Latest Post


Sekolah Islam Terpadu Bina Amal kembali melakukan pelatihan IT untuk Seluruh guru dan pegawai. Pelatihan dilasanakan pada hari ini Jumat, 14/07/ 2018 bertempat di gedung erlangga semarang. Pelatihan dikuti oleh 250 guru dan pegawai dilingkup Sekolah Islam Terpadu Bina Amal Semarang. Seluruh peserta nampak sangat antusias mengikuti pelatihanan ini. Menurut Ketua Yayasan Wakaf Bina Amal, H. Joko Widodo dalam sambutannya menyatakan bahwa Bina Amal siap melakukan transformasi digital pendidikan, karena tidak dapat di pungkiri bahwa sekarang kita hidup di era tekhnologi digital. Maka jika tidak melakukan perubahan atau transformasi akan tertinggal dari yang lain.

Dengan melakukan transformasi digital pendidikan, kegiatan belajar mengajar akan lebih mudah, menarik dan menjangkau semua pihak. Baik penyelenggara pendidikan, tenaga pendidik, siswa dan orangtua siswa. Semua bisa urun rembug, semua bisa saling berkomunikasi secara online.

Kemudahan teknologi digital ini bernama Schoolution. Yaitu Aplikasi Management Sekolah dan Pembelajaran Digital yang terpadu dan terintegrasi yang berbasis Web dan Mobile App.

Applikasi Schoolution digunakan pada 2 platform yaitu Web Admin untuk user admin yang digunakan oleh pihak sekolah dan Mobile App untuk Murid, Guru dan Orang tua.

Beberapa manfaat program ini adalah orang tua bisa konsultasi online dengan guru tentang pendidikan anaknya, bisa melakukan pembayaran pendidikan secara online, mengecek keberadaan anak, jemputan online dan masih banyak lagi.

Selain itu juga Schoolution memiliki channel pembelajaran online yang gratis yang di hasilkan oleh guru-guru yang tergabung di dalam Schoolution members. Schoolution memanage channel tersebut menjadi sebuah kurikulum online yang bisa di ikuti oleh semua orang.

Harapannya dengan hadirnya tansformasi teknologi digital ini Bina Amal bisa menjadi salah satu lembaga pendidikan yang mampu menciptakan genarasi mandiri berkarakter Robbani. Melek atau menguasai tekhnologi dan berakhlak mulia.



Sederhana, kekeluargaan, besar maknanya diikuti oleh 250 guru dan pegawai untuk mengawali tahun ajaran baru 2018/2019 dengan halal bi halal yang kemudian di lanjutkan dengan Raker di tiap unit yang dipimpin oleh kepala sekolah masing-masing.

Halal bi halal tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. di kemas dengan unik, di awali dengan berbaris per unit mulai dari guru PAUD, SDIT, SMPIT, SMAIT dan tidak ketinggalan pegawai PT BAS, CS, Satpam dan Sopir. Serta pegawai kantin dan laundri.

Kemudian bersalaman dengan bapak dan ibu pengurus Yayasan beserta bapak dan ibu kepala sekolah. Di iringi musik lebaran oleh Bapak Naiv semakin menambah ceria suasana.

Acara di tutup dengan sarapan soto, untuk menambah kakraban dan kekeluargaan satu tahun kedepan.

Taqabbalallahu minna wa minkum
Mohon maaf lahir dan batin

#17 tahun Bina Amal









Musim mudik sebentar lagi akan kita lalui. Para perantauan menikmati libur panjang Idul Fitri 1439 H. Mereka ada yang naik kereta api, bus, kapal laut bahkan ada yang nekat naik sepeda motor. Semua mereka lakukan agar dapat berkumpul dengan keluarga di kampung halaman.

Mudik menjadi hajatan tahunan negeri ini yang tanpa kita sadari menjadi fenomena yang sangat dahsyat. Bagaimana tidak? Dengan adanya mudik menjelang Idul Fitri mampu menggerakkan sendi-sendi kehidupan di sepanjang jalur mudik dan tempat tujuan mudik. Mudik dalam istilah bahasa arab secara umum disebut safar. Safar artinya menempuh perjalanan.. uniknya, kata ‘safar’ juga mempunyai asal kata yang berarti “tampak atau menampakkan”. Dari akar kata inilah kita bisa menyelami lebih jauh tentang hikmah safar. Ibnu Mundzir dalam kitab Lisanul Arab menjelaskan: “bepergian dinamakan safar, karena dengan bepergian meninggalkan kampung halaman dengan maksud menuju suatu tempat dengan jarak tertentu yang membolehkan seseorang yang bepergian untuk mengashar sholat.

Dalam tradisi mudik ada beberapa manfaat. Manfaat pertama adalah dapat menjalin ukhuwah. Momen Idul Fitri biasanya dijadikan sarana orang-orang yang merantau untuk bertemu dengan keluarga dan saudara. Dengan pertemuan tersebut menjadikan persaudaraan yang yang sekian waktu terputus dapat tersambung lagi. Hal ini merupakan dampak positif adanya tradisi mudik yang setiap tahun terjadi.

Selain secara sosial, manfaat lainnya adalah meningkatkan Syukur kita kepada Allah SWT. Hal tersebut sesuai dengan Firman Allah SWT:

“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya” (QS. Al Mulk: 15)

Dengan adanya kita melakukan mudik berarti kita mensyukuri nikmat Allah SWT atas ciptaan-Nya. Safar selain menuju tempat tertentu, seseorang juga secara langsung dapat mentadaburi alam di sepanjang jalan yang dilalui. Disamping itu ketika mudik biasanya juga berbagi oleh-oleh atau bingkisan untuk keluarga dikampung halamannya.

Manfaat berikutnya adalah dalam safar atau mudik dapat menambah teman dan melapangkan rezeki. Sejak masa Rasulullah seseorang melakukan perjalanan biasanya dalam rangka berdagang. Pada masa itu ada dua tujuan utama kaum Qurays yaitu ke Yaman pada musim dingin dan ke Syam pada saat musim panas. Manfaat berikutnya adalah dalam mudik kita juga berlatih sabar selama perjalanan. Ketika kita di jalan tentunya ada kepayahan dan memotong kenyamanan dibandingkan ketika di rumah.

Sementara itu, mudik juga memiliki efek positif bagi anak-anak. Mereka dapat mengenal saudara sepupu atau saudara jauh yang tidak pernah ketemu sebelumnya. Disamping itu, dengan bertemunya keluarga besar meminimalisir anggota keluarga menggunakan alat elektronik khususnya HP. Anak-anak akan senang karena disaat itu mereka dapat bermain dengan saudara dan yang mereka nantikan adalah mendapat saku dari orang tua, paman atau kakek dan nenek.

Manfaat melakukan safar atau mudik begitu besar baik secara individu ataupun untuk orang sekitar kita. Maka dari itu, bagi kita yang akan melakukan mudik untuk meluruskan niat agar kita dapat pahala ibadah. Jangan sampai kita hanya mendapatkan capek dan kesenangan dunia semata saat mudik nanti. Islam memberi peluang begitu luas agar kita dapat melakukan ibadah dalam arti luas sehingga setiap aktifitas kita mendapat balasan dari Allah SWT.

Oleh : Kiswanto
Guru Sosiologi SMA IT Bina Amal



MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget