Latest Post

KBIT Bina Amal angkatan 2002 sedang Latihan Sholat


Pernahkah kita mendengar anak kita mengeluh.
"Males dehh. Ngantuk nih. Kenapa harus shalat segala."
"Hah? Sehari lima kali? Repot amaaat."
"Lagi tanggung nih. Bentaran deh. Udah level 29 gamenya."


Atau dengan alasan alasan lain yang merasa shalat adalah hal terberat yang harus di lakukan.

Oya, kebetulan di Sekolah saya ada lembaran mutabaah ibadah pekanan untuk siswa. Jadi lembar kertas mutabaah itu dibagikan setiap Senin dan dikumpulkan lagi Senin depannya. Isinya? Isinya shalat lima waktu : subuh, dzuhur, ashar, maghrib, isya. Dan anak anak wajib menuliskan apa yang dia kerjakan jumlah shalat yang dia lakukan. Misal subuh 7x (hitungan sepekan). Begitu juga shalat fardhu lainnya. Dan apa yang saya lihat kemudian hasilnya?

Jarang. Jaraaang sekali anak yang mengisi kolomnya dengan angka 7 alias shalat fardhunya full.


Kebanyakan dari anak-anak (kelas 4 SD murid saya) itu menulis angka 6 atau 5 bahkan ada yang 4 dan 3. Dan itu artinya ada sebagian anak yang shalatnya misal isya hanya 3 kali sepekan. Atau 5 kali sepekan. See, masih ada bolong-bolongnya. Masih terlewatkan shalatnya. Masih belum fuuuul shalatnya. Haduh.

Salah siapa?

Jangan saling menyalahkan ah. Yuk kita cari solusinya.

Dan jika anak kita bertanya.

"Abi, Ummi. Kenapa sih kita harus shalat setiap hari. Iya. Setiap hari? Apa enggak bosen? Enggak pegel? Males deh."

Nah. Kita sebagai orang tua. Saatnya waktu yang tepat untuk menjelaskan kepada anak kenapa sih kita mesti shalat segala???

Inilah jawaban kita sebagai orang tua kepada si kecil tercinta.


1. Shalat itu adalah tugas kita sebagai muslim.
Sahabat Ummi. Kita bisa menjelaskan dengan bahasa yang sederhana. Bahwa shalat itu adalah sebuah tugas dari Allah untuk hambanya. Ibarat si kecil memiliki PR. Kalau PRnya di kerjakan. Maka akan di senangi guru, akan di cintai guru dan tentu saja akan mendapat nilai terbaik sesuai dengan pengerjaan tugasnya. Begitu juga shalat. Karena shalat itu memang tugas dari Tuhan kita, dari Allah. Maka sudah seharusnya kita melakukan tugas itu supaya apa? Supaya kita di senangi Allah, supayasemakin di cintai Allah dan tentu saja. Supaya kita kelak mendapat nilai terbaik alias pahala terbaik ketika tiba masa perhitungan amalan kita. Sure? Mudah ya menjelaskannya.

2. Shalat adalah bentuk pengabdian kita kepada Allah.
Sahabat Ummi, kita bisa menjelaskan kepada si kecil bahwa kita sebagai hamba tentu saja ingin mengabdi, ingin mensyukuri segala nikmat dan rezeki yang telah di turunkan oleh Allah. Maka, sudah sepantasnya kita sebagai hambanya mengabdi kepada Allah. Mengikuti tugas dan perintah dari Allah. Masa sih kita sudah di berikan nikmat yang banyak, rezeki yang berlimpah. Eeh kitanya jadi lupa dan berpaling dari Allah. Enggak sopan banget kan? Makanya agar nikmat kita semakin di tambah. Sudah sewajibnya kita melakukan segala perintah-Nya. Mengabdi sepenuh hati hanya karena Allah dan untuk Allah. Heeeeii kita enggak mau kan nikmat nikmat kta di tarik oleh Allah??? Ngeriii.

3. Shalat itu bikin kita sehat loh.
Nah. Faktanya memang shalat berdasarkan penelitian ilmiah memiliki segala kelebihan dan kesehatan bagi pelakunya. Kita bisa menjelaskan kepada anak kita bahwa shalat berdasarkan penelitian ilmiah memang menyehatkan. Baik saat rukuk, sujud, tahyat semuanya memiliki manfaat yang baik. Dan itu artinya shalat juga enggak sembarang ritual. Enggak sekedar berdiri, ruku, sujud. Dan selesai. Tidak... tapi hakikatnya shalat memiliki sejumlah kelebihan dan jika di praktekan akan membuat tubuh kita sehat dan kuat. Semoga anak kita mudah faham ya.

4. Shalat mengobati kegelisahan.
Sahabat Ummi. Sampaikan juga kepada anak kita bahwa shalat juga bisa menenangkan, shalat juga bisa mengobati kegelisahan. Sudah banyak sekali manusia di muka bumi ini yang membuktikan bahwa saat dia gelisah, was-was dan merasa pikirannya tidak tenang. Lakukanlah whudu dan shalatlah.... maka kita akan merasakan atmosfer yang berbeda antara sebelum dan sesudah shalat. Kenapa??? Karena shalat itu menenangkan. Bukan malah shalat menjadi beban.
Kita bisa juga menyampaikan kepada si kecil dengan tahapan yang sederhana. Bahwa awalnya memang terasa berat jika belum terbiasa. Tapi kalau sudah terbiasa?? Maka saat meninggalkan satu waktu shalat saja merasa ada yang kurang, merasa kacau, merasa tidak tenang. Dan kita sebagai orang tua kemudian melanjutkan ke cerita-cerita barangkali kita pernah meninggalkan shalat dan membuat hati kita jadi tidak tenang dan lain sebagainya. Jadi si kecil akan semakin faham dan yakin jika di tambah dengan kisah nyata yang kita sampaikan.

5. Shalat mengajarkan kita kesabaran
Kita juga bisa menjelaskan kepada si kecil bahwa. "Nak, shalat juga bisa melatih kesaraban kita loh."
"Kesabaran gimana maksudnya?" Mungkin si kecil akan bertanya.
Iya. Jadi shalat juga melatih kesabaran kita. Kadang kita lagi maleees banget, ehh tiba waktu shalat. Kadang kita lagi buru-buru banget nih. Tapi imam bacaanya lambat. Nah itu mengajarkan kepada kita bahwa shalat juga bisa melatih kesabaran kita. Masih ingat kan dengan sebuah pepatah yang cukup familiar bahwa "orang sabar di sayang Tuhan." Dan kita juga bisa menyampaikan kepada si kecil. Bahwa manfaat sabar itu saaaangat besar. Salah satunya membuat kita lebih tangguh dalam menghadapi masalah hidup. Salah satu cara melatih kesabaran adalah dengan shalat.

6.Shalat itu adalah waktunya istirahat untuk kaum muslimin yang beriman.
Sahabat Ummi, pernahkah membaca buku Salim A Fillah? Disitu Ustadz Salim menuliskan kurang lebih begini.

“Shalat itu adalah tempat istirahatnya orang orang mukmin dan orang orang yang selalu melakukan kebaikan-kebaikan.” (mohon maaf jika redaksinya kurang pas)
Dan kita bisa menyampaikan kepada si kecil. Bahwa manusia memang terlalu sibuk. Sibuk bekerja lah, sibuk mencari nafkah lah, sibuk mengejar target, sibuk bermain, sibuk mengerjakan tugas, sibuk urusan duniawinya bagi orang dewasa. Nah, sungguh hebat sekali ya Allah mengatur hambanya dengan suruhan untuk shalat. Karena waktu-waktu shalat adalah waktu yang pas untuk mengistirahatkan diri dari segala kelelahan dalam bekerja. (misal waktu shalat zuhur). Sangat sempurna sekali desain perintah yang telah Allah tentukan ya? Keren.


7.Shalat itu mempermudah datangnya rezeki
Kita juga bisa menjelaskan kepada si Kecil bahwa salah satu keajaiban shalat adalah, Allah akan memudahkan dalam menurunkan rezeki kepada hambanya. Kita bisa memberi salah satu contoh shalat duha adalah shalat yang bisa memudahkan kita memprolah rizki yang di turunkan oleh Allah.Maka, ketika manusia manusia di landa kemiskinan dan kesusahan shalatlah, Allah akan memudhkan rizki bagi orang yang senantiasa menjaga shalatnya. Dan kita tetap menjelaskan juga di samping shalat harus tetap ada ikhtiar yang jelas hehehehe.

8.Shalat juga membebaskan kita dari segala kesulitan dan permasalahan.
Kita sampaikan kepada si kecil. Betapa banyak kisah-kisah orang yang putus asa dalam menghadapi masalah hidup dan mereka mendapat solusi setelah melakukan shalat yang kusyu. Kita juga bisa menyampaikan bahwa banyak kisah-kisah nyata (baik yang di alami oleh teman kita, saudara kita atau bahkan kita sendiri) yang merasa terbantu, tercerahkan setelah shalat dan akhirnya menemukan solusi ketika kita ada masalah dan kesulitan.

Karena apa? Karena shalat adalah do’a. Waktu yang sangat tepat untuk menumpahkan segala permasalah hidup kita. Sampaikanlah kepada si kecil, namanya orang hidup sudah dipasatikan akan menemukan masalah-masalah kehidupan. Baik masalah ringan, sedang, bahkan masalah yang rumit sekali. Baik masalah dengan teman, saudara bahkan masalah dengan orang tua. Dan semua permasalahan bisa di atasi salah satunya dengan shalat yang khusyu dan berdoa yang khusyu agar segala bentuk permasalahan di ringankan di diselesaikan. Yakinlah... Allah maha menderngar segala keluh kesah kita.

Selain itu? Sahabat Ummi juga bisa menambahkan bahwa dengan shalat permasalahan menjadi mudah. Dan Dengan shalat hidup menjadi berkah. Yang paling penting, kita selaku orangtua perlu memberi teladan untuk anak-anak dengan shalat 5 waktu full. Setuju?


ummi online

Pembiasaan Sholat Berjamaah

1. Anak-anakmu bukan pilihanmu, mereka menjadi anak-anakmu, bukan karena keinginan mereka, tetapi karena takdir Allah. Lihat QS.28:68, QS.42:49-50.

“Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia).”
(QS. Al Qoshosh 68)

2. Karena apa yg Allah takdirkan untukmu, maka itulah amanah yg harus ditunaikan.
Lihat QS.8:27-28.
“Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. Al Anfal 28)

3. Orang tua lah yg ingin memiliki anak dan keinginanmu adalah janjimu kpd Alloh. Maka tepatilah janjimu karena akan Alloh minta pertanggung jawabannya. Lihat QS.5:1, QS.17:34, QS.13:19-24.
“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu” (QS. Al Maidah 1)

4. Alloh tidak membebanimu melampaui kemampuanmu, maka bersungguh-sungguhlah.
Lihat QS.2:233, QS.64:16, QS.3:102, QS.22:78.
“Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian” (QS. Al Baqoroh 233)

5. Allah tidak mewajibkan kamu membentuk anak-anakmu mahir dlm segala hal, tetapi Allah mewajibkan membentuk anak-anak yg sholeh terbebas dari neraka. Lihat QS.66:6, QS.46:15.

"Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri." (QS. Al Ahqof 15)

6. Jangan berharap kebaikan dari anak-anakmu,bila tidak mendidik mereka menjadi anak-anak yg sholeh. Lihat QS.11:46, QS.19:59.
“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan” (QS. Maryam 59)

7. Jangan berharap banyak pada anak-anakmu,bila kamu tidak mendidik mereka sebagaimana mestinya. Lihat QS.17:24.

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil."” (QS. Al Israa; 24)

8. Didiklah anak-anakmu sesuai fitrahnya. Lihat QS.30:30.
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (Ar Ruum 30)

9. Janganlah menginginkan anak-anakmu sebagai anak-anak yg sholeh sebelum engkau menjadi sholeh lebih dahulu. Lihat QS.61:2, QS.66:6.
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim 6)

10. Janganlah menuntut hakmu dari anak-anakmu,sebelum engkau memberi hak anak2mu. Lihat QS.1:5.
“Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan”
(QS. Al Fatihah 5)

11. Janganlah engkau menuntut hakmu dari anak2mu,sampai engkau memenuhi hak2 Allah atasmu. Lihat QS.2:83, QS.4:36, QS.6:151, QS.17:23-24.
"Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar[518]." Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya)” (QS. Al An’am 151)

12. Berbuat baiklah pada anak-anakmu,bahkan sebelum mereka diciptakan. Lihat QS.2 : 221.
“Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran” (QS. Al Baqoroh 221)

13. Janganlah engkau berpikir tentang hasil akhir dari usahamu mendidik,tetapi bersungguh2lah dalam mendidik. Lihat QS.11:93.
“Dan (dia berkata): "Hai kaumku, berbuatlah menurut kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah azab (Tuhan), sesungguhnya akupun menunggu bersama kamu." (QS. Huud 93)

14. Janganlah berhenti mendidik sampai kematian memisahkanmu. Lihat QS.15:99.
“dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)” (QS. Al Hijr 99)

buku co-parenting SDIT Bina Amal 2016

Eko Suryanto S.Pd (Kepala Sekolah SMPIT) Afina Ghaida M, Sanya Pramudita, Najwa Azizul F.,Fadhila Itsna Z., Alya Najmadhiya I., Della Fadhila, Depan Sabrina Gabriela P.,Izzah Nabila, Rose Citra A., Lina Faiqunnisa

Tim SMPIT Bina Amal menyabet Juara 1 Kategori SMP di Ajang Lomba Kampanye, Kebersihan dan Kesehatan (KRS) Jumpa Bhakti Gembira (JUMBARA) PMI 2016 Se-Kota Semarang yang dilaksanakan pada tanggal 5-7 Agustus 2016 di Bumi Perkemahan Lemdadika Karanggeneng, Gunungpati-Semarang. Kompetisi yang berlangsung dari hari Jum’at hingga Minggu pada ajang bergensi ini diikuti oleh Tim SD, Tim SMP, Tim SMA hingga Tim Universitas Se-Kota Semarang.

Penghargaan Juara 1 dari perlombaan tersebut dipersembahkan oleh Tim SMPIT Bina Amal diantaranya Afina Ghaida M., Sanya Pramudita, Najwa Azizul F., Fadhila Itsna Z., Alya Najmadhiya I., Della Fadhila, Sabrina Gabriela P., Izzah Nabila, Rose Citra A., dan Lina Faiqunnisa. “Bahwasanya penghargaan Juara 1 tersebut, Tim SMPIT Bina Amal telah menumbangkan 31 Tim SMP lainnya dalam ajang lomba bergengsi ini” kata Humas SMP IT Bina Amal. “Bahkan yang tidak kami sangka, kami berhasil mengalahkan tim langganan juara,” kata Bu Laila salah satu pendamping lomba.

Dari Persaingan memperebutkan juara, kata Sabrina Gabriela P. dan Izzah Nabila berlangsung sangat ketat."Kita gak menyangka kalau kita 1 Tim menjadi juara Kampanye, Kebersihan dan Kesehatan (KRS). Hal ini karena persiapan yang hanya sebulan dan tim pesaing terlihat begitu hebat " kata Bella dan Billa sapaan beken mereka.

Kepala Sekolah Bapak Eko Suryanto S.Pd juga mengungkapkan hal yang sama dan kebanggaannya kepada TIM PMR SMP IT Bina Amal yang ternyata mempunyai keyakinan dan percaya diri tinggi untuk tidak mudah menyerah, hal inilah salah satu yang mengantarkan mereka menjadi Juara. Ibu Heru selaku humas SMPIT Bina Amal juga mengatakan “Dari total keseluruhan penilaian peserta Tim SD hingga Tim Universitas yang mengikuti perlombaan ini, Tim dari SMP kitalah yang juga mendapatkan Prestasi Grade A Madya Peringkat 2 dari Total penilaian tersebut”.

Dalam Ajang tersebut dilombakan beberapa bagian diantaranya Pertolongan Pertama (PP), Perawatan Keluarga (PK), Kampanye Kebersihan dan Kesehatan, Pendidikan Remaja Sebaya (PRS), Devile, dan Pentas Seni. "Prestasi dari Tim Sekolah tersebut tak luput dari keyakinan, percaya diri, dan do'a serta dukungan dari pihak sekolah, orang tua, serta Pembinaan dari pembimbing mereka Kak Octa serat Ibu Laila selaku guru UKS dan pendamping, yang memberikan arahan dan materi serta kritikan saat latihan disekolahnya selama sebulan.

Mereka berkeyakinan pula bahwa diajang berikutnya bisa juara oleh adik kelasnya. "Kalah menang itu hasil akhir, yang terpenting berikan hasil yang terbaik untuk sekolah, kuncinya latihan harus lebih maksimal dan do'a, sehingga semua kategori yang dilombakan bisa juara" pesan dari salah satu Tim Peraih Grade A2 untuk adik kelasnya.“ Oke tetap semangat dan berikan yang terbaik.....

Foto-foto

Bersama Bu Laila guru pendamping lomba

Jepret

Ini karyaku....

Bella dan Billa menunjukkan giginya..eh karyanya...

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget