Articles by "Kegiatan SMAIT"


Semarang, 21 Apr. 18. Dalam rangka hari Kartini dan sekaligus masih dalam rangakaian peringatan hari besar Islam Isra’ Mi’raj, departement C (Hubungan Masyarakat dan Syi’ar) OSIS akhwat SMAIT Bina Amal mengadakan berbagai kompetisi dan rangkaian acara yang berjudul: “A Meaningfull Journey”.

Acara ini berlandaskan program kerja humas yang bernama “Islamic Occasion”, yaitu mengadakan berbagai kegiatan dalam setiap hari besar Islam dan nasional. Pada kesempatan kali ini, salah satunya adalah memanfaatkan momentum Isra’ Mi’raj dan Hari Kartini.

"A Meaningfull Journey", tema ini diambil dengan harapan agar siswi SMAIT Bina Amal dapat memaknai perjalanan Isro' Mi'roj Rasulullah SAW yang penuh hikmah dan perjuangan R.A Kartini yang penuh inspirasi dan motivasi. Selain itu tema ini menggambarkan berbagai kompetisi dan rangkaian acara dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj dan hari Kartini yang diadakan oleh Humas OSIS SMAIT Bina Amal. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain:

1. Lomba Retorika Muslimah (ROMLAH),
2. Lomba Hijab Challange,
3. Lomba dan final LCCI (lomba cerdas cermat islami),
4. Ditutup pada malam hari dengan acara nonton bareng, sekaligus pengumuman pemenang lomba-lomba.

Kegiatan ini sudah direncanakan sejak bulan Maret pada rapat pembahasan program kerja OSIS SMAIT Bina Amal. Acara ini sangat menarik antusias para siswi, meskipun dipersiapkan hanya dalam waktu 6 hari. Asrama pun sepi walau tak semua orang menjadi perwakilan lomba. Hal ini sungguh menjadi suatu apresiasi bagi panitia pelaksana. Walaupun hanya sederhana, Humas tidak setengah-setengah dalam mengupayakan

· Dalam lomba retorika muslimah, setiap kelas mewakilkan 3 peserta untuk berpidato 3 bahasa, yaitu: Arab, Inggris dan Jawa. Terdapat 4 juri penilai yaitu: Usth. Resti, Usth. Erma, Usth.Yunita, dan Ust. Rizal.

· Dalam lomba Hijab Challange, yang dinilai adalah keselarasan dan kekompakkan tim dalam memperagkan hijab muslimah yang stylish, dan dinilai oleh juri yaitu Usth. Annisa Nur Aini.

· Dalam lomba cerdas cermat islami, terdiri dari babak penyisihan dan final. Para peserta dituntut untuk berfikir kritis karena pada babak final, Ust. Saif Robbani dan Ust. Hidayat mengajukan soal secara spontan. Dan ini menambah keseruan acara.

· Selain itu, panitia juga menyediakan spot untuk photobooth bagi siswi-siswi yang ingin berfoto dan bertujuan untuk menyemarakkan acara.

“Acaranya wow, hebat, keren dan istimewa” ujar beberapa siswi yang dimintai 1 kata untuk acara ini.

“Saya ucapkan selamat kepada humas OSIS yang telah berhasil mengadakan acara ini, saya tahu betapa keras usaha kalian dalam mewujudkannya” ujar Usth. Erma.

Lomba-lomba tersebut, mempunyai banyak tujuan.

1. Retorika Muslimah bertujuan untuk melatih para siswi dalam melatih kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking, meningkatkan kepercayaan diri, juga melatih kemampuan siswi dalam mempraktikkan 3 bahasa tersebut.

2. Hijab Challange bertujuan untuk mengembangkan kreatifitas para siswi dalam bidang fashion dan meningkatkan rasa percaya diri.

3. Sedang lomba LCCI bertujuan untuk menambah wawasan baik materi Islam maupun umum.

Acara ditutup dengan nonton bareng, pengumuman juara sekaligus video acara lomba pada pagi hari tadi. Walau masih banyak yang perlu dievaluasi, namun secara keseluruhan kegiatan ini sangat bermanfaat dan di ikuti secara semangat oleh siswi SMAIT Bina Amal.

“Kalian patut diapresiasi” ujar Ust. Saif Rabbani.

Semoga OSIS SMAIT Bina Amal dapat mengadakan lomba-lomba yang lebih hebat kedepannya.







Jum’at, 13 April, 2018. Siswa dan siswi SMAIT Bina Amal memeriahkan perayaan hari besar momentum Isra’ Miraj dengan mengadakan kajian yang mengusung judul “Hikmah dibalik perjalanan isra’ miraj Rasulullah SAW”

Acara yang berlangsung sejak pukul 19.50 ini dibuka dengan performance dari siswa ikhwan kelas 11 anggota ekskul rebana yang membawakan lagu shalawat dari syubanul muslimin. Penampilan tersebut sangat menyihir dan bersemangat sehingga memuat para audience semakin antusias sebelum kajian dimulai.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembawaan tasmi’ oleh  Arrafi dengan tujuan agar acara semakin berkah. Disusul dengan sambutan dari bapak kepala sekolah SMAIT Bina Amal ustad Setyawan yang menyampaikan tentang pentingnya mengambil hikmah isra’ miraj. MC kemudian memperkenalkan  Akhyarus shalih sebagai moderator yang akan memimpin jalannya kajian ini.

Moderator kemudian memperkenalkan pembicara yang sangat spesial yaitu ustad Sufyan Sauri H. LC. Yang merupakan Koordinator Ikatan Alumni Madinah.

Materi yang disampaikan terkait isra’ miraj dibawakan ustad Sauri dengan pembawaan yang mengalir lancar dan dapat dengan mudah dipahami siswa-siswi. diawali dengan pancingan pertanyaan “’apa’itu isra’ miraj???” isra adalah perjalanan nabi SAW di malam hari dari masjidil Haram ke masjidil Aqsha. Sedangkan, miraj adalah naiknya nabi SAW ke langit Sidratul Muntaha. 

Setelah menyelinap ke rumah saudarinya yaitu shahabiyah Ummu Hani binti Abdul Muthalib, kemudian nabi SAW menaiki Buroq. Yaitu kendaraan yang kecepatannya seperti kilat, besarnya lebih tinggi dari keledai dan lebih pendek dari bighal. Yang apabila sekali melangkah, maka sudah sampai diujung penglihatan kita. Bersama Jibril, menuju masjidil Aqsha dan disana bertemu nabi Musa, Isa, Ibrahim. Rasulullah dipersilahkan menjadi iman shalat mereka. Lalu Rasulullah naik ke langit yang disetiap langit dijaga para malaikat.

Urutan langit nya sebagai berikut:

1. Nabi Adam AS
2. Nabi Isa dan Yahya
3. Nabi Yusuf
4. Nabi Idris
5. Nabi Harun
6. Nabi Musa
7. Nabi Ibrahim. Saat itu beliau sedang bersandar di Baitul Makmur. Yaitu tempat para malaikat thawaf.

Saat di Sidratul Muntaha, Rasulullah melihat Arsy singgasana Allah tanpa hijab (tabir). Rasulullah menerima perintah shalat pertamakalinya. Pertama kali Rasulullah diperintahkan mendirikan shalat 50 waktu dalam sehari. Lalu, Rasulullah mendiskusikannya dengan nabi Musa, yang umat nya berbadan besar dan kuat, namun sulit beriman. Sehingga akhirnya menjadi 5 waktu.

Rasulullah kemudian turun kembali ke bumi di rumah Ummu Hani binti Abdul Muthalib. Setelah diceritakan oleh nabi SAW, Ummu Hani langsung percaya dan beriman namun mencegah nabi SAW menceritaknannya kepada orang-orang karena takut dan khawatir Rasulullah akan dihina. Ternyata setelah Rasulullah menyampaikan perjalanannya isra’ mi’raj, penolakan masyarakat sangat besar. Bahkan yang sudah beriman, sebagian ragu dan murtad mendengar cerita tersebut. Apatah lagi orang kafir quraisy. Padahal banyak bukti yang menunjukan kebenaran Rasulullah.

Pada intinya, banyak hikmah yang bisa dipetik oleh kita. Diantaranya:

1. Isra’ mi’raj adalah salah satu mukjizat yang harus kita imani. Dan meyakini bahwa kejadian tersebut benar terjadi. (QS. Al-Isra’:1)

(Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hambaNya di malam hari dari masjidil Haram hingga masjidil Aqsha...)

2. Isra’ mi’raj adalah momen yang menjadi pembeda/pemisah antara kaum muslim dengan yang kafir. Karena shalat adalah titik pembeda.

3. Orang yang tidak mengerjakan shalat dikategorikan sebagai orang kufur dan akan dibersamai oleh qarun and fir’aun

4. Orang-orang yang bermalas-malasan dalam shalat, meskipun dia beriman dia tetap memiliki dosa besar (menunda)

5. Hukum shalat berjamaah adalah fardhu kifayah. Walaupun memiliki keterbatasan namun bila mendengar adzan tetap berjamaah. Contohnya si buta Abdullah bin ummi Maktum dalam surat abasa

6. Ketika seseorang mendirikan shalat malam, sesungguhnya dia dilihat (disaksikan) malaikat penjaga siang dan malam. Urutan prooritas adalah shalat fardhu => shalat malam (tahajjud) =>shalat malam.

Materi disampaikan ustad Sauri dengan banyak pertanyaan berhadiah jajan, yang membuat para ikhwan dan akhwat semangat memperhatikan dan menjawab pancingan pertanyaan. Dalam pekikan takbir malam itu menjadi terasa euforia suasana menuntut ilmu dalam kesemangatan. Pada pukul 21.30, acara pun ditutup setelah sebelumnya doa’ bersama yang dipimpin ustad Sauri.









Selasa, 3 April 2018 siswa SMA IT Bina  Amal melakukan kunjungan ke 3 tempat sekaligus.
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka Puncak Tema SMA IT Bina Amal.

Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas X dan kelas XI sejumlah 110 siswa, didampingi oleh guru pendamping.

Bahkan kepala sekolah pun ikut serta membersamai sebagai wujud perhatian dan support terhadap para siswa.

Kunjungan dibagi dalam 3 tempat.
1. Kelas XI IPS ke Fakultas Ekonomi Unnes.
2. Kelas XI IPA ke Fakultas Teknik Undip.
3. Kelas X ke Polrestabes Semarang.

Di UNNES dan UNDIP siswa mendapat gambaran tentang berbagai jurusan yang dapat ditempuh siswa yang akan melanjutkan ke Perguruan Tinggi.
Selain itu siswa juga mendapat motivasi dan strategi lolos PTN.

Sebelumnya kelas XI juga pernah berkunjung ke UGM, UAD dan UII pada awal maret lalu.

Kunjungan ke Polrestabes, bagi siswa kelas X bertujuan untuk mendapatkan pemaparan langsung tentang peraturan-peraturan, jenis-jenis tindakan yang termasuk criminal dan merusak generasi anak bangsa. Di sana siswa juga dapat melihat langsung suasana mencekamnya tahanan sementara di Polrestabes.
Sehingga siswa akan lebih termotivasi untuk menjaga dan mengendalikan diri dari segala perilaku yang merugikan diri sendiri dan bangsa.

Berikut adalah kesan beberapa siswa setelah melakukan kunjungan. Rendi siswa kelas XI IPA 1 mengatakan, "Ternyata untuk masuk teknik arsitektur tidak harus pinter fisika."

Syafrian kelas XI IPS merasa mendapat informasi banyak, khusunya tentang peluang-peluang beasiswa di Perguruan Tinggi.

Alif kelas X MIA 1 dan Aurel kelas X IIS 1 merasa sangat berkesan, "Kami jadi tau peraturan-peraturan, tentang narkoba, teroris, dan dampak-dampaknya. Juga bisa mengenal lebih peran polisi sebagai pengayom masyarakat."

Kegiatan ini adalah Puncak Tema terakhir yang dilakukan di semester genap, setelah ini siswa bisa lebih fokus menyiapkan Ulangan Kenaikan Kelas.







Semarang, tanggal 23 Februari 2018 Tim Olimpiade SMA IT Bina Amal terbang ke Makassar untuk mengikuti sesi final Olimpiade Matematika Tingkat Nasional. Acara mulai dari tanggal 24-26 Februari 2018. Pelaksana kegiatan ini adalah Himpunan Mahasiswa Matematika Universitas Muhammadiyah Makassar.

Olimpiade ini berlangsung di Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar. SMA IT Bina Amal Sendiri mengirim satu tim yang terdiri dari dua siswi yakni Hanifah Az Zahra dan Rizki Amelia Hadi dengan pendamping Rico Prasetyo K, M.Pd. Sebelum ke Makassar tim SMA IT Bina Amal menjalani babak penyisihan tingkat Rayon Semarang dan lolos menjadi juara 1. Sehingga mengikuti sesi berikutnya di Makassar.

Di Makassar mereka harus bersaing dengan 76 Tim dari Seluruh Indonesia. Dan semua peserta adalah kelas XII, sedang Hanifah Az Zahra dan Rizki Amelia Hadi masih duduk di kelas X. Meskipun demikian, mereka berdua tidak patah semangat.

Sampai berita ini ditulis kompetisi masih berlangsung dan semoga perjuangan mereka membawa harum nama Bina Amal. Menurut Rico Prasetyo lomba kali ini sungguh luar biasa. Pesertanya dari seluruh Indonesia. Kami dalam membimbing selalu memotivasi anak-anak agar berjuang dengan sungguh-sungguh dan menanamkan keyakinan bahwa semua bisa dilalui.

Dengan segala daya dan upaya mereka akhirnya masuk dua puluh besar. Bagi kami pencapaian anak-anak cukup memuaskan mengingat mereka baru kelas sepuluh. Insya Allah di waktu mendatang kita akan berusaha untuk lebih baik lagi, Imbuhnya. 

Teruslah berprestasi, tetap semangat..karena apapun yang terjadi, kalian adalah juara di hati kami...(Kiswanto)



Semarang 15 Februari 2018 SMA IT Bina Amal mengadakan Camping / Kemah bertajuk “Youth Islamic Camp” di Promasan Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal. Acara berlangsung selama dua hari mulai tanggal 15-16 Februari 2018. Dalam acara tersebut sejumlah 42 siswa putra dan 9 pendamping.

Dalam acara tersebut agenda utamanya adalah pelantikan pengurus OSIS dan MPK 2018/2019. Pemberangkatan sekitar pukul 14.30 dengan kendaraan bak terbuka menuju medini (pos pemberangkatan). Guyuran hujan dan angin kencang mengiringi para peserta menuju tempat camping. Sampai di Promasan peserta dan pendamping mendirikan tenda dilanjutkan makan malam dan istirahat. Pada pagi harinya dilanjutkan pelantikan pengurus OSIS dan MPK (Majelis Perwakilan Kelas). Ketua OSIS dan pengurus mengucapkan janji yang dipandu M.Bajuri selaku Wakil Kepala Sekolah.

Hari kedua cuaca cukup cerah dan kadang disertai dengan kabut. Anak-anak begitu menikmati perjalanan kali ini. Setelah selesai acara pelantikan dan melihat Goa Jepang mereka beres-beres tenda kemudian dilanjutkan jalan kaki menuju Medini untuk sholat Jumat. Selesai sholat anak-anak dan pendamping melanjutkan perjalanan menuju Nglimut Gonoharjo dan naik kendaraan menuju sekolah.

Menurut Akhyar (ketua OSIS SMA IT Bina Amal). Acaranya cukup melelahkan tapi seru karena kami bisa menikmati indahnya perkebunan Teh dan Air Terjun. Dalam perjalanan kami juga belajar bagaimana bekerja sama dengan yang lainnya, membantu teman ketika ada yang sakit karena kelelahan dan sebagainya, tandasnya.

Panitia mengadakan agenda ini bertujuan agar anak-anak dapat menikmati anugrah Allah dan bersyukur atas semua karunianya. Selain itu dalam agenda ini juga diharapkan hubungan antar siswa dan guru semakin akrab. Melihat agenda kali ini berjalan lancar, ada kemungkinan agenda serupa dapat dilaksanakan tahun depan. (Kiswanto)





Semarang, 10 Februari 2018 kampus Bina Amal kedatangan ratusan tamu dari berbagai tempat. Mereka adalah calon siswa baru di SMP IT dan SMA IT Bina Amal tahun didik 2018/2019 yang akan mengikuti Tes masuk sekolah. Mereka akan mengikuti tes akademik, Tahfizh, wawancara dan pengukuran seragam.

Tahun ini SMP IT Bina Amal membuka dua kelas putra dan dua kelas putri. Sementara untuk SMA IT Bina Amal membuka dua kelas IPA dan dua kelas IPS. Masing-masing kelas terdiri dari putra sendiri dan putri sendiri. Para calon siswa baru bbegitu antusias mengikuti setiap tahapan. Mulai dari verifikasi berkas, tes akademik yang mana untuk SMA IT Bina Amal tahun ini memakai tes Online.

Menurut Humas panita, Acara seleksi ini adalah rangkaian dari agenda PPDB. Pelaksanaan pendaftaran dibuka pada tanggal 20 November 2017 dan ditutup pada 28 Januari 2018. Alhamdulillah antusias masyarakat untuk mendaftarkan putra-putrinya di Bina Amal cukup tinggi. Mereka datang dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah dan beberapa ada yang dari luar jawa tengah. Tadi malam sudah ada beberapa yang datang dan menginap di sekolah.

Selain tes calon siswa baru, pihak sekolah juga melaksanakan tes wawancara kepada orang tua calon siswa baru. Salah satu tujuannya adalah menyamakan persepsi tentang proses pendidikan di lingkungan SMP IT dan SMA IT Bina Amal. Acara dimulai pukul 07.30 yang didahului dengan verifikasi berkas. Setelahnya dilanjutkan tes akademik di lab. Komputer selama sembilan puluh menit kemudian dilanjut tes wawancara,tahfizh dan ukur seragam. Sementara itu, orang tua berada diruang tunggu sambil mengisi quisioner yang disediakan panitia dilanjut wawancara dengan pimpinan yayasan dan sekolah. (Kiswanto)





Semarang, 31 Januari 2018 sekitar pukul 09.00 wib rombonagan Kelas XI SMA IT Bina Amal Semarang tiba di Kantor Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi Jawa Tengah di Jl.Perintis Kemerdekaan No.175 Semarang. Kunjungan ini dalam rangka melaksanakan program Puncak Tema. Tema yang diangkat kali ini adalah “Balance” atau keseimbangan.

Dalam kunjungan itu anak-anak diajak keliling gedung BPK dari lantai satu sampai lantai empat. Siswa yang terdiri dari jurusan IPA dan IPS begitu antusias mengikuti arahan dari tim HUMAS BPK. Mereka melihat dari satu bagian ke bagian lainnya. Ada arsip,perpustakaan,klinik, Informasi Teknologi dan masih banyak lagi.

Di sesi akhir anak-anak mendapat penjelasan langsung dari Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah Bapak Heri Subowo. Dalam paparannya beliau menyampaikan Sejarah, Visi dan Misi, Tugas, Kode etik dan beberapa hal yang berkaitan dengan Pemeriksaan Keuangan. Dalam kesempatan itu pembicara juga mengajak berdialog dengan saling memberikan pertanyaan. Peserta begitu antusias menyampaikan pertanyaan tentang hal-hal yang terkait dengan peran Badan Pemeriksa Keuangan.

Sementara itu, Heri Subowo juga bertanya kepada peserta dan perwakilan guru pendamping. Bagi peserta dan pendamping yang dapat menjawab pertanyaan mendapat doorprise. Heri Subowo mengapresiasi kunjungan SMAIT Bina Amal ke kantornya dan berharap kedepan dapat bekerja sama lebih baik lagi. Menurutnya anak-anak antusias dalam mengikuti tour dari ruangan satu ke ruangan lainnya. Termasuk waktu sesi presentasi.

Menurut Damarjati salah satu siswa kelas XI Putra menyampaikan kunjungan kali ini menarik karena tempat yang dikunjungi memiliki fasilitas lengkap untuk menunjang kinerja Auditor yang membutuhkan ketelitian dan kondisi yang prima saat melakukan pekerjaannya. Walaupun capek ia mengaku puas pada puncak tema kali ini, Imbuhnya. Sementara itu, M. Bajuri yang mewakili pihak sekolah merasa senang karena sambutan dari BPK yang begitu luar biasa dan ternyata kondisi kantornya jauh diatas perkiraan kita. Semoga anak-anak mendapat pelajaran yang banyak dalam kunjungan kali ini. (Kiswanto)

 

Senin, 8 Januari 2018 pukul 07.45 WIB bertempat dilapangan basket Ikhwan / Putra SMA IT Bina Amal mengadakan upacara bendera dan Kepala Sekolah sebagai pembina upacara. Acara diikuti seluruh santri dan guru SMA IT Bina Amal Semarang

Setelah upacara sekitar pukul 08.30 WIB para santri tidak langsung menuju kelas masing-masing. Mereka bersiap untuk mengikuti Rihlah keluar sekolah. Tempat acara dibagi dua yakni di pemandian air panas Citra Asri untuk Ikhwan (Putra) dan di Cilosia Bandungan untuk Akhwat (Putri). Santri yang berpartisipasi dalam agenda ini sejumlah 42 Ikhwan dan 60 Akhwat.

Dengan wajah ceria para santri antusias mengikuti games yang disiapkan panitia. Games putra berupa estafet sarung, nampan air ajaib dan di akhir mereka berenang bersama. Sementara untuk Akhwat gamenya berupa pesan berbisik dan estafet tepung. Rangkaian acara berjalan dengan lancar. Tujuan acara Rihlah kali ini adalah untuk menjalin keakraban dan ajang saling memaafkan antar anggota sekolah serta asrama. Hal ini penting agar perjalanan selama satu semester kedepan dapat berjalan dengan lebih baik. (Kis)




Rabu, 25 Oktober 2017 SMA IT Bina Amal mengadakan kegiatan Stadium General dengan tema "Strategi Tembus PTN".

Acara diawali dengan penampilan grup rebana terbaik SMA IT Bina Amal yang memukau para peserta. Dilanjutkan pemaparan dari narasumber.

Menurut Setyawan, S.Pd, Kepala Sekolah SMA IT Bina Amal,  kegiatan ini diadakan sebagai bentuk komitmen SMA IT Bina Amal untuk terus mendorong siswanya berprestasi hingga bisa melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri.

Dalam acara ini, narasumber yang dihadirkan adalah Prof. Dr. Rustomo, M.Hum (Wakil Rektor Bidang Akademik UNNES) dan Dr. Bambang Cahyono, M.S (Dosen UNDIP).

Narasumber memberikan gambaran dinamika Perguruan Tinggi dan syarat-syarat untuk siswa bisa lolos SNMPTN/ SBMPTN.

Selain itu siswa juga mendapat gambaran jurusan dan profesi yang menjadi favorit dan banyak menjadi pilihan.

Berikut tips yang disampaikan oleh Dr. Bambang Cahyono agar siswa dapat lolos SNMPTN/ SBMPTN:

1. Belajar dengan tekun
2. Raih prestasi nilai rapot tinggi pada semester 1-5
3. Latihan soal SBMPTN minimal 10 soal setiap hari.

Nayli Hadfina, siswa kelas XI menuturkan, "Walaupun ada rasa takut dan ragu bisakah nanti masuk PTN, tapi saya jadi tau strategi yang harus disiapkan sejak sekarang".

Siswa lainpun sangat antusias dalam session tanya jawab.

Pemaparan narasumber memberi motivasi kuat kepada siswa SMA IT Bina Amal untuk lebih tekun belajar, meraih prestasi terbaik di tingkat SMA sebagai bekal untuk melanjutkan ke PTN. (yi)

#humassmait




Sabtu, 21 Oktober 2017 delegasi lomba dari SMAIT Bina Amal memenangkan juara ke- 3 GEOGRAPHY CHAMPIONSHIP tingkat nasional.

Di dalam lomba tersebut Bina Amal berhasil mengalahkan SMA Taruna yang pada tahun sebelumnya menjadi juara umum. Hal ini sesuai dengan yang diutarakan oleh guru pendamping Ibu Dwi Utami Putri, S.Pd. Utami mengatakan bahwa pesaing terberat mereka adalah SMA Taruna dan SMA Negeri 3 Semarang.

Selain itu, Ival dan Nasir yang merupakan delegasi dari SMA IT Bina Amal harus bersaing dengan lebih dari 50 sekolah pilihan se Indonesia. Ada dari Jakarta, Cilacap, Banjarnegara, Demak, Kudus, Pati, dan luar jawa.

Sebagaimana diketahui bahwa Geography Championship ini diadakan oleh Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang.

Bidang lomba yang dimenangkan oleh siswa SMA IT Bina Amal adalah kategori orienting yang diadakan di desa Pakintelan, Kecamatan Gunungpati.

Kemenangan ini adalah rahmat dari Alloh SWT semata. Menjadi pemacu semangat SMA IT Bina Amal untuk senantiasa menjaga kualitas peserta didiknya, agar menjadi pribadi-pribadi yang sholeh dan berdaya guna. Generasi yang patut dibanggakan oleh Indonesia.

(Humas SMAIT Bina Amal)


Kamis, 17/8/2017 OSIS SMAIT Bina Amal mengadakan peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke-72 dengan lomba yang sudah terkubur. Sebanyak 116 siswa SMA Bina Amal mengikuti dam-daman masal di lapangan Basket.

Tema peringatan HUT RI ke-72 ini adalah “Generasi Muda Berkarakter, Cintai Budaya Indonesia”. Ketua OSIS, M. Akhyarus Sholih meyatakan bahwa pemuda harus meneladani para pendiri bangsa, menghidupkan budaya Indonesia serta mengisi kemerdekaan dengan terus memperbaiki karakter pemuda.

Kegiatan yang diawali dengan upacara bendera gabungan SMP IT dan SMA IT Bina Amal ini dimeriahkan juga dengan lomba-lomba pendukung yaitu orasi kemerdekaan dengan tema “cinta negara sebagian dari iman:, tarik tambang, TTS cak lontong, rebutan kursi, serta  estafet koin dalam tepung.

Agenda ini ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan berupa baju batik yangmerupakan identitas Indonesia kepada Ahmed Abdul Salam, mahasiswa Mesir yang selama sebulan mengajar bahasa Inggris di sekolah.



MPLS bersama Dosen Fak Hukum dan MIPA UNNES
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sebelumnya disebut Masa Orientasi Siswa (MOS) atau Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB), merupakan sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah guna menyambut kedatangan para peserta didik baru.

Hampir seluruh sekolah negeri maupun swasta menggunakan cara itu untuk mengenalkan almamater pada peserta didik baru..

MPLS dijadikan sebagai ajang untuk melatih ketahanan mental, disiplin, dan mempererat tali persaudaraan. MPLS juga sering dipakai sebagai sarana perkenalan siswa terhadap lingkungan baru di sekolah tersebut. Baik itu perkenalan dengan sesama siswa baru, senior, guru, hingga karyawan lainnya di sekolah itu. Tak terkecuali pengenalan berbagai macam kegiatan yang ada dan rutin dilaksanakan di lingkungan sekolah.

Masih adakah MOS yg tidak mendidik di sekolah-sekolah? Seharusnya sdh tidak ada lagi.

Kegiatan menyambut peserta didik baru..hendaknya dikemas dengan kegiatan yang menarik, menyenangkan, dan tidak memberatkan siswa dgn tugas-tugas yg tak masuk akal.

SMA IT Bina Amal Semarang, sejak senin 17 Juli kemarin adakan kegiatan MOS yg sekarang dikenal dengan MPLS, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.

Kegiatan dirancang sebagai ajang untuk:
melatih ketahanan mental, disiplin, mempererat tali persaudaraan antar sesama siswa baru, kakak kelas, dan guru..

Salah satu kegiatan mengundang dosen Fakultas Hukum dan Fakultas MIPA Unnes, ice breaking, games dan masih banyak lagi. Semua dikemas agar siswa baru lebih bersemangat. Semangat belajar, semangat ibadah, semangat bersaudara dan semangat berlomba-lomba dalam kebaikan.

humas smait
osis smait












Hari Guru di Sekolah Islam Terpadu Bina Amal begitu istimewa. 
Ada banyak kejutan dari siswa kepada Bapak Ibu Gurunya.
Mereka rela patungan untuk membuat bahagia Bapak Ibu Gurunya
Mereka rela berkeringat, bersusah payah membuat berbagai macam karya untuk di persembahkan kepada Bapak Ibu Gurunya
Tak terasa setitik air mata jatuh membasahi 

Ada yang mempersembahkan bunga...
Ada yang mempersembahkan puisi...
berbagai macam karya mereka buat...

Bapak Ibu Guru pun begitu gembira dan terharu...
Berbagai tanda cinta dari murid mereka terima dengan suka cita
Tak ketinggalan berbagai hadiah dan  Lomba dipersiapkan oleh anak-anak...
Mereka tertawa bersama...
Mereka bermain bersama...
tak ada sekat..
tak ada batasan...

Guruku....
Engkaulah pahlawanku...
Engkaulah inspirasiku...
Engkaulah...
Teladanku...

humas@binaamal.info
humaskbtkit
humassdit
humastkit02
humassdit02
humassmpit
humassmait



Septi Peni Wulandani, Pembicara Pertama Seminar parenting



Pertama, Kiri. Bu Nur  dari BIna Amal penerima Fresh Money dari Pembicara kedua karena menjawab pertanyaan dengan benar

Syifa, Siswa kelas 1 SDIT Bina Amal, Menghafal QS 'Abasa


Dua dari kiri, Bu Syamsi menerima doorprize tupperware dari panitia. Bu Dian dan Bu May dari Bina Amal juga menerima doorprize.
Pernahkah mendengar ibu rumah tangga? Apa yang terbersit saat mendengar pekerjaan perempuan adalah ibu rumah tangga? Lalu, bagaimana dengan ibu rumah tangga profesional yang mampu melejitkan potensi anak dengan prestasi yang melesat?
Sangat jarang perempuan Indonesia yang bercita-cita menjadi ibu rumah tangga. Disampaikan oleh Septi Peni Wulandani sebagai pembicara pertama, “Mahasiswi pun setelah wisuda berbondong-bondong mencari kerja demi pekerjaan yang dicita-citakan tercapai bukan menjadi ibu rumah tangga yang mengurus anak dan keluarga.”
Disampaikan juga bahwa Ibu Septi mengubah status pekerjaannya dari PNS ahli gizi menjadi Ibu Rumah tangga ahli keluarga. Melepas status PNSnya bukanlah hal mudah. Tahun pertama menjadi pelajaran awal memasuki sekolah dengan prodi ibu rumah tangga profesional. Banyak orang yang mempertanyakan apa yang hendak dicari kebanyakan orang, bahkan ada yang rela memberi uang puluhan juta justru ia lepas. Tiga kata berubah pula jadi tiga kata, dari PNS menjadi IRT. Namun, banyak orang yang memberi applause atas prestasi sebagai ibu rumah tangga profesional termasuk ratusan peserta seminar parenting bertema “Orangtua Hebat, Potensi Anak Melesat” Sabtu (23/04) di Gedung Graha Wisata Semarang.
Kini, banyak prestasi yang ditorehkan Septi Peni Wulandani. Media massa pun mengenalnya sebagai ibu rumah tangga dengan segudang prestasi dan penghargaan. Keluarganya juga menelurkan 15 hak paten atas karyanya. Prestasi anak-anaknya juga tak kalah hebatnya. Enes, putri pertama lulus S1 diusia 18 tahun dan telah magang dengan 3 mentor di bidang Family Finance planner, integrator, project manager, founder komunitas the brightbride serta penerima penghargaan Young Changemaker Ashoka Foundation Tahun 2009. Ara, putri ke dua mendapatkan penghargaan Moo’s Project dari Ashoka Foundation dan menjadi pelopor di usia belia. Elan, diundang Prof. Fumikazu Mazuda ke Jepang dan menjadi pembicara untuk memotivasi anak-anak Jepang atas prestasinya dibidang robot.
Atas prestasi keluarganya, banyak peserta seminar yang terisnpirasi untuk menjadi ibu rumah tangga yang profesional. Salah satunya Listiani Tri Utami. Menurutnya, Ibu Septi Peni wulandani sangat bagus dalam menyampaikan materi dan saya ingin mengikuti jejaknya. Tak hanya perempuan, peserta laki-laki pun mengidolakan konsep pembangunan peradaban rumah tangganya.
Keluarga merupakan masyarakat pertama dan utama untuk menjadi perubahan. Disampaikan oleh Septi bahwa tahun 2016 memasuki MEA banyak negara mendatangi Indonesia dan tahun 2050 akan banyak warga negara asing andil di segala bidang termasuk persaingan bisnis. Jika anak kita tidak menjadi pemimpin pasti jadi pekerja, ibarat kata terjajah di negeri sendiri. Septi mengajak peserta seminar untuk menjadi orangtua hebat yang menjadikan anak sebagai pemimpin dengan prestasi anak melesat seperti tokoh-tokoh muda islam yaitu Muhammad Al Fath di usia 22 tahun mampu menakhlukkan Konstantinopel, Usamah bin Zaid di usia 18 tahun mampu memimpin pasukan yang anggotanya para pembesar seperti Abu Bakar dan Umar, Zaid bin Tsabit, di usia 13 tahun mampu menulis wahyu, dalam 17 malam mampu menguasai bahasa Suryani.
Sebagai pembicara pertama dalam seminar parenting, Septi telah memberi contoh membangun peradaban rumah tangga yang profesional, menjadi ibu rumah tangga yang profesional. Sedangkan Anwar Jufri, Pembicara kedua menguatkan peserta seminar sebagai calon orangtua sukses dengan dua kunci yaitu meminta atau berdoa kepada Alloh dan terus berusaha. Menjadi orangtua yang profesional bukanlah hal yang mudah. Akan ada hal-hal yang harus diubah. Pilihannya hanya ada dua kata yaitu berubah atau kalah.
Senada dengan Ketua IZI Jawa Tengah, Djoko Adhi Saputro dalam sambutannya mengatakan bahwa tantangan orangtua lebih berat dalam mendidik anak jaman sekarang dengan jaman sebelumnya karena banyak perubahan-perubahan yang kita hadapi. Sementara dalam sambutannya, ketua Hijabers Mom Community Semarang, Siti Adam mengatakan tidak ada yang lebih membahagiakan bagi orangtua selain memiliki anak-anak yang sholih sholihah, berbakti, berbudi pekerti luhur, menjadi generasi yang bertaqwa, cerdas, mandiri, dan bermanfaat bagi banyak orang.
Kegiatan seminar parenting  tersebut terselenggara atas kerjasama berbagai pihak yaitu Hijabers Mom Community, Inisiatif Zakat Indonesia, Jutawan Moment, Kamilia, Tabung Peduli, BNI, Tupperware, Water kangen, Wardah, dan Graha Wisata. Bu Syamsi, Seminar Parenting.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget