Oktober 2017



Jumat (27/10/17), sejumlah 15 siswa SDIT Bina Amal berkesempatan unjuk gigi di depan Walikota Semarang, Bapak Hendrar Prihadi dan tamu undangan lainnya dalam rangka memperingati Hari Pangan Nasional yang diselenggarakan di Balaikota Semarang.

Kelima belas siswa tersebut seluruhnya berasal dari kelas 5 bersama siswa dari sekolah lain terpilih untuk mengisi acara peringatan tersebut dengan menari dan menyanyikan jingle B2SA (Beragam Bergizi Seimbang dan Aman) yang berisi ajakan untuk makan makanan bergizi dari negeri sendiri.

Selain jingle B2SA, mereka juga menyanyikan lagu Gambang Semarang, Laskar Pelangi, dan Aku Bisa. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan diakhiri makan bersama.


Yups... Hanun Dzatirrajwa yang tempo hari pergi ke Jepang untuk mengikuti International Exhibition Young Inventors (IEYI 2017) dan mendapatkan medali perak plus penghargaan dari Rusia, kini ia berhasil lolos serta berkesempatan ke Bogor mengikuti Apresiasi Sastra Siswa Sekolah Dasar selama 4 hari. Tidak hanya Hanun, Aisyah Nurul Azizah yang tahun lalu juga lolos Lomba Menulis Cerpen Kategori Pemula, tahun ini ia lolos lagi, pada lomba yang sama dengan kategori Penulis.

Setelah Lolos, Kemudian Ngapain Lagi? Tempo hari panitia #SATUDEKADEKPCI sudah mengumumkan siapa saja peserta yang lolos untuk kemudian menghadiri acara Apresiasi Sastra Sekolah Dasar dan Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2017.

Acara yang bertajuk Satu Dekade KPCI ini dilaksanakan selama 4 hari. Mulai tanggal 26 s/d 29 Oktober 2017 bertempat di Hotel Bogor Icon and Convention, Jalan Raya Baru No. 1, Bukit Cimanggu City, Cibadak, Kota Bogor.

Tahun ini Apresiasi Sastra Siswa SD dan KPCI dihadiri oleh lebih dari 165 anak terpilih dari 20 Provinsi di Indonesia pada bidang lombanya masing-masing.

Ada yang tau gak mereka ngapain aja di acara itu?
Hmm... Kegiatan selama 4 hari itu seru, karena akan banyak teman disana, mendapatkan ilmu dari para penulis terkenal, bermain bersama, mengikuti acara dinas pendidikan nasional dan tentunya mengikuti final lomba menulis cerita pendek. Jadi, konon katanya 😊, mereka akan dilombakan lagi dengan mengarang dan menulis cerita pendek sesuai dengan tema yang ditentukan panitia. Wah.. susah juga ya..

Yuk kita doakan semoga Hanun dan Aisyah diberikan kemudahan, kelancaran, kesehatan dan keberhasilan ya teman-teman...
Aamiiin...



Ayah Bunda, memiliki anak yang soleh dan berbakti pada orangtua adalah dambaan kita semua. Sebaliknya, kita tidak ingin memiliki anak-anak yang durhaka.

Patut kita sadari bahwa orangtua memiliki andil besar dalam membentuk tabiat anak. Bahkan sikap orangtua dalam berinteraksi dengan anak-anak akan membentuk prilaku anak. Dengan kata lain, anak menjadi soleh atau durhaka sangat dipengaruhi oleh sikap orangtuanya terhadap mereka.

Salah satu sikap orangtua yang harus kita hindari adalah bersikap tidak adil kepada anak-anak kita. Jika kita memiliki anak lebih dari satu ada kemungkinan hati kita lebih cenderung kepada salah satu dan lebih mengasihinya dibandingkan anak yang lain. Sikap orangtua yang tidak adil akan menimbulkan sakit hati pada diri anak sehingga ia berpotensi menjadi anak durhaka.

Berkata Syaikh Abdul Ghani an-Nablisi menjelaskan kepada kita tentang masalah ini, “Pilih kasih orang tua terhadap anaknya akan menimbulkan permusuhan, kedengkian, dan kebencian di antara sesama anak-anak itu sendiri, kemudian akibat selanjutnya akan terjadilah pemutusan hubungan keluarga disebabkan oleh sikap pilih kasih orang tua mereka.’

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan kita untuk senantiasa berlaku adil kepada anak-anak kita. Sebagaimana sabdanya,“Takutlah kamu kepada Allah dan berbuatlah adil terhadap anak-anakmu!” (HR. Muslim kitab al-Hibah 13)

Karena sangat pentingnya sikap adil kepada anak-anak, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat dan mengulangnya hingga tiga kali, beliau bersabda:“Adillah kepada anakmu, adillah kepada anakmu, adillah kepada anakmu!” (HR. Abu Dawud, Nasa’i, dan Ibnu Hibban, dihasankan oleh al-Albani dalam Silsilah Shahihah no. 1240)

Imam Nawawi mengatakan: “Dalam hadits ini ditunjukkan bahwa sudah selayaknya untuk disamakan pemberian itu kepada anak-anaknya, dengan cara memberi masing-masing anak sama seperti apa yang diberikan kepada yang lainnya dan tidak boleh dilebihkan, serta disamakan (pemberian).”

ummi online



Rabu, 25 Oktober 2017 SMA IT Bina Amal mengadakan kegiatan Stadium General dengan tema "Strategi Tembus PTN".

Acara diawali dengan penampilan grup rebana terbaik SMA IT Bina Amal yang memukau para peserta. Dilanjutkan pemaparan dari narasumber.

Menurut Setyawan, S.Pd, Kepala Sekolah SMA IT Bina Amal,  kegiatan ini diadakan sebagai bentuk komitmen SMA IT Bina Amal untuk terus mendorong siswanya berprestasi hingga bisa melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri.

Dalam acara ini, narasumber yang dihadirkan adalah Prof. Dr. Rustomo, M.Hum (Wakil Rektor Bidang Akademik UNNES) dan Dr. Bambang Cahyono, M.S (Dosen UNDIP).

Narasumber memberikan gambaran dinamika Perguruan Tinggi dan syarat-syarat untuk siswa bisa lolos SNMPTN/ SBMPTN.

Selain itu siswa juga mendapat gambaran jurusan dan profesi yang menjadi favorit dan banyak menjadi pilihan.

Berikut tips yang disampaikan oleh Dr. Bambang Cahyono agar siswa dapat lolos SNMPTN/ SBMPTN:

1. Belajar dengan tekun
2. Raih prestasi nilai rapot tinggi pada semester 1-5
3. Latihan soal SBMPTN minimal 10 soal setiap hari.

Nayli Hadfina, siswa kelas XI menuturkan, "Walaupun ada rasa takut dan ragu bisakah nanti masuk PTN, tapi saya jadi tau strategi yang harus disiapkan sejak sekarang".

Siswa lainpun sangat antusias dalam session tanya jawab.

Pemaparan narasumber memberi motivasi kuat kepada siswa SMA IT Bina Amal untuk lebih tekun belajar, meraih prestasi terbaik di tingkat SMA sebagai bekal untuk melanjutkan ke PTN. (yi)

#humassmait




Seringkali saya mendapat keluhan dari para orangtua tentang anak-anak mereka yang lebih suka berlama-lama bermain games ketimbang ngobrol bareng sama orangtuanya. Hmmm... Sakit banget pasti rasanya. Yah gimana ngga sakit, kita yang ngelahirin dan ngebesarin dari kecil tapi kok bisa-bisanya mereka malah lekatnya sama games. Ada apa yah?

Berikut adalah 5 alasan kenapa anak-anak kita lebih ‘cinta’ games dari pada kita, para orangtuanya.

1. Games ngga pernah marah-marah kalo pemainnya kalah atau salah
Coba aja perhatiin. Kalo pemainnya salah, games hanya mengingatkan: "You fail.. Try again!!" Coba bandingin dengan kita, yang kalo marah ngga cukup semenit dua menit, bahkan kesalahan-kesalahan yang dulu-dulu kalo bisa kita ungkit-ungkit lagi. Jangan-jangan ini yang bikin anak nyesek kalo keliatan salah depan kita, dan lebih suka bermuka dua.

2. Games memiliki tampilan yang menarik untuk dilihat
Hmm.. Buat anak-anak, khususnya anak laki-laki yang sangat visual, games tentu aja menarik untuk dicoba dan dimainkan. Lah kita gimana? Udah coba ngaca? Jangan-jangan belum nyadar kalo muka kita kebanyakan ketekuk saat ngadepin anak-anak kita. Entah karena alasan capek, bete, banyak kerjaan kantor, dan seribu alasan lainnya. Dan... bahasannya itu loh.. itu lagi-itu lagi.. Ya “PR” lah, “kamu jangan gitu”, “inget pesen Mama”, “tuh kan, apa kata orangtua”, Hmm.. gimana anak-anak kita ngga bosen ya..?

3. Para gamers entah itu di rumah, atau di rental games semangat banget denger suara-suara di games. 
Bahkan kalo perlu, mereka pake headset supaya suaranya lebih jelas dan lebih seru! Kenapa? Karena suaranya keren dan asik banget. Kayaknya yang bikin games serius banget menata suaranya, sampe anak-anak ngerasa "ini selera gue banget". Nah, coba bandingin dengan suara Emak & Bapaknya. Jangan-jangan suara kita cenderung selalu bernada tinggi, cempreng, instruktif, dan nyebelin. Kalo kejadiannya begitu, ini jelas bahaya banget. Kenapa? Karena suara bisa menjadi penghantar pesan yang baik dan bisa menghujam ke otak. Kita sering kan denger, seorang trainer berkisah, bertutur atau yang sejenisnya diiringi musik indah. Kedengeran lebih mengena dan masuk ke otak. Tambahan lagi nih. Dalam komunikasi, intonasi itu penting dalam penyampaian pesan, karena intonasi memiliki porsi 38% penentu keberhasilan di samping bahasa tubuh yang 55% dan isi pesan yang hanya 7%. Nah masalahnya, gimana kalo isi pesan yg dihantar oleh games dan sebangsanya adalah pesan-pesan negatif? Bahaya kan??

4. Anak-anak suka banget kalo dapet hadiah! 
Meski ngga selalu berbentuk barang, bisa juga berbentuk token, bintang, atau sekedar ucapan. Ini biasa di pake di dunia pendidikan. Intinya sih, anak merasa dianggap dan di’manusia’kan kalo di feedback. Nah, coba deh lihat games. Misalnya di games DOTA. Kalo anak berhasil membunuh 2 kali dalam jeda waktu yang hampir bersamaan dapet feedback “double kill”, kalo membunuh 3 kali “triple kill, 4 kali “ultra kill”, 5 kali “rampage”. Kalo di GTA, anak mencuri, membunuh, dapet poin. Tau ngga apa yang dirasakan anak-anak? Yap! Merasa hebat dan mantaffff!! Tapi tunggu dulu. Nyadar ngga sih kalo yang diafirmasi adalah hal-hal yang jelek; membuhuh, mencuri, dsb dsb malah dapet poin dan perasaan hebat? Lalu hal tersebut tersambung-sambung (sinaptic) di otak dan berulang-ulang membentuk ingatan kuat (ter-myelinisasi). Ingat loh.. Informasi masuk dari panca indera dan membentuk struktur berpikir. Struktur berpikir mengubah struktur otak. Dan struktur otak membentuk struktur kepribadian. Nah loh.. Kalo kayak gini, jadi kaya gimana ya kelakuan anak-anak kita? Udah kerasa kan faktanya di sekeliling kita?

Ya mau gimana lagi. Yang mau menghargai anak kita dengan ‘tulus’ ya hanya games. Bukannya kebanyakan orangtua cenderung diem kalo anaknya berbuat baik ‘sedikit’, tapi bawelnya minta ampun kalo anak salah ‘sedikit’? Coba deh pikirin lagi..

5. Games ‘mengizinkan’ anak-anak main dan berkelana sesuai dengan keinginannya, mencoba kemampuan dirinya, menyuguhkan tantangan, dan membuat anak merasa ‘mampu’. Kita? Jangan bilang kalo kita sedikit-sedikit bilang; “main mulu”, “jangan kemana-mana”, suka ngatur dan ngambil alih, “ini aja, ngga usah yang itu, percaya deh sama orangtua..”, dsb.. dsb..

Hiks.. Sampe di sini, saya udah ngga kuat lagi ngelanjutin nulisnya. Selalu saja games jadi lebih unggul dibandingkan kita. APA YANG SALAH?

Coba deh lihat lagi QS Ali Imran ayat 159: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya”.

Ya Allah... Jangan-jangan kita lupa berlemah lembut terhadap anak-anak kita. Jangan-jangan kita kasar. Jangan-jangan kita sulit memafkan mereka dan bahkan lupa berdoa untuk buah hati yang kita cinta, dan selalu bertindak atas dasar maunya kita.

Semoga masih ada kesempatan dan kekuatan untuk berubah, mulai saat ini, mulai detik ini. Hadirkan diri kita yang indah, nyaman dan menyenangkan di tengah anak-anak kita, sehingga mereka mau berlekat-lekat dengan kita.

OK. Selamat mengasuh Ayah-Bunda hebat...

Hilman Al Madani, M.Si, Psi



Pernah dengar pertanyaan anak seperti judul di atas? Atau coba simak pertanyaan berikut:

"Abah ihsan yg dirahmati Allah, mohon bantuan bah - saya kesulitan menjelaskan kepada anak dengan bahasa konkrit.. atas pertanyaan anak saya 3 tahun :

1. Saya bilang jangan takut sama setan, kita harus takut sama Allah terus anak saya bilang "Kenapa harus takut sama Allah-kan Allah baik??" jawaban saya : kita takut sama aturan nya mba... trus saya alihkan.

2. Pada kesempatan lain - sedang membahas tentang saudara meninggal anak saya tanya : kalau Allah baik kenapa kita dimeninggalin bunda? saya bilang : - ga ada hubungannya meninggal sama baik setiap yg lahir pasti meninggal, kalau ngga dunia penuh atas jawaban2 itu keliatan anak saya masih bingung.com bah...

harusnya jawab apa ya bah? terimakasih sebelumnya bah.."

Ayah Ibu,

Mengapa kita mengajarkan anak kita takut sama Allah? Apakah memang Allah menakutkan Ayah Bunda? Read! Apakah ayat pertama Al-Qur'an bukan Rahman Rahim Ayah Bunda?

Saya memilih dan sampai saat ini saya kenalkan Allah pada anak tidak dengan "kita harus takut sama Allah!" Hal yang Saya kenalkan pada Allah adalah yang 'menyenangkan'. Bahwa Allah ngatur-ngatur hidup manusia juga agar manusia senang. Allah menciptakan surga sebelum neraka bukan? Jadi Allah memang tidak pernah menakutkan!

"Ketahuilah Anakku... Allah tak pernah butuh makhluk!
Kenapa? Karena Allah Maha Hebat! Maha Besar!

Ketahuilah Anakku...
Allah ingin manusia berbuat baik
Kenapa? Agar manusia mendapatkan hal-hal baik

Ketahuilah Anakku...
Allah tidak ingin manusia berbuat buruk
Kenapa? Agar manusia terhindar dari keburukan

"Tapi Abah, kenapa Allah menciptakan surga untuk manusia?"

Agar manusia bisa bersemangat menyebar cinta!

"Abah, lalu kenapa Allah menciptakan neraka untuk manusia?"

Bukan karena Allah penyiksa! tapi agar manusia takut berbuat aniaya!
Bukan Allah yang memasukkan manusia ke neraka..
Tapi manusia sendiri yang memilih masuk neraka..

Allah meminta kita ibadah..
agar kita bisa hidup indah
Allah memberikan aturan
agar kita memiliki keteraturan

Andaikan kita tidak sholat!
Allah tidak mungkin sekarat!

Andaikan kita tidak berlapar-lapar puasa..
Bagi Allah tidak apa..

Andaikan kita tak mau keluarkan harga untuk berbagi
tak mungkin Allah rugi!

Allah meminta sholat, puasa, zakat dan lainnya
agar hidup kita bermanfaat...

Mengapa Allah ciptakan kehidupan?
Karena Allah ciptakan harapan..

Mengapa Allah ciptakan kematian
Agar manusia sadar mereka punya keterbatasan..

Ada manusia dilahirkan dari keluarga kaya
tapi mengapa ada yang dilahirkan dari keluarga miskin?
Karena Allah memberi jalan gembira yang berbeda..
Agar manusia bisa bekerjasama..

Jika semua manusia kaya,
siapa yang akan bersihkan jalan?
Jagakan keamanan?
Jadi supir bis dan angkutan?

Orang kaya bisa bahagia..
jika bersyukur kepadanya
Orang miskin bisa bahagia
jika menikmati apa yang ada

Orang kaya bisa tersiksa,
jika tak menikmati apa yang ada,
orang miskin bisa tersiksa,
jika menginginkan yang tak ada...

Karena itu Ayah Ibu, mungkin yang orang-orang umumnya maksud adalah bahwa kita harus takut Allah jika kita berbuat buruk! Takut dengan siksa Allah. Tapi itu nanti setelah sekian waktu, setelah anak benar-benar meyakini tentang surga baru deh boleh diterangkan neraka. Setelah benar-benar tahu bahwa Allah sayang sama kita, baru deh kita kasih tau tentang jika kita berbuat buruk akan mendapatkan balasan buruk pula. - abah ihsan -




Semarang-Selama 2 hari, 20 siswa SDIT Bina Amal mengikuti kegiatan "Super Camp" di lapangan basket asrama putri SMPIT Bina Amal. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat-Sabtu, 20-21 Oktober 2017 yang diikuti peserta delegasi lomba yang akan berlaga di Kemah Ukhuwah Daerah (Kemda) 1 Satuan Komunitas Pramuka SIT Se-Karesidenan Semarang awal November nanti. Super Camp bertujuan sebagai sarana untuk menempa diri dan mentadabur alam.

Menurut Ketua Gudep 11.127-11.128, Adzkiyati A.S, "Super Camp merupakan sarana untuk menempa diri dan mentadabur alam. Kegiatan ini diikuti peserta delegasi lomba yang akan berlaga di Kemah Ukhuwah Daerah (Kemda) 1 Satuan Komunitas Pramuka SIT Se-Karesidenan Semarang awal November nanti."

Super Camp dimulai pada pukul 06.45 dengan hiking atau berjalan kaki dari UNNES sampai SMPIT Bina Amal. Berjalan bersama, bernyanyi bersama, sholat dhuha bersama mewarnai panjangnya perjalanan yang tak terasa karena rasa bahagia menikmati perjalanan alam yang indah. Melewati lembah, sungai, sawah, perkampungan, menjadi sebuah pengalaman yang tak terlupakan.

Sesampainya di lokasi perkemahan, para siswa mendirikan tenda dan gapura. Selain mempraktikkan tugas dan kerjasama mereka juga berlatih berbagai macam mata lomba. Jumat siang, lomba tekpram, sorenya simulasi PBB yang disaksikan seluruh kakak-kakak SMP dan SMA yang baru selesai mengikuti kegiatan pramuka. Tepuk gemuruh mewarnai sore itu yang menyebabkan tim squad grogi, malu namun juga termotivasi. Jumat malam, saatnya lomba keagamaan dan dilanjutkan motivasi dari para pelatih.

Tidak hanya berlatih berbagai macam mata lomba, pada super camp ini para siswa diajarkan cara menghagar orang lain, cara bekerjasama dengan solid, kemandirian dalam mengurua aktivitas sendiri, dan mendekatkan diri lepada Illahi Robbi dengan penargetan tilawah 1 juz serta dzikir pagi petang. Para siswa sangat bersemangat menantikan dan mengikuti kegiatan ini.

Pada hari ke 2, para siswa bagun 03.00 sikat gigi, sholat tahajud, qiyamul lail, dzikir pagi, sholat subuh berjamaah dan packing. Matahari pun mulai menyapa, para siswa bersiap untuk masak dan sarapan bersama.

Ada yang spesial di sarapan kali ini, selain makan masakan bersama yaitu _platting_ hidangannya. Hidangan sarapan beralaskan daun pisang dengan menu gudangan yang membuat mereka menikmati secara bersama ala pesantren dan pramuka.

Pukul 07.30, para siswa mengikuti kegiatan penutup yaitu berenang dan bermain bersama di Resort dan Kolam Renang The Fountain Gunungpati. Ekpresi kelelahan tak terlihat di wajah mereka. Mereka justru sangat bersemangat walau rangkaian acara menguras tenaga. Bermain lempar koin, sepak bola air menambah kebahagian mereka bersama teman-teman. (Qq)



Sabtu (21/10/17) SDIT Bina Amal menggelar pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam agenda rutin Krida Guru. Pelatihan yang diadakan di gedung Erlangga ini diikuti oleh seluruh guru SDIT Bina Amal 01 dan SDIT Bina Amal 02.

Pelatihan ini juga termasuk dalam salah satu tugas dan kewajiban guru, yaitu melakukan pengembangan diri.

Dalam pelatihan ini, bertindak sebagai narasumber adalah Bapak Santoso., M.Pd yang merupakan Pengawas SD di Kecamatan Semarang Barat. Menurut beliau, seorang guru harus mampu menjadi problem solver dan memberikan inovasi di setiap pembelajarannya.

Masih menurut beliau, seorang guru juga wajib melakukan publikasi ilmiah salah satunya lewat Penelitan Tindakan Kelas (PTK).

Tindak lanjut dari agenda ini adalah pelaksanaan lomba PTK yang diselenggarakan di lingkungan SDIT Bina Amal.



Sabtu, (21/10/17) Majelis Sekolah SDIT Bina Amal mengadakan acara Parenting School dengan tema "Bijak Menggunakan Gadget". Parenting School merupakan salah satu kegiatan rutin MS SDIT Bina Amal.

Sasaran Parenting School kali ini adalah wali murid kelas 1, 2, dan 3. Meski demikian, wali murid kelas 4, 5, dan 6 juga dipersilahkan mengikuti kegiatan tersebut.

Acara dimulai dengan pembacaan tasmi' oleh Ananda Inas Najiha, Muhammad Haitsam, dan Muhammad Nizar Abimayu dari kelas 1 Mush'ab bin Umair. Dengan gaya polosnya, mereka menampilkan hafalan surat As Syam dan Al Balad. Selanjutnya disambung dengan tampilan siswa kelas 2 Syafi'i dengan tarian Baby Shark. Mereka menari dengan kompaknya sehingga membuat takjub wali murid yang hadir saat itu.

Bapak Setyawan selaku pembicara Parenting School kali ini mengatakan bahwa pendampingan orang tua terhadap anak dalam penggunaan gadget sangatlah penting, menjadi orang tua yang bijak gadget merupakan sebuah kewajiban dengan memberikan teladan, kontrol, dan pendampingan.



Semarang-Sebanyak 137 siswa SDIT Bina Amal mengikuti ujian internal EBTAQ pada hari Sabtu, 21 Oktober kemarin. Para penguji yang terdiri dari guru qiraati SDIT Bina Amal dengan sabar mendampingi siswa hingga selesai pukul 19.15 malam.


"Alhamdulillah kegiatan ujian internal hari ini berjalan lancar dan dapat selesai pukul 19.15 malam. Barokalloh kepada seluruh penguji yang luar biasa sabar dalam mengajari para siswa. Terimakasih kepada para orangtua yang telah mensuport penuh serta seluruh siswa yang telah berjuang walau masih ada waktu untuk memperbaiki semua. Semoga saat Pra Ebtaq dan EBTAQ nanti hasilnya lebih baik", ungkap Ustadzah Siti Roika, selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Al Quran SDIT Bina Amal.

EBTAQ adalah evaluasi tahap akhir qur'an yang dilakukan dengan Metode Qiraati. EBTAQ dilakukan ketika siswa sudah menyelesaikan semua materi qur'an dengan metode qiraati. Harapannya dengan adanya EBTAQ ini menunjukkan bahwa apa yg diajarkan gurunya dapat dipahami dengan baik oleh siswa. Dengan suksesnya siswa dalam EBTAQ berati sukses pula pengajaran qur'an di SDIT Bina Amal.

SDIT Bina Amal melaksanakan 3 tahapan agar dapat memaksimalkan hasil EBTAQ, yaitu Ujian internal, pra EBTAQ, dan EBTAQ. Ujian Internal merupakan pemanasan untuk menghadapi Pra EBTAQ dan EBTAQ. EBTAQ diselenggarakan oleh Pusat Pengajaran Qiraati Semarang. Penguji adalah ustad ustadzah yang sudah berlisensi atau bersyahadah dari qiraati.

EBTAQ pada tahun ini terdiri dari berbagai macam aspek penilaian. Penilaian itu diantaranya adalah fashohah, tartil, ghorib, tajwid, doa harian, surat pendek, bacaan dan praktek sholat.

Semoga hasil Pra EBTAQ dan EBTAQ yang insyaAlloh akan dilaksanakan awal dan pertengahan November semua peserta EBTAQ lulus dengan hasil yang memuaskan. Aamiiin.



Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Bina Amal, untuk pertama kalinya menyelenggarakan Gelar Pertandingan Basket antar SMP Se-Kota Semarang dan sekitarnya. Pertandingan ini diselenggarakan dua hari yakni, tanggal 21 - 22 oktober 2017. Peserta yang mengikuti kegiatan ini sejumlah 57 peserta atau 14 tim.

"Alhamdulillah lomba 3 X 3 sukses dan lancar. Barokallah kepada Panitia dan Pengurus Majelis Sekolah, terima kasih atas apa yang sudah dipersembahkan untuk Bina Amal", tutur Bapak Eko Suryanto, S.Pd. selaku Kepala SMP IT Bina Amal.

Sayyid Sabiq siswa kelas 9 selaku Ketua Panitia menyampaikan, secara umum tujuan diselenggarakan acara ini adalah untuk memperkenalkan SMPIT Bina Amal dan secara khusus memperkenalkan kegiatan Basket di Sekolah Islam dan kepada masyarakat umum terutama di lingkungan sekolah jenjang SMP. Selain itu, agar terjalin silaturahim yang baik antar sekolah melalui Olahraga Basket.

Selamat kepada peserta yang telah memenangkan pertandingan ini, yaitu sebagai Juara I SMP N 21 Semarang, Juara II SMP N 12 Semarang, Juara III SMP N 12 Semarang. Pemain terbaik (Most Valuable Player) diraih oleh peserta nomer tujuh SMP N 12 Semarang. Dalam event ini Tim Basket Bina Amal sengaja tidak ikut bertanding karena ingin totalitas menjadi tuan rumah yg baik
Humas SMP IT Bina Amal.



Sabtu, 21 Oktober 2017 delegasi lomba dari SMAIT Bina Amal memenangkan juara ke- 3 GEOGRAPHY CHAMPIONSHIP tingkat nasional.

Di dalam lomba tersebut Bina Amal berhasil mengalahkan SMA Taruna yang pada tahun sebelumnya menjadi juara umum. Hal ini sesuai dengan yang diutarakan oleh guru pendamping Ibu Dwi Utami Putri, S.Pd. Utami mengatakan bahwa pesaing terberat mereka adalah SMA Taruna dan SMA Negeri 3 Semarang.

Selain itu, Ival dan Nasir yang merupakan delegasi dari SMA IT Bina Amal harus bersaing dengan lebih dari 50 sekolah pilihan se Indonesia. Ada dari Jakarta, Cilacap, Banjarnegara, Demak, Kudus, Pati, dan luar jawa.

Sebagaimana diketahui bahwa Geography Championship ini diadakan oleh Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang.

Bidang lomba yang dimenangkan oleh siswa SMA IT Bina Amal adalah kategori orienting yang diadakan di desa Pakintelan, Kecamatan Gunungpati.

Kemenangan ini adalah rahmat dari Alloh SWT semata. Menjadi pemacu semangat SMA IT Bina Amal untuk senantiasa menjaga kualitas peserta didiknya, agar menjadi pribadi-pribadi yang sholeh dan berdaya guna. Generasi yang patut dibanggakan oleh Indonesia.

(Humas SMAIT Bina Amal)


Semarang, Jum'at (20/10/17 ) bertempat di aula TKIT Bina Amal Jln Kyai Saleh no 8, telah terselenggara kegiatan anjangsana sosial yang melibatkan anak yatim dan dhuafa di sekitar lingkungan sekolah.

Menurut Sakdiyah, S.Pd, Kepala Sekolah KBIT- TKIT Bina Amal, Tema kegiatan ini  adalah Indahnya Berbagi. Dan Alhamdulillah siswa-siswi KBIT-TKIT Bina Amal bisa berbagi dalam bentuk paket kepada 54 anak yatim dan dhuafa. Paket berisi  sembako, alat tulis dan sejumlah uang saku.

Program kegiatan tahunan ini sudah direncanakan pada awal semester.  Dan Alhamdulillah berkat dukungan dan bantuan dari orang tua siswa, kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar.

Terpancar kebahagiaan di wajah anak-anak yang hadir dalam acara tersebut karena dapat bersilaturrahim dengan anak-anak KBIT dan TKIT Bina Amal.

Terimakasih atas partisipasi dari semua pihak. Semoga Allah membalas dengan yang lebih baik.



Barokalloh kepada ananda Hanun Dzatirrajwa (Kategori Pemula) dan ananda Aisyah Nurul Azizah (Kategori Penulis) yang berhasil lolos menjadi finalis Lomba Menulis Cerita Pendek (Cerpen) tingkat Nasional yang diselenggarakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional - Konferensi Penulis Cilik Indonesia.

InsyaAlloh 2 siswa SDIT Bina Amal ini akan mengikuti Apresiasi Sastra Siswa Sekolah Dasar Tahun 2017 selama 4 hari, 26-29 Oktober 2017 di Hotel Bogor Icon and Convention, Kota Bogor bersama seluruh finalis lomba.

Mohon doa restu agar dimudahkan, dilancarkan dan diberi hasil terbaik. Aamiiin Yaa Robbal 'aalamiiin.

Siswi SMAIT Bina Amal Mempersembahkan 30 Juz Hafalan Al Quran Kepada Ayahnya

Jumat pagi (13/10/2017) menjadi moment bersejarah bagi keluarga SMA IT Bina Amal. Salah satu siswi terbaik berhasil menyelesaikan hafalannya 30 juz. Selepas subuh, semua siswa duduk melingkar untuk menyaksikan dengan khusyuk surat al-Jatsiyah yang disetorkan ananda Hanim Rosyidah, siswi SMA IT Bina Amal kelas XI. Sejak dua pekan yang lalu Hanim menyampaikan kepada guru tahfidznya bahwa Insyaa Allah dia ingin menyelesaikan hafalannya pada tanggal 13 Oktober sebagai kado milad untuk Abi nya.

Keberhasilannya menyelesaikan hafalan sesuai target tentu diiringi dengan usaha dan doa yang tidak pernah henti. Para guru dan teman-temannya menjadi saksi perjuangannya untuk menyelesaikan hafalan. Setiap selesai sholat, dia tidak pernah lepas dari interaksi dengan al qur’an. Salah satu waktu favoritnya untuk berinteraksi dengan alquran adalah pagi dan sore hari. Setiap sore, dia selalu duduk di pojokan teras asrama sambil menghafalkan al Quran. Setelah maghrib dan subuh dia paling rajin untuk menyetorkan hafalan dan murojaah. 

Kesungguhannya ini pun tampak dari banyaknya hafalan yang disetorkan kepada gurunya. Hanim terbiasa menyetorkan hafalan 1 sampai 4 halaman sekali duduk atau sekali setoran.

Pagi itu, setelah selesai menyetorkan hafalan terakhirnya, Hanim meminta ijin untuk menghubungi Abi nya. Air matanya terus mengalir tanda bahagia ketika terdengar suara via telpon dari ayahnya yang berada di Tegal. Ternyata tidak hanya Hanim, rasa bahagia dan haru ini pun juga di rasakan oleh orang tua Hanim, khususnya Abi nya. Hari itu juga, orang tua Hanim dan adiknya ingin memberikan kejutan untuk Hanim. 

Setelah sholat maghrib, Hanim diminta untuk melafadzkan lagi surat al-Jatsiyah disaksikan oleh guru dan teman-temannya. Sampai pada ayat terakhir, ayah dan keluarganya masuk ke dalam ruangan tempat kami berkumpul. Sejenak, suasana semakin haru diiringi air mata dari orang tua dan teman-temannya yang tidak bisa dibendung. 

Acarapun dilanjutkan dengan do’a khotmil quran dan sambutan dari orang tua Hanim. Abi nya menyampaikan, bahwa menjadi hafidzoh Al Qur’an adalah cita-cita Hanim sejak kecil. “Dia sering menuliskan namanya Hanim Rosyidah Al hafidzoh”, tutur abinya. Ini adalah kado terbaik dan semoga akan menyusul para hafidzoh-hafidzoh selanjutnya”, lanjutnya.

Ananda Hanim Rosyidah adalah Siswa SMAIT Bina Amal yang pada saat masuk di Bina Amal memiliki Hafalan 18 Juz, praktis dia menyelesaikan 12 Juz nya selama kurang lebih15 bulan di Bina Amal.

Hanim merupakan salah satu siswa peserta takhasus program khusus menghafal Al Qur'an bagi siswa-siswi SMPIT & SMAIT Bina Amal yang mau dan mampu mengikuti program ini tanpa meninggalkan pelajaran umum/kurikulum dinas Pendidikan

Semoga keberhasilan Hanim menyelesaikan hafalan Al-Qur'an 30 Juz memotivasi seluruh Siswa-siswi Bina Amal yang lain, menginspirasi Guru dan teman-temannya untuk berinteraksi lebih banyak,  lebih dekat dengan Al- Qur'an....

Allahummarhamna Bil Qur'an.....

Barokallah semoga menjadi inspirasi...

(Aini)



Selasa (17/10/17), puncak tema yang ditunggu pun tiba, hati senang, badan sehat dan pikiran semangat. Di tema kali ini "Berhemat Energi dan Peduli Terhadap makhluk hidup. Anak-anak berkunjung ke PDAM Kota Semarang. Salah satu perusahaan milik negara yang mengurusi tentang air.

Sebelum air sampai ke setiap rumah masing-masing, ada proses yang harus dilalui oleh si air tersebut. Mulai dari
1. Koagulasi, 2. ‎Flokulasi, 3. ‎sedimentasi, 4. ‎saringan pasir dan 5. ‎disinfeksi.
Selain itu ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi ketersediaan air di muka bumi ini. Diantaranya: Penebangan Pohon, buang sampah sembarangan, berlebihan dalam menggunakan air. 

Jika pohon ditebang secara sembarangan, maka air tidak akan tersimpan dalam tanah secara baik, akibatnya akan terjadi banjir dan lain sebagainya. Kemudian jika kita membuang sampah sembarangan, mengakibatkan air menjadi keruh, kotor dan membutuhkan waktu lama dalam mengolahnya. 

Oleh karena itu, sebagai manusia yang bijak, hendaklah secara cukup kita menggunakan air. Jangan berlebihan, apalagi sampai mubadzir, karena kalau mubadzir akan menjadi teman setan. Hayoo siapa mau??

Kita juga harus peduli terhadap lingkungan serta makhluk hidup yang lain, karena mereka berhak mendapatkan air minum yang layak. Setelah mendapatkan materi tentang pengolahan air, kemudian anak-anak melihat seperti apa proses pengolahannya, dipandu oleh pak Tio, anak-anak dengan seksama mendengarkan dan mencatat setiap kata yang disampaikan oleh pak Tio. Tentunya sangat bermanfaat bagi bekal di kemudian hari.

Naah, kalau sudah gini, masih mau dan tega membuang-buang air? Semoga kegiatan berkunjung ini semakin memahamkan kita, akan pentingnya air bagi kehidupan makhlum hidup. Sekian cerita pengalaman hari ini. Sampai berjumpa dilain kesempatan. (THF)

Semarang, SMPIT Bina Amal mengadakan “Bina Amal Camp” selama 2 hari di Watusimbar, 13-14 Oktober 2017. Peserta berjumlah 48 yang diambil 4 perwakilan setiap kelas. Tujuan diadakan "Bina Amal Camp" untuk mempersiapkan peserta didik menjadi "Pakar Beriman" yang akan menggerakkan roda kedisiplinan, kebaikan serta budaya islami di lingkungan sekolah.

SMPIT Bina Amal bekerja sama dengan Trutsco, untuk mengemas acara tidak hanya penyampaian materi tetapi juga outbond dan berbagai game yang menarik. Peserta didik dapat bekerja sama, mandiri serta disiplin. Selama perkemahan, peserta didik dituntut untuk sekali mengkhatamkan Al-Qur'an.

Salah satu hal menarik selama kegiatan, peserta didik diwajibkan mencari sumberdaya berupa sampah yang ditukar dengan uang mainan.  Uang tersebut menjadi alat tukar saat pengambilan konsumsi. Diakhir kegiatan dibacakan deklarasi pakar beriman oleh Eko Suryanto, M.Pd, Kepala Sekolah SMPIT Bina Amal.

Menurut Eko Suryanto, "Siswa pakar beriman merupakan garda terdepan menjadi contoh serta teladan bagi siswa lainnya".

 "Kegiatan ini menambah semangat dan disiplin. Semoga ada acara lagi seperti Bina Amal Camp", ungkap Muhammad Hilman Sidqi.

Craft Ekspo Bina Amal 02
Semarang, dalam rangka menyemarakkan kegiatan penyerahan rapot tengah semester 1, pihak Majelis Sekolah Bina Amal 02 yg dipimpin oleh Bu Diah Ayu R, menggelar acara craft Expo, Semarang, 14 Okt 2017

Kegiatan ini menampilkan hasil karya kerajinan siswa dari kelas 1-6. Acara ini bertujuan memunculkan kreativitas dan kerjasama siswa dalam memanfaatkan barang-barang yang ada di sekitarnya. Bahan yang digunakan beragam dari botol bekas, kardus bekas hingga stik dan koran bekas. Selama proses pembuatan siswa didampingi guru dan diharapkan tidak melibatkan orang tua. 

Selain dipamerkan, craft hasil karya siswa juga dilombakan dengan model penilaian berdasarkan pilihan terbanyak orang tua yang datang pada saat rapotan dan hasil kesepakatan MS dengan mempertimbangkan keunikan, kreatifitas, kerjasama dan prosesnya.

Terpilihlah pemenang craft expo sebagai berikut :

Juara 1 = stand I kelas 3A stick
Juara 2 = stand F kelas 5 bubur koran
Juara 3 = stand A kelas 4 gelas air mineral

Alhamdulillah dengan Craft Expo ini antusias orang tua dalam pengambilan rapot mencapai 91%.

Acara ini akan digelar lagi pada kesempatan mendatang dan diharapkan acara ini semakin menambah kreatifitas dan semangat anak2 dan guru wali kls dlm mempersembahkan karya terbaiknya..

Terimakasih kepada semua siswa, orang tua dan guru SDIT Bina Amal 02

#HumasSDBa02


Sabtu (14/10/17), SDIT Bina Amal mengirimkan 7 siswa terbaiknya sebagai perwakilan Kontingen Semarang Selatan dalam Lomba MAPSI Tingkat Kota Semarang Tahun 2017.

Mereka berhak maju ke tingkat kota setelah sebelumnya telah menjadi jawara di tingkat Kecamatan Semarang Selatan.

Alhamdulillah, Luthfi Shabran Ramadhani dan Laura Salima dari kategori Lomba Cerita Islami berhasil menyabet juara 1 putra dan juara 3 putri.

Atas pencapaiannya tersebut Luthfi berhak mewakili Kota Semarang untuk maju Lomba MAPSI kategori Lomba Cerita Islami Putra di tingkat provinsi.

Barokalloh Kak Luthfi dan Kak Laura, semoga mampu memotivasi teman-teman yang lain. Dan, spesial untuk Kak Luthfi semoga diberikan kelancaran untuk maju ke tingkat provinsi.

Mau jadi juara seperti kami? Kamu tahu jawabannya!

Sdit Bina Amal New
Humas BinaAmal


Andakah yang kami cari ?

Kembali Yayasan Wakaf Bina Amal mengajak anda untuk bergabung, menjadi bagian dari Keluarga Besar Bina Amal.

GURU BK SMPIT
Kriteria :
1. Muslim/Muslimah
2. S1 BK
3. Belum Berkeluarga

GURU ASRAMA PUTRA
Kriteria :
1. Muslim
2. S1 Syariah
3. Belum Berkeluarga

TENAGA KEBERSIHAN
Kriteria :
1. Muslim
2. Usia Maksimal 22 tahun

LAMARAN DI KIRIM KE :

YAYASAN WAKAF BINA AMAL
JL. KYAI SALEH NO 8 SEMARANG

Paling Lambat :
RABU 18 OKTOBER 2017



Muharam penuh berkah.Jum'at 13 oktober 2017, keluarga besar TKIT Bina Amal 02 bersama MS Majlis Sekolah melaksanakan kunjungan sosial ke pondok Tahfidz Rijalul Qur'an Semarang. 

Hal ini bertujuan untuk memotivasi anak - anak untuk menghafal Al Qur'an dan bersemangat belajar ilmu Al Qur'an. 

Kami bersama Majlis Sekolah TKIT Bina Amal memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh pondok seperti sembako ataupun berbentuk uang. 

Jazakumullah khairon katsiro bagi semua pihak membantu terlaksananya acara ini baik itu bantuan moril spiritual, tenaga dan materi. Hanya Allah yang bisa membalas Ayah Bunda serta seluruh pengurus MS.

Barokalloh...


Cara atau adab membangunkan anak yang tidur, anak yang masih bayi, kanak - kanak , remaja atau dewasa.

1. Beri salam kepada anak yang sedang tidur.
2. Sentuh ujung ibu jari kakinya dan goyangkannya perlahan -perlahan.
3. Panggil namanya dengan lembut dan teruskan menggoyang kakinya.
4. Kalau masih belum bangun, kuatkan sedikit suara dan goyang badannya.
5. Teruskan memanggil namanya dan panggillah sayang, manja atau anak.
6. Bangunkan sambil memujinya contoh: Bangun sayang, anak umi yang baik, anak umi yang soleh, anak umi yang rajin.
7. Setelah anak bangun, usap kepalanya sambil berucap dengan lembut agar ia mandi , sholat subuh dan bersegera ke sekolah untuk menjadi anak yang bijak pandai.
8. InsyaALLAH , anak anda akan bangun dengan badan yang segar dan otak yang cerdas karena dibangunkan dengan penuh kasih sayang. Cara ini juga boleh dilakukan kepada suami isteri tersayang atau kesiapa saja.

Ya Allah jadikanlah Anak-Anak kami menjadi anak yang soleh dan solehah
AAMIIN

Story Telling /Bercerita Kelas 3 SDIT Bina Amal 2

Ayah Bunda, orangtua saat ini akan merasa amat bangga jika di usia kecil anak-anaknya sudah mampu membaca, menulis dan berhitung. Padahal ada 4 kemampuan dasar yang lebih penting kita tanamkan pada anak-anak sejak dini lho di samping kemampuan calistung:

1. Antri

Sudahkah kita mendidik anak untuk bisa mengantri dengan tertib? Ketika anak bersedia untuk mengantri saat bermain perosotan di sekolah, mengantri saat membeli tiket kereta, mengantri saat menunggu giliran, sesungguhnya kita sedang mendidik mereka untuk memiliki sifat sabar dan menghargai hak orang lain.

2. Mandiri terhadap keperluan sehari-hari

Apakah kita sudah mengajarkan anak untuk istinja sendiri dengan bersih? Sudahkah anak kita bisa menyiapkan sendiri buku pelajaran esok hari? Sudahkah ia menyuap makanan dengan tangan kanannya sendiri? Bisakah ia membereskan mainannya sendiri ke tempat semula?

Ajarkan anak untuk mandiri sejak dini, akan membuat anak kita tidak mengandalkan orang lain dan tentu saja tumbuh menjadi pribadi yang lebih bertanggungjawab.

3. Buang sampah pada tempatnya

Sudahkah anak kita memiliki kemampuan membuang sampah pada tempatnya? Tidak lucu kan kalau putra-putri kita jago calistung, hafal beberapa juz Al Quran, tapi kemampuan sederhana seperti membuang sampah saja masih sembarangan. Didik anak untuk membiasakan diri buang sampah di tempatnya, kalau tidak menemukan tong sampah, simpan dulu sampah tersebut di tas atau saku (kalau sampahnya bersih).

Jangan sampai anak-anak kita masuk dalam golongan orang-orang yang merusak alam ciptaan Allah karena tak mengindahkan kebersihan.

4. Bercerita

Anak-anak bisa mudah bercerita jika ada telinga yang sabar untuk mendengarkan ceritanya, oleh sebab itu orangtua perlu sekali menumbuhkan kesadaran untuk mendengar celotehan anak. Kemampuan bercerita ini sangat penting karena bisa menumbuhkan kepercayaan diri, kreativitas, perasaan dihargai, dan mengajarkan anak untuk berani mengungkapkan pemikirannya.

Sudahkah anak kita mampu bercerita dengan baik? Atau kita terlalu sibuk tak punya waktu untuk mendengar celotehan mereka?

Semoga bermanfaat.

ummionline

Semarang, SMPIT Bina Amal mengikuti Ganesha Festival (GAFEST) 2017 yang diselengarakan oleh OSIS SMA Tiga Semarang (8/10). GAFEST 2017 diikuti oleh peserta dari puluhan sekolah negeri maupun swasta di Semarang.

Pada festival tahun ini, Bina Amal mendelegasikan 23 siswa untuk 6 bidang yang dilombakan yaitu Olimpiade Matematika, Olimpiade Fisika, Olimpiade Biologi, Story Telling, Rebana dan Agama Islam.

Lima siswa mampu lolos ke final yaitu Laksmi Dwi N (fisika), Annisa Farhana (Biologi), Asyrilla Zacky (Biologi), Muhammad Al Faatih (Agama Islam) serta Khoirul Hafid (Agama Islam). Dan Muhammad Al Faatih berhasil keluar sebagai juara 3 dalam bidang Agama Islam.

SMPIT Bina Amal terus berkomitmen mendukung siswa berkompetisi menunjukkan bakat dan skillnya, baik di bidang olahraga maupun akademik.



Semarang- Jumat (6/10/17), sebanyak 700an siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Bina Amal yang tergabung dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 menggelar kegiatan amal dan bakti sosial dalam rangka Gebyar Muharram 1439 H. Kegiatan yang di gelar dari pukul 7.15 WIB sampai dengan 8.30 WIB ini dilaksanakan di halaman kampus SDIT Bina Amal jalan kyai saleh nomor 8, Semarang.

Kegiatan ini diawali dengan sholat dhuha berjamaah 4 rokaat dan dilanjutkan dengan doa bersama serta pemberian santunan dan paket sembako kepada siswa yatim dhuafa. Sebanyak 300 paket sembako yang terkumpul merupakan hasil donasi dari seluruh siswa SDIT Bina Amal.


Dalam sambutannya, Ustadz Joko Widodo selaku Ketua Yayasan Wakaf Bina Amal berpesan kepada seluruh warga SDIT Bina Amal untuk senantiasa memelihara anak yatim dan dhuafa supaya nanti ketika di akhirat mampu berjalan beriringan dengan Nabi Muhammad Shalallohu ‘alaihu wa sallam.

Selain dari dalam sekolah, penerima manfaat dari kegiatan sosial ini adalah warga dhuafa yang tersebar di wilayah Kecamatan Semarang Barat, Kecamatan Semarang Selatan, Kecamatan Semarang Utara, Kecamatan Gajahmungkur, Kecamatan Ngaliyan, dan Kecamatan Boja, Kendal.

Kegiatan ini harapannya mampu menimbulkan rasa empati dan memupuk rasa syukur sedalam-dalamnya bagi seluruh siswa SDIT Bina Amal melihat saudara-saudara kita yang masih hidup dalam kekurangan. 

#HumasSdit




Ada Ibu baik yang bersedia membagikan masalahnya dengan teman-teman kami agar dapat menjadi pelajaran.

Pertanyaan:

Bunda, saya besar dari keluarga yang tidak utuh. Dan kebetulan Ibu saya sangat temperamental Bunda, sedikit main pukul dan pasti selalu menggunakan kekerasan baik fisik maupun verbal.

Sekarang saya punya permasalahan yang sama Bunda, sepertinya saya selalu dihantui kekerasan orang tua saya pada saya. Jadi saya terkadang sangat kasar pada anak-anak saya Bunda, saya seperti punya dua kepribadian. Sekarang ini anak pertama saya semakin susah untuk diberi tahu, selalu berargumen dan bahasa tubuhnya mau melawan dengan mengepal-ngepal tangan pada kami, orang tuanya. Sering saya dan suami jadi terpancing untuk melakukan kontak fisik. Padahal saya sangat tahu itu salaaaaah. Terkadang saya seperti orang yang punya kepribadian ganda Bunda, karena di satu sisi saya selalu lembut tapi di sisi lain saya sangat kasar. Bagaimana saya memperbaiki diri agar menjadi tauladan yang baik untuk anak-anak saya. Tak jarang saya merasa frustasi Bunda karena saya tidak bisa mengendalikan diri ketika marah. Tolong Bunda saya ingin menjadi sebaik-baiknya Ibu untuk anak-anak saya. Jazaakillah.

Jawaban kami:

Pengasuhan itu sebetulnya hanyalah penerusan kebiasaan. Anak yang dulunya dibesarkan dengan banyak les, biasanya akan me-les-kan pula anak-anak mereka. Anak yang dibesarkan dengan pendidikan agama yang baik akan menitikberatkan agama pada pengasuhan anak mereka kelak. Dan...anak yang dipukul akan menjadi orang tua yang pemukul juga. Semua tergantung kebiasaan bagaimana orang tersebut diasuh dulu. Tentunya ada pengecualian bagi mereka yang belajar menjadi lebih baik dan memiliki keinginan kuat untuk menghentikan kebiasaan itu, ya bisa. Tapi umumnya, pengasuhan.. diturunkan.

Kalau soal marah, semua orang tua pasti ada marahnya Bu. Namanya juga manusia, kadang baik, kadang 'jahat'. Kalau baik terus, namanya malaikat, kalo jahat terus namanya setan, tapi kita manusia, yang memiliki 2 sifat itu secara adil. Gak ada orangtua, khususnya Ibu, yang baikkkk terus gak pernah kasar dan marah sama anaknya. Dan begitu pula sebaliknya. Kalo iya, anaknya mau jadi apa?
Orangtua kita dulu juga begitu, mostly baik, dan kadang marah besar juga kan, tergantung kesalahan yang kita lakukan. Kami rasa Ibunya Ibu menjadi temperamental karena harus melewati perceraian yang tidak mudah, sehingga dengan masalah yang bertumpuk, sumbu beliau lalu memendek ketika anak-anaknya bertingkah. Tentunya itu tidak bisa menjadi alasan untuk memukuli anaknya, tapi yang lewat sudahlah. Kita lihat ke depan saja dan mencoba menjadi lebih baik.

Anak, tidak ada yang gampang di beri tahu Bu. Kalau gampang, Ibunya enak sekali, jadi tidak ada Ibu yg cerewet dong.
Jadiii, anak Ibu yang semakin susah untuk diberi tahu dan selalu berargumen hanya membuktikan bahwa anak Ibu adalah manusia normal dan sehat, dan bahwa otaknya berkembang. Itu dulu yang perlu Ibu pahami. Namun, sudahlah anak normal biasanya harus diberitahu berulang-ulang, apalagi anak Ibu yang sudah mengalami kekerasan, 'gangguan' perilakunya akan semakin banyak.

Tapii walaupun semua anak ada 'melawan'nya, bahasa tubuh anak Ibu yang kesannya mau melawan dengan mengepalkan tangannya ke Ibu itu yang tidak normal, tidak diterima, tidak benar dan perlu di luruskan.
Bagaimana cara meluruskan? Jelaskan baik-baik. Kapan? Kalau semua sudah tidak emosi. Si anak tidak sedang emosi, Ibu juga tidak emosi, Ayahnya pun juga tidak emosi. Nanti, kalau mau tidur. atau besoknya, atau lusa, pas lagi jalan-jalan di mal, atau leyeh-leyeh sore. Jangan 'tembak di tempat' saat itu juga, karena jika orang sedang emosi, jalur berpikir logis mereka tertutup Bu. Itu kenapa Ibu 'balas' dengan kontak fisik juga. JANGAN BERSEDIH, SAYA JUGA BEGITU.
Semua orangtua normal begitu, yang tidak begitu? Setengah malaikat mungkin. Tapi normalnya, semua orangtua tidak terima anaknya mau 'ninju' dia. Kalau perlu kita tinju dulu tuh anak lebih kenceng biar ada sopannya sama orgtuanya.
Semua.. orangtua.. begitu.

Jadi Ibu jangan berpikir bahwa Ibu punya kepribadian ganda. Jika Ibu memiliki kepribadian ganda, Ibu tidak akan ingat sama sekali kejadian yang membuat Ibu marah karena diambil alih dengan kepribadian yang sedang muncul dan sedang mengamuk marah. Gak gitu kan? Ibu ingat kan? Berarti Ibu tidak memiliki berkepribadian ganda. Santai saja..

Tentu seperti kalimat kami di awal tadi, Ibu sadar kan ya, bahwa perilaku pengepalan tangan anak Ibu besar kemungkinan karena dia pernah melihat Ibu melakukan hal yang sama, jadi dia pikir, begitulah cara marah yang benar. Jadi bukan anak dulu yang perlu Ibu khawatirkan. Betulkan diri Ibu dulu dan cari cara marah yang lebih sehat, baru kita bisa betulkan anak kita.

Bagaimana cara marah yang sehat? Nanti di bawah akan dijelaskan. Tapi yang pasti, setelah emosi reda, Ibu jelaskan kenapa Ibu marah, kenapa dia tdk boleh mengulangi perilakunya lagi, dan cara mengatasi marahnya secara sehat.

contoh: (DALAM KEADAAN SANTAI)

"Maaf ya Kak tadi (atau kemarin, atau 2 hari yang lalu *tp jangan kelewat lama*) Kakak Mama pukul.. Mama marah sekali Kakak mengepalkan tangan begitu, mau melawan Mama. Mama tahu kakak marah, tapi cara begitu sangat, sangat salah. Allah marah kalau kita melawan orangtua seperti itu. Kakak pikir boleh ya mukul mama? Gak boleh dan gak pernah boleh. Jadi yang boleh apa? Kakak bilang ke Mama bahwa Kakak marah, dan kenapa Kakak marah. Jadi Mama tahu dan Mama akan coba bantu membuat kakak gak marah lagi. Tapi cara tadi salah dan Mama tidak akan pernah mau lihat kakak melakukan itu lagi, paham? Kenapa? Karena: (1.) Allah melarang kita kasar pada orang tua; (2.) Kalau Kakak begitu, Mama akan marah juga dan gak sengaja nyakitin Kakak dan Mama gak mau nyakitin Kakak. Jadi kalau lain kali kakak marah, bilang, "KAKAK MARAH!!!" Lalu rasanya mau pukul sesuatu? Ambil bantal, pukul bantal boleh. Tapi pukul Mama? NEVER. Kakak ngerti?

Dengan kalimat tersebut kakak belajar bahwa:

1. Kalau seseorang melakukan kesalahan, minta maaf. Mau kita Ibu, kepala sekolah, presiden sekalipun, kalau salah ya minta maaf.

2. Kita mengenali emosinya, dia marah. Dan marah itu boleh. Mama juga marah. Marah adalah bagian dari menjadi manusia. Kalau kita melarang anak untuk marah, berarti kita mengambil haknya sebagai manusia, gak adil.

3. Meluapkan marah ada banyak cara. Bisa membentak, memukul, dll. Idealnya ya cara Rasulullah dengan berwudhu atau diam, tapi karena Ibu saja belum bisa begitu ya ajarkan cara peluapan marah yang benar dan 'sehat'. Cara Ibu belum sehat karena memukul itu tidak benar. Tapi karena Ibu meluapkan marah dengan salah, makanya Ibu minta maaf.

4. Ada konsekuensi terhadap peluapan marah yang salah. Kalau memukul, maka orang jadi sakit, kalau melawan orangtua, akan berdosa karena melanggar perintah Allah, dll.

5. Ada cara peluapan marah yang 'boleh', mau mukul? Boleh, tapi memukul apa dulu. Mukul dan bentak Mama? Bukan seperti itu. Yang benar, bilang kalau marah, dan kenapa marahnya. Kemampuan mengutarakan emosi ini sangaattt penting, bahkan sampai anak Ibu punya keluarganya sendiri nanti. Kalau dia marah lalu membanting-banting pintu, pesannya tidak akan sampai kepada pasangannya. Dia harus belajar untuk mengatakan "Saya marah karena kamu.."
Namun ilmu ini sulit, Ibu saja belum bisa kan?

6. Emosi mengalir dari 1 orang ke 1 orang yang lain. Kakak marah, Kakak meluapkan marahnya sehingga membuat Mama marah. Nanti karena marah sama kakak, adik ikut-ikut kena bentak, dan terus begitu, terus mengalir. Sama seperti kalau kita sedang bermasalah dengan pasangan, hati kita yang gak enak membuat kita ingin membentak anak-anak kan?

Cara kita marah adalah contoh bagi anak-anak kita akan cara meluapkan kemarahan. Kalau anak melihat kita memukul, dia pikir itulah cara ekspresi marah yang benar, karena selama ini Mama marahnya begitu. Jadi kitapun harus memperbaiki diri. kalau kira-kira sudah mau marah, emosi sudah setinggi hidung (jangan tunggu sampai ke ujung rambut, nanti keburu meledak) cari cara menyalurkannya dengan baik. Bagaimana? Cara orang beda-beda, ada yang pergi menjauh dari sumber kemarahan, ada yang diam, ada yang wudhu, ada yang tidur, ada yang mengalihkan perhatiannya ke sesuatu hal yang lain, ada yang mengatur pernafasan, istigfar, makan es krim dan lain sebagainya, Ibu harus mencari cara yang sesuai dengan karakter Ibu.

Sekali lagi saya ingatkan, anak-anak yang dipukul akan menjadi orang dewasa yang memukul. Setiap kali Ibu memukul anak Ibu, ingatlah bahwa anak itu akan memukul cucu Ibu dan seterusnya. Pengasuhan adalah kebiasaan yang diturunkan. Jika orangtua kita melakukan kesalahan, bersungguh-sungguhlah berusaha menahan diri untuk tidak melakukan hal yang sama. Putuskan lingkaran setannya sekarang, jangan sampai berlarut ke generasi-generasi mendatang.

Pukulan (atau bentuk kekerasan apapun) terhadap anak memiliki akibat sangat buruk, baik jangka panjang maupun jangka pendek. Anak bisa depresi, apatis, kehilangan kepercayaan diri, menyakiti sesama, sulit berkonsentrasi, gangguan makan, sering sakit, kemampuan verbal yang menurun, dan ribuan efek lainnya (yang bisa Ibu cari di google sendiri) yang bertahan jauh lebih lama daripada kesalahan yang dia lakukan dan kemarahan yang Ibu luapkan, yang kesemuanya tidak bisa Ibu sembuhkan dengan plester.

Sebelum mengakhiri pembahasan ini, perlu kami ingatkan bahwa kita akan dimintai pertanggungjawaban atas semua yang kita lakukan pada anak kita, setiap detiknya, setiap sentinya, apakah itu baik atau buruk, menyenangkan atau menyakitkan, sepanjang hidup mereka. Jadi jangan sampai salah meluapkan marah.

Enjoy your children!

Salam hangat,
Yayasan Kita dan Buah Hati




Sayangi Buah Hati Kita

Terkadang tanpa disadari... orangtua mencontohkan sikap buruk pada anak-anaknya, bahkan membentuk anaknya menjadi pribadi yang hobi membuli anak lain. Maka, sadarilah beberapa perilaku orangtua yang harus segera dihilangkan ini:

1. Menuntut prestasi anak secara berlebihan

Baru usia 4 tahun anak dipaksa harus sudah bisa baca, tulis, hitung, serta menguasai bahasa asing. Ketika masuk sekolah, anak dituntut untuk dapat nilai di atas 8 untuk semua mata pelajaran. Harus bisa hafal ini itu tanpa anak ketahui apa manfaatnya. Jangan heran jika anak akhirnya malah menjadi stres dan membutuhkan pelampiasan misalnya dengan membuli orang lain yang telrihat lebih lemah atau justru lebih sempurna daripada dirinya.

Orangtua harus belajar untuk tidak menuntut anak dengan membabi buta, biasakan berdiskusi dan mencari jalan keluar yang sama-sama disepakati oleh anak maupun orangtua, jangan hanya mendikte saja.

2. Perlakuan beda antara anak yang satu dengan anak yang lain

Ada orangtua yang berbeda sikapnya antara anak yang satu dengan lainnya, misalnya terhadap anak tertua sikap orangtua terlalu keras, sedangkan pada adik-adiknya justru sangat lembut. Ketimpangan perlakuan ini akan memunculkan kekecewaan yang bisa jadi ujung-ujungnya dendam yang baru terpuaskan setelah membuli orang lain.

Wahai orangtua, bersikap adil lah pada anak. Tidak ada anak yang meminta dilahirkan sebagai sulung atau bungsu, meminta dilahirkan sebagai laki-laki atau perempuan, maka berbuat adil-lah pada anak-anak kita baik mereka sulung, bungsu, perempuan ataupun laki-laki.

Jangan selalu menyuruh si kakak untuk mengalah pada adik, lihat konteks kejadiannya, barangkali memang adiklah yang salah... sehingga amat tidak adil jika apa-apa kesalahan selalu dilampiaskan pada sang kakak. "Kamu kakak harus mengalah, kamu laki-laki harus mengalah..."

Ketidakadilan orangtua yang seperti ini membawa dampak amat buruk untuk perkembangan mental anak.

3. Terlalu memanjakan anak dengan memenuhi segala permintaannya

Anak minta apapun dituruti, akhirnya anak tumbuh dengan sifat yang suka menuntut ini itu pada orang di sekitarnya, bahkan kehilangan rasa empati saking tidak pernah merasakan apa yang disebut rasa susah atau kesulitan hidup.

4. Membiarkan anak menonton adegan kekerasan atau bermain game yang mengandung unsur kekerasan

Wahai orangtua, berhati-hatilah dengan game atau film yang mengandung unsur kekerasan, jangan sampai anak-anak kita mengonsumsi hal-hal seperti ini. Termasuk juga berita-berita di TV maupun internet mengenai kasus kriminal, sebisa mungkin gantilah chanel tontonan agar adegan kekerasan tidak sampai masuk ke otak anak.
5. Perlakuan kasar orangtua pada anak
Orangtua yang sering berkata kasar, membentak dengan nada keras dan tinggi pada anak, mencubit, memukul, menjewer anak, biasanya akan menurunkan sifat buruk yang sama pada anak-anaknya. Maka, selaku orangtua kita perlu menjaga perilaku dan mempertinggi kesabaran. Ingat, anak adalah amanah dari Allah... bukan milik kita!

ummionline



Mendidik anak memang bukan perkara yang mudah. Mengapa hal ini terjadi ? Karena memang pada umumnya sifat yang dimiliki anak tak semuanya sama ada yang pemberani, bandel, cerdas, lugu, pendiam, bahkan ada yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Kita sebagai orang tua memang banyak sekali hambatan atau halangan untuk mendidik anak supaya menjadi seorang anak yang baik dan juga berakhlak baik tentunya. Namun bagaimana dengan anak yang pendiam atau bahkan sangat bandel yang tak mau untuk mendapatkan pendidikan sekolah.

Tentu saja ini adalah hal yang begitu sangat membuat anda bingung bukan. Satu sikap yang harus senantiasa tertanam pada anda sebagai orang tua adalah sikap sabar. Sabar nantinya akan senantiasa mengantarkan pada anda cara mendidik anak yang baik dan juga benar. Dengan modal kesabaran inilah anda akan mengerti apa yang anak anda inginkan dan bagaimana cara anda memperlakukannya dengan penuh kasih sayang.

Berikut ini adalah beberapa Tips Mendidik Anak :

1. Berikanlah pujian terhadap anak anda.

Pujian memang memiliki kekuatan yang baik untuk memberikan kesan kasih sayang terhadap anak anda. Apapun yang dilakukan anak anda dalam proses bermainnya anda harus mengatakan bahwa itu adalah hal yang hebat, jangan sampai anda mengatakan itu buruk karena hal ini akan mempengaruhi bagaimana proses psikologinya.

2. Bersikaplah sebagai orang tua yang bijak kala anak-anak anda melakukan banyak sekali kesalahan dan beritahu bagaimana langkah yang baik untuk memperbaikinya.

Contohnya saja ketika anak anda merusak sebuah barang maka jangan sampai anda memarahinya namun anda harus memberikan semangat dan juga motivasi agar nanti hal tersebut tak diulangi lagi. Ini adalah hal yang harus mereka perhatikan.

3. Jangan pernah menunjukkan emosi terlalu tinggi terlebih membentak atau memarahi anak anda secara langsung kala anak anda melakukan kesalahan.

Ini adalah hal yang kurang baik dan nantinya akan membuat anak anda berfikir bahwa anda adalah orang tua yang jahat dan lain sebagainya.

4. Berikanlah kasih sayang yang penuh terhadap anak anda dan jangan sampai anda membiarkan anak anda menangis dengan keadaan sendirian.

Peluklah anak anda dengan kelembutan. Hal inilah yang nantinya akan membuat mereka merasa nyaman dan juga tenang berada di dekat anda.

5. Katakan bahwa anak anda adalah anak yang pintar dan selalu membuat bangga anda.
Hal ini tentu saja akan membuat anak anda gembira dan nantinya akan mendorong mereka untuk senantiasa menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi.

Beberapa tips di atas memang pada dasarnya sangat baik untuk anda lakukan jika ingin mendidik anak dengan penuh kesabaran. Sabar memang harus diberikan kepada semua orang terutama adalah saat kita merawat anak kita sendiri. Bagi anda seorang ayah atau ibu, hal-hal di atas memang harus anda perhatikan dan pastikan saat ini anda sudah mendidik anak anda secara baik dan benar. Pendidikan anak yang benar dan dilakukan dengan sabar nantinya akan senantiasa memberikan hasil yang baik dan juga sempurna. Dijamin anak anda akan memiliki pribadi yang baik dan juga akhlak yang mulia. Mereka akan senantiasa bersikap baik di lingkungan keluarga maupun lingkungan sekitarnya. Semoga beberapa Tips Sabar Mendidik Anak di atas nantinya dapat bermanfaat bagi anda, selamat mencoba dan pastikan anda memberikan pendidikan yang baik bagi anak anda.


Selama 2 hari, 23-24 September 2017, dua siswa SDIT Bina Amal mengikuti ajang kejuaraan Bandung Taekwondo International Invitation 2017 yang diikuti sekitar 2000 taekwondoin dan diikuti 3 negara, yang akan berlangsung Sabtu dan Minggu (23-24/9/2017), bertempat di Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Jln Setiabudhi Bandung.

Tiga negara yang akan ikut serta kejuaraan ini, Kamboja, Malaysia, dan Timor Leste, selain itu ada 20 provinsi yang akan ikut.

Untuk kejuaraan kali ini pihak panitia mempertandingkan dua nomor pomsae dan Kyorugi, serta terdapat 8 kategori. Untuk kategori super kadet A maksimal 8 tahun, super kadet B 9-10 tahun, super kadet C 11-12 tahun, kadet 13-14 tahun, junior 15-17 tahun, senior 18 tahun keatas, nomor pomsae senior 31-40 tahun, dan pomsae master 41 tahun keatas.

Alhamdulillah mereka pulang membawa medali emas. Siraj Arya yang sekarang duduk di kelas VI berhasil membawa emas pada kategori pomsae. Sedangkan adik kelasnya yang duduk di kelas IV bernama Raffandy juga membawa emas pada kategori Kyorugi dan Poomsae sekaligus.

Pelatih taekwondo yang akrab dipanggil Sabem Rohmah menuturkan, "Alhamdulillah dari SDIT Bina Amal 2 siswa yang ikut adalah Mas Arya dan Mas Rafa. Selain anaknya antusias, berkat dukungan dari orang tua juga yang sangat wellcome".

Barokalloh kepada Mas Arya dan Mas Rafa. Semoga menjadi motivasi bagi teman-teman lain untuk dapat berprestasi dalam bidang apapun.

Semarang- Semakin kedepan semakin berat tantangan yang di hadapi guru. Guru tidak hanya dituntut untuk mendidik anak-anak. Tetapi juga harus bisa mencetak calon pemimpin. Tentunya pemimpin yang bisa memberikan keteladanan. Ujar Ust Joko Widodo, SE dalam acara Bina Kembang Yayasan Wakaf Bina Amal Sabtu 30 September 2017.

Bina Kembang merupakan salah satu sarana pembinaan Guru dan Pegawai Bina Amal. Pembinaan ini dilakukan setiap bulan sekali dengan Pembicara dari dalam dan luar yayasan Wakaf Bina Amal.

Dalam acara tersebut Ust Joko Widodo, SE menekankan bahwa guru harus punya karakter pemimpin dan menjadi teladan, harus memahami perkembangan dunia serta harus paham dan menguasai teknologi demi menjawab tantangan masa depan. Karena pada dasarnya tugas guru adalah mencetak calon pemimpin.

Ada Empat hal utama yang ditekankan dalam Fikih Kepemimpinan

1. Kepemimpinan bukan sekedar bakat maupun anugrah yang sejatinya dimiliki semua orang, melainkan juga amanah yang harus dipertanggungjawabkan

2. Kepemimpinan sejatinya merupakan pengabdian kepada mereka yang di pimpin

3. Seorang Pemimpin harus memberikan keteladanan bagi orang-orang terdekatnya secara khusus dan bagi masyarakat luas secara umum.

Karena itu para pemimpin dalam sejarah islam awal terdiri atas orang-orang yang berintregasi tinggi, khususnya dari segi keagamaan dan moralitas
Kesuksesas pemimpin besar nabi muhammad SAW tidak terlepas dari adanya keteladanan yang kuat dari beliau ( Q.S Al Ahzab: 21 )

4. Kepemimpinan sejatinya mampu menggerakkan masyarakat luas menuju cita-cita luhur bersama

Kepemimpinan membutuhkan kerjasama baik(at ta’awun ‘ala al-birri) dengan pihak-pihak lain
Sehebat apa pun seorang pemimpin tidak akan mampu menciptakan perubahan berarti tanpa dukungan pihak-pihak terkait.











MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget