Agustus 2016

Siswa-Siswi KBIT-TKIT Bina Amal Latihan Manasik Haji

1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban
Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.” Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]

2. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]
3. Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah
Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu-bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah–sebagai qurban–di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” [HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib]
4. Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa
“Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah” [HR. Muslim]
5. Berkurban adalah ibadah yang paling utama 
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” [Qur’an Surat Al Kautsar : 2]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan: “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji, perintah, serta keutamaan-Nya.” 
“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” [Qur’an Surat Al An’am : 162]
Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat…”
6. Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam
“Dan bagi tiap-tiap ummat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” [Qur’an Surat Al Hajj:34]
7. Mengenang ujian kecintaan dari Allah kepada Nabi Ibrahim

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” [Qur’an Surat Ash Shaffat : 102 - 107]

dakwatuna


Siswa Siswi KBIT-TKIT Bina Amal latihan Manasik Haji

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak ada hari-hari yang pada waktu itu amal shaleh lebih dicintai oleh Allah melebihi sepuluh hari pertama (di bulan Dzulhijjah).” Para sahabat radhiyallahu ‘anhum bertanya, “Wahai Rasulullah, juga (melebihi keutamaan) jihad di jalan Allah?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “(Ya, melebihi) jihad di jalan Allah, kecuali seorang yang keluar (berjihad di jalan Allah) dengan jiwa dan hartanya kemudian tidak ada yang kembali sedikitpun.”[HSR al-Bukhari (no. 926), Abu Dawud (no. 2438), at-Tirmidzi (no. 757) dan Ibnu Majah (no. 1727), dan ini lafazh Abu Dawud]
Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan beramal shaleh pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Oleh karena itu, Imam an-Nawawi dalam kitab beliau Riyadhush Shalihin[2] mencantumkan hadits ini pada bab: Keutamaan ibadah puasa dan (ibadah-ibadah) lainnya pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah.

Mutiara hikmah yang dapat kita petik dari hadits ini:

1.      Allah melebihkan keutamaan zaman/waktu tertentu di atas zaman/waktu lainnya, dan Dia mensyariatkan padanya ibadah dan amal shaleh untuk mendekatkan diri kepada-Nya[3].

2.      Karena besarnya keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini, Allah Ta’ala sampai bersumpah dengannya dalam firman-Nya: وَلَيَالٍ عَشْرٍ Dan demi malam yang sepuluh.” (Qs. al-Fajr: 2). Yaitu: sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah, menurut pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Katsir dan Ibnu Rajab[4], [serta menjadi pendapat mayoritas ulama].

3.      Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani berkata, “Tampaknya sebab yang menjadikan istimewanya sepuluh hari (pertama) Dzulhijjah adalah karena padanya terkumpul ibadah-ibadah induk (besar), yaitu: shalat, puasa, sedekah dan haji, yang (semua) ini tidak terdapat pada hari-hari yang lain.”[5]

4.      Amal shaleh dalam hadits ini bersifat umum, termasuk shalat, sedekah, puasa, berzikir, membaca al-Qur’an, berbuat baik kepada orang tua dan sebagainya.[6]

5.      Termasuk amal shaleh yang paling dianjurkan pada waktu ini adalah berpuasa pada hari ‘Arafah      (tanggal 9 Dzulhijjah)[7], bagi yang tidak sedang melakukan ibadah haji[8], karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ditanya tentang puasa pada hari ‘arafah, beliau bersabda, أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ Aku berharap kepada Allah puasa ini menggugurkan (dosa-dosa) di tahun yang lalu dan tahun berikutnya.”[9]

6.      Khusus untuk puasa, ada larangan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk                           melakukannya pada tanggal 10 Dzulhijjah[10], maka ini termasuk pengecualian.

7.      Dalam hadits ini juga terdapat dalil yang menunjukkan bahwa berjihad di jalan Allah Ta’ala adalah     termasuk amal yang paling utama[11].

***

[2] 2/382- Bahjatun Naazhirin.
[3] Lihat keterangan Imam Ibnu Rajab al-Hambali dalam kitab Latha-iful Ma’aarif (hal. 19-20).
[4] Lihat Tafsir Ibnu Katsir (4/651) dan Latha-iful Ma’aarif (hal. 20).
[5] Fathul Baari (2/460).
[6] Lihat keterangan Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin dalam Syarhu Riyadhis Shalihin            (3/411).
[7] Lihat keterangan Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin dalam as-Syarhul Mumti’ (3/102).
[8] Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak puasa pada hari itu ketika melakukan ibadah       haji, sebagaimana dalam HSR al-Bukhari (no. 1887) dan Muslim (no. 123). Lihat kitab Zaadul           Ma’ad (2/73).
[9] HSR Muslim (no. 1162).
[10] Sebagaimana dalam HSR al-Bukhari (no. 1889) dan Muslim (no. 1137).
[11] Lihat Syarhu Riyadhis Shalihin (3/411).



Jumat ,26 Agustus 2016 TKIT Bina Amal 02, Jl. Srinindito Raya No. 2.. Ngemplak Simongan.

Jumat Pagi merupakan acara istimewa bagi seluruh Guru, Pegawai dan Siswa Siswi TKIT Bina Amal 02. Ada berapa agenda kegiatan yang dilakukan.

1. Jumat Berbagi
Merupakan kegiatan berupa berbagi makanan kepada penyapu jalanan, Tukang sampah dan tukang becak di wilayah Ngemplak Simongan. Kegiatan ini bekerjasa sama dengan Orang Tua Siswa yang tergabung dalam Majelis Sekolah. Guru dan Orang Tua Siswa turun langsung ke jalan dan membagikan makanan kepada yang berhak. Dari kegiatan ini tersalurkan 73 orang yang berhak menerima.

2. Jumat Sehat
Kegiatan ini berupa senam bersama seluruh siswa siswi dan guru di halaman TKIT Bina Amal 02. Minimal satu minggu sekali siswa dan guru melakukan olah raga bersama.

3. Jumat Rapi
Siswa siswi TKIT juga di latih untuk mandiri, yaitu dengan belajar melepas dan merapikan sepatu di rak yang sudah disediakan di tiap pintu kelas masing-masing. harapannya, siswa siswi akan menerapkan kerapian tidak hanya di sekolah tetapi sampai juga di rumah.

4. Gerakan 200 mainan kerjasama sekolah dan MS

Kegiatan ini melibatkan orang tua siswa yang tergabung dalam Majelis Sekolah. Yaitu pengumpulan 200 buah mainan anak-anak. Mainan ini nantinya akan dipergunakan anak-anak bermain di sekolah dan melatih anak untuk bermain bersama tanpa berebut.

humas@binaamal.info
humas TKIT Bina Amal 02


Puncak Tema SDIT Bina Amal


Puncak Tema Kelas III "Mencintai Lingkungan"
Kamis, 25 Agustus 2016 di Desa Wisata Kandri, Gunungpati

☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Pagi ini, seluruh siswa kelas III SDIT Bina Amal sangat bersemangat. Ya, pasalnya hari ini adalah hari yang sangat ditunggu. Puncak Tema.

Puncak tema adalah kegiatan istimewa di setiap kelasnya pada awal tema pembelajaran yang diselenggarakan di dalam maupun di luar sekolah dengan tema tertentu. Setiap anak selalu menanti-nanti hari itu.

Puncak tema di adakan dalam seharian penuh untuk menggali potensi atau bakat siswa selain bidang akademis. Outbond, rekreasi, berenang, drama teater, peetunjukan musik dan seni, berkunjung ke tempat rekomended, bakti sosial, games, bertani, berternak, bermain dan masih banyak lagi merupakan kegiatan dalam puncak tema.

Kali ini kelas III SDIT Bina Amal mengadakan puncak tema ke Desa Wisata Kandri. Di awali pembukaan di Aula sekolah dengan Tahfidz klasikal sampai pada keseruan di lokasi kegiatan. Kegiatan yang dilakukan adalah peekenalan dengan tim pemandu, menikmati udara alami pedesaan, menuju rawa dan mendengarkan cerita rakyat dan legenda di desa tersebut, melihat ikan ikan yg di budidaya, melihat bintang ternak dan proses pengolahan biogas dan yang paling ditunggu adalah membajak sawah dengan kaki, menanam padi serta beelomba menangkap ikan.

Setelah rangkaian kegiatan tersebut diikuti, para siswa mulai membersihkan diri dari lumpur-lumpur yang menyenangkan dan di lanjutkan makan bekal yang dibawa. Berbagi adalah kegiatan tersirat penuh makna. Ya, mereka tidak hanya makan bekal nya sendiri tetapi juga berbagi bekal yang dibawa dengan teman-teman serta para guru.

#eh ada yang membawa oleh oleh dari Desa Kandri lho.. ya Ikan Lele yang sudah ditangkap tadi dibawa pulang
#seru nya melihat para siswa


(art_adz)

video slide





Pembiasaan Tilawah Al Quran SMPIT Bina Amal

Anak-anak merupakan amanah terbesar dari Allah yang harus dijaga, dilindungi dan dirawat dengan baik. Apalagi orang tua berperan penting dalam tumbuh kembang seorang anak, baik buruknya seorang anak tergantung orang tua ketika mendidik di waktu kecil. Nabi SAW bersabda: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (beribadah kepada Allah). Lalu kedua orang tuanyalah yang menjadikannya sebagai seorang Yahudi, Nasrani, atau Majusi (Penyembah Api)”. (HR. Muslim)

Nah, melihat hadist di atas terbukti bahwasanya anak akan jadi seperti apa ketika dewasa tergantung orang tuanya yang mendidik. Seperti kata Imam Ghazali “Anak-anak kita adalah mutiara,” memang benar anak-anak itu bagai mutiara yang tak ternilai harganya. Bagaimna caranya agar mutiara tersebut tetap ada nilainya? Itu semua tergantung bagaimana cara orang tua menjaga dan merawatnya.

Tak jarang beberapa orang tua ketika anaknya menangis kebingungan untuk menenangkannya, dan berkata seperti ini. “Waah.. lihat itu burung di langit”. Padahal di langit tidak ada burung, memang menurut ilmu psikologi ketika anak menangis diminta untuk melihat ke atas. Tapi, tanpa sadar orang tua mengajarkan ketidak jujuran, ada juga ketika anak jatuh, orang tua menyalahkan lantainya. Tanpa sadar juga orang tua mengajarkan anak mengkambing-hitamkan lantai. Meski hal sepele itu kurang baik, karena setiap ucapan akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat. Itulah mengapa ketika dewasa beberapa anak merasa takut untuk mencoba hal baru, kurang percaya diri dan lain sebagainya. “Ketika anak diabaikan pada masa pertumbuhan awal, umumnya ia akan berakhlak buruk, seperti pendusta, pendengki, pencuri, suka mengadu domba, suka meminta, suka melakukan hal-hal tiada guna, suka tertawa, dan bertindak gila. Semua ini bisa dihindari dengan pendidikan yang baik”, tutur Imam Ghazali.



Tidak berhenti pada orang tua saja, pendidik atau sering disebut orang tua kedua di sekolah juga turut berkontribusi besar dalam mencetak karakter anak-anak. Negara akan maju jika memiliki generasi yang berpotensi, pemberani, mandiri dan berakhlak mulia. Melihat moral anak-anak saat ini cukup memperihatinkan, perlahan tergerus oleh zaman yang semakin modern. Di sinilah tugas seorang pendidik mengarahkan anak didiknya kepada kebaikan, sebagai fasilitator dalam belajar, sebagai uswah (teladan) di sekolah. Sebab setiap tindakan yang dilakukan seorang pendidik akan direkam anak didiknya, apalagi anak usia dini bisa dikatakan peniru ulung. Untuk itu harus berhati-hati setiap hendak berkata maupun bertindak.

Mendidik tidak asal-asalan ada ilmunya, apalagi mendidik anak-anak, harus penuh kasih sayang dan penuh cinta. Kenapa demikian? Karena anak-anak tidak bisa dipaksa ataupun dikasari. Hati mereka lembut, sulit ditebak dan suka bermain, untuk bisa bersama mereka, orang tua dan pendidik harus bisa masuk ke dunianya. Untuk itu, orang tua dan pendidik hendaknya berkolaborasi dengan baik dalam mendidik anak-anak. Mumpung hati mereka masih bersih tak terwarnai, warnai hati mereka dengan Al Quran agar senantiasa yang diperbuat maupun diucapkan tidak jauh dari koridor islam. Waallahu ‘alam.. 

dakwatuna

http://www.tarbawinews.cf/2016/08/ummi-abi-kami-butuh-kalian.html

Anak adalah amanah terbesar bagi orang tua. Apapun yang menyangkut tentang anak, apakah itu ibadahnya, akhlaknya, pendidikannya tidak bisa lepas dari peran orang tua dan keluarga seperti hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah yang artinya:

“Setiap anak itu lahir dalam keadaan fitrah. Kedua orangtuanyalah yang membuat dia menjadi yahudi, nashara, atau majusi”.

Sebonafit apapun sekolah tetap dibutuhkan peran orang tua dan keluarga. Kenapa seperti itu?

1. Karena kita orang tuanya lah yang diberikan amanah oleh Allah SWT, sementara guru di sekolah hanyalah membantu melengkapi peran orang tua sebagai pendidik. Walaupun anak kita bersekolah di sekolah dengan pendidikan agama (seperti sekolah IT dan pesantren) bukan berarti orang tua hanya memikirkan biaya pendidikannya saja. Guru-guru, Ustadz/ Ustadzah di sekolah hanya memberikan ilmu dan akhlak berupa stimulus-stimulus dan contoh-contoh.

Hal ini karena begitu padatnya dan banyaknya materi pelajaran dan terbatasnya jam di sekolah. Jadi dengan siapa anak mengembangkan stimulus dan contoh yang telah diberikan oleh guru di sekolah dalam kehidupan sehari-hari? Jawabnya tentu saja orang tua dan keluarga. Jangan sampai stimilus dan contoh yang diberikan guru di sekolah menjadi “bantet” atau bahkan hilang setelah tiba di rumah.

Di sekolah anak diajarkan sesuatu yang baik tapi ternyata orangtua mencontohkan kebalikannya. Misalnya di sekolah anak diajarkan tentang penghijauan, ternyata di rumah kebalikannya. Di sekolah anak diajarkan sholat dhuha, tetapi di rumah orang tua malas-malasan melaksanakannya. Jadi pendidikan di sekolah menjadi tak maksimal hasilnya walaupun itu adalah sekolah favorit atau sekolah mahal.

2. Orang tua dan keluargalah lingkungan pertama dan terdekat dengan anak. Sebelum anak mengenal sekolah dan segala perangkatnya, orangtua dan keluarga yang dikenalnya terlebih dahulu. “Al Ummu madrasatul ulla. Ibu adalah sekolah yang pertama”. Pengajaran, pendidikan dan kejadian-kejadian yang terjadi dengan orang tua dan keluarga menjadi bekal bagi anak memasuki dunia yang baru, yaitu sekolah.

Orang tua dan keluarga mencontohkan selalu berdo’a sebelum melakukan pekerjaan, maka anakpun akan berlaku demikian. Jujur, maka anak akan menjadi orang yang jujur di sekolah. Disiplin, maka anakpun akan mudah disiplin di sekolah. Bila orangtua memberikan cinta dan kasih sayang kepada anak, anak akan mudah mengasihi kawan-kawannya di sekolah.

3. Orang tua dan keluargalah yang paling memahami anak. Seperti kita ketahui jumlah guru di sekolah sangatlah terbatas. Jadi sangat lah sulit bagi guru untuk memahami murid-muridnya secara perorangan. Guru sangat membutuhkan informasi dari orang tua dan keluarga untuk mencoba memahami siswanya bagaimana watak, cara belajar anak, kondisi kesehatan anak, dan beragam informasi yang dibutuhkan guru di sekolah.


Jadi bagaimanapun sekolah anak, bagaimanapun Pak Guru, Bu Guru, Ustadz dan Ustadzahnya mengajar di sekolah, anak-anak kita tetap berkata “Ummi…Abi… kami butuh kalian”.

dakwatuna



Lomba Guru SDIT Bina Amal
Dalam rangka memperingati HUT RI ke-71
Sabtu, 13 Agustus 2016
Taman Menteri Supeno
Semarak meriah di bulan Agustus mulai membahana..
Tahun ini Lomba Guru diadakan dengan special..
Beberapa jenis Lomba yang diadakan adalah :
1. "Voli Balon Air memakai taplak"
Menguji kekompakan, ketangkasan dan sportivitas
2. "Sang Juara / Ranking 1"
Menguji wawasan pengetahuan serta kecepatan berlari.
3. "Teacher's Got Talents"
Unjuk gigi bakat dan minat para guru.
Acara Gathering (kebersamaan) semacam ini akan menumbuhkan rasa Persaudaraan yang semakin erat diantara para Guru,
sekaligus
Menumbuhkan rasa Nasionalisme dalam mengisi Kemerdekaan dengan hal yang positif dan bermanfaat..
"Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung."
(QS. Ali Imron 200)
Karena Guru yang Sehat & Bahagia akan memudahkan proses Mendidik Siswa.

Galeri Foto 








Murojaah Rutin SMPIT Bina Amal.

"Mas bisa nggak kalau wakaf quran ini atas nama orangtua yang sudah meninggal?" satu whatsapp dari seorang teman masuk ke smartphoneku.

Sobat Nida, pernah mendapatkan pertanyaan seperti itu? Ketika kita bikin aksi sosial penyaluran wakaf quran atau kegiatan sosial lainnya, ada donatur yang ingin ikut sedekah/donasi namun atas nama keluarganya yang telah tiada.

Atau fenomena lainnya di masyarakat tidak jarang kita jumpai orang yang berniat haji, wakaf untuk mesjid atau berqurban atas nama kerabatnya juga yang sudah meninggal.

Semua ini tentu tujuannya agar pahala dari amal kebaikan yang dilakukan sampai kepada si mayit. Hal ini dibolehkan dalam Islam bahkan ada dalil tegas dalam masalah ini.


Hadis dari Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwa ada seorang lelaki yang berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّأُمِّيَافْتُلِتَتْنَفْسَهَاوَلَمْتُوصِ،وَأَظُنُّهَالَوْتَكَلَّمَتْتَصَدَّقَتْ،أَفَلَهَاأَجْرٌ،إِنْتَصَدَّقْتُعَنْهَا؟قَالَ: «نَعَمْتَصَدَّقْعَنْهَا»

“Ibuku mati mendadak, sementara beliau belum berwasiat. Saya yakin, andaikan beliau sempat berbicara, beliau akan bersedekah. Apakah beliau akan mendapat aliran pahala, jika saya bersedekah atas nama beliau?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya. Bersedekahlah atas nama ibumu.” (HR. Bukhari 1388 dan Muslim 1004)

Dalam hadis yang lain, dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, bahwa ibunya Sa’d bin Ubadah meninggal dunia, ketika Sa’d tidak ada di rumah. Sa’d berkata,

يَارَسُولَاللَّهِإِنَّأُمِّيتُوُفِّيَتْوَأَنَاغَائِبٌعَنْهَا،أَيَنْفَعُهَاشَيْءٌإِنْتَصَدَّقْتُبِهِعَنْهَا؟قَالَ: «نَعَمْ»

“Wahai Rasulullah, ibuku meninggal dan ketika itu aku tidak hadir. Apakah dia mendapat aliran pahala jika aku bersedekah harta atas nama beliau?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya.” (HR. Bukhari 2756)


Baca juga: Cara Memotivasi Anak dan Remaja Agar Shalatnya Tidak Bolong-bolong


Sore itu beberapa minggu yang lalu, saat menyimak kajian fiqih dari seoranf Ustadz di Mesjid ICID Isy Karima, Karanganyar, aku seperti tersetrum ketika beliau mengatakan bahwa pahala kebaikan dari anak soleh/solehah akan mengalir pada orangtuanya.

Eh, selama ini kukira hanya doa anak soleh/solehah saja yang sampai ke orangtua yang sudah meninggal. Ternyata pahala dari setiap amal kebaikannya juga sampai toh?

Duh, Gung, ke mana aja kamu selama ini?

Mungkin ratusan atau bahkan ribuan kali kita membaca dan mendengar hadis tentang 3 perkara yang amalannya tidak akan putus sekalipun seseorang itu telah meninggal kan, Sob. Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang mendoakan pada orangtuanya. Apa yang aku pahami selama ini yaa hanya doa anak soleh/solehah saja yang sampai ke mayit. Sudah sampai situ saja pemahamanku.

Hari itu aku tidak sempat bertemu dengan Ustadz jadi tidak bisa bertanya lebih lanjut. Tapi beberapa hari kemudian, selepas Isya kami bertemu dan langsung saja kuutarakan "pertanyaan polos" itu.

"Ustadz, bukannya cuma doanya anak soleh/solehah aja ya yang sampai ke orangtua? Dalil pahalanya anak soleh/solehah sampai ke orangtua itu yang mana?" tanyaku kepo bin penasaran.

"Dalilnya ya yang itu. Itu untuk memotivasi anak supaya ingat untuk mendoakan kedua orangtuanya." jawab Ustadz.

Aku seperti anak kecil yang baru tahu kalau madu itu rasanya manis. Oh, gitu toh ternyata.

Ketika aku tanya ke beberapa Ustadz pun jawabannya sama, aku googling penjelasan tentang hadits itu pun penjelasannya sama.

Semua amal anak bisa sampai ke orang tuanya, sekalipun anak tidak mendoakannya. Sebagaimana sedekah jariyah bisa mengalirkan pahala selama apa yang dia sedekahkan dimanfaatkan masyarakat, meskipun orang yang memanfaatkannya tidak pernah mendoakannya. (Syarh Sunan Ibn Majah, as-Suyuthi, hlm. 22)

Heee, Gung ke mana aja kamu selama ini? Ke mana aja kita selama ini, Kawan?

Terang dan jelas sudah bukan? Bukti bakti kita pada orangtua yang sudah meninggal tidak hanya meniatkan sebagian sedekah atau ibadah atas nama mereka yang sudah tiada, tapi ingatlah bahwa pahala dari setiap amal kebaikan kita akan sampai pada mereka. Jadi ya jadilah anak soleh dan solehah. Ahh, jelas sekali jawaban pertanyaan ini.

Pengetahuan ini telah sampai kepadaku ketika seorang teman menanyakan hal itu lewat whatsapp. Lalu bagaimana kamu membalas pertanyaan temanmu itu, Gung?

"Setiap perbuatan baik seorang anak, --tidak hanya doanya saja-- pahalanya akan sampai ke orangtua. Jadi... kapanpun di mana pun Mbak berbuat baik. Insya Allah pahalanya nyampe ke orangtua tanpa mengurangi pahala Mbak."

*dari berbagai sumber


Pembiasaan sholat di sekolah

Banyak anak maupun remaja yang sudah melakukan shalat tapi masih Bolong-bolong. Shubuh alpha, Dzuhur dan Ashar shalat, Maghrib Isya bolong lagi. Jadi shalatnya hanya kalau berjamaah di sekolah bareng teman-teman saja.

Bagaimana cara memotivasi mereka agar shalatnya tidak bolong-bolong lagi? Berikut ini beberapa tips yang bisa dicoba:

1. Bandingkan dengan password atau PIN

Cobalah lihat email, pastilah memiliki password untuk memasukinya, demikian juga akun sosial media, dan bahkan untuk mengambil uang di ATM pun diperlukan PIN sebagai kuncinya.

Nah, sama seperti password tersebut, Kita bisa menjelaskan pada anak kita, terutama yang sudah remaja, bahwasanya shalat itu mirip password atau PIN untuk memasuki pintu surga.

Sebuah password takkan berfungsi jika tidak sempurna bukan? Misalnya passwordnya adalah 24434, tapi yang dilakukan hanyalah 2443, maka tidak akan berfungsi sebagaimana seharusnya.

Demikian pula shalat, semestinya dilakukan 5 waktu, namun yang dikerjakan hanya 3 atau 4 waktu, maka amat disayangkan, meskipun lebih baik daripada tidak shalat, namun bisa jadi shalat yang dilaksanakan tersebut tidak berfungsi sempurna, rugi bukan?


2. Bandingkan dengan gelas bolong

Apakah gelas yang bolong di bagian dasarnya dapat dimanfaatkan? Seberapa banyak pun air yang diisikan ke dalam gelas tersebut akan bocor bukan?

Demikian juga dengan shalat yang bolong-bolong, seharusnya shalat bisa membuat hati kita tenang, terjauh dari perbuatan keji dan mungkar, tapi jika dilakukan dengan malas, tidak disiplin bahkan bolong-bolongnya begitu sering, jangan-jangan manfaat shalat tersebut takkan bisa kita rasakan.

3. Jelaskan bahwa satu-satunya amalan wajib yang tidak bisa ditinggalkan dalam kondisi apapun hanyalah shalat

Puasa bisa ditinggalkan bagi orang yang sakit atau dalam perjalanan, tapi shalat tidak bisa ditinggalkan, yang ada hanyalah keringanan.

Bagi yang sedang sakit, bisa shalat dalam kondisi duduk bahkan berbaring. Bagi yang sedang di perjalanan, bisa menjamak shalat atau mengqashar shalat, yakni menggabungkan 2 shalat dalam satu waktu atau menyingkat jumlah rakaat shalat.

Bukankah ini menandakan shalat begitu penting hingga tak bisa ditinggalkan sama sekali kecuali bagi yang kehilangan kesadaran, kehilangan kewarasan, atau kehilangan nyawa?

Semoga tips singkat tersebut dapat membantu menyemangati anak agar menyempurnakan shalatnya menjadi 5 waktu sehari semalam.


ummi online

Pembiasaan Sholat Siswa KBIT Bina Amal


Perbaiki dulu shalatmu.!

Orang yang sedang memperbaiki sholat itu sebenarnya sedang memperbaiki seluruh hidupnya

Memperbaiki shalat berarti : Perbaiki hubunganmu dengan Sang Khalik, Sang Pencipta,

Lalu apanya yang di perbaiki ???

Tentu saja : Bisa Niatnya, Cara nya, dan segala ketentuan-ketentuan yang mengarah pada terwujudnya kesempurnaan hubungan baik dengan-Nya.! ;

· Niat nya (diluruskan)
· Ilmu nya
· Bacaan nya
· Arti dan Ilmu akan apa yang di baca
· Wudhu nya
· Waktu-nya , disegerakan, tidak di tunda-tuda, tidak masbuk
· Tempat nya, berjamaah, di masjid, tidak sendiri,
· Gerakanya, tata caranya.

Dan semua yang berkaitan dengan dan mengarah pada nilai kesempurnaan shalat. Itu yang diperbaiki.

Implikasinya apa ??
Sholat itu sendiri adalah aktifitas yang dalam perwujudanya membutuhkan
· Disiplin,
· Konsistensi (Istiqomah)
· Dalam bacaan-bacaannya mengandung doa-doa dan nasihat, kabar, peringatan dan pelajaran yang menjadi renungan saat melakukan shalat, makanya harus faham bahasa, arti sehingga bisa meresapi
· Gerakan-gerakan yang mereleks-kan dan menyehatkan tubuh
· Wudhu yang membersihkan, menyehatkan

Dan lain sebagainya, yang itu berimplikasi pada munculnya Semangat, Ghirah untuk kita melakukan berbagai akifitas lainya dengan penuh kemantapan dan ketenangan, Sehingga kita bisa terlatih menjadi lebih produktif, lebih disiplin, lebih konsisten dan disadari atau tidak kita selalu berubah, mengarah pada keadaan dan menjadi seseorang yang lebih baik.

Kalau kita tidak bersegera memperbaiki sholat kita, kenapa berharap allah memperbaiki hidup kita.
Kalau kita tidak bersegera memenuhi panggilan Nya, mengapa berharap Allah memenuhi kebutuhan kita.

Penuhi panggilan Allah, maka Allah akan memenuhi kebutuhan kita..

KBIT Bina Amal angkatan 2002 sedang Latihan Sholat


Pernahkah kita mendengar anak kita mengeluh.
"Males dehh. Ngantuk nih. Kenapa harus shalat segala."
"Hah? Sehari lima kali? Repot amaaat."
"Lagi tanggung nih. Bentaran deh. Udah level 29 gamenya."


Atau dengan alasan alasan lain yang merasa shalat adalah hal terberat yang harus di lakukan.

Oya, kebetulan di Sekolah saya ada lembaran mutabaah ibadah pekanan untuk siswa. Jadi lembar kertas mutabaah itu dibagikan setiap Senin dan dikumpulkan lagi Senin depannya. Isinya? Isinya shalat lima waktu : subuh, dzuhur, ashar, maghrib, isya. Dan anak anak wajib menuliskan apa yang dia kerjakan jumlah shalat yang dia lakukan. Misal subuh 7x (hitungan sepekan). Begitu juga shalat fardhu lainnya. Dan apa yang saya lihat kemudian hasilnya?

Jarang. Jaraaang sekali anak yang mengisi kolomnya dengan angka 7 alias shalat fardhunya full.


Kebanyakan dari anak-anak (kelas 4 SD murid saya) itu menulis angka 6 atau 5 bahkan ada yang 4 dan 3. Dan itu artinya ada sebagian anak yang shalatnya misal isya hanya 3 kali sepekan. Atau 5 kali sepekan. See, masih ada bolong-bolongnya. Masih terlewatkan shalatnya. Masih belum fuuuul shalatnya. Haduh.

Salah siapa?

Jangan saling menyalahkan ah. Yuk kita cari solusinya.

Dan jika anak kita bertanya.

"Abi, Ummi. Kenapa sih kita harus shalat setiap hari. Iya. Setiap hari? Apa enggak bosen? Enggak pegel? Males deh."

Nah. Kita sebagai orang tua. Saatnya waktu yang tepat untuk menjelaskan kepada anak kenapa sih kita mesti shalat segala???

Inilah jawaban kita sebagai orang tua kepada si kecil tercinta.


1. Shalat itu adalah tugas kita sebagai muslim.
Sahabat Ummi. Kita bisa menjelaskan dengan bahasa yang sederhana. Bahwa shalat itu adalah sebuah tugas dari Allah untuk hambanya. Ibarat si kecil memiliki PR. Kalau PRnya di kerjakan. Maka akan di senangi guru, akan di cintai guru dan tentu saja akan mendapat nilai terbaik sesuai dengan pengerjaan tugasnya. Begitu juga shalat. Karena shalat itu memang tugas dari Tuhan kita, dari Allah. Maka sudah seharusnya kita melakukan tugas itu supaya apa? Supaya kita di senangi Allah, supayasemakin di cintai Allah dan tentu saja. Supaya kita kelak mendapat nilai terbaik alias pahala terbaik ketika tiba masa perhitungan amalan kita. Sure? Mudah ya menjelaskannya.

2. Shalat adalah bentuk pengabdian kita kepada Allah.
Sahabat Ummi, kita bisa menjelaskan kepada si kecil bahwa kita sebagai hamba tentu saja ingin mengabdi, ingin mensyukuri segala nikmat dan rezeki yang telah di turunkan oleh Allah. Maka, sudah sepantasnya kita sebagai hambanya mengabdi kepada Allah. Mengikuti tugas dan perintah dari Allah. Masa sih kita sudah di berikan nikmat yang banyak, rezeki yang berlimpah. Eeh kitanya jadi lupa dan berpaling dari Allah. Enggak sopan banget kan? Makanya agar nikmat kita semakin di tambah. Sudah sewajibnya kita melakukan segala perintah-Nya. Mengabdi sepenuh hati hanya karena Allah dan untuk Allah. Heeeeii kita enggak mau kan nikmat nikmat kta di tarik oleh Allah??? Ngeriii.

3. Shalat itu bikin kita sehat loh.
Nah. Faktanya memang shalat berdasarkan penelitian ilmiah memiliki segala kelebihan dan kesehatan bagi pelakunya. Kita bisa menjelaskan kepada anak kita bahwa shalat berdasarkan penelitian ilmiah memang menyehatkan. Baik saat rukuk, sujud, tahyat semuanya memiliki manfaat yang baik. Dan itu artinya shalat juga enggak sembarang ritual. Enggak sekedar berdiri, ruku, sujud. Dan selesai. Tidak... tapi hakikatnya shalat memiliki sejumlah kelebihan dan jika di praktekan akan membuat tubuh kita sehat dan kuat. Semoga anak kita mudah faham ya.

4. Shalat mengobati kegelisahan.
Sahabat Ummi. Sampaikan juga kepada anak kita bahwa shalat juga bisa menenangkan, shalat juga bisa mengobati kegelisahan. Sudah banyak sekali manusia di muka bumi ini yang membuktikan bahwa saat dia gelisah, was-was dan merasa pikirannya tidak tenang. Lakukanlah whudu dan shalatlah.... maka kita akan merasakan atmosfer yang berbeda antara sebelum dan sesudah shalat. Kenapa??? Karena shalat itu menenangkan. Bukan malah shalat menjadi beban.
Kita bisa juga menyampaikan kepada si kecil dengan tahapan yang sederhana. Bahwa awalnya memang terasa berat jika belum terbiasa. Tapi kalau sudah terbiasa?? Maka saat meninggalkan satu waktu shalat saja merasa ada yang kurang, merasa kacau, merasa tidak tenang. Dan kita sebagai orang tua kemudian melanjutkan ke cerita-cerita barangkali kita pernah meninggalkan shalat dan membuat hati kita jadi tidak tenang dan lain sebagainya. Jadi si kecil akan semakin faham dan yakin jika di tambah dengan kisah nyata yang kita sampaikan.

5. Shalat mengajarkan kita kesabaran
Kita juga bisa menjelaskan kepada si kecil bahwa. "Nak, shalat juga bisa melatih kesaraban kita loh."
"Kesabaran gimana maksudnya?" Mungkin si kecil akan bertanya.
Iya. Jadi shalat juga melatih kesabaran kita. Kadang kita lagi maleees banget, ehh tiba waktu shalat. Kadang kita lagi buru-buru banget nih. Tapi imam bacaanya lambat. Nah itu mengajarkan kepada kita bahwa shalat juga bisa melatih kesabaran kita. Masih ingat kan dengan sebuah pepatah yang cukup familiar bahwa "orang sabar di sayang Tuhan." Dan kita juga bisa menyampaikan kepada si kecil. Bahwa manfaat sabar itu saaaangat besar. Salah satunya membuat kita lebih tangguh dalam menghadapi masalah hidup. Salah satu cara melatih kesabaran adalah dengan shalat.

6.Shalat itu adalah waktunya istirahat untuk kaum muslimin yang beriman.
Sahabat Ummi, pernahkah membaca buku Salim A Fillah? Disitu Ustadz Salim menuliskan kurang lebih begini.

“Shalat itu adalah tempat istirahatnya orang orang mukmin dan orang orang yang selalu melakukan kebaikan-kebaikan.” (mohon maaf jika redaksinya kurang pas)
Dan kita bisa menyampaikan kepada si kecil. Bahwa manusia memang terlalu sibuk. Sibuk bekerja lah, sibuk mencari nafkah lah, sibuk mengejar target, sibuk bermain, sibuk mengerjakan tugas, sibuk urusan duniawinya bagi orang dewasa. Nah, sungguh hebat sekali ya Allah mengatur hambanya dengan suruhan untuk shalat. Karena waktu-waktu shalat adalah waktu yang pas untuk mengistirahatkan diri dari segala kelelahan dalam bekerja. (misal waktu shalat zuhur). Sangat sempurna sekali desain perintah yang telah Allah tentukan ya? Keren.


7.Shalat itu mempermudah datangnya rezeki
Kita juga bisa menjelaskan kepada si Kecil bahwa salah satu keajaiban shalat adalah, Allah akan memudahkan dalam menurunkan rezeki kepada hambanya. Kita bisa memberi salah satu contoh shalat duha adalah shalat yang bisa memudahkan kita memprolah rizki yang di turunkan oleh Allah.Maka, ketika manusia manusia di landa kemiskinan dan kesusahan shalatlah, Allah akan memudhkan rizki bagi orang yang senantiasa menjaga shalatnya. Dan kita tetap menjelaskan juga di samping shalat harus tetap ada ikhtiar yang jelas hehehehe.

8.Shalat juga membebaskan kita dari segala kesulitan dan permasalahan.
Kita sampaikan kepada si kecil. Betapa banyak kisah-kisah orang yang putus asa dalam menghadapi masalah hidup dan mereka mendapat solusi setelah melakukan shalat yang kusyu. Kita juga bisa menyampaikan bahwa banyak kisah-kisah nyata (baik yang di alami oleh teman kita, saudara kita atau bahkan kita sendiri) yang merasa terbantu, tercerahkan setelah shalat dan akhirnya menemukan solusi ketika kita ada masalah dan kesulitan.

Karena apa? Karena shalat adalah do’a. Waktu yang sangat tepat untuk menumpahkan segala permasalah hidup kita. Sampaikanlah kepada si kecil, namanya orang hidup sudah dipasatikan akan menemukan masalah-masalah kehidupan. Baik masalah ringan, sedang, bahkan masalah yang rumit sekali. Baik masalah dengan teman, saudara bahkan masalah dengan orang tua. Dan semua permasalahan bisa di atasi salah satunya dengan shalat yang khusyu dan berdoa yang khusyu agar segala bentuk permasalahan di ringankan di diselesaikan. Yakinlah... Allah maha menderngar segala keluh kesah kita.

Selain itu? Sahabat Ummi juga bisa menambahkan bahwa dengan shalat permasalahan menjadi mudah. Dan Dengan shalat hidup menjadi berkah. Yang paling penting, kita selaku orangtua perlu memberi teladan untuk anak-anak dengan shalat 5 waktu full. Setuju?


ummi online

Pembiasaan Sholat Berjamaah

1. Anak-anakmu bukan pilihanmu, mereka menjadi anak-anakmu, bukan karena keinginan mereka, tetapi karena takdir Allah. Lihat QS.28:68, QS.42:49-50.

“Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia).”
(QS. Al Qoshosh 68)

2. Karena apa yg Allah takdirkan untukmu, maka itulah amanah yg harus ditunaikan.
Lihat QS.8:27-28.
“Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. Al Anfal 28)

3. Orang tua lah yg ingin memiliki anak dan keinginanmu adalah janjimu kpd Alloh. Maka tepatilah janjimu karena akan Alloh minta pertanggung jawabannya. Lihat QS.5:1, QS.17:34, QS.13:19-24.
“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu” (QS. Al Maidah 1)

4. Alloh tidak membebanimu melampaui kemampuanmu, maka bersungguh-sungguhlah.
Lihat QS.2:233, QS.64:16, QS.3:102, QS.22:78.
“Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian” (QS. Al Baqoroh 233)

5. Allah tidak mewajibkan kamu membentuk anak-anakmu mahir dlm segala hal, tetapi Allah mewajibkan membentuk anak-anak yg sholeh terbebas dari neraka. Lihat QS.66:6, QS.46:15.

"Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri." (QS. Al Ahqof 15)

6. Jangan berharap kebaikan dari anak-anakmu,bila tidak mendidik mereka menjadi anak-anak yg sholeh. Lihat QS.11:46, QS.19:59.
“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan” (QS. Maryam 59)

7. Jangan berharap banyak pada anak-anakmu,bila kamu tidak mendidik mereka sebagaimana mestinya. Lihat QS.17:24.

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil."” (QS. Al Israa; 24)

8. Didiklah anak-anakmu sesuai fitrahnya. Lihat QS.30:30.
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (Ar Ruum 30)

9. Janganlah menginginkan anak-anakmu sebagai anak-anak yg sholeh sebelum engkau menjadi sholeh lebih dahulu. Lihat QS.61:2, QS.66:6.
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim 6)

10. Janganlah menuntut hakmu dari anak-anakmu,sebelum engkau memberi hak anak2mu. Lihat QS.1:5.
“Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan”
(QS. Al Fatihah 5)

11. Janganlah engkau menuntut hakmu dari anak2mu,sampai engkau memenuhi hak2 Allah atasmu. Lihat QS.2:83, QS.4:36, QS.6:151, QS.17:23-24.
"Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar[518]." Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya)” (QS. Al An’am 151)

12. Berbuat baiklah pada anak-anakmu,bahkan sebelum mereka diciptakan. Lihat QS.2 : 221.
“Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran” (QS. Al Baqoroh 221)

13. Janganlah engkau berpikir tentang hasil akhir dari usahamu mendidik,tetapi bersungguh2lah dalam mendidik. Lihat QS.11:93.
“Dan (dia berkata): "Hai kaumku, berbuatlah menurut kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah azab (Tuhan), sesungguhnya akupun menunggu bersama kamu." (QS. Huud 93)

14. Janganlah berhenti mendidik sampai kematian memisahkanmu. Lihat QS.15:99.
“dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)” (QS. Al Hijr 99)

buku co-parenting SDIT Bina Amal 2016

Eko Suryanto S.Pd (Kepala Sekolah SMPIT) Afina Ghaida M, Sanya Pramudita, Najwa Azizul F.,Fadhila Itsna Z., Alya Najmadhiya I., Della Fadhila, Depan Sabrina Gabriela P.,Izzah Nabila, Rose Citra A., Lina Faiqunnisa

Tim SMPIT Bina Amal menyabet Juara 1 Kategori SMP di Ajang Lomba Kampanye, Kebersihan dan Kesehatan (KRS) Jumpa Bhakti Gembira (JUMBARA) PMI 2016 Se-Kota Semarang yang dilaksanakan pada tanggal 5-7 Agustus 2016 di Bumi Perkemahan Lemdadika Karanggeneng, Gunungpati-Semarang. Kompetisi yang berlangsung dari hari Jum’at hingga Minggu pada ajang bergensi ini diikuti oleh Tim SD, Tim SMP, Tim SMA hingga Tim Universitas Se-Kota Semarang.

Penghargaan Juara 1 dari perlombaan tersebut dipersembahkan oleh Tim SMPIT Bina Amal diantaranya Afina Ghaida M., Sanya Pramudita, Najwa Azizul F., Fadhila Itsna Z., Alya Najmadhiya I., Della Fadhila, Sabrina Gabriela P., Izzah Nabila, Rose Citra A., dan Lina Faiqunnisa. “Bahwasanya penghargaan Juara 1 tersebut, Tim SMPIT Bina Amal telah menumbangkan 31 Tim SMP lainnya dalam ajang lomba bergengsi ini” kata Humas SMP IT Bina Amal. “Bahkan yang tidak kami sangka, kami berhasil mengalahkan tim langganan juara,” kata Bu Laila salah satu pendamping lomba.

Dari Persaingan memperebutkan juara, kata Sabrina Gabriela P. dan Izzah Nabila berlangsung sangat ketat."Kita gak menyangka kalau kita 1 Tim menjadi juara Kampanye, Kebersihan dan Kesehatan (KRS). Hal ini karena persiapan yang hanya sebulan dan tim pesaing terlihat begitu hebat " kata Bella dan Billa sapaan beken mereka.

Kepala Sekolah Bapak Eko Suryanto S.Pd juga mengungkapkan hal yang sama dan kebanggaannya kepada TIM PMR SMP IT Bina Amal yang ternyata mempunyai keyakinan dan percaya diri tinggi untuk tidak mudah menyerah, hal inilah salah satu yang mengantarkan mereka menjadi Juara. Ibu Heru selaku humas SMPIT Bina Amal juga mengatakan “Dari total keseluruhan penilaian peserta Tim SD hingga Tim Universitas yang mengikuti perlombaan ini, Tim dari SMP kitalah yang juga mendapatkan Prestasi Grade A Madya Peringkat 2 dari Total penilaian tersebut”.

Dalam Ajang tersebut dilombakan beberapa bagian diantaranya Pertolongan Pertama (PP), Perawatan Keluarga (PK), Kampanye Kebersihan dan Kesehatan, Pendidikan Remaja Sebaya (PRS), Devile, dan Pentas Seni. "Prestasi dari Tim Sekolah tersebut tak luput dari keyakinan, percaya diri, dan do'a serta dukungan dari pihak sekolah, orang tua, serta Pembinaan dari pembimbing mereka Kak Octa serat Ibu Laila selaku guru UKS dan pendamping, yang memberikan arahan dan materi serta kritikan saat latihan disekolahnya selama sebulan.

Mereka berkeyakinan pula bahwa diajang berikutnya bisa juara oleh adik kelasnya. "Kalah menang itu hasil akhir, yang terpenting berikan hasil yang terbaik untuk sekolah, kuncinya latihan harus lebih maksimal dan do'a, sehingga semua kategori yang dilombakan bisa juara" pesan dari salah satu Tim Peraih Grade A2 untuk adik kelasnya.“ Oke tetap semangat dan berikan yang terbaik.....

Foto-foto

Bersama Bu Laila guru pendamping lomba

Jepret

Ini karyaku....

Bella dan Billa menunjukkan giginya..eh karyanya...

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget