Latest Post

Meski sudah tahu bahwa olah raga baik untuk kesehatan, namun beberapa keluarga tetap saja belum aktif bergerak. The US Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan bahwa hanya sekitar 20 persen orang dewasa yang telah melakukan aktivitas fisik sesuai anjuran. Tren ini juga diikuti oleh anak-anak yang sekarang lebih suka menghabiskan waktu di depan layar ketimbang berkegiatan di area terbuka.

Bibit-bibit malas bergerak ini jangan dibiarkan tumbuh subur. Anak-anak yang sedari kecil tidak dibiasakan berolah raga biasanya akan malas bergerak saat tumbuh dewasa. Penting bagi mama dan papa menjadikan olah raga sebagai sebuah kebiasaan baik yang menyenangkan. Berikut tipnya agar keluarga Anda tetap fit.

1. Rencanakan Permainan Berburu
Salah satu cara cerdas agar anak tak terpaku pada gadget adalah dengan berburu mencari benda. Mama bisa melakukannya di rumah, di taman, atau saat berlibur ke tempat wisata. Perburuan dapat dilakukan dengan mencari benda tertentu yang ada di lingkungan sekitar atau menemukan binatang dengan ciri-ciri khusus saat di kebun binatang.

2. Olimpiade Keluarga
Tak harus menjadi atlet kelas dunia jika ingin berpartisipasi dalam Olimpiade Keluarga. Yang penting semua anggota keluarga mau bergerak. Pilih cabang olah raga yang tak membutuhkan banyak biaya seperti lari. Mama cukup mencari area terbuka seperti lapangan.

3. Membersihkan Rumah Bersama-sama
Menyapu, mengepel, mencuci piring, menjemur pakaian, membersihkan halaman, dan sebagainya adalah cara lain agar seluruh keluarga dapat bergerak aktif. Pasang musik yang menyenangkan supaya acara bersih-bersih ini jadi semakin seru.

4. Hari Olah Raga Keluarga
Pilih satu hari dalam seminggu sebagai Hari Olah Raga. Setiap minggu, masing-masing anggota keluarga secara bergantian memilih olah raga yang akan dilakukan bersama-sama. Misalnya minggu pertama berenang, minggu kedua jogging, minggu ketiga yoga, minggu keempat basket, dst.

5. Rancang Kegiatan Outdoor
Habiskan akhir pekan bersama keluarga bukan cuma di mal. Pilih kegiatan luar ruangan agar Anda sekeluarga mendapat banyak asupan vitamin D, misalnya bersepeda, berenang, bermain bola, dll.

6. Family Fun Day
Cara lain untuk bergerak adalah mengajak anak pergi ke museum, kebun binatang, atau bermain di taman rekreasi. Tanpa sadar, Anda sekeluarga sudah banyak menghabiskan waktu dengan berjalan kaki.

7. Menjadi Volunteer
Banyak sekali manfaat menjadi relawan, yaitu menghabiskan waktu bersama sebagai sebuah keluarga sekaligus mendapat kebahagiaan karena bisa membantu orang lain. PIlih kegiatan yang disukai anak. Bila ia senang dengan binatang, ia dapat menjadi volunteer untuk memberi makan kucing di shelter. Atau, jika anak Anda senang dengan kegiatan berbau lingkungan, ia bisa ikut menanam pohon atau membersihkan sungai. Bisa berbuat baik sekaligus berolah raga.

sumber : http://www.parenting.co.id/


Kata orang, rambut adalah mahkota yang bisa memperindah penampilan seseorang. Tentu saja, dengan catatan...jika rajin dibersihkan. Rambut yang jarang bersentuhan dengan air dan shampoo akan tampak berminyak, kusam, serta mengeluarkan aroma tidak sedap. Kotoran dan debu yang berkumpul pada rambut yang jarang dibersihkan juga bisa menjadi salah satu penyebab munculnya ketombe. Bukan hanya itu, kutu rambut akan betah hinggap pada rambut yang jarang dicuci! Nggak mau, kan, jika rambut indah si kecil sampai menjelma menjadi sarang kutu rambut?

Cara membersihkannya:
Cuci rambut dengan air dan cairan pencuci rambut (shampoo) secara rutin. Anak yang memiliki jenis aktivitas fisik lebih banyak (sehingga lebih sering berkeringat!) perlu lebih sering mencuci rambut dibandingkan mereka yang tidak terlalu aktif. Cucilah rambut setidaknya 2 hari sekali dengan shampoo yang lembut, sesuai usia anak. “Bagi anak perempuan, terkadang proses keramas dan menyisir bisa terasa menyakitkan. Karena itu, pastikan ia juga menggunakan conditioner agar rambutnya tidak kusut dan mudah disisir,” kata dr. Kartikaningsih, Sp.A dari RSIA St. Carolus, Summarecon Serpong, Tangerang.

Ayo, latihan!
Pelajaran mencuci rambut bisa dimulai sejak anak berusia 5 - 8 tahun. Awalnya, ajaklah ia mengamati cara Anda mencuci rambut. Setelah selesai, minta si kecil mencoba sendiri pada rambutnya. Berikan jenis shampoo yang tidak pedih di mata untuk meminimalisir terjadinya ‘kecelakaan’. Meski belum mampu menggosok rambut hingga bersih, pujilah usahanya dan tawarkan bantuan untuk membilas busa shampoo. Seminggu sekali, sempatkan mencuci rambut si kecil untuk menghindari akumulasi kotoran akibat teknik mencuci rambut yang kurang bersih.

sumber : http://www.parenting.co.id/



“Menabung hendaknya sudah diajarkan dari sejak mulai masih dini”, itulah kalimat yang dianjurkan kepada setiap orang tua untuk diajarkan kepada anak mereka nantinya. Hal tersebut bertujian agar ketika tumbuh dewasa kelak, anak tersebut bisa menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, hemat, dan cermat dalam mengatur dan menggunakan keuangan. Namun, terkadang sangat susah untuk mengajari anak untuk mulai menabung atau mungkin masih bingung bagaimana caranya agar mereka mau menabung (baca: agar anak hidup hemat).

Berikut ini adalah beberapa tips agar anak rajin menabung, diantaranya yaitu:
Pertama: Mulailah untuk membiasakan anak untuk bisa menyisihkan uang jajan mereka. Belikanlah mereka celengan untuk di isi sisa dari uang jajan mereka yang masih disisihkan, sekarang ini banyak celengan yang tersedia dalam berbagai bentuk dan desain yang bisa menarik perhatian anak tentunya. Oleh sebab itu, pilihlah celengan yang sekiranya disukai anak anda, seperti misalnya celengan dengan tokoh kartun favorit anak.

Agar anak juga senang menabung nantinya. Alangkan baiknya sebagai contohnya para orang tua juga membeli sebuah celengan dan lalu mencontohkan untuk menabung, jikalau bisa setiap harinya. Jika anak sering melihat orang tuanya suka menabung, maka mereka tidak akan segan juga untuk melakukannya.

Kedua: Jelaskanlah keuntungan dari pada menabung itu sendiri. Seperti misalnya dengan menabung maka anak bisa belajar untuk hemat dan dapat menggunakan tabungan untuk keperluan yang lebih penting seperti contohnya untuk membeli buku atau peralatan sekolah mereka sendiri nantinya atau mungkin bisa menggunakan dengan iming-iming untuk membeli mainan yang lebih bagus pada akhirnya.

Ketiga: Jangan terlalu sering jajan atau makan di luar. Mengajarkan agar anak bisa rajin menabung juga harus dimulai dari orang tua itu sendiri. Jika sang orang tua suka jajan atau makan diluar maka anak pun tidak akan segan-segan untuk mengikuti dan sembarangan menggunakan uang jajan mereka, sehingga tidak ada yang bisa disisihkan untuk ditabung nantinya.

Keempat: Untuk para orang tua sebaiknya juga jangan terlalu sering mengajak anak untuk pergi dan berbelanja di pusat perbelanjaan atau mall karena itu merupakan gaya hidup boros dan bertentangan dengan ajaran menabung agar bisa berhemat.

agar anak rajin menabungKelima: Membuka tabungan di bank untuk anak. Sekarang ini sudah banyak sekali bank yang menyediakan tabungan sendiri khusus untuk anak yang akan mulai menabung, terkadang juga akan disediakan hadiah atau merchandise menarik agar anak tertarik untuk menabung. Dengan begitu anak akan lebih mengenal dan belajar tentang tabungan dan bank. Saat dewasa nantinya mereka sudah mengetahui dan tidak akan kaget jika akan memulai tabungan di bank.

Sahabat muslimah Indonesia, tips agar anak rajin menabung tersebut, tentu bisa menjadi bahan referensi bagi anak. Dan yang terpenting, adalah membiasakan melakukan hal itu. semoga bermanfaat.

Kemampuan tolong-menolong merupakan salah satu faktor utama dalam berteman. Kemampuan itu merupakan keterampilan sosial yang akan membantu anak (dan saat ia dewasa kelak) menjalin berbagai macam relasi dalam masyarakat. Sebenarnya sejak usia dini, anak-anak sudah bisa mengetahui ketika orang lain sedang kesulitan, tinggal orang tua saja yang perlu mendorong anaknya untuk aktif tolong-menolong. Beberapa hal yang dapat dilakukan misalnya:

Jika ada suatu kejadian atau situasi dimana orang lain butuh pertolongan, bahaslah dengan anak. Mungkin ada berita mengenai bencana alam, kabar kenalan Anda terkena musibah, teman si kecil sakit, dan lain-lain. Diskusikan dengannya mengapa orang-orang tersebut butuh ditolong dan pertolongan apa yang tepat buat mereka. Ajaklah anak menolong orang lain, misalnya dengan menyumbangkan pakaian bekas layak pakai untuk korban kebakaran yang beritanya Anda lihat di televisi, melakukan donasi untuk korban bencana alam, datang membantu ke rumah kenalan Anda yang sedang tertimpa musibah, menjenguk dan membawakan makanan atau mainan kesukaan ketika ada teman si kecil yang sakit.

Intinya praktekkan apa yang sudah Anda bahas dengan si kecil. Biasakan menolong dalam kehidupan sehari-hari. Mintalah si kecil menolong Anda dalam mengerjakan rutinitas rumah tangga. Tentu saja sesuaikan dengan kemampuannya. Ia bisa membantu mama menata meja makan, melipat pakaian, menyiram tanaman, menjaga adik, dan sebagainya. Demikian juga di sekolah, coba dorong si kecil untuk membantu teman yang jatuh, misalnya, atau mengajak main teman yang pemalu, menghibur teman yang menangis. Jangan segan menerima pertolongan orang lain dan jangan lupa ucapkan terima kasih pada orang yang menolong Anda.

sumber : http://www.parenting.co.id/

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget