Articles by "SDIT 02"


Semarang, 08 Maret 2020 20 adik-adik siaga kelas 3 dan 4 SDIT Bina Amal 02 mengikuti lomba PESTA SIAGA Kwarran Semarang Barat. Kegiatan berlangsung dengan lancar, dengan semangat yang besar andhika siaga sangat antusias dan bekerja sama di setiap Taman Perlombaan. Mulai dari Taman Ketaqwaan, Taman PBB, hingga Bersih Lingkungan.

Ibu Zulaicha selaku Kepala Sekolah berpesan tidak ada kata terlambat sebelum lomba dimulai semoga kompak selalu sehingga anak-anak pun juga semangat.

Pak Masyhadi selaku salah satu pembina menyatakan acara pesta siaga ini selain melatih keberanian siswa disini juga siswa bisa berlatih kekutan dan kesungguhan. Barang siapa yang bersungguh sungguh maka akan mendapatkan hasil. Siswa siswi sudah hebat berani bersaing dengan puluhan SD lainnya dan mencoba mendapatkan hasil yang terbaik.

Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan di lapangan, kemudian disambung dengan 2 games pertama bersama. Kemudian adik-adik diberi kesempatan untuk beristirahat sebentar, sebelum nantinya dikelompokkan dengan beberapa barung yang lain untuk memasuki setiap Taman Perlombaan.

Dimulai dari Taman Jawa Tengah hebat, Taman Ketaqwaan, Taman Kemampuan Indra Manusia dan masih banyak lagi. Adik-adik siaga sangat antusias dan bersemangat untuk memberikan yang terbaik. Meskipun beberapa dari mereka ada yang mengeluh sakit, lelah dan pusing, tak menyurutkan semangat peserta yang lain dalam memperjuangkan usaha mereka selama ini.

Kegiatan Pesta Siaga yang diadakan satu tahun sekali sangat bermanfaat dan berguna bagi adik-adik siaga khususnya dalam memperdalam pengetahuan berpramuka, pentingnya kebersamaan, dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan yang bermanfaat untuk masa depan mereka.

Harapannya adik-adik bisa mengambil pelajaran yang baik dan bermanfaat. Dan dapat menjadikan target atau tujuan yang lebih baik untuk tahun yang akan datang. Dan lebih menjadikan mereka pribadi yang selalu mandiri, ikhlas demi mengharap Ridho dari Allah SWT. AAMIIN.









Semarang, 07 Maret 2020 guru SDIT Bina Amal 02 mengikuti pelatihan dan workshop tentang konsep pendidikan karakter dan aplikasinya dalam kegiatan pembelajaran. Bertempat di ruang kelas VI SDIT Bina Amal 02, kegiatan berlangsung dengan lancar, guru-guru sangat antusias dan aktif dalam berdiskusi bersama. 
 
Bapak Waimin selaku Yayasan Bina Amal menyatakan bahwa menumbuhkan fikrah anak adalah tujuan pendidikan. Anak masing-masing memiliki prinsip kebaikan dan keimanan. Anak lahir bagaikan selembar kertas putih yg masih bersih dan peran orang tua serta gurulah yang membantu anak menorehkan warna apa yang akan diletakkan pada kertas putih tersebut. Peran guru dalam memberikan ilmu kepada anak didiknya tidak lepas dari penanaman aqidah. Ibu Titin selaku Yayasan Bina Amal menyatakan bahwa pentingnya pendidikan karakter yang harus diajarkan kepada anak guna pembentukan karakter anak menjadi pribadi dengan akhlak yang mulia.

Ibu Nur Eka Hidayati, S.Pt selaku PJ acara menyampaikan Kegiatan ini diharapkan mampu membantu guru dalam mengajar anak penanaman ibadah, pembiasaan di sekolah untuk sholat tepat waktu, yang diharapkan kebiasaan ini bisa berlanjut ketika anak di rumah. Pembiasaan dalam menghargai dan menghormati orang tua.

Ibu Zulaichah Dwi Astuti, S.Si selaku kepala sekolah berpesan dengan kegiatan ini semoga bapak ibu guru semakin inovatif dalam mengembangkan materi pembelajaran yang diajarkan.

Kegiatan diawali dengan tilawah Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi dari Bapak Waimin, kemudian dilanjutkan oleh Ibu Titin dimana di sesi kedua ini dilaksanakan sesi diskusi antar sesama guru guna membahas konsep pembelajaran karakter kepada anak selama 2 pekan mendatang.

Kegiatan pelatihan yang diadakan sangat bermanfaat dan berguna bagi guru khususnya guru yang mengampu pembelajaran peka ananda, dimana guru mendapat gambaran dalam pembelajaran karakter kepada anak.

Harapannya guru bisa mengambil pelajaran yang baik dan bermanfaat dari pelatihan dan workshop kali ini dan terus semangat menjadikan diri menjadi lebih baik dari kedepannya. Ikhlas mengajar anak demi mengharap ridho dari Allah SWT
 








Semarang , Jum'at 28 Februari 2020 sampai Sabtu, 29 Februari 2020, Alhamdulillah di akhir pekan menjelang Ujian tengah semester (UTS), seluruh siswa kelas 5 SDIT Bina Amal 02 melaksanakan mabit yang bertempat di ruang kelas SDIT.

Pak Muhammad Dzikron, S.Pd selaku PJ mabit kali ini mengatakan adanya kegiatan mabit ini adalah untuk meningkatkan iman dan taqwa siswa siswi kelas 5 SDIT bina amal 02.

Bu Zulaichah Dwi Astuti,S.Si berpesan semoga agenda mabit yang dilakukan siswa siswi memberi kesan yang baik dan menjadikan mereka lebih baik lagi.

Begitu luar biasa semangat anak-anak kelas 5 SD IT bina amal untuk mengikuti kegiatan teesebut.

Kegiatan mabit kali ini di ikuti 47 siswa- siswi terdiri dari kelas 5A dan 5B dengan 8 guru pendamping. Acara mabit kali ini mengusung sebuah tema menjadi anak sholeh yang dimana karakter anak sholih menjadi salah satu misi lembaga.

Sebelum acara dibuka oleh kepala sekolah, seluruh siswa melaksanakan sholat ashar berjamaah bersama ust. Ulin nuha.

Setelah pembukaan acara yang paling membahagiakan anak telah tiba. Game yang sangat menarik ini di harapkan mampu me-refresh anak-anak sehingga berdampak baik di acara inti yaitu mendengarkan materi ceramah oleh ustadzah Nabila Hasnah.

Beberapa gelaran acara terlaksana sebelum sholat isya berjamaah anak-anak melaksanakan makan malam bersama ustdz/ah sebagai energi untuk acara selanjutnya, acara inti malam ini yang bertujuan membangun karakter anak sholih. ustadzah Nabila sebagai pemateri memberikan kiat-kiat khusus agar kelak dapat menjadi anak-anak yang benar-benar sholih, taat kepada Allah, taat kepada agama, berbakti kepada orang tua, berkasih sayang kepada semua orang.

Selain di atas satu hal yang luar biasa adalah anak sholih merupakan investasi di kemudian hari ketika orang tua sudah berpulang di hadapan Allah SWT.

Kemudian anak-anak istrahat tidur, untuk persiapan qiyamul lail, yah meskipun dengan susah payah untuk bangun mereka atas izin Allah bisa melaksanakan dengan khidmat.

Usai sholat subuh berjamaah dilanjutkan kegiatan pagi hari ( beberes tempat, rihlah dan senam) yang dipandu ustadz prayogi. Acara selesai ditutup dengan pengumuman peserta terbaik dan apel pagi.

Harapannya anak anak bisa mengambil pelajaran yang baik dan bermanfaat dari mabit kali ini dan terus semangat menjadikan diri lebih baik kedepannya










Semarang, 21 Februari 2020 seluruh siswa kelas 4-6 tetap berkumpul dihalaman untuk mendengarkan hasil lomba literasi yang sudah dilaksanakan pada hari Jumat, 14 Februari 2020.

Dian Puji Astuti, S.Pd selaku PJ lomba menuturkan bahwa kegiatan lomba/seleksi kali ini bertujuan untuk memilih dan mempersiapkan calon peserta lomba FL2N agar lebih maksimal. Festival dan Lomba Literasi Nasional (FL2N) adalah kegiatan yang diadakan Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Zulaichah Dwi Astuti, S.SI selaku kepala sekolah berpesan untuk seluruh calon peserta lomba agar tetap semangat, berdo'a dan terus berjuang untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Lomba literasi kali ini terdiri dari 6 jenis lomba, yaitu : menulis pantun, menulis cerpen, membaca puisi, menulis syair, pidato, dan mendongeng.

Lomba ini diikuti oleh kelas 4-6, dengan jumlah 134 siswa. Pagi itu mereka dengan penuh antusias menunggu giliran untuk dapat menampilkan penampilan terbaik mereka di depan para juri. Juri pada kesempatan lomba kali ini yaitu Bu Sri Irawati, S.Pd dan Bu Ari Yulia, S.Pd.

Puncaknya hari ini nama-nama pemenang lomba pun diumumkan. Seluruh siswa dengan riuhnya bertepuk tangan mendengar nama teman mereka dipanggil untuk maju kedepan.
Pemenang lomba literasi tahun ini adalah:
1. Lomba pidato : Aflah Ahmadin (kls 5)
2. Lombamenulis cerpen : Shiha (kls 4)
3. Lomba menulis syair : Monic ( kelas 4 )
4. Lomba menulis pantun : Zidni Aflachah ( kelas 5 )
5. Lomba membaca puisi : Nashifah (kls 6)
6. Lomba mendongeng : Mia (kls 5)
Seluruh pemenang lomba menerima hadiah yang diberikan langsung oleh ibu kepala sekolah.

Harapannya dilakukan kegiatan ini adalah untuk mengembangkan bakat siswa dan melatih kepercayaan diri siswa tampil didepan umum. Semoga seluruh siswa siswi SDIT Bina Amal 02 terus semangat mengembangkan bakat yang mereka punya.







Semarang, 21 Februari 2020 siswa kelas 4 Imam Maliki SDIT Bina Amal 02 mengadakan kegiatan "Kelas Inspirasi". Acara ini merupakan bagian dari kerjasama pihak sekolah dan Orang Tua siswa berpotensi atau memiliki pengalaman untuk dibagi kepada siswa agar menambah wawasan dan juga motivasi mereka.

Pak Hangga Setyawan, S.Kom selaku Wali Kelas 4 Imam Maliki menyatakan terima kasih atas kesediaan dan waktunya kepada narasumber yang menyempatkan hadir untuk membagi ilmunya kepada siswa 4B.

Kemudian Bu Zulaichah D A, S.Si selaku kepsek juga berpesan sebelumnya bahwa kegiatan ini semoga menjadi rutinitas kedepannya tiap bulan sekali dan bisa diadakan juga oleh kelas-kelas yang lain.

Kesempatan kali ini narasumber dari Ibu Sunarti (ummu Jenna) yang dengan semangat memberi materi tentang Cara Menghias pakaian dengan menjahit menggunakan Kain Flanel.
Para siswa 4 Imam Maliki juga tak kalah semangatnya mengikuti kegiatan ini dengan memperhatikan dan langsung praktek dengan peralatan dan bahan yang sudah mereka siapkan dari rumah.

Kain flanel yang sudah dibagikanpun langsung mereka gambar sesuai dengan kesukaan mereka. Amin menggambar mobil, Shalfa menggambar kupu-kupu dan yang lain ada yang membuat bunga bahkan inisial nama mereka, sungguh seru sekali.
Setelah kain flanel digambar kemudian digunting dan ditempelkan kemudian siap untuk dijahit. Pada proses menjahit ini adalah bagian tersulit, namun Ummu Jenna dengan sabar dan telaten membimbing anak-anak sampai bisa menjahit sendiri cetakan flanel mereka didampingi juga Ummu Rahma, Ummu Adiyatma dan Bu indah Wahyuni selaku pendamping kelas 4 imam maliki .
Tak terasa sudah 1.5 jam akhirnya waktu menjahit sudah selesai. Hasil karya anak-anak ditunjukkan dan didokumentasikan bersama.

Alhamdulillah kegiatan Kelas Inspirasi perdana di kelas kami berjalan dengan lancar. Semoga anak-anak bisa mengambil hikmahnya karena dengan menjahit bisa melatih konsentrasi dan juga kemandirian. Bahkan menjadi tuntunan Nabi Muhammad berdasar Hadits dari Aisyah meriwayatkan, bahwa ia ditanya tentang apa yang dilakukan Rasulullah di rumahnya. ‘Aisyah menjawab. “Beliau menjahit pakaiannya dan memperbaiki sandalnya sendiri.” (H.R Ahmad)












Semarang, 19 Februati 2020 puluhan siswa telah bersiap melakukan berbagai aktivitas kegiatan Puncak Tema di Kampung Jamu Wonolopo,Mijen Semarang

Bapak Hangga Setyawan, S.Kom selaku Ketua Kegiatan menuturkan bahwa kegaiatan ini bertujuan menambah wawasan siswa terutama tentang warisan budaya Indonesia, yaitu Jamu

Selaku Kepala Sekolah, Ibu Zulaichah Dwi Astuti, S.Si berpesan agar siswa kelas 4 bertambah pengalaman dan pengetahuan melalui puncak tema kali ini.

Puncak acara pun di mulai, acara dibuka dengan sambutan dari pihak Kampung Jamu, sekolah, dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Selesai sambutan, kami disuguhi video tentang Kampung Jamu dan keberhasilannya dalam menarik para wisatawan. Acara-acara yang ditunggu pun tiba, siswa diperkenankan untuk melihat dan berpartisipasi dalam pembuatan jamu. Pembuatan jamu dipandu oleh Ibu Asri. Kali ini yang didemokan adalah pembuatan jamu beras kencur. Siswa pun antusias untuk menumbuk agar beras dan kencur bisa menjadi halus. Setelah melewati beberapa proses akhirnya, jamu pun jadi dan siswa bisa bersama-sama menikmati.

Melangkah ke acara selanjutnya, kami diajak Kak Bejo dan Pak Marman berkeliling taman jamu yang tidak jauh dari tempat pembuatan jamu. Di sana para siswa bisa melihat berbagai macam tanaman jamu yang tumbuh subur. Ada tanaman kunyit, jahe, dan kencur

Kanaya, siswa kelas 4B menuturkan bahwa kegiatan kali ini membawa keseruan yang berbeda, tidak hanya wisata saja tapi ada pengetahuan yang didapatkan. Senada dengan Kanaya, Avicena siswa kelas 4A pun merasakan hal yang sama, sudah terbayang dibenaknya oleh-oleh jamu apa saja yang akan dibawa sebagai tanda cinta untuk orang-orang di rumah

Kami selaku penyelenggara kegiatan berharap, agar dengan kegiatan ini menambah wawasana dan pengetahuan para siswa dan mereka bisa mencintai jamu sebagai warisan leluhur budaya indonesia









Langit nampak mendung di hari Sabtu, 15 Februari 2020. Namun sedikitpun tidak mengurangi semangat dan antusiasme dari 173 siswa-siswi SDIT Bina amal 2 untuk mengikuti kegiatan Outbound ceria yang diselenggarakan di Lapangan tembak markas komando BRIMOB Simongan. Kegiatan ini merupakan program dari sekolah yang pada pelaksanaannya berkolaborasi dengan ibu-ibu majelis sekolah SDIT Bina amal 2. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembelajaran karakter kepada siswa-siswi yang dilaksanakan diluar sekolah. Karakter yang diharapkan adalah siswa-siswi memiliki karakter kepemimpinan yang kuat dan berjiwa sosial yang tinggi.

Pukul 07.00 WIB, siswa-siswi mulai berdatangan. Dengan wajah yang ceria dan dengan semangatnya, seolah menunjukkan bahwa mereka ingin segera memulai outbound tersebut. Rangkaian kegiatan outbound ini dimulai dengan pembukaan dan sambutan dari ibu kepala sekolah SDIT Bina amal 2 yaitu ibu Zulaichah Dwi Astuti, S. Si. Dalam sambutannya beliau berpesan kepada siswa-siswi agar selalu semangat dan mengikuti arahan dari bapak Ibu guru pendamping maupun arahan dari trainer dengan baik.

Selanjutnya anak-anak melakukan pemanasan dengan bersenam ceria bersama yang dipandu oleh Bu Juju. Dengan antusiasnya siswa-siswi mengikuti gerakan dari Bu Juju 1. Setelah selesai senam, siswa-siswi diberikan Waktu 5 menit untuk istirahat dan minum.

Kegiatan outbound pun dimulai. Dengan bapak Lilik sebagai instrukturnya. Pertama, semua siswa dikumpulkan di depan meja panjang yang di atasnya terdapat 6 buah tempat minum yang disusun saling bertumpuk di bagian tutupnya. Di antara keduanya disisipkan uang lembaran pecahan 10rb. Siswa-siswi secara mandiri diminta untuk maju dan mencoba mengambil uang tersebut. Hal ini akan melatih mereka untuk memiliki sifat percaya diri, berani mencoba dan tidak takut akan kegagalan. Permainan ini dinamakan "Boottle meter the Boottle".
Setelah permainan di atas, siswa dikelompokkan secara acak melalui permainan "sentuh Anggota tubuh". Instruktur akan menyebutkan "4 tangan kanan", maka siswa-siswi akan berkumpul dan menyentuhkan tangan kanannya satu sama lain. Hingga instruktur menyebutkan "12 kaki kanan" dan terkelompok lah siswa-siswi menjadi 12 kelompok.

Suasana riang masih tergambar di wajah siswa-siswi meskipun matahari bersinar cukup terik menjelang siang. Permainan berikutnya pun dimulai, instruktur menyebutnya permainan "amoeba Hijaiyah". Pada permainan ini setiap kelompok membentuk lingkaran dan masing-masing siswa akan diikat menggunakan tali rafia sehingga mereka nampak seperti amoeba. Dan masing-masing kelompok diberikan tugas mengumpulkan huruf-huruf Hijaiyah yang sudah disebar secara acak oleh asisten instruktur. Pada permainan ini, siswa-siswi dilatih untuk berkomunikasi dalam kelompok, inisiatif dalam mengambil keputusan dan menjalankannya bersama-sama.

Setelah permainan "amoeba Hijaiyah" selesai, siswa-siswi beristirahat sebentar untuk menyongsong permainan berikutnya, yaitu "Formula one". Dalam permainan ini, Siswa-siswi bertindak seolah-olah mereka adalah pembalap dan tim mekaniknya. Pembalap nantinya akan ditugasi bergantian untuk berlari mengambil bola bola yang sudah ditempatkan, namun pembalap dilengkapi dengan atribut-atribut seperti sarung, jaket, slayer, kacamata, dan bendera. Sedangkan tim mekaniknya bertugas membantu pembalap memasang semua atribut tersebut. Permainan ini bertujuan untuk membentuk koordinasi yang baik dalam kelompok, serta bagaimana cara berkoodinasi dalam memecahkan sebuah permasalahan.

Permainan demi permainan telah selesai siswa-siswi ikuti dengan baik, kini tiba saatnya untuk mereka makan siang bersama. Dengan sigapnya, ibu-ibu majelis sekolah membagikan makanan yang sudah disiapkan kepada siswa-siswi. Menu ayam goreng siswa-siswi nikmati dengan lahapnya. Setelah selesai makan, siswa-siswi pun bersiap berkumpul kembali untuk mengikuti apel penutupan.

Kegiatan ini ditutup dengan pembagian hadiah kepada kelompok-kelompok yang berprestasi dan selalu tertib mengikuti kegiatan Outbound. Alhamdulillah, anak-anak pulang dengan pengalaman belajar baru. Kurang lebih pukul 11.30 WIB, semua siswa-siswi sudah dijemput pulang dan lapangan tembak Brimob Simongan sudah steril kembali.

















MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget