Latest Post



Jumat-Ahad, 10-12 November 2017 SDIT Bina Amal mendelegasikan 10 siswa putra dan 10 putri ikut KEMDA 1 Se-Karesidenan Semarang di Bumper Griya Pawening Jati Mijen, Kota Semarang. Alhamdulillah SDIT Bina Amal berhasil menjadi Juara Umum ke 3 Putra dan Putri serta dapat membawa 9 piala.

Ketua Kontingen, Kak Adzki menuturkan, "Alhamdulillah ala kulihal.. Alloh memudahkan langkah kita dan mengijinkan kita menjadi Juara Umum Putra dan Putri sekaligus. Ini semua berkat kerja keras seluruh tim squad bina amal, wabil khusus dukungan para orang tua yg luar biasa".

Kegiatan ini diikuti SD IT maupun SMP IT se-Karesidenan Semarang. SDIT Bina Amal mendapatkan 9 piala diantaranya, juara umum 3 putra dan putri, juara 3 Hastakarya putra dan putri, juara 2 Paradise Tent Putra dan Putri, Juara 2 PBB Putra, Juara 2 Kitchen Band Putri dan Juara 3 Kitchen Band Putra.

Para siswa Sekolah Islam Terpadu se-Karesidenan Semarang bertemu dalam ukhuwah dan simulasi peperangan penakhlukan konstatinopel oleh Muhammad Al Fatih. Seluruh siswa dan pendamping bekerja sama dalam kelompok masing2 dengan gigih dan semangat melaksanakan simulasi ini. Pakaian bercampur lumpur dan kotoran tak menghalangi kebahagian dan perjuangan mereka. Dan pada akhirnya pasukan Muhammad Al Fatih lah yang memenangkan peperangan ini.

"Pramuka SIT Tidak hanya identik dengan piala2 aja. Tetapi lebih dari itu, persaudaraan dan nuansa keislaman terjaga dengan baik. Kegiatan Simulasi Pembebasan Benteng Konstantinopel oleh Muhammad Al Fatih ini menjadi pionir untuk sekolah dan wilayah lain," ungkap Kak Zulfa sebagai Ketua Pinsakocab Kota Semarang.

#YukSekolahDiBinaAmal
#PPDBOnline (20 Nov 2017-28 Jan 2018)
#DHumas


Saat anak disebut sebagai cobaan hidup dalam Al Quran (Al Anfal: 28 dan At Taghabun: 15), maka para orangtua harus berhati-hati. Layaknya sebuah cobaan, seringkali menjerumuskan jika tidak lulus dari ujian tersebut. Potensi keburukan yang disebabkan oleh ujian tersebut harus diketahui sehingga bisa dijaga sedini mungkin oleh para orangtua, agar lulus dengan sempurna dari ujian anak.

Keasyikan orangtua menikmati keindahan anak. Kesibukan orangtua mengurus anak. Waktu dan kemampuan yang tersita untuk memakmurkan anak dan sebagainya menjadi masalah yang berakhir buruk bagi kehidupan orangtua jika tidak mengerti.

Ada 5 potensi keburukan dari keberadaan anak bagi orangtua yang tidak lulus dalam mendidik mereka menjadi anak yang baik dan menyejukkan mata. Berikut ini ke 5 potensi buruk itu:

1. Menjauhkan dari dzikir kepada Allah


Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (Qs Al Munafiqun: 9)

Dzikir adalah kewajiban seorang hidup di dunia. Mengingat Allah dalam keadaan apapun. Sedang dalam aktifitas apapun. Dan dengan berbagai cara; lisan, hati dan bukti perbuatan yang sesuai dengan keridhoan Nya.

Dzikir adalah bukti orangtua telah menjadi seorang hamba Allah yang baik.
Anak berpotensi menjadi penjauh dan penghalang orangtua dari dzikir dan mendekatkan diri kepada Allah. Sehingga para orangtua harus menyeimbangkan dirinya antara menjaga amanah anak tersebut dengan kepentingan dirinya untuk menjadi hamba Allah yang baik.

2. Menyebabkan munculnya sifat pelit
Rasululloh bersabda:

إن الولد مبخلة مجبنة مجهلة محزنة

“Sesungguhnya anak menjadi penyebab sifat pelit, pengecut, bodoh dan sedih.” (HR. Hakim dan Thabrani, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Al Jami’ hadits no. 1990)

Pelit pada akhirnya berhubungan dengan harta. Orangtua yang merasa terbebani dengan amanah anak yang memerlukan biaya besar dalam mendidik mereka, berubah menjadi orangtua yang pelit. Padahal pada harta kita tidak hanya ada hak anak. Tetapi ada banyak orang lain yang berhak terhadap harta kita.

Ini artinya, para orangtua harus tetap menjaga sifat dermawan walaupun tugas membesarkan anak-anak memerlukan biaya yang tidak kecil

3. Penyebab munculnya sifat pengecut

Dalam hadits tersebut di atas, Rasululloh menyebutkan bahwa anak bisa menyebabkan tumbuhnya sifat pengecut dalam hati orangtua.

Kecintaan orangtua terhadap anak. Rasa takut kehilangan mereka. Tidak mau berpisah jauh dari mereka. Semua ini bisa membuat orangtua mendadak menjadi seorang pengecut dalam menghadapi kehidupan ini. Rasa takut begitu dominan. Takut mati tiba-tiba hadir. Tidak berani bertindak tegas dalam hidupnya dengan alasan keberadaan anak-anak.

Maka, para orangtua harus tetap memiliki sifat berani dalam mengarungi dan memutuskan langkah dalam hidup ini. Ada saat harus bahagia bersama mereka. Ada saat harus berpisah jauh dari mereka. Ada saat mereka bisa dipenuhi kebutuhannya. Ada saat keputusan harus diambil dalam hidup orangtua walau berisiko kehidupan anak-anak harus lebih prihatin.

Bersandar kepada Allah yang Maha Pemberi dan keyakinan bahwa apa saja yang dititipkan kepada Allah tak akan pernah rusak dan hilang, akan membuat orangtua tidak kehilangan keberaniannya dalam mengarungi tugas hidup di dunia.

4. Penyebab kebodohan

Hadits Nabi di atas menyebutkan bahwa anak juga bisa menyebabkan kebodohan bagi orangtuanya. Kebodohan berhubungan dengan ilmu.

Orangtua yang terlalu sibuk mengurusi anaknya, memperhatikan mereka, sering menjadikan anak sebagai alasan dari ketidakberilmuan dirinya. Kesempatan belajar memang jadi berkurang. Minat belajar juga mulai pupus, seiring kelelahan fisik yang mendera karena kesibukan bersama anak-anak dan untuk mereka.

Tetapi kebodohan tidak boleh terjadi pada kehidupan orangtua. Apalagi ilmu adalah modal untuk mendidik mereka. Bagaimana diharapkan keberhasilan pendidikan anak, jika orangtuanya menghapus ilmu baik mereka dengan tindakan dan lisan orangtua tanpa disadari. Semuanya berawal dari kosongnya kepala orangtua dari ilmu.

Sehingga, anak tidak boleh menjadi alasan orangtua hilang kesempatan menuntut ilmu. Orangtua harus tetap mempunyai waktu dan tenaga untuk belajar dan terus belajar.

5. Penyebab kesedihan

Di akhir hadits disebutkan bahwa anak bisa menyebabkan kesedihan bagi orangtua. Banyak faktornya. Anak sakit umpamanya, bisa jadi hanya sakit panas biasa. Tetapi orangtua bisa sangat panik karenanya. Kepanikan itu menyebabkan terhentinya banyak kebaikan. Atau kesedihan yang disebabkan oleh ulah anak di rumah atau di luar rumah.

Kesedihan sering bermunculan disebabkan oleh anak. Maka ini peringatan dari Nabi, agar para orangtua menjaga kestabilan jiwanya. Kesedihan adalah hal yang manusiawi. Tetapi kesedihan tidak boleh terus menerus meliputi seluruh kehidupan kita bersama anak-anak. Juga, kesedihan tidak boleh menghentikan potensi kebaikan dan amal shaleh para orangtua.

Ya jadikanlah anak-anak kami kebaikan bagi kami.
Aamiin...



Meski Di Iringi gerimis di malam hari, Kegiatan Mabit Perdana Kelas 4 berjalan dengan baik. Tangisan haru mengalir di hangatnya malam kala.itu. Bersama pak Ahmad, mereka mencurahkan seluruh isi hatinya, memohon kepada Allah akan kelancaran belajarnya, kesehatan keluarganya, terutama ibu dan ayahnya.

.Jum'at, 3 November 2017/21 Shafar 1439 H, Rangkaian kegiatanpun dimulai. Sholat ashar berjamaah, disambung dengan al ma'tsurot sore menjadi awalannya. Keakraban dengan teman, serta guru dibalut games yang seru dan menantang.

.Tanggung Jawab menjadi tema utama mabit perdana ini, bagaimana bisa bertanggung jawab akan diri sendiri, pekerjaannya sendiri maupun tugasnya sendiri. Semoga kelas dapat berguna bagi keluarga, agama, bangsa dan keluarga.

.Makan bersama, sholat berjamaah, tilawah bersama menjadi agenda yang harus diikuti. Mencoba berbisik pada tanah namun didengar oleh penduduk langit. Di sepertiga malam akhir, Allah bangunkan untuk melaksanakan Sholat Tahajjud yang dilanjutkan dengan sholat subuh berjamaah.

.Hingga esok harinya kegiatan mabit ditutup dengan pemberian hadiah kepada para peserta mabit yang berprestasi. "Mabitnya Asik" kata Raffadzaki salah satu peserta yang berprestasi dengan total tilawah 3.5 Juz.

.Allah, turunkan kebaikan kepada anak-anak-anak kami. Mudahkan mereka dalam belajar. Jadikan mereka generasi penerus yang tidak latah akan kemajuan dunia. Yang punya pendirian pribadi muslim, dan bangga akan agamanya. ( #THF )



Alumni adalah para siswa yang telah lulus dari SDIT Bina Amal yang manjadi aset bangsa. SDIT Bina Amal berkomitmen ingin menjaga "aset" tersebut agar terus istiqomah dalam ibadah dan pergaulan yang baik.

Sabtu, 4 November 2017 kemarin menjadi hari berkumpulnya para alumnus angkatan X yang melakukan cap 3 jari ijazah. Setelah cap 3 jari, di siang harinya mereka berjumpa dalam kesempatan yang diiringi keberkahan hujan di aula SDIT Bina Amal untuk mendengarkan taujih dan motivasi.

"Siapa yang ingin jadi penghafal al quran? Kalau anak yang mondok dan boarding school itu menjadi keharusan untuk istiqomah beribadah dan menghafal quran, namun kalau kalian yang berada di sekolah negeri yang telah berupaya menghafal quran itu luarrrr biasa. Ingin tidak, masuk surga bersama orang-orang yang kalian sayangi?", tutur Ustdaz Joko Winarso yang berkesempatan memberikan motivasi.

Ustadz Naev yang menjadi MC kala itu juga menuturkan, "Yang ingin dijaga hafalannya dan terus ingin diingatkan ibadah dan pergaulannya, ayo datang lah ke sekolah dan datanglah reuni setiap pekan. Ustadz ustadzah siap membantu kalian yang saat ini sekolah di negeri."

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget