Articles by "Kegiatan TKIT 02"



Selasa, 24 april 2018. Alhamdulillah..puncak tema "API" berkunjung ke Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang berjalan lancar. 

Anak-anak mendapatkan ilmu bagaimana cara memakai atribut petugas pemadam kebakaran, cara menggunakannya dan naik mobil pemadam kebakaran sekitar area kantor DAMKAR. Mereka sangat bersemangat sekali menjawab semua pertanyaan kakak pemandu DAMKAR, terutama yang Ar rijal. 

Mereka bisa mengetahui bahaya dan manfaat api bagi kehidupan manusia. Jika Api sedikit bisa jadi sahabat, tapi ketika api membesar bisa jadi bencana dan akhirnya kebakaran. Untuk itu tugas DAMKAR adalah utk memadamkan api supaya padam dan tidak membahayakan nyawa atau barang berharga disekitarnya...

Asyiknya sekolah di TKIT Bina Amal 2....



Jum'at, 20 April 2018. Alhamdulillah..peringatan hari besar nasional "Hari Kartini" berjalan dengan lancar. Mereka sangat antusias memakai baju daerah nusantara dalam acara ini. Sekolah mengadakan lomba mewarnai gambar Kartini dan peragaan busana nusantara. 

Sebelum acara..anak2 parade keliling lingkungan sekolah dengan berjalan kaki sambil membawa kata2 mutiara utk semangat mengisi kemerdekaan saat ini dan masa yang akan datang. Misalnya " kami para generasi kartini yang sholihah, siap menjadi kartini masa depan yang berakhlaq mulia, cerdas dan berprestasi" atau " kami para kartini rajin sholat dan mengaji" . 

SELAMAT HARI KARTINI..semoga anak2 menjadi manusia yang cerdas dan berbudi pekerti luhur..berakhlaq mulia..sukses dunia dan akhirat...aamiin..







Jum'at, 13 April 2018.Alhamdulillah peringatan Isro'mi' roj yang bertepatan tanggal 27 rajab bertempat dihalaman sekolah TKIT Bina Amal 02, sudah terlaksana dengan lancar. Menurut Ika FAuziah S.Pd, Kepala Sekolah TKIT Bina Amal 02 "Kami berusaha menyampaikan pesan kepada anak-anak tentang peristiwa bersejarah yang merupakan asbabul nuzul tentang perintah sholat lima waktu. HArapannya dengan peringatan Isro' Mi'roj ini anak-anak semakin bersemangat dalam menjalankan perintah sholat."

Ketika Nabi Muhammad SAW mendapat perintah dari Allah SWT melalui malaikat Jibril, untuk melaksanakan perjalanan malam dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Palestina, dan kemudian naik ke atas langit pertama bertemu dengan nabi Adam, langit kedua bertemu dengan Nabi Isa dan Yahya, langit ketiga bertemu dengan Nabi yusuf, naik ke langit keempat bertemu dengan Nabi Harun, naik langit kelima bertemu dengan Nabi Idris, naik langit keenam bertemu dengan Nabi Musa dan langit ketujuh bertemu dengan Nabi Ibrahim.

Dari langit ketujuh, Nabi Muhammad kemudian menghadap Allah SWT untuk mendapatkan perintah sholat yang semula 50 waktu menjadi 5 waktu atas pertimbangan dengan Nabi Musa. Akhirnya Nabi Muhammad SAW kembali ke bumi bersama malaikat Jibril dan Mikail utk menyampaikan berita gembira utk orang-orang yang beriman kepada Allah SWT dan RosulNya.

Semoga bisa menambah keimanan kita dan bertambah rajin lagi ibadah sholat kita. Tidak hanya sholat fardlu 5 waktu tetapi diimbangi dengan sholat2 sunnah lainnya..aamiinn..

Acara ditutup dengan sholat berjama'ah dan ekstrafood minum jus bersama-sama..
Asyiknyaa..sekolah diTKIT Bina Amal 02.



Muharam penuh berkah.Jum'at 13 oktober 2017, keluarga besar TKIT Bina Amal 02 bersama MS Majlis Sekolah melaksanakan kunjungan sosial ke pondok Tahfidz Rijalul Qur'an Semarang. 

Hal ini bertujuan untuk memotivasi anak - anak untuk menghafal Al Qur'an dan bersemangat belajar ilmu Al Qur'an. 

Kami bersama Majlis Sekolah TKIT Bina Amal memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh pondok seperti sembako ataupun berbentuk uang. 

Jazakumullah khairon katsiro bagi semua pihak membantu terlaksananya acara ini baik itu bantuan moril spiritual, tenaga dan materi. Hanya Allah yang bisa membalas Ayah Bunda serta seluruh pengurus MS.

Barokalloh...

Alhamdulillah, seolah tak mau ketinggalan untuk berlomba-lomba dalam kebaikkan, Kakak SDIT Bina Amal dan TKIT 02 serta SDIT Bina Amal 02 menggalang dana untuk membeikan donasi kepada saudara muslim Rohingnya.

Sebelumnya donasi Adek-adek TKIT Bina Amal 28 November 2016 berhasil mengumpulkan Rp 3.960.000,-.
(baca http://www.binaamal.info/2016/11/siswa-siswi-paud-bina-amal-galang-dana.html)

Dan Alhamdulillah untuk galang dana Aksi peduli Rohingya di TKIT 02 dan SDIT BA 02 terkumpul dana Rp. 1.838.000,-. Serta Rp.17.168.300 dari SDIT Bina Amal. Insyaallah Sekolah Islam Terpadu Bina Amal masih menerima donasi untuk Rohingnya sampai hari Jumat 2 Desember 2016.

Penumbuh Karakter Melalui Infak

Salah satu Hadits menyebutkan bahwa sesama muslim itu bersaudara..

Senyum Muslim Rohingya adalah senyum kami. Duka mereka adalah duka kami.

Tangan-tangan kecil siswa Sekolah Islam Terpadu  Bina Amal menunjukkan budaya Karakter "Peduli Sesama" melalui infaq. Sebelumnya peduli Aleppo, kini peduli Rohingya. Banyak keutamaan berinfak, diantaranya menumbuhkan keberkahan harta dan menjadi penghuni syurga dari pintu sedekah.

humas@binaamal.info
humassditbinaamal
humastkit02binaamal
humassdit02binaamal

galeri foto








Hari Guru di Sekolah Islam Terpadu Bina Amal begitu istimewa. 
Ada banyak kejutan dari siswa kepada Bapak Ibu Gurunya.
Mereka rela patungan untuk membuat bahagia Bapak Ibu Gurunya
Mereka rela berkeringat, bersusah payah membuat berbagai macam karya untuk di persembahkan kepada Bapak Ibu Gurunya
Tak terasa setitik air mata jatuh membasahi 

Ada yang mempersembahkan bunga...
Ada yang mempersembahkan puisi...
berbagai macam karya mereka buat...

Bapak Ibu Guru pun begitu gembira dan terharu...
Berbagai tanda cinta dari murid mereka terima dengan suka cita
Tak ketinggalan berbagai hadiah dan  Lomba dipersiapkan oleh anak-anak...
Mereka tertawa bersama...
Mereka bermain bersama...
tak ada sekat..
tak ada batasan...

Guruku....
Engkaulah pahlawanku...
Engkaulah inspirasiku...
Engkaulah...
Teladanku...

humas@binaamal.info
humaskbtkit
humassdit
humastkit02
humassdit02
humassmpit
humassmait



Jumat ,26 Agustus 2016 TKIT Bina Amal 02, Jl. Srinindito Raya No. 2.. Ngemplak Simongan.

Jumat Pagi merupakan acara istimewa bagi seluruh Guru, Pegawai dan Siswa Siswi TKIT Bina Amal 02. Ada berapa agenda kegiatan yang dilakukan.

1. Jumat Berbagi
Merupakan kegiatan berupa berbagi makanan kepada penyapu jalanan, Tukang sampah dan tukang becak di wilayah Ngemplak Simongan. Kegiatan ini bekerjasa sama dengan Orang Tua Siswa yang tergabung dalam Majelis Sekolah. Guru dan Orang Tua Siswa turun langsung ke jalan dan membagikan makanan kepada yang berhak. Dari kegiatan ini tersalurkan 73 orang yang berhak menerima.

2. Jumat Sehat
Kegiatan ini berupa senam bersama seluruh siswa siswi dan guru di halaman TKIT Bina Amal 02. Minimal satu minggu sekali siswa dan guru melakukan olah raga bersama.

3. Jumat Rapi
Siswa siswi TKIT juga di latih untuk mandiri, yaitu dengan belajar melepas dan merapikan sepatu di rak yang sudah disediakan di tiap pintu kelas masing-masing. harapannya, siswa siswi akan menerapkan kerapian tidak hanya di sekolah tetapi sampai juga di rumah.

4. Gerakan 200 mainan kerjasama sekolah dan MS

Kegiatan ini melibatkan orang tua siswa yang tergabung dalam Majelis Sekolah. Yaitu pengumpulan 200 buah mainan anak-anak. Mainan ini nantinya akan dipergunakan anak-anak bermain di sekolah dan melatih anak untuk bermain bersama tanpa berebut.

humas@binaamal.info
humas TKIT Bina Amal 02




Ustadz Zuber Safawi memberikan taujih pada ratusan guru dan pegawai LPIT Bina Amal


"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Alloh agar kamu beruntung.” (QS Ali Imron : 200).

Yayasan Waqaf Bina Amal menyelenggarakan Bina Kembang Yayasan, Sabtu (30/4) di Aula SDIT Bina Amal 01 Semarang. Agenda rutin bulanan tersebut menghadirkan Ustadz Zuber Safawi sebagai pembicara tunggal dengan materi tentang Dakwah di sekolah dan peran seorang dai.Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan guru dan pegawai di lembaga pendidikan Islam Terpadu Bina Amal.
SDIT Bina amal merupakan bagian dari dakwah. Salah satu tujuan dakwah adalah membentuk masyarakat islami. Selain itu, target dakwah di tengah masyarakat adalah harus mampu memberi solusi atas penyimpangan-penyimpangan tauhid.
Menurut Ustadz Zuber, sebagai seorang dai, minimal harus memiliki enam sifat yaitu amanah, shidiq, ikhlas, sabar, penyayang, dan tsiqoh. Berkenaan dengan amanah, SDIT Bina amal adalah badan waqaf yang memiliki amanah untuk mendidik anak dengan sebaik-baiknya.
Ustadz Zuber menjelaskan bahwa Rosululloh memiliki sifat benar. Guru sebagai seorang dai pun juga harus memiliki sifat kalam yaitu jujur dalam berbicara dan sikap. “Jika tidak pengting lebih baik diam,” tuturnya. Selain kalam, seorang dai juga harus memiliki azzam (tekad) yang kuat, amal (baik dalam beramal). Sabar memiliki banyak pengertian yaitu sabar dalam ibadah, sabar dari perbuatan maksiat, sabar dalam berjuang, dan sabar terhadap musibah.
Peran Seorang Dai
          “Barang siapa yang menunjukkan kebenaran dan mendapat pahala, maka seorang dai juga akan mendapatkan pahala sebagaimana yang diajarinya,” tutur Ustadz Zuber.  Menurut Ustadz Zuber, guru adalah seorang dai yang memiliki peran diantaranya menunjukkan sikap yang benar, mencegah anak didik berbuat maksiat, memberi contoh yang baik pada siswa, menjaga ketertiban lingkungan sekolah, dan menyerukan kepada walimurid untuk berbuat baik pula. Berkenaan dengan dakwah islam, Sekolah IT adalah bingkai dakwah yang tidak pernah punah. (Bu Syamsi, Humas SDIT Bina Amal)



Septi Peni Wulandani, Pembicara Pertama Seminar parenting



Pertama, Kiri. Bu Nur  dari BIna Amal penerima Fresh Money dari Pembicara kedua karena menjawab pertanyaan dengan benar

Syifa, Siswa kelas 1 SDIT Bina Amal, Menghafal QS 'Abasa


Dua dari kiri, Bu Syamsi menerima doorprize tupperware dari panitia. Bu Dian dan Bu May dari Bina Amal juga menerima doorprize.
Pernahkah mendengar ibu rumah tangga? Apa yang terbersit saat mendengar pekerjaan perempuan adalah ibu rumah tangga? Lalu, bagaimana dengan ibu rumah tangga profesional yang mampu melejitkan potensi anak dengan prestasi yang melesat?
Sangat jarang perempuan Indonesia yang bercita-cita menjadi ibu rumah tangga. Disampaikan oleh Septi Peni Wulandani sebagai pembicara pertama, “Mahasiswi pun setelah wisuda berbondong-bondong mencari kerja demi pekerjaan yang dicita-citakan tercapai bukan menjadi ibu rumah tangga yang mengurus anak dan keluarga.”
Disampaikan juga bahwa Ibu Septi mengubah status pekerjaannya dari PNS ahli gizi menjadi Ibu Rumah tangga ahli keluarga. Melepas status PNSnya bukanlah hal mudah. Tahun pertama menjadi pelajaran awal memasuki sekolah dengan prodi ibu rumah tangga profesional. Banyak orang yang mempertanyakan apa yang hendak dicari kebanyakan orang, bahkan ada yang rela memberi uang puluhan juta justru ia lepas. Tiga kata berubah pula jadi tiga kata, dari PNS menjadi IRT. Namun, banyak orang yang memberi applause atas prestasi sebagai ibu rumah tangga profesional termasuk ratusan peserta seminar parenting bertema “Orangtua Hebat, Potensi Anak Melesat” Sabtu (23/04) di Gedung Graha Wisata Semarang.
Kini, banyak prestasi yang ditorehkan Septi Peni Wulandani. Media massa pun mengenalnya sebagai ibu rumah tangga dengan segudang prestasi dan penghargaan. Keluarganya juga menelurkan 15 hak paten atas karyanya. Prestasi anak-anaknya juga tak kalah hebatnya. Enes, putri pertama lulus S1 diusia 18 tahun dan telah magang dengan 3 mentor di bidang Family Finance planner, integrator, project manager, founder komunitas the brightbride serta penerima penghargaan Young Changemaker Ashoka Foundation Tahun 2009. Ara, putri ke dua mendapatkan penghargaan Moo’s Project dari Ashoka Foundation dan menjadi pelopor di usia belia. Elan, diundang Prof. Fumikazu Mazuda ke Jepang dan menjadi pembicara untuk memotivasi anak-anak Jepang atas prestasinya dibidang robot.
Atas prestasi keluarganya, banyak peserta seminar yang terisnpirasi untuk menjadi ibu rumah tangga yang profesional. Salah satunya Listiani Tri Utami. Menurutnya, Ibu Septi Peni wulandani sangat bagus dalam menyampaikan materi dan saya ingin mengikuti jejaknya. Tak hanya perempuan, peserta laki-laki pun mengidolakan konsep pembangunan peradaban rumah tangganya.
Keluarga merupakan masyarakat pertama dan utama untuk menjadi perubahan. Disampaikan oleh Septi bahwa tahun 2016 memasuki MEA banyak negara mendatangi Indonesia dan tahun 2050 akan banyak warga negara asing andil di segala bidang termasuk persaingan bisnis. Jika anak kita tidak menjadi pemimpin pasti jadi pekerja, ibarat kata terjajah di negeri sendiri. Septi mengajak peserta seminar untuk menjadi orangtua hebat yang menjadikan anak sebagai pemimpin dengan prestasi anak melesat seperti tokoh-tokoh muda islam yaitu Muhammad Al Fath di usia 22 tahun mampu menakhlukkan Konstantinopel, Usamah bin Zaid di usia 18 tahun mampu memimpin pasukan yang anggotanya para pembesar seperti Abu Bakar dan Umar, Zaid bin Tsabit, di usia 13 tahun mampu menulis wahyu, dalam 17 malam mampu menguasai bahasa Suryani.
Sebagai pembicara pertama dalam seminar parenting, Septi telah memberi contoh membangun peradaban rumah tangga yang profesional, menjadi ibu rumah tangga yang profesional. Sedangkan Anwar Jufri, Pembicara kedua menguatkan peserta seminar sebagai calon orangtua sukses dengan dua kunci yaitu meminta atau berdoa kepada Alloh dan terus berusaha. Menjadi orangtua yang profesional bukanlah hal yang mudah. Akan ada hal-hal yang harus diubah. Pilihannya hanya ada dua kata yaitu berubah atau kalah.
Senada dengan Ketua IZI Jawa Tengah, Djoko Adhi Saputro dalam sambutannya mengatakan bahwa tantangan orangtua lebih berat dalam mendidik anak jaman sekarang dengan jaman sebelumnya karena banyak perubahan-perubahan yang kita hadapi. Sementara dalam sambutannya, ketua Hijabers Mom Community Semarang, Siti Adam mengatakan tidak ada yang lebih membahagiakan bagi orangtua selain memiliki anak-anak yang sholih sholihah, berbakti, berbudi pekerti luhur, menjadi generasi yang bertaqwa, cerdas, mandiri, dan bermanfaat bagi banyak orang.
Kegiatan seminar parenting  tersebut terselenggara atas kerjasama berbagai pihak yaitu Hijabers Mom Community, Inisiatif Zakat Indonesia, Jutawan Moment, Kamilia, Tabung Peduli, BNI, Tupperware, Water kangen, Wardah, dan Graha Wisata. Bu Syamsi, Seminar Parenting.

Kegiatan puncak tema TKIT Bina Amal 2 Semester 1 diadakan ditaman lele Semarang.  Kampoeng Wisata Taman Lele terdapat danau buatan yang dikelilingi gazebo, sepeda air, kolam renang untuk anak, permainan anak, dan beberapa satwa peliharaaan, seperti merak, ular phyton, buaya dan berbagai jenis burung.

Dalam puncak tema, siswa siswi melihat binatang, bermain meronce dan berenang. Senyum mengembang melihatkan kebahagiaan di wajah mereka.

Puncak tema merupakan kegiatan rutin bagi siswa siswi TK, SD maupun SMP IT Bina Amal. Kegiatan belajar mengajar tidak harus di dalam kelas. Di luar kelaspun, mereka dapat mengambil pelajaran.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget