Latest Post

Siswa kelas X berkunjung ke Pabrik Tahu Serasi (Bandungan)

Siswa SMA IT Bina Amal mengikuti kegiatan kunjungan ke PT. Indosat dan Pabrik Tahu Serasi, Kamis 7 September 2017.

Menurut M Badjuri S.Pd, Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMAIT Bina Amal, kunjungan tersebut merupakan program rutin puncak tema. Puncak tema adalah kegiatan istimewa di setiap kelasnya pada awal tema pembelajaran yang diselenggarakan di dalam maupun di luar sekolah dengan tema tertentu.

" Puncak tema di adakan dalam seharian penuh untuk menggali potensi atau bakat siswa selain bidang akademis. Outbond, rekreasi, berenang, drama teater, pertunjukan musik dan seni, berkunjung ke tempat rekomended, bakti sosial, games, bertani, berternak, bermain dan masih banyak lagi merupakan kegiatan dalam puncak tema, tuturnya"

Kunjungan dibagi menjadi dua rombongan, kelas X berkunjung ke Pabrik Tahu Serasi (Bandungan). Dan kelas XI berkunjung ke PT.Indosat di jalan Pandanaran.

Di Pabrik Tahu Serasi (Bandungan), siswa belajar dengan melihat langsung proses pengolahan tahu dan mengamati limbahnya. Siswa dibagi kelompok masing-masing terdiri dari 3 orang. Setiap kelompok diberi tugas untuk membuat makalah. Dengan kunjungan ke pabrik tahu, diharapkan siswa dapat terasah kemampuan berfikir ilmiahnya.

Siswa kelas XI berkunjung ke PT.Indosat
Kemudian di PT.Indosat yang berlokasi di jalan Pandanaran, siswa mendapatkan pemaparan mengenai manfaat teknologi komunikasi dan jaringan dalam kehidupan, motivasi kemandirian dengan tema "Yang Muda Yang Menginspirasi".

Manajer marketing indosat, ibu Peni menyampaikan "3 tahun masa SMA tidak akan pernah terulang, siswa harus fokus untuk sukses. Harus banyak bergaul membangun public relation. Teknologi digital sebagai sarana utk meraih sukses."

Disana siswa juga belajar tentang strategi pengembangan pasar dan peningkatan kualitas tenaga kerja.

Siswa terlihat aktif saat tanya jawab, bahkan 3 siswa maju ke depan menceritakan pengalamannya menggunakan teknologi untuk bisnis yang sedang dijalankan.

Semoga pengalaman luar biasa yang didapatkan siswa dalam kegiatan ini bisa menjadi bekal sukses dalam kehidupan mereka.

#humas_smait



Semarang- Ratusan pelajar dari Kelompok Bermain, Taman Kanak-kanak, dan Sekolah Dasar Islam Terpadu Bina Amal Semarang, Rabu, menggelar aksi solidaritas serta penggalangan dana guna membantu etnis Rohingya yang menjadi korban tindak kekerasan di Myanmar. Hari ini, Rabu, 06/09/2017 bertempat di Kampus Jl. Kyai saleh no. 8, Kota Semarang.

Aksi solidaritas yang berlangsung di halaman sekolah dimulai dengan doa bersama, berbagai orasi dukungan moral untuk rakyat Rohingya dari siswa-siswi Bina Amal dan guru maupun Kepala Sekolah, kemudian dilanjutkan dengan penggalangan dana secara sukarela yang telah mereka persiapkan dari rumah.

Satu per satu pelajar dari beberapa tingkatan yang berbaris rapi memasukkan sejumlah uang ke kotak kaca bertuliskan "Infaq Solidaritas Rohingya".

Kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu Bina Amal Eka Mulyanto mengatakan bahwa aksi solidaritas yang dilakukan ratusan pelajar ini merupakan bagian dari pendidikan karakter terkait dengan penanaman kepedulian terhadap sesama manusia, menumbuhkan empati dan pembelajaran bahwa di atas dunia ini tidak boleh ada penjajahan, perampasan hak kehidupan dari manusia oleh manusia lain yang bertentangan dengan asas kemanusiaan yang adil dan beradab.

Selain itu, aksi solidaritas tersebut juga menjadi bentuk komitmen moral dari Yayasan Wakaf Bina Amal terhadap berbagai bentuk ketidakadilan yang terjadi pada siapa pun dan di mana pun."Insyaallah setiap kejadian apa pun, bencana atau apa pun, kami akan terus menggalang solidaritas dan kepedulian terhadap sesama manusia sebagai bagian dari kemuliaan islam yang rahmatan lil ‘aalamin." tegasnya.

Menurut Ketua Yayasan Wakaf Bina Amal, H. Joko Widodo SE, apa yang terjadi di Rohingya merupakan kejahatan luar biasa terhadap kemanusian. Hal inilah yang membuat kami, tergerak mengajak semua pihak untuk peduli dan berbagi serta mendoakan saudara-saudara kami yang di Rohingya. Kemudian mengajarkan pada anak-anak untuk peduli kepada sesama. Lebih lanjut Joko Widodo menyampaikan keprihatinannya, dia mengutip dari ERC, laman web resmi Muslim Rohingya di Eropa menyatakan bahwa saat ini terjadi pembakaran, penjarahan, penggusuran dan pembunuhan muslim Rohingya oleh pemerintah myanmar. Perbuatan biadab pemerintah myanmar ini telah menyebabkan lebih dari 3.500 muslim Rohingya terbunuh. Mulai dari bayi, anak-anak, wanita orang tua dan dewasa. Menghancurkan 5.000 infrastruktur, termasuk rumah, sekolah dan masjid. Lebih dari 76.000 melarikan diri ke negara tetangga dan ratusan ribu terdampar di perbatasan negara.

Selama aksi solidaritas berlangsung, para pelajar terlihat membawa poster yang antara lain bertuliskan "Pray For Rohingya", "Peace Myanmar", "Save Rohingya", "Jangan Lupa Sisipkan Mereka dalam Setiap Doamu", dan "Selamatkan Rohingya !".

Dalam aksi ini terkumpul dana solidaritas untuk Rohingya sebesar Rp. 35.359.500,-Dalam penyalurannya Yayasan Wakaf Bina Amal bekerja sama dengan Pos Kemanusiaan Peduli Umat (PKPU) dan lembaga sosial yang memiliki akses menyalurkan bantuan langsung ke Rohingya, Myanmar.

Semoga aksi solidaritas ini dapat meringankan penderitaan saudara-saudara muslim kita di Rohingya.
Semoga Allah memberikan pertolongan kepada saudara- saudara muslim kita di Rohingya.

Humas Bina Amal

Muntafingah (0812252241833)











Suatu hari ada wanita muslimah datang ke Pasar Bani Qainuqa’ untuk suatu kebutuhan yang ia perlukan. Ia menghampiri salah satu pedangang Yahudi, kemudian melakukan transaksi jual beli dengannya. Namun orang Yahudi berhasrat membuka cadar yang dikenakan sang muslimah karena ingin melihat wajahnya. Muslimah itu berusaha mencegah gangguan yang dilakukan Yahudi ini. Tanpa sepengetahuan wanita itu, datang lagi lelaki Yahudi di sisi lainnya, lalu ia tarik ujung cadarnya dan tampaklah wajah perempuan muslimah tersebut. Wanita ini pun berteriak, lalu datanglah seorang laki-laki muslim membelanya. Terjadilah perkelahian antara muslim dan Yahudi dan terbunuhlah Yahudi yang mengganggu muslimah tadi. Melihat hal itu, orang-orang Yahudi tidak tinggal diam. Mereka mengeroyok laki-laki tadi hingga ia pun terbunuh.

Ini adalah pelanggaran yang sangat besar. Mereka menganggu wanita muslimah, kemudian laki-laki Bani Qainuqa’ bersekutu membunuh laki-laki dari umat Islam.

Respon Umat Islam Terhadap Bani Qainuqa’

Sampailah kabar tentang peristiwa ini kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Segera beliau mengumpulkan para sahabat dan mempersiapkan pasukan. Lalu, orang-orang munafik dengan gembong mereka Abdullah bin Ubai bin Salul, memainkan peranannya. Ia berusaha melobi Rasulullah agar mengurungkan niat mengepung Yahudi Bani Qainuqa’. Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memperdulikan saran Abdullah bin Ubai.

Tidak menunggu waktu lama, pasukan pun mengepung perkampungan Bani Qainuqa’.

Ya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memobilisasi pasukan untuk membela seorang wanita muslimah yang tersingkap auratnya dan membela darah seorang muslim yang tertumpah. Begitu besarnya arti kehormatan wanita muslimah dan harga darah seorang muslim di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau siap menanggung resiko kehilangan nyawa para sahabatnya demi membela kehormatan muslimah.

Selain itu, Bani Qainuqa’ bukanlah orang-orang yang lemah, mereka memiliki persenjataan, pasukan, benteng, dan kemampuan militer yang mumpuni. Tapi tetap Rasulullah dan para sahabatnya hadapi demi seorang wanita muslimah.

Pengepungan dimulai pada hari sabtu, di pertengahan bulan Syawal, tahun 2 H. Pengepungan tersebut terus berlangsung selama dua pekan, sampai akhirnya ketakutan pun kian merasuk ke dalam jiwa para Yahudi ini. Mereka menyerah dan tunduk kepada putusan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Rasulullah memutuskan vonis hukuman mati bagi orang-orang yang terlibat dalam peristiwa di pasar tersebut, yang melakukan tindakan keji, dan menyelisihi perjanjian. Atas perlakuan mereka mengganggu wanita muslimah dan menumpahkan darah umat Islam.

Dan saat ini di Rohingya. Kaum Muslim di bunuh, disiksa, diperkosa oleh orang-orang kafir laknatullah. Kita dipertontonkan aksi bejat mereka, setiap hari muslim dibunuh, disiksa. Tidak hanya muslim dewasa, orang tua, wanita dan anak-anak tidak luput dari kebiadaban mereka.

Apa yang bisa kita lakukan ? Ya Rasulullah..seandainya Engkau masih hidup. Tentulah Engkau tidak akan tinggal diam. Tentulah Engkau akan segera mengumpulkan para sahabat yang mulia untuk segera mempersiapkan diri, menolong saudara muslim yang telah dibunuh.

“Ya Rabb, kami menyaksikan saudara-saudara kami dibantai. Sementara kami tidak berdaya. Ampuni kami, ya Rabb, ampuni kami, ya Rabb, datangkan segera pertolonganmu, ya Rabb!”

“Kami bisa makan, kami bisa berkumpul sekeluarga, sementara saudara kami diperkosa, dibantai anak-anak, disembelih, dibakar, kami tidak berdaya, jangan Kau hukum kami dan membiarkan keadaan saudara kami disiksa dizalimi. Kami bukan tidak ingin menolong, ya Rabb, kami tidak berdaya, ya Rabb,”

“Ya Rabb selamatkanlah saudara-saudara kami kaum muslimin yang lemah di Rohingya. Ya Allah sayangi dan kasihilah mereka dan keluarkanlah mereka dari kesulitan dan keadaan sempit yang mereka alami saat ini.”

"Ya Rabb..ampunilah kami..."

Sebagian Hewan Qurban di Kampus SDIT Bina Amal

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilham

Sekolah Islam Terpadu Bina Amal, Sabtu (2/9/2017) peringati hari raya idul adha dengan menyembelih puluhan hewan qurban yang terdiri atas 11 sapi dan 109 kambing.

Muntafingah, Humas Bina Amal mengatakan bahwa Kegiatan penyembelihan ini diselenggarakan di 3 kampus Bina Amal

Kampus pertama di Jalan Kyai Saleh No. 8 Kota Semarang, terdiri dari 6 sapi dan 54 kambing. Yang merupakan qurban dari KBIT-TKIT dan SDIT.

Kampus Bina Amal 02 di Jalan Srininditho Raya No 2 Ngemplak Simongan menyembelih sebanyak 1 sapi dan 19 kambing hewan qurban.

Kemudian di Kampus SMPIT dan SMAIT menyembelih 4 sapi dan 36 kambing.

Kegiatan penyembelihan hewan qurban ini dikuti oleh seluruh guru, pegawai, siswa dan orang tua wali yang tergabung dalam wadah majelis sekolah.

Anak-anak sengaja kami libatkan dalam kegiatan ini, melihat hewan qurban dan proses penyembelihannya dari awal diiringi takbir, tahlil, dan tahmid sebagai bekal bagi diri mereka untuk menjalankan perintah berqurban dan meneladani kisah Ibrahim dan Ismail hingga mereka paham bahwa berqurban bertujuan untuk melatih ketakwaan kepada Alloh Subhanahu wa ta’ala, “, kata Eka Mulyanto selaku Kepala SDIT Bina Amal Semarang.

Kemudian Setyawan, Kepala Sekolah SMAIT Bina Amal menyatakan bahwa Bina Amal melatih santrinya terus beramal dengan ikhlas. Infak dilaksanakan baik dalam keadaan lapang maupun dalam keadaan sempit.

Rencananya, selain di distribusikan ke lingkungan sekitar sekolah, daging qurban hasil penyembelihan hari ini juga akan di distribusikan ke berbagai kecamatan di Kota Semarang khususnya di wilayah-wilayah yang membutuhkan.










MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget