Desember 2013


Ahad, 21/10/12. SMPIT Bina Amal kembali mengukir prestasi pada Pergelaran Bahasa Arab yang diselenggarakan oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Prodi Bahasa Arab UNNES. Acara yang bertemakan “Melangit Bersama Permadani Tebarkan Nuansa Arabi” ini dilaksanakan selama dua hari yaitu hari Sabtu, 20/10/12 (tingkat SMP sederajat se-Kab./Kota Semarang) dan Ahad, 21/10/12 (tingkat SMA sederajat se-Jawa Tengah).
Adapun lomba-lomba yang diadakan untuk tingkat SMP sederajat yaitu, Pidato Bahasa Arab, Puisi Arab, dan Kaligrafi. Sedangkan untuk tingkat SMA sederajat yaitu, Pidato Bahasa Arab, Baca Puisi Arab, Cerita Bahasa Arab, Gramatika Bahasa Arab, dan Kaligrafi.
Pada Pergelaran Bahasa Arab ini SMPIT Bina Amal berhasil menyabet tiga kejuaraan yaitu Juara I dan II lomba baca puisi arab atas nama Jakfar Siddiq kelas VIII Umar (juara I) dan Zahra Putri Fauziyah kelas VIII Khadijah (Juara II) serta juara harapan I pidato bahasa arab atas nama Fasya Lathifa Salma kelas VII Aisyah. Dengan perolehan ini SMPIT Bina Amal menjadi Juara Umum lomba. Dan dari masing-masing juara I (baca puisi dan pidato), panitia meminta mereka untuk tampil di acara penutupan pergelaran.  Barakallah lakum dan selamat kepada semuanya semoga bisa terus meningkatkan prestasinya!

Kamis, 11 Oktober 2012. SMP IT Bina Amal kembali menorehkan prestasi emas. Atas nama Khodijah Wafia, siswi SMP IT Bina Amal kelas 9 menjadi juara 1 dalam Lomba Menulis Cerita (LMC) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengalahkan 15 finalis dari seluruh Indonesia.

Penjurian lomba cerpen tersebut dilakukan melalui tiga tahap. Tahap pertama dan kedua dilakukan bulan Juli sampai September merupakan penyeleksian cerpen yang akan diajukan ke babak final. Dari 5855 karya yang masuk akhirnya dipilihlah 15 cerpen terbaik. 15 cerpen terbaik tersebut atas nama Hurin Aghnia Nur Ainani (SMP N 4 Magetan), Khodijah Wafia (SMP IT Bina Amal Semarang), Sandra Debora (SMP Kristen Penabur Serang), Desinta Nuzulyanur Ahmad (SMP N 9 Kendari), Alexandra Nadia Pramestya (SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta), Ferryanida Putwiliani Priyantika (SMP N 2 Banjarnegara), Annisa Nur Illahi (SMP N 3 Sidoarjo), Nabila Nuraini Fatikhasari (SMP N 2 Kendal), Farah Aida Ilmiatul Kulsum (SMP N 3 Peterongan), Agta Parahita (SMP N 5 Bogor), Hanna Fadhila Avianty (SMP N 1 Cisaat), Fatima Ulya Salmiya (SMP N 2 Pamekasan), Lies Ramadhanty (SMP N 2 Tanjungpandan), Natasya Atmim Maulida (SMP N 1 Kotabaru), Glaniz Izza Aryanto (SMP N 1 Cimahi). Tahap ketiga merupakan workshop (penjurian final), yaitu 15 karya terbaik yang telah lolos seleksi berhak mengikuti penjurian final tersebut.

Workshop penjurian final digelar hari Selasa-Kamis, 9-11 Oktober 2012 di Hotel Grand Prioritas Jalan Raya Puncak km. 83, Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Acara dibuka oleh Ketua Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan dilanjutkan dengan ramah tamah antara dewan juri dan finalis. Keesokan harinya (Rabu, 10/11) penjurian final dilakukan. Finalis diminta untuk mempresentasikan karyanya dan wawancara dengan tim juri yang merupakan sastrawan terkemuka di Indonesia. Mereka diminta mempertanggungjawabkan keorisinilitas karya di hadapan 10 juri selama kurang lebih dua jam. Tim Juri yang diketuai oleh Dr. Taufiq Ismail memutuskan Khodijah Wafia dengan cerpen Cheng Ho Di Balik Etalase Budaya Semarang menjadi juara 1 LMC 2012. Karya 15 finalis nantinya akan dibukukan dan akan disebarkan ke sekolah-sekolah di penjuru Indonesia.

Cerpen Khodijah yang berjudul Cheng Ho Di Balik Etalase Budaya Semarang berkisah tentang seorang anak keturunan Tionghoa beragama Islam, Xue Ying Cheng Ho yang memutuskan untuk menjadi pencuri sebagai pelampiasan amarah kepada papinya atas kebakaran toko emas yang merenggut nyawa maminya. Cerpen ini dijalin dengan mengangkat tema kejujuran dan cinta tanah air yang telah ditentukan oleh pihak panitia. Melalui cerpen ini Khodijah berhak mendapatkan tropi, piagam dan uang pembinaan sebesar Rp 6.000.000.

Kata mendongeng pastinya tidak asing lagi ditelinga kita. Tetapi eksistensi kegiatan mendongeng ini cenderung makin memudar karena dimakan oleh usia. Padahal terdapat banyak sekali keuntungan bagi anak-anak kita jika mereka mendapatkan dongeng. Perlu kita ketahui bahwa dongeng anak-anak sangat berguna meskipun pada praktiknya kita mempunyai banyak sekali halangan seperti perasaan lelah setelah bekerja dan menganggap mendongeng untuk anak menjadi sangat merepotkan. Padahal manfaat dongeng untuk anak sangatlah banyak seperti merekatkan hubungan orang tua dengan anak dan mendongeng juga bisa membantu mengoptimalkan perkembangan psikologis dan kecerdasan anak secara emosional. Masih ada lagi manfaat lainnya yang akan diuraikan dibawah ini:
 Mengembangkan Daya Imajinasi Anak
Perlu kita ketahui bahwa dunia anak adalah dunia imajinasi. Jadi anak mempunyai dunianya sendiri dan tak jarang mereka berbicara denga teman khayalannya. Dengan daya imajinasi yang masih sangat bagus ini, maka kita sebagai orang tua harus bisa mengarahkannya kearah yang positif dan tetap terkontrol. Dengan dongeng anak-anak maka inilah cara terbaik untuk mengarahkan mereka kearah yang baik.

 Meningkatkan Keterampilan dalam Berbahasa

Dongeng merupakan stimulasi dini yang mampu merangsang keterampilan berbahasa pada anak-anak. Perlu kita ketahui bahwa cerita dongeng anak-anak mampu merangsang anak-anak terutama anak perempuan dalam meningkatkan keterampilan berbahasa mereka. Hal ini dikarenakan anak perempuan lebih fokus dan konsentrasi daripada anak laki-laki. Kemampuan verbal adalah kemampuan awal yang dimiliki anak-anak dan inilah mengapa otak kanan mereka lebih berkembang dan ini juga yang menyebabkan mereka lebih terlatih dalam berbahasa. Kisah-kisah dongeng yang mengandung cerita positif tentang perilaku dan sebagainya membuat anak-anak menjadi lebih mudah dalam menyerap tutur kata yang sopan.

 Membangkitkan Minat Baca Anak

Jika ingin memiliki anak yang mempunyai minat baca yang baik, maka mendongeng adalah jalan menuju hasil tersebut. Dengan memberikan cerita dongeng anak-anak, maka anak-anak akan tertarik dan rasa penasaran ini membuat mereka ingin mencari tahu. Inilah dimana keinginan untuk membaca menjadi semakin meningkat. Dengan membacakan buku cerita yang menarik kepada anak adalah cara paling mudah yang bisa kita lakukan.

 Membangun Kecerdasan Emosional Anak

Mendongeng kepada anak bisa membangkitkan kecerdasan emosional mereka dan ini juga sarana hebat yang mampu merekatkan hubungan ibu dan anak. Sperti yang kita tahu bahwa anak-anak mempunyai kesulitan dalam mempelajari nilai-nilai moral dalam kehidupan. Dengan dongeng anak-anak maka kita bisa memberikan contoh melalui tokoh dalam cerita yang kita dongengkan. Dongeng anak-anak akan membangtu anak dalam menyerap nilai-nilai emosional pada sesama. Tidak bisa dipungkiri bahwa kecerdasan emosional juga penting disamping kecerdasan kognitif. Kecerdasan emosional sangat penting bagi kehidupan sosial mereka kelak.

 Membentuk Rasa Empati Anak

Melalui stimulasi cerita dongeng anak, kepekaan anak pada usia 3-7 tahun akan dirangsang mengenai situasai sosial disekitar mereka. Dengan metode dongeng untuk anak ini maka mereka akan belajar berempati terhadap lingkungan sekitar. Stimulasi yang akan lebih berhasil adalah dengan merangsang indera pendengarannya. Penting bagi kita memberikan stimulasi ini untuk memberikan mereka bekal yang baik untuk masa depannya. Dengan cerita-cerita dongeng yang mendidik, maka anak akan dengan mudah menyerap nilai positif yang akan menjadikan mereka anak yang berempati dengan orang lain.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget