Latest Post

SMPIT Bina Amal Juara Umum 2 Kemah Wilayah Jateng 


Alhamdulillah peringatan hari Pahlawan Tahun ini Sekolah Islam Bina Amal Semarang kembali menjadi juara diberbagai ajang perlombaan baik tingkat Kota maupun tingkat Provinsi.

Berikut Parade Juara Siswa Siswi Sekolah Islam Terpadu Bina Amal :

Jasmine kelas 3 Kholid bin Walid SDIT Bina Amal
Juara 2 Kompetisi Biola yang diadakan Purwacaraka Tingkat Kota Semarang.

Daffa Khalil Ivander Kelas 4 Annas bin Malik Juara 2 Taekwondo Rektor Undip Cup 2016
Fidel Dafa Akbar Kelas 4 Annas bin Malik Juara 2 Taekwondo Rektor Undip Cup 2016

Farah Alya Zulfa kelas 3 Kholid bin Walid SDIT Bina Amal Juara Harapan 1 Lomba Sains Purwacaraka Tingkat Kota Semarang. Juga tampil mengisi acara dengan memainkan alat musik keyboard di depan penonton.

TIM Pramuka SDIT Bina Amal Juara 2 LKBB (Lomba Kreasi Baris Berbaris) Kemah Ukhuwah Wilayah (KEMWIL) VII Pramuka SIT Jawa Tengah

M Labib Abduttawab dan Gea Nohan  Siswa SMPIT Bina Amal mendapat Special Award kategori "LIGHT FOLLOWER" dalam ajang lomba Robotic @Diponegoro Robotic Center

SMPIT Bina Amal Juara Umum 2 dalam Kemah Ukhuwah Wilayah VII Jateng

Kategori Putra

Juara 1 tahfidz putra (M.Fathi Farhat)

Juara 2 LKBB (Lomba Kreasi Baris Berbaris) Tim SMPIT Bina Amal

Juara 2 CCQ (Adam,Ismail,Fadel)

Juara 3 sandi ( M.Fathi Farhat)

Juara 2 Regu Tergiat

Kategori Putri

Juara 2 tahfidz (Afina Ghaida Mazaya)

Juara 2 sandi(Yulia Aisyah Wulandari)

Barokallah semuanya, semoga bisa menjadi inspirasi...

humas@binaamal.info
humas SDIT
humas SMPIT


Galeri Foto

Farah Alya Zulfa kelas 3 Kholid bin Walid
Jasmine kelas 3 Kholid bin Walid

TIM Pramuka SDIT Bina Amal Juara 2 LKBB

M Labib Abduttawab dan Gea Nohan

Tim SMPIT Bina Amal Juara Umum 2

Tim Putri SMPIT Bina Amal

Tim Putra SMPIT Bina Amal




Ayah...Ibu...mengurus dan mendidik anak memang bukan pekerjaan mudah, diperlukan kesabaran luar biasa dan kemampuan mengendalikan emosi agar bisa menjadi ibu yang hangat dan nyaman bagi anak-anaknya.

Akan tetapi, bagaimana jika seorang ibu memiliki temperamen yang meledak-ledak alias pemarah?

Waspadalah, penelitian dari Oregon State University (OSU) menunjukkan adanya keterikatan antara karakter bawaan atau gen dengan lingkungan yang akan membentuk pribadi seorang anak.

Ibu yang mudah marah dan gampang bereaksi akan mengakibatkan sang anak mempunyai karakter yang kurang lebih sama. Lebih jauh lagi penelitian ini menunjukkan bahwa bagaimana seorang anak dibesarkan di usia awal akan mempengaruhi karakternya di tahun-tahun berikut fase kehidupannya.

Tak mengherankan jika ibunya mudah berkata kasar, membanting barang, memukul atau marah-marah di hadapan anak, anak cenderung akan menirunya dengan cepat.

Maka, wahai Ibu... sadarilah betapa pentingnya kelemahlembutan Anda dalam mendidik anak-anak. Tahan diri ketika ingin berteriak di depan anak, memukul mereka, atau menyakiti mereka dengan makian dan cubitan. Ingatlah salah satu wasiat terpenting yang Rasulullah berikan bagi siapapun yang ingin menggapai surga Allah:

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa ada seseorang berkata kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” (HR al-Bukhari)

Cari tahu juga bagaimana cara terbaik mengelola emosi dan melampiaskan amarah dengan tepat.

Anak-anak SDIT Bina Amal sedang Mengaji

Bunda...mendidik anak belajar mengaji merupakan sebuah keharusan bagi orang tua yang ingin agar anak mereka menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Oleh karena itu ada baiknya jika anda mulai mengajarkan sang anak mengaji sejak masih balita. Hal tersebut agar membuat sang anak lebih terbiasa dan akan dengan mudah mengingat serta dapat menghafal Al-Qur'an, karena saat masih kecil belum terlalu banyak memori yang harus ia ingat. 

Berikut beberapa tahapan tips belajar mengaji berdasarkan usia anak:

1. Belajar Mengaji Untuk Anak Usia 0 - 2 Tahun

Pada tahapan ini yang pertama memberikan pengajaran dalam mengaji adalah kedua orang tua agar anak lebih cepat memahami apa yang diberikan oleh orang tua. Belajar bersama orang tua memberikan kemudahan dan kebebasan bagi anak dalam menangkap apa yang mereka dapatkan dari orang tua.

-Perdengarkan lantunan huruf hijaiyah kepada anak, bisa dilakukan dengan mengajarkan langsung ke anak atau melalui nyanyian. Dengan menggunakan lantunan musik akan lebih memudahkan anak dalam menghafal huruf-huruf hijaiyah.

-Mengenalkan dan memperlihatkan bentuk huruf hijaiyah, baik menggunakan buku atau dalam bentuk aplikasi.

-Biasakan orang tua melafalkan huruf-huruf hijaiyah didepan anak-anak. Kebiasaan pertama memang harus dimulai dari orang tua agar anak lebih tertarik dalam belajar.

-Menyediakan buku, banner, atau tulisan huruf-huruf hijaiyah.

2. Tips Belajar Mengaji Untuk Anak Usia 2 - 3 Tahun

Pada tahapan ini, peran orang tua tetap diperlukan dan untuk mengembangkan pembelajaran yang telah diberikan di rumah, maka anak juga bisa belajar mengaji di musholla atau di TPA/TPQ dan tetap dalam pengawasan orang tua.

-Ajak anak untuk belajar mengaji di TPA/TPQ seperti di musholla.

-Beli dan perkenalkan buku Iqra ataupun sejenisnya namun yang pertama adalah tetap mengenalkan huruf hijaiyah terlebih dahulu.

-Mengulang belajar mengaji secara konsisten.

-Gunakan media aplikatif dalam belajar mengaji seperti VCD.

-Jangan terlalu memaksakan anak untuk belajar mengaji, lebih baik pilih waktu-waktu tertentu seperti setelah sholat Ashar dan atau Maghrib. Bisa juga mengajarkan anak ketika mau tidur dengan sambil membacakan huruf-huruf hijaiyah.

3. Tips Belajar Mengaji Untuk Anak Usia 3 - 4 Tahun

Peran serta orang tua masih diperlukan pada usia ini dengan memberikan pemahaman dan menanyakan perkembangan anak dalam belajar mengaji yang mereka dapatkan di TPA/TPQ (tempat pendidikan Al Qur'an).

-Tingkatkan pemahaman dan tumbuhkan minat anak dalam membaca Iqra.

-Tingkatkan pada bacaan pada Iqra dengan memperkenalkan makhroj dan tajwid secara perlahan, peran guru mengaji sangat diperlukan pada tahapan ini.

-Berikan tantangan kepada anak dalam belajar mengaji. Misalnya mencoba 1 hari 1 lembar dalam belajar Iqra.

-Berikan hadiah terhadap tantangan yang mereka lakukan agar minat anak untuk belajar mengaji semakin kuat.

4. Tips Belajar Mengaji Untuk Anak Usia 4 - 5 Tahun

Pada tahapan ini peran guru mengaji sudah sangat dibutuhkan untuk perkembangan tingkat belajar mengaji anak, sedangkan orang tua memantau, menanyakan dan mengulang apa yang didapat sang anak waktu belajar mengaji di musholla atau TPA/TPQ.

-Pada tahapan ini anak sudah bisa belajar mengaji secara konsisten.

-Orang tua perlu membatasi dan memberikan waktu-waktu khusus dalam kehidupan anak antara bermain, belajar dan mengaji.

-Pada tahapan ini anak sudah bisa belajar mengaji dengan memperkenalkan dan menggunakan makhroj dan tajwid.

-Perhatikan perkembangan belajar mengaji anak dan jangan lupa tetap berikan reward untuk mereka.

Tips belajar mengaji untuk anak sejak balita yang telah dijelaskan diatas bisa berjalan dengan baik jika orang tua benar-benar ikut serta didalamnya jika tidak jangan heran jika anak mengalami kesulitan dan ogah-ogahan dalam mengaji. Untuk itu, kebiasaan orang tua dalam mengaji sehari-hari di rumah menjadi tolak ukur minat anak dalam belajar mengaji.



Ayah, Bunda apakah sudah mulai berebutan handphone dengan anak di rumah? Setiap hari ada adegan di mana anak merengek terus ingin nonton video, atau mau bermain game yang ada di hp? Hmm, jangan sampai jadi kecanduan ya. Akan tetapi kalau pun sudah sampai taraf kecanduan, ada 6 tips untuk mengatasi anak yang kecanduan hp, sebagai berikut:

1. Mulai dari diri sendiri
Sebelum kita menyuruh anak melepas gadget di tangannya, ada baiknya kita mulai dari diri sendiri terlebih dahulu. Jangan-jangan anak kecanduan hp karena orangtuanya pun tiada menit tanpa hp di genggaman?

Disiplinkan diri untuk menaruh hp di lemari atau laci saat orangtua berada di rumah, agar anak pun mendapat contoh teladan dari orangtua untuk tidak terus-menerus memfokuskan mata ke layar hp.

2. Sediakan perlengkapan untuk berkreativitas

Bersama anak pergilah ke toko buku, belilah buku gambar, kertas warna, lem kertas, spidol, crayon, pensil warna, play doh, cat air, dan berbagai perlengkapan untuk berkreativitas lainnya.

Di rumah persilakan anak membuat kreativitas, jika bingung membuat apa, saat ini ada banyak buku kreativitas atau bisa juga mencari dari internet kemudian diprint. Anak-anak kita perlu merasakan kenikmatan bermain selain dengan gadgetnya.

3. Tumbuhkan anak kecintaan membaca buku
Perkenalkan anak dengan buku bacaan sedari kecil, agar mereka memiliki kecintaan terhadap buku, imajinasinya pun terlatih sehingga tidak melulu membutuhkan game di hp.

4. Perkenalkan anak dengan aktivitas luar ruangan

Berolahraga bersama teman-temannya, seperti basket, sepak bola, sepatu roda, dan permainan outdoor lainnya jauh lebih menyenangkan daripada terus-terusan memelototi layar hp. Maka biarkan anak bermain di luar rumah, tentu saja dengan penjagaan orangtua akan jauh lebih baik.

5. Buat batas waktu

Anak boleh saja main hp, tapi orangtua perlu membuat batasan waktu dalam bermain. Misalnya maksimal 2 jam sehari, dan batasan waktu ini perlu diketahui dan disepakati oleh anak juga, sehingga anak akan lebih bertanggungjawab terhadap batasan waktu ini.

6. Jangan belikan hp untuk anak

Sekalipun orangtua memiliki banyak uang, sebelum anak mampu bertanggungjawab sebaiknya tidak membelikan hp untuk mereka terlebih dulu.

Ayah, Bunda ayo kita coba praktekkan. Semoga  di beri kemudahan...


ummionline

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget