Oktober 2019

Pemuda dan Penggerak Perubahan
Oleh : Kiswanto Guru Sosiologi SMA IT Bina Amal Semarang

Menurut data Bappenas pada Mei 2017, Indonesia diprediksi mengalami keadaan bonus demografi antara tahun 2030-2040. Dimasa ini, jumlah penduduk usia produktif mencapai 64% dari total jumlah penduduk yang ada. Hal tersebut akan menjadi keuntungan untuk Indonesia jika kualitas SDM dapat dipersiapkan dengan baik khususnya pada anak-anak muda generasi milenial saat ini. Namun, mendorong kualitas SDM dikalangan milenial bukanlah sesuatu yang mudah. Hal ini dikarenakan sifat dan perilaku yang ada pada milenial saat ini. Generasi ini cenderung tidak peduli dengan keadaan sosial sekitar seperti dunia politik dan perkembangan sosial ekonomi Indonesia. Kebanyakan dari mereka, membanggakan pola hidup kebebasan dan hedonisme. Memiliki visi yang tidak realistis dan terlalu idealistis. 

Ditambah lagi sifatnya yang kurang kritis, tidak jarang mereka terpancing informasi yang bahkan belum diketahui kebenarannya “Hoax” sehingga melakukan perilaku yang anarkis. Tentu, semua ini karena dampak negatif dari kemajuan teknologi yang ada. Ketika informasi masuk, kebanyakan dari mereka tidak mencari tahu kebenaran dan kronologi yang sebenarnya terjadi. Parahnya lagi, ada beberapa yang hanya membaca judul nya saja tanpa memahami isinya. Jika ini terus dibiarkan, maka kerukunan antar warga negara akan sangat terganggu. Bukan tidak mungkin, Indonesia bisa saja gagal dalam memanfaatkan bonus demografi seperti yang terjadi pada Afrika Selatan dan Brazil.
Jumlah penduduk yang lebih dari setengahnya adalah anak muda, dan sifat yang mudah terprovokasi berita-berita bohong atau hoax, akan menyebabkan bangsa ini mudah dipecah belah oleh pihak-pihak asing yang ingin menghancurkan kedaulatan NKRI. “Pada era ini, ketika informasi tersedia dengan sangat bebas, sebaiknya kita membuka luas-luas pikiran kita dengan membaca dan memahami secara teliti, sehingga tidak mudah tersulut oleh pikiran-pikiran orang lain yang belum tentu terbukti kebenarannya. ”Tim Wesfix (2016:49). Mulailah dengan mengenali diri sendiri. Setelah itu tentukan visi yang akan dicapai. Karena, Indonesia membutuhkan banyak anak muda dengan visi yang jelas dan eksekusi yang nyata.

Langkah selanjutnya adalah merencanakan alur yang akan dilakukan untuk mencapai visi tersebut. Disinilah inti dari produktivitas. Segala aktivitas akan terarah, terukur dan terstruktur sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Millenial adalah kunci dan tokoh utama dalam bonus demografi nanti. Keberhasilan atau bahkan kegagalan Indonesia dalam memanfaatkan bonus demografi ada dipundak generasi ini. Dengan menjadi millenial yang produktif tentu akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan NKRI. 

Dunia  pendidikan sangat berperan bagaimana para pihak di sektor pendidikan memberikan kontribusi  terbaiknya dalam menyiapkan generasi terbaik. Mari kita manfaatkan waktu, tenaga, dan semangat yang ada sekarang ini untuk menjadi bagian dari sejarah kebangkitan dan keberhasilan Indonesia dalam menghadapi puncak bonus demografi tahun 2030 nanti. Perjalanan ke arah itu tentulah tidak mudah. Hal tersebut terjadi karena pemuda saat ini dihadapkan pada era dimana akses dunia maya yang tidak hanya menyediakan konten-konten positif akan tetapi berjubel konten negatif memenuhi ruang yang ada di media sosial. Kemudian yang kedua adalah perilaku yang menyukai sesuatu yang instan memberikan dampak seseorang malas untuk bekerja keras.

Sejarah telah mencatat kegemilangan peradaban karena peran dari para pemuda. Sejarah awal perkembangan Islam di Jazirah arab sampai perjalanan Negara Republik Indonesia tidak terlepas dari tangan-tangan pemuda. Pemuda memang minim pengalaman tetapi mereka memiliki semangat dan idealisme yang tak terbatas. Daya dorong mereka sangatlah kuat untuk menghasilkan karya-karya besar selama mereka bersungguh-sungguh dalam menjalani setiap aktifitas. 

Kita tidak asing dengan ungkapan berikut. "Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan ku guncangkan dunia. Seribu orang tua bisa bermimpi, satu orang pemuda bisa mengubah dunia." (Ir. Soekarno). Ungkapan yang mengguncang dunia ini bukanlah tanpa sebab. Para pemuda merupakan sekelompok orang yang memiliki bahu yang kuat untuk memanggul beban persoalan serta perjuangan yang tidak ringan. Mereka sangat identik dengan kerja cepat, cerdas dan menuntaskan setiap amanah yang diberikan kepadanya.
Di perayaan sumpah pemuda yang ke-91 tahun kita berharap upacara atau  ceremonial tidak hanya sesaat, akan tetapi yang terpenting adalah implementasi dari semangat pemuda-pemuda pencetus Sumpah Pemuda 1928. Semangat mereka senantiasa menghiasi setiap langkah  kita dalam rangka mengisi kemerdekan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Kami Pramuka Indonesia,
manusia Pancasila.
Satyaku, ku darmakan.
Darmaku, ku baktikan.
Agar jaya Indonesia
Indonesia tanah airku
Kami jadi pandumu.

Begitulah lagu Hymne Pramuka dinyanyikan dengan kompak dan semangat oleh siswa kelas 4 dan 5 SD IT Bina Amal 02 saat pembukaan PERJUSA 25 Oktober 2019 di SMP-SMA IT BINA AMAL. Kegiatan dibuka oleh Ibu Zulaichah Dwi Astuti, S.Si di lapangan yang diikuti sebanyak 102 siswa siswi dan 12 pendamping bpk ibu guru, dilanjutkan mendirikan tenda oleh tiap kelompok yang dipandu oleh pendamping masing masing. Selesai mendirikan tenda, peserta perjusa melanjutkan melaksanakan sholat jumat di masjid SMP-SMA IT BINA AMAL dan makan siang.

Berbagai kegiatan dilaksanakan dengan penuh semangat, seperti games, api unggun, senam pagi, dan jelajah alam. Berbagai games seperti rangking 1, estafet karet, eat bulaga, dan estafet kelereng mengisi kegiatan perjusa sampai sore hari. Bersih diri (mandi) dan lingkungan sudah dilaksanakan, peserta sholat maghrib berjama'ah lalu dilanjutkan menyantap hidangan dan minum susu yang dibarengi kunjungan orang tua. Adzan isya' berkumandang, peserta sdh siap sholat isya' berjama'ah dan dilanjutkan kegiatan upacara api unggun dan pentas seni sampai 22.00.

Sebelum shubuh, peserta dibangukan utk melaksanakan sholat lail dan shubuh, lalu senam dan sarapan pagi, sebelum kegiatan jelajah alam.

Jelajah alam terbagi beberapa pos, yang tiap pos mengujikan kompetensi tentang keagamaan dan kepramukaan (tali temali, PBB, rintangan, dll).

Pukul 10.00 peserta sudah kembali dr jelajah alam, dilanjutkan makan dan membuat es buah, sampai penutupan dan pembongkaran tanda. 12.00 peserta siap kembali ke Bina Amal 02.

Harapannya PERJUSA kali ini memberi pengalaman dan pelajaran yang luar biasa bagi anak anak.

























Senin, 28 Oktober 2019 SMP IT Bina Amal melaksanakan tiga agenda sekaligus dalam satu rangkaian kegiatan, yaitu Upacara Hari Sumpah Pemuda, Pelantikan Pengurus OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) SMP IT Bina Amal 2019-2020 dan Pelantikan Pengurus Pakar Beriman (Penegak Ahlaqul Karimah, Berilmu dan Mandiri) SMP IT Bina Amal 2019-2020.

Kegiatan yang bersamaan ini diharapkan bahwa siswa-siswi SMP IT Bina Amal sebagai pemuda dapat menauladani dan meneruskan perjuangan para pahlawan. Ibu Siti Choirum, S.Pd. selaku pembina upacara mengajak siswa-siswi SMP IT Bina Amal dapat berahlaqul karimah, mempersiapkan masa depan dengan wawasan yang luas. Beliau juga berterima kasih kepada Pengurus OSIS SMP IT Bina Amal 2018-2019, syukron jazakumullah khoiron katsir.

Setelah pelaksanaan upacara dilanjutkan dengan pengumuman prestasi guru dalam rangka Lomba Hari Guru Nasional, Kejuaraan siswa di bulan Oktober 2019 dan penghargaan kepada Ketua OSIS SMP IT Bina Amal 2018-2019.


























Hari ini PAUD IT Bina Amal 03 mengadakan puncak tema "Muhammad Idolaku" dan sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Sebelum bermain anak-anak mendengarkan cerita tentang Perang Badar oleh ustadzah Asih. Rasulullah yang pada saat itu berperang dengan kaum kafir Quraish yang jumlahnya sangat berbeda jauh. Pasukan Rasul hanya 300 orang bersenjata apa adanya sedangkan kaum kafir Quraish berjumlah 1000 orang dengan persenjataan lengkap. Dengan pertolongan Allah Rasul dan kaum muslimin menang.

Kami bermain "Perang Badar" yaitu permainan memecahkan balon lawan dengan menginjaknya, siapapun yang balonnya pecah maka ia kalah dan pemenangnya adalah yang bisa mempertahankan balonnya.

Dengan mendengarkan cerita dan bermain dapat mengetahui siroh nabi dan menumbuhkan cinta kepada Rasulullah kata ustadzah Neni selaku Kepala Sekolah PAUD IT Bina Amal 03






MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget