Articles by "Kesehatan Anak"


Banyak kandungan dan manfaat suplemen multivitamin untuk anak, apa saja?

Apa kandungannya? Jenis suplemen tunggal biasanya hanya berisi 1 jenis vitamin atau mineral saja, sedangkan multivitamin merupakan gabungan dari berbagai macam vitamin ataupun zat lain atau non vitamin (seperti mineral, asam amino, atau herbal tertentu yang memiliki khasiat terapetik tertentu).Beberapa jenis vitamin dan mineral yang kerap ditemui pada suplemen anak-anak adalah:

1. Vitamin A untuk mendukung pertumbuhan normal, perbaikan jaringan dan tulang, serta kesehatan kulit mata, dan respons imun.
2. Vitamin B, termasuk keluarganya seperti B2, B3, B6, dan B12. Berfungsi membantu metabolisme, produksi energi, dan sistem peredaran darah dan saraf yang sehat.
3. Vitamin C untuk meningkatkan kekuatan otot, jaringan ikat, serta kesehatan kulit.
4. Vitamin D membantu pembentukan tulang dan gigi, serta membantu tubuh menyerap kalsium.
5. Kalsium membantu membangun tulang yang kuat pada anak yang sedang tumbuh.
6. Zat besi berfungsi dalam membangun otot yang kuat dan penting untuk pembentukan sel-sel darah merah yang sehat. Kekurangan zat besi sering ditemui pada remaja, terutama anak perempuan yang telah menstruasi.

Kapan memberikannya?
Ketika anak mengalami gangguan penyerapan zat gizi dan dikhawatirkan mengalami kondisi kekurangan gizi. Hal ini bisa terjadi pada anak yang mengalami gangguan kebiasaan makan, seperti picky eater, anak yang sakit, serta anak yang baru sembuh dari sakit.

sumber : www.parenting.co.id


Berikut penjelasan tentang FUNCTIONAL ABDOMINAL PAIN, salah satu jenis sakit perut yang perlu diwaspadai pada anak bersama dr.Fatima Safira Alatas, Ph.D, Sp.A, spesialis anak dari Divisi Gastrohepatologi Departemen ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo.

FUNCTIONAL ABDOMINAL PAIN (FAP)
Pada sakit perut fungsional ini anak merasakan sakit di daerah sekitar pusat, berlangsung terus menerus pada anak usia sekolah bahkan remaja. Sakit perut ini tidak berhubungan dengan keadaan makan, defekasi (BAB), atau menstruasi. Pada pemeriksaan, biasanya dokter juga tidak menemukan tanda-tanda pembengkakan, penyumbatan maupun infeksi (umumnya ditandai dengan demam atau rasa sakit).Jika ini yang terjadi, mungkin si kecil menderita sakit perut fungsional. Saluran cerna dianggap oleh beberapa peneliti merupakan otak kedua. Jika stres datang, perut Anda akan bereaksi. Selain stres, kemungkinan usus si kecil sensitif pada makanan yang mengandung gas dan pedas seperti cabai.

Diagnosis
Diagnosis sakit perut fungsional biasanya hanya dinilai berdasarkan riwayat penyakit (gejala klinis), pemeriksaan fisik, serta bila perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengevaluasi kelainan pada darah, urin dan tinja. Namun, bila sakit perut disertai muntah, diare, diare berdarah, atau gejala lain yang mengacu pada alergi makanan dan Infl ammatory Bowel Disease (IBD),sejumlah pemeriksaan tambahan perlu dilakukan, seperti melakukan rontgen, USG atau endoskopi.

Penanganan
FAP ini hanya berlangsung beberapa menit, tidak lebih dari 1 jam. Meski demikian, tetap saja mengganggu aktivitas anak, terlebih jika kesakitan ini dirasakan pada waktu ia seharusnya tidur. Anak bisa kurang istirahat, sehingga emosinya pun terganggu. Namun, pemakaian obat-obatan dibatasi untuk FAP. Orang tua lebih disarankan untuk membimbing anak mengenal makanan yang memicu FAPnya. Anak pun dikenalkan cara-cara mengatasi stres. Misalnya, dikenalkan terapi musik, jika ia perfeksionis diajarkan untuk lebih realistis, dan orang tua pun
jangan mematok harapan yang terlalu tinggi kepada anak.

sumber : http://www.parenting.co.id/

Menurut Dr. Phil Koehler dari University of Florida, ada beberapa tipe keunikan dari tubuh anak yang membuatnya sering diincar nyamuk. Apakah anak mengalami salah satu di antaranya?

• Golongan darah O. Anak yang bergolongan darah O berpotensi 2 kali lebih besar diincar nyamuk dibanding anak lain yang bergolongan darah A, demikian menurut sebuah hasil studi yang pernah dilakukan di Jepang.  Konon, nyamuk mengidentifikasi darah dari setiap gigitannya.

• Berkeringat banyak. Ketika berkeringat, tubuh memroduksi karbondioksida dan asam laktat yang membuat nyamuk tertarik. Jadi, peluang anak digigit nyamuk lebih besar saat ia sedang beraktivitas dibanding ketika berdiam diri. Karena saat beraktivitas, anak akan berkeringat dan bernapas lebih sering.

• Berpakaian warna gelap. Nyamuk ternyata lebih memilih mereka yang berpakaian warna gelap dibanding mereka yang berpakaian warna terang atau cerah. Dalam salah satu studi ditemukan urutan warna dari yang paling atraktif hingga yang tidak diminati nyamuk, yaitu hitam, merah, abu-abu, biru, khaki, hijau, dan kuning.
Sumber : parenting.co.id

Melon kulit berjaring (netted melon)
Kulit buah keras, kasar, berurat dan berpola seperti jaring, aromanya harum.
 
Yang termasuk jenis melon tipe ini:

  1. Melon Hijau : Biasa disebut melon lokal, daging buahnya berwarna hijau, tekstur keras, berair, harum, rasanya manis
  2. Melon Jingga (Cantaloupe) : Daging buahnya berwarna jingga, berair, teksturnya lebih empuk dan rasanya lebih manis dari melon hijau
Melon kulit halus
Kulit buah halus dan mengilap, tetapi aromanya tidak harum
 
Yang termasuk jenis melon tipe ini:
  1. Golden Melon. Kulitnya berwarna kuning muda mengilap. Daging buahnya berwarna putih, bercita rasa manis, berair, tetapi tidak harum.
  2. Honeydew Melon. Merupakan jenis melon yang rasanya paling manis. Kulitnya halus berwarna hijau keputihan. Daging buahnya kehijauan, mirip melon hijau.
Keunggulan Melon
  1. Vitamin C : Antioksidan sekaligus meningkatkan daya tahun tubuh.
  2. Adenosin : Antikoagulan yang bermanfaat menghentikan penggumpalan darah yang dapat memicu timbulnya penyakit stroke.
  3. Air : Seperti halnya semangka, kandungan air yang tinggi pada buah melon selain menyegarkan juga bersifat diuretik

Seringkali orangtua merasa pusing menghadapi kenakalan dan perilaku yang tidak terpuji dari anak-anak mereka yang masih kecil.

Sulit dinasihati, berlarian kesana-kemari dan bahkan membangkang pada semua nasihat yang kita berikan, apalagi saat perilaku anak sudah mulai merugikan oranglain dan bahkan menyakiti teman-temannya, rasanya ingin sekali menjewer anak dan melampiaskan semua kekesalan kita dan berharap anak bisa seketika menurut dan patuh pada semua perintah yang kita berikan.

Namun ahukah anda memukul atau melakukan tindakan kekerasan pada anak bukanlah cara yang tepat dalam mendisiplinkan mereka dan membuat mereka mematuhi semua perkataan kita. Sebaliknya, hal ini justru dapat berdampak buruk dan memberikan pengaruh negatif terhadap perkembangan mental anak.

Sayangnya, masih ada banyak orangtua yang mengasumsikan hukuman dan kekerasan adalah solusi terbaik dalam mendisiplinkan anak mereka. Hal ini banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya berdasarkan pengalaman. Anda mungkin pernah melihat atau mendengar teman anda yang memiliki anak yang bandel, menjadikan pukulan pada anak sebagai hukuman yang membuat anak mudah jera dan rupanya hal tersebut memang berhasil. Namun benarkah demikian? Jawabannya tentu saja tidak.

Dampak buruk memukul

Setiap anak memiliki karakter dan sifat yang berbeda. Selain itu pola didikan dan asuhan yang diberikan oleh orangtua terhadap anak-anak masing-masingnya tidak sama. Dengan demikian sewaktu anda melihat teman anda mendisiplinkan anaknya dengan jalan kekerasan dan hal tersebut terbukti berhasil, tidak berarti hal yang sama bisa terjadi dengan anak anda. Mungkin saja, teman anda menerapkan pola didikan tersebut karena didukung dengan mental anak yang akan melemah sewaktu diberikan kekerasan atau bisa juga karena hal tersebut sudah merupakan peraturan turun temurun dalam keluarga teman anda, sehingga semua anggota keluarga sudah menjadikan hal tersebut sebagai peraturan mutlak yang harus dijalankan semua keluarga.

Sementara dengan anak anda, mungkin saja karakter yang dimiliki anak anda adalah karakter yang keras sehingga menghadapinya dengan kekerasan lagi tentu tidak akan menyelesaikan masalah. Sebaliknya, hal ini malah akan semakin menambah masalah dan membuat hubungan anda bersama dengan buah hati semakin memburuk.

Selain itu, para dokter anak memperingatkan oratua untuk tidak memukul anak-anaknya. Peringatan ini dilatarbelakangi dengan alasan bahwa jika sekali orangtua memberikan kekerasa pada anak, maka hal yang lebih buruk bisa mereka lakukan dilain waktu terhadap anak-anaknya. Para ahli juga mengungkapkan bahwa hubungan yang setara dengan serangan fisik merupakan perilaku buruk yang amat tidak efektif, sebab kekerasan yang dilakukan bukan malah mendisiplinkan anak dan membuat mereka merasa jera, justru malah akan memperburuk perilaku yang dimiliki si anak.

Perilaku memukul dan mempraktikan kekerasan terhadap anak bukan hanya dilakukan oleh orangtua. Meskipun orangtua sudah dengan berusaha keras tidak melakukan perlakukan ini pada anaknya dan dengan sekuat tenaga melindungi anak-anak mereka. Namun tidak bisa dipungkiri, perlakuan yang buruk yang diterima anak-anak terkadang datang dari orang terdekatnya yang setiap hari selalu bersama-sama dengan mereka, misalkan seperti kakak mereka yang sudah besar atau pengsuh mereka. Nah, jika anda mendapati hal ini terjadi pada anak-anak anda, maka segeralah atasi sebab ada begitu banyak dampak buruk yang bisa dihasilkan dari perlakuan memukul anak. Nah, guna membuat orangtua lebih waspada, berikut ini beberapa dampak buruk yang dihasilkan dari memukul anak.

1. Memukul Anak Malah Akan Melahirkan Anak yang Suka Memukul

Cukup banyak penelitian yang menunjukan bahwa anak-anak yang sering dihukum dengan kekerasan dan pukulan sering banyak melahirkan anak yang memiliki perilaku yang agresif dan menyimpang. Hal ini mungkin tidak akan berimbas pada anak seketika saat mereka masih kecil. Namun hal yang lebih buruk akan terjadi pada perilaku anak saat mereka menginjak usia remaja dan saat dewasa. Sebab hal ini terjadi sewaktu mereka masih kecil, anak-anak akan secara alami belajar bagaiman harus bersikap melalui pengamatan da meniru sikap orangtua mereka.

Jika ayah mereka seringkali memukul anak-anaknya saat mereka masih kecil, terutama anak tersebut adalah perempuan, maka akan membuat mereka tumbuh menjadi pribadi yang tidak menghargai orang lain dan menganggap kekerasan adalah cara menaklukan seseorang.

Anda tentu tidak ingin jika hal ini terjadi pada putra dan putri anda bukan? Untuk itulah, hindari memberikan hukuman dan kekerasan yang bisa menyakiti anak-anak. Kami memahami betul, rasa kesal kita seringkali membuat kita tenggelam dalam amarah yang sulit dikendalikan. Namun  setidaknya, lihatlah dan pikirkan kembali betapa kerugian yang akan anda dapatkan dengan memukul mereka.

2. Tidak Menyelesaikan Masalah, Sebaliknya Memperburuk Hubungan Orangtua dan Anak

Ikatan antara orangtua dengan anak seharusnya didasari dengan cinta dan kasih sayang. Bukanlah kebencian bak musuh dengan musuh. Setiap kali anak anda melakukan kesalahan dan melanggar peraturan dan setiap kali itu juga anda memberikan pukulan sebagai hukuman, hal ini tentu saja menghilangkan cinta dan kasih antara anak dengan orangtua dan sebaliknya.

Daripada memberikan pukulan, menjewer atau mencubit anak saat mereka melakukan kesalah. Ada baiknya, jika anda menghampiri mereka dan menanyakan mengapa mereka sampai berbuat hal demikian. Setelah diketahui alasannya, baru pertimbangkan untuk memberikan hukuman pada anak jika kesalahan tersebut dengan sengaja mereka lakukan. Hanya saja, hindari memberikan hukuman yang menyakitkan dan sadis, sebaliknya berikan hukuman mendidik yang membuat anak jera untuk melakukan kesalahan yang serupa.

3. Membuat Anak Mengasumsikan Kekerasan Adalah Solusi Menyelesaikan Masalah

Ketika anda memberikan hukuman dengan jalan kekerasan, hal ini bukan malah menyelesaikan masalah dan membuat anak patuh pada anda. Malah mungkin sebaliknya, hal ini bisa saja ditangkap dan diasumsikan anak bahwa memukul dan menyakiti orang yang lebih kecil dari mereka adalah tindakan yang benar. Selain itu, anak juga akan mengasumsikan bahwa kekerasan adalah jalan terbaik dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah.

Nah, jika hal ini telah tertanam dalam diri anak, maka siap-siaplah dengan watak keras yang akan tumbuh dalam diri mereka. Jangan heran pula jika ketika anak besar nanti mereka seringkali bertengkar dan mengalami percekcokan dengan teman-temannya yang lain.

4. Pada Anak yang Mudah Marah, Hal Ini Akan Menumbuhkan Dendam

Perilaku anda yang sering menghukum dan memukul anak-anak anda, terutama anak-anak yang mudah marah bukan saja akan membuat mereka kesal. Hal ini juga akan membuat kemarahan yang tidak berani mereka ungkapkan akan dipendam dalam hati. Yang mana jika hal ini terus-terusan terjadi, amarah anak akan terus terakumulasi dan menjadi dendam terhadap orangtuanya.

Ketika mereka sudah besar nanti, bukan tidak mungkin mereka akan melakukan hal serupa dan memperlakukan orangtua mereka dengan tidak hormat karena mereka berpikir orangtua mereka adalah musuh yang harus dilawan.

Untuk itulah, memperhatikan pola asuh anda pada anak-anak sejak mereka masih kecil adalah hal yang haru senantiasa anda perhatikan. Anda tentu tidak ingin jika buah hati yang anda besarkan dengan susah payah malah berbalik menyerang anda dan membalas anda dengan tidak sepantasnya.

Demikian beberapa dampak yang bisa dihasilkan dari kebiasaan memukul anak. Beberapa dampak diatas hanyalah segelintir akibat dari kebiasaan sering memukul anak. Semoga hal ini bisa menjadi pertimbangan orangtua untuk tidak mengaplikasikan kekerasan terhadap buah hati yang dicintainya.

Sumber : Bidanku.com


Ketika anak Anda memelajari suatu keterampilan baru, puji prosesnya (bagaimana dia bekerja keras), bukan hasilnya (tendangannya bagus, misalnya). Begitu saran Dr. David Marshal, MD, direktur medis olahraga kesehatan di  Children’s Healthcare of Atlanta. Singkirkan kecemasan pada diri anak Anda dengan komentar yang membangkitkan semangat seperti di bawah ini.
  • Konsentrasi kamu sangat bagus.
  • Mama bangga dengan cara kamu mencoba.
  • Mama tahu ini sulit, jadi Mama pikir luar biasa sekali kamu tidak frustasi.
  • Sungguh, Mama suka sekali dengan caramu memikirkan bagaimana kamu akan melakukan hal itu.
  • Menyenangkan sekali, kamu mendapatkan hasil atas upayamu, kamu perlu bangga pada dirimu sendiri.

Tabir surya perlu digunakan sedini mungkin untuk melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari. Nah, efek buruk sinar matahari dimulai dari 'sunburn', gangguan pigmentasi, penuaan dini sampai kanker kulit (dalam jangka panjang!). Penelitian membuktikan, bila tindakan 'sunprotection', di antaranya dengan menggunakan tabir surya, sudah diterapkan sejak usia anak di bawah 10 tahun, ternyata hal ini bisa menurunkan angka kejadian kanker kulit dengan signifikan di kemudian hari.

Tabir surya seperti apa yang cocok untuk anak? Tabir surya untuk bayi dan anak berbeda dengan tabir surya untuk dewasa. Bahan UV filters yang digunakan adalah 'physical sunscreen', yaitu zinc oxide (ZnO) dan titanium dioxide (TiO2), serta tidak menggunakan 'chemical sunscreen', seperti octyl methoxy cinnamate, dll. Lalu, bagaimana cara memilih tabir surya yang sesuai untuk anak? Pilihlah tabir surya yang berlabel ‘for babies and kids’ (jadi, bahan yang digunakan sudah sesuai untuk anak, nilai SPF (Sun Protection Factor) dan PA (protection grade of UVA) yang sesuai dengan kegiatan yang akan dilakukan (dianjurkan memilih dengan minimal SPF 30 dan PA +++), serta sunscreen yang waterproof/water resistant.

Jangan lupa, pakaikan tabir surya dengan tepat, yakni sebaiknya dioleskan di seluruh bagian kulit yang tidak tertutup pakaian minimal 30 menit sebelum aktivitas. Sebaiknya, dioles kembali setiap 2 jam, bila memang berada di luar dalam jangka lama. Juga, tabir surya perlu dioleskan dalam jumlah yang cukup agar bisa mendapat proteksi yang tertera pada label produk. Cara mudah untuk melakukan hal ini adalah dengan menggunakan ‘teaspoon rule’, yakni oleskan lebih dari ½ sendok teh (3 mL) tabir surya pada setiap tangan dan wajah/leher serta 1 sendok teh (6 mL) pada dada/perut, punggung, dan setiap kaki.

Berhati-hatilah. Jangan sampai kulit si kecil terbakar? Gejalanya adalah kemerahan, perih, dan kulit mengelupas. Pada keadaan seperti ini, kulit harus didinginkan dan diberikan krim yang bersifat soothing. Misalnya, after sun care cream/lotion, atau krim anti iritasi. Pada keadaan sunburn yang luas atau berat (tidak membaik dalam 2 - 3 hari), sebaiknya bawa anak berkonsultasi ke dokter. Dokter akan mengevaluasi tingkat berat ringannya sunburn yang dialami. Biasanya, pengobatan yang diberikan adalah krim anti radang, dll. Dan, untuk menjaga kulit anak di atas usia 1 tahun tetap sehat dan aman walau berada di bawah sinar matahari, gunakan tabir surya dan sunprotection lainnya (topi, pakaian, dan sunglasses). Selain itu, cuaca mendung tidak berarti paparan sinar matahari juga berkurang. Itu sebabnya tabir surya masih harus dipakai. Pengolesan ulang tabir surya penting dilakukan agar anak tetap mendapat proteksi yang cukup selama berada di luar. 

Sumber : http://www.parenting.co.id/


Sekitar 43 persen garam yang diasup si kecil berasal dari 10 jenis makanan yang paling sering mereka makan, di antaranya: Pizza, roti, daging, camilan gurih, roti isi, keju, nugget, sup, dan sebagainya. Beberapa dari makanan di atas sebenarnya tidak berasa asin, tapi sebenarnya mengandung sodium cukup tinggi. Hal ini karena kebanyakan sodium sudah ada dalam makanan, bahkan sebelum makanan tersebut diproses.

Seperti halnya orang dewasa, konsumsi garam yang berlebihan pada anak-anak juga bisa mendatangkan masalah pada kesehatan. Salah satunya adalah tekanan darah tinggi. "Satu dari enam anak di Amerika mengalami darah tinggi yang bisa menyebabkan hipertensi di usia dewasa," kata Ileana Arias dari pusat pengendalian dan pencegahan penyakit AS (CDC).

Lebih lanjut dikatakan Ileana, menurut hasil sebuah survei yang dilakukan di Amerika Serikat, rata-rata anak berusia 6-18 tahun di sana mengasup 3.300 miligram sodium perhari, belum termasuk garam yang ditambahkan di meja. Jumlah tersebut jauh melebihi asupan yang direkomendasikan, yaitu 2.300 mg perhari.

Di sini, peran orang tua sangat diharapkan untuk membatasi asupan garam pada anak. Caranya? Dengan membiasakan si kecil mengasup lebih banyak sayur dan buah-buahan segar, serta mengurangi penggunaan garam dalam masakan.

Sumber : http://www.parenting.co.id/

Patah tulang mungkin cedera paling parah yang bisa dialami anak-anak. Namun apakah Anda tahu obat yang cocok menghilangkan rasa sakit akibat patah tulang? Jika belum Anda mungkin perlu mencoba ibuprofen. Sebuah penelitian baru menyatakan bahwa ibuprofen merupakan pilihan paling baik untuk menghilangkan rasa sakit daripada morfin.

 
Meskipun kedua obat itu efektif meringankan rasa sakit akibat patah tulang, namun menurut peneliti morfin memberikan risiko atau efek samping negatif.

"Bukti menunjukkan bahwa morfin dan obat penghilang rasa sakit narkotika lainnya semakin sering diresepkan," kata penulis penelitian Dr. Naveen Poonai dari London Health Sciences Center di Ontario, Kanada. "Namun, bukti pemberian morfin dalam mengurangi rasa sakit pada anak sangat terbatas. Dengan demikian, penelitian lanjutan diperlukan untuk mengetahui pemberian morfin terhadap anak-anak yang harus dirawat jalan," lanjutnya.

Menurut peneliti seperempat anak-anak di Amerika Serikat yang cedera mengalami patah tulang. Dua hari pertama setelah cedera patah tulang adalah yang paling menyakitkan. Anak-anak memiliki pilihan terbatas untuk menghilangkan rasa sakit. Namun karena masalah keamanan akhirnya anak-anak diberikan morfin.

Pada studi ini 134 anak-anak, usia 5 sampai 17 tahun dilibatkan. Mereka mengalami patah tulang tetapi tidak memerlukan operasi. Anak-anak tersebut kemudian dipilih secara acak untuk menerima morfin atau ibuprofen untuk membantu meringankan rasa sakit. Peneliti mencatat anak-anak yang diberikan morfin mengalami efek samping diantaranya mengantuk, mual, dan muntah.

"Mengingat bahwa morfin dikaitkan dengan efek negatif, kita menyimpulkan bahwa ibuprofen bisa menjadi obat yang aman dan efektif untuk mengelola rasa sakit akibat patah tulang anak-anak," tulis Dr. Poonai dalam penelitiannya.

Sumber : http://parentsindonesia.com/


Konsumsi buah terlebih dahulu sebelum makan nasi memang dianjurkan, namun hal ini berlaku untuk mereka yang kelebihan berat badan atau menderita obesitas.
 
Dengan mengonsumsi buah terlebih dahulu, perut akan terasa lebih kenyang sehingga konsumsi nasi tidak terlalu banyak. Buah-buahan baik untuk mengganjal perut sebab rendah kalori dan tidak mengandung lemak.
 
Sedangkan pada anak, buah sebaiknya tetap diberikan pada jam snack atau setelah makan. Jika buah diberikan sebelum makan dikhawatirkan anak akan merasa kenyang terlebih dahulu dan hanya sedikit mengonsumsi nasi dan lauknya.
 
Padahal di dalam nasi dan lauk terkandung zat gizi yang diperlukan anak untuk mendukung tumbuh kembangnya. Kreasikan penyajian buah agar anak tidak bosan.

Sumber : http://www.parenting.co.id/


Menderita batuk dan hidung tersumbat memang sangat membuat sengsara, tapi lebih parah lagi jika Anda melihat si kecil terkena 6-10 kali pilek tahun ini. Semua hal juga jadi lebih sulit karena dokter kini mengatakan bahwa membeli obat bebas di apotek bukanlah ide yang bagus. Tahun lalu, US Food and Drug Adminitstration (FDA) mengatakan bahwa bayi dan batita berusia di bawah 2 tahun tidak boleh mengonsumsi obat batuk dan obat flu yang beredar bebas di pasaran. Ini  karena adanya efek samping potensial yang terjadi, seperti kejang, detak jantung cepat, tekanan darah tinggi, napas pendek, dan bahkan kematian.

Tidak ada studi yang menunjukkan bahwa obat-obatan ini efektif bagi anak-anak. Oktober tahun lalu—atas persetujuan FDA—Consumer Healthcare Products Association mengumumkan bahwa produsen-produsen besar akan memodifikasi label obat batuk dan flu untuk menyatakan bahwa produk tersebut tidak diperuntukkan bagi anak berusia di bawah 4 tahun. FDA masih berusaha meluaskan peringatannya untuk juga memasukkan golongan anak yang lebih besar ke dalamnya, dan American Academy of Pediatrics (AAP) juga mengimbau untuk tidak memberikan obat batuk dan flu pada semua anak berusia di bawah 6 tahun. Jadi apa yang harus diperhatikan orang tua? Kami bertanya pada para ahli bagaimana membantu anak menangkis kuman secepatnya dan agar dia bisa cepat sembuh jika sedang sakit.

Rencana Pencegahan


Anak-anak melewatkan hampir 22 juta hari sekolah setiap tahun karena selesma. Walaupun Anda tidak bisa melindungi si kecil dari setiap virus, berikut adalah kebiasaan sehat yang bisa meningkatkan daya tahannya.

Pastikan dia cukup tidur. Setiap kali si kecil merasa lelah, sistem kekebalan tubuhnya mungkin akan terlalu lamban untuk memerangi kuman jahat. Sayangnya, sepertiga anak tidak mendapatkan tidur selayaknya yang dibutuhkan. Idealnya, bayi membutuhkan 18 jam sehari, batita dan anak prasekolah 12-14 jam, serta anak usia sekolah membutuhkan sampai dengan 11 jam sehari. Mungkin tidak praktis bagi si kecil untuk bangun lebih siang, tapi jika dia tidak memenuhi jumlah jam yang dibutuhkan, usahakan dia tidur lebih cepat.

Ajari untuk sering mencuci tangan. Sekitar 80% penyakit infeksi, termasuk selesma, menular melalui sentuhan. Jadi sangat penting bagi anak untuk sering mencuci tangannya. Demi memastikan dia sering mencuci tangan, buatlah dia bernyanyi “Old MacDonald” selama dia menyabuni kedua sisi tangannya dan di sela-sela jemarinya. Tisu beralkohol atau larutan pembersih tangan steril adalah pilihan tepat untuk dibawa saat bepergian.

Jaga kebersihan rumah. Satu orang anggota keluarga saja yang terkena flu, berarti mengharuskan Anda untuk ekstra berhati-hati membersihkan rumah agar virus tidak tertular pada yang lain. Inilah tantangannya: Virus bisa bertahan hidup sampai dengan 2 jam pada benda-benda seperti cangkir, permukaan meja, dan handuk. Jadi, sterilkan daerah dan benda lain yang sering disentuh dengan bleach atau tisu antibakteri. “Kuman hidup pada remote TV, peralatan permainan video, pegangan kulkas, dan pegangan pintu,” kata Daniel Frattarelli, MD, anggota Committee on Drugs AAP. Ajari anak bagaimana cara bersin dan batuk di sela-sela lekukan sikunya, bukan di tangan, jadi dia tidak akan terlalu menyebarkan kuman di penjuru rumah. Gunakan cangkir karton di kamar mandi, pisahkan juga sikat gigi agar tidak disentuh anak, dan jangan pernah berbagi gelas, piring, atau peralatan makan lainnya.

Kotak Obat

Sebelum ada peringatan terbaru FDA, sekitar 1 dari 10 orang anak mengonsumsi obat batuk atau pilek dalam jangka waktu tertentu. Kini sejak obat-obatan tidak lagi diperuntukkan bagi bayi dan batita, dan dipertanyakan untuk anak yang lebih besar, cobalah beberapa alternatif aman berikut. 

BATUK DAN SAKIT TENGGOROKAN


Batuk membantu anak bernapas lebih lega karena membersihkan lendir hidung dari saluran udara, jadi jangan menghentikannya. “Penekan batuk bisa berbahaya. Mereka membuat beberapa anak menjadi hiperaktif, pusing, dan sulit tidur,” ujar Catherine Tom-Revzon, Pharm D, manajer klinik farmasi anak Children’s Hospital di Montefiore, New York. Meski demikian, semua batuk itu  bisa membuat tenggorokan anak teritasi.

Siapkan pereda yang manis. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa madu lebih baik daripada obat batuk untuk meredakan batuk dan membantu anak yang sedang sakit agar bisa tidur lebih nyenyak. “Madu aman bagi anak berusia 1 tahun ke atas, dan anak-anak juga senang mengonsumsi karena rasanya yang manis,” jelas peneliti Ian Paul, MD, anggota komite farmasi dan terapi klinis AAP. Madu hitam, sepeti buckwheat, lebih manjur karena mengandung antioksidan yang lebih tinggi. Berikan setengah sendok teh pada anak berusia 1-5 tahun dan 1 sendok teh untuk anak berusia 6-11 tahun. Namun jangan memberikan madu pada bayi di bawah usia 1 tahun, mereka bisa mengalami keracunan makanan karena bakteri yang ada di dalamnya.

Sajikan sup. Sup lebih dari sekedar pengobatan cara lawas. Penelitian menunjukkan bahwa sup ayam memiliki kandungan antiperadangan.

Cairan pendorong. Cairan hangat atau sangat dingin bisa mengurangi lendir hidung, sehingga mudah dikeluarkan. Selain itu, cairan juga meringankan keluhan sakit tenggorokan dan membuat anak tidak kekurangan cairan. Suruhlah anak minum air dingin, jus dingin/hangat, atau teh tanpa kafein yang dicampur madu.

Tawarkan sesuatu untuk dihisap. Anak-anak berusia 4 tahun ke atas bisa mengisap obat sakit tenggorokan atau obat batuk tablet, permen keras non-gula, atau bahkan buah berry beku. Es batangan atau es batu bisa menjadi pilihan bagus untuk anak kecil yang tenggorokannya gatal.

HIDUNG TERSUMBAT ATAU PILEK

Anda mungkin akan menghabiskan begitu banyak tisu, tapi semua lendir hidung itu membantu mengeluarkan virus flu dari hidung dan saluran sinus anak. Jangan panik jika Anda mendapati cairan hidungnya berubah warna dari bening menjadi kuning atau hijau. Ini adalah tanda bahwa daya tahan tubuhnya sedang memerangi virus, dan bukan berarti dia memerlukan antibiotik.

Keluarkan cairan hidungnya. Cairkan lendir hidung yang mampet dengan beberapa tetes garam, lalu sedotlah dengan pipet.

Lembapkan udara. Jagalah suhu udara di kamar anak agar lembap untuk meringankan hidungnya yang mampet. Suhu hangat alat pelembap udara dan alat penguap bisa menyebabkan panas yang berbahaya. Bakteri dan jamur tumbuh dengan cepat, jadi gantilah air setiap hari dan bersihkan benar-benar tempat penyimpanannya. Ikuti instruksi yang tertera. Pilihan baik lainnya adalah biarkan anak duduk di ruangan beruap atau mandi dengan air hangat.

Mengganjal. Ganjal kepala anak dengan bantal tambahan di malam hari, sehingga cairan hidung dapat mengering. Untuk bayi, tinggikan kasur bagian kepala di tempat tidurnya dengan mengganjalnya menggunakan ganjalan atau bantal di bawah kasurnya.

DEMAM

Jika suhu tubuh anak meningkat, inilah tanda sistem daya tahan tubuhnya sedang bekerja keras memerangi kuman flu. Jadi lebih baik biarkan saja demamnya keluar, kecuali dia terlihat tidak nyaman. Kecuali jika bayi Anda berusia di bawah 3 bulan dan demam dengan suhu 38 derajat celsius atau di atasnya. Telepon dokter. Demam pada bayi bisa berbahaya.

Mandikan dia. Mandi selama 5 menit menggunakan spons dalam air suam-suam kuku bisa membuat anak merasa lebih dingin dan menurunkan suhu tubuhnya.

Coba penurun demam. Ibuprofen atau acetaminophen seharusnya menurunkan demam anak dan meringankan nyeri tubuh. Namun jangan berlebihan. Menurut studi terbaru John Hopkins Children’s Center, kebanyakan orang tua tidak menunggu jangka waktu yang disarankan untuk dosis pemberian obat dan berakhir dengan pemberian obat yang berlebihan untuk anak mereka yang demam. Selalu berikan acetaminophen—jangan ibuprofen—untuk bayi di bawah 6 bulan, dan jangan pernah memberikan aspirin pada anak. Memberikan aspirin bisa menyebabkan penyakit yang langka dan fatal bernama Reye’s syndrome.

Jangan sampai kekurangan cairan. Si kecil kehilangan banyak cairan saat tubuhnya sedang melawan demam. Jadi pastikan Anda memberikannya banyak asupan cairan agar dia tidak mengalami dehidrasi. Coba berikan rehidrasi oral, yang mengandung campuran air dan garam yang bisa membantu anak mendapatkan cairan tubuh lagi, serta cairan elektrolit.

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa anak-anak Amerika di Amerika Serikat menggunakan obat stimulan 30 persen lebih tinggi selama satu tahun ajaran sekolah. Menurut peneliti anak-anak AS menggunakan stimulan untuk membantu mereka mendongkrak prestasi akademis.

Peneliti mengungkapkan obat stimulan bisa meningkatkan konsentrasi dan membantu mengelola gejala yang berhubungan dengan attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD). Obat stimulant adalah obat yang paling banyak digunakan di kalangan remaja. Peneliti mengungkapkan, saat ini, sekitar 6 persen anak-anak AS menggunakan obat stimulan. Jumlah itu naik dari sekitar 2,4 persen dari tahun 1996.

Dalam studi ini, peneliti analisis resep obat stimulan yang diberikan dokter selama tahun ajaran 2007/2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan obat stimulan selama sekolah tertinggi di antara anak-anak dari keluarga kaya. Penggunaan stimulan selama sekolah juga lebih besar di negara-negara yang memiliki standar akademik yang lebih tinggi.

Meskipun studi ini menemukan hubungan penggunaan obat stimulan dengan sekolah namun penelitian ini tidak dirancang untuk mengetahui alasan mengapa hal itu terjadi. Namun, para peneliti menduga bahwa orang tua—baik sengaja atau tidak—memberikan anak obat stimulan untuk mendapatkan keuntungan pendidikan.

"Banyak orang tua yang dihadapkan pada keputusan sulit. Mereka memberikan anak-anak obat untuk untuk membantu meningkatkan prestasi karena sekolah semakin menuntut prestasi dari siswa," kata penulis penelitian Marissa King, asisten profesor perilaku organisasi di Yale University School of Management.

Menurut King daripada memberikan anak obat-obatan lebih baik melihat lebih dekat apa yang sebenarnya terjadi di sekolah.

Penelitian ini dipublikasikan pada 13 Oktober 2014 di jurnal American Sociological Review.

Sumber : http://parentsindonesia.com/

Tahukah Mama bahwa meski lampu tidur dapat membuat anak terjaga dan menghindarkan anak dari rasa takut, ternyata lampu tidur memiliki dampak yang buruk terhadap kesehatan anak loh Ma! Menurut penelitian yang dilakukan Ohio State University Medical Center yang dipublikasikan pada Juli 2013, tidur dengan lampu menyala bisa menimbulkan perubahan struktur pada otak dan menyebabkan depresi.

Ohio State University melakukan penelitian dengan seekor hamster yang terus diberikan lampu menyala pada malam hari. Setelah beberapa hari hamster itu menunjukkan tanda-tanda depresi. Namun gejala depresi itu hilang dalam dua pekan setelah si hamster kembali tidur dengan lampu mati pada malam hari.

Sementara itu, peneltian lain menyimpulkan bahwa tidur dengan lampu menyala dapat menyebabkan berat badan naik. Penelitian tentang hal tersebut dilakukan oleh  American Medical Association (AMA). Saat orang tidak punya waktu yang cukup berada dalam kegelapan, ternyata tubuh tidak memproduksi hormon melatonin, hormon yang membuat kantuk.

Hormon tersebut juga bisa mempengaruhi seberapa nyenyak kita tidur dan pukul berapa kita bangun. Nah, karena tidur tidak nyenyak maka seseorang akan sering bangun dan menimbulkan keinginan untuk makan pada malam hari.
Dalam penelitian ini AMA juga melaporkan penggunaan barang elektronik seperti komputer, laptop, dan telepon genggam bisa mengakibatkan gangguan tidur terutama pada anak dan remaja. Itu karena layar elektronik memancarkan banyak cahaya biru, yang dikenal bisa menghambat produksi hormon melatonin.

Dari hasil penelitian tersebut bisa disimpulkan bahwa tidur dengan lampu menyala memang kurang baik bagi anak. Daripada anak mengalami gangguan tidur, depresi, dan kenaikan berat badan, lebih baik biasakan anak Anda tidur dengan lampu dimatikan.

Sumber : http://www.parenting.co.id/


Kabar baik bagi para orangtua : meski 80% tinggi tubuh anak ditentukan oleh faktor genetis, ada sejumlah hal yang bisa Anda lakukan untuk memacu pertumbuhan tinggi tubuh anak secara aman dengan cara berikut:

• Cukupi nutrisi selagi hamil. Pertumbuhan anak sudah dimulai sejak dalam kandungan. Karenanya, menurut Prof. Simon Cousens dari London School of Hygiene & Tropical Medicine, Inggris, upaya mengoptimalkan tinggi tubuhnya sudah bisa dimulai sejak Anda masih mengandungnya dengan cara mencukupi kebutuhan nutrisi selama hamil yang mencapai 2300 kalori per hari.

Selain makan dalam jumlah cukup, konsultasikan pula ke dokter apakah Anda perlu mengonsumsi suplemen (zat besi, kalsium, seng, asam folat) atau tidak.

• Hindari baby blues. Penelitian yang dilakukan di Johns Hopkins School of Public Health di Baltimore, Amerika, menyatakan bahwa para mama yang mengidap depresi pasca persalinan memiliki risiko 40% membesarkan anak-anak yang terhambat pertumbuhan tinggi badannya.

Salah satu penyebabnya adalah, anak akan tertular stres dari ibunya yang mengakibatkan terjadinya gangguan pada sistem endokrin di dalam tubuh anak. Akibatnya, produksi hormon pertumbuhan di dalam tubuhnya juga akan ikut terganggu.

• ASI eksklusif. Pemberian ASI eksklusif akan menjamin terpenuhinya asupan nutrisi yang seimbang bagi anak pada awal kehidupannya. Ini terutama penting pada usia dua tahun pertama, dimana anak akan mengalami percepatan pertumbuhan tinggi dan berat badan secara pesat.

• Beri makanan bervariasi. Prinsipnya, tidak ada satu jenis makanan pun yang mampu memenuhi semua kebutuhan nutrisi seseorang. Karena itu, berikanlah asupan makanan yang beragam jenisnya kepada anak dalam porsi sesuai kebutuhannya. Pastikan Anda memberikan karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan serat dalam jumlah seimbang setiap harinya.

• Pelihara kesehatannya. Serangan penyakit—terutama pada masa-masa awal kehidupannya, bisa mengakibatkan anak mengalami kekurangan nutrisi. Anda bisa memberikan perlindungan yang dibutuhkan anak dengan cara menepati jadwal imunisasi.

• Cukupi waktu tidur. Menurut situs Kidshealth, anak-anak membutuhkan waktu tidur antara 10-12 jam setiap malam. Ketika tidur, tubuh anak akan mengalami proses perombakan serta perbaikan sel yang diperlukan oleh tubuhnya. Kelancaran proses ini ikut pula melancarkan pertumbuhan tinggi badannya.

• Tingkatkan aktivitas fisik. Memperbanyak aktivitas fisik seperti bersepeda, berlari, dan melakukan jenis olahraga lainnya akan membuat tubuh anak terhindar dari kondisi obesitas yang bisa menghambat pertumbuhan. Aktif secara fisik juga bermanfaat melancarkan distribusi oksigen dan zat-zat nutrisi ke seluruh sel tubuh sehingga bisa mengoptimalkan proses pertumbuhan.

Sumber : http://www.parenting.co.id/

Mengosok gigi bukan hanya bertujuan membuat gigi tampak putih melainkan juga agar gigi dan mulut bersih dari kuman. Kegiatan ini seharusnya mulai dijadikan sebagai salah satu kegiatan rutin si kecil setiap kali mandi atau sebelum bangun tidur. Tujuannya jelas agar setelah dewasa nanti si kecil terbiasa dan tidak malas gosok gigi.

Anak saya Ime termasuk anak yang senang gosok gigi. Di usianya yang sudah 3 tahun lebih, ia lebih senang gosok gigi sendiri, walau harus diakui hasilnya tidak sebersih bila dilakukan oleh orang tuanya. Biasanya sehabis gosok gigi sendiri, kami ulangi lagi dengan beralasan biar tambah bersih. Ime pun juga sering minta dibeliin lagi bila tahu sikat giginya sudah rusak atau pasta giginya sudah mau habis.

Namun tidak semua anak senang gosok gigi, beberapa anak kadang harus dipaksa bahkan dengan sedikit ‘kemarahan’ agar mereka mau membersihkan gigi mereka. Berikut tips sederhana yang dapat orang tua lakukan agar anaknya mau rajin gosok gigi. Tips ini berdasarkan pada pengalaman kami dan orang tua yang telah kami kenal.

1. Biasakan Sejak Kecil

Membiasakan sesuatu sejak anak masih kecil akan membuat mereka tidak enggan melakukannya ketika sudah besar. Gosoklah gigi anak ketika di mulutnya sudah tumbuh beberapa gigi. Dengan demikian ketika besar dia tidak asing lagi dengan kegiatan gosok gigi.

2. Awali Bersama dengan Mandi

Sebagian besar anak tentu senang mandi sebab di kesempatan inilah mereka bisa bermain air. Ingat hampir sebagian besar anak suka mainan air. Di saat suasana yang menyenangkan inilah kenalkan mereka pada acara gosok gigi. Walau awalnya mungkin susah tapi lama kelamaan pasti mau. Dengan demikian setelah mandi, badan bersih, gigipun juga bersih. Jika cara ini berhasil selanjutnya anak perlu diajari untuk mengosok gigi setelah makan dan sebelum tidur.

3. Berilah Contoh

Anak melihat apa yang orang tua lakukan, bukan hanya ucapkan. Jika anak melihat orang tuanya rajin gosok gigi maka otomatis mereka akan ikut rajin gosok gigi.

4. Ajak Anak Ikut Memilih

Hampir semua sikat gigi dan pasta gigi untuk anak disajikan dengan kemasan dan warna yang menarik. Hal itu dilakukan agar anak tertarik untuk gosok gigi. Namun, jangan lupa untuk mengikutkan peran anak saat memilih sikat gigi atau pasta gigi untuk mereka. Anak biasanya akan bersemangat melakukan sesuatu dengan barang pilihan mereka. Namun demikian pendampingan orang tua saat memilih tetap diperlukan sehingga anak tidak asal pilih melainkan juga tahu kenapa dia harus memakai sikat gigi dan pasta gigi ini. Saat memilih terangkan juga manfaat gosok gigi dan kenapa harus menggunakan sikat atau pasta gigi tersebut.

5. Tetap Berusaha dan Kreatif

Perlu waktu dan juga kesabaran dalam mendidik anak. Hal ini juga berlaku saat mengajari anak gosok gigi. Orang tua haruslah memiliki kesabaran dan kreatifitas dalam mengajarkan kebiasaan ini. Kalau cara satu gagal, pakai cara yang lain dan jangan takut untuk berbagi dengan yang orang tua lainnya.
Semoga tips ini berguna terutama bagi orang tua yang kesulitan mengajari anaknya gosok gigi. Bila Anda memiliki pengalaman menarik dalam mengajari anak gosok gigi silakan berbagi bersama kami :)

d





Beberapa langkah ini bisa dilakukan saat anak demam ya, Ma:

1. Amati dan pikirkan penyebabnya. Bila disusul dengan batuk pilek, Anda pun lega karena jelas penyebabnya adalah ISPA.

2. Amati tanda kegawatdaruratan. Misalnya, penurunan kesadaran (perilaku anak  merupakan parameter kuat untuk menentukan ada tidaknya kegawa daruratan), dehidrasi, kejang, sesak napas, dan sakit kepala hebat (pada anak yang sudah bisa mengkomunikasikan keluhannya).

3. Berikan cairan lebih sering dari biasanya, karena kebutuhan akan cairan akan meningkat saat demam. Demam akan meningkatkan risiko dehidrasi (kekurangan cairan tubuh), padahal dehidrasi akan membuat suhu tubuh lebih meningkat lagi. Ketika sakit, wajarlah jika selera makan anak menurun. Jadi, tawarkan makanan ringan, yang segar, rasanya enak, dan tampilannya menarik. Oya, makan tidak harus nasi, ya. Juga, jangan galau begitu anak menolak makan. Yang penting pada saat ini adalah asupan cairannya.

4. Berikan obat demam, bila perlu. Obat demam tidak akan menormalkan suhu dan tidak menyembuhkan penyebab demam, melainkan agar anak merasa agak nyaman (karena efek pain killer-nya) dan untuk menurunkan 1 atau 2 derajat saja.  Obat demam diberikan saat anak sangat rewel karena merasa tak nyaman atau saat suhu tinggi (sedikitnya di atas 38,5°C). Dengan atau tanpa obat demam, suhu akan naik turun sesuai siklusnya.

5. Kadang, bila suhu sangat tinggi, anak merasa sangat tidak nyaman. Anda bisa mencoba menurunkan suhu tubuh dengan menyeka tubuh anak atau mengompres dengan handuk yang sudah dibasahi air hangat. Kompres air dingin sejenak seolah menurunkan suhu tubuh, padahal selain membuat anak menggigil tak nyaman, kompres dingin justru akan meningkatkan suhu tubuh. Mengapa? Karena saat dikompres dingin, informasi yang diperoleh tubuh adalah di luar suhu dingin. Otomatis termostat pusat pengatur suhu tubuh di otak akan meningkatkan suhu tubuh agar tidak kedinginan.

Siswa Bina Amal Berolahraga

 Dengan cuaca yang kini semakin tidak menentu, anak semakin mudah terserang batuk dan gejala flu, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin.

Sedih memang, namun tahukah Mama bahwa Anda bisa membantu tubuh anak lebih cepat sembuh dengan memperhatikan hal-hal berikut.


  1. Pastikan ia cukup tidur. Ini membantu tubuhnya mendapat sistem imun tubuh yang lebih baik, sehingga bisa melawan virus penyebab batuk dan pilek.
     
  2. Jauhkan dari area berdebu. Bila Anda sedang melakukan renovasi rumah, debu yang berlebihan akan membuat batuk dan pilek anak tak kunjung sembuh karena saluran pernapasannya terganggu. Ada baiknya, Anda mengungsikan anak untuk sementara waktu.

  3. Cukupi kebutuhan anak akan makanan bergizi. Kurangnya asupan makanan bergizi juga merupakan salah satu alasan melemahnya sistem imun tubuh anak Anda. Berikan anak cukup asupan vitamin dari sayur dan buah segar. Juga, jauhkan ia dari makanan cepat saji, permen dan cokelat favoritnya, dll.

Ekskul di Bina Amal

 Saat ayah bunda menjaga si kecil agar tidak terserang penyakit, bukan berarti si kecil harus tinggal di dalam rumah terus. Sistem kekebalan tubuh mereka harus di aktivasi dan dilatih, salah satunya dengan memberikan kesempatan pada tubuhnya untuk berinteraksi dengan lingkunganya. Jadi kalau si buah hati bermain debu atau kotor-kotoran sedikit, tidak apa-apa hanya setelahnya pastikan si kecil membersihkan dirinya.

Anak yang terlalu diproteksi dalam rumah justru cenderung lebih mudah sakit karena sistem kekebalan mereka tidak pernah berlatih menghadapi dunia luar. Agar si kecil terhindar dari serangan penyakit berbahaya tanpa harus mengekang aktifitasnya, berikut adalah saran-saran dari ahli kesehatan untuk ayah bunda.

1. Mencuci tangan. Ajari dan biasakan si kecil mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, setelah bermain di luar, dan setelah memegang binatang peliharaan. Ajari mereka cara mencuci tangan yang benar menggunakan sabun. Jaga kebersihan tubuh mereka dengan membiasakan mandi minimal dua kali sehari, saat pagi dan sore.

2. Asupan nurtisi bergizi. Tidak bisa dipungkiri bahwa asupan nutrisi yang cukup, lengkap, dan berimbang sangat diperlukan mereka, bukan hanya sekedar untuk memacu perkembangan dan pertumbuhan mereka, namun juga agar daya tahan tubuh mereka tetap terjaga sehingga mampu menahan serangan penyakit dari luar.

3. Pakailah masker. Jika ada anggota keluarga atau teman bermain si kecil yang sedang sakit flu, biasakan si kecil untuk menggunakan masker untuk menurunkan resiko tertular. Membiasakan si kecil menggunakan masker mungkin tidak mudah karena dirasa kurang nyaman dan membatasi aktifitas mereka. Berikan penjelasan logis dan sederhana kenapa harus mengenakan masker.

4. Cukup waktu tidur. Salah satu peran tidur adalah memberikan waktu pada tubuh untuk mengembalikan staminanya setelah seharian berakifitas, termasuk menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap aktif. Banyak anak yang jatuh sakit atau tertular flu karena kurang istirahat. Pastikan si kecil mendapatkan jam tidur yang cukup sesuai dengan tahapan usia perkembangannya.

5. Istirahat jika sedang sakit. Jika si kecil terserang penyakit semisal flu atau batuk, kondisikan agar mereka mengurangi aktifitas bermain dan memperbanyak istirahat disamping mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Berikan jus buah atau sayur untuk mempercepat masa penyembuhan mereka.

6. Ajarkan untuk aktif bergerak. Aktif bergerak termasuk berolahraga dapat memicu laju metabolisme agar selalu berada pada keadaan optimal. Berolahraga adalah salah satu alternatif mudah untuk menjaga agar sistem kekebalan tubuh tetap berada pada kondisi puncak.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget