Latest Post



Kemarin hari Jum'at , 27 juli 2018 SDIT Bina Amal 02 mengadakan kegiatan "Penyuluhan dan Pembagian Obat Cacing" dari Puskesmas Ngemplak Simongan. Diikuti oleh seluruh siswa siswi SDIT Bina Amal 02.

Siswa siswi diberi pengarahan oleh ibu marsha beliau menyampaikan "betapa ruginya jika kita terus menerus memelihara cacing yg ada dalam perut kita , karena cacing termasuk parasit yg sangat merugikan bagi kesehatan kita". Mari kita bersama basmi cacing" jahat.

Sehaat sehat sehaaaaat.. Bebas penyakit, YESS!!



Ketika seseorang telah mempunyai tujuan perjalanan maka ia akan melakukan persiapan. Persiapan tersebut akan unik dan tergantung ke mana orang tersebut akan pergi. Persiapan ke gunung tentu berbeda jika pergi ke pantai. Persiapan itu harus dilakukan biar perjalanan itu bisa dinikmati.

Kaidah yang sama juga berlaku saat seseorang berada di boarding. Berada di boarding adalah sebuah perjalanan. Agar keberadaan di boarding itu dapat dinikmati, maka mereka yang masuk ke dalamnya harus mengerti tabiatnya. Tabiat kehidupan di boarding itulah yang disampaikan dalam materi mindset boarding.

Bagian dari materi itu, ada pertanyaan yang di ajukan kepada anak-anak . "Carilah sebuah nama yang menurut kalian nama itu adalah sosok orang hebat. Namun nama itu bukan nabi atau rasul dan bukan juga nama ortu kalian."

Beragam nama pun kemudian keluar dari lisan mereka. Ada Muhammad Al Fatih, Graham Bell, Isaac Newton dsb. Namun ada satu yang agak beda. Anak putri itu menyebut nama salah satu gurunya .

Anak itu menyebut nama guru walinya ketika kelas 6 SDIT Bina Amal. Ternyata Ketulusan seorang guru yang mendidik muridnya, akan terus dikenang. Tidak hanya oleh si anak, bisa jadi oleh orang tua si anak atau teman-teman sesama guru.

Hal ini memberi penegasan bahwa cerita tentang cinta adalah kisah tentang rasa yang bertaut. Dan yang jadi pertanyaannya adalah seberapa besarkah tautan rasa seorang guru dengan orang-orang yang dicintainya ? Yang salah satunya adalah anak didiknya di sekolah.










Senin, 30 Juli 2018 SDIT Bina Amal menyelenggarakan upacara bendera.
Hari ini begitu spesial, untuk kali pertamanya, pada tahun ajaran baru, petugas upacara diawali dari kelas 4 Abu Hurairah.

"Saya sangat semangat pak, meskipun beberapa ada yang keliru, hehe" tutur Reno, pemimpin upacara.

Kegiatan ini rutin dilaksanakan di sekolah, setiap dua minggu sekali. Petugas upacara bergantian dari masing-masing kelas. Tujuannya adalah agar anak-anak memiliki tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Melatih Nasionalisme dalam diri masing-masing anak.

Sehingga mereka bisa bangga terhadap Negaranya dan agamanya. Karena jika tidak mereka, siapa lagi? Dan jika tidak sekarang mengajarkan karakter kepada mereka, kapan lagi? Mari, tanamkan karakter nasionalisme sejak din



Dalam sebuah penelitian terbaru tahun 2017 menyebutkan bahwa 70 % penduduk di Indonesia buta huruf Al-Qur'an. Bahkan 80 % mereka tidak bisa membedakan huruf-huruf dalam Al-Qur'an.

Data tersebut memberikan sebuah gambaran bahwa umat Islam belum sepenuhnya mengenal Al-Qur'an yang merupakan kitab suci, pedoman umat Islam seluruh dunia. Jika pedomannya saja tidak dikenal bagaimana ia akan hidup di dunia ini?

Metode Menghafal Al-Qur'an Semudah Tersenyum adalah satu dari banyak metode yang bisa digunakan agar umat Muslim dekat dengan Al-Qur'an. Gerakan yang di inisiasi oleh Ustadz Herwibowo ini menawarkan menghafal tidak melulu serius atau kaku, melainkan dengan tersenyum dan memvisualisasi setiap ayat di dalam Al-Qur'an, menjadikan menghafal menjadi mudah.

Dimulai oleh ustadz Totok Hadi Fitoyo, S.Pd.I metode ini diajarkan di SDIT Bina Amal. Beliau selaku pengampu mata pelajaran Al-Qur'an Hadits, memperagakan ayat demi ayat dalam QS. Abasa. Tak ayal selama pembelajaran anak-anak ceria dan tersenyum, karena mereka memperagakan ayat di dalam Al-Qur'an.

"Metode Ini saya terapkan agar anak-anak di SDIT Bina Amal, khususnya kelas 5 menjadi paham dan mengerti arti ayat didalam Al-Qur'an. Tidak hanya hafal ayatnya saja tetapi paham arti dan isi Al-Qur'annya, tidak hanya kelas 5 namun bisa ke semua kelas bahkan ke ustadz ataupun ustadzah yang lainnya"

Demikian harapan ustadz Totok Hadi Fitoyo, S.Pd.I selaku pengampu mata pelajaran Al-Qur'an Hadits.

Tiada hari tanpa mengaji, tiada hari tanpa mengetahui. Karena sejatinya AyatNya begitu luas untuk kita pelajari.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget