Latest Post



Ayah, Bunda...jangan lupa untuk berpuasa sunah esok hari. Yaitu tanggal 9 Dzulhijah,Puasa  Arafah namanya.

Puasa Arofah mempunyai keistimewaan luar biasa. 

Pertama, puasa Arafah dapat meraih syafaat Rasulullah SAW karena puasa Arafah adalah puasa kesukaan Rasulullah SAW, "Tiada dari hari dalam setahun aku berpuasa lebih aku sukai daripada hari Arafah." (HR Baihaqi)

Kedua,  puasa Arafah sebagai penghapus dosa setahun yang lalu bahkan sesudahnya, “Saya berharap kepada Allah SWT agar dihapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR Muslim)

Ketiga, siapa saja yang melaksanakan ibadah puasa sunnah Arafah, doa sangat mustajab. “Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah..."(HR At Tirmidzi)

Keempat,  insya Allah seorang hamba yang bertaubat sungguh-sungguh dan melakukan ibadah puasa Arafah, Allah SWT akan bebaskan dari neraka. “Di antara hari yang Allah SWT banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah.” (HR Muslim)

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW mengemukakan, “Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun.” (HR Bukhari Muslim)

Karena itu,  selayaknya kaum Muslimin mengamalkan puasa Arafah dengan sebaik mungkin. Subhanallah begitu besar rahmat dan karunia Allah SWT untuk hamba-Nya yang berpuasa Arafah. 

Semoga Allah perkenankan kita menikmati puasa Arafah, Amin


Kesempatan ibadah kurban hanya setahun sekali. Selayaknya setiap Muslim bisa “menabung” untuk membeli hewan kurban dan meraih pahala atau keutamannya yang sangat besar. Rasul Saw bahkan mengungkapkan “amarah” kepada orang yang mampu berkurban, tapi tidak melaksanakannya, sebagaimana dalam hadits di bawah ini.

Hukum Ibadah Kurban

Mayoritas ulama menyatakan, hukum ibadah kurban (menyembelih kambing atau sapi) adalah Sunnah Muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan, berdasarkan hadits:

“Tiga hal yang merupakan kewajiban atasku dan sunnah atas kalian adalah shalat witir, nahr (qurban), dan shala dhuha.” (HR. Ahmad, Hakim, dan Daruquthni).

“Barangsiapa yang memiliki kelonggaran dan tidak mau berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Ibadah kurban bisa dikatakan “mendekati wajib” bagi mereka yang mampu atau berkelimpahan rezeki, tersirat dari hadits di atas, sampai-sampai Nab Saw mengatakan “jangan mendekati tempat shalat kami”.

Qurban Amalan Paling Disukai Allah SWT

Ibadah kurban adalah amalan yang paling dicintai Allah SWT pada saat Idul Adha.

“Tidak ada suatu amal anak Adam pada hari raya qurban yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan qurban.” (HR. Tirmidzi).

“Menyembelih hewan pada hari raya qurban, aqiqah (setelah mendapat anak), dan hadyu (ketika haji), lebih utama daripada shadaqah yang nilainya sama.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi).

Ibadah kurban mempunyai hikmah untuk membersihkan hati agar menjadi lahan yang subur untuk tumbuhnya iman dan takwa.

Ibadah tahunan ini bukan saja menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim a.s., mendidik jiwa ke arah taqwa, mendekatkan diri kepada Allah SWT, mengikis sifat tamak (serakah) dan mewujudkan sifat murah hati, menghapuskan dosa dan mengharap keridhaan Allah SWT, tapi juga menjalinkan hubungan kasih sayang sesama manusia.

Jangan Takut Miskin dengen Berqurban

Rasa takut adalah sebuah keniscayaan yang dimiliki manusia namun akan menjadi tidak wajar jika dilakukan dengan berlebihan. Demikian juga untuk melaksanakan ibdah kurban sebagian kaum muslimin masih menundanya karena takut dapat mengurangi harta, takut kurang modal usaha, takut tidak bisa hidupi keluarga hingga takut jatuh miskin dan bangkrut.

Padahal sudah ada janji Allah sebagaimana yang sering kita baca,

“ Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya. ” (QS. Saba’: 39).

Nabi pun sudah meyakinkan kita,

“ Sedekah tidaklah mengurangi harta. ” (HR. Muslim)

Bisa jadi dengan kurban dan sedekah, Allah akan buka pintu rezeki yang lain. Tak pernah ada orang yang berkurban dan rajin sedekah jatuh miskin dan bangkrut. Bahkan patut dipahami, ulama Syafi’iyah yang mennyatakan bahwa kurban tetap lebih utama dari sedekah yang senilai kurban.

Untuk itu mari, bersiap menyongsong ibadah kurban tahun ini! Tidakkah kita tergiur dengan pahala kebaikan yang ada di dalamnya sebagaimana ditegaskan dalam hadits berikut ini:

“Setiap satu helai rambutnya (hewan kurban) adalah satu kebaikan… Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR.Ahmad dan Ibn Majah).

Siapkan diri menyongsong Idul Adha untuk melaksanakan ibadah kurban dan meraih keutamaannya. Semoga Allah SWT memberi kita kekuatan dan rezeki untuk bisa berkurban. 

Wallahu’alam



Alhamdulillah, bulan Dzulhijah telah menghampiri kita. Bulan mulia dengan berbagai amalan mulia terdapat di dalamnya. Lantas apa saja amalan utama yang bisa kita amalkan di awal-awal Dzulhijah? berikut keutamaan ynag bisa memotivasi kita untuk banyak beramal di awal Dzulhijah.

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Dzulhijah

Adapun keutamaan beramal di sepuluh hari pertama Dzulhijah diterangkan dalam hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berikut,

“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.“

6 Amalan Utama di Awal Dzulhijah

Pertama: Puasa


Disunnahkan untuk memperbanyak puasa dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijah karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendorong kita untuk beramal sholeh ketika itu dan puasa adalah sebaik-baiknya amalan sholeh.

Dari Hunaidah bin Kholid, dari istrinya, beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya

Kedua: Takbir dan Dzikir

Yang termasuk amalan sholeh juga adalah bertakbir, bertahlil, bertasbih, bertahmid, beristighfar, dan memperbanyak do’a. Disunnahkan untuk mengangkat (mengeraskan) suara ketika bertakbir di pasar, jalan-jalan, masjid dan tempat-tempat lainnya.

Imam Bukhari rahimahullah menyebutkan,

Ibnu ‘Abbas berkata, “Berdzikirlah kalian pada Allah di hari-hari yang ditentukan yaitu 10 hari pertama Dzulhijah dan juga pada hari-hari tasyriq.” Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin ‘Ali pun bertakbir setelah shalat sunnah.

Ketiga: Menunaikan Haji dan Umroh


Yang paling afdhol ditunaikan di sepuluh hari pertama Dzulhijah adalah menunaikan haji ke Baitullah.

Keempat: Memperbanyak Amalan Sholeh

Sebagaimana keutamaan hadits Ibnu ‘Abbas yang kami sebutkan di awal tulisan, dari situ menunjukkan dianjurkannya memperbanyak amalan sunnah seperti shalat, sedekah, membaca Al Qur’an, dan beramar ma’ruf nahi mungkar.

Kelima: Berqurban

Di hari Nahr (10 Dzulhijah) dan hari tasyriq disunnahkan untuk berqurban sebagaimana ini adalah ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.

Keenam: Bertaubat

Termasuk yang ditekankan pula di awal Dzulhijah adalah bertaubat dari berbagai dosa dan maksiat serta meninggalkan tindak zholim terhadap sesama.

Intinya, keutamaan sepuluh hari awal Dzulhijah berlaku untuk amalan apa saja, tidak terbatas pada amalan tertentu, sehingga amalan tersebut bisa shalat, sedekah, membaca Al Qur’an, dan amalan sholih lainnya

Sudah seharusnya setiap muslim menyibukkan diri di hari tersebut (sepuluh hari pertama Dzulhijah) dengan melakukan ketaatan pada Allah, dengan melakukan amalan wajib, dan menjauhi larangan Allah.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

Written by: Muhammad Abduh Tuasikal

Sumber : https://rumaysho.com/1372-6-amalan-utama-di-awal-dzulhijah.html


Semarang – Sekolah Dasar Islam Terpadu Bina Amal, Kamis (17/8/2017) menggelar upacara bendera memperingati HUT RI Ke-72 di dalam kampus sekolah Bina Amal kyai saleh nomor 8.

Menurut Eka Mulyanto, Kepala Sekolah SDIT Bina Amal, upacara yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh sekitar 350 siswa kelas 4 sampai dengan kelas 6 serta seluruh guru dan pegawai KBIT, TKIT, dan SDIT Bina Amal. Insya Allah upacara akan di adakan rutin setiap tahun dengan mengundang anggota TNI untuk menjadi pembina upacara. Harapannya agar kehadiran anggota TNI ini bisa memberi inspirasi tentang budaya tertip, disiplin dan lebih memaknai perjuangan pahlawan yang telah gugur demi membela negara.

Upacara memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ini turut menghadirkan Pelda Krisbudiyanto Babinsa Ramil 13 Semarang Selatan sebagai Pembina upacara.
Kepada seluruh siswa SDIT Bina Amal Semarang, Pelda Krisbudiyanto berpesan untuk senantiasa menjaga nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme yang wajib ditumbuhkan sejak kecil untuk menumbuhkan rasa cinta yang mendalam kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Petugas upacara bendera kali ini adalah siswa-siswi pilihan yang telah berlatih jauh-jauh hari demi kelancaran Upacara HUT RI Ke-72 hari ini.

Upacara yang berlangsung sekitar satu jam ini berlangsung tertib dan sangat khidmat terlebih saat sangkaka merah putih dikibarkan dengan diiringi lagu Indonesia Raya.

"MERKDEKA.....!"

#humas_sdit
#humas_ba







MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget