Latest Post

Siswa bina amal saat Tarhib Ramadhan
Anak-anak di usia balita mudah marah. Hal kecil apapun bisa memicu kemarahan anak di usia 2-5 tahun. Saat marah, si kecil akan menunjukkan berbagai sikap mulai dari berteriak, memukul hingga menangis.

Penyebab kemarahan anak di usia balita ini biasanya karena mereka belum bisa mengungkapkan apa yang ada di pikiran atau keinginan mereka. Inilah yang akhirnya menyebabkan anak yang sebenarnya anak manis bisa berubah menjadi emosi karena frustasi.

Anak juga bisa marah karena tindakan Anda, sebagai orangtuanya. Hal yang ibu anggap biasa saja atau kecil, bisa sangat penting untuk mereka. Ketika anak marah-marah ini, orangtua pun bisa ikut terpancing emosinya. Cukup banyak orangtua yang ikut frustasi menghadapi anak saat marah-marah. Kunci untuk menghadapi anak saat dia marah-marah adalah bersabar dan konsisten dengan berbagai trik untuk menenangkannya.

Agar orangtua tidak ikut terpancing emosinya, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menenangkan anak saat dia marah-marah seperti dipaparkan eHow:

1. Cari tahu apa yang membuat anak marah
Kelelahan adalah penyebab paling umum anak menjadi mudah emosi. Entah itu karena waktu tidur siangnya sudah lewat atau tidak cukup tidur di malah hari, bisa jadi penyebab dia mengalami tantrum saat beraktivitas. Selain kelelahan, lapar juga jadi pemicu kemarahan anak. Sama seperti orang dewasa, anak-anak pun bisa jadi mudah marah saat perutnya lapar. Anda perlu ingat, anak belum bisa memahami soal rasa lapar tersebut. Dia hanya merasa perutnya sakit. Jadi sebaiknya Anda selalu memberi makan anak di waktu yang sama setiap harinya atau memberinya camilan sehat di sela-sela waktu makan.

2. Pelajari rutinitasnya
Jika anak tiba-tiba saja marah, jangan langsung terpancing emosi. Pelajari dulu rutinitasnya hari itu. Apakah dia baru saja diasuh oleh pengasuh baru? Apakah Anda atau ayahnya terlalu sering meninggalkannya? Adakah anggota keluarga yang baru saja meninggal? Anak balita membagi kehidupannya dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Jadi jika beberapa bagian dari kesehariannya berubah atau orang yang dicintainta menghilang, marah menjadi hal yang paling umum dilakukannya untuk mengekspresikan ketidaknyamanan dari perubahan tersebut.

3. Jangan berteriak
Saat anak marah, akan sangat mudah untuk orangtua terpancing emosinya dan membalas kemarahan anak dengan memarahinya sambil berteriak. Jika ini yang Anda lakukan, ini akan semakin memicu anak berteriak lebih keras. Ketika ini terjadi, memang bisa saja dia akhirnya menurut. Tapi tentunya bukan cara yang tepat untuk mengatasi kemarahan anak

4. Pilih cara terbaik
Saat akan menenangkan anak yang marah-marah, pilihlah cara terbaik. Kenapa? Karena memang pada dasarnya ada berbagai cara untuk meredakan emosi anak. Bisa dengan memeluknya, membujuknya, 'mengancamnya', dan lain-lain. Tapi cara-cara tersebut belum tentu bisa diterapkan di setiap kesempatan. Apa yang Anda gunakan untuk menenangkan anak saat dia marah-marah di rumah, belum tentu bisa dilakukan ketika anak marah-marah saat diajak makan di restoran.

5. Alihkan Perhatiannya
Ketika anak marah karena suatu hal, langsung gendong anak dan alihkan perhatiannya pada hal lain. Berikan anak mainan yang lain, makanan atau minuman. Terkadang anak butuh bantuan untuk melupakan kemarahannya.

6. Diamkan
Jika Anda memilih cara ini, sebelumnya pastikan anak dalam kondisi aman, tidak ada benda membahayakan di dekatnya. Baru setelah itu Anda bisa meninggalkan anak sebentar di ruangan tempat dia marah-marah. Ketika tidak ada lagi orang yang menonton, biasanya perlahan-lahan anak akan berhenti tantrum. Pastikan Anda dan suami konsisten menerapkan cara ini sehingga anak paham kalau dia marah-marah, dirinya akan didiamkan saja.

7. Gunakan time out
Pilih tempat di rumah yang tidak bisa membuat anak bersenang-senang atau konotasinya bukanlah tempat menyenangkan. Lalu taruh kursi di pojok ruangan tersebut. Saat anak tantrum, dengan nada tenang katakan padanya kalau dia perlu mendapat timeout di ruangan itu. Katakan padanya juga kalau dia bisa keluar dari area timeout tersebut dan mendapat pelukan dari Anda jika dia sudah selesai marah-marah. Taktik ini memberikan anak kesempatan untuk meredakan tantrumnya sendiri. Tujuan Anda melakukan ini adalah untuk mengajarkan anak mengungkapkan dengan kata-kata apa yang sebenarnya membuatnya emosi.

8. Jangan menenangkan dengan memberinya hadiah
Orangtua biasanya memilih cara yang mudah untuk menenangkan anak dengan memberinya 'hadiah' Misalnya ketika anak marah-marah saat diajak berbelanja di supermarket, Anda akan berusaha mengatasinya dengan membelikannya balon. Cara ini umum dilakukan orangtua untuk menghindari malu karena anak marah atau agar dia cepat tenang.

Jika terus dilakukan, cara yang dilakukan di atas bisa memberi pemahaman yang keliru pada anak. Dia akan merasa bisa mendapatkan apa yang diinginkannya dengan marah-marah. Saat anak tantrum di tempat umum, langsung tinggalkan tempat tersebut, meski anak masih berteriak-teriak. Cari tempat lain yang lebih tenang untuk memberinya pemahaman apa yang dilakukannya itu tidak akan menyelesaikan masalah.

9. Konsisten dan sabar
Tetaplah sabar dan konsisten menerapkan langkah-langkah di atas ketika menenangkan anak yang marah-marah. Ingatlah anak di usia balita belum memiliki perbendaharaan kata yang cukup untuk menjelaskan penyebab kemarahannya. Sehingga baginya lebih mudah untuk berteriak atau menendang ketimbang menemukan kata yang bisa menjelaskan penyebab emosinya.

Siswa Bina Amal saat Perkemahan




Percaya diri adalah modal utama dalam menjalani kehidupan ini. Sebaiknya rasa percaya diri harus sudah ditanamkan pada diri setiap anak agar kelak mereka dapat menemukan jati dirinya dan dapat mempercepatkan menemukan kesuksesannya.
Orang tua sangat berperan dalam menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. nah bagaimana cara menumbuhkan rasa percaya diri  pada anak?

1. Berikan cinta dan kasih sayang anda dengan tulus
Didiklah anak anda dengan memberikan pujian bila mereka melakukan kebaikan. namun bila mereka melakukan kesalahan jangan memarahinya dengan begitu keras. cukup berikan penjelasan mengenai efek perbuatannya. Dengan demikian mereka akan belajar bagaimana bersikap yang benar dengan percaya diri bahwa apa yang dilakukannya itu benar.

2. Berikan perhatian.
Sesibuk apapun anda sehari – hari cobalah berikan perhatian yang lebih kepada anak anda. jangan membeda – bedakan perhatian anda  dengan saudara – saudaranya. Cara paling mudah memberikan perhatian adalah dengan menanyakan apa saja aktivitasnya di sekolah. menanyakan pelajaran yang didapatkannya selama 1 hari di sekolah.

3. Hindari bantuan secara lamngsung
Sebgai orang tua didiklah anak anda agar dapat menyelesaikan masalahnya sendirian. Jangan selalu membantunya, biarkanlah ia mengeluarkan segala kreativitasnya. Saat mengerjakan puzzel cobalah amati dan jagnan sekali – sekali membantunya sampai ia berhasil menyelesaikan puzzelnya.

4. Biarkan anak anda salah
masa kanak – kanak adalah masa untuk belajar banyak hal. Selama proses belajar tersebut anak akan mengalami banyak kesalahan. Nah tugas orang tua adalah mengajarkan dan memperbaiki kesalahan yang dilakukannya. jangan pernah marah karena mereka selalu salah. Tapi ajarkan kebenaran itu dengan tulus dan ikhlas agar mereka dapat belajar dengan baik.

5. Berikan kata – kata semangat
Saat belajar kadang – kadang anak – akan akan kehilangan semangat. Nah tuas orang tua adalah menjadi motivator bagi mereka. Berikanlah motivasi dan semangat secara rutin agar mereka dapat mencapai cita – citanya.

6. Ajarkan keadilan
Banyak kesalahan yang sering dilakukan orang tua yaitu dengan membanding – bandingkan anaknya dengan adik atau kakak – kakaknya. Nah hal ini adalah sesuatu yang berbahaya bagi masa depan seorang anak, bisa jadi anak tersebut akan nakal selama di sekolah dan lingkungannya. jadi ajarkanlah keadilan.

7. Berikan penghargaan
Berikanlah penghargaan saat anak anda telah melakukan hal – hal yang positif dan baik sehingga dapat memicu semangatnya untuk terus belajar dan berkarya.
Itulah 7 cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Selamat mencoba.

 

Sebenarnya ada 6 ciri karakter anak yang bermasalah, cukup kita melihat dari perilakunya yang nampak maka, kita sudah dapat melakukan deteksi dini terhadap “musibah besar” dikehidupan yang akan datang (baca: semakin dewasa) dan secepatnnya dapat melakukan perbaikan.
Inilah ciri-ciri karakter tersebut :

1. Susah diatur dan diajak kerja sama
Hal yang paling Nampak adalah anak akan membangkang, akan semaunya sendiri, mulai mengatur tidak mau ini dan itu. pada fase ini anak sangat ingin memegang kontrol. Mulai ada “pemberontakan” dari dalam dirinya. Hal yang dapat kita lakukan adalah memahaminya dan kita sebaiknya menanggapinya dengan kondisi emosi yang tenang.
Ingat akan kebutuhan dasar manusia? Tiga hal diatas yang telah saya sebutkan, nah kebutuhan itu sedang dialami anak. Kita hanya bisa mengarahkan dan mengawasi dengan seksama.

2. Kurang terbuka pada pada Orang Tua
Saat orang tua bertanya “Gimana sekolahnya?” anak menjawab “biasa saja”, menjawab dengan malas, namun anehnya pada temannya dia begitu terbuka. Aneh bukan? Ini adalah ciri ke 2, nah pada saat ini dapat dikatakan figure orangtua tergantikan dengan pihak lain (teman ataupun ketua gang, pacar, dll). Saat ini terjadi kita sebagai orangtua hendaknya mawas diri dan mulai menganti pendekatan kita.

3. Menanggapi negatif
Saat anak mulai sering berkomentar “Biarin aja dia memang jelek kok”, tanda harga diri anak yang terluka. Harga diri yang rendah, salah satu cara untuk naik ke tempat yang lebih tinggi adalah mencari pijakan, sama saat harga diri kita rendah maka cara paling mudah untuk menaikkan harga diri kita adalah dengan mencela orang lain. Dan anak pun sudah terlatih melakukan itu, berhati-hatilah terhadap hal ini. Harga diri adalah kunci sukses di masa depan anak.

4. Menarik diri
Saat anak terbiasa dan sering Menyendiri, asyik dengan duniannya sendiri, dia tidak ingin orang lain tahu tentang dirinya (menarik diri). Pada kondisi ini kita sebagai orangtua sebaiknya segera melakukan upaya pendekatan yang berbeda. Setiap manusia ingin dimengerti, bagaimana cara mengerti kondisi seorang anak? Kembali ke 3 hal yang telah saya jelaskan. Pada kondisi ini biasanya anak merasa ingin diterima apa adanya, dimengerti – semengertinya dan sedalam-dalamnya.

5. Menolak kenyataan
Pernah mendengar quote seperti “Aku ini bukan orang pintar, aku ini bodoh”, “Aku ngga bisa, aku ini tolol”. Ini hampir sama dengan nomor 4, yaitu kasus harga diri. Dan biasanya kasus ini (menolak kenyataan) berasal dari proses disiplin yang salah. Contoh: “masak gitu aja nga bisa sih, kan mama da kasih contoh berulang-ulang”.

6. Menjadi pelawak
Suatu kejadian disekolah ketika teman-temannya tertawa karena ulahnya dan anak tersebut merasa senang. Jika ini sesekali mungkin tidak masalah, tetapi jika berulang-ulang dia tidak mau kembali ke tempat duduk dan mencari-cari kesempatan untuk mencari pengakuan dan penerimaan dari teman-temannya maka kita sebagai orang tua harap waspada. Karena anak tersebut tidak mendapatkan rasa diterima dirumah, kemanakah orangtua?



Anak-anak cenderung memilih kegiatan yang menyenangkan dan menggembirakan dibandingkan membaca, padahal membaca adalah kegiatan yang dapat menambah wawasan dan ilmu pada anak nantinya. Tetapi jika Anda dapat menciptakan suasana yang menyenangkan dan menggembirakan maka mereka akan bersemangat untuk memulai kegiatan tersebut.

Penulis buku anak terkenal, Peter Corey, menyarankan salah satu kunci sukses agar suasana kegiatan membaca dapat menyenangkan adalah bacalah bersama-sama dengan anak Anda. Membaca bersama si kecil adalah kegiatan yang positif dan edukatif, karena kegiatan tersebut dapat meningkatkan minat baca anak Anda.

Seperti yang dikutip dari femalefirst, Peter Corey juga memberikan tips lainnya untuk Anda meningkatkan minat baca untuk Anak Anda, yaitu:

1. Kegiatan membaca bersama lebih efektif bila dilakukan 10-15 menit setiap harinya. Bila Anda tidak menemukan waktu yang tepat selama satu hari penuh, maka manfaatkanlah waktu sebelum tidur untuk membaca bersama buah hati Anda.

2. Membaca merupakan kegiatan yang menyenangkan, jadi hindari memaksakan anak untuk membaca saat si kecil lelah dikarenakan banyak kegiatan. Biarkan ia memiliki inisiatif untuk memulai membaca.

3. Setelah kegiatan membaca selesai, sebaiknya gunakan waktu untuk si kecil memberikan pendapat, kesan, ide tentang cerita tersebut dan dengarkan apa yang diutarakannya kemudian diskusikan. Dengan begitu Anda dapat mengetahui apakah ia mengerti isi buku yang ia baca.

4. Gunakanlah fasilitas yang mendukung cerita, seperti nikmati setiap gambar pada buku cerita tersebut. Anak akan lebih mudah mendapatkan pemahaman dengan bantuan gambar.

5. Selalu memilih cerita yang sederhana, lucu dan menarik untuk anak. Bila perlu pilihlah buku cerita yang menjadi tema kesukaannya.

6. Tema cerita buku anak-anak sangat beragam. Jadi belilah buku tersebut di toko buku bagian khusus anak agar dapat menemukan tema cerita yang menarik.

7. Sederhanakanlah penggunaan kata-kata yang Anda ucapkan. Hindari membacakan kalimat yang panjang dan sulit dimengeri anak. Bila anak Anda tidak paham dengan alur cerita, maka gunakan bahasa sehari-hari yang lebih mudah dimengerti.

8. Jangan ragu untuk menilai buku dari sampul dan siapa penulisnya. Ini dapat menolong Anda untuk memutuskan apakah buku tersebut layak Anda beli.

9. Jangan khawatir jika anak Anda ingin membaca buku yang sama setiap saat. Anak-anak biasanya menikmati kegiatan pengulangan karena dapat membantu mereka untuk lebih memahami cerita.

10. Berikanlah pujian kepada anak Anda yang telah berusaha untuk membaca. Biarkan ia tahu apa kesalahannya saat membaca. Dengan begitu, ia akan semakin sempurna dalam membaca.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget