Februari 2016

Melakukan upacara merupakan pembelajaran untuk cinta tanah air. Penggibaran bendera merah putih dengan diiringi lagu kebangsaan "Indonesia Raya" akan mengingatkan kita tentang perjuangan pahlwana kemerdekaan.

Siswa akan belajar bahwa bangsa Indonesia memiliki waktu yang lama untuk meraih kemerdekaan. Banyak hal yang dikorbankan.

Oleh karena itu untuk mengisi kemerdekaan, generasi muda harus meneruskan cita-cita pahlwan membangun Indonesia menggapai kejayaan. Siswa akan belajar bahwa mencapi cita-cita butuh perjuangan dan pengorbanan.


Semua orang tahu, pendidikan pertama anak berawal dari rumah. Artinya, Andalah guru anak yang sesungguhnya. Sebelum memutuskan untuk menyekolahkan anak di sekolah formal, akan lebih baik jika Anda telah membekalinya dengan kemampuan dasar yang dibutuhkannya di sekolah nanti.

Rosdiana Setyaningrum, M.Psi, MHPEd, psikolog anak dan keluarga, memberi contoh, “Ketika akan masuk TK, anak harus dilatih kemandiriannya, agar setidaknya bisa makan dan minum sendiri, atau pergi ke kamar kecil tanpa bantuan. Karena di TK anak juga akan belajar menulis, Anda harus mempersiapkan motoriknya. Latih ia untuk menjumput yang membutuhkan keterampilan ibu jari dan telunjuknya, serta melempar bola yang akan melatih otot bahunya.”

Bagaimana dengan pengetahuan dini, seperti berhitung, bernyanyi, mengenal angka dan abjad, bahkan membaca? Hmm, kalau sekadar masuk TK, sepertinya pengetahuan seperti itu belum diperlukan, ya. Menurut Diana, percuma anak hafal deretan angka dan abjad kalau ia belum mengerti fungsi dari deretan angka dan abjad tersebut. Anda pun sia-sia mengajarkannya membaca kalau pada akhirnya anak tak memiliki minat membaca.

Maryani Anita, mama satu anak yang sekaligus guru di sebuah TK berbasis Montessori, di tahun ajaran baru sering menemukan beberapa anak yang masuk TK dalam keadaan sudah mahir berhitung, mengenal warna, bahkan mengeja. “Memang, sih, tak ada ketentuan bahwa anak masuk TK harus sudah bisa ini dan itu. Tapi, mungkin karena orang tua zaman sekarang lebih ‘rajin’, sehingga semakin banyak anak-anak yang masuk TK sudah ‘pandai’. Tapi, masalahnya, orang tua anak-anak ‘pandai’ ini sangat menekan kami, para guru, agar bisa membuat anaknya ‘lebih pandai’ lagi.

Kalau tidak, kami dianggap gagal. Padahal, kami, kan, harus mengikuti kurikulum dan memerhatikan kesetaraan kemampuan dengan anak-anak lainnya,” kata guru yang biasa disapa Miss Yani ini. Berangkat dari pengalamannya sebagai guru TK, Yani berkesimpulan bahwa ‘bekal’ orang tua dari rumah memang penting. Tapi, jangan berlebihan juga, ya, Ma.

Sumber: www.parenting.co.id

Meski sudah tahu bahwa olah raga baik untuk kesehatan, namun beberapa keluarga tetap saja belum aktif bergerak. The US Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan bahwa hanya sekitar 20 persen orang dewasa yang telah melakukan aktivitas fisik sesuai anjuran. Tren ini juga diikuti oleh anak-anak yang sekarang lebih suka menghabiskan waktu di depan layar ketimbang berkegiatan di area terbuka.

Bibit-bibit malas bergerak ini jangan dibiarkan tumbuh subur. Anak-anak yang sedari kecil tidak dibiasakan berolah raga biasanya akan malas bergerak saat tumbuh dewasa. Penting bagi mama dan papa menjadikan olah raga sebagai sebuah kebiasaan baik yang menyenangkan. Berikut tipnya agar keluarga Anda tetap fit.

1. Rencanakan Permainan Berburu
Salah satu cara cerdas agar anak tak terpaku pada gadget adalah dengan berburu mencari benda. Mama bisa melakukannya di rumah, di taman, atau saat berlibur ke tempat wisata. Perburuan dapat dilakukan dengan mencari benda tertentu yang ada di lingkungan sekitar atau menemukan binatang dengan ciri-ciri khusus saat di kebun binatang.

2. Olimpiade Keluarga
Tak harus menjadi atlet kelas dunia jika ingin berpartisipasi dalam Olimpiade Keluarga. Yang penting semua anggota keluarga mau bergerak. Pilih cabang olah raga yang tak membutuhkan banyak biaya seperti lari. Mama cukup mencari area terbuka seperti lapangan.

3. Membersihkan Rumah Bersama-sama
Menyapu, mengepel, mencuci piring, menjemur pakaian, membersihkan halaman, dan sebagainya adalah cara lain agar seluruh keluarga dapat bergerak aktif. Pasang musik yang menyenangkan supaya acara bersih-bersih ini jadi semakin seru.

4. Hari Olah Raga Keluarga
Pilih satu hari dalam seminggu sebagai Hari Olah Raga. Setiap minggu, masing-masing anggota keluarga secara bergantian memilih olah raga yang akan dilakukan bersama-sama. Misalnya minggu pertama berenang, minggu kedua jogging, minggu ketiga yoga, minggu keempat basket, dst.

5. Rancang Kegiatan Outdoor
Habiskan akhir pekan bersama keluarga bukan cuma di mal. Pilih kegiatan luar ruangan agar Anda sekeluarga mendapat banyak asupan vitamin D, misalnya bersepeda, berenang, bermain bola, dll.

6. Family Fun Day
Cara lain untuk bergerak adalah mengajak anak pergi ke museum, kebun binatang, atau bermain di taman rekreasi. Tanpa sadar, Anda sekeluarga sudah banyak menghabiskan waktu dengan berjalan kaki.

7. Menjadi Volunteer
Banyak sekali manfaat menjadi relawan, yaitu menghabiskan waktu bersama sebagai sebuah keluarga sekaligus mendapat kebahagiaan karena bisa membantu orang lain. PIlih kegiatan yang disukai anak. Bila ia senang dengan binatang, ia dapat menjadi volunteer untuk memberi makan kucing di shelter. Atau, jika anak Anda senang dengan kegiatan berbau lingkungan, ia bisa ikut menanam pohon atau membersihkan sungai. Bisa berbuat baik sekaligus berolah raga.
sumber : www.parenting.co.id

Ujian Nasional semakin dekat. Persiapan telah dilaksanakan jauh hari agar siswa siap. Tidak dipungkiri tekanan timbul saat detik-detik ujian nasional. Merasa cemas, deg-degan dan lainnya.

Guru dan orang tua mendukung siswa selama persiapan ujian nasional. Orang tua bisa mengikuti tips-tips berikut ini

Berdoa
Kita selalu mengarahkan anak untuk selalu berdoa agar di beri kelancaran oleh Allah SWT. Hati anak akan tentram tidak merasa takut.

Jam Belajar
Ketika anak sedang belajar, orang tua dapat mendukung dengan tidak menyalakan tv atau musik. Sehingga anak fokus dan tidak terganggu.

Makanan sehat
Makanan sehat dan bergizi akan mendukung stamina anak. Kita tidak mengharapkan anak sakit menjelang ujian nasional. terutama di musim hujan seperti saat ini.


Bercocok tanam merupakan kegiatan menyenangkan. Proses bercocok tanam membuat siswa belajar arti kesabaran dan keuletan. Setiap benih membutuhkan waktu yang panjang hingga bisa dipanen.

Siswa sekaligus belajar sains dengan bercocok tanam. Mengenal berbagai jenis tumbuhan yang memiliki bantuk akar, daun, dan sebagainya yang berbeda-beda.

Manfaat lainnya siswa dapat belajar mencintai lingkungan, sehingga dapat menjaga bumi kita dari kerusakan.

Menumbuhkan semangat untuk berprestasi sangat sulit. Jika tidak memiliki motivasi, anak merasa yang didapatkan lebih dari cukup.

Bersaing secara sehat akan memotivasi anak untuk terus meningkatkan kemampuannya. Baik bidang akademik maupun lainnya.

Semangat inilah harus ditumbuhkan oleh guru dan orangtua. Semangat dalam berprestasi. Anak akan belajar berjuang untuk mencapai harapannya. Belajar menghadapi tantangan.


Sejarah Qiraati

  • Pada 1963, ustadz H. Dachlan S.Z. mulai mengajar baca AL-Qur'an dengan menggunakan "Turutan".
  • Tidak puas dengan hasil yang dicapai dari Turutan, beliau mencoba meneliti beberapa buku pelajaran membaca Al-Qur'an.
  • Dari buku-buku yang ada dirasa kurang memenuhi kriteria untuk mengajar ilmu baca Al-Qur'an yang baik dan benar.
  • Gagasan menyusun metode sendiri.
  • Penyusunan melalui proses yang sangat panjang dilakukan dengan penelitian, pengamatan, dan percobaan. Sementara sejak awal penyusunan metode, beliau selalu menekankan kepada murid-muridnya untuk membaca dengan LANCAR, yakni CEPAT, TEPAT dan BENAR.
  • Nama Qiraati diberikan oleh dua orang, yakni Ustadz Achmad Djunaidi dan Ustadz Syukri Taufiq. Qiraati mengandung makna "bacaanku" (yang baik dan benar sesuai dengan kaidah bacaan yang bertajwid lagi tartil). Kemudian pada tahun 1970-an, buku Qiraati ditashih dan mendapatkan restu dari ulama besar Al-Qur'an, yakni K.H.Arwani Amin A.H.
  • Sejak saat itulah mulai dikenal umat Islam dan digunakan dalam mengajarkan ilmu bacaan Al-Qur'an. Dengan menggunakan metode Qiraati yang beliiau susun, beliau merintis Taman Kanak-Kanak Al-Qur'an pada tanggal 1 Juli 1986.

Visi Misi dan Ciri-Ciri Qiraati

Visi Qiraati

Mengbudayakan Membaca al-Quran dengan Tartil


Misi Qiraati

  1. Mengadakan pendidikan al-Quran untuk menjaga, memelihara kehormatan dan kesusian al-Quran dari segi bacaan yang tertil
  2. Menyebarkan ilmu dengan memberi ujian memakai buku Qiraati hanya bagi lambaga-lembaga/guru-guru yang taat, patuh, amanah dan memenuhi syarat-syarat yang ditentukan oleh koordinator
  3. Mengingatkan para guru agar berhati-hati jika mengajarkan al-Quran
  4. Mengadakan pembinaan para guru/calan guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan pengajaran al-Quran
  5. Mengadakan Tashih untuk calon guru dengan obyektif
  6. Mengadakan bimbingan metodologi bagi calon guru yang lulus tashih
  7. Mengadakan tadarus bagi para guru ditingkat lembaga atau MMQ yang diadakan oleh koordinator
  8. Menunjuk/memilih koordinator, kepada sekolah dan para guru yang amanah/ profesional dan berakhlakul karimah
  9. Memotivasi para koordinator, kepada sekolah dan para guru senantiasa mohan petunjuk dan pertolongan kepada Allah demi kemajuan lembaganya dan mencari keridlaan-Nya.

Ciri-Ciri Qiraati

1. Tidak di dijual secara bebas
2. Guru-guru lewat tashih dan pembinaan
3. Kelas TKP/TPQ dalam disiplin yang sama.


Depdiknas (2007:3), kemampuan kognitif merupakan salah satu dari bidang pengembangan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas anak sesuai dengan tahap perkembangannya. Pengembangan kemampuan kognitif bertujuan agar anak mampu mengolah perolehan belajarnya, menemukan bermacam-macam alternative pemecahan masalah, pengembangan kemampuan logika matematika, pengetahuan ruang dan waktu, kemampuan memilah dan mengelompokkan, dan persiapan pengembangan kemampuan berpikir teliti.

Secara umum kognitif diartikan potensi intelektual yang terdiri dari tahapan : pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehention), penerapan (aplication), analisa (analysis), sintesa (sinthesis), evaluasi (evaluation). Kognitif berarti persoalan yang menyangkut kemampuan untuk mengembangkan kemampuan rasional (akal).

Dari aspek tenaga pendidik misalnya. Seorang guru diharuskan memiliki kompetensi bidang kognitif. Artinya seorang guru harus memiliki kemampuan intelektual, seperti penguasaan materi pelajaran, pengetahuan mengenai cara mengajar, pengetahuan cara menilai siswa dan sebagainya.

Meski di rumah anak periang dan banyak bicara, menurut gurunya, di sekolah ia temasuk pendiam. Apakah ia merasa tidak nyaman di TK-nya? Belum tentu.

Ketika berada di lingkungan baru, anak perlu waktu untuk menyesuaikan diri. Suasana di sekolah memang sangat berbeda dengan di rumah. Kalau di rumah, ia sudah sangat familier dengan siapa pun yang ada di rumah. Sedangkan di sekolah, masih banyak yang perlu ia pelajari dan banyak orang belum ia kenal dengan baik. Tak heran kalau ia belum terlalu nyaman, dan itu bisa membuat ia menjadi lebih pendiam.

Nah, anak-anak yang ‘jago kandang’ seperti itu umumnya terbiasa menjadi pusat perhatian di rumah. Sementara di sekolah, ada banyak anak lain sehingga ia merasa kesulitan bersaing dengan teman-temannya dan merebut perhatian guru.

Jadi, bersabarlah, Ma. Berikan dukungan dengan tidak terlalu banyak menuntut. Setiap anak adalah pribadi yang unik. Meskipun perilakunya berbeda dengan teman-temannya, tidak akan selamanya seperti itu. Hanya soal waktu saja sampai ia benar-benar bisa aktif dan ceria seperti di rumah..
Sumber : parenting.co.id

Ada banyak manfaat bila anak bergerak aktif. American Academy of Pediatrics meyakini bahwa anak yang ikut serta dalam kegiatan olahraga akan berkembang kemampuannya secara fisik maupun sosial. Salah satu kegiatan yang disarankan adalah gymnastic, senam yang memberikan serangkaian gerakan komprehensif yang memadukan kekuatan, kelenturan, kecepatan, keseimbangan, koordinasi gerak, kekuatan, dan disiplin.

Keuntungan Berlatih Gymnastic

Senam, sama seperti olahraga lain, akan membantu koordinasi motorik kasar anak. Kelebihan lain, anak akan memiliki kesadaran akan tubuhnya, termasuk bagaimana mengontrol dan mengkoordinasi setiap anggota tubuhnya. Berlatih gymnastic membutuhkan komitmen dan konsentrasi penuh. Pengalaman positif selama latihan akan membangun kepercayaan diri anak. Anak juga akan belajar memahami aturan dalam gymnastic untuk keamanannya dan orang-orang di sekitarnya.

Melatih Kemampuan Sosial

Berlatih secara teratur di kelas gymnastic member kesempatan pada anak untuk bersosialisasi dengan teman sebaya, sekaligus bekerja sama dalam tim. The Gymnastic Academy of Boston percaya bahwa senam akan membuat anak belajar kemampuan sosial, seperti mendengarkan orang lain, mengikuti arahan, bergantian giliran, bersikap tenang, dan menghargai orang lain. Anak-anak juga bisa bersenang-senang, bertemu dengan teman-teman baru, serta belajar menjadi lebih mandiri. 

Usia Berapa Si Kecil Dapat Berlatih Gymnastic?

Anak-anak di bawah usai 6 tahun belum siap dengan olahraga yang memiliki banyak aturan, seperti futsal atau basket. Namun sejak usia 2 tahun, anak-anak disarankan melakukan gerakan untuk melatih motorik kasar, seperti berlari, berjalan, melompat, atau berguling. Maka, kegiatan yang disarankan untuk anak usia 2 – 5 tahun adalah gymnastic. Sekarang, sudah banyak kelas gymnastic untuk balita, kok

Apa Saja yang Dilakukan di Kelas Gymnastic?

Setiap pelatih memiliki metode masing-masing. Namun, semua memiliki prioritas yang sama, yaitu keamanan. Kelas gymnastic harus dibuat menyenangkan karena akan menjadi pengalaman positif bagi anak. Pelatih bisa memasang musik untuk pemanasan. Atau, gunakan gerakan-gerakan yang meniru binatang, misalnya lompat-lompat ala kelinci atau berjalan merangkak. Setiap gerakan yang dilakukan anak harus diawasi pelatih.
Sumber : www.parenting.co.id

Anak anda termasuk kategori anak yang super aktif? Anak yang super aktif biasanya ditandai dengan perilakunya yang tidak bisa diam seringkali melompat-lompat, naik sofa kemudian melompat ke rak. Hal ini jelas membuat anda kewalahan. Anda tidak perlu khawatir, umumnya setiap anak yang berusia 2-3 tahun memiliki kebiasaan seperti ini akan tetapi apabila melebihi rentan waktu tersebut maka dapat dikarenakan pola asuh orang tua. Bagaimana cara mengelola perilaku anak yang super aktif?

Di artikel ini kami akan membahas mengenai perilaku anak yang super aktif dan cara mengelolanya. Anak yang super aktif biasanya memiliki perilaku yang tidak bisa diam. Perilaku ini dapat dipicu karena pola asuh sehingga sebagai orang tua anda dapat melakukan beberapa cara untuk mengelola perilaku anak yang super aktif dengan cara cara dibawah ini.
Berikut adalah cara mengelola perilaku anak yang aktif :

1. Memberikan kasih sayang

Anak yang super aktif dapat dipicu karena gangguan sistem saraf akibat masalah di rumah sehingga anda dapat menunjukan rasa kasih sayang yang lebih. Anda dapat menunjukan dengan perilaku yang sederhana seperti memeluk ketika anak anda mengalami bad mood. Selain membuatnya tenang sekaligus mengajarkan pada anak anda mencintai dengan cara yang menyenangkan pada keluarga.

2. Berikan Anak anda kegiatan yang seru

Ketika anda bermain bersama dengan anak anda. Ajarkan anak anda melakukan kegiatan yang kreatif. Anda dapat mengajarkan kegiatan yang menyenangkan seperti menari, mengikuti tingkah tokoh-tokoh favoritnya, atau sekedar mengenal beberapa hewan dan tumbuhan yang ada di halaman.

3. Awasi bukan membuatnya menjadi terbatasi

Ketika anak aktif maka anda dapat melakukan cara untuk mengawasi kegiatan anak anda tanpa membuatnya merasa terbatasi. Awasi agar anak anda terhindari dari benda-benda yang membahayakannya.

4. Dengarkan mereka

Anda dapat mengajak anak anda untuk bercerita, berikan waktu untuk anak anda bercerita. Anak anda yang tidak bisa diam anda dapat membuatnya merasa tenang dan kemudian mengajaknya perlahan-lahan bercerita.Hindari memarahi anak, selain akan mengganggu psikologi anak. Memarahi anak yang aktif tidak akan membuatnya terkendali.

5. Temukan kegiatan yang membuatnya suka

Anak yang aktif dapat anda arahkan sehingga menjadi bakat. Pada anak yang suka berenang . Anda dapat mengarahkan untuk mengikuti kelas khusus berenang dan berikan pengawasan. Begitu pula apabila anak anda lebih senang berkebun atau bermain dengan hewan peliharaan maka sebaiknya anda memberikan pengarahan dan pengetahuan baru pada anak anda.

Pola asuh yang optimal dalam masa pertumbuhan dan perkembangan anak anda maka akan membuat anda tumbuh-kembang secara optimal pula. Sebagai orang tua anda dapat mengajarkan anak anda beberapa hal tanpa membuatnya terpaksa. Anda dapat melakukannya berulang-ulang sehingga membuatnya bersabar dan memberikan kasih sayang yang cukup pada anak sangat penting dalam perkembangan secara psikis. Selain itu meluangkan waktu dengan anak anda sangat diutamakan untuk membuatnya tenang dan mendapatkan perlindungan dan membuatnya mengenal dengan lingkungan yang membuatnya nyaman.

Sumber : Bidanku.com

Anak Anda telah bekerja keras selama setahun demi mendapatkan ilmu dan keterampilan baru, serta nilai yang baik. Ia telah bekerja keras mengembangkan dirinya, dan itu juga perlu apresiasi, misalnya dengan:

-Membuat galeri. Pajang hasil karya terbaik anak Anda di dinding yang bisa dilihat semua orang di rumah. Sertakan hasil ulangan dengan nilai-nilai yang bagus, hasil prakarya mereka, gambar dan penghargaan lain yang mereka peroleh selama satu tahun ajaran tersebut. Kerjakan saat anak tidur di malam sebelum hari terakhir masuk sekolah sehingga menjadi kejutan saat ia bangun di pagi harinya.

-Scrapbook berisi foto-foto anak dalam kegiatan sekolah, hasil karya anak, dan quotes atau komentar-komentar lucu tentang sekolah yang ia katakan. Jadikan tradisi di tiap akhir tahun ajaran dansaat anak menjadi orang dewasa yang sukses kelak, Anda punya kenang-kenangan indah berisi perjalanan anak menuntut ilmu.

-Goodie bag perlengkapan liburan. Anak mana yang tidak senang mendapat hadiah kenaikan kelas? Siapkan goodie bag atau keranjang berisi mainan, buku,camilan atau perlengkapan lain yang bisa ia gunakan untuk mengisi liburan sekolah. Berikan saat ia pulang dari hari terakhir masuk sekolah di tahun ajaran itu.
Sumber : parenting.co.id

KKM atau kriteria ketuntasan minimal merupakan tingkat pencapaian kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik. KKM dibuat sebagai acuan guru dalam menilai kompetensi para siswanya, apakah mereka mampu mencapai kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran.

Siswa yang belum mencapai nilai KKM dianggap belum tuntas dan perlu diberikan layanan remedial atau pengayaan materi. Misalnya, KKM pelajaran matematika adalah 64, namun anak Anda mendapat nilai hanya 60, maka ia perlu melakukan remedial.

Syarat kenaikan kelas adalah nilai harus di atas KKM, atau minimal sama. Sebelum masuk ke rapor, perolehan nilai setiap siswa akan direkapitulasi. Ini berguna untuk mengecek apakah ada siswa yang membutuhkan remedial. Setelah remedial, nilai yang diambil adalah nilai yang tertinggi.

Bila setelah remedial masih tetap belum mencapai KKM, maka akan diberikan catatan di rapornya. Sebenarnya, nilai rapor bukan hanya berdasarkan kuantitas, melainkan juga mempertimbangkan kualitas si peserta didik. Jadi, dasar pertimbangan mengisi rapor adalah dari penilaian kognitif, psikomotorik, dan juga afektifnya.
Sumber : parenting.co.id

Bina Amal menyiapan beberapa agenda unggulan untuk siswa Bina Amal. Terutama SMP IT Bina Amal yang menerapkan sistem berasrama.

Pramuka, PMR, olahraga bahkan berkebun dapat mengalihkan siswa terhadap pergaulan yang negatif. Mengisi waktu luang dengan kegiatan positif. Menjadi teladan diantara remaja lainnya.

Sebagai orang tua tidak perlu mengkhawatirkan anaknya, karena Bina Amal menjaga dan melindungi siswa dengan baik.

Zaman sekarang pergaulan anak sangat mengkhawatirkan. Oleh karena itu peran orang tua dan guru diperlukan. Masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjaga generasi muda.

Tidak hanya orang tua, guru dan masyarakat sebagai pengontrol, anakpun perlu di bekali dengan ilmu agama. Pemahaman yang baik, anak memiliki kemampuan untuk menganalisa mana yang baik dan buruk.

Bina Amal memahami tantangan tersebut. Generasi muda Islam akan di bina sesuai tuntunan Al-Qur'an dan hadist. Di bina agar menjadi harapan agama dan bangsa, sebagai penyegar di oase yang kering.

Belajar adalah favoritku. Jargon ini akan sulit dilaksanakan jika tidak ada partisipasi guru. Bagaimanapun guru merupakan pengontrol kelas saat proses belajar mengajar.

Pola mengajar guru yang menyenangkan akan membuat siswa akan merasa nyaman belajar. Siswa tidak akan tertekan dengan mata pelajaran tertentu.

Belajar adalah favoritku. Menandakan siswa menyukai segala hal yang terdapat di sekolah. Bina Amal ingin membuat sekolah adalah rumah kedua bagi siswa. Merasa bahagia tanpa merasakan takut.

Praktikkan 10 panduan lengkap penggunaan gadget pada anak terbaru versi American Association of Pediatrics (AAP):

1. Media digital hanya salah satu lingkungan anak. Seperti lingkungan lain, media juga memiliki dampak yang positif dan negatif.

2. Pengasuhan orang tua belum berubah. Semua peraturan dalam pengasuhan anak berlaku sama di dunia nyata dan virtual. Bermainlah bersama anak. Buat batasan; anak membutuhkan dan mengharapkan orang tua memberi batasan. Ajarkan tentang kebaikan. Terlibatlah dengan anak. Kenali teman-teman anak, dan ketahui ke mana saja mereka pergi.

3. Menjadi teladan itu penting. Batasi penggunaan gadget Anda, dan jadilah role model dalam menerapkan etiket online. Dalam pengasuhan, anak butuh kehadiran nyata Anda, wajah yang menatap mereka, bukan layar.

4. Kita belajar satu sama lain. Penelitian neurosains menunjukkan, anak-anak belajar paling baik dari komunikasi dua arah, bahkan pada usia sangat muda, seperti bayi 4 bulan. Percakapan antara anak dan orang dewasa yang mengasuhnya tetaplah amat penting untuk perkembangan bahasa anak. Presentasi video secara pasif tidak mendukung perkembangan bahasa pada bayi dan balita. Semakin interaktif, ada kemungkinan nilai pendidikan media itu lebih besar. Contohnya, video chat dengan nenek atau papa di kantor. Belajar melalui media yang bersifat edukatif lebih bermanfaat, jika dilakukan setelah anak berusia 2 tahun.

5. Konten digital sangat penting. Memerhatikan kualitas isi aplikasi atau media yang digunakan anak lebih penting daripada sekadar menentukan jumlah waktu menonton.

6. Lakukan kurasi. Lebih dari 80.000 aplikasi berlabel edukatif, tapi riset menunjukkan tidak semua aplikasi itu benar-benar edukatif. Carilah aplikasi atau produk yang lebih dari sekadar menggunakan jari untuk menunjuk atau swiping. Kunjungi laman organisasi seperti www. commonsensemedia.org untuk mendapatkan informasi tentang konten media yang sesuai usia anak dan nilai-nilai keluarga Anda.

7. Jangan abaikan keterlibatan anggota keluarga. Partisipasi keluarga dengan media digital membantu anak belajar dan berinteraksi dengan baik. Mainlah game dengan anak. Cara pandang Anda memengaruhi pemahaman anak atas pengalamannya menggunakan media. Selalu dampingi bayi dan balita Anda ketika menggunakan gadget.

8. Bermain bebas sangatlah penting. Bermain bebas merangsang kreativitas. Jadwalkan dan prioritaskan kegiatan bermain bebas tanpa gadget untuk anak-anak,  terutama yang berusia lebih kecil.

9. Tentukan batasan. Penggunaan teknologi, seperti kegiatan lain, juga memerlukan batasan yang masuk akal. Anak Anda membutuhkan batasan ini.

10. Wajar bila remaja beraktivitas daring. Mengembangkan relasi secara online merupakan bagian dari perkembangan remaja. Media sosial dapat mendukung perkembangan identitas anak. Ajari remaja Anda perilaku yang diharapkan lingkungan sosial, baik di dunia nyata maupun virtual. Belajarlah bersama si remaja untuk memahami isi dan konteks kegiatan yang ia lakukan secara online.
Sumber : www.parenting.co.id

Demam berdarah (DB) masih menjadi penyakit endemik yang menakutkan. Meski langkah pencegahan selalu dilakukan dan disosialisasikan, DB tetap datang, terutama di awal musim hujan, seperti sekarang ini.

Itu sebabnya, beberapa tahun lalu terdengar kabar bahwa para peneliti bidang kesehatan dunia tengah mencoba mengembangkan vaksin untuk penyakit ini. Dan saat ini, vaksin yang ditunggu itu pun telah siap dan sudah diujicobakan kepada 29.000 pasien di seluruh dunia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporan yang dipublikasikan di akhir tahun 2014 menyebutkan, efektivitas vaksin ini sekitar 60,8 persen untuk mencegah empat jenis virus dengue. Tergolong rendah sebenarnya untuk vaksin, karena vaksin lain, seperti polio dan campak, memiliki efektivitas lebih dari 95 persen. Meski begitu, vaksin ini diperkirakan dapat bekerja efektif ketika seseorang terkena DB. Pasien akan terlindungi dari komplikasi berat dan mengancam nyawa, seperti perdarahan di dalam, shock, kegagalan organ, bahkan kematian.

Vaksin yang diproduksi oleh perusahaan farmasi asal Prancis, Sanofi Pasteur, ini, ditujukan untuk orang berusia 9 - 45 tahun dan yang berada di daerah endemik. Sanofi sendiri belum memberikan harga resmi soal berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan vaksin ini, Tapi dalam pernyataannya, pihak Sanofi mengatakan bahwa vaksin ini dapat mencegah 9 dari 10 kasus dengue berat dan mencegah 8 dari 10 kasus rawat inap akibat dengue.
Sumber : parenting.co.id

Ujian Nasional semakin dekat. Bina Amal menyiapkan siswa agar siap dengan les tambahan serta try out. Meskipun UN bukan penentu kelulusan, tetapi siswa tetap merasa takut.

Sebagai guru memberikan energi positif. Membangkitkan kepercayaan diri siswa agar dapat mengerjakan soal UN dengan baik. Kegugupan biasanya akan membuat kita lupa.

Bina Amal berharap siswanya mendapatkan hasil terbaik. Terus semangat, jangan pantang menyerah...

Dari masalah kurikulum yang tidak pernah ajeg dan berganti setiap menteri baru menjabat, hingga Ujian Nasional yang kontroversial, adalah persoalan-persoalan pendidikan di Indonesia yang membuat para orang tua bingung, bahkan geram. Tetapi, mungkin saat ini harapan kita untuk perbaikan pendidikan di Indonesia akan lebih bisa mewujud menjadi kenyataan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaandi era Kabinet Kerja yang dipimpin Anies Baswedan saat ini tengah berusaha keras membenahi pendidikan di Indonesia. “Kita memang harus melakukan perubahan. Tetapi prosesnya tidak sederhana. Seperti membuat tanda tangan, karena terbiasa dengan tangan kanan, maka ketika disuruh menggunakan tangan kiri, oh my God, susah betul! Karena itu, perlu keseriusan untuk mengubah kebiasaan, tidak mungkin jika kita tidak memulainya dari berlatih. Dan, itu dari kemauan,” kata Anies, saat menghadiri acara Temu Pendidik Nusantara di Sekolah Cikal, November 2015.

Pak Menteri mengingatkan, terdapat 212 ribu sekolah dan 2,9 juta guru di seluruh Indonesia. Karena itu, tidak mudah merubah dan menyamaratakannya. Perubahan itu setidaknya tampak dari bagaimana Kemendikbud mulai menangani guru-guru. “Murid-murid kita adalah anak-anak abad ke-21. Kita, guru-gurunya adalah (model) abad ke-20, sementara, bentuk sekolahnya dari abad ke-19. Guru yang harus berubah. Kita sudah tidak boleh lagi melihat anak-anak sebagai sesuatu yang seragam dan untuk diseragamkan,” kata Anies.

Ketimpangan fasilitas pendidikan dikota besar dan daerah terpencil tampaknya tidak terlalu merisaukan Anies. Setelah melakukan kunjungan ke Ahmedabad, India beberapa waktu lalu, Anies menemukan sebuah ‘pelajaran’ baru yang bisa kita tiru. Datang ke sebuah sekolah terbaik di sana, dia melihat fisik sekolah yang sangat sederhana, dengan bangku-bangku kayu dari tahun 70-an, papan tulis hitam serta kapur.

“Tapi mereka punya sebuah perpustakaan dengan koleksi lebih dari 250 ribu buku, dan akses ke jurnal apa pun di dunia. Mereka tidak bicara tentang kosmetik pendidikan. Mereka bicara tentang substansi pendidikan. Di Indonesia ini dahsyat sekali kita bicara kosmetik pendidikan, tapi kontennya sering bermasalah. Yuk, sekarang kita fokus pada konten. Kita bisa seperti mereka. Selama ada guru hebat, kepala sekolah hebat, mereka bisa membentuk tim yang hebat, maka lokasi di mana pun, kinerja pendidikannya bisa luar biasa,” pungkas Anies.

Perlahan tapi pasti, semoga perubahan pendidikan ke arah lebih maju akan semakin tampak dan terasa di tahun 2016 ini.
Sumber : parenting.co.id


Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan - khususnya kecakapan-kelebihan di satu bidang , sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan 

Karena pemimpin memiliki pengaruh yang besar maka mendidik generasi muda sulit. Bagaimanapun dari generasi muda, pemimpin masa depan lahir. 

Membekali ilmu agama yang baik menjadi generasi muda mempunyai  pemahaman agar tidak terjerumus hal-hal yang negatif dan merugikan.


Anak memiliki daya tahan tubuh yang berbeda dengan orang dewasa. Hal ini menyebabkan mudah terkena penyakit. Terutama saat musim hujan datang. Cuaca dingin sebenarnya tidak menyebabkan pilek atau flu. Tapi virus yang menyebabkan pilek dan flu cenderung lebih banyak muncul di musim penghujan atau udara dingin.

Kita tidak ingin anak sakit sehingga menghambat aktivitas sehari-hari.

Konsumsi Vitamin
Saat sistem kekebalan tubuh menurun, maka penyakit akan lebih rentan menyerang. Untuk itulah konsumsi vitamin amat dibutuhkan untuk menjaga kestabilan system imun. Oleh sebab itu, konsumsi vitamin terutama vitamin C amat dianjurkan.

Bersihkan Lingkungan
Misalkan dengan mengubur atau membakar sampah, menutup lubang yang berpotensi membuat air hujan tergenang, menutup penampungan air, memotong ranting dan rumput yang terlalu rindang. Lingkungan teduh, lembap dan tempat yang kotor akan menjadi sarang bagi nyamuk penyebab demam berdarah berkembang biak.

Jaga Asupan Makan
Tetap jaga asupan makan sehat anda terutama saat musim penghujan. Ada baiknya, perbanyak konsumsi makanan hangat dan berkuah agar tubuh tetap merasa hangat meski udara begitu dingin. Misalnya konsumsi sup kuah, sayuran dengan kuah hangat, soto ayam dan makanan berkuah sehat lainnya.

Perjalanan yang tidak sebentar untuk mengenal siswa ku. Mengetahui sifat dan kesukaan bahkan cita-citanya.

Hubungan kita bukan sekedar guru dan siswa. Karena akupun bersama mereka menemani dalam pertumbuhan dan perkembangan.

Tertatih-tatih dalam menghafalkan doa atau tertawa bahagia saat bermain bersama merupakan penghibur lara di hati saat aku bersedih.

Meskipun darah tidak menghubungkan status di antara kita, faktanya aku mencintai mereka. Sebagai guru berharap kebahagiaan dan kesuksesan baik di dunia dan akhirat menyertai siswaku.

Virus Zika, layaknya virus penyakit lainnya bisa dihindari. Ini yang dapat dilakukan agar anak terhindar dari infeksi virus Zika.  
  1. Hindarkan anak dari gigitan nyamuk dengan mengoleskan krim antinyamuk, memakaikan baju berlengan panjang dan celana panjang saat berada di luar rumah.
  2. Khusus untuk bayi di bawah usia tiga bulan yang belum boleh memakai krim antinyamuk, gunakan kelambu di boks bayi atau tempat tidur agar ia terhindar dari gigitan nyamuk.
  3. Lengkapi rumah dengan air conditioner atau kawat kasa di lubang angin untuk menghalau nyamuk masuk ke rumah.
  4. Ganti air di vas bunga atau bak mandi secara teratur.
  5. Manfaatkan herba antinyamuk, seperti sereh dan lavender. Letakkan daun sereh atau bunga lavender di sudut-sudut ruangan.
  6. Berikan anak minum air putih yang banyak dan cukup istirahat untuk menjaga daya tahan tubuhnya.
  7. Segera berkonsultasi ke dokter, jika anak menunjukkan gejala terjangkit virus.
 Sumber : parenting.co.id


Baru-baru ini dunia kesehatan dikejutkan dengan kabar tentang kemunculan penyakit yang dipicu oleh virus Zika. Di Amerika, seorang bayi yang dipastikan positif terinfeksi virus Zika lahir dengan kondisi kerusakan otak. Begitu pula di Brasil, konon ribuan anak lahir dengan otak kecil gara-gara virus ini.

Virus Zika pertama kali ditemukan pada tahun 1947 di tubuh seekor monyet yang hidup di hutan Zika, Uganda. Kasus manusia yang terjangkit virus Zika pertama kali terjadi di Nigeria  pada tahun 1954. Masuknya virus ini ke Asia Tenggara diawali dengan sebuah wabah di Kepulauan Mikronesia pada tahun 2007. Pada tahun 2009, terungkap bahwa virus bisa menular melalui hubungan intim. Meski belum ditemukan obat untuk mengatasi virus ini, kematian akibat virus Zika belum pernah terjadi. Penderita dilaporkan berangsur-angsur pulih setelah 2-7 hari sejak pertama kali menunjukkan gejala terjangkit virus.

Mereka yang tertular virus Zika biasanya akan menunjukkan gejala-gejala, seperti demam, pusing, ruam merah pada kulit, sakit pada persendian, dan mata merah.

Bisa juga diikuti dengan sakit pada bagian belakang mata atau muntah-muntah. Secara sepintas, gejala penyakit akibat virus Zika sangat mirip dengan demam berdarah. Tak heran, karena menurut Dr. Herawati Sudoyo, Ph.D, Deputi Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, virus Zika memang disebabkan oleh gigitan nyamuk. Dan sekelompok peneliti dari University of Bahia, Brasil, berhasil mengidentifikasi nyamuk pembawa virus Zika sebagai Aedes Aegypt dan Aedes Albopictus.
Virus Zika, jelas Herawati, tidak menyebabkan kelainan berat, seperti halnya demam dengue. Infeksi virus ini hanya menimbulkan demam saja, dan skalanya pun menengah. Tapi, tetap saja setiap jenis infeksi virus perlu diwaspadai. Mengenai upaya penanggulangan dan penanganan pasien yang terjangkit virus ini, sama seperti halnya demam dengue.

Meski di Indonesia belum ada laporan mengenai infeksi virus Zika pada bayi dan anak-anak, seperti di Amerika dan Brasil, Anda tetap perlu mewaspadainya, terutama di musim penghujan seperti sekarang ini. “Jika ada pasien yang hasilnya negatif untuk demam dengue, sebaiknya tetap perlu diteruskan dan dicari virusnya apa. Jangan puas dengan hasil yang ada," kata Herawati. Sedangkan mengenai pencegahan, Anda bisa melakukan dengan cara menghindari gigitan nyamuk dan menjaga kesehatan tubuh secara umum.
Sumber : parenting.co.id

Anak masih saja asyik bermain dengan boneka, buku-buku, dan mainan lain, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam? Nah, langkah berikut bisa Mama coba untuk memastikan anak, terutama usia balita, mendapatkan lama tidur – termasuk tidur siang – rata-rata 10 jam.
  1. Kurangi lama tidur siangnya menjadi sekitar satu jam saja. Bila ia sulit dibangunkan, kurangi lama tidur malam dan tidur siangnya sedikit demi sedikit.
  2. Majukan waktu tidur malamnya 15 menit setiap hari hingga mencapai waktu tidur yang Anda inginkan.
  3. Kurangi mainan dan benda-benda lain di atas tempat tidurnya, sehingga tidak banyak ‘pengganggu’ yang mengulur waktu tidurnya. Agar ia tak keberatan berpisah dengan mainan-mainan itu, biarkan ia sendiri yang menyimpan dan meletakkan di rak yang telah Anda sediakan.
  4. Ciptakan rutinitas menjelang tidur yang sama, meski waktu tidurnya Anda ubah pelan-pelan. Misalnya, minum segelas susu, menggosok gigi, mendengarkan Anda mendongeng, berdoa, mematikan lampu, dan sebagainya. 
Sumber : parenting.co.id

Anak memiliki sifat "peniru" terhadap orang tua, guru, teman atau masyarakat sekitarnya. Oleh karena itu dalam pembentukan karakter dalam usia dini, kita harus berhati-hati.

Memberi contoh yang baik agar anak dapat meniru hal-hal yang positif merupakan sesuatu yang sulit. Bahkan tanpa sadari, kita membawa dampak negatif. Misalnya kita membentak anak saat melakukan kesalahan. Jika sering dilakukan maka anak akan memiliki sifat pemarah.

Sebisa mungkin berkomunikasilah dengan suara yang lemah lembut tanpa berteriak dan disertai bentakan, bagaimanapun anak memiliki rasa ingin tahu yang besar sehingga melakukan kesalahan. Cobalah untuk mengarahkannya dengan bahasa yang mudah dimengerti dan tenangkan diri jika kita merasa kesal dan marah agar anak tak menjadi sasaran kemarahan.

Kita hidup bermasyarakat. Oleh sebab itu kepedulian akan mengantarkan kita hidup harmonis dengan orang lain.

Dalam bermasyarakat, kita mudah menemukan orang yang membutuhkan bantuan. Kita tidak bisa hidup jika tidak peduli.

Oleh karena itu membangun kepedulian harus ditanam sejak kecil. Agar dewasa terbiasa. Membantu orang semampu yang kita bisa.

Memberikan kesempatan belajar peduli anak, akan meningkatkan kepekaan anak terhadap kesulitan orang lain. Terutama dalam cakupan kecil yaitu sekolah. Contohnya anak akan senang hati membantu temannya yang membutuhkan pensil atau berbagi bekal yang di bawa.

Kita berduka dengan pertelevisian di Indonesia. Bukan menyuguhkan acara yang mendidik tetapi menghancurkan moral anak dan masyarakat. 

Dengan alasan komersial dan disukai masyarakat, acara yang tidal layak tetap tayang. Berapapun keuntungan yang didapat tidak berbanding dengan kerusakan yang terjadi. Bahkan terdapat korban meninggal.

Demi masa depan anak, awasi acara tv. Laporkan keluhan kepada KPI. Jika tidak layak jangan biarkan anak kita menonton. Sebagai masyarakat kita harus cerdas. Kita harus menjaga generasi muda...


Berprestasi merupakan harapan seluruh siswa. Kebanggaan tersendiri saat merasakan nama disebut saat pengumuman juara. Prestasi di bidang akademik maupun non akademik.

Ini akan memacu persaingan siswa untuk berprestasi. Yang utama adalah jujur dan semangat. Apapun bentuk prestasinya, membawa nama baik sekolah dan orang tua sangat di apresiasi.

Tips sederhana tekunilah bidang yang disukai. Tingkatkan kemampuan di bidang tersebut dan jangan bosan berusaha.

Bagi siswa yang tidak "merasa" memiliki keahlian di bidang tertentu, mulai hari ini temukanlah. Sekedar hobi pun bisa menjadi sebuah prestasi.

Masa emas anak terjadi pada usia 1 - 5 tahun. Pada masa ini otak mengalami perkembangan yang sangat pesat dimana jaringan koneksi otak terbentuk dan aktif sehingga mampu menyerap informasi maupun merespon stimulasi baru dengan kecepatan dua kali lebih cepat dari orang dewasa. 

Sehingga banyak yang bilang bahwa masa balita bagi seseorang merupakan masa yang paling penting dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Karena itu peran orang dewasa yang ada disekeliling anak terutama orang tua sangat penting dalam perkembangan psikologi anak balita karena akan mempengaruhi perkembangan anak di masa selanjutnya.

Sebagai orang tua, kita harus bersikap hati-hati dalam mendidik. Masa ini adalah masa rentan karena segala yang kita lakukan akan direkam oleh anak. Bina Amal menyiapkan kelas kelompok bermain untuk memaksimalkan masa emas anak.

SMP IT Bina Amal sebagai sekolah berbasis boarding school mengajarkan siswa pada kemandirian. Contohnya merawat tanaman sekolah. Bukan hanya tugas siswa putri tetapi juga tugas siswa putra.

Melaksanakan tugas yang merupakan kewajiban mengajarkan siswa pada tanggung jawab. Ketika tidak melaksanakan tanggung jawabnya akan memahami resikonya. Seperti tanaman mati atau menyusahkan siswa lain.

Dengan sikap tanggung jawab, siswa belajar memahami kewajiban dan hak. Kewajiban terhadap Allah, manusia dan lainnya. Sebelum menuntut hak maka kerjakan terlebih dahulu kewajibannya.


Al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali mengatakan, “Ilmu yang bermanfaat adalah mempelajari al-Qur’an dan sunnah serta memahami makna kandungan keduanya dengan pemahaman para sahabat, tabi’in dan tabi’ tabi’in. Demikian juga dalam masalah hukum halal dan haram, zuhud dan masalah hati, dan lain sebagainya”.

Karena ilmu itu lebih didahulukan dari perkataan dan perbuatan.Orang yang memiliki ilmu akan dapat membedakan antara petunjuk dan kesesatan, kebenaran dan kebatilan, sunnah dan bid’ah.

Dengan menimba ilmu, Allah akan mempermudah jalan menuju syurga.  “Barang siapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka akan Allah mudahkan jalannya menuju surga.” (HR. Muslim).


MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget