Latest Post

Sayangi Buah Hati Kita

Terkadang tanpa disadari... orangtua mencontohkan sikap buruk pada anak-anaknya, bahkan membentuk anaknya menjadi pribadi yang hobi membuli anak lain. Maka, sadarilah beberapa perilaku orangtua yang harus segera dihilangkan ini:

1. Menuntut prestasi anak secara berlebihan

Baru usia 4 tahun anak dipaksa harus sudah bisa baca, tulis, hitung, serta menguasai bahasa asing. Ketika masuk sekolah, anak dituntut untuk dapat nilai di atas 8 untuk semua mata pelajaran. Harus bisa hafal ini itu tanpa anak ketahui apa manfaatnya. Jangan heran jika anak akhirnya malah menjadi stres dan membutuhkan pelampiasan misalnya dengan membuli orang lain yang telrihat lebih lemah atau justru lebih sempurna daripada dirinya.

Orangtua harus belajar untuk tidak menuntut anak dengan membabi buta, biasakan berdiskusi dan mencari jalan keluar yang sama-sama disepakati oleh anak maupun orangtua, jangan hanya mendikte saja.

2. Perlakuan beda antara anak yang satu dengan anak yang lain

Ada orangtua yang berbeda sikapnya antara anak yang satu dengan lainnya, misalnya terhadap anak tertua sikap orangtua terlalu keras, sedangkan pada adik-adiknya justru sangat lembut. Ketimpangan perlakuan ini akan memunculkan kekecewaan yang bisa jadi ujung-ujungnya dendam yang baru terpuaskan setelah membuli orang lain.

Wahai orangtua, bersikap adil lah pada anak. Tidak ada anak yang meminta dilahirkan sebagai sulung atau bungsu, meminta dilahirkan sebagai laki-laki atau perempuan, maka berbuat adil-lah pada anak-anak kita baik mereka sulung, bungsu, perempuan ataupun laki-laki.

Jangan selalu menyuruh si kakak untuk mengalah pada adik, lihat konteks kejadiannya, barangkali memang adiklah yang salah... sehingga amat tidak adil jika apa-apa kesalahan selalu dilampiaskan pada sang kakak. "Kamu kakak harus mengalah, kamu laki-laki harus mengalah..."

Ketidakadilan orangtua yang seperti ini membawa dampak amat buruk untuk perkembangan mental anak.

3. Terlalu memanjakan anak dengan memenuhi segala permintaannya

Anak minta apapun dituruti, akhirnya anak tumbuh dengan sifat yang suka menuntut ini itu pada orang di sekitarnya, bahkan kehilangan rasa empati saking tidak pernah merasakan apa yang disebut rasa susah atau kesulitan hidup.

4. Membiarkan anak menonton adegan kekerasan atau bermain game yang mengandung unsur kekerasan

Wahai orangtua, berhati-hatilah dengan game atau film yang mengandung unsur kekerasan, jangan sampai anak-anak kita mengonsumsi hal-hal seperti ini. Termasuk juga berita-berita di TV maupun internet mengenai kasus kriminal, sebisa mungkin gantilah chanel tontonan agar adegan kekerasan tidak sampai masuk ke otak anak.
5. Perlakuan kasar orangtua pada anak
Orangtua yang sering berkata kasar, membentak dengan nada keras dan tinggi pada anak, mencubit, memukul, menjewer anak, biasanya akan menurunkan sifat buruk yang sama pada anak-anaknya. Maka, selaku orangtua kita perlu menjaga perilaku dan mempertinggi kesabaran. Ingat, anak adalah amanah dari Allah... bukan milik kita!

ummionline



Mendidik anak memang bukan perkara yang mudah. Mengapa hal ini terjadi ? Karena memang pada umumnya sifat yang dimiliki anak tak semuanya sama ada yang pemberani, bandel, cerdas, lugu, pendiam, bahkan ada yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Kita sebagai orang tua memang banyak sekali hambatan atau halangan untuk mendidik anak supaya menjadi seorang anak yang baik dan juga berakhlak baik tentunya. Namun bagaimana dengan anak yang pendiam atau bahkan sangat bandel yang tak mau untuk mendapatkan pendidikan sekolah.

Tentu saja ini adalah hal yang begitu sangat membuat anda bingung bukan. Satu sikap yang harus senantiasa tertanam pada anda sebagai orang tua adalah sikap sabar. Sabar nantinya akan senantiasa mengantarkan pada anda cara mendidik anak yang baik dan juga benar. Dengan modal kesabaran inilah anda akan mengerti apa yang anak anda inginkan dan bagaimana cara anda memperlakukannya dengan penuh kasih sayang.

Berikut ini adalah beberapa Tips Mendidik Anak :

1. Berikanlah pujian terhadap anak anda.

Pujian memang memiliki kekuatan yang baik untuk memberikan kesan kasih sayang terhadap anak anda. Apapun yang dilakukan anak anda dalam proses bermainnya anda harus mengatakan bahwa itu adalah hal yang hebat, jangan sampai anda mengatakan itu buruk karena hal ini akan mempengaruhi bagaimana proses psikologinya.

2. Bersikaplah sebagai orang tua yang bijak kala anak-anak anda melakukan banyak sekali kesalahan dan beritahu bagaimana langkah yang baik untuk memperbaikinya.

Contohnya saja ketika anak anda merusak sebuah barang maka jangan sampai anda memarahinya namun anda harus memberikan semangat dan juga motivasi agar nanti hal tersebut tak diulangi lagi. Ini adalah hal yang harus mereka perhatikan.

3. Jangan pernah menunjukkan emosi terlalu tinggi terlebih membentak atau memarahi anak anda secara langsung kala anak anda melakukan kesalahan.

Ini adalah hal yang kurang baik dan nantinya akan membuat anak anda berfikir bahwa anda adalah orang tua yang jahat dan lain sebagainya.

4. Berikanlah kasih sayang yang penuh terhadap anak anda dan jangan sampai anda membiarkan anak anda menangis dengan keadaan sendirian.

Peluklah anak anda dengan kelembutan. Hal inilah yang nantinya akan membuat mereka merasa nyaman dan juga tenang berada di dekat anda.

5. Katakan bahwa anak anda adalah anak yang pintar dan selalu membuat bangga anda.
Hal ini tentu saja akan membuat anak anda gembira dan nantinya akan mendorong mereka untuk senantiasa menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi.

Beberapa tips di atas memang pada dasarnya sangat baik untuk anda lakukan jika ingin mendidik anak dengan penuh kesabaran. Sabar memang harus diberikan kepada semua orang terutama adalah saat kita merawat anak kita sendiri. Bagi anda seorang ayah atau ibu, hal-hal di atas memang harus anda perhatikan dan pastikan saat ini anda sudah mendidik anak anda secara baik dan benar. Pendidikan anak yang benar dan dilakukan dengan sabar nantinya akan senantiasa memberikan hasil yang baik dan juga sempurna. Dijamin anak anda akan memiliki pribadi yang baik dan juga akhlak yang mulia. Mereka akan senantiasa bersikap baik di lingkungan keluarga maupun lingkungan sekitarnya. Semoga beberapa Tips Sabar Mendidik Anak di atas nantinya dapat bermanfaat bagi anda, selamat mencoba dan pastikan anda memberikan pendidikan yang baik bagi anak anda.


Selama 2 hari, 23-24 September 2017, dua siswa SDIT Bina Amal mengikuti ajang kejuaraan Bandung Taekwondo International Invitation 2017 yang diikuti sekitar 2000 taekwondoin dan diikuti 3 negara, yang akan berlangsung Sabtu dan Minggu (23-24/9/2017), bertempat di Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Jln Setiabudhi Bandung.

Tiga negara yang akan ikut serta kejuaraan ini, Kamboja, Malaysia, dan Timor Leste, selain itu ada 20 provinsi yang akan ikut.

Untuk kejuaraan kali ini pihak panitia mempertandingkan dua nomor pomsae dan Kyorugi, serta terdapat 8 kategori. Untuk kategori super kadet A maksimal 8 tahun, super kadet B 9-10 tahun, super kadet C 11-12 tahun, kadet 13-14 tahun, junior 15-17 tahun, senior 18 tahun keatas, nomor pomsae senior 31-40 tahun, dan pomsae master 41 tahun keatas.

Alhamdulillah mereka pulang membawa medali emas. Siraj Arya yang sekarang duduk di kelas VI berhasil membawa emas pada kategori pomsae. Sedangkan adik kelasnya yang duduk di kelas IV bernama Raffandy juga membawa emas pada kategori Kyorugi dan Poomsae sekaligus.

Pelatih taekwondo yang akrab dipanggil Sabem Rohmah menuturkan, "Alhamdulillah dari SDIT Bina Amal 2 siswa yang ikut adalah Mas Arya dan Mas Rafa. Selain anaknya antusias, berkat dukungan dari orang tua juga yang sangat wellcome".

Barokalloh kepada Mas Arya dan Mas Rafa. Semoga menjadi motivasi bagi teman-teman lain untuk dapat berprestasi dalam bidang apapun.

Semarang- Semakin kedepan semakin berat tantangan yang di hadapi guru. Guru tidak hanya dituntut untuk mendidik anak-anak. Tetapi juga harus bisa mencetak calon pemimpin. Tentunya pemimpin yang bisa memberikan keteladanan. Ujar Ust Joko Widodo, SE dalam acara Bina Kembang Yayasan Wakaf Bina Amal Sabtu 30 September 2017.

Bina Kembang merupakan salah satu sarana pembinaan Guru dan Pegawai Bina Amal. Pembinaan ini dilakukan setiap bulan sekali dengan Pembicara dari dalam dan luar yayasan Wakaf Bina Amal.

Dalam acara tersebut Ust Joko Widodo, SE menekankan bahwa guru harus punya karakter pemimpin dan menjadi teladan, harus memahami perkembangan dunia serta harus paham dan menguasai teknologi demi menjawab tantangan masa depan. Karena pada dasarnya tugas guru adalah mencetak calon pemimpin.

Ada Empat hal utama yang ditekankan dalam Fikih Kepemimpinan

1. Kepemimpinan bukan sekedar bakat maupun anugrah yang sejatinya dimiliki semua orang, melainkan juga amanah yang harus dipertanggungjawabkan

2. Kepemimpinan sejatinya merupakan pengabdian kepada mereka yang di pimpin

3. Seorang Pemimpin harus memberikan keteladanan bagi orang-orang terdekatnya secara khusus dan bagi masyarakat luas secara umum.

Karena itu para pemimpin dalam sejarah islam awal terdiri atas orang-orang yang berintregasi tinggi, khususnya dari segi keagamaan dan moralitas
Kesuksesas pemimpin besar nabi muhammad SAW tidak terlepas dari adanya keteladanan yang kuat dari beliau ( Q.S Al Ahzab: 21 )

4. Kepemimpinan sejatinya mampu menggerakkan masyarakat luas menuju cita-cita luhur bersama

Kepemimpinan membutuhkan kerjasama baik(at ta’awun ‘ala al-birri) dengan pihak-pihak lain
Sehebat apa pun seorang pemimpin tidak akan mampu menciptakan perubahan berarti tanpa dukungan pihak-pihak terkait.











MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget