Latest Post



Semarang - SMP IT Bina Amal Semarang mengirimkan santrinya mewakili Kecamatan Gunungpati untuk mengikuti Lomba MTQ Cabang Tilawah dan Tahfidz di Tingkat Kota Semarang. Santri yang mengikuti lomba bernama Fidela Fairuz Zulfaa kelas 8. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 07 April 2018 bertempat di Balaikota Semarang.

Alhamdulillah, berkat do'a, kegigihan dan keuletan semua pihak, baik peserta, ustadz/ah, pelatih,pendamping, serta orang tua. SMP IT Bina Amal Semarang memperoleh Juara 1 cabang tilawah dan tahfidz dalam Lomba MTQ Tingkat Kota Semarang, setelah memboyong 4 juara pada ajang seleksi MTQ tahun 2018 Tingkat Kecamatan Gunungpati.

Harapan kami selanjutnya mampu menumbuhkan para santri menambah semangat menghafal Al Qur'an dan berprestasi memajukan nama baik SMP IT Bina Amal.

Merupakan prestasi yang membanggakan bagi kami, karena anak-anak telah berusaha dan berlatih untuk mendapatkan hasil terbaik. Mohon do'anya bapak/ibu, orang tua, ustadz/ah dan teman-teman Insya Allah ananda Zulfa akan maju ke tingkat propinsi, Mudah-mudahan meraih hasil terbaik dan dapat menginspirasi teman-temannya serta mengharumkan nama baik Bina Amal mendapatkan prestasi yg gemilang. Aamiin. 

Semoga selalu mendapat keberkahan Al Qur'an. Aamiin Aamiin Yaa Robbal Aalamiin.


Alhamdulillah, Sabtu 7 April 2018 SDIT Bina Amal Semarang Sukses menyelenggaran kegiatan parenting.  Bertema Mendidik Anak Jaman Now. Bersama motivator, trainer parenting ustadz Dimas Anafadli C.NNLP.

LGBT merajalela, akses konten pornografi dimana-mana, bullying, tawuran anak SD pun ada. Virus kemaksiyatan dimana-mana. Di Jaman Now ini  tantangan mendidik anak begitu beratnya.

Tapi tetap optimis ya Ayah Bunda. Dengan cinta, kasih sayang, kefahaman dalam mendidik ananda sesuai Alquran dan sunnah, insya Allah ananda akan tumbuh menjadi pribadi yang sholih, bisa memilah mana yang baik dan buruk. Kuncinya ada pada peran Ayah dan Bunda.

kegiatan parenting ini juga di tampilkan kreasi siswa kelas III sampai kelas IV berupa :

1. Gerak dan Lagu Kelas III
2. Tari Kreasi Baru _"Manuk Dadali"_ Kelas IV
3. Gerak dan Irama _"Ayam Den Lapeh"_ Kelas V




Selasa, 3 April 2018 siswa SMA IT Bina  Amal melakukan kunjungan ke 3 tempat sekaligus.
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka Puncak Tema SMA IT Bina Amal.

Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas X dan kelas XI sejumlah 110 siswa, didampingi oleh guru pendamping.

Bahkan kepala sekolah pun ikut serta membersamai sebagai wujud perhatian dan support terhadap para siswa.

Kunjungan dibagi dalam 3 tempat.
1. Kelas XI IPS ke Fakultas Ekonomi Unnes.
2. Kelas XI IPA ke Fakultas Teknik Undip.
3. Kelas X ke Polrestabes Semarang.

Di UNNES dan UNDIP siswa mendapat gambaran tentang berbagai jurusan yang dapat ditempuh siswa yang akan melanjutkan ke Perguruan Tinggi.
Selain itu siswa juga mendapat motivasi dan strategi lolos PTN.

Sebelumnya kelas XI juga pernah berkunjung ke UGM, UAD dan UII pada awal maret lalu.

Kunjungan ke Polrestabes, bagi siswa kelas X bertujuan untuk mendapatkan pemaparan langsung tentang peraturan-peraturan, jenis-jenis tindakan yang termasuk criminal dan merusak generasi anak bangsa. Di sana siswa juga dapat melihat langsung suasana mencekamnya tahanan sementara di Polrestabes.
Sehingga siswa akan lebih termotivasi untuk menjaga dan mengendalikan diri dari segala perilaku yang merugikan diri sendiri dan bangsa.

Berikut adalah kesan beberapa siswa setelah melakukan kunjungan. Rendi siswa kelas XI IPA 1 mengatakan, "Ternyata untuk masuk teknik arsitektur tidak harus pinter fisika."

Syafrian kelas XI IPS merasa mendapat informasi banyak, khusunya tentang peluang-peluang beasiswa di Perguruan Tinggi.

Alif kelas X MIA 1 dan Aurel kelas X IIS 1 merasa sangat berkesan, "Kami jadi tau peraturan-peraturan, tentang narkoba, teroris, dan dampak-dampaknya. Juga bisa mengenal lebih peran polisi sebagai pengayom masyarakat."

Kegiatan ini adalah Puncak Tema terakhir yang dilakukan di semester genap, setelah ini siswa bisa lebih fokus menyiapkan Ulangan Kenaikan Kelas.






Siapa yang tidak kenal Ikrimah? Putra Abu Jahal ini demikian keras memusuhi Rasulullah saw. Bahkan, aktif mengangkat senjata bersama pasukan kaum musyrikin Makkah menyerang kaum Muslimin Madinah. Namun keadaan berbalik saat Rasulullah saw. bersama pasukan Muslimin mengepung Makkah. Ikrimah sadar betul, jika Makkah jatuh dalam penguasaan Rasulullah saw., keselamatannya terancam. Pasti ia akan dieksekusi atas semua kejahatannya terhadap kaum Muslimin
PELARIAN IKRIMAH BIN ABU JAHAL

Ketika Rasulullah saw. bersama para sahabat lainnya telah berhasil menaklukkan kota Makkah, maka isteri Ikrimah berkata kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, sesungguhnya Ikrimah telah melarikan diri ke negeri Yaman kerana ia takut kalau-kalau kamu akan membunuhnya. Aku memohon kepadamu supaya engkau berkenan menjamin keselamatannya.”

Rasulullah saw. menjawab, “Dia akan berada dalam keadaan aman!” Mendengar jawaban itu, isteri Ikrimah memohon diri dan pergi untuk mencari suaminya. Akhirnya dia berhasil menemukannya di tepi pantai yang berada di Tihamah.

Saat diajak berduaan oleh Ikrimah, Ummu Hakim berkata: “Wahai Ikrimah, sesungguhnya kamu musyrik, sedang aku muslimah. Allah telah mengharamkan diriku atasmu.” Kata-kata yang seperti panah ini telah menancap di hati Ikrimah, sehingga hati Ikrimah pun terluka dan pikirannya menjadi kacau balau.

Sementara di Makkah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri diantara para sahabatnya sambil bersabda: “Sesungguhnya Ikrimah bin Abi Jahal akan datang kepadamu dalam keadaan beriman dan berhijrah, maka janganlah kamu mencela ayahnya, karena mencela orang yang sudah mati dapat menyakitkan orang yang masih hidup, walaupun celaan itu tidak sampai kepada orang yang sudah mati.”

MASUK ISLAMNYA IKRIMAH BIN ABU JAHAL


Ikrimah pun datang. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Selamat datang, pengendara yang berhijrah.”Beliau berdiri kepadanya, meluaskan kain untuknya, dan menyambutnya dengan sebaik-baik sambutan.


Ikrimah berkata: “Aku mendengar bahwa engkau telah menjamin keamananku, wahai Muhammad ?”

“Ya sungguh kamu aman,” jawab Rasul

“Untuk apa kamu menngajakku ?” tanya Ikrimah.

“Untuk menyembah Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, melaksanakan shalat, membayar zakat, menunaikan puasa, dan berhaji di Baitullah,” kata Rasul.

Ikrimah berkata: “Demi Allah, engkau tidak mengajakku, kecuali kepada kebenaran; dan engkau tidak memerintahku, kecuali kepada kebaikan.” Ikrimah mengulur tangannya dan bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.

Ikrimah berkata: “Wahai Rasulullah, aku memohon kepadamu untuk mengampuniku atas setiap permusuhanku terhadapmu, setiap jejak langkahku, setiap kesempatan aku bertemu denganmu, dan setiap perktaan yang aku ucapkan dihadapanmu atau tidak dihadapanmu.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa untuk Ikrimah:

“ Ya Allah ampunilah setiap permusuhan yang dilakukannya terhadapku, setiap jejak langkahnya yang ia inginkan untuk memadamkan cahaya-Mu. Ampunilah perkataan yang diucapkan guna merendahkan martabatku, baik ketika dia berada di hadapanku maupun tidak dihadapanku.”

Ikrimah berkata: “Wahai Rasulullah, tidaklah aku mengeiuarkan satu hartapun yang telah aku gunakan untuk memusuimu, kecuali aku juga akan menginfakkan harta yang sama di jalan Allah.”

Setelah masuk Islam, Ikrimah bersumpah: “Demi Dzat yang telah menyelamatkanku saat perang Badar.” Ia bersyukur kepada Tuhannya karena ia tidak mati terbunuh dalam perang Badar (karena pada waktu itu Ikrimah masih dalam keadaan kafir, red). Ia masih tetap hidup sampai akhirnya Allah pun memuliakannya dengan Islam. Ia selalu membawa mushaf sambil menangis: “Kitab Tuhanku ! Kitab Tuhanku !“

SYAHIDNYA IKRIMAH BIN ABU JAHAL

Pada saat perang Yarmuk meletus dengan hebatnya dan pasukan Romawi hampir mengalahkan pasukan Islam dan tidak ada jalan lain kecuali menembus ribuan pasukan Romawi dengan resiko mati,  maka singa buas Ikrimah pun bangkit. Khalid bin Walid berkata, “Jangan kamu lakukan hal itu. Karena bahaya yang akan menimpamu adalah lebih besar!”

Ikrimah menjawab, “Wahai Khalid, engkau telah terlebih dahulu ikut berperang bersama Rasalullah saw., maka biarlah hal ini aku lakukan!”Biarkan aku menebus apa yang telah aku dan ayahku lakukan. Dulu aku memusuhi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apakah sekarang aku akan lari dari pasukan Romawi ? Demi Allah tidak, selamanya tidak akan terjadi !”

Ikrimah berteriak: “Siapa yang akan membaiatku untuk mati ? “

Pamannya Harits bin Hisyam, dan juga Dhirar bin Al-Azwar berdiri untuk membaiatnya. Ikut bersama mereka 400 pasukan muslim. Mereka memasuki arena peperangan hingga mereka dapat mengalahkan pasukan Romawi, dan Allah pun memberikan kemenangan dan kemuliaan bagi pasukan-Nya.

Ikrimah tetap pada pendiriannya. Ia bertempur dengan gigih hingga akhirnya gugur sebagai syahid. Di tubuhnya terdapat sekitar tujuh puluh luka bekas tikaman pedang, tombak, dan anak panah.

Abdullah bin Mas’ud berkata, “Di antara orang-orang yang termasuk dalam barisan Perang Yarmuk adalah Haris bin Hisyam, Ikrimah bin Abu Jahal, dan Suhail bin Amar. Di saat-saat kematian mereka, ada seorang sahabat yang memberinya air minum, akan tetapi mereka menolaknya. Setiap kali air itu akan diberikan kepada salah seorang dari mereka yang bertiga orang itu, masing-masing mereka berkata, ‘Berikan air itu kepada sahabat di sebelahku.’ Demikianlah keadaan mereka seterusnya, sehingga akhirnya mereka bertiga menghembuskan nafas yang terakhir dalam keadaan belum sempat meminum air itu.”

Dalam riwayat lain ditambahkan, sebenarnya Ikrimah bermaksud untuk meminum air tersebut. Akan tetapi pada waktu ia akan meminumnya, ia melihat ke arah Suhail dan Suhail pun melihat ke arahnya pula. Ikrimah berkata, “Berikanlah saja air minum ini kepadanya, barangkali ia lebih memerlukannya daripadaku.” Suhail pula melihat kepada Haris, begitu juga Haris melihat kepadanya. Akhirnya Suhail berkata, “Berikanlah air minum ini kepada siapa saja. Barangkali sahabat-sahabatku itu lebih memerlukannya daripadaku.” Begitulah keadaan mereka. Sehingga tidak seorangpun di antara mereka yang meminum air tersebut. Ketiganya mati syahid.

wallahu a'lam

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget