Latest Post


KOMUNIKASI YANG EFEKTIF DALAM PEMBELAJARAN

oleh H. Joko Widodo, SE
Ketua Yayasan Wakaf Bina Amal

        Bina Kembang merupakan salah satu sarana pembinaan Guru dan Pegawai Bina Amal. Pembinaan ini dilakukan setiap bulan sekali. Untuk pemateri dari yayasan dan dari luar. Pada bina kembang Sabtu 25 Februari 2017 kali ini, sebagai pemateri adalah H Joko Widodo, SE dengan tema KOMUNIKASI YANG EFEKTIF DALAM PEMBELAJARAN
 
           Kualitas pembelajaran dipengaruhi oleh efektif tidaknya komunikasi yang terjadi di dalamnya. Komunikasi efektif dalam pembelajaran merupakan proses transformasi pesan berupa ilmu pengetahuan dan teknologi dari pendidik kepada peserta didik, dimana peserta didik mampu memahami maksud pesan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan, sehingga menambah wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menimbulkan perubahan tingkah laku menjadi lebih baik.
 
         Guru adalah pihak yang paling bertanggungjawab terhadap berlangsungnya komunikasi yang efektif dalam pembelajaran, sehingga guru sebagai pengajar dituntut memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik agar menghasilkan proses pembelajaran yang efektif. 

Setidaknya terdapat lima aspek yang perlu dipahami dalam membangun komunikasi yang efektif, yaitu :
 
1. Kejelasan
Hal ini dimaksudkan bahwa dalam komunikasi harus menggunakan bahasa dan mengemas informasi secara jelas, sehingga mudah diterima dan dipahami
 
2. Ketepatan
Ketepatan atau akurasi ini menyangkut penggunaan bahasa yang benar dan kebenaran informasi yang disampaikan 

3. Konteks/Situasi
Konteks atau sering disebut dengan situasi, maksudnya adalah bahwa bahasa dan informasi yang disampaikan harus sesuai dengan keadaan dan lingkungan dimana komunikasi itu terjadi. 

4. Alur
Bahasa dan informasi yang akan disajikan harus disusun dengan alur atau sistematika yang jelas, sehingga pihak yang menerima informasi cepat tanggap 

5. Budaya 
Aspek ini tidak saja menyangkut bahasa dan informasi, tetapi juga berkaitan dengan tatakrama dan etika.
 
Kemudian Pemateri juga menyampaikan tentang  metode pendidikan dan pembelajaran yang diterapkan oleh Nabi Muhammad saw dalam proses belajar mengajar :

1. Metode Keteladanan
2. Metode Pentahapan dan Pengulangan
3. Metode Tanya-Jawab dan Diskusi
4. Metode Alat Peraga dan Eksperimen
5. Metode Situasional dan Kondisional
6. Metode Membangkitkan Perhatian, Pujian dan Hukuman, dan Nasehat dan Motivasi, serta Hadiah
 
 



 “Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. AlJumu’ah: 9-10)

Jum’at adalah satu hari di mana Allah mengistimewakannya dengan beberapa hal sebagaimana dalam hadits, “Hari terbaik di mana matahari terbit di hari itu adalah hari Jum’at. Di hari itu Adam diciptakan, di hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga dan juga dikeluarkan dari surga. Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari jum’at”(HR. Muslim)

Di hari Jum’at, seorang laki-laki muslim yang telah baligh wajib melaksanakan shalat Jum’at secara berjama’ah di masjid. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalat Jum’at berjama’ah adalah kewajiban bagi setiap muslim, kecuali 4 golongan, yaitu budak, wanita, anak kecil, dan orang yang sakit” (HR. Abu Dawud)

Sunnah-sunnah ibadah yang Nabi tuntunkan untuk dikerjakan di hari Jum’at sangatlah banyak. Baik sunnah-sunnah secara umum, maupun terkait khusus bagi laki-laki yang hendak melaksanakan shalat Jum’at. Antara lain;

1. Memperbanyak shalawat Nabi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jum’at, maka perbanyaklah shalawat kepadaku di dalamnya, karena shalawat kalian akan disampaikan kepadaku”. Para sahabat berkata, “Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?” Nabi bersabda,“Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An Nasa-i)

2. Membaca Surah Al Kahfi
Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka Allah akan menyinarinya dengan cahaya di antara dua Jum’at.”(HR Hakim dalam Al-Mustadrok)

3. Memperbanyak Doa

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut hari Jum’at kemudian berkata, “Di hari Jum’at itu terdapat satu waktu yang jika seseorang muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.” Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu. (HR. Bukhari dan Muslim)

Yang dimaksud dengan detik terakhir dari hari Jum’at adalah saat menjelang Maghrib, yaitu ketika matahari hendak terbenam.

4. Memperbanyak Dzikir untuk Mengingat Allah

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian diseru untuk shalat pada hari jum’at, maka bersegeralah mengingat Allah…” (QS. Al Jumu’ah: 9)
Sunnah-Sunnah Terkait Shalat Jum’at

1. Mandi Jum’at

Diantara hadits yang menyebutkan dianjurkannya mandi pada hari jum’at adalah hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mandi pada hari jum’at, maka ia mandi seperti mandi janabah…” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sebagian ulama ada yang mewajibkan mandi jum’at dalam rangka kehati-hatian berdasarkan hadits dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mandi pada hari Jum’at adalah wajib bagi setiap orang yang telah baligh.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Membersihkan Diri dan Menggunakan Minyak Wangi


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak rambut atau minyak wangi kemudian berangkat ke masjid dan tidak memisahkan antara dua orang, lalu shalat sesuai dengan kemampuan dirinya, dan ketika imam memulai khutbah, ia diam dan mendengarkannya maka akan diampuni dosanya mulai Jum’at ini sampai Jum’at berikutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Mengenakan Pakaian Terbaik

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wajib bagi kalian membeli 2 buah pakaian untuk shalat jum’at, kecuali pakaian untuk bekerja” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, dinilai shahih oleh Al Albani)

Di dalam hadits ini Nabi mendorong umatnya agar membeli pakaian khusus untuk digunakan shalat jum’at.

4. Menyegerakan Berangkat ke Masjid dan duduk di shof pertama

Anas bin Malik berkata, “Kami berpagi-pagi menuju sholat Jum’at dan tidur siang setelah shalat Jum’at” (HR. Bukhari).

Ibnu Hajar Al ‘Asqalani berkata dalam Fathul Bari, “Makna hadits ini yaitu para shahabat memulai shalat Jum’at pada awal waktu sebelum mereka tidur siang, berbeda dengan kebiasaan mereka pada shalat zuhur ketika panas, sesungguhnya para shahabat tidur terlebih dahulu, kemudian shalat ketika matahari telah berkurang panasnya”

5. Memperbanyak Shalat Sunnah Sebelum Khatib Naik Mimbar
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mandi kemudian datang untuk shalat Jum’at, lalu ia shalat semampunya dan dia diam mendengarkan khutbah hingga selesai, kemudian shalat bersama imam, maka akan diampuni dosanya mulai jum’at tersebut sampai jum’at berikutnya ditambah tiga hari.” (HR. Muslim)

Hadits di atas juga menunjukkan terlarangnya berbicara saat khatib sedang berkhutbah, dan wajib bagi setiap jamaah untuk mendengarkannya

6. Tidak Duduk dengan Memeluk Lutut Ketika Khatib Berkhutbah

Sahl bin Mu’adz bin Anas mengatakan bahwa Rasulullah melarang Al Habwah (duduk sambil memegang lutut) ketika sedang mendengarkan khatib berkhutbah” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, derajat : hasan)

7. Melaksanakan Shalat Sunnah Setelah Shalat Jum’at


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila kalian telah selesai mengerjakan shalat Jum’at, maka shalatlah 4 rakaat.” Amr menambahkan dalam riwayatnya dari jalan Ibnu Idris, bahwa Suhail berkata, “Apabila engkau tergesa-gesa karena sesuatu, maka shalatlah 2 rakaat di masjid dan 2 rakaat apabila engkau pulang.” (HR. Muslim, Tirmidzi)

Demikian sebagian sunnah-sunnah pada hari jum’at. Semoga kita senantiasa diberikan semangat dalam menjalankan sunnah-sunnah Nabi SAW.

Wallahu a’lam.[]

bersamadakwah

Orang Tua dan Anak saling Memaafkan, AMT SDIT Bina Amal

Meminta maaf membantu anak anda belajar untuk berjiwa besar dan bertanggung jawab terhadap kesalahan yang telah dilakukannya. Dengan meminta maaf dapat membantu anak anda untuk mengenali dirinya, menjalin hubungan baik antara anak anda dan temannya dan memberikan pengajaran untuk empati dan bertanggung jawab pada tindakannya.

Berikut adalah trik mendidik anak untuk meminta maaf :

1.  Dimulai dari kebiasan keluarga

Bila anda telah bertindak salah, anda harus berani mengakuinya apalagi berada di lingkungan anak anda tumbuh. Hal ini untuk mengajarkannya secara langsung sikap yang harus dilakukannya ketika anak anda salah. Anda juga meminta maaf ketika anda bereaksi berlebihan, gunakan kata-kata yang bisa dicontohnya. Berkata, maaf  kepada anak anda bukanlah tanda kelemahan, melainkan kekuatan untuk membentuk pribadinya. Dengan contoh nyata, maka anak anda akan lebih terbiasa dengan spontan untuk meminta maaf ketika kesalahan dilakukannya.

2.  Mengenalkannya dimulai sejak kecil

Mendidik anak untuk belajar minta maaf sebaiknya dilakukan sejak dini untuk menjadikannya kebiasaan baik. Kenalkan pada usia balita sehingga ketika anak anda berinteraksi dengan teman sebayanya sudah dapat mengimplementasi kebiasaan meminta maaf ketika melakukan kesalahannya.
Ketika anak anda melakukan kesalahan seperti mengambil mainan teman sebayanya dan menyebabkan temannya menangis, anda dapat mengajari dengan menjelaskan terlebih dahulu lalu menyuruh anak anda untuk meminta maaf dengan cara menyalami tangan rekannya.

3.  Pengampunan mengikuti permintaan maaf

Meminta maaf dan memaafkan perlu terjadi setelah seseorang terluka atau tersinggung. Bagi kebanyakan pertengkaran sehari-hari, anda memberitahu anak-anak bahwa berdamai dengan siapa saja ketika melakukan pertentangan. Meskipun sebenarnya tidak perlu ada adegan permintaan maaf secara resmi akan tetapi  maaf tanpa pengampunan adalah proses yang tidak lengkap. Untuk penyembuhan yang nyata maka harus ada kata lain seperti mengatakan "tidak apa-apa" atau "Aku memaafkanmu."

4.  Meminta maaf pada hal kecil yang tidak sopan

Ketika anak  bersendawa, tegukan, dan buang gas dan terdengar oleh anda ajari untuk meminta maaf. Ajarkan anak-anak bahwa hal tersebut akan mengurangi kesopanan di dalam lingkungan masyarakat.  Sehingga meminta maaf tidak saja pada kesalahan yang dilakukannya akan tetapi pada hal kecil yang mengganggu kondisi orang lain. Dengan demikian anak anda akan mengerti waktu yang tepat untuk meminta maaf.

5.  Berhenti memanipulasi perasaan dan mengorganisir ketulusan

Beberapa anak belajar untuk mengungkapkan maaf karena paksaan dari kedua orang tuanya. Sebenarnya orangtua tidak bisa memaksa perasaan mereka, karena hanya anak yang mengetahui perasaansebenarnya. Hal yang harus anda lakukan adalah dengan mengarahkan dan menjelaskan permasalahannya sehingga anak anda mampu memberikan perasaan yang tulus ketika meminta maaf. Sebagai orang tua kita ingin mengajarkan empati kepada anak anda. Ini bagian dari mengajar mereka bahwa mereka memiliki dampak pada dunia mereka dan orang-orang di sekitar mereka.

6.  Meminta maaf dan menerima maaf merupakan kebanggaan

Bila anak anda kesulitan untuk meminta maaf terhadap kesalahan yang telah diperbuatnya, anda dapat menjelaskan dengan meminta maaf akan mendekatkan hubungan perteman dengan siapapun, termasuk dengan teman-teman sebayanya. Memiliki banyak teman mempunyai salah satu ukuran bahwa anak anda diterima dengan baik di dalam lingkungannya. Dengan demikian anak anda menyadari keberadaan teman sangat diperlukan dalam lingkungan anak anda.

bidanku

 
Ayo Mondok...SMPIT Bina Amal Boarding School
Membersamai putri-putriku di akhir pekan merupakan kebahagiaan yang luar biasa. kemudian mulailah bicara heart to heart dengan anak gadis Ayah Bunda yang sedang puber. Galilah informasi tentang teman-temannya . 

Apakah ada yang mencari perhatian dengan mengganggu teman atau guru (sampai menangis), apakah ada yang sengaja membuat gank anak nakal, ada yang ber-make-up tebal, yang berusaha keras menjadi juara sport sampai yang hobby bernyanyi-nyanyi tidak jelas. Maklum…sedang mencari keunggulan diri, membentuk jati diri (self image). Terkadang usaha mencari perhatian ini membuat hubungan mereka dengan para ibu menjadi meruncing, cenderung membangun konflik. Hal ini menjadi sumber keresahan bagi kedua pihak, baik ibu, maupun putri remajanya.

Hubungan ibu dan putri itu seperti pohon, tidak statis. Ia bisa tumbuh semakin rindang, tapi bisa juga berubah menjadi kering dan mati. In order to keep it growing, masing-masing pihak harus terus belajar. Berikut ada beberapa tips yang bisa dilakukan para ibu agar mampu mensuport gadis-gadis mereka yang sedang puber:

1. Segera ambil tindakan jika ada perubahan besar dalam hidup anak kita. 

Make the first move. Jangan abaikan. Jangan berfikir hal ini akan segera berlalu. Jika ada yang aneh-aneh, bicarakan dengan suami dan putri Anda, apa yang sebaiknya dilakukan, termasuk pergi ke psikolog remaja. Atau berkonsultasilah dengan Bapak/Ibu Guru di sekolah atau dengan guru BK. Jangan tunda lagi. 

2. Ubah diri Anda sebagai seorang ibu. 

Mungkin tadinya kita bermake up tebal, mengaji dan shalat ogah-ogahan. Bicara serampangan. Ubah diri kita dulu, sebelum berharap diri anak kita berubah. Kalau tujuan hidup kita tidak jelas, jangan harap anak kita punya tujuan hidup yang benar. Dia perlu role-model. Dia butuh seseorang untuk jadi idola. Kalau ibunya tak bisa jadi idola, mungkin superstar rock band akan dipilihnya. Pertanyaannya : Anda sendiri ingin jadi apa?

3. Berlatih berkomunikasi dengan menjadi pendengar aktif. 

Waktu gadis kita masih kecil, kita bernyanyi dan bercerita, dia mendengar dan berlatih bicara. Kini dia remaja, dia perlu bernyanyi dan bercerita dan kita mendengarkannya. Mendengar aktif artinya “reflecting back what the other person is saying,” bukan meyakini asumsi kita saja. Yakinkan dia bahwa kita memahami perasaannya, pahami emosi di balik ceritanya. Ulang kata-katanya dengan pemahaman kita. “Jadi, apa kakak merasa sedih karena pengalaman tadi?”

4. Segera perbaiki rusaknya hubungan. 

Orang sehat tidak akan menghindari konflik. Mereka menyadari konflik tak bisa dihindari, tapi bisa diatasi. Apa yang terjadi jika konflik diabaikan? Akan tercipta pola baru : tiap kali ada konflik, anak berfikir bahwa ibunya akan mengabaikan. Dia akan merasa terbuang. Lebih parah lagi, dia akan mengadopsi pola yang sama di rumah tangganya nanti, dengan suami dan anak2nya. Ah….ga ingin terjadi seperti itu kan? Ayolah…kita baikan… mari sama2 belajar untuk saling memaafkan…

5. Sepakat untuk tidak sepakat. Anak bukanlah kembaran muda diri kita.

Mereka adalah pribadi baru, hopefully lebih baik dari ibunya. Ada hal yang kita tak sukai tapi dia menyukainya. Sepanjang hal tersebut tak menyimpang dari aturan Allah, siaplah untuk tidak melarangnya. Sepakati, walau diri kita tetap tak suka. Ajarkan dia bahwa kita masih bisa ‘berteman’ walau hobby kita beda.

6. Gunakan sudut pandang “aku” bukan “kamu”. 

Misalkan: “Ummi sedih Wafa jarang setoran hafalan lagi”. Bukan pernyataan “kenapa kamu ga menghafal lagi nak?”.Karena kesannya kita kasar, sarkastis dan menghakimi. Mengakibatkan luka di hati dan menjauhkan kita dari penyelesaian masalah.

7. Jelaskan cara komunikasi yang paling tepat untuk masing-masing pihak. 

Aku jelaskan “Jika Ummi sedang berada di kantor, Ummi tidak suka ditelpon, Ummi suka ngomong langsung di saat sarapan atau di week end. Kalau ada yang penting sekali untuk dibeli atau disampaikan, kirim text message saja”. Mudah-mudahan dia tidak akan kecewa jika menelpon dan saat itu telpon tidak diangkat. So far, so good. Tiap hari ada yang dibicarakan waktu sarapan, baik keperluan sekolah, homework, excursion, dan lain-lain. Dinner talk untuk curhat singkat dan weekend untuk curhat yang panjang 


Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat dan hubungan dengan putri kita terus bertambah rimbun seperti pohon yang terus tumbuh. Akan ada pohon lainnya di sampingnya, yakni hubungan dengan cucu-cucu kita. Semoga ia juga bisa menumbuhkannya dengan baik.

dakwatuna

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget