Latest Post

Penglepasan, Pentas Akhirussanah dan Khotmil-Qur'an TK IT - SD IT Bina Amal Semarang  tahun pelajaran 2015/2016 telah dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 2016 .

Meluluskan siswa siswinya untuk melanjutkan sekolah merupakan kebahagiaan tersendiri. Bina Amal hanya menjadi salah satu proses untuk meraih cita-cita. 

Selamat meraih masa depan yang gemilang...



Galeri Kegiatan :













Berikut tahap perkembangan moral pada anak yang perlu Anda ketahui:

1. Bayi

Seorang bayi belum memiliki kapasitas untuk mengembangkan kecerdasan moralnya. Yang ia miliki hanyalah rasa benar dan salah terhadap sesuatu yang berlaku untuk dirinya sendiri. Contohnya: Bagi bayi, rasa lapar itu adalah salah, sehingga ia menangis saat lapar.

2. Batita

Menginjak satu tahun, anak belum memiliki kemampuan untuk menilai sesuatu sebagai benar atau salah. Patokan baginya hanyalah apa yang mama dan papa katakan padanya.

3. Prasekolah (3 - 7 tahun)

Inilah saat di mana anak mulai memasukkan nilai-nilai keluarga ke dalam dirinya. Apa yang penting bagi mama dan papa juga akan menjadi penting baginya. Di sinilah Anda mulai dapat mengarahkan perilakunya, sehingga sesuai dengan aturan dalam keluarga. Dalam tahap inilah seorang anak mulai memahami bahwa apa yang mereka lakukan akan memengaruhi orang lain.

4. Usia sekolah (7 - 10 tahun)

Otoritas orang dewasa (mama, papa, guru, dsb) tidak lagi terlalu ‘menakutkan’ buat anak usia sekolah. Mereka tetap tahu bahwa orang tua adalah sosok yang harus ditaati, tetapi mereka juga tahu bahwa jika melanggar aturan, maka mereka harus memperbaikinya.

Perasaan bahwa ‘ini benar’ dan ‘itu salah’ sudah mulai tertanam kuat dalam diri mereka. Dan, satu lagi seperti yang telah dikatakan Nessi di atas, anak usia sekolah ini juga mulai memilah mana saja perilaku yang akan mendatangkan ‘keuntungan’ buat mereka.

5. Praremaja dan remaja

Di usia ini, anak akan berusaha untuk menjadi populer. Tekanan teman sebaya dan nilai-nilai yang berlaku di lingkungannya akan membuat mereka terus memilah mana nilai-nilai akan menjadi bagian dari diri mereka.

Praremaja dan remaja mungkin akan terombang-ambing dan mencoba nilai yang berbeda dengan nilai keluarga untuk melihat mana yang cocok. Bisa jadi, nilai keluarga yang telah dianutnya sejak lama justru dibuang karena ‘kalah’ dengan nilai baru yang dikenalnya di luar.
Sumber : parenting.co.id

Orangtua harus mengajarkan pelajaran hidup kepada anak. Pelajaran hidup ini merupakan pengalaman pribadi yang pernah dialami orangtua. Jika Anda ingin mengajarkan tentang kehidupan, Anda harus mulai sejak mereka anak-anak. Inilah beberapa pelajaran hidup yang penting diajarkan kepada anak.

Menghormati orang lebih tua. Ini adalah salah satu pelajar paling penting dalam hidup. Mengajar anak-anak untuk menghormati orang lebih tua akan membuat mereka berperilaku baik. Perilaku anak Anda akan mencerminkan apa yang telah Anda ajarkan kepada mereka.

Kejujuran. Anda mungkin telah mendengar "Kejujuran adalah kebijakan terbaik". Jika Anda tidak mengajari kejujuran masa depan anak bisa tidak baik. Sifat jujur akan tertanam pada anak sampai mereka dewasa.

Kegagalan adalah bagian dari hidup. Anak-anak harus diajarkan bahwa mereka pasti akan merasakan kegagalan pada beberapa titik kehidupan. Tapi banyak orang tua justru resah jika anak mereka mengalami kegagalan. Baik itu dalam hal pendidikan, olahraga atau kegiatan lain. Buatlah anak Anda bisa menerima kegagalan yang merupakan bagian dari kehidupan. Kegagalan adalah kunci keberhasilan, demikian kata-orang-orang yang sudah sukses. Jadikan kegagalan sebagai motivasi anak untuk bekerja lebih keras dan supaya mental lebih kuat.

Empati. Anak harus diajarkan untuk tidak berpikir tentang diri mereka sendiri, tetapi juga memikiran orang lain. Jangan lupa menekankan kalimat seperti ini:  Jika kamu egois, kamu akan sendirian dan tidak akan mendapatkan bantuan dari orang lain. Pelajaran empati ini akan membuat mereka menjadi orang yang dermawan sampai mereka dewasa.

Berbagi adalah Peduli. Anak-anak harus diajarkan untuk selalu menawarkan makanan, mainan dan lain-lain kepada siapapun yang ada di sekitar mereka. Hal ini akan membuat mereka sebagai individu sosial yang aktif karena mereka telah memelajari cara berbaur dengan orang lain.

Kerja Keras. Kemalasan saat kecil membuat anak menjadi pemalas saat dewasa. Anak tidak boleh dimanjakan untuk semua hal. Buat mereka lebih bertanggung jawab pada hal-hal yang mereka lakukan dalam hidup. Memanjakan baik untuk beberapa hal. Tapi memanjakan berlebihan hanya akan membuat mereka malas.

Sopan di tempat umum. Anak harus diajarkan untuk berperilaku baik di depan umum dan menahan diri dari berteriak dan membuat tindakan yang tidak perlu. Jika anak bisa berperilaku baik di tempat umum Ini akan membuktikan bahwa mereka telah dilatih dengan baik dari orangtua.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget