September 2017



Pemilihan Ketua OSIS Putra dan Putri SMP Islam Terpadu Bina Amal 2017-2018, yang sedianya dijadwalkan pada hari Sabtu, 23 September 2017. Kegiatan ini kembali digelar hari Senin 25 September 2017 untuk Pemilihan Ketua OSIS Putra.

Nasrul Umam, selaku Koordinator Bidang Pembinaan Siswa menyampaikan, untuk meningkatkan partisipasi dan peran serta masyarakat dalam Pemilu, kegiatan sosialisasi terhadap penyelenggaraan Pemilu perlu dilakukan sedini mungkin. Salah satunya dengan menggelar kegiatan Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) ditingkat SMP yang disetting sedemikian sehingga menyerupai PEMILU pada umumnya. Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) merupakan salah satu agenda kegiatan program tahunan OSIS SMP IT Bina Amal sebagai bentuk proses peralihan kepengurusan OSIS SMP IT Bina Amal secara estafet dari pengurus sebelumnya kepada pengurus baru agar stabilitas kegiatan OSIS SMP IT Bina Amal terus berjalan secara kontinuitas berkenaan dengan datangnya pergantian tahun pelajaran baru 2017-2018.

Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS Putra yaitu : 1. Yuwana Adhi Saputra - Faris Alfatih, 2. Abdul Aziz Ahmad Yasin - Achmad Abdullah Faqih, 3. Habib Dzikri Ikhsanuddin - Saiful Haq, 4. Darell Ahnaf Hibatullah - Naufal Irsyad Syarif, 5. Muiz Ali Mulki - Rafif Pradipta Sakti, 6. Yahya Abdul Hafidz - Dzaki Daniswara. Sabtu, 23 September 2017, 158 pemilih dari siswa, guru dan pegawai putra memberikan hak pilihnya untuk memilih Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Namun tidak ada pasangan calon yang memperoleh data lebih dari 50 persen, maka diadakan putaran kedua.

Pada putaran kedua, menyisakan 3 kandidat yaitu 1. Yuwana Adhi Saputra - Faris Alfatih, 4. Darell Ahnaf Hibatullah - Naufal Irsyad Syarif, 6. Yahya Abdul Hafidz - Dzaki Daniswara. Sehingga dilakukan pemungutan suara putaran kedua pada hari Senin, 25 September 2017 yang dimenangkan oleh pasangan 1. Yuwana Adhi Saputra - Faris Alfatih.

Sebanyak 148 pemilih dari siswa, guru dan pegawai putri memberikan hak pilihnya untuk memilih calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS Putri yanh terdiri dari : 1. Fatimah Izzatul Haq - Abira Nuuruz Zukhrufiana, 2. Ilma Safina Naja - Farah Naila Mardiyya, 3. Naila Nurfadhilah - Fidela F. Zulfaa, 4. Widyastuti Kusumaningdyah - Jinan Nabila. Pemungutan suara untuk siswa putri, pasangan nomer urut 2. Ilma Safina Naja - Farah Naila Mardiyya memperoleh suara terbanyak dan menjadi Ketua OSIS Putri terpilih periode 2017-2018.

Semoga OSIS SMP IT Bina Amal 2017-2018 dapat menjalankan tugasnya dengan amanah dan sukses, memberikan yang terbaik untuk kemajuan SMP IT Bina Amal. Aamiin.

#HumasSMPIT



Jum’at, 29 September 2017, 500 siswa SMP IT dan SMA IT Bina Amal mengadakan kegiatan menambah Wawasan Kebangsaan yang diantara kegiatan didalamnya adalah nonton bareng film G30S/PKI. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama Koramil 07 Gunungpati.  Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah dalam rangka menyadarkan kepada kita semua bahwa sejarah kelahiran bangsa tidak terlepas dari para ulama.

Kepala SMA IT Bina Amal, Setyawan, menyatakan pentingnya seorang pelajar untuk mendarmakaan/berbakti kepada negeri ini untuk menyelamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Batuud Koramil 07 Gunungpati, Peltu Mulyadi menyatakan bahwa yang merebut kemerdekaan adalah para pemuka agama dan mayoritas para Ulama’. Jenderal Sudirman dan Pangeran Diponegoro merupakan ulama.

Dengan pemutaran film ini kita bisa flashback agar Indonesia tidak mudah dipecah belah oleh paham-paham radikal seperti komunis.

Didampingi babin kamtibmas polsek Gunungpati, siswa-siswi SMP IT – SMA IT Bina Amal fokus menonton  film sampai selesai.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi tentang wawasan kebangsaan bersama Koramil 07 Gunungpati.

#HumasSMAIT



Ada sahabat Rasul صلى الله عليه و سلم yang bernama Abu Dujanah. Ia mempunyai kebiasaan tergesa-gesa meninggalkan Jama'ah seusai Shalat Subuh, tidak seperti halnya sahabat yang lain yang menunggu hingga Rasulullah Berdoa.

Suatu ketika Rasulullah صلى الله عليه و سلم menegurnya, “Wahai Abu Dujanah, tidakkah kau memiliki permintaan kepada Allah?” Kenapa engkau tidak menunggu sampai aku Berdoa? Abu Dujanah menjawab, "Ya Rasulullah, tentu aku mempunyai permintaan kepada Allah".

Rasul صلى الله عليه و سلم berkata :
"Lalu mengapa engkau segera pulang?”.

Abu Dujanah pun menjelaskan udzurnya :
“Bukannya aku tidak mau mendengarkan doamu ya Rasul...Namun aku ini memiliki anak kecil di rumah yang sedang lapar, tidak satupun makanan ada di rumahku, bahkan tidak jarang kami seharian menahan lapar".

"Sedangkan aku memiliki tetangga yang memiliki pohon kurma yang batangnya condong ke rumahku, maka jika malam angin bertiup kencang, pasti buah-buahnya jatuh ke halaman rumahku".

"Pernah suatu hari usai Shalat Subuh, aku menunggu sampai mendengarkan engkau membacakan Doa, namun yang terjadi ketika aku sampai di rumah, aku lihat anakku sedang memungut kurma tetanggaku yang jatuh di halaman rumahku, dan ia memakannya karena lapar".

"Maka segera aku keluarkan kurma itu dari mulutnya. Aku tidak mau anakku memakan yang bukan haknya. Aku katakan kepadanya, “Nak, jangan kau permalukan ayahmu di akhirat nanti, lantaran perbuatanmu ini...Ayah lebih suka engkau mati dalam keadaan lapar, daripada engkau hidup dengan memakan barang haram.”

Mendengar kisah Abu Dujanah, Rasulullah صلى الله عليه و سلم dan para sahabat meneteskan air mata. Sambil menangis, Rasullah memberikan penawaran kepada si pemilik pohon kurma dengan imbalan pohon-pohon kurma di Surga.

Kontan saja si pemilik yang munafik itu menolaknya. Segera Sayyidina Abu Bakar melakukan penawaran berikutnya :
“Hai fulan, ku beli pohon kormamu dengan 10 pohon kurma terbaikku di kota Madinah.”

Mendengar penawaran yang menguntungkan itu, si Munafik menyetujuinya. Sayyidina Abu Bakar berhasil membelinya, lalu memberikannya kepada Abu Dujanah.

Begitulah orang-orang yang bertakwa akan senantiasa mendapatkan jalan keluar dan penolong di setiap kesulitannya.

Sumber: Kitab ‘Ianatuth-Thalibin Bab Luqatah, Juz 3, hal : 239.

Allahumma Shalli 'Alaa Sayyidina Muhammad Wa 'Alaa Aali Sayyidina Muhammad.

Tim Basket SMPIT Bina Amal

Alhamdulillah, kembali Tim Basket SMPIT Bina Amal berhasil menorehkan prestasi di ajang “Loyola Sport, Academic, and Art Competition (LOSAAC)”. Kegiatan ini merupakan kompetisi tahunan yang diikuti siswa-siswi SMP se Jawa tengah. Pertandingan ini diselenggarakan pada tanggal 20-24 September 2017 di SMA Loyola.

Menurut Annisa Purwanti, Korbid Ekstrakurikuler SMPIT Bina Amal, Seperti sebuah dejavu suasana ini kembali hadir satu tahun yang lalu. Saat Bina Amal memperebutkan juara 3 dengan Karangturi. Menegangkan! Dengan suhu permainan yang semakin memanas berawal memasuki musim seminal hari lalu antara Bina Amal dengan Tri Tunggal dan SMP 1 Kudus dengan Semesta.

Selalu bangga dengan skor anak-anak yang sempat memimpin di Quarter 1 dan Quarter 2. Kalau secara evaluasi sebetulnya kekuatan kami sama tapi di Quarter 3 dan Quarter 4 kami diserang dengan 3 point.

Dan sekarang tim basket Bina Amal harus bersaing untuk memperebutkan posisi ke 3. Kesabaran dan tekad kuat berhasil ditunjukkan anak-anak, sehingga akhirnya kami bisa menguasai irama pertandingan. Dan Alhamdulillah, kemenangan Bina Amal atas Semesta dengan skor 32:15.

Barokallah...Tetap semangat dan terus berprestasi...


Siswa kelas 3 Kholid SDIT BINA AMAL Semarang tidak sabar ingin sampai ke rumah temannya di Asrama Polisi Semarang (Rabu, 27 September 2017). Rumah Mb Maritza di Akpol Blok H.

Puncak tema ke dua kelas 3, Indahnya Persahabatan. Masing-masing kelas mengunjungi rumah temannya dan bermain bersama. Ada lomba futsal, dakon, lompat tali dan perang badar. Tidak lupa tetap memenuhi unsur relijiusnya yaitu sholat dhuha di masjid.

Ada rasa kebersamaan yang begitu lekat. Terlebih saat sambutan tuan rumah begitu hangat. Di sana sudah disambut beberapa wali murid yang menyediakan aneka jus, jeli, roti, donat, bakwan, tahu bakso, susu kotak, kentang goreng dan lainnya. Semuanya berbaur jadi satu sambil menemani canda tawa.

Dari rumah mb maritza menuju ke masjid untuk dhuha. Dilanjutkab ke lapangan olahraga di akpol. Wahana pesawat terbang dan kereta semakin membuat betah bermain di sana.

Usai lomba kita lanjut ke rumah mb Nayla. Bermain dan makan makan.

Perut sudah kenyang. Masih ada transit lagi, rumah mas wazif. Alhamdulillah di kelas 3 kholid ada 3 siswa yang rumahnya di Akpol. Jadi sekalian bersilaturanmi. Tetap jalan jalan dan makan makan.

Indahnya persahabatan ibarat bakwan jagung buatan Mama Nayla. Jika tepung atau jagung mentah dimakan akan terasa kurang enak. Apalagi makan garam yang rasanya asin. Pasti lidah akan enggan memakan lagi.

Akan tetapi, saat jagung, tepung, air, garam, dan telur bercampur lalu digoreng, rasanya akan lebih enak.

Seperti itulah persahabatan. Jika sendiri akan canggung tapi jika bermain bersama akan ada canda tawa, akan lebih akrab dan saling menghargai satu sama lain. Indahnya Persahabatan.

#humassdit



Aku sedang membersihkan rumah. Tiba-tiba anak lelakiku yang masih kecil berlari ke arahku. Dia tersenggol satu pot bunga yang terbuat dari kaca. Pecah hancur berantakan.

Aku benar-benar marah karena pot itu mmg mahal harganya. Tanpa ku sadari, aku telah melontarkan kata-kata,

"Semoga kamu ditimpa dinding bangunan dan tulang-belulangmu hancur!”

Tahun demi tahun berlalu. Anak lelakiku membesar, aku sdh lupa akan doa itu. Aku pun tak anggapnya penting dan aku tak tahu bhw doa itu telah naik ke langit.

Anak lelakiku dan adik-adiknya yang lain tumbuh besar. Dia anak sulung yang paling aku sayangi dari anak-anakku yang lain. Dia anak yang rajin dan pandai menghormati aku dan berbakti kepadaku dibandingkan adik-adiknya yang lain.

Kini dia telah menjadi seorg insinyur. Tak lama lagi dia akan menikah. Tak sabar rasanya aku ingin menimang cucu.

Ayahnya punya sebuah bangunan yang sdh lama dan ingin direnovasi. Maka pergilah anakku bersama ayahnya ke gudang itu. Para pekerja sdh bersiap-siap untuk merobohkan satu dinding yang sdh usang.

Sementara pekerja sdg bekerja, anakku pergi ke belakang bangunan tanpa diketahui oleh siapa pun. Dengan tak disangka-sangka dinding bangunan itu roboh menimpanya!

Terdengar suara berteriak dalam runtuhan itu hingga suaranya tak kedengaran lagi.

Semua pekerja berhenti. Heran suara siapa? Mereka berlari ke arah reruntuhan itu. Mereka mengangkat dinding yang menghimpit anakku dengan susah payah dan segera memanggil Ambulan.

Mereka tidak dpt mengangkat badan anakku. Ia remuk seperti kaca yang jatuh pecah berkeping-keping.

Sebagian mereka mengangkat badan anakku yang hancur dengan hati2 dan segera membawanya ke UGD di RS.

Ketika ayahnya menghubungiku, seakan-akan Allah menghadirkan kembali kata-kataku padanya semasa ia masih kecil dulu.

Aku menangis hingga pingsan, setelah aku sadar, aku berada di RS dan aku meminta untuk melihat anakku. Ketika melihatnya, aku seakan mendengar suara yang berkata,

"INI DOAMU KAN? Sudah AKU kabulkan! Setelah sekian lama engkau berdoa, sekarang Aku akan mengambilnya!"

Ketika itu, jantungku seakan berhenti berdetak. Anakku menghembuskan nafasnya yang terakhir. Aku berteriak dan menangis sambil berkata,

"Ya Allah! Selamatkanlah anakku! Jangan pergi nak.."

Seandainya, lidah ini tidak mendoakan kejelekan 25 tahun yang lalu...!
Andaikan..! Andaikan..! Andaikan..! Tetapi kalimat ‘andaikan’ ini tak berguna lagi sekarang ini..

Cerita ini dari satu kisah nyata! Pesanku kepada para IBU. Jangan sekali-kali terburu-buru mendoakan KEBURUKAN anakmu ketika kamu sdg marah...!!!

Berlindunglah kepada Allah dari godaan iblis. Jika kamu ingin memukulnya, pukul sajalah, tapi jangan kamu mendoakannya dengan yang bukan2 sehingga kamu akan menyesal sepertiku...!!!!

Sungguh aku menulis ini dengan airmataku yang turut mengalir.

Doakanlah yang baik-baik saja untuk anak-anak! Doa itu pasti akan terjawab walaupun untuk sekian lama. Tunggulah dan Allah pasti mengabulkannya.

(Disadur dari tulisan seorang ibu di Malaysia)





Beberapa hari ini lagi viral status di akun facebook, seorang ayah yang membiarkan anak balitanya mengamuk, hingga sampai tertidur di jalan saat terik Matahari. Sudah begitu, sang anak posisi di bawah kaki sang ayah. Sang ayah justru merasa cuek dan bangga dengan sikapnya yang sudah merasa benar dengan kondisi anak tersebut. Karena merasa sudah memiliki *ilmunya tentang temper tantrum*. Membiarkan anak, karena itu merupakan fase yang sudah wajar dilaluinya. Dan anehnya, like dan followernya sangat banyak, mungkin para netizen baru mendengar istilah tersebut.
Jadi seolah seru kalau rame rame berkomentar.

Sayangnya penulis status tidak menjelaskan secara detail bagaimana Temper Tantrum. Tulisan tersebut hanya singkat saja. Karena perlakuan temper tantrum ada tahapan yang harus di fahami. Dan harus benar-benar di mengerti oleh para orang tua. Jangan sampai mengambil kesimpulan yang sempit, yang akan membahayakan anak itu tersendiri.

Karena saat anak mengamuk, dan tidak di fahami orang tua. Dadanya terasa sakit, dan bisa menyerang gangguan pada Jantung dan Otaknya. ( ini secara medis ). Karena setiap anak memiliki kekebalan tubuh yang berbeda. Pun demikian, kehormatan diri anak juga merasa tercabik. Sungguh amat di sayangkan.

Dalam Islam, justru lebih detail lagi. Karena, melihat persoalan tidak sebatas urusan fisik tetapi juga urusan metafisik. Yang mana kemampuan setiap orang berbeda tingkatan pemahamannya. Artinya keterbatasan ilmiah masih pada tataran gejala fisik, belum menjangkau yang metafisika.

Dalam Oxford Dictionary, kata Temper dan Tantrum berasal dari bahasa Inggris yang berarti sebagai berikut :

1. Temper :
- fact becoming angry very easily
- short periode of feeling very angry
2. Tantrum : out burst of bad temper especially by a child.

Dalam beberapa literatur bisa saya simpulkan, makna Temper Tantrum sebagai berikut.
1. Letupan amarah anak di saat menunjukkan kemandirian dengan sikap negatifnya.
2. Ledakan emosi yang biasanya dikaitkan kepada anak atau orang dalam kesulitan emosional. Yang di tandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, pembangkangan, mengomel, marah-marah. Sebagai resistensi terhadap upaya untuk menenangkan. 

Dan dalam beberapa kasus kekerasan, kendali fisik bisa hilang. Anak atau orang tersebut mungkin tidak dapat diam. Dan bahkan jika tujuan dipenuhi sekalipun masih tidak bisa tenang.

Secara psikologis, biasanya secara umum, Temper Tantrum sebagai gejala yang di miliki pada anak usia balita. 2 sampai dengan 4 tahun. Tetapi menurut hemat saya, kejadian temper tantrum bisa menimpa anak usia sampai 10 tahun. Bahkan pada kasus tertentu bisa di miliki anak usia baligh/remaja. Tapi ini sangat jarang.

A. SEBAB TERJADINYA TEMPER TANTRUM

Anak, khususnya balita ketika sedang lepas kendali. Keadaan dirinya sedang kacau, bingung dan berantakan. Keinginannya harus dipenuhi saat itu juga. Karena anak balita tidak mengenal konsep "nanti". Sehingga tidak dapat menunda/menunggu pemenuhan atas keinginannya. Karena keinginannya tidak terpenuhi, ia merasa tidak puas dan frustasi.

B. HAL-HAL YANG MEMBUAT ANAK FRUSTASI

1. Tidak mendapatkan apa yang di inginkan.
2. Tidak mampu melakukan sendiri.
3. Menginginkan orang tua melakukan sesuatu yang bertentangan.
4. Tidak mengetahui apa yang di inginkannya.
5. Tidak mampu menjelaskan apa yang di inginkannya.
6. Tidak mampu mengendalikan sesautu.
7. Di salah fahami
8. Bosan
9. Lelah
10. Lapar
11. Sakit
12. Mencontoh tindakan orang tua/orang lain yang salah.

Dan ketika dalam kondisi tersebut di atas, mereka merasa terabaikan, maka mereka akan mengamuk.

C. TINDAKAN ORANG TUA MENGANTISIPASI DAN MENANGANI TEMPER TANTRUM

Berikut adalah tindakan secara umum, yang bisa dilakukan para orang tua. Tanpa membedakan agama ataupun keyakinan. Tindakan ini dalam Islam di sebut Al Fitrah. Artinya tindakan yang bisa di terima secara ilmiah, baik psikologi atupun bersifat fisik/logis.

Orang tua seharusnya harus memahami 3 fase dalam Temper Tantrum.
1. Fase sebelum terjadi amukan ( antisipasi )
2. Fase pada saat mengamuk
3. Fase sesudah mengamuk

Berikut penjelasan masing-masing fase. 

1. Tindakan orang tua, sebelum fase mengamuk.

- Harus mengenali emosi-emosi tersebut, misal biasanya kalau di ajak pergi suka kabur sendiri. Kalau di biarkan akan hilang, kalau di larang malah sengaja menghilang. Kalau di tegur , malah emosi di depan umum, melawan. Maka orang tua harus faham, bisa jadi dia suka tantangan, maka kalau pergi berilah kepercayaan dan tantangan yang dia suka. Misal biarkan dia berangkat dengan kendaraan terpisah, titipkan sopir angkot yang kita kenal. Agar sampai tujuan yang sama. Dan berbagai strategi yang jitu dari orang tua.

- Berikan contoh yang baik secara kontinyu dan konsisten, jika orang tua memberikan teladan yang baik, Insya'Allah anak juga akan merekam dan menjiplak dengan baik.

- Anak akan menyesuaikan perlakukan kita. Kalau orang tua lembut, mereka juga akan lembut. Kalau orang tua kasar, maka anak akan jauh lebih kasar. Begitu seterusnya. Istilah saya, orang tua harus memiliki Good Influence, ketika orang tua tenang akan lebih mudah berpengaruh baik pada anak. Jika orang tua panik dan emosional, maka anak juga akan ketularan emosi.

- Memberikan perhatian yang cukup pada anak, maka anak akan merasa puas, aman, dan tenteram dengan sendirinya. Kalau dari awal, orang tua tidak care, tentu saja akan banyak kekacauan hati dari anak-anak.

- Jika orang tua sudah tahu akan sibuk dan tidak mampu menghandel anak, bisa meminta bantuan "penjaga anak" ( hadimat/baby sitter) dengan baik.
- Membawa bekal yang cukup, termasuk buku yang menarik, atau permainan yang mereka sukai. Untuk menyibukkan mereka dengan hal positif.

2. Fase pada saat mengamuk
- Jangan hiraukan, diamkan saja, karena semakin di perhatikan, biasanya cenderung malah semakin menjadi.
- Memegangi anak dengan kuat tanpa mencederai, mendekap dan memeluk. Agar mereka merasa aman.
- Orang tua harus bersikap tegas, peduli dan positif.
- Mengalihkan perhatian anak
- Kalahkan dia dengan suara tegas

3. Fase setelah mengamuk
- Memeluk dan menciumnya
- Jelaskan bagaimana sebenarnya sesuatu yang benar dan baik itu, pada anak.
- Memberikan pemahaman yang mudah mereka terima, jangan membuat nasihat yang berat dan sulit
- Membertahu perilaku seperti apa yang kita inginkan. Agar kejadian tersebut, tidak terulang lagi.
- Memberikan aktifitas positif, seperti olahraga, seni, bermain bersama, kegiatan di alam terbuka, dll.
- Jelaskan dan ajarkan antara kebutuhan dan keinginan. Kalau kebutuhan harus di berikan, kalau keinginan tidak harus diberikan. Dan bisa di tunda.
- Berikan batasan-batasan khusus, mana yang boleh mana yang terlarang.
- Memberikan wawasan tentang banyaknya pilihan pilihan yang bisa mereka peroleh.
- Di ajarkan konsisten atau istiqomah.

D. DAMPAK TEMPER TANTRUM JIKA TIDAK DI TANGANI


1. Anak akan menggunakan senjata, bahwa amukan bisa membuatnya mendapatkan apa yang di inginkan.
2. Amukan akan bertambah hebat.
3. Mereka semakin pandai bersandiwara, bisa mengamuk di saat banyak orang.
4. Bisa berdampak bipolar ( berkepribadian ganda)
5. Anak semakin lihai memanfaatkan kesempatan untuk mengerjain orang tua/orang lain.

E. PANDANGAN ISLAM DALAM TEMPER TANTRUM

Dalam Al Qur'an surat Al Furqon ayat 74, yang artinya, "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami , isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai ^qurrota a'yun^ ( penyenang hati kami ) , dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa."

Orang yang bertaqwa di gambarkan oleh Allah dengan doa seperti itu. Meminta kepada Allah agar memiliki anak yang qurrota a'yun yaitu anak yang menyenangkan hati. Sedangkan akhir akhir ayat tersebut orientasi qurrota a'yun adalah orang-orang yang bertaqwa. Jadi, anak-anak yang qurrota a'yun adalah bekal menjadi anak yang bertaqwa.

Anak yang mengamuk, meskipun itu ada fasenya mengamuk secara ilmiah. Tetapi bisa di cegah, bisa di antisipasi. Seperti penjelasan pada fase sebelum mengamuk. Telebih hadits yang sering kita sebutkan, walaa taghdhob falakal jannah, "Jangan marah maka kamu akan masuk Surga". Artinya kemarahan pada siapapun bisa di kendalikan, dan bisa di hilangkan.

Kondisi, anak yang qurrota a'yun tidak mungkin kalau dia sering mengamuk. Atau tidak mungkin, kalau tidak punya kendali yang baik. Anak yang qurrota a'yun adalah anak-anak yang tenang yang menyenangkan hati, meskipun dia masih balita sekalipun. Sehat, lucu, suka tersenyum manis, manja, menggemaskan, dan sangat riang gembira.

Kunci utama, agar anak tidak mengalami Temper Tantrum tentunya, orang tua harus memberikan hak-haknya pada anak dengan baik. Kalau hak mereka kita abaikan tentu saja, mereka akan marah. Dan ini sebuah kedholiman orang tua. Bukan salah anaknya, lalu mencari pembenaran "Oh biarkan saja, dia mengamuk, nanti kan diam diam sendiri, ben ora numan, biar tidak manja, biar dia rasain, lagian memang dia masanya tantrum kok. Dia memang ada bakat tantrum kok. Sudah biarin saja. "
Nah.. pendapat seperti ini jelas salah.

Pasti ada hak yang belum kita berikan kepada mereka. Atau kewajiban kita sebagai orang tua belum kita lakukan.

Dalam urusan hak anak tersebut, sampai Rasulullah Muhammad bersabda di dalam Hadits riwayat Ashabussunnah, Imam Ahmad dan Ibnu Hibban dari Annu'man bin Basyir R.A. yang artinya, "Berbuat adil-lah di antara anak-anakmu, berbuat adil lah di antara anak-anakmu, berbuat adil lah di antara anak-anakmu.."

Dalam Al Quran surat Al Maidah di akhir ayat 8 di sebutkan, i'diluu huwa aqrobu littaqwa, yang artinya, "... Berbuat adil-lah karena adil itu lebih dekat kepada taqwa.."

Adil di sini bermakna kita benar-benar memberikan hak mereka dengan baik. Begitupun kita harus melakukan kewajiban dengan baik. Misal, kalau anak lapar tentu dia akan mengalami emosi yang buruk. Berapa banyak, orang tua asyik bermain gadget, anak-anaknya asyik bermain sampai lupa makan. Tiba-tiba saja anak menjadi demam, dan menangis berkepanjangan. Atau seorang ibu yang tidak kreatif, ketika anaknya tidak mau makan, ya sudah, mau bagaimana lagi. Ini jelas orang tua yang dholim. Yang merampas hak hak anak.

Atau adil bermakna memberikan hak anak sesuai porsinya secara proporsional. Tidak pilih kasih, hanya anak tertentu yang diperhatikan. Sedangkan ada anak yang di abaikan. Pasti dia akan protes dengan kemarahan.

Nah, seharusnya orang tua wajib faham tentang hak anak yang harus dipenuhi. Karena itu perintah Rasulullah Muhammad Sholallahu 'alaihi wassalam. Agar orang tua berbuat adil kepada anaknya. Bahkan sampai 3 x di sebut, artinya ini benar-benar emergency.

Dalam Islam, tangisan pada anak atau manusia sangat rentan dengan gangguan Jin atau Syaithan. Jadi harus benar-benar di bedakan, menangisnya itu karena postif atau karena gangguan. Hal ini sebagai orang tua juga harus peka.

Seperti halnya, sebuah hadits yang di riwayatkan Abu Hurairah. Abu Hurairah berkata, saya mendengar Rasulullah bersabda, "Tiada seorangpun dari anak keturunan Adam yang baru di lahirkan, kecuali syaithan menyentuhnya ketika ia dilahirkan. Sehingga dia menangis karena sentuhan Syaithan itu. Kecuali Maryam dan Putranya" . Kemudian Abu Hurairah berkata, "Jika kalian tidak keberatan bacalah firmanNya,"Wa inni u'iidzuha bika wadzurriyatahaa minasyaithonirrojiim" ( Al Quran surat Ali Imran ayat 36 ) yang artinya, "Dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya (pemeliharaan) Engkau daripada syeithan yang terkutuk."

Ibnu Abbas R.A. berkata, "Setiap bayi yang lahir pasti menangis, kecuali Isa Putra Maryam. Bayi itu menangis, karena perutnya diperas oleh Syaithan sehingga si bayi menjerit. Dengan demikian azan yang di serukan di telinga sang bayi akan menjadi pukulan balasan terhadap syaithan yang selalu berupaya dengan sekuat tenanganya untuk merusak keturunan Adam dan menghancurkan generasinya."

Sebagai seorang muslim yang beriman kepada Allah dan RasulNya, apa iya kita tidak mau percaya dengan perkataan Rasulullah dan Shahabat Rodhiyallahu anhum ?

Tentu saja, dalam pembahasan ilmiah tidak akan mungkin menjangkau membahas sesuatu di luar sebatas pengamatan manusia semata. Sedangkan Islam sebagai Agama Langit, akan memberikan informasi kepada kita segala sesuatu yang tidak kita ketahui. Dan kita wajib mengimaninya. Karena kita yang butuh tata cara agar mampu menyelamatakan kita dan keluarga kita agar lolos hingga yaumil hisab. Dan itu di awali dengan anak-anak yang qurrota a'yun, yang selalu riang gembira, bukan anak-anak yang temperamental. Dan ini , kita sebagai muslim wajib mewaspadainya.

Ada cara-cara yang belum di lakukan secara ilmiah, tetapi mujarab menghilangkan tantrum. Contoh kasus, anaknya adik saya, si Allam waktu itu masih balita sekitar 5 tahun kurang. Tiba-tiba bangun tidur, dan marah-marah, teriak teriak, menangis menjerit-jeit tidak karuan. Adik dan ibu saya bingung, karena di diamkan dengan berbagai cara tidak mempan. Sudah tidak bisa di ajak komunikasi secara normal seperti biasanya. Dia minta lemari yang barusan kami pindahkan tempat, dia menyuruh mengembalikan ke tempat semula. "Balekno nggone.. balekno nggone.. " dengan histeris teriak teriak. Padahal bangun tidur, tidak ada masalah. Semua orang kebingungan maksudnya apa itu ? Lalu ibu saya teringat kalau assidr bisa mengusir gangguan Jin / Syaithan dalam tubuh manusia. Segera ibu mengambil Heaven Assidr, serbuk daun assidr yang di sunnahkan untuk mengusir gangguan Jin dan mensucikan badan. Kemudian, ibu balurkan assidr yang sudah di campur air, dan di baurkan ke seluruh badan si Allam. Subhaanallah dalam hitungan menit, Allam langsung terdiam dan kembali normal. Dia sudah bisa tersenyum dan melakukan aktifitas seperti biasanya. Sungguh aneh bukan ? Tapi begitulah faktanya..

Allah dan RasulNya menginginkan segala sesuatu terjadi dengan baik terhindar dari segala gangguan Syaithan. Begitupun pada seorang anak. Anak-anak yang dalam pengasuhan secara Islami dan di tangani oleh orang tua yang berilmu, berhati lapang, tenang, dan senantiasa setulus hati mengasihi anak-nya. Mereka akan menjadi anak-anak yang benar-benar qurrota a'yun. Bukan sekedar isapan jempol semata.

Saya meliliki seorang teman ummahat yang sholihah, suaminya laki-laki yang sholih. Beliau memiliki 11 anak. Subhaanallah, anaknya kecil kecil mungil. Usianya hampir selisih sedikit sedikit. Kalau ke rumah saya, anaknya yang kecil kecil, tidak pernah "nakal". Tidak pernah "rewel". Tidak pernah "berebut". Alhamdulillah anak-anak beliau sudah 6 anak yang sudah hafidz Quran. Inilah bukti bahwa qurrota a'yun itu memang ada dan benar. Beliau adalah keluarga yang berusaha memahami dan mengamalkan Islam beserta sunnahnya dengan baik. Dari cara mereka berkehidupan, itu sudah modal besar untuk terhindar dari Temper Tantrum.

Jadi, kesimpulannya Temper Tantrum dalam Islam adalah :

1. Ledakan Kemarahan akan ada pada anak, jika orang tua tidak memberikan hak-haknya dengan baik. Orang tua wajib melakukan kewajiban sebaik-baiknya menjadi orang tua.
2. Akhlaqul Karimah serta kedekatan orang tua kepada Allah akan berimplementasi positif pada anak. Dan pasti hal tersebut akan meminimalisir emosi atau tantrum.
3. Melakukan sunnah-sunnah Rasulullah, akan menghindarkan hal hal buruk, yang tidak bisa kita ketahui secara kasat mata. ( ghaib )
4. Untuk menjadikan Qurrota A'yun pada anak di butuhkan ilmu pengetahuan yang mumpuni. Selagi Ilmu Pengetahuan tersebut yang bertujuan baik, dan tidak melanggar syariat, dan itu bagian dari Al Fitrah manusia, maka kita bisa menerimanya dan kita terapkan sebagai bahan antisipatif pada Temper Tantrum.

Semoga manfaat..
Allahu A'lam bishowwab..



Seluruh siswa kelas VI SDIT Bina Amal, Sabtu (23/9/17) melangsungkan kegiatan puncak tema "Aku Bisa" di kawasan kampus SMPIT Bina Amal.

Kegiatan yang dilangsungkan sejak pukul 08.00 WIB s.d 13.00 WIB ini diawali dengan demo expo penampilan beberapa ekstrakulikuler dan ta'aruf terhadap lingkungan SMPIT Bina Amal.

Puncak dari kegiatan ini adalah outbound yang tentunya paling ditunggu tunggu oleh seluruh siswa kelas VI. Berbagai permainan outbound yang dilakukan bertujuan untuk melatih daya juang dan semangat siswa kelas VI salah satunya saat akan menghadapi Ujian Sekolah.

Selain itu, seluruh siswa SDIT Bina Amal juga berkesempatan bertemu dan menjalin ukhuwah dengan saudara mereka, siswa kelas VI SDIT Bina Amal 02 Semarang yang juga melangsungkan kegiatan puncak tema di kawasan kampus SMPIT.

Seluruh siswa terlihat sangat antusias mengikuti berbagai agenda puncak tema terlebih saat digabung dengan SDIT Bina Amal 02 meskipun terik matahari seakan membakar tubuh.

Di akhir acara, seluruh siswa bekerja sama untuk menaklukkan permainan terakhir yang berisi pesan dan komitmen yang akan mereka lakukan selepas kegiatan ini usai.

Qiyamul Lail bersama

Menyambut Tahun Baru 1439 H, SMP IT Bina Amal mengadakan Malam Bina Iman dan Taqwa bagi siswa putra dan Khataman Qur'an bagi siswa putri. Mabit siswa putra dilaksanakan di Masjid Istiqomah, 20-21 September 2017 dan Khataman Qur'an siswa putri diadakan di Masjid SMP IT Bina Amal.

Siswa putra kelas 7, 8 dan 9 berangkat pukul 17.00 dari sekolah menuju ke Masjid Istiqomah Ungaran. Kegiatan Mabit siswa putra meliputi Tilawah Al-Qur'an, Taujih Muharam dan Qiyamul Lail. Selepas acara Mabit sebelum kembali ke asrama. Siswa melakukan olahraga yang merupakan sunah Rasul yaitu berenang.

Berbeda dengan siswa putra, siswi putri melakukan kegiatan Khataman Quran di Masjid SMP IT Bina Amal. Pada hari berikutnya, pagi hari dilakukan kegiatan Senam Pagi dilanjutkan dengan Taujih Muharam.

Rangkaian kegiatan muharam tahun ini mengambil tema " Muharram Moment untuk Menjadi Pribadi yang lebih baik".(Mustakim, Humas SMP IT Bina Amal)



Semarang- Di saat para jama'ah Haji dari Indonesia sudah selesai melaksanakan rangkaian ibadah hajinya di tanah suci Mekah dan  mulai kembali ke tanah air,  Sejumlah 530 calon Jemaah Haji asal Kota Semarang justru baru diberangkatkan dari  Sekolah Islam Terpadu Bina Amal.

530 calon Jamaah Haji dari Kota Semarang yang baru melaksanakan haji pada hari ini adalah mereka yang mengikuti kegiatan manasik Haji pada hari ini Sabtu, 23/09/17. Kegiatan manasik haji dilaksanakan di lingkungan Sekolah Islam Terpadu Bina Amal, Jl. Kyai Saleh No.8, Kota Semarang.

530  jamaah Manasik haji ini berasal dari 5 sekolah, yakni KBIT/TKIT Bina Amal, TKIT Bina Amal 02, TKIT Mutiara Ibunda, dan TKIT Al Asror.

Sebagaimana layaknya jama'ah haji, para peserta manasik haji memulai kegiatan manasiknya -di Sekolah yang telah di setting sebagai miniatur tempat-tempat melaksanakan haji- dari Indonesia menuju bandara King Abdul Aziz, dilanjutkan sholat sunnah di Masjid Namiroh, menuju padang Arafah untuk melakukan wukuf di Arofah, kemudian berangkat ke Mina dan mabit disana dilanjutkan perjalanan ke Musdhalifah untuk mengambil 9 batu untuk melaksanakan lempar Jumroh Ula, Wustho, Aqobah masing-masing 3 batu. Setelah itu dilanjutkan melaksanakan Thawaf di Baitullah, minum Zam-Zam, Sai, dan terakhir Tahalul.

Menurut Ketua Panitia Gelar Manasik Haji Bina Amal, Ibu Sakdiyah gelar manasik haji ini merupakan kegiatan rutin tahunan yg dilaksanakan setahun sekali setiap bulan Dzulhijjah dalam musim haji.

" Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pembelajaran secara nyata kepada anak-anak bagaimana prosesi haji yg merupakan rukun islam ke 5, juga untuk menumbuhkan kecintaan dan keinginan yg kuat untuk melaksanakan ibadah haji, mempererat persaudaraan ukhuwah islamiyah dan mengambil karakter ketaatan dari keluarga Nabi Ibrahim 'Alaihissalam", tutur Sakdiyah.

" Agar kesannya lebih riil, kami buat semua miniatur tempat haji, termasuk miniatur ka'bah beserta kelengkapannya", terang Sakdiyah yang juga merupakan kepala sekolah TKIT Bina Amal Semarang.



Apa itu generasi “HOME SERVICE?” Generasi “HOME SERVICE” adalah generasi yang selalu minta dilayani. Ini terjadi pada anak-anak yang hidupnya selalu dilayani oleh orangtuanya atau orang yang membantunya. Mulai dari lahir mereka sudah diurus oleh pembantu, atau yang punya kekayaan berlebih diasuh oleh Babysitter yang setiap 24 jam siap di samping sang anak. Kemana-mana anak diikuti oleh babysitter. Bahkan sampai umur 9 tahun saja ada Babysitter yang masih mengurus keperluan si anak karena orangtuanya sibuk bekerja. Anak tidak dibiarkan mencari solusi sendiri. Contoh kecil saja, membuka bungkus permen yang akan dimakan anak. Karena terbiasa ada babysitter atau ART, anak dengan mudahnya menyuruh mereka membukakan bungkusnya. Tidak mau bersusah payah berusaha lebih dulu atau mencari gunting misalnya.

Contoh lain memakai kaus kaki dan sepatu. Karena tak sabar melihat anak mencoba memakai sepatunya sendiri maka orang dewasa yang di sekitarnya buru-buku memakaikan kepada anak. Saat anak sudah bisa makan sendiri, orangtua juga seringkali masih menyuapi karena berpikir jika tidak disuapi makannya akan lama dan malah tidak dimakan. Padahal jika anak dibiarkan tidak makan, maka anak tidak akan pernah merasa apa namanya lapar.

Dan saat lapar datang seorang anak secara otomatis akan memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Bagaimana dia akan belajar makan sendiri jika dia tidak pernah merasakan apa itu namanya lapar? Bagaimana dia akan belajar membuat minuman sendiri jika dengan hanya memanggil ART atau babysitter atau orangtuanya saja minuman itu akan datang sendiri kepadanya.

Saya mengutip perkataan seorang Psikolog dari Stanford University, Carol Dweck, beliau menulis temuan dari eksperimennya dalam buku The New Psychology of Success, ,

“Hadiah terpenting dan terindah dari orangtua pada anak-anaknya adalah tantangan”. Tapi beranikah semua orangtua memberikan hadiah itu pada anak? Faktanya saat ini banyak orangtua yang ingin segera menyelesaikan dan mengambil alih masalah anak, bukan memberikan tantangan. Saat anak bertengkar dengan temannya karena berebut mainan, orangtua malah memarahi teman anaknya itu dan membela sang anak. Ada pula yang langsung membawanya pulang dan bilang, ”udah nanti Ibu belikan mainan seperti itu yang lebih bagus dari yang punya temanmu..gak usah nangis”.

Padahal Ibu tersebut bisa mengatakan, “Oh kamu ingin mainan seperti yang punya temanmu ya? Gak usah merebutnya sayang… kita nabung dulu ya nanti kalau uangnya sudah cukup kita akan sama-sama ke toko mainan membeli mainan yang seperti itu”. Kira-kira bagaimana jika Ibu mengatakan demikian? Ada tantangan yang diberikan pada anak bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang dia ianginkan maka dia harus berusaha untuk menabung dulu. Tidak lantas mengambil alih bahwa everything oke…ada Ibu dan ayah disini yang akan mengatasi segala masalahmu nak.

Dalam keseharian Generasi “HOME SERVICE “ semua pekerjaan rumah tangga tak pernah melibatkan anak. Saat anak membuat kamarnya berantakan langsung memanggil asisten untuk segera merapihkan kembali. Anak menumpahkan air di lantai, di lap sendiri oleh Ibunya. Anak membuang sampah sembarangan, dibiarkan saja menunggu ART menyapu nanti. Dalam hal belajar saat anak sulit belajar, orangtua telpon guru les untuk privat di rumah. Dalam hal bersosialisasi saat anaknya nabrak orang sampai mati di jalan karena harusnya belum punya SIM malah sudah bawa kendaraan sendiri. Orangtuanya langsung menyuap polisi agar anaknya tidak diperkarakan dan dipenjarakan. Beres kan…hidup ini tidak susah nak…selama orangtuamu ada di sampingmu. Iya kalau orangtuanya kaya terus…iya kalau orangtuanya hidup terus…semua kan tak pernah bisa kita duga.

Generasi inilah yang nantinya akan melahirkan orang dewasa yang tidak bertanggungjawab. Badannya dewasa tapi pikirannya selalu anak-anak, karena tak pernah bisa memutuskan sesuatu yang terbaik buat dirinya. Mau gimana lagi? Memang dididiknya begitu…Sekolah yang carikan orangtua. Jodoh yang carikan orangtua. Rumah yang belikan orangtua, Kendaraan yang belikan juga orangtua. Giliran punya cucu yang mengasuh dan jadi pembantu di rumahnya juga ya si orangtuanya. Kasian banget ya…sudah modalin banyak ternyata orangtua tipe begini hanya akan berakhir jadi kacung di rumah anaknya sendiri. Maaf kalau saya menggunakan istilah ‘kacung” karena saya betul-betul prihatin kepada orangtua yang terlalu menjadi pelindung bagi anaknya, bahkan nanti buat cucunya juga. Kapan bisa mandirinya tuh anak.

Sahabat Nabi Ali Bin ABi Thalib RA sudah memberikan panduan dalam mendidik anak : “Ajaklah anak bermain pada tujuh tahun pertama, disiplinkanlah anak pada tujuh tahun kedua dan bersahabatlah pada anak usia tujuh tahun ketiga.” Jadi anak umur 7 tahun ke bawah memang dididik sambil bermain. Berikan tanggungjawab pada mereka meski masih harus didampingi seperti misalnya mandi sendiri, membereskan mainan, makan sendiri, membuang sampah dll. Untuk anak usia 7 sd 14 tahun mulailah mendisiplinkannya. Misalnya menyuruhnya shalat tepat waktu, belajar berpuasa, mengerjakan PR sepulang sekolah, menyiapkan buku untuk esok pagi, membantu mencuci piring yang kotor, menyapu halaman rumah dll. Apabila anak umur 7 sd 14 tahun itu tidak melakukan kewajibannya maka perlu diingatkan agar dia menjadi terbiasa dan disiplin.

Untuk anak usia 14 sd 21 tahun maka orangtua harusnya bisa bersikap sebagai sahabat atau teman akrab. Orang tua perlu menolong anak untuk belajar bagaimana menggunakan waktunya, dan mengajari anak tentang skala prioritas. Dalam hal ini terkadang orangtua sering merasa kasihan. Karena semakin besar usia anak, maka semakin sibuk dia dengan kegiatan akademiknya. Anak ikut les ini dan itu, kegiatan ekstrakulikuler yang menyita waktu, kerja kelompok dll. Merasa anaknya tidak punya waktu, lalu orang tua, membebaskan anak dari pekerjaan rumah tangga. Padahal skill yang terpenting dalam kehidupan itu bukan hanya dari sisi akademik saja tapi bagaimana dia menghadapi rutinitas yang ada dengan segala keterbatasan waktunya.

Anda yang sudah menjadi orangtua pasti merasakan bagaimana seorang Ibu harus membagi waktunya yang hanya 24 jam itu untuk bisa mengelola sebuah rumah tangga. Pekerjaan yang tiada habisnya. Pekerjaan mencuci baju, menyetrika, membereskan rumah mungkin bisa minta orang lain melakukannya. Memasak juga bisa membeli yang sudah jadi, tapi jam mengasuh anak tidak ada habisnya bukan? Apalagi jika di rumah tidak ada asisten karena sekarang ART semakin langka, jika pun ada gajinya minta selangit. Belum lagi banyak ketidakcocokkan. Udah bayar mahal, ngeyel, minta banyak libur, gak rapih juga kerjanya. Bikin emosi jiwa saja ya ? He..he…he…

Karena itu sebelum anda menjadi depresi sendirian, maka libatkanlah anak anak dalam pekerjaan rumah tangga. Saya pernah membaca sebuah artikel yang meliput tentang sebuah keluarga di Indonesia yang punya 11 anak tanpa ART dan sering traveling ke luar negeri. Manajemen keluarganya TOP banget deh, dan kuncinya mereka melibatkan semua anaknya untuk ambil bagian dalam berbagai pekerjaan rumah tangga. Ada yang bertugas sebagai koki, menyetrika, mencuci, mengepel dll. Kompak banget deh. Asyik kan bisa memberdayakan sebuah keluarga seperti itu. Tidak ada yang meminta dilayani. Semua punya tugas dan tanggungjawab sendiri-sendiri. Saya yakin ke 11 anak mereka kelak akan menjadi orang dewasa yang bertanggungjawab, sukses dan mandiri.

Oh ya selain melibatkan anak-anak , faktor terpenting dalam meniadakan GENERASI “HOME SERVICE “ adalah peran ayah dalam mengerjakan perkerjaan rumah tangga. Di Indonesia masih banyak suami yang tidak mau terlibat dalam pekerjaan rumah tangga. Seakan-akan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci, menyetrika, mengepel dll itu adalah aib buat seorang suami. Padahal menurut hasil penelitian, keikutsertaan para suami atau ayah dalam pekerjaan rumah tangga, berpengaruh positif terhadap keutuhan dan keharmonisan keluarga loh. Berbagi pekerjaan dalam rumah tangga antara suami dan istri tidaklah perlu dibuat jobdesknya secara tertulis, tetapi buatlah semuanya sesuai dengan kesempatan yang mereka punya. Karena jika dibuat jobdesk bisa membuat pertengkaran apabila salah satu ada yang abai menyelesaikan pekerjaannya dan yang lain tidak mau mengerjakan karena merasa itu bukan tugasnya. Ayah yang menjadi contoh mengerjakan pekerjaan rumah tangga juga akan menjadi teladan langsung bagi anak laki-lakinya bahwa pekerjaan rumah tangga itu tak mengapa dilakukan seorang laki-laki.

Peran serta ayah dalam membantu pekerjaan rumah tangga ternyata berdampak positif pada hubungan antara anak dengan ayahnya. Rata-rata ayah yang terbiasa melakukan perkerjaan rumah tangga terbukti sangat dekat dengan anaknya. Jika antara ayah dan anak sudah dekat maka hubungan suami dan istri pun akan semakin harmonis. Pengalaman pribadi nih, suami saya suka sekali membacakan buku buat anak kami sebelum tidur. Itu membuat kedekatan emosi diantara keduanya terjalin sangat dalam. Anak saya tak pernah berhenti memuja ayahnya. Ternyata hal itu membuat saya makin mencintai suami karena dia memang sosok yang baik, apalagi dia juga memang tidak segan membantu pekerjaan rumah tanpa saya memintanya. Buat saya, suami yang mau melakukan pekerjaan rumah tangga itu lebih macho dan ganteng dari actor sekaliber Brad Pitt atau Jason Statham dari Holywood. Betul gak??

Jadi sudah siapkah keluarga anda meniadakan GENERASI “HOME SERVICE?” Yuk kita sama sama mulai dari sekarang demi kebaikan dan masa depan anak-anak kelak.

Silahkan share ya ayah & ibu. Semoga bermanfaat

(Inspirasi Kehidupan)

Kontingen SMPIT Bina Amal

Alhamdulillah, kembali siswa-siswi SMP IT Bina Amal berhasil menorehkan prestasi dalam ajang perlombaan MAPSI di SMP N 14 Semarang 19 September 2017. Sebuah lomba Mata Pelajaran dan Seni Islam yang diperuntukan bagi siswa-siswi tingkat SMP/ MTs sederajat se – kota Semarang.

Empat Piala berhasil dibawa pulang delegasi SMP IT Bina Amal. Tubagus kelas 9 juara 2 Tahfidz kelompok Putra. .Alizza Afra kelas 9 juara pidato kelompok putri. Mufid Faqihudin kelas 9 juara 2 kaligrafi kelompok putra. Shalsa shabira kelas 8 juara 3 tartil kelompok putri.

Kepala sekolah bapak Eko Suryanto, S.Pd mengatakan, “Delegasi SMP IT Bina Amal pada tahun ini telah memberikan usahanya yang terbaik, dan Alhamdulillah mendapatkan hasil yang terbaik pula, dengan izin Allah”. Beliau juga menuturkan bahwa hasil ini tak lepas dari kerja keras dan doa para delegasi dan pelatih lomba.

Semoga siswa-siswi SMPIT Bina Amal bisa terus bersemangat untuk terus berprestasi dan menadi generasi mandiri berkarakter robbani. Amiin..



Kemajuan teknologi telah mempermudah manusia dalam menyelesaikan pekerjaannya. Saat ini teknologi menjadi sumber kekuatan utama. Penguasaan teknologi, pengetahuan dan informasi menjadi tuntutan yang perlu dikuasai, karena menjadi salah satu tolak ukur kemajuan sebuah Negara.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ibarat mata pisau, artinya dapat memberikan manfaat bagi penggunanya jika digunakan secara positif atau sebaliknya dapat merugikan penggunanya bahkan orang lain jika digunakan untuk hal-hal negatif. Untuk itu pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus dibarengi kedewasaan dan kesadaran penggunanya agar dapat digunakan untuk kemanfaatan orang banyak sebagaimana diatur dalam UUD 1945 tentang pendidikan dan kebudayaan pasal 31 ayat 5..

Dalam ranah pendidikan di Indonesia, perkembangan teknologi dapat dibuktikan dari banyaknya jumlah siswa yang menggunakan gawai dengan dilengkapi fitur-fitur dan berbagai macam aplikasi yang canggih. Saat ini, para siswa hampir tidak bisa lepas dari teknologi berbasis aplikasi. Aplikasi seperti facebook, whats up dan instagram adalah contoh aplikasi yang sering menghiasi gawai para siswa. Jika tidak diawasi dan tidak dimanfaatkan dengan baik, aplikasi ini dapat menjadi media yang berbahaya dan dapat menjadi sarana untuk menebar fitnah, kebencian dan menjadi sarana pemecah belah kerukunan bangsa seperti kasus Saracen. Namun sebaliknya jika aplikasi ini digunakan dengan bijak dan positif, tentunya aplikasi-aplikasi ini dapat menjadi wahana tukar informasi, silaturahmi dan pemersatu bangsa.

Pembelajaran via Instagram

Ketika teknologi informasi sedang berkembang pesat, maka yang semestinya dilakukan oleh para guru adalah memanfaatkannya untuk membantu tercapainya hasil pembelajaran. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran merupakan salah satu upaya guru untuk mengarahkan para siswa agar dapat beradaptasi dengan zamannya. Pemanfaatan yang dimaksudkan disini bukan hanya sebagai media pembelajaran langsung di dalam kelas, namun bisa juga sebagai media untuk memfasilitasi para siswa agar semangat dalam belajar. Oleh karena itu diharapkan para guru dapat berpartisipasi aktif di media sosial dengan memanfaatkannya sebagai sarana untuk mempermudah para siswa menerima informasi maupun pelajaran yang diberikan.

Pemanfaatan media sosial dalam dunia pendidikan dapat dilakukan dengan berbagai metode, misalnya seorang guru aktif di media sosial instagram. Lewat aplikasi ini, guru dapat memberikan tugas kapanpun lewat aplikasi ini, Syaratnya tentu ada smartpone, koneksi wifi atau internet dan masing-masing siswa mempunyai instagram gurunya. Dengan fitur siaran langsung instagram, guru dapat memulai pembelajarannya dengan terlebih dulu siswa yang sudah online absensi lewat kolom komentar, pada kolom ini siswa dapat juga bertanya mengenai hal yang belum difahami. Adapun pertanyaan dari siswa dapat langsung dijawab guru secara online. Dengan adanya siaran langsung ini, guru dapat mengajar materi di beberapa kelas dalam satu waktu, sangat efektif, menyenangkan dan efisien. Guru juga dapat memberikan tutorial mengerjakan soal matematika, sains bahkan agama lewat video hasil kerjasama guru dan siswa yang kemudian di upload ke instagram, serta dapat memberikan tugas kelompok dengan mengunggah berbagai soal lewat fitur gambar atau foto.

Saat ini memang kebanyakan siswa hanya memanfaatkan instagram untuk menunjukkan ke eksisan dirinya dengan upload foto liburan dan selfie, namun ternyata lewat teknologi berbasis aplikasi ini, bisa pula digunakan sebagai media pembelajaran siswa, sebagai alternatif ketika siswa merasakan kejenuhan saat belajar di kelas.

*Nur Chahyadi, SPd.I.,M.S.I








Sudahkah Ummat Islam mendengar nama Khalifah Mu'tashim? Kisah heroik Al-Mu’tashim dicatat dalam kitab al-Kamil fi al-Tarikh karya Ibn Al-Athir.

Peristiwa sejarah ini terjadi pada tahun 223 Hijriyyah, juga disebut sebagai Hari Penaklukan kota Ammuriah.

Kisahnya, Seorang muslimah meminta pertolongan dan menyebut nama khalifah Mu'tashim. Wanita tersebut diganggu dan dilecehkan oleh orang-orang Romawi.

Wanita itu lalu berteriak memanggil nama Khalifah Al-Mu’tashim Billah: “Waa Mu’tashimaah!” (di mana engkau wahai Mu'tashim…!)

Laporan pelecehan ini sampai kepada sang Khalifah. Mu'tashim pun menurunkan puluhan ribu pasukan untuk menyerbu kota Ammuriah, sebuah Kota jajahan Romawi.

Diriwayatkan bahwa panjang barisan tentara ini tidak putus dari gerbang istana khalifah di Baghdad hingga kota Ammuriah.

Bulan April, 833 Masehi, kota Ammuriah dikepung oleh tentara Muslim selama kurang lebih lima bulan hingga akhirnya takluk di tangan Khalifah al-Mu’tashim pada tanggal 13 Agustus 833 Masehi.

Sebanyak 30.000 prajurit Romawi terbunuh dan 30.000 lainnya ditawan. Pembelaan kepada Muslimah ini sekaligus pembebasan Ammuriah dari jajahan Romawi.

Setelah menduduki kota tersebut, khalifah memanggil sang pelapor untuk ditunjukkan dimana rumah wanita tersebut.

Saat berjumpa dengannya, Khalifah mengucapkan: “Wahai saudariku, apakah aku telah memenuhi seruanmu atasku?”

Sekarang, dimanakan al-Mu’tasim di zaman ini yang melindungi darah dan kehormatan kaum muslimin?

Sekarang kisah pilu umat Islam terjadi di Myanmar. Sebanyak 3000 orang muslim Rohingya dibantai hanya dalam waktu 3 hari. Dan ratusan ribu terusir dari tanah air yang sudah mereka tinggali sejak abad 8. Bahkan Rohingya pernah memiliki Kerajaan sendiri yang berdiri pada abad ke 17 Masehi.

Masyarakat Rohingya mengalami genosida sejak tahun 1965. Saat kewarganegaraan mereka tidak diakui oleh pemerintah Myanmar.

Myanmar adalah negara kecil. Penduduknya hanya 50 juta. Miskin dan terbelakang. Bukan negara super power seperti Romawi di masa Khalifah Muthasim Billah.

Wahai Pemimpin kaum muslimin, dimana kalian?


Alhamdulillah, siswa-siswi SDIT Bina Amal  berhasil menjuarai lomba MAPSI (Mata Pelajaran dan Seni Islami) Tahap II , Sabtu 16 September 2017 dan berhasil menjadi juara umum. Barokalloh kepada sang juara, pelatih, orang tua wali murid dan seluruh tim yang saling bekerjasama.

Berikut Daftar Juara Lomba MAPSI (Mata Pelajaran dan Seni Islami) Tingkat Kec. Semarang Selatan, Sabtu 9 dan 16 September 2017 :

LOMBA ADZAN
Juara 2 Putra : Hannan Taqiyyul Islam (5 Ubay)

LOMBA TIK Islami
Juara 1 Putra : Gazia Rifa N (6 Ali)
Juara 3 Putra : Hariri Siraj Rabbani (5 Zaid)
Juara 1 Putri : Azka Naurah H. (5 Ubay)
Juara 3 Putri : Nailah Putri A (6 Ustman)

LOMBA KEWIRAUSAHAAN
Juara 2 Putri : Karima Nihayatuzzain (5 Zaid)

LOMBA PRAKTIK PAI 
Juara 1 Putri : I Gusti Ayesha Safa Gayatri ( 5 Ubay)

LOMBA CERDAS CERMAT ISLAMI 
Juara 2 : Mumtazah Nugroho Putri (4 Ibnu) dan Habibi Siraj Rabbani (5 Ubay)
Juara 3 : Hafidza Nadira (5 Ubay) dan Hajid Abdillah Anwar (4 Ibnu)

LOMBA CERITA ISLAMI 
Juara 1 Putra : Luthfi Shabran R. (6 Ustman)
Juara 2 Putra : Siraj Aryanuha Mumtaz (6 Ali)
Juara 1 Putri : Laura Salima R (5 Zaid)
Juara 2 Putri : Tazakka Zahira R (5 Hudzaifah)

LOMBA MTQ DAN HIFDZIL  
Juara 1 Putra : M. Hanif Al Hakim (5 Zaid)
Juara 2 Putri : Syifa Rufaida R. (3 Abu)

LOMBA KHITOBAH 
Juara 1 Putra : Gian Falah Abyan (5 Zaid)
Juara 2 Putra : M.Itqon Al Fatih (4 Abdulloh)
Juara 3 Putra : Farros Kasyful Adhim (5 Zaid)

Selanjutnya para juara 1 tiap mata lomba akan berjuang kembali ke Lomba MAPSI tingkat Kota Semarang. 7 siswa Juara 1 akan mewakili Kec. Semarang Selatan ke Lomba MAPSI Kota pada akhir bulan September ini :

1. Gazia Rifa N (6 Ali)
2. Azka Naurah H. (5 Ubay)
3. I Gusti Ayesha Safa Gayatri ( 5 Ubay)
4. Luthfi Shabran R. (6 Ustman)
5. Laura Salima R (5 Zaid)
6. M. Hanif Al Hakim (5 Zaid)
7. Gian Falah Abyan (5 Zaid)

Mohon doa dari bapak dan ibu semua semoga kontingen SDIT Bina Amal yang mewakili kecamatan Semarang Selatan diberi kemudahan, kelancaran, kesehatan, kekuatan dan hasil terbaik sampai tingkat provinsi. Aamiiiin.

#humassditbinaamal
#humasbinaamal

Semarang, Tim Basket Putra SMPIT Bina Amal bertanding di final Pekan Olahraga Smanda 2017 cabang basket menghadapi SMPN 3 Semarang (9/12). Sebelum masuk ke babak final,  Bina Amal berhasil membekuk SMPN 14 Semarang, SMPN 12 Semarang, dan SMPN 9 Semarang

Final sore ini berlangsung sangat sengit. SMPN 3 Semarang memboyong suporter dengan jumlah banyak dan meriah, Bina Amal juga  memboyong 1 mobil suporter untuk mendukung teman-temannya yang berlaga.

Akhir Quarter 1, perolehan skor sangat tipis 12-9 untuk keunggulan Bina Amal. Kepala Sekolah SMPIT Bina Amal,  Bapak Eko Suryanto turut menjadi suporter pada pertandingan final sore ini. Dengan perjuangan yang seru dan  menegangkan, Akhirnya SMPIT Bima Amal berhasil mengalahkan SMPN 3 Semarang dengan skor akhir 29-15. "Dengan kemenangan ini,  Bina Amal telah menjuarai event ini 3 kali berturut-turut", tutur Bu Tiara,  selaku Waka Kesiswaan yang turut menyaksikan pertandingan.

Alhamdulillah, SDIT Bina Amal berhasil meraih peringkat pertama penghargaan dari Telkomsel untuk Program Internet Baik.

Peringkat pertama dari 4 besar nominasi. Mengalahkan SD Terang Bangsa,SD Sampangan,SD Pleburan 04.

Menurut Eka Mulyanto, Kepala Sekolah SDIT Bina Amal, Penghargaan ini merupakan partisipasi dari semua pihak. Untuk itu kami sampaikan terimakasih kepada seluruh keluarga besar Bina Amal, orangtua, guru dan pegawai.

Di era digital saat ini, semua bisa diakses lewat HP. Entah itu informasi yang baik maupun yang buruk.

Kami berharap  para orang tua dapat melakukan pengawasan terhadap anaknya, dan siswanya bagi para guru. Sehingga secara personal, mereka bisa memproteksi penggunaan internet negatif. Selain itu orang tua atau guru bisa mengarahkan anak siswanya untuk mengakses ke internet yang positif.

Barokallah SDIT Bina Amal dan terima kasih atas partisipasi aktif seluruh guru,pegawai dan orang tua siswa. Semoga semakin bisa mendidik anak untuk menjadi pribadi yang mandiri berkarakter Robbani.

Aksi Teatrikal SMIT Bina Amal

OSIS SMP IT-SMA IT Bina Amal menggelar aksi solidaritas Rohingya, Jum'at (8/9/2017).
Ratusan siswa memadati lapangan sekolah berkumpul mengikuti aksi tersebut. Terlihat mereka membawa poster yang berisi keprihatinan terhadap terhadap Muslim Rohingya yang menjadi korban kekerasan di Myanmar. Sejumlah siswa melakukan orasi yang membakar semangat peserta aksi. Selain orasi siswa juga menampilkan aksi teatrikal yang memilukan hati..menggugah keprihatinan dan kepedulian untuk mengulurkan tangan memberi bantuan dan dukungan moril terhadap muslim rohingnya.

Kepala SMAIT Bina Amal, Setyawan, menyatakan, "Sebagai muslim yang memiliki keyakinan, kita harus menunjukkan keberpihakan kita sekecil apapun bentuk dukungan kepada saudara sesama muslim. Sebagaimana seekor semut menyiramkan air pada api yang membakar Nabi Ibrahim AS."

Sebagaimana diketahui tercatat hampir 40 ribu warga Muslim Rohingya terdampar dan tidak dapat mengungsi ke lokasi yang aman menyusul sejumlah kekerasan serta operasi militer di Rakhine. Tindakan tersebut jelas telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Aksi solidaritas yang dilakukan ratusan pelajar ini merupakan bagian dari pendidikan karakter terkait dengan penanaman kepedulian terhadap sesama manusia, menumbuhkan empati dan pembelajaran bahwa di atas dunia ini tidak boleh ada penjajahan, perampasan hak kehidupan dari manusia oleh manusia lain yang bertentangan dengan asas kemanusiaan yang adil dan beradab.

"Kami berharap aksi ini, doa serta donasi yang terkumpul nanti bisa membantu muslim Rohingnya", tutur M. Akhyarus Sholih, ketua OSIS.

Dalam aksi ini terkumpul donasi sebesar Rp. 14.929.100,- yang akan disalurkan melalui lembaga kemanusiaan PKPU.

Aksi diakhiri dengan do'a bersama.

Semoga memberikan pertolongan untuk muslim Rohingnya.

#humas_smait


Siswa Bina Amal di sambut monyet saat puncak tema di Goa Kreo


Rabu, 6 September 2017, siswa kls VII SMPIT Bina Amal mengadakan kegiatan puncak tema "Things Around Us" di kawasan wisata "Waduk Jati Barang" atau yang lebih terkenal dengan "Goa Kreo".

Setelah tiba dilokasi, siswa langsung disambut oleh puluhan kera yang sudah jinak.
Meski agak sedikit takut, akhirnya siswa-siswi dapat menikmati bercengkrama dengan alam di lokasi puncak tema.

Ibu Siti Choirum, S.Pd. selaku Wakil Kepala Bidang Akademik SMP IT Bina Amal memberikan penjelasan bahwa Puncak tema adalah kegiatan istimewa di setiap kelasnya pada awal tema pembelajaran yang diselenggarakan di dalam maupun di luar sekolah dengan tema tertentu. Dan puncak tema kali ini dilakukan oleh siswa kelas 7 di Goa Kreo Semarang. 

Kegiatan ini memilik tema "Things Around Us" agar siswa lebih mengenal dengan lingkungan sekitar dan akan belajar tentang semua yang ada di sekitarnya, yaitu: 

1. Mengidentifikasi hewan dan tumbuhan dengan membuat kunci determinasi 
2. Menemukan benda-benda disekitar dan dikelompokan kedalam bentuk singular dan plural, 
3. Membuat puisi ttg alam di waduk jati barang serta menggambarnya.

Alhamdulillah semua siswa belajar dengan semangat dan gembira. . 

(Mustakim, Humas SMP IT Bina Amal)

Siswa kelas X berkunjung ke Pabrik Tahu Serasi (Bandungan)

Siswa SMA IT Bina Amal mengikuti kegiatan kunjungan ke PT. Indosat dan Pabrik Tahu Serasi, Kamis 7 September 2017.

Menurut M Badjuri S.Pd, Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMAIT Bina Amal, kunjungan tersebut merupakan program rutin puncak tema. Puncak tema adalah kegiatan istimewa di setiap kelasnya pada awal tema pembelajaran yang diselenggarakan di dalam maupun di luar sekolah dengan tema tertentu.

" Puncak tema di adakan dalam seharian penuh untuk menggali potensi atau bakat siswa selain bidang akademis. Outbond, rekreasi, berenang, drama teater, pertunjukan musik dan seni, berkunjung ke tempat rekomended, bakti sosial, games, bertani, berternak, bermain dan masih banyak lagi merupakan kegiatan dalam puncak tema, tuturnya"

Kunjungan dibagi menjadi dua rombongan, kelas X berkunjung ke Pabrik Tahu Serasi (Bandungan). Dan kelas XI berkunjung ke PT.Indosat di jalan Pandanaran.

Di Pabrik Tahu Serasi (Bandungan), siswa belajar dengan melihat langsung proses pengolahan tahu dan mengamati limbahnya. Siswa dibagi kelompok masing-masing terdiri dari 3 orang. Setiap kelompok diberi tugas untuk membuat makalah. Dengan kunjungan ke pabrik tahu, diharapkan siswa dapat terasah kemampuan berfikir ilmiahnya.

Siswa kelas XI berkunjung ke PT.Indosat
Kemudian di PT.Indosat yang berlokasi di jalan Pandanaran, siswa mendapatkan pemaparan mengenai manfaat teknologi komunikasi dan jaringan dalam kehidupan, motivasi kemandirian dengan tema "Yang Muda Yang Menginspirasi".

Manajer marketing indosat, ibu Peni menyampaikan "3 tahun masa SMA tidak akan pernah terulang, siswa harus fokus untuk sukses. Harus banyak bergaul membangun public relation. Teknologi digital sebagai sarana utk meraih sukses."

Disana siswa juga belajar tentang strategi pengembangan pasar dan peningkatan kualitas tenaga kerja.

Siswa terlihat aktif saat tanya jawab, bahkan 3 siswa maju ke depan menceritakan pengalamannya menggunakan teknologi untuk bisnis yang sedang dijalankan.

Semoga pengalaman luar biasa yang didapatkan siswa dalam kegiatan ini bisa menjadi bekal sukses dalam kehidupan mereka.

#humas_smait



Semarang- Ratusan pelajar dari Kelompok Bermain, Taman Kanak-kanak, dan Sekolah Dasar Islam Terpadu Bina Amal Semarang, Rabu, menggelar aksi solidaritas serta penggalangan dana guna membantu etnis Rohingya yang menjadi korban tindak kekerasan di Myanmar. Hari ini, Rabu, 06/09/2017 bertempat di Kampus Jl. Kyai saleh no. 8, Kota Semarang.

Aksi solidaritas yang berlangsung di halaman sekolah dimulai dengan doa bersama, berbagai orasi dukungan moral untuk rakyat Rohingya dari siswa-siswi Bina Amal dan guru maupun Kepala Sekolah, kemudian dilanjutkan dengan penggalangan dana secara sukarela yang telah mereka persiapkan dari rumah.

Satu per satu pelajar dari beberapa tingkatan yang berbaris rapi memasukkan sejumlah uang ke kotak kaca bertuliskan "Infaq Solidaritas Rohingya".

Kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu Bina Amal Eka Mulyanto mengatakan bahwa aksi solidaritas yang dilakukan ratusan pelajar ini merupakan bagian dari pendidikan karakter terkait dengan penanaman kepedulian terhadap sesama manusia, menumbuhkan empati dan pembelajaran bahwa di atas dunia ini tidak boleh ada penjajahan, perampasan hak kehidupan dari manusia oleh manusia lain yang bertentangan dengan asas kemanusiaan yang adil dan beradab.

Selain itu, aksi solidaritas tersebut juga menjadi bentuk komitmen moral dari Yayasan Wakaf Bina Amal terhadap berbagai bentuk ketidakadilan yang terjadi pada siapa pun dan di mana pun."Insyaallah setiap kejadian apa pun, bencana atau apa pun, kami akan terus menggalang solidaritas dan kepedulian terhadap sesama manusia sebagai bagian dari kemuliaan islam yang rahmatan lil ‘aalamin." tegasnya.

Menurut Ketua Yayasan Wakaf Bina Amal, H. Joko Widodo SE, apa yang terjadi di Rohingya merupakan kejahatan luar biasa terhadap kemanusian. Hal inilah yang membuat kami, tergerak mengajak semua pihak untuk peduli dan berbagi serta mendoakan saudara-saudara kami yang di Rohingya. Kemudian mengajarkan pada anak-anak untuk peduli kepada sesama. Lebih lanjut Joko Widodo menyampaikan keprihatinannya, dia mengutip dari ERC, laman web resmi Muslim Rohingya di Eropa menyatakan bahwa saat ini terjadi pembakaran, penjarahan, penggusuran dan pembunuhan muslim Rohingya oleh pemerintah myanmar. Perbuatan biadab pemerintah myanmar ini telah menyebabkan lebih dari 3.500 muslim Rohingya terbunuh. Mulai dari bayi, anak-anak, wanita orang tua dan dewasa. Menghancurkan 5.000 infrastruktur, termasuk rumah, sekolah dan masjid. Lebih dari 76.000 melarikan diri ke negara tetangga dan ratusan ribu terdampar di perbatasan negara.

Selama aksi solidaritas berlangsung, para pelajar terlihat membawa poster yang antara lain bertuliskan "Pray For Rohingya", "Peace Myanmar", "Save Rohingya", "Jangan Lupa Sisipkan Mereka dalam Setiap Doamu", dan "Selamatkan Rohingya !".

Dalam aksi ini terkumpul dana solidaritas untuk Rohingya sebesar Rp. 35.359.500,-Dalam penyalurannya Yayasan Wakaf Bina Amal bekerja sama dengan Pos Kemanusiaan Peduli Umat (PKPU) dan lembaga sosial yang memiliki akses menyalurkan bantuan langsung ke Rohingya, Myanmar.

Semoga aksi solidaritas ini dapat meringankan penderitaan saudara-saudara muslim kita di Rohingya.
Semoga Allah memberikan pertolongan kepada saudara- saudara muslim kita di Rohingya.

Humas Bina Amal

Muntafingah (0812252241833)











Suatu hari ada wanita muslimah datang ke Pasar Bani Qainuqa’ untuk suatu kebutuhan yang ia perlukan. Ia menghampiri salah satu pedangang Yahudi, kemudian melakukan transaksi jual beli dengannya. Namun orang Yahudi berhasrat membuka cadar yang dikenakan sang muslimah karena ingin melihat wajahnya. Muslimah itu berusaha mencegah gangguan yang dilakukan Yahudi ini. Tanpa sepengetahuan wanita itu, datang lagi lelaki Yahudi di sisi lainnya, lalu ia tarik ujung cadarnya dan tampaklah wajah perempuan muslimah tersebut. Wanita ini pun berteriak, lalu datanglah seorang laki-laki muslim membelanya. Terjadilah perkelahian antara muslim dan Yahudi dan terbunuhlah Yahudi yang mengganggu muslimah tadi. Melihat hal itu, orang-orang Yahudi tidak tinggal diam. Mereka mengeroyok laki-laki tadi hingga ia pun terbunuh.

Ini adalah pelanggaran yang sangat besar. Mereka menganggu wanita muslimah, kemudian laki-laki Bani Qainuqa’ bersekutu membunuh laki-laki dari umat Islam.

Respon Umat Islam Terhadap Bani Qainuqa’

Sampailah kabar tentang peristiwa ini kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Segera beliau mengumpulkan para sahabat dan mempersiapkan pasukan. Lalu, orang-orang munafik dengan gembong mereka Abdullah bin Ubai bin Salul, memainkan peranannya. Ia berusaha melobi Rasulullah agar mengurungkan niat mengepung Yahudi Bani Qainuqa’. Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memperdulikan saran Abdullah bin Ubai.

Tidak menunggu waktu lama, pasukan pun mengepung perkampungan Bani Qainuqa’.

Ya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memobilisasi pasukan untuk membela seorang wanita muslimah yang tersingkap auratnya dan membela darah seorang muslim yang tertumpah. Begitu besarnya arti kehormatan wanita muslimah dan harga darah seorang muslim di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau siap menanggung resiko kehilangan nyawa para sahabatnya demi membela kehormatan muslimah.

Selain itu, Bani Qainuqa’ bukanlah orang-orang yang lemah, mereka memiliki persenjataan, pasukan, benteng, dan kemampuan militer yang mumpuni. Tapi tetap Rasulullah dan para sahabatnya hadapi demi seorang wanita muslimah.

Pengepungan dimulai pada hari sabtu, di pertengahan bulan Syawal, tahun 2 H. Pengepungan tersebut terus berlangsung selama dua pekan, sampai akhirnya ketakutan pun kian merasuk ke dalam jiwa para Yahudi ini. Mereka menyerah dan tunduk kepada putusan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Rasulullah memutuskan vonis hukuman mati bagi orang-orang yang terlibat dalam peristiwa di pasar tersebut, yang melakukan tindakan keji, dan menyelisihi perjanjian. Atas perlakuan mereka mengganggu wanita muslimah dan menumpahkan darah umat Islam.

Dan saat ini di Rohingya. Kaum Muslim di bunuh, disiksa, diperkosa oleh orang-orang kafir laknatullah. Kita dipertontonkan aksi bejat mereka, setiap hari muslim dibunuh, disiksa. Tidak hanya muslim dewasa, orang tua, wanita dan anak-anak tidak luput dari kebiadaban mereka.

Apa yang bisa kita lakukan ? Ya Rasulullah..seandainya Engkau masih hidup. Tentulah Engkau tidak akan tinggal diam. Tentulah Engkau akan segera mengumpulkan para sahabat yang mulia untuk segera mempersiapkan diri, menolong saudara muslim yang telah dibunuh.

“Ya Rabb, kami menyaksikan saudara-saudara kami dibantai. Sementara kami tidak berdaya. Ampuni kami, ya Rabb, ampuni kami, ya Rabb, datangkan segera pertolonganmu, ya Rabb!”

“Kami bisa makan, kami bisa berkumpul sekeluarga, sementara saudara kami diperkosa, dibantai anak-anak, disembelih, dibakar, kami tidak berdaya, jangan Kau hukum kami dan membiarkan keadaan saudara kami disiksa dizalimi. Kami bukan tidak ingin menolong, ya Rabb, kami tidak berdaya, ya Rabb,”

“Ya Rabb selamatkanlah saudara-saudara kami kaum muslimin yang lemah di Rohingya. Ya Allah sayangi dan kasihilah mereka dan keluarkanlah mereka dari kesulitan dan keadaan sempit yang mereka alami saat ini.”

"Ya Rabb..ampunilah kami..."

Sebagian Hewan Qurban di Kampus SDIT Bina Amal

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilham

Sekolah Islam Terpadu Bina Amal, Sabtu (2/9/2017) peringati hari raya idul adha dengan menyembelih puluhan hewan qurban yang terdiri atas 11 sapi dan 109 kambing.

Muntafingah, Humas Bina Amal mengatakan bahwa Kegiatan penyembelihan ini diselenggarakan di 3 kampus Bina Amal

Kampus pertama di Jalan Kyai Saleh No. 8 Kota Semarang, terdiri dari 6 sapi dan 54 kambing. Yang merupakan qurban dari KBIT-TKIT dan SDIT.

Kampus Bina Amal 02 di Jalan Srininditho Raya No 2 Ngemplak Simongan menyembelih sebanyak 1 sapi dan 19 kambing hewan qurban.

Kemudian di Kampus SMPIT dan SMAIT menyembelih 4 sapi dan 36 kambing.

Kegiatan penyembelihan hewan qurban ini dikuti oleh seluruh guru, pegawai, siswa dan orang tua wali yang tergabung dalam wadah majelis sekolah.

Anak-anak sengaja kami libatkan dalam kegiatan ini, melihat hewan qurban dan proses penyembelihannya dari awal diiringi takbir, tahlil, dan tahmid sebagai bekal bagi diri mereka untuk menjalankan perintah berqurban dan meneladani kisah Ibrahim dan Ismail hingga mereka paham bahwa berqurban bertujuan untuk melatih ketakwaan kepada Alloh Subhanahu wa ta’ala, “, kata Eka Mulyanto selaku Kepala SDIT Bina Amal Semarang.

Kemudian Setyawan, Kepala Sekolah SMAIT Bina Amal menyatakan bahwa Bina Amal melatih santrinya terus beramal dengan ikhlas. Infak dilaksanakan baik dalam keadaan lapang maupun dalam keadaan sempit.

Rencananya, selain di distribusikan ke lingkungan sekitar sekolah, daging qurban hasil penyembelihan hari ini juga akan di distribusikan ke berbagai kecamatan di Kota Semarang khususnya di wilayah-wilayah yang membutuhkan.










MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget