April 2017



Memiliki anak yang bertanggung jawab dan dapat membantu pekerjaan orang tua adalah dambaan setiap orang. Sekalipun memiliki Asisten Rumah Tangga, membiasakan diri untuk mengerjakan pekerjaan rumah yang bisa dilakukan anak akan membuat ia tumbuh jadi orang yang mandiri saat ia dewasa nanti.

Banyak orang tua yang masih membedakan pekerjaan rumah anak laki-laki dan perempuan. Perempuan dianggap lebih bertanggung jawab terhadap pekerjaan dapur dan kegiatan bersih-bersih rumah, sedangkan laki-laki hanya diajari untuk mengerjakan sesuatu yang ada hubungannya dengan otomotif dan mesin.

Padahal, laki-laki dan perempuan sama-sama menyenangi masakan enak dan ruang yang rapi, lalu kenapa yang dianggap bertanggung jawab hanya satu jenis kelamin saja? Pada dasarnya, ada banyak pekerjaan rumah yang bisa dilakukan anak lelaki dan perempuan yang akan berguna untuk masa depannya nanti.

Suatu hari, ia akan tinggal di asrama maupun sendirian di kos-an. Tak ada asisten rumah tangga yang akan menemaninya di perantauan.

Maka, membekali anak dengan kemampuan-kemampuan dasar rumah tangga dan hidup pada umumnya adalah sebuah keharusan bagi para orangtua.

Latih mereka untuk mengerjakan pekerjaan rumah yang bisa dilakukan anak sesuai dengan usianya. Semakin ia dewasa, tugas yang perlu ia laksanakan akan makin banyak, tapi itu juga dapat meningkatkan kemampuannya untuk hidup lebih mandiri dari sebelumnya.

Memberikan hadiah saat anak melakukan pekerjaannya memang akan membuatnya bersemangat. Tapi, jangan sampai membuat anak merasa bahwa hadiah adalah salah satu motif yang ia kejar saat membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumah.

Berbagi tugas dengan kakak maupun adiknya juga akan melatih kemampuan kerja tim dan melatih jiwa kepemimpinannya. Kemampuan ini akan sangat berguna untuk pekerjaannya di masa depan.

Mengajari anak melaksanakan pekerjaan rumah akan membuat ia memiliki keterampilan hidup dan etos kerja yang akan jadi bekalnya di masa depan. Maka, mulailah tangga kesuksesannya sedini mungkin, mulai dari sekarang.


theasianparent










Jiwa muda adalah jiwa keberanian, jiwa penasaran, jiwa penuh harapan. Bener, nggak sih? Iya, dong.

Coba kita tanyain ke diri masing-masing, ntar jawabannya pasti iya. Kalo sampe enggak, wah, artinya perlu asupan motivasi dosis tinggi tuh. Karena idealnya sifat anak muda emang kayak gituh.

Kaum muda adalah kesegaran dalam kehidupan. Raga dan jiwanya menggugah dinamisasi peradaban. Masa muda bukanlah situasi diam, ia bergerak tanpa henti, n nggak mau dihentiin.

Dalam catatan sejarah, nabi n rasul mulai diutus saat mereka masih muda. Mayoritas ulama mulai bergelut di dunia ilmu sejak mereka remaja, bahkan kanak-kanak. Ibnu Abbas radhiyallahu anhu berkata,

“Tak ada seorang Nabi pun yang diutus oleh Allah, melainkan ia dipilih di kalangan pemuda saja. Begitu pula tidak seorang ulama pun yang diberi ilmu, melainkan ia hanya dari kalangan pemuda.”

Nabi Ibrahim alaihissalam berdialog soal ketuhanan (ketuhanan loh, nggak main-main nih) ama kaumnya yang rajin nyembah berhala, berusaha ngelurusin aqidah mereka, saat doi masih muda.

“Dan sungguh, sebelum dia (Musa dan Harun), telah Kami berikan kepada Ibrahim petunjuk. Dan Kami telah mengetahui dia. (Ingatlah) ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya dan kaumnya, ‘Patung-patung apakah ini yang kamu tekun menyembahnya?’ Mereka menjawab, ‘Kami dapati nenek moyang kami menyembahnya.’ Dia (Ibrahim) berkata, ‘Sesungguhnya kamu dan nenek moyangmu berada dalam kesesatan yang nyata.’ Mereka berkata, ‘Apakah engkau datang kepada kami membawa kebenaran, atau engkau main-main?’ Dia (Ibrahim) menjawab, ‘Sebenarnya Tuhanmu adalah Tuhan (pemilik) langit dan bumi; (Dia-lah) yang telah menciptakannya. Dan aku termasuk orang yang dapat bersaksi atas hal itu.'” (al-Anbiya’: 51-56).

Muhammad shalallahu alaihi wassalam Allah angkat jadi rasul waktu berumur 40 tahun. Pengikut-pengikut beliau yang paling awal kebanyakannya pemuda, bahkan ada juga yang remaja. Sejarawan Barat, Montgomery Watt, bilang, “Banyak pemuda yang masuk Islam. Mereka dari kabilah terhormat. Dan pikiran utama yang bisa kita kemukakan dari sejarah kaum Muslim pertama adalah bahwa Islam pada dasarnya adalah gerakan pemuda.”

Generasi muda adalah aset peradaban. Padanyalah potensi besar tersimpan. So, siapa yang ngaku remaja, harus sadar akan hal ini. Juga harus berusaha ngenalin diri sendiri, ngenalin potensinya apa aja, yang paling nonjol di bidang apa? Gituh.

N, dalam pada itu remaja juga harus sadar akan hakikat kehidupan yang sebenernya tuh kayak apa. Buat apa, sih, umur harus dipake? Ini mesti dipahami bener. Jangan sampe kita gagal paham akan hakikat kehidupan, karna itu pasti bakal bikin rugi. Kalo sampe salah ngemaknain hidup, potensi yang besar banget dari remaja bakalan tersalahgunakan. Kacau deh jadinya. Rugi deh semua…

Abul A’la al-Maududi rahimahullah dalam Tahaddiyatul Ashril Jadid wa asy-Syabab ngingetin kita,

“Potensi pemuda tak ubahnya seperti pedang tajam. Ia dapat digunakan oleh pejuang di jalan Allah, dan dapat dipakai pula oleh perampok.”

Tuh, kan… So, sekali lagi kita bilang dengan bahasa yang berbeda, generasi muda harus sadar di mana letak kemuliaan. Makanya kita harus mau belajar Islam sedini mungkin, biar paham arti kehidupan. Siap?! Remaja masa kini harus bercermin ke para shahabat radhiyallahu anhuma kayak yang terlukis di dalam ayat ini,

“Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, (mereka) berjihad dengan harta dan jiwa. Mereka itu memeroleh kebaikan. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (at-Taubah: 88).

Yup! Generasi muda harus berperan aktif di dalam dakwah. Dakwah tuh ngajakin orang ke yang baik-baik n yang bener-bener. Pelakunya disebut da’i. Caranya pun nggak melulu berupa ceramah. Di zaman canggih ini banyak banget cara yang bisa ditempuh, n banyak banget media atau alat yang bisa dipake buat berdakwah. Makanya kreatifitas sangat dibutuhin banget di sini. Artinya, potensi generasi muda, potensi remaja, sangat layak dijadiin andalan. Daya kreatifitas yang tinggi, jaringan pertemanan yang banyak, dan wawasan yang luas di berbagai bidang, bagus banget kalo didayagunain dalam dakwah. So, yuk terjun di medan dakwah, karna remaja adalah da’i andalan! 

Wallahu a’lam. [IB]




Winarni
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 pasal 3 dinyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Pendidikan menjadi tonggak penting bagi kemajuan sebuah bangsa dan negara. Masa depan suatu bangsa sangat tergantung pada mutu sumber daya manusianya dan kemampuan peserta didiknya untuk menguasai ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Hal tersebut dapat kita wujudkan melalui pendidikan dalam keluarga, pendidikan masyarakat maupun pendidikan sekolah.(Umiati,2015)

Anies Baswedan dalam sambutannya untuk buku Gurunya Manusia (Munif Chatib, 2014: xiii) menyebutkan bahwa pendidikan yang berkualitas akan mampu mencetak generasi masa depan yang juga berkualitas. Pelaksanaan pendidikan yang meluas adalah pelaksanaan program pendidikan yang dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya bagi seluruh anak bangsa untuk dapat memperoleh pendidikan. Pendidikan yang merata dimaksudkan bahwa akses pendidikan dapat diterima oleh semua anak di negeri ini. Intinya pendidikan harus dapat dinikmati semua anak. Pendidikan yang merata adalah persamaan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang bisa diakses dari Sabang sampai Merauke. Berkeadilan menjadi azas pendidikan agar tidak terjadi penumpukan dan sentralisasi pusat-pusat pendidikan.

Apakah di Indonesia pendidikan sudah meluas, merata dan berkeadilan? Pendidikan masih menjadi persoalan yang cukup pelik di negeri ini. Berbagai permasalahan mewarnai dunia pendidikan. Mulai dari anak putus sekolah, kurikulum yang berganti ganti, gedung sekolah yang tidak layak, komersialisasi pendidikan dan lain-lain. Jika kita mengunjungi daerah perbatasan maupun pedalaman maka akan terlihat ketimpangan itu.

Permasalahan tidak meluas dan meratanya pendidikan di negeri ini disebabkan karena beberapa hal diantaranya: pertama penyebaran tenaga pendidik yang tidak proporsional. Setiap tenaga pendidik menginginkan ditempatkan di wilayah kota karena fasilitas dan sarana yang ada di kota lebih lengkap dan tertata. Kedua lemahnya kompetensi guru. Guru menjadi faktor yang paling penting dalam proses transformasi nilai-nilai, kurikulum apapun yang dijadikan acuan, selengkap apapun media jika guru tidak berkompeten, maka tujuan pendidikan sulit untuk tercapai. Menurut Anies Baswedan, seorang guru mesti menguasai dua konsep dasar yaitu kepengajaran (pedagogi) dan kepemimpinan. Seorang guru harus mengerti dan dapat mempraktekkan dasar-dasar pedagogi yang efektif. Ketiga akses jalan menuju lokasi sekolah, dan gedung beserta sarana pendukung yang tidak layak. Keempat dukungan dari orangtua. Ada orangtua yang memaksa anaknya untuk bekerja mencari uang daripada sekolah karena banyak hal seperti kurang mampu ataupun karena kesadaran menyekolahkan masih rendah. Untuk hal ini perlu adanya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pendidikan.

Pemerataan pendidikan

Seluruh komponen harus menyatukan gerak langkah dan mendekatkan persepsi untuk mempersiapkan generasi masa depan. Membenahi pendidikan saat ini untuk mempercepat pembangunan akses pendidikan agar dapat dinikmati oleh semua anak usia sekolah mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah. 

Beberapa solusi yang bisa dilakukan diantaranya : 

Pertama dengan melakukan rekrutmen guru yang bersedia ditempatkan di daerah yang membutuhkan. Selain itu juga diperbanyak program untuk meningkatkan kualitas guru seperti workshop, pelatihan, seminar, lomba kompetensi guru dan diklat. Juga pemberian penghargaan untuk guru berprestasi. 

Kedua alokasi dana BOS yang tepat. Walaupun telah ada dana BOS, sekolah tetap saja memungut bayaran dan hal itu tentu memberatkan siswa terutama bagi yang tidak mampu. Untuk itu, perlu ada monitoring sistematik dari pemerintah agar program ini dapat efektif. 

Ketiga perlu digalakkan kembali partisipasi dari perusahaan baik swasta maupun pemerintah untuk mengalokasikan dana pendidikan ataupun beasiswa untuk siswa berprestasi dan tidak mampu. 

Keempat mendorong semua elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial dengan program anak asuh yang bisa berupa dukungan dana, dukungan pemikiran maupun dukungan buku serta membentuk pusat sumber belajar yang bisa dijangkau oleh masyarakat setempat. 

Kelima perlu di buat program pendampingan usaha yang praktis yang mudah dilakukan oleh orangtua walimurid setempat untuk menambah penghasilan. Adanya program “bali ndesa mbangun ndesa” yaitu anak didik yang merantau jika sudah lulus kembali ke daerah asal untuk membangun daerahnya akan menambah semangat dan memotivasi anak-anak untuk sekolah juga bisa menambah sumberdaya manusia untuk membangun dan memajukan daerahnya. 

Jika kelima komponen tersebut bisa berjalan dengan baik maka pendidikan yang meluas, merata dan berkeadilan akan terwujud. 

Winarni, Guru SDIT Bina Amal Semarang


















PENGUMUMAN
DARI HASIL SELEKSI TERTULIS, WAWANCARA DAN BTAQ
NAMA BERIKUT DINYATAKAN LOLOS SELEKSI DAN BERHAK MENGIKUTI SELEKSI SELANJUTNYA

FORMASI : LAB KOMP SD & SMP
1.     Misbakhudin
2.     Elfa Aizah Arum Pangestika
3.     Teguh Sunarjo
4.     Hangga Setyawan

FORMASI : GURU IPS
1.     Abdul Haris Bahtiar Rahman
2.     Desianita Kumalasari
3.     Khairul Akbar
4.     Lestariningsih
5.     Arina Manasikana
FORMASI : GURU MATEMATIKA
1.     Rico Prasetya Kurniawan
2.     Ririn Widya Astuti

FORMASI : BHS INDONESIA
1.     Rondiyah
2.     Linda Ariyani Santosa
3.     Krisna Wijayakusuma
4.     Imaniah Kusuma Rahayu

FORMASI : BHS INGGRIS
1.     Siti Ermawati
2.     Nur Hayati
3.     Nurul Hitoniah
4.     Viona emily Mahardiana

FORMASI : TK
1.     Laksma Septi Ana
2.     Emut Subekti Ningsih
3.     Siti Maryam
4.     Arina Kurniawati
5.     Arsita Putri Dwi Idiyani
6.     Nurul Hidayah

FORMASI : PENDAMPING TK
1.     Meiza Hayyu Putri
2.     Dewi Anggraeni

FORMASI : HRD
1.     Ishmah Zahroh Firdausi
FORMASI : QIROATY
1.     Fazka Khoiru Rizal
2.     Mardhiyah
3.     Dwi Novitasari
4.     Ulfatul Qoyimah
5.     Fittriyani Hanti Istiqomah

FORMASI : PSB
1.     Yoyok Sugiarso
2.     Alfian Hari Susatya

FORMASI SECURITY DAN CLEANING SERVICE
1.    Suharno
2.    Tulus Al Eklas
3.    M Sholikhin

FORMASI : TU
1.    Zaenal Arifin
2.    Arsyad Prasetya Utama
3.    Suci Tita bela Sukowati
4.    Sarah Fairuz
5.    Hakiki Naresa Putri
6.    Tri  Rahmawati

FORMASI : GURU WALI/KELAS
1.    Dina Agustin
2.    Umi Qoniah
3.    Utami Kusuma Arum
4.    Roni Prasetyo Candrawan
5.    Totok Hadi Fitoyo
6.    Dwi Junianto
7.    Luci Tri Wijayanti
8.    Siti Hasmah
9.    Aryun Nailun Nasikhah
10.    Linda Puji Lestari
11.     Eramdani Mamuda Putri

FORMASI : GURU PENJASKES
1.    Andra Hermawan
2.    Fikri Faila Sufah
FORMASI : BK
1.     Resti Fajrin

KETERANGAN:
Peserta yang Lolos harap hadir di Kampus Bina Amal Jl Kyai Saleh No 8
Hari Selasa 25 April 2017 Pukul 08.00 WIB
Untuk mengikuti seleksi kinerja dan Komitmen Kelembagaan Selama 1 Bulan




Ayah Bunda, sudah mengajarkan apa saja pada putra-putri kita? Tentu saja Islam sebagai agama yang menjadi pedoman hidup tidak melulu memerintahkan pada hal-hal yang bersifat ruhiyah semata, melainkan pada seluruh bidang kehidupan.

Termasuk mengajarkan keterampilan fisik pada anak-anak kita, berikut ini beberapa hal yang perlu kita ajarkan pada anak-anak sejak usia dini:

1. Dzikir dan shalat

Setiap ada keluhan atau kesyukuran, apakah anak-anak kita sudah terampil berdzikir? Ketika jatuh beristighfar, ketika dipuji mengucap hamdalah, melihat keindahan mengucap maa sya Allah.

Dan sudahkah anak-anak kita melaksanakan shalat 5 waktu?

Keterampilan untuk senantiasa mengingat Allah dan menjadikan Allah sebagai satu-satunya yang pantas disembah dan dimintai segala permintaan merupakan hal utama yang perlu diajarkan pada buah hati kita.

Banyak orangtua yang sudah mengajarkan anak terampil baca tulis dan hitung sejak kecil, namun belum mengajarkan anak terampil mengingat Allah di waktu sempit dan lapang.

2. Latihan memanah dan berenang

Untuk melatih ketangkasan fisik, anak bisa diajarkan olahraga memanah dan berenang.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Setiap hal yang tidak ada dzikir kepada Allah adalah lahwun (kesia-siaan) dan permainan belaka, kecuali empat: candaan suami kepada istrinya, seorang lelaki yang melatih kudanya, latihan memanah, dan mengajarkan renang." (HR. Imam An Nasa'i)

3. Amar ma'ruf nahi munkar

Kita bisa mengajarkan keterampilan untuk beramar ma'ruf dan nahi munkar pada anak-anak sejak dini. Agar mereka tahu bahwa orang dewasa pun tidak selalu benar, ada kalanya orang dewasa lalai dan perlu diingatkan. Berikan kesempatan pada anak-anak untuk mengingatkan orangtua jika sedang malas shalat misalnya.

Jangan mengatakan, "Kamu masih kecil sok-sokan ingetin abi dan umi..." padahal amar ma'ruf nahi munkar jika tidak kita ajarkan pada anak sejak kecil, kapan ia akan terbiasa?

ummi online


Sekarang ini banyak orang tua yang menginginkan anaknya tumbuh menjadi sosok yang serba bisa. Menjadi Juara Kelas, Lulus dengan nilai tinggi dan lain sebagainya. Maka dari itu, tidak heran banyak orang tua yang mengikut sertakan anaknya dalam kegiatan les, baik itu setelah jam sekolah atau di waktu libur. Les ini sendiri bertujuan untuk mengembangkan minat atau potensi yang dimiliki anak.

Namun, terkadang terlalu banyak impian orang tua yang ditanamkan kepada anaknya yang terkesan memaksa. Padahal minat anak dalam kegiatan les adalah yang terpenting, posisi orang tua di sini adalah memfasilitasi anaknya agar minat serta bakatnya berkembang. 

Berikut ini beberapa yang dapat menyebabkan timbulnya stress pada anak.

1. Jadwal yang Bertambah Padat

Pada umumnya anak-anak sudah disibukkan dengan kegiatannya di sekolah, baik itu akademik dan non akademik. Jika ditambahkan dengan kegiatan les, maka tingkat aktivitas anak akan semakin padat. Lalu anak tidak punya waktu bermain dan bersosialisasi dengan teman hal itu dapat membuatnya kurang dalam hal bergaul.

2. Kurang Tidur


Jadwal anak semakin padat, mulai dari bersekolah, mengikuti les, sepulang sekolah mengerjakan tugas, dan tidak punya banyak waktu untuk belajar atau sekedar mengulang pelajaran karena terlalu lelah. Jangan sampai anak kekurangan jam tidurnya karena dalam jangka panjang bisa berpengaruh pada memori, mood, dan kemampuannya dalam mengambil keputusan.

3. Tidak Ada Waktu Bermain

Mungkin orang tua berpikir lebih baik anaknya sibuk dengan kegiatan bermanfaat seperti les dibandingkan dengan bermain di lingkungannya. Sebenarnya itu tidak sepenuhnya dibenarkan, di usia anak-anak bermain menjadi hal yang penting. Selain menambah teman, anak-anak pun bisa sekaligus belajar bersosial, dan tidak menjadi pendiam atau individualis.

Selagi di usia muda memang baik mempelajari banyak hal, namun jika tidak diimbangi dengan minat dan kemampuan hal itu akan berdampak buruk. Sebaiknya jika ingin mengikut sertakan anak dalam kegiatan les, disesuaikan dengan minat dan waktu yang ada, jangan sampai ia terlalu sibuk sehingga tidak mampu menerima semuanya dan menjadi stress. 

Ayah Bunda tidak semua kegiatan les itu berdampak buruk, ada juga yang menunjang kemampuan anak. Contohnya sebagai berikut.

1. Membantu di Bidang Akademik


Kemampuan anak di kelas tidak sama rata, ada yang mudah menangkap pelajaran dan ada yang sulit untuk memahami pelajaran. Di sini lah fungsi les atau belajar tambahan, anak-anak bisa kembali mengulang pelajaran dengan bimbingan tutor. Bukan hanya mengejar ketertinggalan, anak juga bisa mendalami materi di tempat les dan berlatih agar kemampuannya terasah dan prestasi menjadi meningkat.

2. Mengembangkan Minat dan Potensi


Setiap anak tentunya punya bakat, baik itu turunan dari orang tua atau keluarganya maupun muncul berdasarkan minat. Setelah belajar akademik, pengembangan minat dan potensi anak bisa mengimbangi kegiatan anak. Jadi, anak tidak hanya berkembang dari otak kiri saja, otak kanan pun ikut terasah.

Tentunya kegiatan tambahan seperti les ini mempunyai tujuan yang baik, tidak semuanya akan berdampak buruk asal diseuaikan ya, Ayah Bunda  Jadi, jangan ada paksaan dalam kegiatan les, anak harus menikmati semua kegiatannya agar tidak timbul stress. Apapun yang dilakukan secara berlebihan, baik untuk hal yang kita sukai, apalagi hal yang dipaksakan, akan berdampak negatif.

ummi online

Inilah 2 Penyebab Malas Ibadah

Sudah tahukah apa yang menyebabkan diri malas ibadah? Sebenarnya sanggup sih baca quran sehari sejuz, tapi kok yaa malas, mampu sih bangun shalat tahajud... tapi malas melakukannya sekalipun terbangun di sepertiga malam terakhir. Kenapa sih bisa begitu? Mari kita cari tahu penyebabnya:


1. Maksiat

Dosa maksiat yang dilakukan oleh diri kita akan membuat tubuh ini berat melaksanakan ibadah, pikiran dan hati pun akan gelisah dan tidak menemukan kenikmatan ketika beribadah, jadi sekalipun melakukan ibadah... maunya buru-buru selesai.

Mari kita cek maksiat yang bisa dilakukan oleh anggota tubuh kita, mata berpotensi melakukan maksiat dengan melihat sesuatu yang diharamkan, misalnya melihat aurat wanita yang terbuka, apakah kita suka melakukan hal tersebut? Menikmati aurat orang lain yang tersingkap. Maka hentikan perbuatan ini jika mau diri rajin beribadah.

Selanjutnya, telinga kita, berpotensi maksiat dengan cara mendengar hal-hal yang tak diperkenankan oleh Allah. Misalnya mendengar ghibah, kata-kata makian, perkataan dusta, astaghfirullah... mungkin sering banget ya kita melakukan hal ini. Pantas saja sulit meneteskan air mata ketika mendengar lantunan ayat quran.

Lalu mulut kita, sering bermaksiat membicarakan keburukan orang lain, berkata jorok/ vulgar, menyakiti perasaan orang lain, bagaimanakah kita rajin beribadah ketika setiap anggota tubuh kita banyak melakukan maksiat dan lisan kita jarang beristighfar.
Kalau dibiasakan terus-menerus melakukan maksiat, akibatnya kita akan merasa sangat berat melakukan kebaikan, ibadah wajib maupun sunah.

2. Makanan haram

“Dan Kami nampakkan Jahannam pada bari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas. Yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Ku, dan adalah mereka tidak sanggup mendengar. (QS. 18: 100-101)

Makanan haram juga bisa menjadi penyumbat organ tubuh kita dalam melakukan ketaatan pada Allah. Ingat bahwa makanan yang kita konsumsi akan didistribusikan sari-sarinya melalui peredaran darah ke seluruh tubuh, ketika makanan haram sampai ke telinga, maka telinga kita ogah mendengar lantunan ayat, ketika sampai ke mata, mata kita sulit menolak memandang hal yang haram dipandang.

Mari minimalisir maksiat dan senantiasa mengecek status halal makanan yang kita konsumsi. Semoga Allah mengaruniakan kecintaan akan beribadah kepadaNya.


ummi online

Inilah yang Perlu Orangtua Lakukan Ketika Anak Menghadapi Ujian
 
Ayah Bunda, ujian menjadi suatu hal yang lumrah dalam hidup manusia. Hal ini juga terjadi pada hidup anak yang berada dalam masa-masa sekolah. Ujian harian, ujian semester, ujian kenaikan kelas, dan ujian-ujian lainnya akan rutin anak hadapi. Lalu, apa yang bisa kita lakukan sebagai orang tua? Ikut-ikutan tegang atau memberinya les tambahan?

Inilah beberapa tips yang bisa kita terapkan saat menghadapi ujian anak.


1. Bangun kepecayaan diri anak

Sudah menjadi rahasia umum jika ketakutan mendapat nilai jelek atau tidak naik tingkat akan menurunkan tingkat kepercayaan diri anak. Bahkan anak yang top dalam bidang akademis pun biasanya mengalami ketakutan pra ujian. Sebagai orang tua, ada baiknya kita mulai memupuk kepercayaan mereka dan meyakinkan anak, jika usaha tidak akan mengkhianati hasil. Hal ini juga bisa membuat mereka fokus berlatih dan berusaha keras sesuai kemampuan yang mereka miliki.

2. Apresiasi usaha anak, sekecil apa pun


Sahabat Ummi, apakah kita sebagai orang tua sudah memberikan penghargaan terhadap pencapaian anak? Jika belum, inilah saatnya kita menunjukkan perhatian dan rasa bangga terhadap mereka. Percayalah, tidak ada kata terlambat untuk mengapresiasi anak.

3. Beri anak waktu untuk beristirahat

Meski waktu ujian semakin dekat, tapi ini tidak bisa dijadikan alasan untuk menggenjot kemampuan anak secara maksimal, Sahabat Ummi. Salah-salah anak malah depresi dan kehilangan kepercayaan dirinya. Untuk menghindari hal ini, penerapan waktu belajar yang efektif bisa menjadi pilihan. Misalnya kita membuat jam belajar anak dari sekian sampai sekian, begitu pun dengan waktu istirahat dan lainnya.

4. Dampingi secara emosional


Tidak bisa dipungkiri jika momen anak ujian membuat kita panik dan merasa kalut sesekali. Hal ini jangan sampai membuat intensitas pertemuan kita dengan anak menjadi kurang. Justru pada momen ini anak sangat membutuhkan kehadiran kita sebagai orang tuanya. Luangkan waktu untuk sekadar mendengar kegelisahannya dan bersikap terbuka mengenai apa yang mereka rasakan.

5. Buka sesi diskusi seintim mungkin

Jika kemarin-kemarin kita sempat abai dengan anak, sekarang saatnya untuk mendampingi mereka sebisa mungkin. Banyak hal yang bisa dilakukan saat menemani anak belajar seperti ini. bercerita atau berbagi canda juga bisa Sahabat Ummi lakukan untuk mengurangi ketakutan pra ujian yang dialami anak.

6. Ajari anak teknik relaksasi

Mendekati waktu ujian yang semakin dekat, anak bisa menjadi panik dan kehilangan fokus. Hal ini malah mengaburkan materi yang dia pelajari selama ini. Maka ajarkan teknik relaksasi untuk menenangkan mereka. Setidaknya mereka menjadi tidak mudah panik atau dilanda ketakutan luar biasa saat menghadapi soal-soal sukar.

7. Tanamkan cara berpikir positif

Ketakutan anak dan pikiran negatif yang melekat padanya bisa membuat konsentrasinya buyar. Maka sebagai orang tua, kita dianjurkan untuk menanamkan cara-cara berpikir positf padanya. Ini dimaksudkan untuk menghindari pikiran-pikiran negative yang dikhawatirkan merusak konsentrasinya. Tanamkan padanya jika usahanya selama ini pasti membuahkan hasil yang manis.

8. Bantu anak untuk mempersiapkan ujian secara rinci

Sahabat Ummi, menghadapi masa-masa ujian, kita bisa turun langsung untuk mengecek kesiapan ujian anak. Mulai dari hal kecil seperti alat tulis hingga menanyakan kesiapannya menghadapi ujian. Kita juga bisa memintanya mengungkapkan keresahan yang dia hadapi selama meghadapi ujian ini.

9. Beri tips dan trik bagaimana kiat mengerjakan ujian


Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, peribahasa ini bisa jadi berguna saat anak menghadapi ujian. Darah kita yang mengalir padanya juga memiliki andil dalam menentukan cara belajarnya. Kita bisa mulai membagi tips bagaimana mengerjakan soal ujian dengan efektif, misal mendahulukan soal-soal mudah atau bahkan mengerjakan soal uraian terlebih dahulu.

ummi online





Ayah Bunda, apakah sering tidak sabaran ketika anak menghadapi masalah atau kesulitan? Saking tidak sabarnya, pasti langsung kita bantu atau ambil alih kesulitan tersebut.

Contoh, ketika anak kesulitan mengancingkan baju, orangtua langsung membantu mengancingkannya. Ketika anak kesulitan mengikat tali sepatu, orangtua yang mengikatkan, ketika anak bermusuhan dengan tetangga yang sepantaran dengannya, orangtua langsung datang mengadukan ke orangtua tetangga.

Anak selalu dilayani, makan tinggal makan, tidak pernah diminta untuk mencuci sendiri piring bekas pakainya, tidak pernah diajarkan untuk merapikan kembali mainannya di tempat yang seharusnya. Anak hidup tanpa 'masalah', padahal itulah masalah paling berbahaya.

Sadarkah bahwa dalam hidup ini, masalah merupakan hal penting yang bisa membuat seseorang bertumbuh jadi dewasa?

Perhatikanlah anak-anak yang selalu dibantu masalahnya oleh orangtuanya! Ketika akhirnya anak-anak ini tumbuh menjadi remaja dan dewasa, badannya saja yang makin besar, tapi sifatnya masih kanak-kanak, seperti egois, manja, cengeng, atau sifat kekanakan lainnya.

Maukah kita kalau suatu hari anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi seperti ini yang tidak tahu apa-apa, tidak mengerti apa-apa, naif, bahkan tidak mampu hidup tanpa orangtuanya?

Mumpung masih kecil. Ajarkan anak keterampilan untuk mengatasi masalahnya sendiri, orangtua cukup ajarkan caranya, jangan bantu anak terus-menerus.

Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi sosok dewasa yang siap menghadapi masalah hidup dengan

majalah ummi



Banyak yang ingin tahu bagiamana Zakir Naik yang merupakan da’i Islam Internasioanl yang menguasai kitab suci berbagai agama itu dalam mendidik anak-anaknya. Da’i yang ceramahnya selalu dihadiri ribuan bahkan pernah jutaan orang dan menjadi sebab hidayah bagi banyak sekali manusia ini pernah menjawabnya langsung dalam sebuah forum di Malaysia. Dan ternyata anak-anak beliau hafal Al-Quran dan menguasai sabuk hitam beladiri sejak kecil !.

Ada seorang siswi bertanya kepada Dr Zakir Naik tentang bagaimana mendidik anak-anaknya sehingga bisa menjadi penceramah internasional.

“Bagaimana kau membesarkan putrimu menjadi penceramah internasional yang sukses sedangkan wanita dianggap lemah dan rapuh? Terima kasih,” kata seorang siswi Sekolah Permata Insan.
Jawaban Dr Zakir Naik

Yang aku pahami dari pertanyaanmu, “Bagaimana kau membuat putrimu menjadi penceramah sukses sehingga dia bisa berceramah di depan publik?”

Merupakan kewajiban setiap muslim untuk berdakwah. Menurut Surat Al Ashr,

وَالْعَصْرِ . إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ . إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Demi masa. Sesungguhnya setiap manusia berada dalam kerugian, kecuali orang yang beriman, mengerjakan amal shalih dan saling menasehati dalam kebenaran derta menasehati dalam kesabaran” (QS. Al Ashr: 1-3)

Minimal ada empat syarat yang diperlukan manusia manapun untuk bisa masuk surga. Yang pertama adalah iman, yang kedua adalah amal shalih, yang ketiga menasehati supaya mentaati kebenaran atau berdakwah, yang keempat menasehati supaya bersabar.

Jadi menurut surat Al Ashr, ada empat syarat yang harus kau penuhi untuk masuk surga. Mungkin kau muslim yang baik, shalat lima waktu, puasa Ramadhan dan berhaji, tapi jika kau tidak melakukan dakwah, kau tidak akan masuk surga.

Jadi setiap muslim harus menjadi dai paruh waktu (part time). Ini wajib.

Lebih jauh Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 104.

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, mereka itulang orang-orang yang beruntung” (QS. Ali Imran: 104)

Di sini Allah berfirman tentang dai penuh waktu (full time). Sebagaimana ada dokter penuh waktu, insinyur, pengacara, pebisnis. Berapa banyak dai penuh waktu yang ada? Merekalah orang yang beruntung.

Kau tahu aku, aku kuliah kedokteran. Menurutku dokter adalah profesi terbaik di dunia. Tapi setelah bertemu Syaikh Ahmed Deedat, aku menyadari bahwa dai adalah profesi yang lebih baik.

Tentang pertanyaanmu, aku akan menjadikan anak-anakku baik laki-laki maupun perempuan menjadi dai. Sebab itu adalah profesi terbaik. Inilah profesi para Nabi. Dan ketika aku mendirikan sekolah di Bombay, ini adalah edukasi dunia dan akhirat. Ketika anak-anak bergabung dengan sekolah ini, kami memberikan pendidikan untuk dunia dan akhirat.

Ketika anak-anak bergabung dengan sekolah ini pada usia 2,5 tahun, kami mengajari mereka bahasa Inggris dan bahasa Arab di Playgroup. Ketika kelas 5 SD, mereka telah paham Al Quran.
Mereka yang memilih hifz, menjadi hafizh saat kelas 5 SD. Ketika mereka kelas 9 atau 10, mereka bisa menerjemahkan sebagian besar Al Quran.

Kebugaran fisik juga perlu. Ketika kelas 5 atau 6 mereka wajib mendapatkan sabuk hitam bela diri.
Ketiga anakku, masya Allah, semuanya hafal Quran. Mereka pemegang sabuk hitam dalam bela diri. Alhamdulillah.

Mereka hafizh Quran, bisa berbahasa Inggris dan kami mengajari mereka bicara di depan publik sejak usia empat tahun. Jadi sejak balita kami mengajari mereka berbicara di depan audiens. Jadi ketika anak-anak kami usia lima, enam dan tujuh tahun, kau bisa menyaksikan mereka di Peace TV berbicara di hadapan ribuan orang.


(Bersama Dakwah)



Terpampang mencolok di pintu gerbang salah satu universitas di Afrika Selatan tulisan: 

"Untuk menghancurkan sebuah bangsa, tidak perlu dengan bom,  roket, dan senjata berat, tapi cukup dengan MEMPERMUDAH MURID  CURANG DALAM UJIAN dan LONGGAR DALAM DISIPLIN  BELAJAR"

Maka;

Orang akan banyak yang mati di tangan para dokter yang lulus karena curang.-

Rumah dan gedung akan banyak yang ambruk di tangan para arsitek yang lulus karena curang.-

Perusahaan akan banyak yang bangkrut di tangan para akuntan yang lulus karena curang.-

Agama akan menjadi jualan murahan di dalam ceramah dan pidato para ulama, ustadz dan kiyai yang lulus karena curang.-

Keadilan akan hilang di tangan hakim yang lulus karena curang.

Kebodohan dan kekasaran akan menjadi karakter anak bangsa yang lulus dari tangan para guru dan pendidik yang lulus karena curang.

KEMUNDURAN DALAM DUNIA PENDIDIKAN ADALAH KEHANCURAN SEBUAH BANGSA.



Ramadhan sudah di depan mata. Salah besar jika kita menganggap persiapan menghadapi Ramadhan hanya seputar tiket mudik lebaran, bisnis kue, anggaran THR, dan remeh-temeh lainnya.

Justru ada 5 persiapan penting yang semestinya sudah kita lakukan sejak saat ini, agar Ramadhan nanti kita memanen pahala kebaikan, bukannya malah baru menanam benih kebaikannya:

1. Membayar lunas utang puasa Ramadhan sebelumnya

Apakah kita banyak meninggalkan utang puasa di bulan Ramadhan tahun lalu? Entah karena sakit, berhalangan, hamil, atau menempuh perjalanan panjang. Sudahkah kita lunasi utang puasa tersebut?

2. Meminta maaf pada orang-orang yang pernah kita zalimi

Jangan minta maaf menjelang lebaran, justru sebelum Ramadhan kita perlu meminta keridhoan orangtua, sahabat, teman dekat, bahkan semua orang yang mungkin pernah kita zalimi. Jangan lupa meminta ampunan Allah dengan bertaubat. Biarkan diri kita memasuki Ramadhan dengan hati bersih karena sudah suci dari kesalahan masa silam.

3. Memperbanyak puasa sunah di bulan Sya'ban

Sebulan sebelum Ramadhan, yakni memasuki bulan Sya'ban, perbanyaklah berpuasa sunah sebagaimana Rasulullah melakukannya dan menganjurkannya.

“Bulan Sya’ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR. An Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).


4. Berdoa dengan sungguh-sungguh agar disampaikan pada bulan Ramadhan

Ma’la Bin Fadhal berkata: “Dulu Sahabat Rasulullah berdoa kepada Allah sejak enam bulan sebelum masuk Ramadhan agar Allah sampaikan umur mereka ke bulan yang penuh berkah itu. Kemudian selama enam bulan sejak Ramadhan berlalu, mereka berdoa agar Allah terima semua amal ibadah mereka di bulan itu. Di antara doa mereka ialah : Yaa Allah, sampaikan aku ke Ramadhan dalam keadaan selamat. Yaa Allah, selamatkan aku saat Ramadhan dan selamatkan amal ibadahku di dalamnya sehingga menjadi amal yang diterima.” (HR. at Thabrani: 2/1226).

5. Memperbanyak tilawah qur'an dan memahami maknanya

Bulan Ramadhan menjadi mulia dibanding bulan lainnya dikarenakan Al Qur'an diturunkan pada bulan tersebut, bahkan ada satu malam yang kadar kemuliaannya melebihi seribu bulan. Maka, agar mendapatkan keberkahan di kala memasuki Ramadhan, dari sekarang mulailah memperbanyak tilawah qur'an dan memahami maknanya agar tidak sekadar sampai di tenggorokan saja.

Demikian 5 persiapan yang perlu kita tingkatkan menjelang Ramadhan ini, semoga Allah memberkahi kita di bulan Rajab dan Sya'ban dan menyampaikan kita hingga Ramadhan tahun ini. Aamiin yaa Rabb.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget