Latest Post

SMP IT Bina Amal memiliki program unggulan salah satunya kajian pakar. Program ini mendatangkan tokoh secara langsung yang sesuai dengan tema yang diangkat.

Contohnya yang baru dilaksanakan dengan tema yaitu "Pemuda, Pahlawan Masa Depan" dengan pemateri Ust Suaidy, S.Pt., M.M dan Ust Usep Badruzzaman, S.Pd.

Kajian pakar diikuti seluruh siswa. Siswa tidak hanya mendengarkan materi tetapi siswa diajak berdiskusi.


Galeri foto :






SMP IT Bina Amal merupakan salah satu sekolah berbasis asrama. Yaitu mewajibkan siswa siswinya bersekolah sekaligus mondok. Bisa dikatakan sekolah berbasis pondok modern. Dengan diutamakan ilmu pengetahuan umum sekaligus ilmu agama, siswa siswi tidak perlu takut untuk bersaing dengan siswa siswi SMP pada umumnya.

Di asrama diajarkan disiplin. Karena disiplin menjadi karakter penting bagi generasi muda Islam. Disiplin waktu sholat, belajar dan lainnya. Serta tak lupa kemandirian.

Asrama yang disediakan bersih dan rapi. tujuannya agar siswa siswi betah dan nyaman. Halamannya luas serta fasilitas lainnya yang lengkap.


Galeri foto :








Mengenalkan anak pada hal-hal baru, mengenalkannya dengan teman-temannya adalah hal yang paling ingin anda kenalkan bukan? dengan mengetahui ketakutan-ketakutan yang umum dialami oleh anak-anak. Anda dapat mencari jalan keluar yang terbaik sehingga rasa ketakutan yang dialami oleh anak dapat secara perlahan berkurang. Sehingga anak menjadi berani dan terbiasa dengan hal-hal yang anda ajarkan padanya. Lalu ketakutan-ketakutan apa sajakah yang umumnya dialami oleh anak-anak?
Berikut adalah 7 jenis ketakutan yang biasanya dialami oleh anak-anak :

1.    Takut Akan Sendirian

Rasa takut akan sendirian yang dialami anak adalah hal yang wajar. Mengingat anak-anak masih beranggapan bahwa orang yang mereka kenali hanyalah anda orang tuanya. Oleh sebab, saat pertama kali mereka masuk sekolah mereka akan menangis karena ketakutan sebab tidak ada orang yang mereka kenal disekitarnya. Bahkan ketika mereka pertama kali bangun pagi dan menyaksikan ibunya tidak ada disamping tempat tidurnya, secara spontan mereka akan berteriak ketakutan. Untuk menghadapi kasus semacam ini, hal yang paling penting diterapkan pada si kecil adalah dengan memberikan penjelasan secara perlahan agar anak mau mandiri dan mulai melakukan segalanya sendiri. Dengan begitu anak akan mulai mencerna dan membiasakan diri untuk mandiri.

2.    Takut Akan Gelap

Ketakutan akan tempat gelap juga adalah salah satu ketakutan paling umum yang banyak dijumpai pada sebagian besar anak-anak. Bukan saja anak-anak, terkadang kita juga sebagai orang dewasa masih merasa panic ketika berada di tempat gelap sendirian. Rasa takut yang dialami oleh anak ini terkadang dipicu dari beberapa faktor seperti trauma karena pernah ditakut-takuti, menonton film seram, membayangkan kejadian seram saat berada ditempat gelap dan lainnya. Bahkan anak-anak juga sering dibuat takut dengan bayangannya sendiri dengan menganggap bahwa bayangan tersebut terus mengikuti mereka. (Baca : 5 Tips Mengatasi Takut Gelap pada Anak)

Untuk menghadapi dan mengatasi anak dengan ketakutan seperti ini anda bisa mengawalinya dengan memberikan penjelasan secara perlahan bahwa tempat gelap tidak akan terlalu menyeramkan. Selain itu berikan waktu pada anak untuk belajar beradaptasi dengan kegelapan, karena pada dasarnya anak tidak akan sekaligus mampu mengatasinya sendiri, untuk itulah berikan sedikit waktu agar ia bisa mengenali objek pada lingkungan yang ditakutinya. Dengan begitu, secara perlahan ketakutan anak terhadap kegelapan akan semakin berkurang.

3.    Takut Akan Mimpi Buruk

Anda mungkin pernah kaget dan terbangunkan saat mendengar teriakan anak-anak di malam hari. Dengan tiba-tiba anak akan terbangun dan menangis. Hal tersebut bisa saja disebabkan karena mimpi buruk yang mereka alami saat tidur. Tak jarang, mimpi buruk yang dialami oleh anak-anak bisa dipicu karena sering menonton film yang seram sehingga gambaran dan euphoria tersebut masih membekas diingatan mereka hingga terbawa mimpi. Meskipun ketakutan ini tidak akan berbahaya untuk anak, namun tidak bisa dipungkiri jika anak kerap terbangun di malam hari karena mimpi buruk yang mereka alami. Hal ini tentu akan mengganggu tidurnya dan menurunkan kualitas tidur anak. Untuk mengatasi ketakutan ini, ada baiknya jika anda mulai mendampingi, membatasi dan memberikan penjelasan bahwa apa yang ditontonnya hanyalah sebuah cerita yang tidak akan terjadi di dunia nyata. Dengan begitu, anak akan mulai mengerti dan rasa takutnya akan sedikit berkurang.

4.    Takut Akan Pertikaian Dan Perkelahian

Suara gaduh, teriakan, pertengkaran akan membuat anak merasa tidak nyaman dan tidak terlindungi. Selain itu, anak-anak juga tidak mengerti alasan dibalik argumen, untuk itulah ketika anak-anak melihat siapa saja yang bertengkar akan merasa takut. Bahkan tak jarang, dalam beberapa kasus banyak dijumpai anak yang memiliki ketakutan berlebih saat melihat pertengkaran hingga ia mengalami penurunan fungsi tubuh seperti tubuh yang menggigil hingga pingsan karena ketakutan yang tak bisa mereka kendalikan. Untuk itu, ada baiknya jika jauhkan segala bentuk kekerasan dan pertengkaran dari anak-anak agar ia tak ketakutan.

5.    Kilat Dan Petir

Cahaya dan suara keras yang tiba-tiba, tentu saja akan membuat kaget siapa saja yang melihat dan mendengar, terutama pada anak-anak. Saat melihat dan mendengar petir serta kilatan cahayanya anak-akan cenderung menutup telinga atau bersembunyi. Suara petir yang menggelegar membuat anak-anak ketakutan, sehingga tak heran jika petir dan kilat menjadi salah satu ketakutan paling umum yang di jumpai pada anak-anak.

Cara mengatasi anak dengan yang takut dengan petir, anda bisa melakukannya dengan mulai mengakui rasa takut anak. Karena saat ia ketakutan tentu tak mudah baginya untuk menerima kata-kata anda bahwa sumber ketakutannya sebetulnya tak berbahaya. Untuk itu sebaiknya akui rasa takutnya dengan mengatakan “ibu tau kalau Guntur itu menakutkan, tapi ibu yakin kamu bisa mengatasi ketakutan ini sayang”. Cara kedua bisa anda lakukan dengan mengusulkan tempat ‘persembunyian’ yang lebih aman dan nyaman untuk meminimalisir rasa takutnya. Misalkan saat ia bersembunyi dibalik pintu, anda bisa memberikan saran untuk pergi kekamarnya yang lebih aman.

6.    Ketakutan Akan Kembang Api

Meski bagi sebagian anak permainan kembang api begitu menyenangkan. Namun nyatanya, tidak untuk sebagian lain anak-anak. Suara keras yang meledak kencang serta percikan api yang begitu membahayakan, nyatanya membuat sebagian anak merasa dalam bahaya. Untuk itulah, mengapa anak-anak akan ketakutan saat menyaksikan kembang api yang dibakar dengan jarak yang cukup dekat dengannya. Untuk itu, sebaiknya berikan jarak saat anda membakar atau menyalakan kembang api agar si kecil bisa tetap menyaksikan tanpa harus dibayang-bayangi rasa takut akan bahaya yang mengancamnya.

7.    Takut Akan Binatang

Hewan dapat menjadi hal yang menakutkan untuk anak-anak. Terutama hewan yang belum pernah mereka jumpai. Hal tersebut bisa jadi disebabkan karena sebagian besar waktu mereka dihabiskan dirumah bersama orang tuanya, jadi saat mereka menjumpai hal yang baru, anak-anak akan cenderung merasa takut. Untuk itu, mengenalkan binatang lewat gambar saja tak akan cukup membuat mereka mengenali binatang.oleh karena itu, tidak ada salahnya jika sesekali saat akhir pekan ajaklah anak anda untuk mengunjungi kebun binatang dan mulai mengenalkannya pada aneka jenis satwa.

Sumber : Bidanku.com

Hanun Dzatirrajwa
1.    Peraih Spesial Award National Young Inventor Award ke 8, Tahun 2015 “Hanun Dzatirrajwa”Siapa sangka,siswi kelas tiga Hamzah berperawakan mungil ini menyimpan minat yang besar di bidang penelitian. Di bawah bimbingan ayahanda tercinta yang juga seorang guru serta sekolah yang mendukung penuh, Hanun berhasil meraih penghargaan khusus dari LIPI dalam ajang National Young Inventor Award ke-8 dengan penemuannya yang bernama “Helper Mirror”. Helper Mirror adalah semacam alat bantu untuk meneteskan obat ke dalam mata.
Hmm…semoga besok bisa menjadi ilmuwan yang bisa memberi kontribusi positif bagi umat ya Mbak Hanun (fitri) 


2.    Finalis Menulis Cerpen Tingkat Nasional Kemendikbud Tahun 2015 “ Aisyah Nurul Azizah”
Aisyah Nurul Azizah adalah nama lengkap siswi kelas 4 Anas Bin Malik SDIT Bina Amal. Putri pasangan Bapak Nur Cahyo dan Siti Nurjannah ini diam-diam menyimpan talenta yang luar biasa di bidang penulisan. Hal ini dibuktikan dengan mengirimkan salah satu cerpen karyanya ke ajang Lomba Menulis Untuk Pemula yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional akhir Oktober kemarin. Aisyah berhasil lolos di antara ribuan peserta, dan menjadi satu dari delapan delegasi yang berasal dari provinsi Jawa Tengah.(fitri)  

Tim rebana SDIT Bina Amal
3.    Juara I Lomba  Rebana MAPSI Tk Kecamatan Semarang Selatan
Tim rebana SDIT Bina Amal yang beranggotakan 11 orang siswa dari kelas 5-6 ini menunjukkan kepiawaiannya dalam memainkan rebana dan menyanyi lagu-lagu Islami dalam ajang lomba MAPSI UPTD tk. Kecamatan. Didukung kostum yang menarik, Tim Rebana SDIT Bina Amal berhasil memukau dewan juri dan berhasil meraih predikat sebagai juara I. Barokalloh.

Puti Alta Maghfiroh
4.    Puti Alta Maghfiroh: Juara I Lomba Cerita Islami Tk. Kota Semarang
Siswi kelas 6 Abu Bakar ini memang multi talenta. Selain terampil berbahasa Inggris secara tulis dan lisan, Puti juga piawai dalam membawakan cerita. Penjiwaan karakter tokoh yang kuat, vokal lantang, penguasaan cerita yang baik, didukung kostum dan alat peraga, Puti berhasil membawakan Kisah Nabi Nuh A.S. dengan sangat hidup. Alhasil,Puti mampu  memukau dewan juri dan membuatnya meraih juara I Lomba Cerita MAPSI tingkat kecamatan dan kota.
Kisah sukses Puti ini tidak lepas dari kerja keras pelatih, Nur Attika Luthfianah S.Pd dan Tim Lomba Bina Amal. Barokalloh dan tetap semangat!


5.    Juara I Lomba Khitobah MAPSI Tk. Kecamatan Semarang Selatan Najma Amira Mumtaz adalah nama lengkap siswi kelas 6 berperawakan mungil ini. Cerdas, jago taekwondo dan pidato. Di ajang lomba Khitobah/Pidato MAPSI yang diselenggarakan oleh UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Semarang Selatan Tahun 2015, Najma berhasil mendapatkan predikat Juara I. Buah dari semangat, keberanian, ketekunan dibarengi latihan intensif dari ustadzah tercinta, ibu Eliyya,S.H,M.Si. Semangat!(Ftr)

Najma Amira Mumtaz

6.    Juara I Lomba Hifdzil Quran MAPSI Tk. Kecamatan “M. Rafif Sulthonul Falah”

7.    Juara I TIK MAPSI Kategori Putri Tk. Kecamatan I Gusti Safa Gayatri

8.    Juara II TIK MAPSI Kategori PutriTk. Kecamatan Millati Azka

9.    Juara I TIK MAPSI Kategori Putra Tk. Kecamatan Majid Reza Herlambang

10.    Juara I Taekwondo Pemkab Kendal “Ankaa Azura Larasati’

11.    Juara Harapan III Lomba Cepat Tepat Pramuka

12.    Juara I Lomba Atletik Tk.Kota Dinas Pendidikan Kota Semarang


TESTIMONI
1.    Ustadz Fachrurrozi,M.Ag
“Pendidikan karakter yang sedang digelorakan saat ini, sudah diterapkan di Bina Amal lebih dari 10 tahun yang lalu. Putra-putri kami, kami percayakan pendidikannya di sekolah ini. Dan alhamdulillah, hari ini kami sudah melihat hasilnya. Meski pendidikan anak hakekatnya tanggung jawab utama pada orang tua, tetapi dengan menitipkan putra-putri kami di Bina Amal, stidaknya dapat meringankan tugas dan tanggung jawab itu. Semoga Bina Amal selalu menjadi sarana yang menghantarkan anak-anak menjadi sholeh-sholehah,sukses dunia akhirat.

2.    Damar Warsihanto,S.Sos(Ketua Majelis Sekolah SDIT Bina Amal)
“ Bina Amal adalah sekolah yang memadukan pendidikan umum yang baik dengan pendidikan agama yang kuat, sehingga anak-anak benar-benar  mempunyai bekal keilmuan dengan karakter Rabbani.
Hal yang paling memiliki nilai positif adalah SDM yang bagus, sehingga dapat menjalin interaksi yang kuat antara guru dan wali murid. Ini salah satu modal utama kesuksesan mendidik anak”

3.    Zahra Putri Fauziyah (Alumni SDIT Bina Amal Angkatan 4)
“Juara 3 Lomba Cerpen Kemendikbud Tingkat Nasional”
Enam tahun belajar di Bina Amal itu asyik! Nggak Cuma pelajaran formal tapi juga tentang agama dan kehidupan. Nggak Cuma di sekolah,tapi juga di luar belajarnya, ada mabit, puncak tema, AMT buat kelas 6. Guru-gurunya bersahabat”

4.    Nabila Zahara Qolbi (Alumni SDIT Bina Amal Angkatan4, Peraih Master of Langauge 2015 di GP 1 Ngawi)
“ enam tahun di Bina Amal, jadi tahu bagaimana melejitkan potensi diri. Masuk lingkungan sekolah serasa masuk lingkungan rumah, persaudaraan dan kekeluargaan yang kental,sehingga nyaman untuk belajar.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget