada yang mempersembahkan puisi...
berbagai macam karya mereka buat...

Bapak Ibu Guru pun begitu gembira dan terharu...
Berbagai tanda cinta dari murid mereka terima dengan suka cita
Tak ketinggalan berbagai hadiah dan  Lomba dipersiapkan oleh anak-anak...
Mereka tertawa bersama...
Mereka bermain bersama...
tak ada sekat..
tak ada batasan...

Guruku....
Engkaulah pahlawanku...
Engkaulah inspirasiku...
Engkaulah...
Teladanku...

humas@binaamal.info
humaskbtkit
humassdit
humastkit02
humassdit02
humassmpit
humassmait


Asyiknya menanam mangrove

Puncak tema kelas 3 & 4 “ Menanam Mangrove”
Rabu, 14 September 2016 di Tambak Lorok, Semarang Utara

☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Pagi ini, seluruh siswa kelas 3 dan kelas 4 SDIT Bina Amal 02 sangat bersemangat. Ya, pasalnya hari ini adalah hari yang sangat ditunggu. Puncak Tema.

Puncak tema adalah kegiatan istimewa di setiap kelasnya pada awal tema pembelajaran yang diselenggarakan di dalam maupun di luar sekolah dengan tema tertentu. Setiap anak selalu menanti-nanti hari itu.

Puncak tema di adakan dalam seharian penuh untuk menggali potensi atau bakat siswa selain bidang akademis. Outbond, rekreasi, berenang, drama teater, peetunjukan musik dan seni, berkunjung ke tempat rekomended, bakti sosial, games, bertani, berternak, bermain dan masih banyak lagi merupakan kegiatan dalam puncak tema.

Kali ini kelas 3 dan kelas 4 SDIT Bina Amal 02 mengadakan puncak tema ke Tambak Lorok, Semarang Utara untuk menanam mangrove. Di awali pembukaan di lapangan sekolah dengan Tahfidz klasikal sampai pada keseruan di lokasi kegiatan.

Kegiatan yang dilakukan adalah perkenalan dengan tim pemandu, menikmati asyiknya suara ombak dan angin laut, menuju laut dan mendengarkan penjelasan tentang mangrove dan manfaat serta cara menanam mangrove.

Setelah rangkaian kegiatan tersebut diikuti, para siswa mulai membersihkan diri dari lumpur-lumpur yang menyenangkan dan di lanjutkan makan bekal yang dibawa. Berbagi adalah kegiatan tersirat penuh makna. Ya, mereka tidak hanya makan bekal nya sendiri tetapi juga berbagi bekal yang dibawa dengan teman-teman serta para guru.


humas@binaamal.info

galeri foto







Ustadz Zuber Safawi memberikan taujih pada ratusan guru dan pegawai LPIT Bina Amal


"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Alloh agar kamu beruntung.” (QS Ali Imron : 200).

Yayasan Waqaf Bina Amal menyelenggarakan Bina Kembang Yayasan, Sabtu (30/4) di Aula SDIT Bina Amal 01 Semarang. Agenda rutin bulanan tersebut menghadirkan Ustadz Zuber Safawi sebagai pembicara tunggal dengan materi tentang Dakwah di sekolah dan peran seorang dai.Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan guru dan pegawai di lembaga pendidikan Islam Terpadu Bina Amal.
SDIT Bina amal merupakan bagian dari dakwah. Salah satu tujuan dakwah adalah membentuk masyarakat islami. Selain itu, target dakwah di tengah masyarakat adalah harus mampu memberi solusi atas penyimpangan-penyimpangan tauhid.
Menurut Ustadz Zuber, sebagai seorang dai, minimal harus memiliki enam sifat yaitu amanah, shidiq, ikhlas, sabar, penyayang, dan tsiqoh. Berkenaan dengan amanah, SDIT Bina amal adalah badan waqaf yang memiliki amanah untuk mendidik anak dengan sebaik-baiknya.
Ustadz Zuber menjelaskan bahwa Rosululloh memiliki sifat benar. Guru sebagai seorang dai pun juga harus memiliki sifat kalam yaitu jujur dalam berbicara dan sikap. “Jika tidak pengting lebih baik diam,” tuturnya. Selain kalam, seorang dai juga harus memiliki azzam (tekad) yang kuat, amal (baik dalam beramal). Sabar memiliki banyak pengertian yaitu sabar dalam ibadah, sabar dari perbuatan maksiat, sabar dalam berjuang, dan sabar terhadap musibah.
Peran Seorang Dai
          “Barang siapa yang menunjukkan kebenaran dan mendapat pahala, maka seorang dai juga akan mendapatkan pahala sebagaimana yang diajarinya,” tutur Ustadz Zuber.  Menurut Ustadz Zuber, guru adalah seorang dai yang memiliki peran diantaranya menunjukkan sikap yang benar, mencegah anak didik berbuat maksiat, memberi contoh yang baik pada siswa, menjaga ketertiban lingkungan sekolah, dan menyerukan kepada walimurid untuk berbuat baik pula. Berkenaan dengan dakwah islam, Sekolah IT adalah bingkai dakwah yang tidak pernah punah. (Bu Syamsi, Humas SDIT Bina Amal)



Septi Peni Wulandani, Pembicara Pertama Seminar parenting



Pertama, Kiri. Bu Nur  dari BIna Amal penerima Fresh Money dari Pembicara kedua karena menjawab pertanyaan dengan benar

Syifa, Siswa kelas 1 SDIT Bina Amal, Menghafal QS 'Abasa


Dua dari kiri, Bu Syamsi menerima doorprize tupperware dari panitia. Bu Dian dan Bu May dari Bina Amal juga menerima doorprize.
Pernahkah mendengar ibu rumah tangga? Apa yang terbersit saat mendengar pekerjaan perempuan adalah ibu rumah tangga? Lalu, bagaimana dengan ibu rumah tangga profesional yang mampu melejitkan potensi anak dengan prestasi yang melesat?
Sangat jarang perempuan Indonesia yang bercita-cita menjadi ibu rumah tangga. Disampaikan oleh Septi Peni Wulandani sebagai pembicara pertama, “Mahasiswi pun setelah wisuda berbondong-bondong mencari kerja demi pekerjaan yang dicita-citakan tercapai bukan menjadi ibu rumah tangga yang mengurus anak dan keluarga.”
Disampaikan juga bahwa Ibu Septi mengubah status pekerjaannya dari PNS ahli gizi menjadi Ibu Rumah tangga ahli keluarga. Melepas status PNSnya bukanlah hal mudah. Tahun pertama menjadi pelajaran awal memasuki sekolah dengan prodi ibu rumah tangga profesional. Banyak orang yang mempertanyakan apa yang hendak dicari kebanyakan orang, bahkan ada yang rela memberi uang puluhan juta justru ia lepas. Tiga kata berubah pula jadi tiga kata, dari PNS menjadi IRT. Namun, banyak orang yang memberi applause atas prestasi sebagai ibu rumah tangga profesional termasuk ratusan peserta seminar parenting bertema “Orangtua Hebat, Potensi Anak Melesat” Sabtu (23/04) di Gedung Graha Wisata Semarang.
Kini, banyak prestasi yang ditorehkan Septi Peni Wulandani. Media massa pun mengenalnya sebagai ibu rumah tangga dengan segudang prestasi dan penghargaan. Keluarganya juga menelurkan 15 hak paten atas karyanya. Prestasi anak-anaknya juga tak kalah hebatnya. Enes, putri pertama lulus S1 diusia 18 tahun dan telah magang dengan 3 mentor di bidang Family Finance planner, integrator, project manager, founder komunitas the brightbride serta penerima penghargaan Young Changemaker Ashoka Foundation Tahun 2009. Ara, putri ke dua mendapatkan penghargaan Moo’s Project dari Ashoka Foundation dan menjadi pelopor di usia belia. Elan, diundang Prof. Fumikazu Mazuda ke Jepang dan menjadi pembicara untuk memotivasi anak-anak Jepang atas prestasinya dibidang robot.
Atas prestasi keluarganya, banyak peserta seminar yang terisnpirasi untuk menjadi ibu rumah tangga yang profesional. Salah satunya Listiani Tri Utami. Menurutnya, Ibu Septi Peni wulandani sangat bagus dalam menyampaikan materi dan saya ingin mengikuti jejaknya. Tak hanya perempuan, peserta laki-laki pun mengidolakan konsep pembangunan peradaban rumah tangganya.
Keluarga merupakan masyarakat pertama dan utama untuk menjadi perubahan. Disampaikan oleh Septi bahwa tahun 2016 memasuki MEA banyak negara mendatangi Indonesia dan tahun 2050 akan banyak warga negara asing andil di segala bidang termasuk persaingan bisnis. Jika anak kita tidak menjadi pemimpin pasti jadi pekerja, ibarat kata terjajah di negeri sendiri. Septi mengajak peserta seminar untuk menjadi orangtua hebat yang menjadikan anak sebagai pemimpin dengan prestasi anak melesat seperti tokoh-tokoh muda islam yaitu Muhammad Al Fath di usia 22 tahun mampu menakhlukkan Konstantinopel, Usamah bin Zaid di usia 18 tahun mampu memimpin pasukan yang anggotanya para pembesar seperti Abu Bakar dan Umar, Zaid bin Tsabit, di usia 13 tahun mampu menulis wahyu, dalam 17 malam mampu menguasai bahasa Suryani.
Sebagai pembicara pertama dalam seminar parenting, Septi telah memberi contoh membangun peradaban rumah tangga yang profesional, menjadi ibu rumah tangga yang profesional. Sedangkan Anwar Jufri, Pembicara kedua menguatkan peserta seminar sebagai calon orangtua sukses dengan dua kunci yaitu meminta atau berdoa kepada Alloh dan terus berusaha. Menjadi orangtua yang profesional bukanlah hal yang mudah. Akan ada hal-hal yang harus diubah. Pilihannya hanya ada dua kata yaitu berubah atau kalah.
Senada dengan Ketua IZI Jawa Tengah, Djoko Adhi Saputro dalam sambutannya mengatakan bahwa tantangan orangtua lebih berat dalam mendidik anak jaman sekarang dengan jaman sebelumnya karena banyak perubahan-perubahan yang kita hadapi. Sementara dalam sambutannya, ketua Hijabers Mom Community Semarang, Siti Adam mengatakan tidak ada yang lebih membahagiakan bagi orangtua selain memiliki anak-anak yang sholih sholihah, berbakti, berbudi pekerti luhur, menjadi generasi yang bertaqwa, cerdas, mandiri, dan bermanfaat bagi banyak orang.
Kegiatan seminar parenting  tersebut terselenggara atas kerjasama berbagai pihak yaitu Hijabers Mom Community, Inisiatif Zakat Indonesia, Jutawan Moment, Kamilia, Tabung Peduli, BNI, Tupperware, Water kangen, Wardah, dan Graha Wisata. Bu Syamsi, Seminar Parenting.

Mencintai lingkungan diajarkan sejak dini agar generasi penerus bangsa ini menjaga lingkungan dengan baik. Bina Amal berkewajiban mengajarkan siswa siswinya untuk menjaga lingkungan. Contohnya dengan memperkenalkan Go Green.

Go-Green adalah tindakan penyelamatan bumi yang saat ini sudah mengalami kerusakan dan pemanasan gobal. Demi mencapai tujuan tersebut, siswa siswi kelas dua SDIT Bina Amal 2 belajar menanam tanaman sendiri serta merawatnya.

Berikut Langkah nyata yang dapat diterapkan untuk melaksanakan GO GREEN :
  1. Tidak membuang sampah sembarangan;
  2. Gunakanlah air bersih seperlunya;
  3. Tanamlah minimal satu pohon untuk setiap orang;
  4. Hematlah pemakaian listrik seefisien mungkin;
  5. Penggunaan tranportasi massal seperti busway, bus, angkot sangat dianjurkan;
  6. Memilah sampah, daur ulang yang dapat dimanfaatkan kembali dan masih banyak lagi.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget