Latest Post

Musim mudik sebentar lagi akan kita lalui. Para perantauan menikmati libur panjang Idul Fitri 1439 H. Mereka ada yang naik kereta api, bus, kapal laut bahkan ada yang nekat naik sepeda motor. Semua mereka lakukan agar dapat berkumpul dengan keluarga di kampung halaman.

Mudik menjadi hajatan tahunan negeri ini yang tanpa kita sadari menjadi fenomena yang sangat dahsyat. Bagaimana tidak? Dengan adanya mudik menjelang Idul Fitri mampu menggerakkan sendi-sendi kehidupan di sepanjang jalur mudik dan tempat tujuan mudik. Mudik dalam istilah bahasa arab secara umum disebut safar. Safar artinya menempuh perjalanan.. uniknya, kata ‘safar’ juga mempunyai asal kata yang berarti “tampak atau menampakkan”. Dari akar kata inilah kita bisa menyelami lebih jauh tentang hikmah safar. Ibnu Mundzir dalam kitab Lisanul Arab menjelaskan: “bepergian dinamakan safar, karena dengan bepergian meninggalkan kampung halaman dengan maksud menuju suatu tempat dengan jarak tertentu yang membolehkan seseorang yang bepergian untuk mengashar sholat.

Dalam tradisi mudik ada beberapa manfaat. Manfaat pertama adalah dapat menjalin ukhuwah. Momen Idul Fitri biasanya dijadikan sarana orang-orang yang merantau untuk bertemu dengan keluarga dan saudara. Dengan pertemuan tersebut menjadikan persaudaraan yang yang sekian waktu terputus dapat tersambung lagi. Hal ini merupakan dampak positif adanya tradisi mudik yang setiap tahun terjadi.

Selain secara sosial, manfaat lainnya adalah meningkatkan Syukur kita kepada Allah SWT. Hal tersebut sesuai dengan Firman Allah SWT:

“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya” (QS. Al Mulk: 15)

Dengan adanya kita melakukan mudik berarti kita mensyukuri nikmat Allah SWT atas ciptaan-Nya. Safar selain menuju tempat tertentu, seseorang juga secara langsung dapat mentadaburi alam di sepanjang jalan yang dilalui. Disamping itu ketika mudik biasanya juga berbagi oleh-oleh atau bingkisan untuk keluarga dikampung halamannya.

Manfaat berikutnya adalah dalam safar atau mudik dapat menambah teman dan melapangkan rezeki. Sejak masa Rasulullah seseorang melakukan perjalanan biasanya dalam rangka berdagang. Pada masa itu ada dua tujuan utama kaum Qurays yaitu ke Yaman pada musim dingin dan ke Syam pada saat musim panas. Manfaat berikutnya adalah dalam mudik kita juga berlatih sabar selama perjalanan. Ketika kita di jalan tentunya ada kepayahan dan memotong kenyamanan dibandingkan ketika di rumah.

Sementara itu, mudik juga memiliki efek positif bagi anak-anak. Mereka dapat mengenal saudara sepupu atau saudara jauh yang tidak pernah ketemu sebelumnya. Disamping itu, dengan bertemunya keluarga besar meminimalisir anggota keluarga menggunakan alat elektronik khususnya HP. Anak-anak akan senang karena disaat itu mereka dapat bermain dengan saudara dan yang mereka nantikan adalah mendapat saku dari orang tua, paman atau kakek dan nenek.

Manfaat melakukan safar atau mudik begitu besar baik secara individu ataupun untuk orang sekitar kita. Maka dari itu, bagi kita yang akan melakukan mudik untuk meluruskan niat agar kita dapat pahala ibadah. Jangan sampai kita hanya mendapatkan capek dan kesenangan dunia semata saat mudik nanti. Islam memberi peluang begitu luas agar kita dapat melakukan ibadah dalam arti luas sehingga setiap aktifitas kita mendapat balasan dari Allah SWT.

Oleh : Kiswanto
Guru Sosiologi SMA IT Bina Amal





Assalamualaikum

Barakallah anda lolos dalam seleksi wawancara, tertulis dan BTAQ.

Untuk selanjutnya harap hadir ke Yayasan Wakaf Bina Amal pada :

Hari Senin, 21 Mei 2018
Pukul 07.30
Untuk mengikuti pembinaan Kurikulum Sekolah Islam Terpadu selama 1 bulan

Untuk Formasi TU, Keuangan dan HRD mengikuti seleksi kinerja dan komitmen kelembagaan.

HRD Yaysan Wakaf Bina Amal


silahkan download pada link berikut





Marhaban Yaa Ramadhan, selamat datang bulan suci Ramadhan. Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, SDIT Bina Amal sudah merutinkan tradisi tarhib Ramadhan. Tarhib ramadhan adalah menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan berbagai macam kegiatan seperti pawai keliling menyuarakan akan datangnya bulang suci ramadhan dilengkapi penyebaran jadwal imsyakiyah dan klotekan musik *Drumblek* Bina Amal. Semangat tarhib menunjukkan kegembiraan siswa siswi Bina Amal dari Play Group, TK, dan SD dalam menghadapi bulan yang mulia dan penuh barokah, nikmat serta maghfiroh.


Sebanyak 900 siswa Play Group, TK, dan SDIT Bina Amal menyemarakkan tarhib dengan berjalan kaki dari sekolah melewati jalan Kyai Saleh, Jalan Veteran, melewati RS Kariyadi, menteri supeno dan kembali lagi ke sekolah, Selasa (15/5). Kegiatan tersebut diikuti guru, wali murid, dan majelis sekolah SDIT Bina Amal.

Menurut Ketua Panitia, Prasetyo Putra Syaeli, M.Pd, tujuan diadakan tarhib setidaknya mengingatkan masyarakat akan datangnya bulan Ramadhan khususnya keluarga besar yayasan waqaf Bina Amal sehingga kita semua agar memperkuat iman, bisa mempersiapkan diri untuk menjalankan ibadah puasa serta ibadah lainnya dengan maksimal.

Acara tarhib dimulai dari pawai “Tarhib Ramadhan Kuatkan Iman” dengan mengelilingi sekitar wilayah sekolah. Pawai tarhib juga dimeriahkan dengan kreasi poster seruan untuk berpuasa karya siswa, MMT tentang sambutan Ramadhan, manggar, bendera ramadhan, dan drumblek dari siswa SDIT Bina Amal.

Setelah pawai dan kembali ke sekolah, siswa Bina Amal langsung menuju lapangan untuk mendengarkan dongeng dari Pendongeng termana di Semarang yaitu Kak Kempo. Seluruh siswa dan guru turut mendengarkan dongeng Kak Kempo tentang Pentingnya Iman dan tauhid kepada Alloh. Cerita anak kecil yang mampu mengalahkan godaan setan, menahan hawa nafsu untuk mempertahankan ibadah puasa sampai maghrib dengan dibumbui cerita lucu dan suara khas ala Kak Kempo. Pemilik nama lengkap Kempo Anthaka mampu mempengaruhi siswa untuk fokus mendengarkan cerita sehingga siswa mampu mengambil hikmah dongeng tersebut.

“Hikmahnya banyak, imannya harus kuat kepada Alloh, kita harus puasa full 30 hari, jangan sampai kalah dengan anak kecil. Kalau susah bangun bisa pasang jam wekker agar tidak terlambat sahur dan sholat subuh,” tutur Maritza kelas 3 yang antusias mendengarkan dongeng Kak Kempo.

“Ramadhan itu bulan untuk memperbaiki diri dan menahan emosi, jangan gampang marah dan jangan takut sama setan,” kata Jasmin siswa kelas 1.

Tarhib ramadhan diakhiri dengan bagi-agi hadiah dari Kak Kempo yang mampu menjawab pertanyaan seputar Ramadhan dan isi dari dongeng Kak Kempo. Tarhib ramadhan, menguatkan iman.





MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget