Latest Post

Anak seringkali terserang penyakit dikarenakan sistem pertahanan tubuhnya belum sempurna. Anak lebih mudah terserang bakteri, virus dan mikoorganisme akibat dari sistem imunitas tubuh yang masih lemah. Gangguan kesehatan yang seringkali menyerang anak-anak adalah flu dan batuk.

Meskipun gangguan kesehatan anak seperti batuk tidak membahayakan akan tetapi harus tetap diwaspadai dan juga dilakukan pengobatan. Taukah anda bahwa batuk pada anak memiliki banyak macamnya dan obat yang berbeda? Pada artikel kali ini kami akan membahas mengenai macam-macam batuk pada anak dan solusi pencegahan batuk pada anak.
Pengertian Batuk

Batuk bukan merupakan suatu penyakit, batuk adalah pertahanan yang dilakukan oleh tubuh untuk menjaga saluran pernapasan. Batuk juga dapat dikatakan reaksi tubuh ketika menghadapi iritasi tenggorokan terhadap makanan, debu, asap dan juga lendir. Batuk pada anak dapat dibedakan menjadi dua yaitu batuk akut dan batuk kronis. Batuk akut merupakan batuk yang terjadi dari 14 hari. Sedangkan batuk kronis adalah batuk yang lebih dari 14 hari dan terjadi dalam 3 episode yaitu 3 bulan berturut-turut.
Batuk Pada Anak

Batuk merupakan keluhan kesehatan yang seringkali dialami oleh anak. Batuk berhubungan dengan infeksi pernapasan. Infeksi pernapasan meliputi infesi pernapasan atas yaitu terjadinya pilek yang dikenal dengan hidung beringus, nasofaringitis akut atau faringoronitis akut dan juga common colds. Sedangkan infeksi pernapasan bawah diantaranya adalah bronkitis, bronkiolitis dan juga pneumonia.

Meskipun batuk tidak akan membahayakan dan hanya merupakan refleks tubuh untuk membersihkan jalan napas akan tetapi apabila kondisi batuk pada anak disertai dengan demam yang tinggi hingga suhu tubuh mencapai 39 erajat celcius dan berlangsung selama tiga hari, terjadi lesu dan bernapas yang cepat,kondisi tubuh anak yaitu pada bagian wajah, bibir dan lidah mengalami kebiruaan disertai dengan berdarah maka harus segera diambil tindakan.
Macam-macam batuk pada anak

1. Batuk "Menggonggong"

Batuk yang disebabkan oleh croup yaitu terjadinya peradangan trakea dan larings yang disebabkan karena alergi, infeksi pernapasan atau perubahan suhu yang terjadi di malam hari. Pada anak saluran napas akan menyempit sehingga mengalami peradangan, pita suara akan mengalami pembengkakan dan menjadi kesulitan bernapas. Inilah yang menyebabkan anak yang berusia dibawah 3 tahun menderita croup meskipun kebanyakan kasus dapat ditangani di rumah akan tetapi konsultasikan kepada dokter apabila sering dialami oleh anak.
2. Batuk Rejan

Batuk rejan memiliki ciri ciri kerap kali ingin muntah setelah suara batuk berakhir. Terdapat bunyi "whoop" setelah batuk berakhir yaitu disaat anak menarik napas dalam setelah mengalami batuk terus menerus. Jenis batuk ini disebabkan bakteri pertussis. Batuk jenis ini menular melalui cairan yang terinfeksi yaitu ketika penderita tertawa, batukk dan bersin. Apabila anak mengeluarkan bunyi whoop setelah batuk terus menerus kemungkinan besar merupakan gejala batuk rejan apalagi bila anak belum diberikan vaksinasi. Pada bayi yang menderita pertusis harus segera mendapatkan pertolongan dokter karena akan menyebabkan kekurangan oksigen.
3. Batuk Mengi

Pada jenis ini ditandai dengan bunyi mengi saat anak mengeluarkan napas. Batuk mengi dapat menjadi pertanda terjadinya sumbatan di jalan napas bawah yang disebabkan infeksi pernapasan seperti pneumonia atau bronkiolitis, asma atau juga tersangkut pada jalan napas. Kondisi seperti ini harus mendapatkan penanganan dokter sehingga memiliki obat yang dapat meredakan gangguan yang dialami anak terkecuali anda sudah mempersiapkan obat khusus sesuai resep dokter yang dapat menangani di rumah.
4. Batuk Mendadak

Batuk mendadaka banyak penyebabnya salah satunya karena tersedak makanan atau minuman yang masuk pada jalur yang salah. Makanan atau minuman yang harusnya masuk pada jalur pencernaan akan tetapi malah masuk pada jalur pernapasan sehingga membuat tersedak. Dengan batuk maka akan membuat jalan napas yang tersumbat dibersihkan. Batuk mendadak hanya terjadi sebentar saja meskipun demikian pada beberapa kasus seringkali anak mengalami batuk mendadak yang sulit reda maka dibutuhkan pertolongan pertama. Jangan membersihkan tenggorokan dengan jari karena akan menyumbat semakin jauh.
5. Batuk Pada Malam Hari

Seringkali anak mengalami batuk hanya pada malam hari. Kondisi dimana saat berbaring di tempat tidur, sumbatan yang terjadi pada hidung akan mengalir ke tenggorokan dan menimbulkan iritasi. Meskipun kondisi ini tidak akan membahayakan anak. Batuk pada malam hari harus diketahui penyebabnya dikhawatirkan disebabkan asma yang diderita anak.
6. Batuk Pada Siang Hari

Batuk yang hanya terjadi siang hari disebabkkan karena asma, pilek, flu, asma atau infeksi pernapasan. Bahkan kondisi lingkungan dapat menyebabkan terjadinya batuk pada siang hari sepeerti terlalu dingin atau hewan peliharaan yang dapat menyebabkan anak batuk.
7. Batuk yang disertai pilek

Kondisi anak pilek seringkali disertai dengan batuk. Batuk yang dialaminya merupakan batuk berdahak atau batuk kering. Umumnya berlangsung selama 1 minggu setelah pilek mereda.
8. Batuk dengan muntah

Batuk yang diderita anak berat seringkali merangsang refleks muntah. Meskipun kondisi ini tidak membahayakan. Kondisi ini biasa terjadi pada anak yang mengalami batuk, selama anak muntah lendir bukan muntah darah.

9. Stridor

Kondisi stridor adalah suara napas yang kasar dan berisik. Apabila terdengar stridor anda dapat segera membawa anak ke dokter. Stridor adalah pembengkakan pada jalan napas dimana terjadi karena croup (virus). Bahkan dapat terjadi dikarenakan penyumpatan jalan napas yang berat atau dikenal istilah epiglotitis.
Solusi dan Pencegahan Batuk pada Anak

Secara waktu berlangsungnya batuk dapat dibedakan menjadi batuk akut dan batuk kronis. Untuk membantu meredakan batuk pada anak adalah dengan cara cara berikut :
  1.  Anak yang mengalami batuk terus menerus selama satu jam diwaspadai sebagai bronkhitis.
  2. Hindari makanan atau minuman yang dapat merangsang batuk.
  3. Ketika anak sedang batuk berikan makanan atau minuman dalam porsi yang sedikit agar tidak merangsang muntah.
  4. Anda dapat menggunakan kayu putih atau minyak telon pada dada anak untuk memberikan kehangatan.
Sedangkan untuk mencegah batuk pada anak adalah dengan cara-cara berikut ini :
  1. Apabila anda sedang batuk gunakan masker sehingga tidak mudah menular pada anak anda.
  2. Menutup mulut ketika batuk.
  3. Berikan makanan yang bergizi yang dapat menjaga daya tahan tubuh anak anda.
  4. Cegah beberapa penyakit batuk dengan imunisasi. Batuk yang dapat dicegah dengan imunisasi yaitu imunisasi DPT dan imunisasi BCG.
Dengan demikian anak yang seringkali mengalami batuk harus diketahui penyebabnya dikhawatirkan menjadi gejala penyakit asma atau bronchitis. Pada dasarnya batuk adalah gangguan kesehatan yang ringan yang tidak perlu dikhawatirkan meskipun demikian harus diberikan pengobatan untuk membuat kondisi anak menjadi nyaman. Obat batuk yang diberikan pada anak harus disesuaikan dengan jenis batuk anak.

Anak seringkali sakit dan mengalami penurunan berat badan? Salah satu penyebabnya dikarenakan terjadinya gangguan kesehatan anak yang berhubungan dengan sistem pencernaan. Bahkan gangguan pencernaan pada anak akan menghambat kebutuhan nutrisi anak akibatnya akan terganggunya tumbuh kembang anak.

Penting untuk menjaga kesehatan pencernaan anak dikarenakan 70-80% pembentukan sistem daya tahan tubuh anak dibentuk di dalam saluran cerna. Apabila anak mengalami gangguan pencernaan maka penyerapan nutrisi akan terhambat selain itu beresiko mengalami gangguan fungsi pencernaan. Untuk lebih mewaspadai gangguan pencernaan pada anak, artikel kali ini akan membahas mengenai pengertian gangguan pencernaan pada anak, peran penting pencernaan pada anak, pencegahan yang harus dilakukan untuk tetap menjaga pencernaan anak yang sehat.
Pengertian Gangguan Pencernaan pada anak

Seringkali anak mengeluhkan rasa sakit pada bagian perut? Ini merupakan salah satu tanda awal terjadinya gangguan pencernaan. Gangguan pencernaan disebut dispepsia yaitu kondisi ketidaknyamanan pada bagian perut. Meskipun gangguan pencernaan termasuk umum dialami oleh anak atau orang dewasa akan tetapi gejala harus tetap diwaspadai.

Anak yang mengalami gangguan pencernaan akan menghambat tumbuh kembang anak. Kondisi ini dikarenakan pencernaan berfungsi sebagai pembentukan daya tahan tubuh, proses penyerapan nutrisi dan mengganggu kecerdasan anak apabila terjadi ketidakseimbangan gizi karena terhambatnya penyerapan nutrisi pada proses pencernaan.

Gangguan pencernaan pada anak disebabkan karena sistem pencernaan yang belum sempurna atau konsumsi makanan dan minuman yang memicu terjadinya ganguan pencernaan. Oleh sebab itulah anak anak membutuhkan waktu penyesuain untuk dapat beradaptasi dengan makanan yang dikonsumsinya. Gangguan pencernaan tidak dapat dianggap sepele dikarenakan akan berlangsung terus menerus dan memerlukan perawatan medis untuk menghindari gangguan kesehatan lainnya.
Peran Penting pencernaan pada anak

Pencernaan pada anak memiliki peran penting yaitu untuk membentuk daya tahan tubuh. Anak yang memiliki pencernaan yang sehat maka akan mempengaruhi pada kesehatan anak. Dengan memiliki kesehatan yang sehat maka tumbuh kembang anak akan optimal. Selain itu anak yang memiliki pencernaan yang sehat akan mempengaruhi kebutuhan nutrisi yang optimal.

Sistem pencernaan sangat mempengaruhi nutrisi yang dibutuhkan oleh anak, pada sistem pencernaan anak yang sehat maka  akan mampu menyerap gizi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan tubuh anak apabila mengalami gangguan maka kebutuhan nutrisi terhambat apalagi diusia anak 0-5 tahun yang termasuk masa emas anak.

Pencernaan juga berperan penting dalam kecerdasaan anak, faktor ini dihubungkan dengan penyerapan gizi yang tidak seimbang sehingga dapat mengganggu tumbuh kembang anak. Terganggunya tumbuh kembang pada anak akan berdampak pada kecerdasan anak. Pengembangan saat ini adalah anak yang cerdas mampu memiliki komunikasi dua arah yang mampu didukung oleh kemampuan otak anda.  Dengan saluran cerna yang sehat maka membuat kerja maksimal dan juga nutrisi yang dibutuhkan tubuh anak terserap optimal.
Pencegahan gangguan pencernaan pada anak

Mencegah gangguan pencernaan pada anak dilakukan semenjak anak lahir yaitu dengan memberikan ASI ekskusif. ASI yang merupakan makanan utama bayi dapat memberikan imunitas pada tubuh dan memberikan kelengkapan nutrisi. ASI mengandung probiotik yang dapat menjaga proses metabolisme di dalam tubuh, dapat melindungi dinding usus dan meningkatkan kekebalan tubuh. 

Selain itu untuk dapat membantu sistem pencernaan yang baik pada anak maka dapat dilakukan semenjak di dalam kandungan. Ibu hamil disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung probiotik seperti mengkonsumsi yogurt. Dengan konsomi makanan yang mengandung probiotik dapat menyeimbangkan pertumbuhan bakteri baik dan membantu mengedukasi dalam menjaga kesehatan pencernaan yang baik.

Gangguan pencernaan yang tidak baik pada anak berhubungan dengan asupan makanan yang susah pada anak. Dengan demikian untuk membantu anak anda dalam melengkapi semua kebutuhan nutrisi selama yaitu dengan memperhatikan bahan makanan yang dikonsumsi. Umumnya anak hanya suka satu makanan saja, ini membuat asupan gizi terhambat. Oleh karena itu, anda dapat mengalihkan perhatian yang menarik sehingga keinginan makan anak meningkat. Misalnya dengan memberikan alat makan yang menarik atau membuat bento.

Gangguan pencernaan pada anak bermacam-macam, berikut ini adalah uraian mengenai gangguan pencernaan pada anak :

1. Gangguan seluruh fungsi sistem pencernaan

Gangguan yang berhubungan dengan sistem pencernaan anak atau irritable bowel syndrome sehingga menyebabkan sembelit, sakit perut, ataupun diare. Gejala yang dihadapi umumnya buang air besar yang berubah. Anak dapat menjadi lebih sering diare atau lebih sering sembelit. Cara mengatasi anak yang mengalami irritable bowel syndrome yaitu dengan memberhentikan makanan dan minuman yang memicu diare/sembelit pada anak. Beberapa makanan yang harus dihentikan adalah makanan yang terlalu banyak mengandung bumbu, terlalu asin, asam atau juga manis.

2. Hipertroli pilorus stenosis

Anak yang mengalami hipertroli pilorus stenosis akan mengalami penyempitan saluran usus 12 jari yang disebabkan karena adanya penebalan otot dinding usus. Hal ini yang seringkali terjadi pada anak, yaitu muntah ketika sedang mendapatkan ASI. Gejala spesifik pada gangguan medis ini adalah muntah yang terjadi pada anak usia 2-12 minggu.Adapun tindakan medis yang dilakukan apabila sudah dipastikan mengalami gangguan kesehatan tersebut yaitu dengan melakukan penyayatan akan tetapi tidak memotong otot pilorus dengan tujuan melebarkan saluran.

3. Sakit perut berulang

Anak seringkali mengalami sakit perut yang berulang bahkan seringkali dijumpai pada anak yang berusia 3 tahun. Penyebabnya bermacam-macam dapat diakibatkan karena sosial, psikologis, dan sesuatu yang memicu stres pada anak. Gejala yang dihadapi anak adalah sakit perut yang berulang, bahkan nyeri tiga kali atau lebih selama tiga bulan dan mengalami ganguan aktivitas anak. Cara mengatasinya dengan mengetahui penyebab utama pada anak dan kemudian berkonsultasi dengan psikolog anak.

4. Pendarahan saluran cerna atas

Apabila anak yang muntah disertai dengan bercak darah segar atau kehitaman akibat mengalami denaturasi asam lambung. Penyebabnya anak mengalami luka pada tukak dan duodenum atau varises pada kerongkongan pecah. Gejala yang dialami anak mengalami muntah darah dan buang feses berwarna hitam.

Selain itu masih banyak gangguan pencernaan lain yang dialami oleh anak seperti refluks, diare karena infeki, kolik, sembelit, kembung atau intoleransi bakteri. Cara mengatasi gangguan pencernaan terebut dengan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan obat yang sesuai dengan kondisi anak.Hal ini disebabkan tidak dapat didiagnosa hanya dari satu gejala melainkan harus melakukan pemeriksaan medis untuk membantu memulihkan kembali kondisi kesehatanpencernaan anak.

Pencernaan yang sehat pada anak akan menunjang tumbuh kembang yang optimal pada anak. Sehingga kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan tubuh terpenuhi, hal inilah yang akan membantu dalam menjaga kesehatan anak, daya tahan tubuh dan kecerdasan anak.
Sumber : bidanku.com

Kekebalan tubuh atau imun sangat penting dalam menjaga kesehatan. Imun berasal dari bahasa latin yang berasal dari immunitas yang memiliki arti kekebalan. Sistem imun yaitu di dalam tubuh yang terdiri dari sel dan zat yang dihasilkan bekerja secara kolektif untuk melawan zat asing yang masuk ke dalam tubuh.

Peran penting kekebalan tubuh atau sistem imun yaitu memberikan perlindungan dari pengaruh luar (infeksi bakteru dan virus ) melibatkan sel dan organ pada organisme. Apabila kekebalan tubuh melemah maka perlindungan akan melemah dan menyebaban virus atau bakteri masuk ke dalam tubuh dan berkembang. Pada anak-anak sistem kekebalan tubuhnya belum sempurna sehingga rentan terkena penyakit meskipun demikian ada beberapa cara yang dapat orang tua lakukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak.

Dalam artikel cara meningkatkan kekebalan tubuh anak akan dijelaskan mengenai pentingnya imun, cara meningkatkan imun pada anak dan pencegahan terhadap penyakit yang menyerang sistem imun pada anak.
Pentingnya Imun Pada Anak

Saat pertama kali mikroorganisme masuk ke dalam tubuh selanjutnya reaksi ke dua dan ke tiga tubuh membentuk antibodi yang lebih cepat sehingga membutuhkan vaksinasi atau imunisasi. Imunisasi terdiri dari dua macam yaitu imunisasi aktif dan imunisasi pasif. Imunisasi aktif memberikan kuman ataupun racun kuman yang dilemahkan sehingga merangsang tubuh melakukan antibodi sendiri sedangkan imunisasi pasif menyuntikan antibodi sehingga kadar meningkat di dalam tubuh anak.

Sistem imun merupakan perlindungan terhadap kesehatan anak dari bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh. Sistem imun anak terdiri dari berbagai aspek yaitu hubungan aspek biokimia. Peranan dari imun pada anak untuk pertahanan tubuh dari benda asing sehingga tidak menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih buruk.

Waspadai penyakit yang menyerang Imunitas Anak

Sistem kekebalan tubuh merupakan mekanisme yang digunakan untuk mempertahankan dari benda asing yang tidak dikenali tubuh. Apabila imunitas berkurang maka menyebabkan gangguan kesehatan dan membahayakan kesehatan.

Berikut ini adalah beberapa penyakit yang berhubungan dengan gangguan sistem imunitas pada anak :
1. Sistem Kekebalan Tubuh yang Kurang Aktif

Sistem kekebalan tubuh yang kurang aktif maka akan menyebabkan gangguan kesehatan berupa Immune Deficiency Conditions yang berhubungan dengan kelompok penyakit besar yang menekan sistem kekebalan tubuh dan seringkali didasari penyakit kronis. Selanjutnya adalah Severe Combined Immunodeficiency yang ditandai dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun  disebabkan kelainan genetik. Terakhir adalah AIDS yang berkembang dan menyebabkan kekebalan tubuh gagal total. Umumnya pada anak merupakan penyakit bawaan dari orang tua yang sudah terinfeksi virus HIV.
2. Sistem kekebalan tubuh terlalu aktif

Apabila sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif maka akan menyebabkan gangguan kesehatan diantaranya adalah Alergi yang disebabkan karena makanan, minuman atau zat tertentu. Alergan yang dapat merangsang reaksi sehingga menyebabkan masalah ringan dan bantuan medis diperlukan untuk dapat mendiagnosis penyebabnya.
Anafilaksis merupakan alergi yang serius yang disebabkan oleh makanan, zat kimia atau gigitan serangga. Anak yang mengalami anafilaksis akan mengalami gatal, tenggorokan mengalami pembengkakan dan penurunan tekanan darah. Asma yaitu gangguan paru paru yang kronis. Gejala asma akan membuat anak menjadi mengi, batuk, sesak napa, dan sesak dada.
3. Gangguan sistem tubuh lainnya

Sedangkan beberapa gangguan kesehatan yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh diantaranya :
  1. Chediak Higashi Syndrome yang berhubungan dengan gangguan langka sehingga sindrom ini dapat mempengaruhi semua organ utama.
  2. Common Immunodeficiency Variable yang berhubungan dengan jumlah antibodi rendah di dalam tubuh. Meskipun demikian banyak ditemukan pada orang dewasa.
  3. Hives yang berhubungan dengan alergi pada wabah tertentu baik disebabkan makanan ataupun kontak tanaman tertentu.
Cara meningkatkan imun pada anak

Seperti diketahui bahwa imun pada anak memiliki peranan penting dalam menjaga penyakit dan infeksi maka anda dapat melakukan cara-cara untuk meningkatkan imunitas anak :
1. Memberikan ASI Ekslusif

Pada anak 0-6 bulan pemberian ASI ekslusif sangat membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak. Penelitian yang dilakukan bahwa dengan memberikan ASI maka kekebalan tubuh anak meningkat dan memberikan perlindungan terhadap penyakit yang berhubungan dengan pernapasan dan pencernaan. Pada ASI terkandung gizi yang dapat meningkatkan sistem imun anak.
2. Bermain di lingkungan

Seringkali orang tua khawatir pada anak yang bermain kotor-kotoran padahal dengan bermain di lingkungan maka sistem kekebalan tubuh anak akan berkembang sepenuhnya. Meskipun kondisi anak bermain di halaman akan terkena paparan kotor yang membantu dalam melacak jumlah patogen dalam melatih sistem imun akan tetapi di sisi lain akan berpotensi menguntungkan dan mendukung sel tubuh dalam memerangi infeksi.
3. Banyak tertawa

Meningkatkan imunitas tubuh anak dengan banyak tertawa? Pasti anda  heran, padahal dengan cara yang menyenangkan akan membantu dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Penelitian yang dilakukan bahwa menonton film komedi akan membantu dalam meningkatkan produksi sel yang membantu dalam meningkatkan kekebalan tubuh dalam membunuh kuman pilek dan flu.
4. Istirahat Cukup

Penelitian yang dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh yaitu dengan istirahat cukup. Istirahat yang cukup akan menurunkan risiko flu dibandingkan ketika kurang tidur. Bahkan porsi tidur sehat untuk anak berusia 3-12 tahun yaitu 10 jam perhari. Dengan demikian kebutuhan tidur anak lebih lama dibandingkan dengan orang dewasa.
5. Mengurangi antibiotik

Kurangi memberikan antibiotik apabila sakit anak ringan. Umumnya orang tua meminta dokter untuk menyertakan antibiotik padahal penyakit ringan seperti flu, pilek atau sakit tenggorokan tidak memerlukan antibiotik. Pemberian antibiotik pada anak yang terlalu sering maka akan melemahkan sistem kekebalan tubuh pada anak.
6. Menghindari Polusi Udara

Dengan polutan udara maka akan merusak silia rambut di dalam hidung yang berfungsi sebagai penangkal masuknya benda asing ke dalam tubuh. Sehingga hindari anak anda dari pencemaran udara seperti asap rokok, asap pembakaran dan beberapa bahan kimia yang berbahaya yang sering dijadikan bahan dalam beberapa alat rumah tangga.

7. Konsumsi makanan yang dapat meningkatkan imunitas diantaranya :
  • Susu kedelai yang mengandung flavonoid yang dapat menambah daya tahan tubuh. Flavonoid sejeni pigmen yang sering terdapat pada tanaman hijau yang dapat meningkatkan sistem imunitas.
  • Ikan dan Telur mengandung seng yang dapat meningkatkan perkembangan tubuh, memperkuat imunitas dan menambah inteligensi.
  • Madu merupakan sumber protein penting yang dapat meningkatkan imunitas. Selain itu mampu dapat menjaga stamina tubuh dan baik dikonsumsi setiap hari.
  • Prebiotik adalah bakteri baik di dalam pencernaan yang banyak terdapat makanan olahan seperti yogurt atau beberapa makanan seperti gandum, pisang, madu dan juga kacang-kacangan.
  • Vitamin C mampu meningkatkan ketahanan tubuh anak dari infeksi dan juga menyembuhkan luka. Dapat mengkonsumsi suplemen atau kandungan vitamin C yang alami dari buah dan sayur.
Sumber : bidanku.com


Anak yang gemuk seringkali menggemaskan, inilah yang menyebabkan sebagian orang tua membiarkan anak mengkonsumi makanan berlebih tanpa memperdulikan pola makan yang sehat. Pola makan yang tidak sehat tidak hanya berhubungan dengan anak yang sulit makan akan tetapi pada anak yang sering makan. Nah, untuk mengetahui pola makan yang sehat pada artikel ini akan dibahas mengenai pola makan anak sehat. Pola makan anak dibentuk semenjak usia dini untuk menunjang tumbuh kembang yang optimal. Pola makan yang benar maka akan membentuk anak yang sehat dan perkembangan sesuai dengan usianya.
Pengertian Pola Makan Sehat

Pola makan berhubungan dengan pengaturan makanan yang seimbang dengan asupan gizi yang dibutuhkan. Gizi yang dibutuhkan tubuh dihasilkan dari sari makanan untuk menjaga kesehatan. Dengan demikian pola makan yang sehat berhubungan dengan aneka ragam makanan yang dapat memenuhi zat gizi yang diperlukan sesuai dengan usia anak. Kelebihan atau kekurang gizi akan menyebabkan masalah pada kesehatan anak.
Pola Makan yang Ideal Pada Anak

Pola makan yang ideal pada anak disesuaikan dengan usia anak. Sehingga pada uraian di bawah ini akan dikelompokan berdasarkan usia. Berikut penjelasannya :
1. Anak yang berusia 0-6 bulan

Ini merupakan pola makan yang utama dengan memberikan ASI atau pemberian ASI ekslusif. Pada usia bayi 0-6 bulan kebutuhan nutrisi dapat dipenuhi dari ASI sehingga tidak perlu mengkonsumsi makanan atau minuman pada bayi. Ini dikarenakan pencernaan anak yang masih belum sempurna sehingga akan menyebabkan gangguan pencernaan pada anak. 

Banyak manfaat yang didapat dengan memberikan AsI yaitu imunitas alami didapat dari ASI dan juga dapat meningkatkan hubungan batin ibu dan anak. Dalam mengatur pola makan 0-6 bulan pada anak yaitu langsung memberikan ASI ketika bayi lahir, waktu dan lama memberikan ASI dapat disesuaikan dengan bayi dan ASi sudah mencukupi kebutuhan gizi harian anak anda (pada usia 0-6 bulan).

2. Usia 6-12 bulan

Pemberian makanan yang pertama diberikan pada anak yaitu pemberian makanan padat. Makanann Pendamping ASI (MPASI) diberikan sesuai dengan usia dan kematangan saluran pencernaan anak. Adapun Pola makan usia dini yang dapat diterapkan pada anak usia 6-12 bulan yaitu Anak udah dapat belajar duduk, kuat menahan leher dan kepala. Bahkan bayi sudah mengeluarkan air liur yang mengandung enzim amilase selanjutnya memiliki kemampuan oromotor yaitu koordinasi mengisap, menelan, dan mengunyah.

Adapun upaya dilakukan untuk pola makan sehat usia 6-12 bulan yaitu dengan memberikan makanan padat dengan tekstur dan kekentalan yang bertahap. Berikan sesuai dengan usia sehingga pemberian bertahap tidak menggangu sistem pencernaanya. Anda dapat memberikan makanan 1-2 sendok pada hari kedua kemudian porsi ditambah di hari selanjutnya. Biarkan anak anda mengenal cara makan dan yang tidak kalah penting adalah melakukan observasi makanan yang memicu alergi pada anak.

3.Usia 1-3 tahun

Pada anak usia 1-3 tahun sudah bergerak aktif bahkan rasa ingin taunya sudah mulai tinggi. Pada anak berusia 1-3 tahun memiliki karateristik sulit makan bahkan nafsu makan anak cenderung berubah-ubah. Anak dapat mengkonsumsi makanan dalam porsi makan yang banyak kemudian beok menjadi sedikit. Selain itu anak berusia 1-3 tahun hanya menyenangi atu makanan saja, inilah yang membuat orang tua khawatir akan kebutuhan gizi anak yang tidak terpenuhi.

Pola makan untuk anak usia 1-3 tahun yaitu dengan menciptakan lingkungan makanan yang menyenangkan sehingga dapat membuatnya keinginan makan anak meningkat. Anda dapat memberikan makanan yang hangat dengan porsi tidak terlalu banyak, kemudian berikan kesempatan untuk belajar makan mandiri. Selain itu anak usia 1-3 tahun lebih cenderung memilih makanan yang disuka sehingga hindari menuruti kecenderungan menyukai satu jenis makanan tertentu.

4. Usia 4-6 tahun

Pada anak prasekolah kebutuhan kalori mencapai 85 kkal/kgBB. Sehingga pada anak yang berusia 4-6 tahun dengan karakteristik nafsu makan yang berkurang dan lebih tertarik dengan bermain dengan teman lingkungan sekitarnya. Adapun yang dilakukan untuk membentuk pola makan sehat pada usia anak 4-6 tahun yaitu dengan memberikan makanan beranekaragam. Apabila anak anda cenderung makan dalam jumlah sedikit berikan dalam jumlah yang sering 4-5 kali meskipun usahakan untuk memperkenalkan waktu makan yang benar (pagi,siang, malam ). Anda dapat memberikan makanan ringan disela makanan padat yaitu ketika sarapan menuju makan siang dan ketika makan siang menuju makan malam.

5. Usia 7-12 tahun

Pada usia anak sekolah lebih mempunyai lingkungan sosial yang lebih luas sehingga lebih banyak menghabiskan waktu bermain dengan temanya. Pada anak usia sekolah seringkali dipengaruhi dengan pola makan yang tidak sehat dikarenakan sudah mengenal makanan di lingkungan (jajan). Bahkan sudah punya keinginan untuk mencoba makanan yang belum dikenalnya melalui media. Bahkan anak yang cenderung memilih makanan tertentu cenderung berkurang karena rasa ingin tahu makanan yang beragam meskipun demikian peran orang tua tetap menjaga makanan yang sehat untuk anak.

Upaya yang dapat dilakukan untuk menerapkan pola makan anak yaitu dengan menjelaskan waktu makan yang baik dan benar untuk menjaga kesehatannya. Berikan pengertian untuk tidak jajan sembarangan dan anjuran membawa bekal sendiri ke sekolah. Mempertahankan makanan yang megandung nilai gizi yang baik untuk menunjang tumbuh kembang anak.

Pola makan anak yang terganggu dapat disebabkan oleh faktor psikologi maupun adanya gangguan kesehatan misalnya infeksi ataupun kelainan bawaan yang dialami anak. Meskipun infeksi ringan akan tetapi apabila mempengaruhi pola makan anak maka akan menyebabkan gangguan kesehatan yang serius.

Berikut ini adalah penyebab anak mengalami gangguan pola makan :
1. Anak mengalami sariawan

Salah satu yang menyebabkan anak sulit makan adalah sariawan bahkan terkadang disertai suhu tubuh yang naik. Penyebab sariawan dapat berasal dari trauma atau jamur. Anak yang mengalami gangguan mulut, sariawan akan kesulitan mengunyah sehingga anak sulit makan sampai berhari hari.

2. Mengalami penyakit tangan dan kaki

Mulut dan tenggorokan anak mengalami perubahan dengan timbulnya bintil-bintil dan menyebabkan anak kehilangan nafsu makan? salah satu gejala dari penyakit tangan dan kaki adalah kondisi tubuh anak anda menaik dan mengalami bintil di mulut dan tenggorokan yang menggangu makan anak.

3. Cacingan

Anak yang mengalami cacingan adalah ketika jumlah cacing di saluran pencernaan banyakn sehingga perut menjadi buncit dan kembung. Cacing yang terkumpul akan menutupi saluran pencernaan sehingga ketika makanan yang masuk akan dimuntahan kembali bahkan makanan yang masuk akan di santap oleh cacing. Akibatnya anak menjadi kehilangin gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, terlihat kurang nafsu makan dan berat badan tidak mengalami kenaikan sesuai usia.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget