Latest Post



Gunakan panduan ini untuk menanamkan sikap pada anak melalui tindakan nyata sehari-hari:
SIKAP YANG DIHARAPKANTINDAKAN ORANG TUA
1. Berani dan percaya diri
Dukung anak untuk berani, mantap, dan yakin akan kemampuan dirinya. Dukungan tanpa kritikan tajam serta arahan yang positif membuat anak lebih mudah beradaptasi, berani mencoba, tidak mudah menyerah.
•Beri pujian spesifi k sesuai usahanya.
•Dukungan dan semangati anak jika mulai tampak cemas saat akan
memulai sesuatu yang baru.
•Arahkan minat anak pada hal-hal yang disukainya.
•Latih anak berani mengemukakan pendapat dengan sering mengajaknya berdiskusi
2. Berempati
Sikap empati terkait dengan kemampuan anak untuk ikut merasakan apa yang dirasakan orang lain. Anak yang memiliki empati akan lebih mudah menjalin kerja sama, bertoleransi, serta memiliki sudut pandang yang lebih beragam ketika memandang suatu persoalan.
• Ajak anak mengunjungi panti asuhan
untuk berbagi dengan teman-teman
yang kekurangan Membagi tugas
di rumah dengan seluruh anggota
keluarga, sesuai kemampuan masing masing.
• Ajari anak untuk memberikan
ucapan selamat kepada teman
yang sedang berbahagia serta
mengunjungi teman yang sedang
mengalami kesedihan.
3. Jujur
Kejujuran adalah salah satu nilai kehidupan yang sangat penting untuk diajarkan kepada anak anak sejak dini. Jika terbiasa mengatakan sesuatu yang benar dan tidak berbohong, selain menjadi mudah dipercaya, anak akan memupuk dirinya menjadi manusia yang berintegritas.
 • Ajari anak untuk terbuka dan mengungkapkan isi hati apa adanya.
• Beri contoh. Jika Anda berjanji kepadanya, tepati. Jika Anda tidak yakin bisa menepati sebuah janji,
lebih baik tidak berjanji.
• Jangan bereaksi berlebihan jika
anak berbohong. Ajak bicara dari hati ke hati, bantu dia berani mengungkapkan kebenaran
4. Bertanggung jawab dan Mandiri
Memiliki rasa tanggung jawab akan mendukung perkembangan kemandirian pada anak sehingga ia tidak akan selalu bergantung pada orang lain dalam menyelesaikan masalahnya.
• Berikan tanggung jawab sesuai usia anak. Misal, ajari balita membereskan
mainan dan buku-bukunya.
• Beri contoh tindakan bertanggung jawab, misal dengan selalu menepati
janji Anda pada anak. Ketika anak melakukan kesalahan dan mengalami kegagalan, ajak ia
memperbaikinya dan belajar untuk tidak mengulanginya lagi.

sumber : http://www.parenting.co.id/


Coba beberapa langkah ini agar anak selalu bersemangat saat waktu mandi telah tiba:

1. Beri waktu untuk bersiap-siap
Salah satu hal yang bisa membuat anak-anak enggan mandi adalah karena tidak mau waktu bermainnya terganggu. Makanya, biasakan memberi waktu bagi anak untuk bersiap-siap sebelum menyuruhnya mandi. Misalnya, dengan mengajaknya mandi sekitar 5 menit sebelum acara mandi dimulai. Dengan begitu, anak punya kesempatan untuk menyelesaikan permainannya dulu sebelum beranjak ke kamar mandi.

2. Sederhanakan prosesnya
Memangkas tahapan yang membuat acara mandi terasa kompleks dan ’ribet’ akan membuat acara mandi terasa lebih menyenangkan. Memisahkan acara mandi dengan sikat gigi, misalnya, akan membuat anak-anak yang usianya kecil memfokuskan perhatian pada acara bermain air. Pada anak yang lebih besar, Anda bisa membantu memutarkran air panas dan dingin pada shower hingga mencapai suhu ideal sebelum anak mulai mandi.

3. Pilih perangkat mandi yang sesuai
Sabun mandi dewasa bisa mengakibatkan rasa sakit jika terpercik ke dalam mata dan hidung. Pengalaman buruk itu bisa membuat anak menghindari acara mandi. Untuk menghindarinya, gunakan produk mandi—sabun dan shampoo, sesuai usia anak. Produk yang tak pedih di mata dan mengandung pelembap adalah pilihan ideal untuk memelihara kulit balita.

4 Gayung vs pancuran
Jika biasanya Anda memandikan anak dengan menggunakan bak mandi dan gayung, cobalah sesekali menyelinginya dengan shower. Lakukan sebaliknya jika Anda terbiasa memandikan anak dengan air pancuran. Sesekali, tak ada salahnya pula mengizinkan anak mandi dengan menggunakan selang air di kebun belakang. Berbagai variasi cara ini terkadang bisa menjadi cara jitu untuk menghilangkan rasa bosan dan membuat si kecil tertarik untuk mandi.

5. Mandi sambil bermain
Jadikan acara mandi sebagai bagian dari ajang permainan. Kapal-kapalan, bebek mainan, ikan-ikanan dari karet, boneka plastik, dan pistol air biasanya sukses menjadi magnet untuk memikat anak di kamar mandi. Minta anak memilih sendiri mainan apa saja yang hendak dibawanya dan biarkan ia memandikan, mengeramasi, ataupun mengajak mainannya belajar berenang sama-sama. Membuat ‘ramuan ajaib’ dari campuran sabun, shampoo, dan pasta gigi juga bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan baginya.

sumber : http://www.parenting.co.id/


Coba praktikkan beberapa tip ini untuk membersihkan kamar mandi agar selalu bersih dan sehat.

Pilih-pilih pembersih kamar mandi.
Pilih pembersih yang kandungan zatnya aman untuk anak. Jika ingin menggunakan pembersih yang alami, gunakan cuka. Kadar asamnya bisa membersihkan kotoran dan minyak. Larutkan cuka dalam air dan masukkan ke dalam alat semprot yang terbuat dari plastik. Praktis dan mudah dibawa. Pas untuk membersihkan ubin, bathtub, wastafel, dll. Bahan lain yang juga sangat berguna adalah baking powder. Selain membersihkan, bahan ini bisa menghilangkan aroma tidak sedap.

Membuat bathtub dan wastafel mengkilat.
Biasakan untuk membersihkan bathtub dan wastafel segera setelah digunakan agar tidak licin dan kemungkinan menumpuknya kotoran menjadi berkurang. Lap dengan larutan cuka agar tetap berkilat. Lapisan bathtub perlu perhatian lebih agar tidak tergores.

Membersihkan keran.
Caranya? Gunakan sikat gigi lama untuk bersihkan jamur. Lalu, gosoklah dengan lemon (sekitar ½ bagian). Selain bersih dan mengilap, aromanya pun segar.

Menghilangkan jamur di kamar mandi.
Ambil sikat gigi, lalu celupkan di dalam pemutih. Bisa juga, celupkan dalam larutan air dan baking soda. Biarkan selama 15 menit, lalu mulai gosok setiap bagian dari kamar mandi. Biarkan lagi selama 30 – 60 menit, kemudian lap.

Membersihkan toilet.
Buat campuran boraks dan cuka, dengan perbandingan yang sama. Siramkan pada toilet. Biarkan selama 2 jam, lalu bersihkan menggunakan sikat toilet.

Membersihkan kaca.
Paling gampang, sih, lap dengan larutan cuka dan air. Gosok kaca dengan koran atau lap.

sumber : http://www.parenting.co.id/


Hal paling penting dan utama dalam kesehatan anak adalah cukup tidur. Untuk usia sekolah dasar, anak harus mendapat waktu tidur 10-11 jam semalam. Seperti terlihat mudah, ya, Ma. Tapi ini tidak akan berjalan mulus ketika anak sudah mulai sekolah dan mempertahankan pola jam tidurnya dengan jadwal barunya.

Ketika orang tua terlambat pulang ke rumah, biasanya pola tidur anak terpaksa harus diatur kembali. Hal yang harus Anda pastikan adalah si kecil bisa menjalani hari-harinya tanpa harus tertidur di meja belajarnya. Caranya, seluruh keluarga di rumah harus mulai bergantian mengatur ulang jadwal mereka untuk menemani si kecil tidur.

Donald Schiff, M.D., seorang profesor di bidang kedokteran anak di University of Colorado School of Medicine menyarankan, “Anda tidak bisa sekadar mengatakan, ‘Wah, besok kita sudah mulai sekolah. Kamu harus tidur lebih awal malam ini, Nak.“Anda tak perlu khawatir ketika si kecil lesu karena kecapekan ketika pulang ke rumah, terutama pada minggu pertama dia masuk sekolah.

Menurut Greg Prazar, M.D., dokter anak di Exeter, NH, “Hal tersebut terjadi karena proses penyesuaian untuk anak. Banyak anak-anak akan memerlukan istirahat setelah pulang sekolah untuk menolong mereka saat penyesuaian dengan rutinitas sekolah yang baru.

sumber : http://www.parenting.co.id/

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget