September 2018



Gerakan Semarang Membaca hari ini dimulai, seluruh instansi di kota Semarang mengikutinya. Tak terkecuali SDIT Bina Amal Semarang, sekolah yang terletak tepat di jantung kota Semarang ini begitu antusias mengikuti program Semarang Membaca.

Lebih dari 700 anak didik membuka buku mereka dari jam 09.00-10.00 WIB. Ibu dan Bapak guru juga lepas gadget mereka, semua sibuk dengan buku sebagai program literasi hari ini.

Ibu Kepala SDIT Bina Amal, Enni Rustiyanti, S. Pd. I mengatakan "Membacalah maka kamu akan mengetahui dunia, membacalah maka kamu akan menggenggam dunia, dan membacalah maka kamu akan tahu indahnya Indonesia".

Begitu banyak manfaat yang bisa diperoleh dari budaya literasi hari ini. Salah satu anak didik mengatakan "Tiap hari saja pak membacanya, enak og, bisa baca komik, cerita, sejarah, dll". Ucap Nathan kelas 4 Anas.

Jadilah bagian dari kemajuan negeri ini, bersiaplah untuk perubahan baik pada negeri ini, mulai dengan kebiasaan baik dari dini. Karena jika bukan kita, siapa lagi? Jika tidak sekarang, kapan lagi?

Majulah Bangsaku,jayalah Negeriku. Ayo Membaca!!!



Assalamu'alaikum teman teman. Perkenalkan, namaku Nayla Arsa Tungga Marala kelas 4 Abu Hurairah. Aku tidak sabar menunggu pagi. Kau tahu kenapa? Hm....seru deh.

Mataku segera kupejamkan dan kuharap pagi segera datang. Aku dan teman-temanku akan Puncak Tema di Taman Lele Semarang, wisata murah meriah dan syarat pembelajaran.

Hore....hari yang ditunggu tiba. Pak Tora meminta kami berkumpul di lapangan. Doa persiapan berangkat ke Taman Lele.

Semua kelas 4 meluncur dengan armada antar jemput sekolah. Aku dan teman teman kelas 4 Abu Hurairah, Anas, Ibnu, dan Abdulloh berdoa naik kendaraan.

Tawaku dan teman teman membuat kami tidak sabar di tempat tujuan. Sesekali kami menyapa pengendara motor saat berpapasan di jalan raya.

Dua puluh menit berlalu. Kami sampai juga. Sebelum masuk kami mendapat pengarahan dari Pak Son. Kami berjalan melihat aneka hewan. Ada beberapa hewan dan tumbuhan. Kami berjalan mengamati dan menggambar bagian hewan dan tumbuhan.

Setelah tugas selesai. Kami games bersama. Pertama games maju mundur. Kelompok Annisa dengan Bu Samsi dan Arrijal dengan Pak Son.

Dicari 2 kelompok yang bertahan dan konsentrasi serta kompak.

Alhamdulillah, untuk Annisa kelompok pertama dari kelompokku, kelas 4 Abu Hurairah.

Lalu, kami melaksanakan games ke dua. Games ke dua Mencari Harta Karun. Kata kuncinya adalah menemukan peta kebahagiaan di sekitar pohon.

Segera kami berpencar dan mencari. Kami mengamati setiap pohon. Dan tak lama temanku Nera berteriak, "Alhamdulillah, ketemu."

Kami langsung berlari menuju Bu Samsi. "Ini Bu, sudah ketemu."

Kami diminta membuka dan membaca gulungan kertas itu. Kami membaca dengan keras dan kompak, "Selamat, kelompok kalian boleh keceh di kolam renang."

Sontak kami terteriak, Yeee....., Kolam renang."

Aku, Tata, Zahra, Keisha, dan teman lainnya segera melompat ke kolam renang. Kami bermain air dan berenang.

Senangnya hari ini. Tak hanya disitu. Kami bisa menikmati bebek air. Beberapa temanku naik bebek. Termasuk guruku, Pak Tora.

Alhamdulillah ya. Sekolah di Bina Amal itu seru dan menyenangkan. Ada kegiatan Puncak Tema yaitu belajar di lingkungan luar. Jadi bisa belajar sambil bermain.

Selanjutnya, puncak tema di mana ya? Ayo sekolah di SDIT Bina Amal. Kalian bakalan betah dengan kegiatan belajar yang sangat menyenangkan.


Hari ini Sabtu, 22 September 2018 Asatid/Asatidah SDIT Bina Amal mengikuti Seminar parenting yg dibawakan oleh pakar Psikolog Nurina S.Psi.

Materi disampaikan dg prolog hadist " Sesungguhnya Alloh dan malaikat, penghuni langit serta bumi, hingga semut yg berada di lubangnya dan ikan-ikan di lautan bersholawat atas guru yang mengajar kebaikan kepada manusia" (Hadist Riwayat Tirmizi 3685 disahihkan Al - albani).

Menurut bu Nurina dalam islam terdapat 4 jenis guru yaitu:
1. Mudarris: guru yg hanya mengajar mata pelajaran saja.
2. Mu'allim: guru yg mengajar mata pelajaran dan menyampaikan ilmu2 lain.
3. Mursyid: Guru yg menyampaikan ilmu dan jalan yg benar.
4. Murrabi: guru yg mendidik, memelihara, mengasuh, mentarbiyyah anak didik menjadi manusia yg berilmu, bertakwa& beramal sholih.

Selanjutnya bu nurina menyampaikan hal2 yg sebaiknya diperhatikan sebagai seorang guru yaitu: Perfomance (penampilan), Gesture (bahasa tubuh), dan pola komunikasi.

Sebagai closing bu nurina mengutip ugkapan al ghazali bahwa "guru laksana minyak wangi, seorang guru itu wangi dg ilmunya dan menyebabkan wewangian kpd lingkungan yg ada di sekitarnya, ia menjadi aromaterapi bg masyarakat yg haus dg ilmu pengetahuan dan nasihat berharga.

Oleh: Ustadzah Nurkhayati


Kegiatan annisa yang dilakukan di setiap hari Jum'at khusus untuk siswi-siswi SDIT Bina Amal kelas 3- 6, yang biasa diisi dengan aneka kegiatan keputrian seperti memasak, membuat bros dari kain perca, membuat kerajinan tangan dari barang bekas, dan lain-lain.

Kegiatan annisa kelas 3 Hamzah kali ini adalah *Bazar*. Bentuk kegiatannya yaitu berlatih berdagang/ berniaga. Sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al Baqarah: 275 tentang halalnya jual beli, juga seperti yang telah dilakukan Rasulullah di usia 12 tahun yaitu berdagang.

Ada aneka jajanan yang diperjualbelikan oleh annisa kelas 3 Hamzah, antara lain;
🍵minuman kacang hijau (Qorry Aina)
🥤 es Milo (Ana dan Jilan)
🌭🍟aneka Snack(Nadha & Nayya)
🥖 Kue pukis coklat dan keju (Diandra)
🍿pop corn (Alisha)
🍬🌭 Loli pop dan sosis(Cahaya)
🥧🍩🍪aneka Snack(Innes)
🍝 Mie gemez dan jeli gum(Queena)
🍟 kerupuk pedas(Zahida (
🎨slime (Laiza)

Ada cara berdagang yang menarik yang dipakai oleh salah satu siswi kelas 3 Hamzah, yakni Diandra Alysha Putri Auriansy. Sebelum memulai berdagang, Diandra memberikan sekotak kue pukis kepada Bu guru, juga pada teman-temannya di kelas. Tidak hanya itu, Diandra juga menerapkan strategi berdagang dengan memberikan kue pukis secara cuma-cuma atau gratis bagi pengunjung bazar pertama. Pengunjung pertama yang beruntung adalah ustdzh Lisnindarti

Dengan berbagi makanan, berarti Diandra telah berinvestasi jangka panjang, yakni investasi akhirat. Diandra tidak berfikir apakah aku nanti untung atau rugi, yang jelas, Diandra ingin berbagi. Allah Maha membalas, Diandra berhasil memperoleh omzet tertinggi di antara teman-temannya. Diandra berhasil mengantongi uang Rp. 90.000,00 dari hasil penjualan kue pukisnya. Disusul oleh Cahaya yang berhasil mengantongi uang Rp. 89.000,00.Auzi'na dan Jilan yang berhasil mengantongi Rp.82.500,00 dari penjualan es milonya.

Rasa senang dan gembira terpancar dari wajah-wajah mereka, Annisa 3 Hamzah yang telah sukses dalam kegiatan bazarnya. Selamat bersua kembali di kegiatan annisa selanjutnya yang lebih seru....
Hanya di SDIT Bina Amal

Oleh Ustadzah Ika Retno Sari


.
"Lumpia Gulung Cinta"... Hahaha. Begitulah jawaban salah satu kelompok memasak hari ini, ketika ditanya oleh salah seorang guru.

Hari ini, Selasa 18 September 2018. Lomba memasak dalam rangka Puncak Tema kelas 5 diadakan. Lebih dari 10 kelompok mengikuti kegiatan tersebut. Dengan bahan dasar sayur, anak-anak diminta untuk membuat dan berkreasi memasak masakan yang sehat dan begizi. Tanpa penyedap buatan, atau MSG masakan itu dibuat.

"Gimana persiapan kamu buat lomba hari ini nak?". Tanya Ibu Lia Nurul Fuadah, S. Pd selaku ketua penyelenggara. "Wah rempong bu" jawab Rifdah Nugriha salah satu peserta.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk melatih kekompakan anak, kerjasama dan mengetahui bahwa ada makanan sehat yang sering mereka tinggalkan. Jika makanan sehat itu mereka makan maka berdampak baik kepada kecerdasan mereka.

Selalulah menanamkan kebaikan kepada mereka tanpa henti. Batu yang keras saja akan bisa berlubang jika terus ditetesi air sedikit demi sedikit, apalagi hati manusia yang tidak sekeras batu. *THF

Puncak Tema Kelas 5
Selasa, 18 September 2018




September, katanya bulan ceria dan sering disebut-sebut sebagai 'September Ceria', bulan ini saya sebagai guru pengampu mapel IPA terbersit dalam benak saya untuk mengajak anak-anak kelas 6 SDIT Bina Amal untuk mengumpulkan berbagai jenis tanaman di Sekolah, yang nantinya tanaman-tanaman tersebut akan kita tata di taman yang ada di dekat kelas 6, dan tujuan akhirnya untuk mewujudkan kebun biologi yang dapat digunakan untuk pembelajaran IPA.

Pas momentnya juga di bulan September ini waktunya tugas terstruktur dilaksanakan, sebagai pengganti test ulangan Mid Semester. Tanpa pikir panjang lagi, minggu pertama September saya umumkan ke 4 kelas 6, yaitu kelas Abu Bakar, kelas Umar, kelas Utsman dan kelas Ali, supaya anak2 membawa 1 jenis tanaman untuk setiap anaknya sebagai tugas terstruktur IPA. Tugas ini juga sebagai bentuk implementasi anak-anak yang sudah belajar tentang 'Perkembangbiakkan Tumbuhan dan Hewan' di tema 1. Tanaman yang akan dibawa anak-anak saya minta untuk diberikan label yang isinya nama, kelas, nama tumbuhan dan cara perkembangbiakannya, sesuai pembelajaran yang sudah mereka terima. Saya sarankan ke anak-anak label setiap tanaman harus diketik dan dilaminating supaya label awet dan rapi.

Supaya tanaman yang dikumpulkan bisa beraneka ragam di setiap kelasnya, maka saya bagi kelompok di setiap kelas. Ada kelompok yang khusus mengumpulkan tanaman yang berkembangbiak dengan cara generatif (menghasilkan buah & biji), ada kelompok yang khusus mengumpulkan tanaman yang berkembangbiak dengan cara vegetatif alami (akar tinggal, umbi lapis, umbi akar, umbi batang, spora, geragih, tunas, tunas adventif), dan ada kelompok yang mengumpulkan tanaman yang berkembangbiak dengan cara vegetatif buatan (cangkok, stek, runduk, sambung, okulasi). Waktu pengumpulan tanaman saya berikan tenggang waktu satu minggu dalam pengumpulannya, setiap anak yang sudah membawa tanamannya ke sekolah, melakukan pelaporan dulu, ditunjukkan dulu jenis tanamannya pada saya, dan dicekkan kebenaran labelnya, apakah sudah tepat nama tanaman dan cara perkembangbiakannya, setelah itu baru dinilai.

Tiga minggu kemudian, anak-anak kelas 6 sudah mengumpulkan berbagai ragam jenis tanaman yang sudah memenuhi taman, beberapa diantaranya ada jambu, rambutan, mangga, alpukat, sawo, belimbing, durian, kedondong, segala macam umbi, jahe, kunyit, sereh, wortel, strawberry, mawar, melati, kamboja, bunga gundul/kancing, lidah buaya, cocor bebek, cabe, cemara, bahkan kurma dan buah tin juga ada... dan masih banyak yang lainnya...
Semua tanaman itu alhamdulillah sudah tertata rapi di sisi pojok-pojok taman, semua anak antusias untuk membantu menata kebunnya menjadi rapi dan bagus. Semangat dari anak-anak juga terlihat yang rajin merawat tanamannya dengan menyiraminya, tanpa harus disuruh.

Terima kasih anak-anakku kelas 6 atas kerja kalian...Semoga kalian selalu amanah dengan tugas-tugas kalian, dan kebun yang kalian buat sekarang dapat memberikan manfaat untuk kalian sampai ke adik-adik kelas kalian...

Oleh : Ustadzah Dian







“Buku adalah jendela ilmu
Karenamu aku banyak tahu
Denganmu menjawab ragu”

Petikan puisi karya Natalukita Danuarta, kelas IV Anas bin Malik dibacakan di depan 700 siswa saat launching buku Melukis Asa dengan Pena, Jumat (21/9) di lapangan SDIT Bina Amal.

Ratusan siswa riuh tepuk tangan menyambut empat siswa yang mendeklamasikan puisi karya mereka. Keempat siswa tersebut yaitu Natalukita Danuarta (IV Anas) puisi berjudul Buku Menjawab Ragu, Adinda Nada Syifa Al Mubarika (IV Abdulloh) membacakan puisi Lembaran Buku Penuh Ilmu, Haydar Almahira Mumtaz (IV Ibnu) membacakan puisi Dosen, dan Athanasywa Azmi Andani (IV Abu Hurairah) membacakan puisi berjudul Dokter.

Buku berisi 99 puisi tentang Cita-cita dan Buku karya siswa mendapat apresiasi kepala SDIT Bina Amal, Enni Rustiyanti, S.Pd.I. “Alhamdulillah, di bulan literasi ini Ustadzah Samsiati dan siswa kelas IV SDIT Bina Amal mempersembahkan buku karya mereka berjudul Melukis Asa dengan Pena. Semoga buku ini menginspirasi guru lain untuk ikut berkarya,” tuturnya saat memberi sambutan.

Senada, Ustadzah Fitriyani Waka III Bidang Kesiswaan juga mendukung karya tersebut. “Bina Amal sudah membudayakan Gerakan Literasi Sekolah dengan menyediakan pojok baca di setiap kelas. Kini, mereka tidak hanya membaca buku karya orang lain tetapi bisa membaca buku karya sendiri. Teruslah maju sastra Bina Amal,” pesannya saat launching buku Melukis Asa dengan Pena.

Buku tersebut juga menginspirasi Ustadzah Ika Retnosari S.Pd. pada hari yang sama, ia langsung memperkenalkan buku Melukis Asa dengan Pena dan membacakan puisi karya siswa SDIT Bina Amal di kelas III Hamzah. Beberapa siswanya juga membaca puisi di depan kelas. Mereka dimotivasi Ustadzah Ika untuk membuat karya puisi ataupun cerita yang bisa dibukukan.

Menjadi Guru yang Rajin Menabung
Buku Melukis Asa dengan Pena berhasil diterbitkan berawal dari kerja Ustadzah Samsi yang rajin menabung karya siswa. Guru lebih mengenalnya dengan sebutan tugas portofolia atau tugas terstruktur. Salah satu KD dalam pelajaran Bahasa Indonesia kelas III semester II adalah mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk puisi sederhana. Dan Ustadzah Samsi memberikan tugas menulis puisi untuk semua siswa kelas III yaitu kelas III Abu, III Hamzah, III Saad, dan III Kholid.

Khusus untuk kelas III Kholid yang menjadi tempat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) siswa mendapat buku prestasi puisi. Buku prestasi puisi berisi penjelasan singkat tentang puisi, contoh sederhana puisi dan latihan membuat puisi berdasarkan gambar atau ilustrasi cerita. Melalui buku prestasi puisi, siswa lebih mudah membuat puisi. Buku prestasi puisi ini juga merupakan inovasi pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya tentang puisi.

Karya puisi kemudian dikumpulkan dan dipilih serta diedit agar menjadi buku. Dengan terbitnya buku perdana karya siswa SDIT Bina Amal, semoga menjadi langkah awal untuk melahirkan buku-buku berikutnya. Terbitnya buku ini menunjukkan bahwa siswa Bina Amal memiliki salah satu 10 karakter Anak Indonesia yaitu wawasan yang luas. Siswa Bina Amal berliterasi, siswa Bina Amal semakin berprestasi. Bu Sy



Ratusan siswa kelas II SDIT Bina Amal mencoba permainan tradisional, Rabu (19/09) di taman Gajah Mungkur Semarang.

Siswa dibagi beberapa kelompok dan menuju pos permainan tradisional yang dipimpin 9 guru kelas II. Ada sembilan permainan tradisional yang dikenalkan kepada siswa yaitu cublak cublak suweng, dhakon, tiga dara, engklek, ular naga, jamuran, gobak sodor, bakiak, dan tong dodok. Siswa bergiliran, kurang lebih lima belas mencoba bermain. Jika sudah lima belas menit, maka kelompok siswa harus berpindah ke pos permainan lain. Jadi, semua siswa akan mencoba sembilan permainan tradisional. Jika ada siswa yang belum paham dengan cara bermainnya, maka guru akan menjelaskan dan siswa mempraktekkan.

Kegiatan tersebut adalah kegiatan Puncak tema 2 kelas II yaitu tema Permainan Tradisional. Menurut koordinator kelas 2, Siti Maysaroh SPd SD menyampaikan bahwa kegiatan tersebut untuk mengenalkan lebih dekat dengan permainan tradisional yang sekarang sudah mulai terkikis oleh permainan digital. “Semoga dengan puncak tema ini anak-anak bisa lebih senang dengan permainan tradisional. Anak-anak bisa praktek di sekolah ataupun saat di rumah dengan saudara atau keluarga,” tuturnya.

Kegiatan tersebut juga mendapat sambutan baik dari orangtua. Sebut saja orangtua dari Tegar Abiy kelas II Hanafi. “Terima kasih Bu May dan Bu Wida. Tadi malam Abiy semangat sekali cerita. Puncak temanya luar biasa. Happy banget. Matur nuwun sanget,” tutur Bu May membacakan WA dari Bu Nining.
Semoga dengan puncak tema ini, anak-anak SDIT Bina Amal bisa turut aktif melestarikan permainan tradisional. Kalau bukan mereka, siapa lagi? Ayo lestarikan permainan tradisional. Siswa Bina Amal, siswa yang melestarikan budaya bangsa. Bu Sy



Kepala SDIT Bina Amal Semarang, Enni Rustiyanti, S.PdI memberikan piala kepada Sang Juara dari tingkat kecamatan sampai nasional, Senin (17/09) di Lapangan SDIT Bina Amal usai apel pagi.

Diawali dengan juara Mapsi Kecamatan Semarang Selatan. SDIT Bina Amal meraih juara Umum dengan 10 piala juara I, 7 piala juara II, dan 12 piaa juara III. Siswa yang meraih juara 1 akan berlaga dalam lomba Mapsi tingkat Kota Semarang di SD Isriati 02 Masyaran tanggal 6 Oktober 2018. Kesepuluh siswa tersebut adalah Ananda Atha (KTI Putra), Hanun Dzatirrajwa (KTI Putri), I Gusti Ayesha Safa (PAI Putri), Hariri Siraj (TIK Putra), Aulia Izza (TIK Putri), Syifa Rufaidha (Hifdzil Putri), Farras Naufal (Hifdzil Putra), Farros Kasyful (Khitobah Putra), M. Raisal (Cerita Islami Putra), dan Laura Salima R. (Cerita Islami Putri).

Berikutnya Lomba Siap-siap Aku Bisa (SSAB) Kemendikbud 2018, SDIT Bina Amal dengan 60 peserta dari kelas IV, V, dan VI berhasil meraih juara 1 dan mendapat uang pembinaan 3 juta rupiah. Masing-masing berwakilan kelas foto bersama Kepala SDIT Bina Amal, Ustadzah Enni. Di tingkat Kota Semarang disusul Rafida Hasna P, Fara Yumna, dan Shauma Nasywa N siswa kelas V meraih Juara I Lomba Rancang Bangun Jembatan dalam kegiatan Open House TK SD Karangturi 2018.

Untuk tingkat Jawa Tengah, Pramuka menyumbangkan 2 piala. Barung Hijau Annisa meraih juara III dan barung Biru Arrijal meraih juara II dalam Persari tingkat Jawa Tengah.

Dan yang paling bergengsi adalah tingkat nasional. Hanun Dzatirrajwa meraih penghargaan Karya Terunggul Kalbe Junior Scientist Awards 2018 dengan karya multifeature toothbrush. Berkat karyanya, ia meraih penghargaan 12 juta rupiah dan bisa berdiskusi dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

Cabang Taekwondo atas nama Daffa Khalil Ivander , kelas VI Abu Bakar. Juga menyumbangkan Medali Emas kategori U 40 Pra Cadet Putra Pemula dalam Tournament Taekwondo KAPOLRI CUP 2018 Se Indonesia.

Tahun baru hijriah, prestasi baru. Dari kecamatan hingga nasional putra putri SDIT Bina Amal menyumbangkan piala dan mendali. Semoga awal yang bagus itu akan memacu Bina Amal semakin berprestasi dan SDIT Bina Amal akan menjadi sekolah rujukan di tingkat nasional.



Ratusan anak makan tumpeng bersama memperingati Tahun Baru Hijriyah 1440 H
Paud IT Bina Amal mengadakan acara puncak tema dan memperingati Tahun Baru Hijriyah 1440 H yaitu makan tumpeng bersama di halaman sekolah.

Acara diawali dengan senam ceria, kemudian anak anak berdo'a awal tahun dipandu oleh ustadzah ana. Ustadzah Niha dan ustadzah Ana menjelaskan tentang Hijrahnya Rasulullah dan mengenalkan tentang bulan-bulan hijriyah. Melalui kegiatan ini diharapkan anak-anak dapat mengetahui tentang tahun baru islam, dan mengenal bulan-bulan hijriyah.



“Guruku...
Kau mengajariku dengan sabar
Kau membimbingku hingga aku bisa
Kau selalu mengulang perkataanmu sampai aku bisa”

Kutipan puisi bait pertama yang dibacakan Hanun Dzatirrajwa pada saat pembukaan 20 Finalis Kalbe Junior Scientist Awards (KJSA), Selasa (11/09) di Hotel Aston Marina. Siswa yang hobi menulis itu menjadi salah satu finalis KJSA 2018, karyanya berupa multifeature toothbrush.

Berawal dari keresahan melihat adeknya yang rewel saat menyikat gigi apalagi jika malam hari. Adeknya juga semakin susah diajak untuk menyikat gigi jika lampu mati. Akhirnya Hanun berkreasi membuat multifeature toothbrush. Sikat gigi yang memiliki banyak fungsi yaitu untuk menyikat gigi, mengeluarkan pasta gigi, ada lampu LED, dan musik MP3. Dengan multifeature toothbrush, adeknya kini semakin senang menyikat gigi. Tak hanya di rumah, Hanun juga memperkenalkan sikat gigi tersebut kepada teman-temannya.

Hanun berhasil menyisihkan karya sains untuk siswa Sekolah Dasar seluruh Indonesia. Ada 1.306 karya sains yang berasal dari 26 propinsi di Indonesia. Siswa kelas VI SDIT Bina Amal itu memiliki kesempatan mengikuti rangkaian kegiatan yang diselenggarakan Kalbe Junior (10-16 September 2018) mulai dari pembukaan di hotel Aston Marina, Penjurian, Perfomance, Kunjungan PPIPTEK, eduwisata ke TMII, kunjungan Tokoh Nasional, drama musikal, kunjungan pabrik Kalbe ke Dankos Farma, Kunjungan Monas, dan awarding KJSA.

Rangkaian kegiatan dari KJSA Awards memberikan pengalaman yang berharga bagi Hanun, terlebih saat Hanun bisa menyapa dan diskusi dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. “Ini pengalaman yang sangat berkesan. Saya bisa menyapa Menteri Keuangan Sri Mulyani. Ia mengelus pipi saya dan mendoakan saya menjadi penulis yang hebat,” tutur Hanun sambil tersenyum.

Hanun menyampaikan karya inovatif multifeature toothbrush pada Sri Mulyani saat sesi jumpa Tokoh Nasional. Siswa berparas cantik itu tidak lupa memberikan buku karyanya kepada Menteri Keuangan. “Ini Karya Hanun. Hebat ya. Semoga jadi penulis yang hebat Hanun,” tutur Sri Mulyani saat tangannya dicium Hanun. Selain Sri Mulyani, Hanun juga pernah menyapa Presiden RI, Joko Widodo pada saat diundang mengikuti HUT RI ke 72 karena prestasinya meraih medali perak dalam International Exhibition for Young Inventors di Nagoya, Jepang.

Putri sulung pasangan Muhammad Miftakhul Falah dan Dyah Ahsina Fahriyati adalah salah satu siswa berprestasi dari SDIT Bina Amal Semarang. Ia mengawali prestasinya dengan budaya baca dan tulis. Literasi sudah menjadi tradisi di keluarganya. Setiap hari ia membaca buku minimal satu jam. Ia juga aktif menulis. Ia mengikuti DNA Writing Club. Ia pernah mengikuti Festival Literasi Sekolah Kemendikbud dengan karya cerpen Muscular Distrophy (2017). Beberapa cerpennya dimuat di media cetak dan dibukukan oleh penerbit mayor: Liburan di Rumah Eyang dimuat di Majalah Permata (2015), Liburan di Desa Golantepus dalam Majalah Ummi (2016), Fashion Show Muslimah dalam buku Dongeng Nyentrik Alesha (2016), Saatnya Antok Beraksi dalam buku Guruku Superhero (2017), dan Hijab vs Keluarga dalam buku Bunda Disepertiga Malam (2018). Puisinya juga lolos seleksi Balai Bahasa Jateng dan akan dibukukan bersama karya lainnya menjadi buku pengayaan SD, 2018.

Selain dunia literasi, prestasinya semakin menanjak di dunia ilmuwan cilik. Beberapa karya inovatifnya menjuarai lomba nasional maupun internasional. Produk Helper mirror telah membawanya meraih Special Award dalam National Young Inventor Awards (NYIA) tahun 2015 oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Pada tahun berikutnya, inovasi produk Ular Tangga Tuna Netra meraih predikat juara favorit pada ajang NYIA oleh LIPI. Karya tersebut juga membawanya meraih medali perak dalam IEYI 2017 di Nagoya, Jepang.

Di ajang KJSA 2018 ini Hanun meraih penghargaan Karya Terunggul dan mendapat uang pembinaan 10 juta rupiah serta beasiswa dari Diknas sebesar Rp 2,5 juta rupiah. Karyanya akan dipajang di PP-iptek kemenristekdikti selama satu tahun. Berkat literasi dan semangat berkarya, ia bisa bertemu Jokowi dan Sri Mulyani. Dengan literasi, ia semakin berprestasi. Ayo, Gelorakan Gerakan Literasi Sekolah dan jadilah tunas bangsa yang bersinar untuk Bangsa Indonesia.



Semarang- Ahad, 16 September 2018 Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Bina Amal Semarang didampingi oleh supporter siswa putra SMP IT Bina amal mengikuti laga Final Olahraga Futsal dan Basket dalam Kegiatan POS (Pekan Olah Raga dan Seni Smanda) 2018 di SMA Negeri 2 Semarang yang berlokasi di Jl.Sendangguwo Baru No.1 Kelurahan Gemah Kecamatan Pedurungan Semarang.

Kegiatan tersebut mempertandingkan pertandingan Futsal dan Basket yang diikuti peseta 36 team yang terdiri dari sekolah SMP dan SMA se Kota Semarang.
Kegiatan ini bertajuk Schijnen Met Sporten.

Peserta delegasi Futsal SMANDA dari SMP IT Bina Amal yaitu : Syauqi, Frizal, Fazarizky, M. Zikra Galih, Zaidan, M. Rafi, Fikhar, Aldi, Dafa Majid dan A. Yasin. Sedangkan Peserta delegasi Basket SMANDA dari SMP IT Bina Amal yaitu : Miki Atmaja, Izzanul Rasif, Sandy Galih Raka Siwi, Rakan Mufti, Nastafalah, Abyan Althaf, Ilham Azizi, Fahmi Azzahri, Rayhan, Ghifari, Emir Reiki, Rayhan Ghifari dan Abizdar Rizaldi.

Laga Final Pertandingan Basket POS SMANDA antara SMP N 5 Semarang melawan SMP IT Bina Amal dimulai pukul 09.15 hingga pukul 10.30. Alhamdulillah, SMP IT Bina Amal unggul atas SMP N 5 Semarang dengan skor 56:21. Kemenangan ini merupakan kemenangan basket juara 1 SMP IT Bina Amal untuk keempat kalinya dalam Basket POS SMANDA. Sedangkan Laga Final Pertandingan Futsal POS SMANDA antara SMP N 32 Semarang melawan SMP IT Bina Amal dimulai pukul 10.20 hingga pukul 11.00. SMP IT Bina Amal memperoleh Juara 2 dengan skor 4:2.

Fokus SMP IT Bina Amal adalah akhlak. Lomba adalah media untuk menjadikan akhlak lebih baik dan piala adalah bonus dari ikhtiar. Terima kasih atas support dan doa bapak ibu untuk mensupport agenda sekolah. Semoga anak anak kita menjadi anak yang sholih dan bisa menjadi penolong kita di akhirat. (Mustakim, Humas SMP IT Bina Amal Semarang).



"Cerdas, Berkarakter, Yeeee.... " , Sorak sorai semangat dari ratusan anak yang ikut Kuis SSAB (Siap-Siap Aku Bisa) sesi 1 di Lawang Sewu pagi ini, Sabtu 8 September 2018.

Tak terkecuali delegasi SDIT Bina Amal,  meskipun berada tepat di bawah terik panas matahari kota Semarang tidak mengurangi semangat mengikuti kuis ini. "Yang Penting Semangat Pak.. Hehe" Begitulah jawaban Muhammad Rafiudin, siswa kelas 4 yang menjadi salah satu delegasi dari SDIT Bina Amal.

Kuis Siap-Siap Aku Bisa adalah program Kemendikbud yang diselenggarakan dalam rangka penanaman karakter nasionalis,religius,integritas,mandiri dan gotong royong untuk   anak anak usia sekolah dasar. Program ini dilakukan di berbagai kota dan kabupaten diseluruh Indonesia, tidak hanya di Semarang.

Dimulai tepat pukul 08.00 , kemeriahan pun dimulai. Adu Yel-Yel masing-masing sekolah  menjadi pembuka kuis. Kenali Tokoh menjadi segmen pertama dari  empat segmen yang dilombakan. Segmen berikutnya adalah segmen sikap baikku, negeri tercinta dan ayo bermain Aku Bermanfaat. Di segmen ayo bermain,lima perwakilan siswa saling bekerja sama untuk membuat gambar dan mempresentasikan apa yang akan mereka lakukan agar memiliki kemanfaatan bagi masyarakat dan lingkungannya sesuai dengan tema yang didapatkan.

Seluruh anak terlihat semangat, bersama, bekerjasama. Bukan menang atau kalah, bukan juga pertandingan, namun berlomba dalam kebaikan menjadi tujuan. Saling mengenal satu dengan yang lain, bersama menunjukkan bahwa Indonesia masih punya generasi terbaik yang siap mengemban amanah kelak.

Generasi yang memiliki karakter baik, generasi yang terus berjuang, generasi yang tidak hanya mementingkan kepentingan sendiri, namun berjuang untuk kepentingan masyarakat dan bangsa.

Ibu Enni Rustiyanti,S.Pd.I selaku Kepala SDIT Bina Amal mengatakan: "Saya kira ini adalah kegiatan yang sangat positif, jadi anak-anak tidak hanya belajar di dalam kelas, melainkan di luar kelas yang penuh dengan pengalaman dan berbagai hal yang bisa dipelajari, Selamat Belajar".

Itulah salah satu pendidikan karakter yang ingin dicapai dari Kuis SSAB(Siap-Siap Aku Bisa) kali ini. Banggalah menjadi Indonesia, Banggalah Dengan Indonesia, negara yang akan kita bela, SELAMANYA.

Dan Bina Amal mengawalinya dengan menjadi  Terbaik pertama. Selamat dan Mari Berbuat Untuk Negeri. *THF

#Humas #Kuis #SSAB #BinaAmal #Juara #kemendikbud #pendidikan #dasar #semarang #jateng #indonesia #SDITBinaAmal #Humas #SholihMandiriCerdasCeria



Sebanyak 600 orang yang terdiri dari siswa TK-PAUD Islam Terpadu (IT) Bina Amal Semarang dan orang tua murid, berpartisipasi dalam manasik haji yang diadakan Yayasan Wakaf Bina Amal di Firdaus Fatimah Zahra, Gunungpati, Sabtu (9/9) kemarin.

Kepala PAUD IT Bina Amal, Sakdiyah mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman kepada anak didik terkait ibadah haji lewat praktik langsung di lapangan. Dikatakan 300 siswa yang hadir dengan masing-masing satu pendampingnya itu, berasal dari PAUD IT Bina Amal Jalan Kyai Saleh, TK IT Bina Amal 2 Jalan Srinindito Raya, dan PAUD Bina Amal 3 Jalan Lamongan Raya Kota Semarang. Manasik haji tersebut, dikatakan sudah menjadi kegiatan rutin tahunan dalam peringatan hari besar agama Islam (PHBI) di bulan Dzulhijah.

''Proses pembelajaran bagi anak di jenjang pendidikan PAUD dan TK memang harus berkonsep sesuatu yang kongkret dan nyata. Lewat momen PHBI ini, kami bekerja sama dengan komite sekolah untuk mengajak orang tua dan siswa berkegiatan bersama lewat manasik haji pada akhir pekan ini,'' kata perempuan yang akrab disapa Diyah tersebut.

Sebelumnya, kegiatan praktik tidak hanya pada momentum PHBI. Namun, lanjut Diyah, juga dalam pembelajaran sehari-hari sesuai tema yang diberikan guru kepada para siswa. Semisal tema api, para siswa diaja datang berkunjung ke kantor pemadam kebakaran. Di sana anak-anak melihat bagaimana cara kerja profesi pemadam dan bahaya bial bermain api.

''Sama juga saat manasik ini. Kami ingin memberikan gambaran kepada anak secara utuh mengenai pelaksanaan haji. Supaya anak tahu bagaimana rukunnya yang diantaranya termasuk urutan kegiatan manasik haji seperti tawaf (mengelilingi kabah), sai (berlari-lari kecil dari Sofa ke Marwa), prosesi pelemparan jumrah, dan rukun lainnya,'' imbuh Diyah.

Dengan adanya praktik manasik ini, diharapkan anak tidak hanya mengetahui prosesi ibadah haji lewat teori saja. Namun juga langsung praktik dengan melibatkan orang tua agar apa yang didapat dalam acara bisa diaplikasikan orang tua di kehidupan sehari-hari.

''Kami berusaha memberikan penananman agama sejak dini. Harapannya pada rukun islam kelima ini, anak memiliki cita-cita untuk berangkat ke tanah suci ketika sudah dewasa nantinya,'' tandas Diyah.

Dalam manasik haji yang menampilkan beberapa replika bangunan seperti yang ada di Kota Makah Arab Saudi tersebut, juga hadir Pengawas TK UPTD Pendidikan Kecamatan Semarang Selatan Nunik Supriyati. Dia mengatakan penanaman ibadah haji sejak kecil memiliki dampak yang positif untuk perkembangan anak dan sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Yayasan Wakaf Bina Amal.

''Anak-anak bisa paham mengenai caranya beribadah haji karena mereka mempraktekkannya secara langsung. Selain itu anak jadi juga lebih paham mengenai ibadah haji,'' kata Nunik.



Syukur Alhamdulillah atas izin Allah, beberapa delegasi SDIT Bina Amal 02 memperoleh juara dalam ajang kompetisi MAPSI se-Kecamatan Semarang Barat pada hari Kamis, 6 September 2018.

Patut disyukuri karena pada ajang kompetisi MAPSI tahun 2017 yang lalu SDIT Bina Amal 02 memperoleh 1 kejuaraan sedangkan ajang kompetisi MAPSI pada tahun 2018 ini sekolah bisa memperoleh kejuaraan pada 5 cabang lomba.

Berikut ini adalah daftar siswa yang memperoleh juara:
===============
💐 JUARA 2 PAI PUTRA : Reza Ahmad Munbaits
===============
💐 JUARA 2 ADZAN : Habib Ahmad Naufal Nur Syauqi
===============
💐 JUARA 3 SENI TILAWAH : Fakhrur Rofi Nugroho
===============
💐JUARA 3 TIK : Farraah Sajida
===============
💐JUARA 2 KHITOBAH : Maresha Rendra Kusuma
===============
 Jazakumulloh khoirol jaza' kepada tim sukses mapsi yang sudah mempersiapkan dan melatih siswa tanpa kenal lelah dan para siswa siswi delegasi lomba yang telah berjuang dalam persiapan sampai dengan pelaksanaan lomba serta seluruh asatidz-asatidzah, bapak ibu wali murid, siswa-siswi atas do'a dan dukungannya.



ALHAMDULILLAH. . . Barokalloh... SDIT BINA AMAL menjadi juara Umum Lomba Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) Kecamatan Semarang Selatan yang diselenggarakan Rabu, 5 September 2018.

Adapun para Juara 1 di setiap mata lombanya berhak maju ke tingkat Kota Semarang yang Insya Alloh dilaksanakan tanggal 6 Oktober 2018. Jazakumulloh khoiron kastir kepada seluruh pimpinan, asatidz-asatidzah, tim sukses mapsi, para pelatih dan para siswa siswi yang telah berjuang, memberikan doa serta restunya.

Dan tentunya kepada seluruh bapak ibu wali murid yang telah mendukung dan senantiasa mendoakan.

Lomba Karya Tulis Ilmiah
Juara 1 Putra :  Atha
Juara 1 Putri : Hanun Dzatirrajwa

Lomba Cerdas Cermat 

Juara 3 Putra : Naufal Azzam
Juara 2 Putri : Hafizhah Nadhira
Juara 3 Putri : Kansa Liqoula

Lomba PAI
Juara 1 Putri : I Gusti Ayesha Safa
Juara 3 Putri : Syarifah Sarah

Lomba TIK 
Juara 1 Putra : Hariri Siraj
Juara 2 Putra : Wafiq
Juara 3 Putra M. Fayyad
Juara 1 Putri : Aulia Izza
Juara 2 Putri : Azka Nauroh
Juara 3 Putri :Aisyah Dwi K

Lomba HIFDZIL
Juara 1 Putra:  Farras Naufal
Juara 3 Putra : Hajid
Juara 1 Putri : Syifa Rufaidha
Juara 3 Putri : Rumaisha

Lomba KHITOBAH 
Juara 1 Putra : Farros Kasyful
Juara 3 Putra : Gian Fallah
Juara 2 Putri : Alifiah Rizqeni

Lomba CERITA ISLAMI
Juara 1 Putra : M. Raisal
Juara 2 Putra : Khoirul Azzam
Juara 3 Putra : Azzan
Juara 1 Putri :  Laura
Juara 2 Putri : Tazakka
Juara 3 Putri : Ghania

Lomba KHAT PUTRI:
Juara 3 Putri :  Ghayda

Lomba TILAWAH
Juara 2 Putra : M. Hanif
Juara 3 Putri : Auliya



Mohon doa dan restu ustadz/ustadzah untuk para siswa yang akan maju ke tingkat Kota Semarang tanggal 6 Oktober 2018.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget