Latest Post



Memiliki anak yang bertanggung jawab dan dapat membantu pekerjaan orang tua adalah dambaan setiap orang. Sekalipun memiliki Asisten Rumah Tangga, membiasakan diri untuk mengerjakan pekerjaan rumah yang bisa dilakukan anak akan membuat ia tumbuh jadi orang yang mandiri saat ia dewasa nanti.

Banyak orang tua yang masih membedakan pekerjaan rumah anak laki-laki dan perempuan. Perempuan dianggap lebih bertanggung jawab terhadap pekerjaan dapur dan kegiatan bersih-bersih rumah, sedangkan laki-laki hanya diajari untuk mengerjakan sesuatu yang ada hubungannya dengan otomotif dan mesin.

Padahal, laki-laki dan perempuan sama-sama menyenangi masakan enak dan ruang yang rapi, lalu kenapa yang dianggap bertanggung jawab hanya satu jenis kelamin saja? Pada dasarnya, ada banyak pekerjaan rumah yang bisa dilakukan anak lelaki dan perempuan yang akan berguna untuk masa depannya nanti.

Suatu hari, ia akan tinggal di asrama maupun sendirian di kos-an. Tak ada asisten rumah tangga yang akan menemaninya di perantauan.

Maka, membekali anak dengan kemampuan-kemampuan dasar rumah tangga dan hidup pada umumnya adalah sebuah keharusan bagi para orangtua.

Latih mereka untuk mengerjakan pekerjaan rumah yang bisa dilakukan anak sesuai dengan usianya. Semakin ia dewasa, tugas yang perlu ia laksanakan akan makin banyak, tapi itu juga dapat meningkatkan kemampuannya untuk hidup lebih mandiri dari sebelumnya.

Memberikan hadiah saat anak melakukan pekerjaannya memang akan membuatnya bersemangat. Tapi, jangan sampai membuat anak merasa bahwa hadiah adalah salah satu motif yang ia kejar saat membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumah.

Berbagi tugas dengan kakak maupun adiknya juga akan melatih kemampuan kerja tim dan melatih jiwa kepemimpinannya. Kemampuan ini akan sangat berguna untuk pekerjaannya di masa depan.

Mengajari anak melaksanakan pekerjaan rumah akan membuat ia memiliki keterampilan hidup dan etos kerja yang akan jadi bekalnya di masa depan. Maka, mulailah tangga kesuksesannya sedini mungkin, mulai dari sekarang.


theasianparent










Jiwa muda adalah jiwa keberanian, jiwa penasaran, jiwa penuh harapan. Bener, nggak sih? Iya, dong.

Coba kita tanyain ke diri masing-masing, ntar jawabannya pasti iya. Kalo sampe enggak, wah, artinya perlu asupan motivasi dosis tinggi tuh. Karena idealnya sifat anak muda emang kayak gituh.

Kaum muda adalah kesegaran dalam kehidupan. Raga dan jiwanya menggugah dinamisasi peradaban. Masa muda bukanlah situasi diam, ia bergerak tanpa henti, n nggak mau dihentiin.

Dalam catatan sejarah, nabi n rasul mulai diutus saat mereka masih muda. Mayoritas ulama mulai bergelut di dunia ilmu sejak mereka remaja, bahkan kanak-kanak. Ibnu Abbas radhiyallahu anhu berkata,

“Tak ada seorang Nabi pun yang diutus oleh Allah, melainkan ia dipilih di kalangan pemuda saja. Begitu pula tidak seorang ulama pun yang diberi ilmu, melainkan ia hanya dari kalangan pemuda.”

Nabi Ibrahim alaihissalam berdialog soal ketuhanan (ketuhanan loh, nggak main-main nih) ama kaumnya yang rajin nyembah berhala, berusaha ngelurusin aqidah mereka, saat doi masih muda.

“Dan sungguh, sebelum dia (Musa dan Harun), telah Kami berikan kepada Ibrahim petunjuk. Dan Kami telah mengetahui dia. (Ingatlah) ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya dan kaumnya, ‘Patung-patung apakah ini yang kamu tekun menyembahnya?’ Mereka menjawab, ‘Kami dapati nenek moyang kami menyembahnya.’ Dia (Ibrahim) berkata, ‘Sesungguhnya kamu dan nenek moyangmu berada dalam kesesatan yang nyata.’ Mereka berkata, ‘Apakah engkau datang kepada kami membawa kebenaran, atau engkau main-main?’ Dia (Ibrahim) menjawab, ‘Sebenarnya Tuhanmu adalah Tuhan (pemilik) langit dan bumi; (Dia-lah) yang telah menciptakannya. Dan aku termasuk orang yang dapat bersaksi atas hal itu.'” (al-Anbiya’: 51-56).

Muhammad shalallahu alaihi wassalam Allah angkat jadi rasul waktu berumur 40 tahun. Pengikut-pengikut beliau yang paling awal kebanyakannya pemuda, bahkan ada juga yang remaja. Sejarawan Barat, Montgomery Watt, bilang, “Banyak pemuda yang masuk Islam. Mereka dari kabilah terhormat. Dan pikiran utama yang bisa kita kemukakan dari sejarah kaum Muslim pertama adalah bahwa Islam pada dasarnya adalah gerakan pemuda.”

Generasi muda adalah aset peradaban. Padanyalah potensi besar tersimpan. So, siapa yang ngaku remaja, harus sadar akan hal ini. Juga harus berusaha ngenalin diri sendiri, ngenalin potensinya apa aja, yang paling nonjol di bidang apa? Gituh.

N, dalam pada itu remaja juga harus sadar akan hakikat kehidupan yang sebenernya tuh kayak apa. Buat apa, sih, umur harus dipake? Ini mesti dipahami bener. Jangan sampe kita gagal paham akan hakikat kehidupan, karna itu pasti bakal bikin rugi. Kalo sampe salah ngemaknain hidup, potensi yang besar banget dari remaja bakalan tersalahgunakan. Kacau deh jadinya. Rugi deh semua…

Abul A’la al-Maududi rahimahullah dalam Tahaddiyatul Ashril Jadid wa asy-Syabab ngingetin kita,

“Potensi pemuda tak ubahnya seperti pedang tajam. Ia dapat digunakan oleh pejuang di jalan Allah, dan dapat dipakai pula oleh perampok.”

Tuh, kan… So, sekali lagi kita bilang dengan bahasa yang berbeda, generasi muda harus sadar di mana letak kemuliaan. Makanya kita harus mau belajar Islam sedini mungkin, biar paham arti kehidupan. Siap?! Remaja masa kini harus bercermin ke para shahabat radhiyallahu anhuma kayak yang terlukis di dalam ayat ini,

“Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, (mereka) berjihad dengan harta dan jiwa. Mereka itu memeroleh kebaikan. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (at-Taubah: 88).

Yup! Generasi muda harus berperan aktif di dalam dakwah. Dakwah tuh ngajakin orang ke yang baik-baik n yang bener-bener. Pelakunya disebut da’i. Caranya pun nggak melulu berupa ceramah. Di zaman canggih ini banyak banget cara yang bisa ditempuh, n banyak banget media atau alat yang bisa dipake buat berdakwah. Makanya kreatifitas sangat dibutuhin banget di sini. Artinya, potensi generasi muda, potensi remaja, sangat layak dijadiin andalan. Daya kreatifitas yang tinggi, jaringan pertemanan yang banyak, dan wawasan yang luas di berbagai bidang, bagus banget kalo didayagunain dalam dakwah. So, yuk terjun di medan dakwah, karna remaja adalah da’i andalan! 

Wallahu a’lam. [IB]




Winarni
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 pasal 3 dinyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Pendidikan menjadi tonggak penting bagi kemajuan sebuah bangsa dan negara. Masa depan suatu bangsa sangat tergantung pada mutu sumber daya manusianya dan kemampuan peserta didiknya untuk menguasai ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Hal tersebut dapat kita wujudkan melalui pendidikan dalam keluarga, pendidikan masyarakat maupun pendidikan sekolah.(Umiati,2015)

Anies Baswedan dalam sambutannya untuk buku Gurunya Manusia (Munif Chatib, 2014: xiii) menyebutkan bahwa pendidikan yang berkualitas akan mampu mencetak generasi masa depan yang juga berkualitas. Pelaksanaan pendidikan yang meluas adalah pelaksanaan program pendidikan yang dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya bagi seluruh anak bangsa untuk dapat memperoleh pendidikan. Pendidikan yang merata dimaksudkan bahwa akses pendidikan dapat diterima oleh semua anak di negeri ini. Intinya pendidikan harus dapat dinikmati semua anak. Pendidikan yang merata adalah persamaan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang bisa diakses dari Sabang sampai Merauke. Berkeadilan menjadi azas pendidikan agar tidak terjadi penumpukan dan sentralisasi pusat-pusat pendidikan.

Apakah di Indonesia pendidikan sudah meluas, merata dan berkeadilan? Pendidikan masih menjadi persoalan yang cukup pelik di negeri ini. Berbagai permasalahan mewarnai dunia pendidikan. Mulai dari anak putus sekolah, kurikulum yang berganti ganti, gedung sekolah yang tidak layak, komersialisasi pendidikan dan lain-lain. Jika kita mengunjungi daerah perbatasan maupun pedalaman maka akan terlihat ketimpangan itu.

Permasalahan tidak meluas dan meratanya pendidikan di negeri ini disebabkan karena beberapa hal diantaranya: pertama penyebaran tenaga pendidik yang tidak proporsional. Setiap tenaga pendidik menginginkan ditempatkan di wilayah kota karena fasilitas dan sarana yang ada di kota lebih lengkap dan tertata. Kedua lemahnya kompetensi guru. Guru menjadi faktor yang paling penting dalam proses transformasi nilai-nilai, kurikulum apapun yang dijadikan acuan, selengkap apapun media jika guru tidak berkompeten, maka tujuan pendidikan sulit untuk tercapai. Menurut Anies Baswedan, seorang guru mesti menguasai dua konsep dasar yaitu kepengajaran (pedagogi) dan kepemimpinan. Seorang guru harus mengerti dan dapat mempraktekkan dasar-dasar pedagogi yang efektif. Ketiga akses jalan menuju lokasi sekolah, dan gedung beserta sarana pendukung yang tidak layak. Keempat dukungan dari orangtua. Ada orangtua yang memaksa anaknya untuk bekerja mencari uang daripada sekolah karena banyak hal seperti kurang mampu ataupun karena kesadaran menyekolahkan masih rendah. Untuk hal ini perlu adanya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pendidikan.

Pemerataan pendidikan

Seluruh komponen harus menyatukan gerak langkah dan mendekatkan persepsi untuk mempersiapkan generasi masa depan. Membenahi pendidikan saat ini untuk mempercepat pembangunan akses pendidikan agar dapat dinikmati oleh semua anak usia sekolah mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah. 

Beberapa solusi yang bisa dilakukan diantaranya : 

Pertama dengan melakukan rekrutmen guru yang bersedia ditempatkan di daerah yang membutuhkan. Selain itu juga diperbanyak program untuk meningkatkan kualitas guru seperti workshop, pelatihan, seminar, lomba kompetensi guru dan diklat. Juga pemberian penghargaan untuk guru berprestasi. 

Kedua alokasi dana BOS yang tepat. Walaupun telah ada dana BOS, sekolah tetap saja memungut bayaran dan hal itu tentu memberatkan siswa terutama bagi yang tidak mampu. Untuk itu, perlu ada monitoring sistematik dari pemerintah agar program ini dapat efektif. 

Ketiga perlu digalakkan kembali partisipasi dari perusahaan baik swasta maupun pemerintah untuk mengalokasikan dana pendidikan ataupun beasiswa untuk siswa berprestasi dan tidak mampu. 

Keempat mendorong semua elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial dengan program anak asuh yang bisa berupa dukungan dana, dukungan pemikiran maupun dukungan buku serta membentuk pusat sumber belajar yang bisa dijangkau oleh masyarakat setempat. 

Kelima perlu di buat program pendampingan usaha yang praktis yang mudah dilakukan oleh orangtua walimurid setempat untuk menambah penghasilan. Adanya program “bali ndesa mbangun ndesa” yaitu anak didik yang merantau jika sudah lulus kembali ke daerah asal untuk membangun daerahnya akan menambah semangat dan memotivasi anak-anak untuk sekolah juga bisa menambah sumberdaya manusia untuk membangun dan memajukan daerahnya. 

Jika kelima komponen tersebut bisa berjalan dengan baik maka pendidikan yang meluas, merata dan berkeadilan akan terwujud. 

Winarni, Guru SDIT Bina Amal Semarang


















PENGUMUMAN
DARI HASIL SELEKSI TERTULIS, WAWANCARA DAN BTAQ
NAMA BERIKUT DINYATAKAN LOLOS SELEKSI DAN BERHAK MENGIKUTI SELEKSI SELANJUTNYA

FORMASI : LAB KOMP SD & SMP
1.     Misbakhudin
2.     Elfa Aizah Arum Pangestika
3.     Teguh Sunarjo
4.     Hangga Setyawan

FORMASI : GURU IPS
1.     Abdul Haris Bahtiar Rahman
2.     Desianita Kumalasari
3.     Khairul Akbar
4.     Lestariningsih
5.     Arina Manasikana
FORMASI : GURU MATEMATIKA
1.     Rico Prasetya Kurniawan
2.     Ririn Widya Astuti

FORMASI : BHS INDONESIA
1.     Rondiyah
2.     Linda Ariyani Santosa
3.     Krisna Wijayakusuma
4.     Imaniah Kusuma Rahayu

FORMASI : BHS INGGRIS
1.     Siti Ermawati
2.     Nur Hayati
3.     Nurul Hitoniah
4.     Viona emily Mahardiana

FORMASI : TK
1.     Laksma Septi Ana
2.     Emut Subekti Ningsih
3.     Siti Maryam
4.     Arina Kurniawati
5.     Arsita Putri Dwi Idiyani
6.     Nurul Hidayah

FORMASI : PENDAMPING TK
1.     Meiza Hayyu Putri
2.     Dewi Anggraeni

FORMASI : HRD
1.     Ishmah Zahroh Firdausi
FORMASI : QIROATY
1.     Fazka Khoiru Rizal
2.     Mardhiyah
3.     Dwi Novitasari
4.     Ulfatul Qoyimah
5.     Fittriyani Hanti Istiqomah

FORMASI : PSB
1.     Yoyok Sugiarso
2.     Alfian Hari Susatya

FORMASI SECURITY DAN CLEANING SERVICE
1.    Suharno
2.    Tulus Al Eklas
3.    M Sholikhin

FORMASI : TU
1.    Zaenal Arifin
2.    Arsyad Prasetya Utama
3.    Suci Tita bela Sukowati
4.    Sarah Fairuz
5.    Hakiki Naresa Putri
6.    Tri  Rahmawati

FORMASI : GURU WALI/KELAS
1.    Dina Agustin
2.    Umi Qoniah
3.    Utami Kusuma Arum
4.    Roni Prasetyo Candrawan
5.    Totok Hadi Fitoyo
6.    Dwi Junianto
7.    Luci Tri Wijayanti
8.    Siti Hasmah
9.    Aryun Nailun Nasikhah
10.    Linda Puji Lestari
11.     Eramdani Mamuda Putri

FORMASI : GURU PENJASKES
1.    Andra Hermawan
2.    Fikri Faila Sufah
FORMASI : BK
1.     Resti Fajrin

KETERANGAN:
Peserta yang Lolos harap hadir di Kampus Bina Amal Jl Kyai Saleh No 8
Hari Selasa 25 April 2017 Pukul 08.00 WIB
Untuk mengikuti seleksi kinerja dan Komitmen Kelembagaan Selama 1 Bulan


MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget