Agustus 2017



Ayah, Bunda...jangan lupa untuk berpuasa sunah esok hari. Yaitu tanggal 9 Dzulhijah,Puasa  Arafah namanya.

Puasa Arofah mempunyai keistimewaan luar biasa. 

Pertama, puasa Arafah dapat meraih syafaat Rasulullah SAW karena puasa Arafah adalah puasa kesukaan Rasulullah SAW, "Tiada dari hari dalam setahun aku berpuasa lebih aku sukai daripada hari Arafah." (HR Baihaqi)

Kedua,  puasa Arafah sebagai penghapus dosa setahun yang lalu bahkan sesudahnya, “Saya berharap kepada Allah SWT agar dihapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR Muslim)

Ketiga, siapa saja yang melaksanakan ibadah puasa sunnah Arafah, doa sangat mustajab. “Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah..."(HR At Tirmidzi)

Keempat,  insya Allah seorang hamba yang bertaubat sungguh-sungguh dan melakukan ibadah puasa Arafah, Allah SWT akan bebaskan dari neraka. “Di antara hari yang Allah SWT banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah.” (HR Muslim)

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW mengemukakan, “Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun.” (HR Bukhari Muslim)

Karena itu,  selayaknya kaum Muslimin mengamalkan puasa Arafah dengan sebaik mungkin. Subhanallah begitu besar rahmat dan karunia Allah SWT untuk hamba-Nya yang berpuasa Arafah. 

Semoga Allah perkenankan kita menikmati puasa Arafah, Amin


Kesempatan ibadah kurban hanya setahun sekali. Selayaknya setiap Muslim bisa “menabung” untuk membeli hewan kurban dan meraih pahala atau keutamannya yang sangat besar. Rasul Saw bahkan mengungkapkan “amarah” kepada orang yang mampu berkurban, tapi tidak melaksanakannya, sebagaimana dalam hadits di bawah ini.

Hukum Ibadah Kurban

Mayoritas ulama menyatakan, hukum ibadah kurban (menyembelih kambing atau sapi) adalah Sunnah Muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan, berdasarkan hadits:

“Tiga hal yang merupakan kewajiban atasku dan sunnah atas kalian adalah shalat witir, nahr (qurban), dan shala dhuha.” (HR. Ahmad, Hakim, dan Daruquthni).

“Barangsiapa yang memiliki kelonggaran dan tidak mau berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Ibadah kurban bisa dikatakan “mendekati wajib” bagi mereka yang mampu atau berkelimpahan rezeki, tersirat dari hadits di atas, sampai-sampai Nab Saw mengatakan “jangan mendekati tempat shalat kami”.

Qurban Amalan Paling Disukai Allah SWT

Ibadah kurban adalah amalan yang paling dicintai Allah SWT pada saat Idul Adha.

“Tidak ada suatu amal anak Adam pada hari raya qurban yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan qurban.” (HR. Tirmidzi).

“Menyembelih hewan pada hari raya qurban, aqiqah (setelah mendapat anak), dan hadyu (ketika haji), lebih utama daripada shadaqah yang nilainya sama.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi).

Ibadah kurban mempunyai hikmah untuk membersihkan hati agar menjadi lahan yang subur untuk tumbuhnya iman dan takwa.

Ibadah tahunan ini bukan saja menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim a.s., mendidik jiwa ke arah taqwa, mendekatkan diri kepada Allah SWT, mengikis sifat tamak (serakah) dan mewujudkan sifat murah hati, menghapuskan dosa dan mengharap keridhaan Allah SWT, tapi juga menjalinkan hubungan kasih sayang sesama manusia.

Jangan Takut Miskin dengen Berqurban

Rasa takut adalah sebuah keniscayaan yang dimiliki manusia namun akan menjadi tidak wajar jika dilakukan dengan berlebihan. Demikian juga untuk melaksanakan ibdah kurban sebagian kaum muslimin masih menundanya karena takut dapat mengurangi harta, takut kurang modal usaha, takut tidak bisa hidupi keluarga hingga takut jatuh miskin dan bangkrut.

Padahal sudah ada janji Allah sebagaimana yang sering kita baca,

“ Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya. ” (QS. Saba’: 39).

Nabi pun sudah meyakinkan kita,

“ Sedekah tidaklah mengurangi harta. ” (HR. Muslim)

Bisa jadi dengan kurban dan sedekah, Allah akan buka pintu rezeki yang lain. Tak pernah ada orang yang berkurban dan rajin sedekah jatuh miskin dan bangkrut. Bahkan patut dipahami, ulama Syafi’iyah yang mennyatakan bahwa kurban tetap lebih utama dari sedekah yang senilai kurban.

Untuk itu mari, bersiap menyongsong ibadah kurban tahun ini! Tidakkah kita tergiur dengan pahala kebaikan yang ada di dalamnya sebagaimana ditegaskan dalam hadits berikut ini:

“Setiap satu helai rambutnya (hewan kurban) adalah satu kebaikan… Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR.Ahmad dan Ibn Majah).

Siapkan diri menyongsong Idul Adha untuk melaksanakan ibadah kurban dan meraih keutamaannya. Semoga Allah SWT memberi kita kekuatan dan rezeki untuk bisa berkurban. 

Wallahu’alam



Alhamdulillah, bulan Dzulhijah telah menghampiri kita. Bulan mulia dengan berbagai amalan mulia terdapat di dalamnya. Lantas apa saja amalan utama yang bisa kita amalkan di awal-awal Dzulhijah? berikut keutamaan ynag bisa memotivasi kita untuk banyak beramal di awal Dzulhijah.

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Dzulhijah

Adapun keutamaan beramal di sepuluh hari pertama Dzulhijah diterangkan dalam hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berikut,

“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.“

6 Amalan Utama di Awal Dzulhijah

Pertama: Puasa


Disunnahkan untuk memperbanyak puasa dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijah karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendorong kita untuk beramal sholeh ketika itu dan puasa adalah sebaik-baiknya amalan sholeh.

Dari Hunaidah bin Kholid, dari istrinya, beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya

Kedua: Takbir dan Dzikir

Yang termasuk amalan sholeh juga adalah bertakbir, bertahlil, bertasbih, bertahmid, beristighfar, dan memperbanyak do’a. Disunnahkan untuk mengangkat (mengeraskan) suara ketika bertakbir di pasar, jalan-jalan, masjid dan tempat-tempat lainnya.

Imam Bukhari rahimahullah menyebutkan,

Ibnu ‘Abbas berkata, “Berdzikirlah kalian pada Allah di hari-hari yang ditentukan yaitu 10 hari pertama Dzulhijah dan juga pada hari-hari tasyriq.” Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin ‘Ali pun bertakbir setelah shalat sunnah.

Ketiga: Menunaikan Haji dan Umroh


Yang paling afdhol ditunaikan di sepuluh hari pertama Dzulhijah adalah menunaikan haji ke Baitullah.

Keempat: Memperbanyak Amalan Sholeh

Sebagaimana keutamaan hadits Ibnu ‘Abbas yang kami sebutkan di awal tulisan, dari situ menunjukkan dianjurkannya memperbanyak amalan sunnah seperti shalat, sedekah, membaca Al Qur’an, dan beramar ma’ruf nahi mungkar.

Kelima: Berqurban

Di hari Nahr (10 Dzulhijah) dan hari tasyriq disunnahkan untuk berqurban sebagaimana ini adalah ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.

Keenam: Bertaubat

Termasuk yang ditekankan pula di awal Dzulhijah adalah bertaubat dari berbagai dosa dan maksiat serta meninggalkan tindak zholim terhadap sesama.

Intinya, keutamaan sepuluh hari awal Dzulhijah berlaku untuk amalan apa saja, tidak terbatas pada amalan tertentu, sehingga amalan tersebut bisa shalat, sedekah, membaca Al Qur’an, dan amalan sholih lainnya

Sudah seharusnya setiap muslim menyibukkan diri di hari tersebut (sepuluh hari pertama Dzulhijah) dengan melakukan ketaatan pada Allah, dengan melakukan amalan wajib, dan menjauhi larangan Allah.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

Written by: Muhammad Abduh Tuasikal

Sumber : https://rumaysho.com/1372-6-amalan-utama-di-awal-dzulhijah.html


Semarang – Sekolah Dasar Islam Terpadu Bina Amal, Kamis (17/8/2017) menggelar upacara bendera memperingati HUT RI Ke-72 di dalam kampus sekolah Bina Amal kyai saleh nomor 8.

Menurut Eka Mulyanto, Kepala Sekolah SDIT Bina Amal, upacara yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh sekitar 350 siswa kelas 4 sampai dengan kelas 6 serta seluruh guru dan pegawai KBIT, TKIT, dan SDIT Bina Amal. Insya Allah upacara akan di adakan rutin setiap tahun dengan mengundang anggota TNI untuk menjadi pembina upacara. Harapannya agar kehadiran anggota TNI ini bisa memberi inspirasi tentang budaya tertip, disiplin dan lebih memaknai perjuangan pahlawan yang telah gugur demi membela negara.

Upacara memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ini turut menghadirkan Pelda Krisbudiyanto Babinsa Ramil 13 Semarang Selatan sebagai Pembina upacara.
Kepada seluruh siswa SDIT Bina Amal Semarang, Pelda Krisbudiyanto berpesan untuk senantiasa menjaga nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme yang wajib ditumbuhkan sejak kecil untuk menumbuhkan rasa cinta yang mendalam kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Petugas upacara bendera kali ini adalah siswa-siswi pilihan yang telah berlatih jauh-jauh hari demi kelancaran Upacara HUT RI Ke-72 hari ini.

Upacara yang berlangsung sekitar satu jam ini berlangsung tertib dan sangat khidmat terlebih saat sangkaka merah putih dikibarkan dengan diiringi lagu Indonesia Raya.

"MERKDEKA.....!"

#humas_sdit
#humas_ba








Kamis, 17/8/2017 OSIS SMAIT Bina Amal mengadakan peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke-72 dengan lomba yang sudah terkubur. Sebanyak 116 siswa SMA Bina Amal mengikuti dam-daman masal di lapangan Basket.

Tema peringatan HUT RI ke-72 ini adalah “Generasi Muda Berkarakter, Cintai Budaya Indonesia”. Ketua OSIS, M. Akhyarus Sholih meyatakan bahwa pemuda harus meneladani para pendiri bangsa, menghidupkan budaya Indonesia serta mengisi kemerdekaan dengan terus memperbaiki karakter pemuda.

Kegiatan yang diawali dengan upacara bendera gabungan SMP IT dan SMA IT Bina Amal ini dimeriahkan juga dengan lomba-lomba pendukung yaitu orasi kemerdekaan dengan tema “cinta negara sebagian dari iman:, tarik tambang, TTS cak lontong, rebutan kursi, serta  estafet koin dalam tepung.

Agenda ini ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan berupa baju batik yangmerupakan identitas Indonesia kepada Ahmed Abdul Salam, mahasiswa Mesir yang selama sebulan mengajar bahasa Inggris di sekolah.



Gunungpati - Sama seperti tahun-tahun sebelumnya SMA dan SMP PIT Bina Amal melaksanakan upacara hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan khidmat (17/8). Namun, upacara peringatan HUT RI ke-72 tahun ini terasa lebih berkesan bagi siswa maupun bagi guru. Pasalnya upacara tahun ini dirasa lebih istimewa dengan adanya pembacaan Ikrar Deklarasi 100% Akhlak Mulia yang dibacakan Sayyid Sabiq Abu Bakar, ketua OSIS SMP IT Bina Amal. Ikrar ini berbunyi “Kami siswa-siswi Bina Amal mendukung pembentukan karakter mulia di Indonesia “Aku Indonesia Aku Berkarakter” Merdeka, Allahu akbar!”. Setelah pembacaan ikrar sebagai simbolisasi, siswa-siswi menandatangai selembar kain putih yang menandakan bahwa mereka ikut serta dalam membentuk karakter mulia di Indonesia.
Meriahnya HUT RI ke-72 di SMPIT Bina Amal berlanjut dengan sederetan lomba bagi siswa, diantaranya lomba dam-daman, lomba menyanyi lagu daerah dan nasional, lomba orasi dan yel-yel, lomba voli serta lomba menghias tong sampah. “Kegiatan lomba hari ini sangat menyenangkan, contohnya dam-daman, saya suka karena bisa ikut serta melestarikan permainan tradisional” ujar Fadhel Maula Yasa wakil ketua osis SMP IT Bina Amal. Panas teriknya matahari siang tidak melunturkan semangat siswa-siswi untuk menunjukkan bahawa kelas mereka yang terbaik.
Hal yang perlu digarisbawahi adalah bukan siapa yang menang tapi bagaimana proses menuju kemenangan itu, karena menang dan kalah sudah menjadi hal mutlak dalam sebuah kompetisi. Siswa-siswi menunjukkan kemampuan mereka dalam bidangnya masing-masing. Menjunjung tinggi sportivitas serta berusaha semaksimal mungkin dalam bidang apapun, merupakan hal yang terlihat jelas dalam setiap perlombaan. Perkembangan dunia pendidikan global seperti saat ini, menjadikan pendidikan yang berlandaskan Islam sangat penting, guna menuju Indonesia Emas dengan generasi yang berkarakter mulia. Sekolah yang memiliki visi mengembangkan masyarakat mandiri berkarakter robani ini sangat mendukung pembentukan karakter mulia bagi siswa-siswinya.

JustR


Pekan kedua Agustus 2017 merupakan hari yang ditunggu Siswa-Siswa SDIT Bina Amal. Puncak Tema adalah kegiatan pembelajaran yang dilakukan di luar kelas. Yaitu melakukan pembelajaran sesuai dengan tema pelajaran yang sedang di jalani.

Menurut Fitiyani, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Puncak tema adalah kegiatan istimewa di setiap kelasnya pada awal tema pembelajaran yang diselenggarakan di dalam maupun di luar sekolah dengan tema tertentu. Setiap anak selalu menanti-nanti hari itu.

Puncak tema di adakan dalam seharian penuh untuk menggali potensi atau bakat siswa selain bidang akademis. Outbond, rekreasi, berenang, drama teater, pertunjukan musik dan seni, berkunjung ke tempat rekomended, bakti sosial, games, bertani, berternak, bermain dan masih banyak lagi merupakan kegiatan dalam puncak tema

Indahnya Berbagi Bersama Teman "Puncak Tema Hidup Rukun Kelas 2"

Kelas 2 SDIT Bina Amal yang terdiri dari 125 siswa melaksanakan kegiatan puncak tema 1 "Hidup Rukun" bersama SDIT Bina Amal 02. Selasa, 15 Agustus 2017. Acara tersebut dimulai dengan games perkenalan/ taaruf agar siswa saling mengenal satu sama lain.

Acara tersebut dilanjutkan dengan games voli air, sekoci dan kapal karam dan dilanjutkan dengan traveling Sampokong. Alhamdulillah, Siswa Sdit Bina Amal dan SDIT Bina Amal 02 bisa saling berbaur satu sama lain tanpa membeda-bedakan.

Acara ditutup dengan berbagi yang dilakukan oleh siswa Bina Amal kepada siswa Bina Amal 02.Semua siswa merasa senang dan gembira.

 “ Memasak “ Puncak Tema Kelas 3 dan 4 

Selasa, 15 Agustus 2017 semua siswa kelas 3 dan 4 melaksanakan kegiatan puncak tema ‘Memasak”. Kegiatan ini dilakukan di halaman sekolah. Siswa dibagi beberapa kelompok. Disediakan beberapa meja untuk persiapan bahan dan masakan. Mereka bekerja sama dan berbagi tugas memasak dengan pengawasan dari bapak dan ibu Guru.

Alhamdulillah, semua siswa menikmati dan bergembira dalam kegiatan tersebut. Siswa jadi belajar tentang proses memasak, belajar bekerja sama dalam tim. Dan masakan yang menjadi tema adalah masakan yang terbuat dari bahan dasar ketela. Anak di ajak untuk kembali mengenal dan menyukai makanan tradisional yang ternyata enak.

"Asyiknya Naik Kapal Perang" Puncak Tema Diriku dan Pengalamanku kelas 1

Pekan lalu, (9/8/2017) seluruh siswa kelas 1 SDIT Bina Amal Semarang melakukan kegiatan puncak tema "Diriku" dan "Pengalamanku" menyaksikan kapal perang Thailand dan Indonesia di kawasan pelabuhan Tanjung Mas Semarang.

Kegiatan ini merupakan puncak tema pertama bagi siswa kelas 1. Puncak tema kali ini bertujuan untuk menumbuhkan kemandirian dan keberanian berinteraksi dengan dunia luar serta menambah pengalaman baru bagi siswa kelas 1. Kegiatan ini harapannya juga mampu menciptakan kebersamaan dalam masa adaptasi.

Wah ternyata seru dan asyik ya sekolah di Bina Amal....

Foto Puncak Tema Hidup Rukun





Foto Puncak Tema Diriku dan Pengalamanku



Foto Puncak Tema Memasak

 



 
 











Semarang - Yayasan Wakaf Bina Amal memberikan penghargaan kepada Hanun Dzatirrajwa, siswa kelas V Zaid bin Tsabit SDIT Bina Amal yang berhasil menyabet medali perak kategori Education and Recreation dalam ajang bergengsi International Exhibition Young Inventors 2017 yang diselenggarakan di Nagoya, Jepang pada 26-29 Juli 2017. 

Dalam ajang bergengsi skala internasional ini Hanun bersama Izza saudaranya mempresentasikan temuan mereka yaitu “ular tangga tuna netra”. Ide brilian menemukan dan membuat ular tangga tuna netra ini, bermula dari keprihatinan dan keresahan mereka melihat tidak banyaknya wahana serta sarana permainan bagi anak tuna netra.

Selain berhasil membawa pulang medali perak ke tanah air, Hanun Dzatirrajwa juga mendapatkan penghargaan dari Science and Technology Association Moscow Rusia atas prestasinya tersebut.

Yayasan Wakaf Bina Amal yang membawahi sekolah dimana Hanun menimba ilmu hari ini, Senin 14/08/17 bertepatan dengan hari jadi Pramuka dan dalam menyongsong hari kemerdekaan Indonesia Ke 72 memberikan penghargaan insan ilmiah cendekia kepada Hanun Dzatirrajwa. Penghargaan di berikan pada hari ini bertepatan dengan upacara Hari Pramuka.

Luapan kegembiraan dan rasa syukur tak henti-hentinya terucap khususnya bagi keluarga besar SDIT Bina Amal seperti yang di sampaikan ketua Yayasan Wakaf Bina Amal, H. Joko Widodo, SE dalam sambutannya selaku ketua Yayasan Wakaf Bina Amal menyampaikan apresiasi yang sebesar- besarnya atas kreatifitas dan inovasi yang dilakukan oleh Hanun. “Sekolah berharap prestasi Hanun akan diikuti oleh teman- teman yang lain, menjadi motivasi bagi anak- anak Bina Amal khususnya dan anak- anak Indonesia pada umumnya untuk terus berkarya, berjuang mengisi kemerdekaan Indonesia yang telah di perjuangkan oleh para Pahlawan bangsa”. Lebih lanjut Joko Widodo menegaskan harapan Indonesia akan munculnya ilmuwan- ilmuwan, pakar- pakar yang akan mengharumkan Indonesia di mata dunia, meningkatkan harkat dan martabat bangsa sebagai wujud melanjutkan perjuangan para pahlawan bangsa dalam menjaga dan mengisi kemerdekaan”.

"Alhamdulillah, sebuah kebahagiaan yang luar biasa, apalagi saat mengingat pengorbanan untuk dapat mengikuti ajang ini, saat mendapat tawaran dari LIPI untuk terbang ke Jepang mengikuti kompetisi ini, Hanun harus mandiri secara pendanaan untuk itu Hanun harus mengusahakan diri mengusahakan sendiri melalui perjuangan yang luar biasa pula. Semoga prestasi Hanun dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswi SDIT Bina Amal lainnya dan bagi anak-anak Indonesia. Barokalloh Hanun, prestasi ini semoga menjadikanmu semakin sholihah, bermanfaat untuk sesama, dan tetap rendah hati." Tandas Joko Widodo. Bina Amal memberikan penghargaan dan uang pembinaan kepada Hanun total sebesar Rp 2.500.000 (Dua juta lima ratus ribu rupiah).

Humas Bina Amal















Semarang, TKIT Bina Amal Semarang melaksanakan kegiatan reorganisasi MS  (Majelis Sekolah) dan Co-Parenting.

Kegiatan yang dilaksanakan sabtu pagi hari tadi, dihadiri oleh kurang lebih 100 wali murid dari KBIT dan TKIT Bina Amal.

Kepala Sekolah TKIT Bina Amal, Sakdiyah, S.Pd menyatakan bahwa agenda tersebut adalah kegiatan rutin yang diadakan di TKIT Bina Amal.

Tujuan diadakannya kegiatan Co-Parenting adalah untuk menyampaikan kegiatan belajar mengajar selama satu semester.

Sedangkan MS adalah sebuah organisasi yang berkontribusi dalam pendampingan kegiatan sekolah, yang pada pagi tadi telah terpilih Ibu Atik sebagai ketua MS Tahun Didik 2017/ 2018 setelah sebelumnya Bapak Ali Umar Dhani.




Semarang, SMPIT Bina Amal berpartisipasi dalam Kirab Merah Putih yang diselenggarakan oleh  Kodim 0733 BS Semarang bersama Pemkot Semarang (13/8). Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia ke-72.

Menurut Tiara Pangesti D, Waka 3 bidang kesiswaan dan kehumasan, siswa dapat merenungi perjuangan para pahlawan sehingga mereka bersemangat untuk meneruskan perjuangan pahlawan serta mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif.

Kirab Merah Putih dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko, dengan rute dari Halaman Balaikota Semarang dan berakhir di Halaman Kantor Gubenur Jateng. 

Kirab tersebut menyedot perhatian masyarakat Kota Semarang dengan dimeriahkan iring-iringan mobil lapis baja milik TNI, tank, mobil Barakuda milik Gegana Polri, marching band serta pelajar SMP.

Hanifah Rifda, peserta kirab mewakili SMPIT Bina Amal, dengan mengikuti kegiatan kirab dapat mengingat kembali perjuangan pahlawan dan salah satu bentuk penghargaan perngorbanan pahlawan dengan meraih cita-cita.



Semarang, SMA Islam Terpadu Bina amal Kota Semarang melaksanakan kegiatan One Step To Study Abroad (OSTSA) untuk mempersiapkan peserta didik kuliah di luar negeri melalui jalur beasiswa.

Kepala Sekolah SMA IT Bina Amal, Setyawan, di Semarang, Jumat, Menyatakan pihaknya berkomitmen mempersiapkan peserta didik untuk menjadi pemimpin negeri dan berkiprah luas untuk negeri.

Sekjen Isnet, Firman Alamsyah, Ph.D, memberikan semangat kepada peserta didik untuk punya cita-cita yang tinggi dan yakin melanjutkan kuliah di luar negeri, Isnet akan membantu mewujudkan cita-citanya.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat(11/8/2017) ini bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Undip dan Isnet, Indonesian Scholarship Network.

Pembicara yang diundang dalam kegiatan ini adalah alumni kampus ternama luar negeri melalui jalur beasiswa yaitu : Miqdad Robbani (S1 Al Azhar University, Mesir), Bondan Setiawan, M.Eng ((S1 & S2 Tohoku University, Jepang), M.Arif Budiman,Ph.D(S1 & S2 Texas A&M University, S2 Clemson University Genomics Institute USA) dan Ganjar Saefurrahman (S2 Mudoch University, Australia dan S2 Waterford Institute of Technology Irlandia).

Arsya Yustisia Zahra, peserta didik kelas 11, bersyukur dapat mempersiapkan masa depan sejak dini serta mengharumkan nama bangsa terutama untuk  kejayaan islam di era peradaban modern.

Informasi :
1. Said Abdillah, Waka Kesiswaan & Humas (085876900777)
2. Setyawan, Kepala SMA IT Bina Amal (085225740457)⁠⁠⁠⁠



Alhamdulillah, Humas Yayasan Wakaf Bina Amal mengadakan Pelatihan Kehumasan dan Pembuatan Release Media, Jumat 11 Agustus 2017. Dengan menngundang pemateri dari ANTARANEWS, situs berita resmi Indonesia yaitu Bapak Akhmad Zaenal. Beliau adalah pewarta ANTARANEWS sejak tahun 1993 dan saat ini menjadi pengajar di Sekolah Jurnalisme Indonesia.

Ini merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh Bina Amal, dengan mengundang berbagai pakar dan ahli untuk meningkatan mutu dan kualitas guru dan pegawai. Ungkap Muntafingah selaku humas Bina Amal

Pelatihan di ikuti 17 Bapak Ibu guru perwakilan humas dari masing-masing unit. Mulai dari KBIT-TKIT-SDIT-TKIT 02-SDIT02-SMPIT dan SMAIT. Bertujuan agar humas unit mempunyai kemampuan untuk press release pada setiap kegiatan yang ada di masing-masing unit.

Penyampain yang lugas dan mudah di pahami oleh pemateri, membuat peserta antuasias dan banyak terjadi tanya jawab. Salah satu peserta Pak Fathutarahman mengajukan beberapa pertanyaan seputar cara membuat judul yang baik, disambung dengan bapak ibu guru yang lain.

Kemudian peserta pelatihan diberi tugas untuk membuat press release, terkait kegiatan yang ada dimasing-masing unit. Dan langsung di koreksi oleh pemateri. Sehingga peserta bisa mengetahui langsung kesalahan dan kekurangan dari press release yang dibuat. Untuk kemudian diperbaiki agar layak  disampaikan ke publik.

Semoga setelah pelatihan ini, semua kegiatan di tiap unit bisa disampaikan kepada orang tua siswa.









Nama Asli Arqam adalah Abdu Manaf bin Asad bin Abdullah bin Amr bin Makhzum. Ia dipanggil Abu Abdillah dan tinggal di Makkah.

Arqam bin Abil Arqam al Makhzumy adalah sahabat yang memeluk Islam pada hari hari pertama didakwahkannya Islam, bersamaan dengan Abu Ubaidah bin Jarrah, Bilal bin Rabah, Abu Salamah dan yang lainnya. Mereka disebut As Sabiqunal Awwalun, mereka telah dijamin memperoleh keridhoan Allah, sebagaimana disebutkan dalam surat At Taubah ayat 100 yang maknanya memperoleh jaminan masuk surga.

Ketika kaum Quraisy makin meningkatkan penyiksaan kepada para pemeluk Islam, Rasulullah shalallahu alaihi wassalam memerintahkan para sahabat untuk menyembunyikan keIslaman mereka termasuk segala aktivitas ibadah. Seperti berdakwah, menyebarkan agama Islam dan lain sebagainya.

Madrasah Pertama dalam Islam, Rumah Arqam yang Diberkahi

Kisah ini merupakan keutamaan sendiri bagi sahabat Arqam bin Abil Arqam. Karena Rasulullah shalallahu alaihi wassalam memutuskan memilih tempat tinggalnya sebagai tempat berkumpul beliau dan para sahabat dalam menyebarkan Islam. Hal itu disebabkan karena tempatnya agak terpencil di atas bukit Shafa, sehingga lebih aman dari gangguan kafir Makkah Quraisy.

Saat itu orang orang Quraisy benar-benar tidak mengetahui tempat itu dan tidak akan mengira bahwa rumah Arqam sebagai tempat berkumpulnya Rasulullah dan para sahabat. Jika kaum musyrikin Makkah mengetahuinya maka bisa berbahaya.

Dari sinilah rumah Arqam dijuluki sebagai madrasah pertama bagi kaum muslimin untuk mempelajari ilmu-ilmu Islam dari Rasulullah shalalallahu alaihi wassalam. Mereka yang baru masuk Islam berbondong bondong datang ke sana. Sahabat-sahabat yang datang ke rumah Arqam adalah sahabat yang masih kecil atau yang sudah dewasa.

Rasulullah mendidik dan membentuk jiwa-jiwa yang tangguh dalam berdakwah dan membela Islam. Terhitung ada 40 sahabat yang aktif hadir di rumah Arqam, dari yang termuda usia 8 tahun hingga yang berusia 50 tahun seperti Ubaidah bin Harits.

Ketika Hamzah bin Abdul Muthalib memeluk Islam, yang disusul oleh Umar bin Khattab, tiga hari kemudian kegiatan ibadah dan pengajaran mulai bisa dilaksanakan di luar rumah Arqam, termasuk halaman masjidil haram. Kaum muslimin lebih berani, karena adanya paman nabi Hamzah dan Umar.

Meskipun demikian rumah Arqam tetap menjadi tempat pertemuan Rasulullah untuk memberikan pengajaran Islam. Subhanaallah, lihatlah betapa berkahnya rumah beliau. Di mana Rasulullah shalallahu alaihi wassalam masih tetap mengunjungi rumahnya meskipun tidak sesering sebelumnya.

Nah, maka akan timbul pertanyaan dalam hati, "mengapa rumah Arqam yang dijadikan sebagai tempat Rasulullah shalallahu alaihi wassalam dalam memulai berdakwah?" Setidaknya ada tiga alasan:

1. Ketika Arqam masuk Islam tidak ada kaum musyrikin yang tahu.
2. Arqam berasal dari suku Makhzum yang merupakan musuh keluarga besar Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (suku Hasyim) pada masa jahiliyah. Sehingga kaum kafir tidak mencurigainya.
3. Arqam masuk Islam dalam usia masih sangat muda, antara16 tahun, sehingga kaum Quraisy tidak curiga jika nabi berkumpul di rumah anak muda.

Oleh karena itu, kita dapat mengetahui bahwa memilih rumah Arqam sebagai Madrasah pertama itu pilihan yang benar dan tepat. Itulah ketajaman firasat nabi Muhammad dalam menentukan serta memutuskan sesuatu.

Perintah Hijrah dari Rasulullah kepada Kaum Muslimin

Pada awal munculnya Islam, kaum muslimin mengalami banyak tekanan dan siksaan dari kaum Quraisy, namun mereka tetap tegar dan teguh memegang agama Islam bahkan menambah keimanan mereka.

Kondisi seperti ini membuat Rasulullah prihatin dengan keadaan mereka, akhirnya nabi mengijinkan kaum muslimin untuk hijrah ke Habasyah demi melindungi jiwa dan agama mereka yang tertindas di Makkah. 

Arqam bin Abil Arqam juga ikut serta dalam hijrah ke Habasyah. Tapi setelah kaum muslimin pulang dari Habasyah, kaum musyrikin masih saja menyiksa kaum muslimin di Makkah, maka tiba saatnya Rasulullah shalalallahu alaihi wassalam mengijinkan semuanya hijrah ke Madinah untuk menjaga agama Islam dan bebas berdakwah di sana tanpa tekanan dan siksaan.

Setelah hijrah ke Madinah, Arqam dipersaudarakan dengan Zaid bin Sahl. Beliaupun merasakan ketentraman yang luar biasa di Madinah, karena ibadahnya tidak diganggu dan dihalangi lagi oleh kaum musyrikin Makkah. Kaum Anshar sangat memuliakan saudara-saudara seiman mereka yang datang dari Makkah. Mereka menjadikan kaum Muhajirin seperti saudara kandung mereka sendiri.

Ketaatan Arqam bin Abil Arqam Terhadap Rasulullah

Tidak diragukan lagi, Arqam adalah sahabat yang sangat taat kepada nabi. Mungkin cerita di bawah ini sudah cukup dijadikan bukti atas ketaatan Arqam kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam:

Pada suatu hari, Arqam menyiapakan perbekalan untuk perjalanan ke Baitul Maqdis. Kemudian dia menemui Rasulullah shalallahu alaihi wassalam untuk berpamitan. Maka Rasulullah bersabda kepadanya, "Apa yang membuatmu hendak melakukan perjalanan ini wahai Abu Abdillah? Apakah suatu keperluan ataukah perniagaan?"

Arqam menjawab, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya ingin shalat di baitul Maqdis."

Rasulullah bersabda, "Shalat di masjidku ini lebih baik daripada seribu shalat di masjid lain kecuali masjidil Haram."

Arqam pun kembali ke rumahnya dengan penuh ketaatan melaksanakan perintah Rasulullah. Arqam pun kembali beribadah seperti biasanya di Madinah. Padahal sebelumnya ia sudah menyiapkan barang-barang atau perbekalan untuk perjalanan. Subhanaallah..

Kisah Arqam bin Abil Arqam dalam Peperangan

Sebagaimana as-Sabiqunal Awwalun lainnya, Arqam bin Abil Arqam selalu bertempur dengan gagah berani, melawan kaum musyrikin yang maju menyerangnya. Setelah terjadi pertempuran dahsyat, maka korban berjatuhan dari kedua belah pihak.
Beliau selalu mengikuti perang bersama Rasulullah dan sahabat lainnya, seperti perang Badar perang Uhud atau perang besar lainnya bersama nabi.

Kisah Wafatnya Sahabat Nabi Arqam bin Abil Arqam

Arqam terus berjihad di jalan Allah baik dengan harta, jiwa dan waktunya hingga ia sakit di zaman khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan. Tatkala dia merasa ajalnya telah dekat, dia berwasiat agar Saad bin Abi Waqash yang menyalatinya. Tidak lama berselang, Arqam meninggal. Tapi kebetulan waktu itu Saad bin Abi Waqash sedang tidak berada di Madinah.

Ketika itu Marwan bin al Hakam gubernur Madinah ingin menyalatinya, tetapi Ubaidillah bin Arqam menolaknya. Marwan berkata,

"Apakah jenazah sahabat Rasulullah akan ditahan hanya karena seorang yang tidak hadir?" Abdullah bin Arqam menolak siapapun yang menyalatinya sampai Saad bin abi waqash datang.

Arqam bin abil Arqam dimakamkan di Aqiq pada tahun 55 H. Ia meninggal pada usia 80 tahun lebih. Semoga Allah meridhainya dan membalas jasanya terhadap Islam dan umat Islam dengan sebaik baik balasan.

Subhanaallah, Allahuakbar. Itulah kisah Arqam bin Abil Arqam yang mulia, penuh hikmah dan penuh ibrah. Mari ceritakan kisah sahabat yang jarang dikenal ini kepada anak-anak di rumah maupun di sekolah...


 “Aku adalah orang ketiga yang memeluk Islam, dan orang pertama yang melepaskan anak panah di jalan Allah,”

Demikianlah Sa’ad bin Abi Waqqash mengenalkan dirinya. Ia adalah orang ketiga yang memeluk Islam, dan orang pertama yang melepaskan anak panah dari busurnya di jalan Allah.

Sa’ad bin Abi Waqqash bin Wuhaib bin Abdi Manaf hidup di tengah-tengah Bani Zahrah yang merupakan paman Rasulullah SAW. Wuhaib adalah kakek Sa’ad dan paman Aminah binti Wahab, ibunda Rasulullah.

Sa’ad dikenal orang karena ia adalah paman Rasulullah SAW. Dan beliau sangat bangga dengan keberanian dan kekuatan, serta ketulusan iman Sa'ad. Nabi bersabda, “Ini adalah pamanku, perlihatkan kepadaku paman kalian!”

Keislamannya termasuk cepat, karena ia mengenal baik pribadi Rasulullah SAW. Mengenal kejujuran dan sifat amanah beliau. Ia sudah sering bertemu Rasulullah sebelum beliau diutus menjadi nabi. Rasulullah juga mengenal Sa’ad dengan baik. Hobinya berperang dan orangnya pemberani. Sa’ad sangat jago memanah, dan selalu berlatih sendiri.

Kisah keislamannya sangatlah cepat, dan ia pun menjadi orang ketiga dalam deretan orang-orang yang pertama masuk Islam, Assabiqunal Awwalun.

Sa’ad adalah seorang pemuda yang sangat patuh dan taat kepada ibunya. Sedemikian dalam sayangnya Sa’ad pada ibunya, sehingga seolah-olah cintanya hanya untuk sang ibu yang telah memeliharanya sejak kecil hingga dewasa, dengan penuh kelembutan dan berbagai pengorbanan.

Ibu Sa’ad bernama Hamnah binti Sufyan bin Abu Umayyah adalah seorang wanita hartawan keturunan bangsawan Quraisy, yang memiliki wajah cantik dan anggun. Disamping itu, Hamnah juga seorang wanita yang terkenal cerdik dan memiliki pandangan yang jauh. Hamnah sangat setia kepada agama nenek moyangnya; penyembah berhala.

Pada suatu hari, Abu Bakar Ash-Shiddiq mendatangi Sa'ad di tempat kerjanya dengan membawa berita dari langit tentang diutusnya Muhammad SAW, sebagai Rasul Allah. Ketika Sa’ad menanyakan, siapakah orang-orang yang telah beriman kepada Muhammad SAW. Abu Bakar mengatakan dirinya sendiri, Ali bin Abi Thalib, dan Zaid bin Haritsah.

Seruan ini mengetuk kalbu Sa’ad untuk menemui Rasulullah SAW, untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Ia pun memeluk agama Allah pada saat usianya baru menginjak 17 tahun. Sa’ad termasuk dalam deretan lelaki pertama yang memeluk Islam selain Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar As Siddiq dan Zaid bin Haritsah.

Setelah memeluk Islam, keadaannya tidak jauh berbeda dengan kisah keislaman para sahabat lainnya. Ibunya sangat marah dengan keislaman Sa'ad. “Wahai Sa’ad, apakah engkau rela meninggalkan agamamu dan agama bapakmu, untuk mengikuti agama baru itu? Demi Allah, aku tidak akan makan dan minum sebelum engkau meninggalkan agama barumu itu,” ancam sang ibu.

Sa’ad menjawab, “Demi Allah, aku tidak akan meninggalkan agamaku!”

Sang ibu tetap nekat, karena ia mengetahui persis bahwa Sa’ad sangat menyayanginya. Hamnah mengira hati Sa'ad akan luluh jika melihatnya dalam keadaan lemah dan sakit. Ia tetap mengancam akan terus melakukan mogok makan.

Namun, Sa’ad lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya. “Wahai Ibunda, demi Allah, seandainya engkau memiliki 70 nyawa dan keluar satu per satu, aku tidak akan pernah mau meninggalkan agamaku selamanya!” tegas Sa'ad.

Akhirnya, sang ibu yakin bahwa anaknya tidak mungkin kembali seperti sedia kala. Dia hanya dirundung kesedihan dan kebencian.

Allah SWT mengekalkan peristiwa yang dialami Sa’ad dalam ayat Al-Qur’an, “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” (QS. Luqman: 15).

Pada suatu hari, ketika Rasulullah SAW, sedang duduk bersama para sahabat, tiba-tiba beliau menatap ke langit seolah mendengar bisikan malaikat. Kemudian Rasulullah kembali menatap mereka dengan bersabda, "Sekarang akan ada di hadapan kalian seorang laki-laki penduduk surga."

Mendengar ucapan Rasulullah SAW, para sahabat menengok ke kanan dan ke kiri pada setiap arah, untuk melihat siapakah gerangan lelaki berbahagia yang menjadi penduduk surga. Tidak lama berselang datanglah laki-laki yang ditunggu-tunggu itu, dialah Sa’ad bin Abi Waqqash.

Disamping terkenal sebagai anak yang berbakti kepada orang tua, Sa’ad bin Abi Waqqash juga terkenal karena keberaniannya dalam peperangan membela agama Allah. Ada dua hal penting yang dikenal orang tentang kepahlawanannya. 

Pertama, Sa’ad adalah orang yang pertama melepaskan anak panah dalam membela agama Allah dan juga orang yang mula-mula terkena anak panah. Ia hampir selalu menyertai Nabi Saw dalam setiap pertempuran.

Kedua, Sa’ad adalah satu-satunya orang yang dijamin oleh Rasulullah SAW dengan jaminan kedua orang tua beliau. Dalam Perang Uhud, Rasulullah SAW bersabda, "Panahlah, wahai Sa’ad! Ayah dan ibuku menjadi jaminan bagimu."

Sa’ad bin Abi Waqqash juga dikenal sebagai seorang sahabat yang doanya senantiasa dikabulkan Allah. Qais meriwayatkan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda, “Ya Allah, kabulkanlah Sa’ad jika dia berdoa.”

Sejarah mencatat, hari-hari terakhir Sa’ad bin Abi Waqqash adalah ketika ia memasuki usia 80 tahun. Dalam keadaan sakit, Sa’ad berpesan kepada para sahabatnya agar ia dikafani dengan jubah yang digunakannya dalam Perang Badar—perang kemenangan pertama untuk kaum Muslimin.

Pahlawan perkasa ini menghembuskan nafas yang terakhir pada tahun 55 H dengan meninggalkan kenangan indah dan nama yang harum. Ia dimakamkan di pemakaman Baqi’, makamnya para syuhada.

Sumber : Dari berbagai sumber

Aksi Peduli Palestina Siswa Bina Amal
Alhamdulillah donasi sudah disalurkan langsung melalui lembaga resmi kemanusian ACT dan PKPU.

Jazakumulloh khoiron katsir kepada seluruh orang tua wali siswa yang luar biasa juga antusiasnya. Kepada semua siswa-siswi KBIT-TKIT-SDIT-TKIT 02-SDIT 02-SMPIT-SMAIT, yang penuh semangat mendukung perjuangan rakyat Palestina. Dimulai dengan sholat dhuha bersama kemudian berdoa dan pembacaan puisi tentang Palestina

Semoga sedikit ikhtiar ini, menjadi catatan amal sholih, menguatkan karakter kebaikan diri dan anak-anak kita. Aamiiin.

Berikut puisi tentang Palestina karya Taufik Ismail

Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu

Ketika rumah-rumahmu diruntuhkan bulldozer dengan suara gemuruh menderu,

serasa pasir dan batu bata dinding kamar tidurku bertebaran di pekaranganku, meneteskan peluh merah dan mengepulkan debu yang berdarah.

Ketika luasan perkebunan jerukmu dan pepohonan apelmu dilipat-lipat sebesar saputangan lalu di Tel Aviv dimasukkan dalam file lemari kantor agraria, serasa kebun kelapa dan pohon manggaku di kawasan khatulistiwa, yang dirampas mereka.

Ketika kiblat pertama mereka gerek dan keroaki bagai kelakuan reptilia bawah tanah dan sepatu-sepatu serdadu menginjaki tumpuan kening kita semua, serasa runtuh lantai papan surau

tempat aku waktu kecil belajar tajwid Al-Qur’an 40 tahun silam, di bawahnya ada kolam ikan yang air gunungnya bening kebiru-biruan kini ditetesi airmataku.

Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu

Ketika anak-anak kecil di Gaza belasan tahun bilangan umur mereka,

menjawab laras baja dengan timpukan batu cuma, lalu dipatahi pergelangan tangan dan lengannya,

siapakah yang tak menjerit

serasa anak-anak kami

Indonesia jua yang dizalimi mereka –

tapi saksikan tulang muda mereka yang patah akan bertaut dan mengulurkan rantai amat panjangnya,

pembelit leher lawan mereka, penyeret tubuh si zalim ke neraka, An Naar.

Ketika kusimak puisi-puisi Fadwa Tuqan, Samir Al-Qassem, Harun Hashim Rashid, Jabra Ibrahim Jabra, Nizar Qabbani dan seterusnya yang dibacakan di Pusat Kesenian Jakarta,

jantung kami semua berdegup dua kali lebih gencar lalu tersayat oleh sembilu bambu deritamu,

darah kamipun memancar ke atas lalu meneteskan guratan kaligrafi

‘Allahu Akbar!’ dan ‘Bebaskan Palestina!’

Ketika pabrik tak bernama 1000 ton sepekan memproduksi dusta, menebarkannya ke media cetak dan elektronika,

mengoyaki tenda-tenda pengungsi

di padang pasir belantara, membangkangit resolusi-resolusi majelis terhormat di dunia, membantai di Shabra dan Shatila, mengintai Yasser Arafat dan semua pejuang negeri anda,

aku pun berseru pada khatib dan imam shalat Jum’at sedunia:

doakan kolektif dengan kuat seluruh

dan setiap pejuang yang menapak jalanNya,

yang ditembaki dan kini dalam penjara, lalu dengan kukuh kita bacalah

‘laquwwatta illa bi-Llah!’

Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu

Tanahku jauh, bila diukur kilometer, beribu-ribu

Tapi azan Masjidil Aqsha yang merdu

Serasa terdengar di telingaku.

Palestina adalah negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan bangsa Indonesia. Jangan lupakan sejarah itu!







Usamah bin Zaid bin Haritsah la juga biasa dipanggil Abu Muhammad. la memiliki gelar Hibb Rasulullah (jantung hati Rasulullah) dan Ibnu Hibb Rasulullah (putra dari jantung hati Rasulullah). Ayahnya adalah Zaid bin Haritsah r.a, anak angkat Rasulullah Saw yang sangat beliau cintai. Ibunya adalah Ummu Aiman, seorang budak hitam yang mengasuh Muhammad kecil dan dimerdekakan oleh Rasulullah Saw. Zaid lebih memilih tinggal bersama Muhammad dari pada kembali kepada ayahnya, Haritsah. 

Setelah selesai Rasulullah Saw menyelesaikan haji Wada', beliau mempersiapkan pasukan muslimin untuk menghadapi tentara Romawi. Tentara Romawi dengan sadis membunuh salah seorang kepala daerah mereka bernama Farwah bin Umar Al-Judzami ketika diketahui memeluk Islam. Di antara pasukan muslim terdapat pejuang Muhajirin dan Anshar, seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq ra. Umar bin Khaththab ra. Abu Ubaidah bin Jarrah ra, Abul A'war Zaid bin Zaid, dan Sa'ad bin Abi Waqqash ra. 

Dari sekian banyak muslimin yang andal dalam peperangan, Rasulullah Saw memilih Usamah bin Zaid ra yang masih muda belia untuk memimpin pasukan muslimin. Usamah ra waktu itu berusia 18 tahun Tentu saja hal tersebut menuai keheranan dan protes dari sebagian kaum muslimin yang meragukan kepemimpinan Usamah ra. Mendengar gunjingan yang menyangsikan kepemimpinan Usamah r.a, 

Rasulullah Saw bersabda di hadapan kaum muslimin, "Wahai sekalian manusia, aku mendengar pembicaraan kalian mengenai pengangkatan Usamah. Apabila kalian meragukan kemampuannya dalam memimpin, mengapa kalian sebelumnya tidak meragukan kepemimpinan Zaid bin Haritsah, ayahnya? Demi Allah, jika ayahnya pantas menjadi seorang pemimpin, anak ini juga pantas menjadi pemimpin. Jika ayahnya seorang yang kucintai, anaknya juga orang yang paling kucintai sesudahnya. Mereka berdua adalah orang baik maka perlakukanlah Usamah dengan baik pula!" 

Setelah teguran tersebut, kaum muslimin yang pada awalnya meragukan keputusan beliau segera bergabung dengan pasukan Usamah ra. Saat itu mereka hendak berangkat menuju Juraf di luar kota Madinah untuk membangun perkemahan sesuai dengan perintah Rasulullah Saw. Sebelum berangkat, para pasukan terlebih dahulu menemui Rasulullah yang terbaring sakit. Ummu Aiman, menyarankan agar Usamah tidak diberangkatkan sampai beliau sehat agar tenang dalam perjalanannya. Namun, Rasulullah Saw. bersikeras dan berkata, "Biarkan Usamah berangkat sekarang juga!" 

Pasukan pun berangkat menuju Juraf dan bermalam di sana. Keesokan harinya, sebelum pasukannya bergerak, Usamah ra. menyempatkan diri untuk menengok Rasulullah Saw. yang sakitnya bertambah parah. Usamah ra. mencium wajah pucat Rasulullah Saw. dan beliau pun mendoakannya. 

Setelah itu, Usamah ra. kembali menuju pasukannya yang telah siap berangkat meninggalkan Juraf. Namun, tiba-tiba berita duka menyergap seluruh pasukan muslimin. Seorang utusan Ummu Aiman membawa berita bahwa Rasulullah Saw telah tiada. Usamah ra. segera menghentikan pasukan dan menunda keberangkatannya. Bersama Umar bin Khaththab ra. dan Abu Ubaidah bin Jarrah ra., Usamah ra. kembali menuju kediaman Rasulullah Saw. diikuti oleh prajurit-prajuritnya. Setelah wafatnya Rasulullah Saw, umat Islam mengadakan musyawarah untuk mengangkat khalifah pengganti Rasulullah Saw. 

Mereka sepakat untuk mengamanahkan jabatan tersebut kepada Abu Bakar ra. Ia pun bertindak cepat untuk mengatur keberangkatan Usamah ra. Begitu pula, mengamankan kota Madinah. Pada waktu itu umat Islam ada yang setuju dan tidak setuju untuk keberangkatan pasukan Usamah, dengan alasan masing-masing. 

Menyikapi hal tersebut, Abu Bakar ra. memberikan pendapatnya, "Demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, seandainya aku tahu akan dimakan binatang buas sekalipun, aku akan tetap mengirim pasukan ini ke tujuannya. Insya Allah, mereka akan kembali dengan selamat. Bukankan Rasulullah Saw. telah memerintahkan untuk segera memberangkatkan pasukan Usamah? Mengenai keamanan di Madinah, biarkan Umar bin Khaththab tetap tinggal bersamaku di sini untuk membantuku. Apakah kalian setuju dengan pendapatku?" 

Keyakinan kuat yang terpancar dari Abu Bakar ra menular ke seluruh kaum muslimin sehingga mereka menyetujui pendapatnya. Tanpa membuang waktu, Usamah ra. segera bersiap untuk berangkat bersama 3.000 orang prajurit, 1.000 orang di antaranya menunggang kuda. Abu Bakar ra. mendatangi mereka untuk melepas kepergian pasukan muslimin dengan doa keselamatan. Usamah ra. yang melihat Abu Bakar ra datang dengan berjalan kaki segera turun dari kudanya untuk memberikan tumpangan kepada sang Khalifah. 

Namun, Abu Bakar ra segera mencegahnya dengan berkata, "Demi Allah, jangan turun, wahai Usamah! Aku ingin telapak kakiku ini dipenuhi debu sabilillah beberapa saat. Bukankah setiap langkah pejuang akan memperoleh imbalan tujuh ratus kebaikan dan menghapus tujuh ratus kesalahan?" 

Mereka pun berangkat diiringi doa dan duka mendalam. Meskipun Rasulullah Saw. telah tiada, hal itu tidak menyurutkan semangat jihad fi sabilillah yang berkobar dalam jiwa mereka dalam menyiarkan panji Islam. Pasukan Usamah ra. bergerak cepat meninggalkan kota Madinah dan melalui beberapa kota yang masih tetap memeluk Islam. 

Di Wadil Qura, Usamah r.a mengirim Huraits dari suku Hani Adzrah untuk memantau keadaan di Ubna yang menjadi target mereka. Dari hasil pengintaiannya, ternyata penduduk Ubna tidak mengetahui kedatangan mereka dan tidak ada persiapan untuk berperang sama sekali. Ia pun mengusulkan kepada Usamah ra agar secepatnya melakukan serangan selagi musuh lengah. Usamah ra menyetujuinya dan segera menyusun strategi penyerangan. 

Hanya dalam empat puluh hari mereka dapat menaklukkan kota tersebut tanpa jatuh korban seorang pun dengan membawa harta rampasan perang yang besar ke Madinah. Sejak saat itu sosok Usamah ra makin bersinar di mata kaum muslimin. Bahkan, Umar bin Khaththab ra memberinya hadiah lebih besar daripada apa yang ia berikan kepada putranya, Abdullah bin Umar ra. 

Ketika ditanya tentang perihal tersebut oleh putranya, Umar menjawab, "Usamah lebih dicintai Rasulullah Saw. daripada engkau dan ayahnya lebih disayangi daripada ayahmu!" 

Demikianlah  kisah Usamah bin Zaid yang diangkat oleh Rasulullah Saw sebagai panglima perang dalam usia masih muda. Ini membuktikan bahwa semangat juang pemuda itu sangat berpengaruh dalam kehidupan bernegara. Ini juga membuktikan bahwa Rasulullah Saw memberikan pembelajaran kepada kita tentang regenerasi.




Inilah beberapa contoh pemuda Islam di zaman salafus sholeh.

1. Usamah bin Zaid 18 tahun. Memimpin pasukan yang anggotanya adalah para pembesar sahabat seperti Abu Bakar dan Umar untuk menghadapi pasukan terbesar dan terkuat di masa itu.
2. Sa’d bin Abi Waqqash 17 tahun. Yang pertama kali melontarkan anak panah di jalan Allah. Termasuk dari enam orang ahlus syuro.

3. Al Arqam bin Abil Arqam 16 tahun. Menjadikan rumahnya sebagai markas dakwah Rasul Shallallahu’alahi wasallam selama 13 tahun berturut-turut.
4. Zubair bin Awwam 15 tahun. Yang pertama kali menghunuskan pedang di jalan Allah. Diakui oleh Rasul Shallallahu’alaihi wasallam sebagai hawari-nya.

5. Zaid bin Tsabit 13 tahun. Penulis wahyu. Dalam 17 malam mampu menguasai bahasa Suryani sehingga menjadi penterjemah Rasul Shallallu’alalihi wasallam. Hafal kitabullah dan ikut serta dalam kodifikasi Al Qur’an.

6. Atab bin Usaid. Diangkat oleh Rasul Shallallahu’alaihi wasallam sebagai gubernur Makkah pada umur 18 tahun.

7. Mu’adz bin Amr bin Jamuh 13 tahun dan Mu’awwidz bin ‘Afra 14 tahun. Membunuh Abu Jahal, jenderal kaum musyrikin, pada perang Badar.

8. Thalhah bin Ubaidullah 16 tahun. Orang Arab yang paling mulia. Berbaiat untuk mati demi Rasul Shallallahu’alaihi wasallam pada perang Uhud dan menjadikan dirinya sebagai tameng bagi Nabi.

9. Muhammad Al Fatih 22 tahun. Menaklukkan Konstantinopel ibu kota Byzantium pada saat para jenderal agung merasa putus asa.

10. Abdurrahman An Nashir 21 tahun. Pada masanya Andalusia mencapai puncak keemasannya. Dia mampu menganulir berbagai pertikaian dan membuat kebangkitan sains yang tiada duanya.

11.Muhammad Al Qasim 17 tahun. Menaklukkan India sebagai seorang jenderal agung pada masanya.

Kisah yang tak terhitung dalam goresan sejarah Islam. Cukuplah hal itu sebagai pengingat keagungan pemuda dalam masyarakat Islam. Semoga Allah membimbing kita & anak-anak kita menjadi pemuda Islam yang tangguh.

Ayo..bangkitlah pemuda Islam...



Kejuaraan sepatu roda memperebutkan piala walikota Solo 2017 digelar, Sabtu – Ahad (22-23/7/2017). Kejuaraan tersebut diselenggarakan di Velodrome Manahan, Solo.

Menariknya juara 1 - 3 diborong Siswa Siswi SDIT Bina Amal semua

Berikut juara kompetisi sepatu roda tingkat Jateng di Solo kategori kelompok umur 8

Khilma Nafisa (Kelas 2 Maliki ) Juara 1 Kelompok Putri
Khilma nabila (Kelas 2 Maliki) Juara 3 Kelompok Putri
Muhammad Fakhri Zaidan (Kelas 2 Hanafi) Juara 2 Kelompok Putra

Barokalloh para Juara 1-3 

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget