Latest Post


Saya salut pada orang tua yang anaknya diajari untuk bertanggung jawab pada perbuatannya. Itu bagus dan sifatnya sangat positif. Hanya saja, memaksakan anak untuk meminta maaf tidak pas untuk anak usia ini,” kata Kim John Payne, M.Ed., pakar perilaku anak dan penulis Simplicity Parenting. Ada alasan seputar perkembangan tentang hal ini: Sebelum mereka berumur 8 atau 9 tahun, anak tidak bisa merasa benar-benar menyesal.

Respons yang lebih efektif adalah menyatakan ketidaksetujuan sambil memuji anak karena telah melakukan sesuatu yang sangat baik. Misalnya, “Biasanya, kamu menjaga adik kamu dengan baik.” Kata Payne, “Jika ketidaksetujuan diikuti dengan pernyataan yang positif, Anda akan mendapat anak yang suka membangkang atau yang sering merasa gagal dan sedih.”

Katakan pada kedua anak bahwa Anda akan membicarakan masalah ini setelah keduanya tenang. Pisahkan mereka, mungkin dengan cara memberi keduanya tugas ringan, dan dekati mereka sehingga mereka bisa menceritakan versi masing-masing. “Dengarkan saja, namun jangan berkomentar apa pun,” nasehat Payne. “Bila Anda bicara terlalu banyak, ini berarti Anda sudah berpihak dengan salah satu dari mereka.”

Pada akhirnya, katakan pada anak 7 tahun Anda kalau dia harus bersikap baik pada kakaknya, dan bertanya tentang ide yang dimilikinya. Ia bisa, misalnya, meminta si kakak untuk jalan-jalan bersama anjing mereka barengan. ‘Berbuat baik’ atau ‘melakukan semuanya dengan benar’ adalah frase yang lebih efektif untuk anak ketimbang mengatakan, ‘Maaf, ya’,” kata Payne. “Ini merupakan tindakan yang konkrit, bukan perasaan yang sifatnya abstrak.”

Sumber : http://www.parenting.co.id/



Orang tua sebaiknya menjauhkan smartphone di kamar anak karena mampu mengganggu waktu tidur. Sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan, smartphone di kamar tidur anak dapat merusak kebiasaan tidur. Keberadaan smarphone, menurut studi bahkan lebih berbahaya daripada televisi.

Terkait keberadaan smartphone ini, para peneliti melibatkan lebih dari 2.000 siswa SD dan SMP. Peneliti menemukan bahwa keberadaan smartphone atau tablet di kamar tidur berkaitan dengan kurang tidur dan anak cenderung merasa ngantuk di siang hari.

"Studi telah menunjukkan bahwa menonton TV dapat mengganggu tidur. Tapi hanya sedikit yang mengetahui tentang dampak smartphone dan layar kecil lainnya," kata penulis studi Jennifer Falbe, dari School of Public Health di University of California, Berkeley.

“Smartphone harus menjadi perhatian khusus karena benda itu menyediakan akses ke berbagai konten termasuk game, video, website, dan teks, yang dapat digunakan di tempat tidur dan menunda waktu tidur,” kata Falbe.

Falbe juga menemukan bahwa tidur di dekat smartphone dan tidur di sebuah ruangan yang ada televisi terkait dengan durasi tidur yang lebih pendek. "Anak-anak yang tidur di dekat smartphone lebih mungkin untuk merasa mereka tidak mendapatkan cukup tidur," katanya

Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute menyarankan anak usia sekolah membutuhkan setidaknya 10 jam tidur setiap hari. Sedangkan remaja membutuhkan waktu antara sembilan sampai 10 jam tidur. Jadi apakah anak Anda sudah cukup tidur?

Studi ini dipublikasikan pada 5 Januari 2015 dalam jurnal Pediatrics.

Sumber : http://parentsindonesia.com/


Obesitas anak meruapakan hal yang paling dikhawatirkan orang tua. Hal itu membuat orang tua terlalu berhati-hati saat memberikan makan. Namun di luar masalah obesitas, anak juga perlu menaikkan berat badannya. “Anak-anak dengan berat badan kurang mungkin tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, dan hal ini bisa berdampak pada suasana hati, konsentrasi, dan pertumbuhan,” kata Jill Castle, RD, pakar nutrisi anak di Nashville, Amerika Serikat.

Jika dokter anak mengatakan bahwa berat badan anak Anda perlu dinaikkan, Anda perlu melakukan hal di bawah ini.

Buat jadwal untuk makan berat dan makanan kecil, taati seketat mungkin. Tawarkan anak makanan setiap tiga sampai empat jam, dan pastikan Anda tidak membuatnya makan terburu-buru. Arahkan anak untuk makan besar dan menyantap makanan kecil masing-masing tiga kali sehari.

Tambahkan bahan-bahan berkalori tinggi dan kaya dengan zat gizi ke dalam makanan anak tanpa membesarkan porsi makanan, yang bisa membuat anak kewalahan. Taburi keju di atas mashed potato (kentang yang dihaluskan) dan scambled eggs (terlur orak arik), letakkan irisan alpukat ke dalam roti.

Beri anak Anda susu, saus salad, dan keju yang full fat. Biarkan kulit ayam tetap menempel di dagingnya dan gunakan bagian daging sapi yang banyak kandungan lemaknya (seperti mengandung 85 persen daging murni bukan yang 90 persen). Dan jangan takut dengan lemak. Ingat, ini adalah solusi jangka pendek untuk menaikkan berat badan anak Anda agar sesuai dengan pertumbuhannya, bukan pola makan yang berlangsung seumur hidupnya. Castle merekomendasikan untuk mengaduk-adukan mi ke dalam sedikit minyak zaitun sebelum menambahkan saus, dan bisa juga mengoleskan mentega di bawah selai kacang atau mayonnaise.

Sumber : http://parentsindonesia.com/

binaamal.or.id - Baru-baru ini SDIT Bina Amal melaksanakan kegiatan seleksi terhadap calon siswa SDIT Bina Amal. Kegiatan dilaksanakan di Kampus Bina Amal Jalan Kyai Saleh No. 8, Mugassari, Semarang. 

Kegiatan seleksi ini diikuti oleh 126 Siswa, tes seleksi diantaranya adalah kemampuan sosial, interaksi, doa-doa harian, kemandirian dan lain sebagainya. Seleksi ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui kemampuan dasar anak, sehingga sekolah dapat memiliki gambaran sebagai pijakan menentukan pola pendidikan yang tepat. 

Humas Bina Amal Muntafingah mengatakan bahwa Sekolah Bina Amal terus berkomitmen untuk melahirkan generasi bangsa yang unggul, unggul dalam kompetensi dan juga karakter. Untuk itu tes seleksi ini sebagai gambaran awal melihat potensi anak.

"Kami ingin mengetahui sejauh mana potensi calon siswa kami, sehingga kami memiliki gambaran bagaimana pola pendidikan yang nanti akan kami terapkan," ungkap fingah.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget