Latest Post



Semarang, Sebanyak 20 Orang Janda dan Dhuafa penduduk sekita SDIT Bina Amal 02 mengikuti Bakti Sosial menyambut datangnya Bulan Ramadhan 1440 H, Sabtu 27 April 2019.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula TKIT Bina Amal 02 ini diselenggarakan oleh Bidang Dakwah Yayasan Wakaf Bina Amal bekerjasama dengan Bimbingan Tahsin Aisha.

Menurut Rahayuningsih S.Pd, selaku ketua Bidang Dakwah Yayasan Wakaf Bina Amal menyatakan bahwa tujuan diadakan  kegiatan ini adalah sebagai wujud kesyukuran kita atas nikmat yang Allah berikan yaitu dengan memberi perhatian kepada masyarakat sekitar Bina Amal 02 yang kurang mampu , terutama janda dan dhuafa.

"Kegiatan ini, Insyallah akan diadakan rutin setiap tahun menjelang datangnya bulan suci Ramadhan," adapun bingkisan yang diberikan berupa sembako (beras, gula, teh, kopi, mie instan, minyak goreng), imbuhnya.



Sakdiyah S.Pd, Kepala Sekolah TKIT Bina Amal Semarang sukses menyabet juara 1 dalam lomba Best Practice kepala sekolah tingkat provinsi Jawa Tengah yang digelar pada Ahad 31 Maret 2019 di hotel Siliwangi Semarang.

Lomba Best Practice tahun ini merupakan lomba dengan persaingan yang sangat ketat. Karena diikuti oleh perwakilan seluruh kepala sekolah TK berprestasi se Jawa Tengah. Saking ketatnya Lomba Best practice tahun ini dinilai oleh 3 juri yang sangat berpengalaman dalam bidangnya yaitu DR Ali Formen dosen PG PAUD Unnes yg menyelesaikan S2 dan S3 nya di Australia. Ibu Nur Mufliha juara Best praktis tahun kemarin, dan pak Sujo.

Penilaian yg dilakukan oleh dewan juri meliputi orisinalitas, memiliki kemanfaatan dalam menunjang pengembangan keprofesionalan berkelanjutan, ilmiah, konsisten, dan presentasi peserta. Kemudian Peserta lomba memberikan presentasi tiap peserta 15 menit. Presentasi lomba dimulai pada hari sabtu pukul 19.00 - 22.30 WIB dilanjutkan pada hari ahad dari pukul 07.00- 13.00 WIB.

Alhamdulillah,berdasarkan keputusan dewan juri , ibu Sakdiyah, S.Pd dengan Best praktisnya yang berjudul "MLM Menjadikan Sekolahku Luar biasa" mendapatkan juara 1 tingkat provinsi Jawa Tengah.

Sakdiyah, S.Pd menjelaskan, bahwa MLM yang di maksud adalah strategi untuk meningkatkan mutu sekolah. Adapun MLM merupakan singkatan dari :

1) Memberikan pemahaman kepada orang tua tentang pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi pertumbuhan dan perkembangan putra- putrinya, Pemilihan koordinator kelas di setiap kelas,
2) Libatkan orang tua dalam pencapaian target pembelajaran dan pelibatan orang tua dalam kegiatan program tahunan sekolah.
3) Mensukseskan bersama sekolah dalam merealisasikan program sekolah.

Atas raihan prestasi tersebut, Sakdiyah, S.Pd berhak mewakili Provinsi Jawa Tengah untuk lomba Best Practice kepala sekolah TK berprestasi tingkat Nasional .

Barokallah..Bu Sakdiyah S.Pd semoga bisa memotivasi dan menjadi teladan bagi semua civitas Bina Amal…

Hasil evaluasi penulis sebagai Kepala TK pada beberapa tahun terakhir ini menunjukkan jumlah sampah anorganik yang menumpuk yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk media pembelajaran di TKIT Bina Amal.Hal ini menjadi sebuah peluang yang perlu di manfaatkan dengan keterlibatan orangtua. Keadaan tersebut selanjutnya menjadi tugas secara manajerial bagi Kepala TK melalui strategi “POM BENSIN”.

Berdasarkan latar belakang tersebut maka strategi pemecahan masalahnya adalah “ POM BENSIN“ yaitu: 1) Sosialisasi program, 2) Pelaksanaan Program Pemberdayaan Sampah, 3) Implementasi Pengolahan Sampah, 4) Evaluasi program

Hasil yang dicapai dari strategi yang dipilih adalah 1) akademik, yang meliputi a) peningkatan kemampuan perkembangan anak yang meliputi dari segi nilai agama dan moral, segi sosial emosi, dan segi seni serta motorik; 2) nonakademik, meliputi: a) Prestasi lomba, b) Hubungan dengan orang tua; c) anak merasa bangga dengan orang tua. 3) kontribusi orang tua, meliputi a) jumlah partisipasi orang tua dalam kegiatan sekolah meningkat, b) orang tua semangat berkontribusi, dan c) pendanaan kegiatan sekolah dari orang tua.

Adapun kendala yang dihadapi dalam melaksanakan strategi yang dipilih adalah 1) membutuhkan kerapian untuk menyimpan hasil pilahan sampah, 2) dibutuhkan ketekunan.

Faktor pendukung dari strategi yang dilaksanakan adalah 1) dari peserta didik, 2) dari sarana dan prasarana, 3) dari pihak guru, 4) dari pihak yayasan, 5) dan dari dinas pendidikan.



*Lomba Kepala TK Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Kota Semarang Tahun 2019.
- Sakdiyah, S.Pd -

Hasil evaluasi penulis sebagai Kepala TK pada beberapa tahun terakhir ini serta hasil rekap data perkembangan jumlah kehadiran orang tua dalam acara parenting di TKIT Bina Amal mengalami penurunan yang cukup berarti. Mutu pendidikan perlu ditingkatkan, melalui peningkatkan keterlibatan orangtua. Keadaan tersebut selanjutnya menjadi tugas secara manajerial bagi Kepala TK melalui strategi “MLM”.

Berdasarkan latar belakang tersebut maka strategi pemecahan masalahnya adalah “ MLM“ yaitu: 1) Memberikan pemahaman kepada orang tua tentang pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi pertumbuhan dan perkembangan putra- putrinya, Pemilihan koordinator kelas di setiap kelas, 2) Melibatkan orang tua dalam pencapaian target pembelajaran dan pelibatan orang tua dalam kegiatan program tahunan sekolah. 3) Mensukseskan bersama sekolah dalam merealisasikan program sekolah

Hasil yang dicapai dari strategi yang dipilih adalah 1) akademik, yang meliputi a) peningkatan cpaian kemampuan tahfidz, b) peningkatan kemampuan perkembangan anak, yang meliputi dari segi nilai agama dan moral, segi sosial emosi, dan segi bahasa; 2) nonakademik, meliputi: a) Prestasi lomba, b) Hubungan dengan orang tua; 3) kontribusi orang tua, meliputi a) jumlah kehadiran orang tua dalam kegiatan sekolah meningkat, b) orang tua semangat berkontribusi, dan c) orang tua lebih percaya diri.

Adapun kendala yang dihadapi dalam melaksanakan strategi yang dipilih adalah 1) orang tua dari anak didik belum semua mau terlibat, 2) orangtua memiliki target yang sama, dan 3) evaluasi perkembangan anak di rumah membutuhkan perhatian yang lebih.

Faktor pendukung dari strategi yang dilaksanakan adalah 1) dari peserta didik, 2) dari sarana dan prasarana, 3) dari pihak guru, 4) dari pihak yayasan, 5) dan dari dinas pendidikan.

Sakdiyah, S.Pd

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget