Latest Post

Puncak Tema kali ini mengenal profesi Brimob.  Kunjungan profesi Brimob Jateng dilakukan pada hari Selasa, 8 Maret 2016. Disambut oleh Kompol Sukarjo, Kasi Sarpras Satbrimob

Brigade Mobil atau sering disingkat Brimob adalah unit (Korps) tertua di dalam Kepolisian Republik Indonesia (Polri) karena mengawali pembentukan kepolisian Indonesia pada tahun 1945. Korps ini dikenal sebagai Korps Baret Biru Tua.

Brimob termasuk satuan elit (pasukan khusus) dalam jajaran kesatuan Polri, Brimob juga tergolong ke dalam sebuah unit paramiliter ditinjau dari tanggung jawab dan lingkup tugas kepolisian.

Dalam kunjungan ini diikuti peserta sebanyak 170 siswa. Diperlihatkan video pengamanan tamu VIP / VVIP yaitu Presiden , wakil presiden dan lainnya. Selanjutnya diperlihatkan video dalam menjinakkan bom. Siswa siswi diberikan penjelasan langsung oleh anggota brimob dimulai perlengkapan dll.

Agenda selanjutnya yaitu siswa siswi diperkenalkan andalan alusista Brimob. Siswa dan siswi juga mencoba mobil barakuda. Dengan ini siswa siswi mengetahui berbagai profesi yang dilakukan oleh orang tua. Memberi gambaran cita-cita mereka. Siswa siswi juga mengetahui tugas Brimob berjuang berani dan rela mengorbankan jiwa dan raga mereka demi kemanusiaan, demi terciptanya rasa aman dan nyaman di Ibu Pertiwi Indonesia.

Galeri Kegiatan :











Telah dilakukan ujian tahfidz Qur'an pada Sabtu tanggal 5 Maret bertempat di SD IT Bina Amal.

Siswa siswi dapat menghadapi ujian tahfidz dengan baik dan lancar. Secara umum tidak ada kendala apapun.

Guru menyimak hafalan siswa dengan cermat. Perkembangan signifikan dapat dilihat dari diri siswa. Semangat menghafal dan mempelajari Al-Qur'an selama bersekolah di Bina Amal dapat dilihat dari hasil ujian ini.

Bina Amal berkomitmen tidak hanya mencerdaskan siswa siswi dengan pengetahuan umum tetapi juga membangun generasi Qur'ani. Mengajarkan siswa membaca Al-Qur'an secara benar dan tepat.

Tidak hanya siswa, Bina Amal juga memperhatikan, karyawan dan orang tua terkait bacaan Al-Qur'an.

Bina Amal menyediakan layanan program Baca, Tahsin, dan Hifdzil Qur’an (BTHQ) adalah program pembelajaran Al Qur’an kepada seluruh komponen pendidikan di lingkungan SDIT Bina Amal. BTHQ memberikan pembinaan kepada 3 sasaran yaitu:
  1. Siswa, yang dilaksanakan pada program pembelajaran regular
  2. Guru dan Karyawan, yang dilaksanakan melalui program pembinaan guru dan karyawan
  3. Orang Tua/Wali Murid, yang dikhususkan untuk tahsin al qur’qn (perbaikan bacaan Al Qur’an)






Pramuka mengajarkan kemampuan yang tidak didapat dalam proses belajar mengajar. Kemampuan memimpin, berwirausaha, Kemandirian dan lainnya. Tidak hanya itu, belajar berorganisasi dapat dilakukan di pramuka. Dari kepanitiaan, acara dan lainnya.

Pembinaan yang tanpa putus ini adalah pembinaan yang sesungguhnya diperlukan. Orang dewasa dalam Pramuka pun turut terlibat untuk membina orang muda. Kekeluargaan dan persaudaraan, antara Pramuka dewasa dan pramuka muda turut menghiasi organisasi kepramukaan. Hal tersebut menghasilkan seorang pramuka yang bukan hanya punya kemampuan nyata di lapangan, namun juga menghasilkan jiwa yang takwa kepada Tuhan YME, saling menolong kepada sesama dan peduli terhadap lingkungan.

a. Pramuka punya skil terjun ke lapangan
Kemampuan tali temali, sandi, haling rintang, orientasi medan, hidup di segala medan, hingga kemampuan EO (event organizer), administrasi, hingga kemampuan birokrasi adalah konsekuensi yang akan dimiliki oleh seorang Pramuka. Tanpa kita minta, dengan dasar ketekunan dan kedisiplinan, maka kensekuensi-konsekuensi tersebut pasti akan kita miliki

b. Lebih dasar lagi, pramuka mempunyai jiwa yang selalu menuntun dan menuntut untuk selalu dekat dengan masyarakat. Bisa kita lihat juga dalam Kode Etik Kehormatan Pramuka, yakni tri satya, lebih tepatnya Tri Satya yang ke 2 yang berbunyi “Menolong sesama hidup, dan ikut serta membangun masyarakat”. Inilah yang selalu dibutuhkan oleh Negara ini. Yakni pemuda yang memiliki jiwa peka serta kemampuan untuk mengaplikasikanya terhadap dunia nyata (dunia kemasyarakatan).

Membangun kepercayaan diri siswa dalam proses belajar mengajar mudah dan sulit. Mengajak siswa untuk berpartisipasi agar dalam pembelajaran terjadi dua arah dan tidak berfokus pada guru merupakan tugas yang berat. 

Bagaimanapun karakter setiap siswa berbeda-beda, ada yang malu-malu serta terdapat siswa yang percaya diri.

Tetapi masalah tersebut harus diatasi karena dalam pembelajaran bukan hanya soal tersampainya materi, tetapi membangun karakter siswa. Guru harus kreatif dalam mengelola kelas. Karena kualifikasi guru yang kreatif dan inofatif menentukan hasil dari siswa. Oleh karena itu Bina Amal memilih guru-guru terbaik yang memiliki kualifikasi dan berkompeten. Khususnya mampu membaca Al-Qur'an dengan benar dan menghafal Al-Qur'an minimal beberapa jus. Hal dilakukan untuk mencapai tujuan Bina Amal untuk mampu mencetak generasi muda Qur'ani serta memiliki kemampuan skill. Karena Bina Amal tidak hanya mengedepankan pengetahuan umum.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget