Mei 2017

Siswa KBIT-TKIT Bina Amal Gembira Menyambut Ramadhan

ALHAMDULILLAH, tidak ada kata terlambat untuk bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan. Tentu ini adalah suatu anugerah yang sangat luar biasa. Semoga Allah mempertemukan kita dengan bulan agung penuh ampunan tersebut. Bahkan, mudah-mudahan di Bulan Ramadhan 1438 H ini kita semua bisa benar-benar menjadi insan takwa.

Seorang Muslim yang benar imannya, tentu akan sangat bergembira mendengar Ramadhan akan datang. Sebab bulan mulia ini adalah bulan yang sangat dinanti-nantikan. Tetapi, bagaimana bergembira dengan Ramadhan itu? Inilah yang mungkin belum begitu banyak dipahami manivestasinya.

Jika diilustrasikan kegembiraan itu mungkin sama dengan kegembiraan seorang istri yang setahun tidak berjumpa suaminya. Lantas kemudian datang informasi bahwa tidak lama lagi sang suami akan datang.

Tentu gembira luar biasa perasaan sang istri. Dan, bentuk dari kegembiraannya itu dia akan menjadikan rumahnya sedemikian bersih, rapi, indah dan wangi. Bahkan tidak saja rumah, tetapi juga halaman, bunga-bunga atau tanaman yang mengitari rumahnya.

Mengapa hal itu dilakukan? Tidak lain dan tidak bukan untuk mempersiapkan kedatangan sang suami agar sang suami yang sangat dicintainya.

Dari ilustrasi di atas kita dapat ambil pemahaman bahwa bergembira terhadap Ramadhan bukan sekedar bersenang-senang atau sekedar apa adanya yang bersifat lahiriah, seperti akan bertemu teman, jam belajar lebih pendek, atau bisa ngabuburit bareng teman-teman sebaya. Jelas bukan itu yang dimaksud dengan bergembira.

Wujud Kegembiraan


Bergembira yang dimaksud adalah setiap Muslim benar-benar mempersiapkan diri dalam menyambut Ramadhan. Bagaimana caranya, tentu tidak bisa lepas dari apa yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alayhiwasallam. Seperti hadits yang diriwayatkan Siti Aisyah Radhiyallahu Anha.

“Aku tidak pernah melihat Nabi Shallallahu Alayhiwasallam berpuasa sebulan penuh selain puasa Ramadhan, dan aku juga tidak pernah melihat beliau begitu banyak berpuasa selain pada bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari).

Artinya, ada persiapan fisik dan mental untuk menyambut Ramadhan. Karena Ramadhan adalah bulan puasa yang di dalamnya banyak keutamaan, tentu sayang jika dilalui tanpa produktivitas tinggi yang penuh arti. Apalagi, dilalui dengan banyak kemalasan dan kemubadziran.

Guna menyongsong Ramadhan dengan fisik tetap prima, maka puasa harus dilatih sejak sekarang (tepatnya bulan Sya’ban), sehingga kala memasuki Ramadhan, fisik dan mental tidak sedang dalam kondisi beradaptasi, tetapi sudah terkondisi, sehingga Ramadhan tidak lagi menjadi alasan seorang Muslim menurun produktivitasnya. Oleh karena itu, perbanyaklah puasa sedari sekarang.

Membangun Komitmen Ibadah

Seperti kita pahami bersama bahwa ibadah di Bulan Ramadhan juga menyediakan balasan pahala yang sangat luar biasa. Oleh karena itu, sudah selayaknya setiap Muslim memiliki rencana untuk membangun komitmen ibadah.

Hal ini seperti yang dilakukan Rasulullah Shallallahu Alayhiwasallam sebagaimana hadits yang disampaikan oleh Siti Aisyah Rhadiyallahu Anha.

“Nabi Shallallahu Alayhiwasallam tidak pernah berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya’ban. Bahkan beliau biasa berpuasa Sya’ban sebulan penuh. Beliau bersabda, “Lakukanlah amal sesuai dengan kemampuan kalian, karena sesungguhnya Allah tidak bosa sampai kalian sendiri ang merasa bosan. Shalat yang paling disukai oleh Nabi Shallallahu Alayhiwasallam ialah shalat yang dilakukan secara lestari meskipun hanya sedikit dan jika melakukan suatu shalat, beliau akan terus melestarikannya.” (HR. Bukhari).

Hadits di atas memberikan satu petunjuk bagaimana seorang Muslim mengisi bulan Sya’ban. Selain dengan pembiasaan puasa, sangat dianjurkan untuk membiasakan diri melakukan komitmen ibadah, yang bisa dilakukan secara konsisten dan tersu-menerus. Dalam konteks hadits di atas ibadah yang dicontohkan adalah shalat.

Apabila Ramadhan dianggap bulan penempaan diri, maka sangat baik jika seorang Muslim tidak meninggalkan komitmen ibadah yang telah dibangun sejak Sya’ban hingga menjadi karakter di Bulan Ramadhan. Tetapi terus dipertahankan atau dilestarikan. Misalnya komitmen sholat Dhuha atau Tahajjud.

Membangun Tradisi Ilmu

Satu hal yang kadang terlupakan adalah Ramadhan bulan dimana Al-Qur’an diturunkan. Dan, ayat pertama yang diturunkan adalah perintah Iqra’ (membaca). Artinya, Bulan Ramadhan mesti direncanakan sedemikian rupa agar puasa kita lebih bermakna, yakni dengan membangun kecintaan terhadap ilmu.

Berlatihlah untuk berminat mendatangi kajian-kajian keilmuan di masjid, musholla atau pun di televisi dan media massa lainnya. Jangan merasa diri puas dengan sekedar berpuasa. Tetapi sempurnakanlah puasa kita dengan peningkatan keilmuan.

Untuk itu, kala sahur, sebaiknya kita tidak menonton acara televisi yang tidak menyajikan siaran keilmuan. Atau, usai shalat Shubuh kita tidak semestinya tidur lagi. Bahkan, usai Isya’ sebaiknya kita ikut sholat tarawih di masjid, sebab kalau tidak sebagian dari kita mungkin akan tergoda melihat sinetron dan berbagai acara televisi yang tidak konstruktif.

Tetapi, lakukanlah aktivitas-aktivitas keilmuan; membaca Al-Qur’an beserta terjemahnya, syukur Alhamdulillah lengkap dengan tafsirnya. Membaca buku sejarah Nabi dan sahabat atau buku apa pun yang memotivasi kita lebih giat dalam beribadah.
Apabila beberapa langkah di atas dapat dilakukan, insya Allah kita termasuk Muslim yang bergembira kala menyambut dan mengisi Ramadhan. Dan, semoga dengan cara sederhana di atas kita dapat meraskaan kemukjizatan Bulan Ramadhan yang sangat luar biasa. Allahu A’lam.*


PENGUMUMAN
DARI HASIL SELEKSI TERTULIS, WAWANCARA, BTAQ DAN KOMITMEN KELEMBAGAAN
NAMA BERIKUT DITERIMA SEBAGAI GURU / PEGAWAI DI YAYASAN WAKAF BINA AMAL TAHUN 2017
GURU TKIT
1. Laksma Septi Ana 
2. Arina Kurniawati
3. Arsita Putri Dwi Idiyani
GURU KBIT
1. Hakiki Naresa Putri
GURU DAN PEGAWAI SDIT
1. Dina Agustin Guru Wali
2. Umi Qoniah Guru Wali
3. Totok Hadi Fitoyo Guru Wali
4. Aryun Nailun Nasikhah Guru Wali
5. Mardhiyah Guru Qiroaty
6. Yoyok Sugiarso PSB
7. Teguh Sunarjo Lab Komputer
GURU DAN PEGAWAI SDIT 02
1. Linda Puji Lestari  Guru Wali
2. Eramdani Mamuda Putri Guru Wali
3. Dwi Novita Sari Guru Qiroaty
PEGAWAI TKIT 02
1. Suharno CS
GURU SMPIT
1. Rondiyah Guru Bahasa Indonesia
2. Desianita Kumalasari Guru IPS
3. Nurul Hitoniah Guru Bahasa Inggris
4. Siti Hasmah Guru Matematika
5. Fazka Khoiru Rizal Guru Asrama ( PAI )
6. Elfa Aizah Arum Pangestika Guru TIK
GURU SMAIT
1. Rico Prasetya Kurniawan Guru Matematika
2. Roni Prasetyo Candrawan  Guru Fisika
3. Khairul Akbar Guru Sejarah
4. Siti Ermawati Guru Bahasa Inggris
5. Resti Fajrin Guru BK
6. Fikri Faila Sufah Guru PJOK
STAFF LPIT
1. Ishmah Zahroh Firdausi Staff HRD
2. Alfian Hari Susatya Staff Kelembagaan
3. Suci Tita bela Sukowati Staff Kesekretariatan
PT BAS
1. Tri Rahmawati Keuangan
Untuk Selanjutnya masuk  tanggal 2 Juni 2017 pukul 07.00 di unit masing-masing 

Pawai Ramadhan 1438 H Siswa-Siswi Bina Amal

Bulan Ramadhan bukan hanya milik orang dewasa. Anak-anak pun dapat merasakan berbedanya bulan ini dibandingkan bulan yang lainnya. Menjadi kewajiban bagi para orang tua untuk memperkenalkan bulan yang istimewa ini kepada mereka. Jika kita menyambut dengan gembira dan sukacita, anak-anak akan merasakan bahagianya juga.

Alhamdulillah, Sekolah Islam Terpadu Bina Amal setiap tahun rutin mengenalkan, mengajak dan menyambut gembira datangnya bulan Ramadhan. Mulai dari KB, TK, SD hingga SMP dan SMA.

Selasa, 23 Mei 2017 anak-anak KB-TK-SD Bina Amal mengadakan kegiatan pawai menyambut datangnya bulan Ramadhan. Menurut ketua panitia Ngabdul Charis S.PdI, pawai ramadhan ini diikuti oleh 1100 orang siswa siswi mulai dari KB sampai SD dan didampingi oleh guru dan pegawai Yayasan Wakaf Bina Amal.

Maka ketika bulan Ramadhan datang, tunjukkan bahwa bulan ini membawa kebahagiaan dan keberkahan, bulan yang lebih baik daripada 1.000 bulan.Anak-anak itu akan melihat bagaimana orang tuanya memperlakukan bulan Ramadhan. Selain itu, orang tua harus memperbanyak informasi soal bulan istimewa ini dengan kembali mempelajarinya.

Kemudian acara pawai sendiri di mulai pukul 07.30 – 08.30, dengan rute sekitar lingkungan Bina Amal. Yaitu dari Sekolah Bina Amal➡JNE➡Jl Veteran➡Jl karyadi➡Jl Kyai Saleh (kembali ke Sekolah). Untuk Anak- anak KB dan TK pawai dengan naik mobil sedangkan anak-anak SD jalan kaki. 

Alhamdulillah semua gembira dan antusias. Walaupun berjalan, anak-anak tampak riang dan bersemangat. Mereka berjalan sambil main drum band, pianika, rebana dan membawa manggar. Tidak ketinggalan membagikan jadwal Puasa kepada masyarakat dan pengguna jalan yang mereka temui.

Barokallah anak-anak Bina Amal, semoga kita semua bisa melaksanakan ibadah puasa Ramadhan tahun ini.






‘Rumah’ adalah salah satu kunci utama, bukan hanya meningkatkan prestasi belajar anak, tapi juga penguatan konsep dirinya. Dari ‘rumah’ pula, mood anak dalam menuntut ilmu bisa hilang, atau yang lebih parah hilang harga dirinya. Berapa banyak anak yang pergi ke sekolah dalam keadaan ‘kacau’ karena kondisi keluarga yang tidak harmonis? Menuntut ilmu dengan beban karena dianggap bodoh dan tidak dihargai, atau ke sekolah tanpa bekalan tujuan yang jelas untuk masa depannya?

Peran keluarga sangat penting menguatkan kepribadian dan kecerdasan anak. Tak hanya cerdas intelegensianya, namun juga spiritual dan emosionalnya. Sistem pendidikan nasional bisa saja tak henti dari problem, tapi jangan sampai problem itu diawali dari tidak kokohnya sistem berkeluarga di rumah.

Keharmonisan dalam suatu keluarga harusnya selalu dijaga, karena hubungan yang baik dalam suatu keluarga memiliki korelasi yang positif bagi anak dalam prestasi atau keberhasilan pada proses belajarnya. Begitu pula sebaliknya, jika keharmonisan suatu keluarga itu menurun maka prestasi siswa atau semangat dalam proses pembelajaran pun di khawatirkan akan menurun pula.

Anak akan belajar dari interaksi dan budaya yang ada. Sedangkan budaya yang pertama kali di rasakan oleh anak adalah budaya dalam keluarga. Maka dari itu budaya yang baik dalam keluarga sangat berpengaruh. Misalnya budaya sholat berjamah yang dilakukan rutin dalam suatu keluarga. Maka anak-anaknya juga akan membiasakan budaya rutin sholat berjamaah.

Sehingga peranan keluarga sangat mempengaruhi proses perkembangan anak, utamanya dalam hal belajar dan perilaku serta pemikirannya. Begitu pula dengan perhatian orang tua (keluarga) maksudnya adalah interaksi yang baik dan perhatian yang intensif anak akan lebih tenang emosionalnya karena tidak tertekan sehingga proses belajar anak akan alami berlangsung dengan baik. Untuk itu keharmonisan dalam suatu keluarga harus tetap terjaga agar proses pebelajaran anak pun tetap stabil dan berjalan dengan baik sesuai tujuan yang diinginkan.

Jika, di rumah ia sudah bisa teratur dalam belajar maka di sekolah pun ia juga akan mengikuti pembelajaran dengan baik pula. Namun, masih banyak orang tua yang belum mengerti akan hal ini. Masih banyak dari mereka (orang tua) cenderung memaksa dengan keras dan mengejar-ngejar si anak untuk belajar.

Padahal cara ini dapat membuat anak merasa ketakutan dan akan benci terhadap kegiatan belajar. Untuk mengatasi hal ini, ada baiknya jika sekolah selalu melakukan interaksi pada orang tua terkait masalah-masalah atau kesulitan yang di hadapi peserta didik, selain itu juga memberikan arahan-arahan bagaimana seharusnya memberikan perhatian dan mendidik anak secara efektif. Agar adanya kesesuaian pembelajaran antara dirumah dan di sekolah dan berjalan sejalan secara berdampingan

Dan Alhamdulillah di Sekolah Islam Terpadu Bina Amal sudah ada beberapa kegiatan yang rutin dilakukan. Di antaranya kegiatan parenting, yaitu penyamaan persepsi tentang cara mendidik anak baik di sekolah maupun dirumah. Kemudian ada pengajian Majelis Sekolah, yaitu kegiatan parenting dengan mengundang pakar untuk bersama-sama membahas tentang pendidikan anak dan permasalahannya.

Dari uraian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan dalam keluarga yang diberikan oleh orang tua terhadap anak-anaknya adalah pendidikan yang didasarkan pada rasa kasih sayang dan perhatian untuk merangsang dan membina kreativitas.


Wallahu a’lam bishowab....



MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget