Latest Post



Bu Mar’ah, tadi malam saya ketemu gajah dalam mimpi saya... ”, “saya juga bu, saya mimpinya ketemu monyet”, “saya malah mimpinya kejebur di kolam angsa bu, terus ditolong sama-bapak yang ada di sana” cerita dari Annafi, Eowyn, dan Alya Kelas IV Imam Maliki secara beruntun disambut tawa teman-temannya semakin menambah suasana riuh gembira dalam perjalanan menuju *Semarang Zoo* hari Selasa, 2 Oktober 2018 kemarin. Dari situ semakin membuktikan bahwa kegiatan puncak tema adalah kegiatan yang dinanti-nanti oleh anak-anak.

Kegiatan puncak tema *“Peduli Terhadap Makhluk Hidup”* kelas IV SDIT Bina Amal 02 dilakukan di Semarang Zoo (Bon Bin Mangkang). Sesampainya di tempat seluruh siswa dikumpulkan di bawah pohon yang teduh untuk diberi pengarahan tentang apa yang harus mereka lakukan selama observasi di dalam kebun binatang. Sebelum masuk siswa juga diminta membuat daftar pertanyaan untuk _wawancara_ ke petugas kebun binatang untuk menanyakan tentang hewan yang mereka observasi. Daftar pertanyaan yang dibuat berkisar tentang, _habitat hewan_, makanan hewan, _hal yang bisa dimanfaatkan_ dari hewan, termasuk hewan yang dilindungi atau tidak dan pertanyaan lainnya.

Sepekan sebelum puncak tema siswa diberi proyek di rumah untuk merawat hewan dan tanaman yang ada di rumah mereka. Pelaksanaan proyek dibuktikan dengan mengirimkan foto dan video melalui whats up kepada wali kelas. Kegiatan ini dilakukan agar siswa semakin memahami _kewajiban_ kita kepada hewan dan tumbuhan dan tentunya juga semakin memahami bahwa hewan dan tumbuhan mempunyai _hak-hak_ yang harus kita tunaikan.

Salah satu yang menarik banyak siswa sehingga mereka enggan berpindah adalah ketika mereka sampai di hewan yang bernama owa, termasuk jenis kera yang paling langka didunia. Hewan ini adalah jenis satwa liar yang hampir punah. Mereka mencoba mengajak berkomunikasi dengan hewan tersebut. Bisa dikatakan hewan tersebut mempunyai suara yg paling keras yang bisa didengar di setiap sudut kebun binatang. Hal yang mengesankan buat Mia siswa kelas IV Imam Hanafi yaitu saat ingin memberi makanan kepada owa. Bukan makanan yang diambil owa tapi bolpen yang dipegang Mia lah yang diambil. Dan masih banyak hal yang menarik lainnya dalam puncak tema kali ini.

Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan puncak tema tidak terlepas dari kompetensi dasar muatan pembelajaran yang harus siswa kuasai pada tema “peduli terhadap makhluk hidup”. Pembelajaran yang dikemas seperti jalan-jalan seperti ini lebih mengesankan untuk siswa. Seluruh siswa terlihat senang dan gembira. Mereka menikmati aktivitas-aktivitas mereka lakukan selama kegiatan puncak tema. Mereka mangumpulkan banyak data dan informasi yang akan mendukung pembelajaran selanjutnya.



Gerakan Semarang Membaca hari ini dimulai, seluruh instansi di kota Semarang mengikutinya. Tak terkecuali SDIT Bina Amal Semarang, sekolah yang terletak tepat di jantung kota Semarang ini begitu antusias mengikuti program Semarang Membaca.

Lebih dari 700 anak didik membuka buku mereka dari jam 09.00-10.00 WIB. Ibu dan Bapak guru juga lepas gadget mereka, semua sibuk dengan buku sebagai program literasi hari ini.

Ibu Kepala SDIT Bina Amal, Enni Rustiyanti, S. Pd. I mengatakan "Membacalah maka kamu akan mengetahui dunia, membacalah maka kamu akan menggenggam dunia, dan membacalah maka kamu akan tahu indahnya Indonesia".

Begitu banyak manfaat yang bisa diperoleh dari budaya literasi hari ini. Salah satu anak didik mengatakan "Tiap hari saja pak membacanya, enak og, bisa baca komik, cerita, sejarah, dll". Ucap Nathan kelas 4 Anas.

Jadilah bagian dari kemajuan negeri ini, bersiaplah untuk perubahan baik pada negeri ini, mulai dengan kebiasaan baik dari dini. Karena jika bukan kita, siapa lagi? Jika tidak sekarang, kapan lagi?

Majulah Bangsaku,jayalah Negeriku. Ayo Membaca!!!



Assalamu'alaikum teman teman. Perkenalkan, namaku Nayla Arsa Tungga Marala kelas 4 Abu Hurairah. Aku tidak sabar menunggu pagi. Kau tahu kenapa? Hm....seru deh.

Mataku segera kupejamkan dan kuharap pagi segera datang. Aku dan teman-temanku akan Puncak Tema di Taman Lele Semarang, wisata murah meriah dan syarat pembelajaran.

Hore....hari yang ditunggu tiba. Pak Tora meminta kami berkumpul di lapangan. Doa persiapan berangkat ke Taman Lele.

Semua kelas 4 meluncur dengan armada antar jemput sekolah. Aku dan teman teman kelas 4 Abu Hurairah, Anas, Ibnu, dan Abdulloh berdoa naik kendaraan.

Tawaku dan teman teman membuat kami tidak sabar di tempat tujuan. Sesekali kami menyapa pengendara motor saat berpapasan di jalan raya.

Dua puluh menit berlalu. Kami sampai juga. Sebelum masuk kami mendapat pengarahan dari Pak Son. Kami berjalan melihat aneka hewan. Ada beberapa hewan dan tumbuhan. Kami berjalan mengamati dan menggambar bagian hewan dan tumbuhan.

Setelah tugas selesai. Kami games bersama. Pertama games maju mundur. Kelompok Annisa dengan Bu Samsi dan Arrijal dengan Pak Son.

Dicari 2 kelompok yang bertahan dan konsentrasi serta kompak.

Alhamdulillah, untuk Annisa kelompok pertama dari kelompokku, kelas 4 Abu Hurairah.

Lalu, kami melaksanakan games ke dua. Games ke dua Mencari Harta Karun. Kata kuncinya adalah menemukan peta kebahagiaan di sekitar pohon.

Segera kami berpencar dan mencari. Kami mengamati setiap pohon. Dan tak lama temanku Nera berteriak, "Alhamdulillah, ketemu."

Kami langsung berlari menuju Bu Samsi. "Ini Bu, sudah ketemu."

Kami diminta membuka dan membaca gulungan kertas itu. Kami membaca dengan keras dan kompak, "Selamat, kelompok kalian boleh keceh di kolam renang."

Sontak kami terteriak, Yeee....., Kolam renang."

Aku, Tata, Zahra, Keisha, dan teman lainnya segera melompat ke kolam renang. Kami bermain air dan berenang.

Senangnya hari ini. Tak hanya disitu. Kami bisa menikmati bebek air. Beberapa temanku naik bebek. Termasuk guruku, Pak Tora.

Alhamdulillah ya. Sekolah di Bina Amal itu seru dan menyenangkan. Ada kegiatan Puncak Tema yaitu belajar di lingkungan luar. Jadi bisa belajar sambil bermain.

Selanjutnya, puncak tema di mana ya? Ayo sekolah di SDIT Bina Amal. Kalian bakalan betah dengan kegiatan belajar yang sangat menyenangkan.


Hari ini Sabtu, 22 September 2018 Asatid/Asatidah SDIT Bina Amal mengikuti Seminar parenting yg dibawakan oleh pakar Psikolog Nurina S.Psi.

Materi disampaikan dg prolog hadist " Sesungguhnya Alloh dan malaikat, penghuni langit serta bumi, hingga semut yg berada di lubangnya dan ikan-ikan di lautan bersholawat atas guru yang mengajar kebaikan kepada manusia" (Hadist Riwayat Tirmizi 3685 disahihkan Al - albani).

Menurut bu Nurina dalam islam terdapat 4 jenis guru yaitu:
1. Mudarris: guru yg hanya mengajar mata pelajaran saja.
2. Mu'allim: guru yg mengajar mata pelajaran dan menyampaikan ilmu2 lain.
3. Mursyid: Guru yg menyampaikan ilmu dan jalan yg benar.
4. Murrabi: guru yg mendidik, memelihara, mengasuh, mentarbiyyah anak didik menjadi manusia yg berilmu, bertakwa& beramal sholih.

Selanjutnya bu nurina menyampaikan hal2 yg sebaiknya diperhatikan sebagai seorang guru yaitu: Perfomance (penampilan), Gesture (bahasa tubuh), dan pola komunikasi.

Sebagai closing bu nurina mengutip ugkapan al ghazali bahwa "guru laksana minyak wangi, seorang guru itu wangi dg ilmunya dan menyebabkan wewangian kpd lingkungan yg ada di sekitarnya, ia menjadi aromaterapi bg masyarakat yg haus dg ilmu pengetahuan dan nasihat berharga.

Oleh: Ustadzah Nurkhayati

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget