Desember 2017


Surat ini bukan surat cinta sesungguhnya, melainkan surat motivasi bagi orang tua murid dari Kepala Sekolah sebuah sekolah di Yogyakarta.

Berikut petikan surat yang beredar  tersebut:

Dengan hormat, Bersyukur melalui surat ini kami menjumpai Bpk/Ibu/Sdr. Orang tua / wali terbaik yang terus mendukung putra/putri meraih prestasi, bersinergi bersama kami, di Mutiara Persada.

Bersama surat ini kami sampaikan bahwa, Ujian anak Anda telah selesai. Saya tahu Anda cemas dan berharap anak Anda berhasil dalam ujiannya.

Tapi, mohon diingat, di tengah-tengah para pelajar yang menjalani ujian itu, ada calon seniman, yang tidak perlu mengerti Matematika.

Ada calon pengusaha, yang tidak butuh pelajaran Sejarah atau Sastra. Ada calon musisi, yang nilai Kimia-nya tidak berarti. Ada calon olahragawan, yang lebih mementingkan fisik daripada fisika... di sekolah. Ada calon photografer yang lebih berkarakter dengan sudut pandang art berbeda yang tentunya ilmunya bukan dari sekolah ini.

Sekiranya anak Anda lulus jadi yang teratas, hebat! Tapi bila tidak, mohon jangan rampas rasa percaya diri dan harga diri mereka. Katakan saja: "tidak apa-apa, itu hanya sekedar ujian."

Anak-anak itu diciptakan untuk sesuatu yang lebih besar lagi dalam hidup ini. Katakan pada mereka, tidak penting berapapun nilai ujian mereka, Anda mencintai mereka dan tak akan menghakimi mereka.

Lakukanlah ini, dan disaat itu, lihatlah anak Anda menaklukkan dunia. Sebuah ujian atau nilai rendah tak akan mencabut impian dan bakat mereka. Dan mohon, berhentilah berpikir bahwa hanya dokter dan insinyur yang bahagia di dunia ini.

Semoga surat ini bermanfaat dan dapat menyadarkan kita ttg sudut pandang terhadap anak" kita*. Amin mohon maaf apabila kurang berkenan



Selama satu semester ini, SDIT Bina Amal telah mengadakan kegiatan penggalangan dana sebanyak lima kali,yaitu galang dana untuk Palestina,Rohingya, Idul Qurban, Santunan Dhuafa Muharram dan terakhir Donasi Peduli Bencana Banjir dan Longsor. Jika dirata-rata hampir tiap bulan SDIT Bina Amal melakukan kegiatan galang dana. Respon wali murid sangat baik. Tercatat hampir 130.000 juta donasi terkumpul dari lima kegiatan tersebut.

Dari data di atas,ada dua hal menarik yang perlu digarisbawahi,yaitu:

1. Tingginya kepedulian wali murid terhadap isu Keislaman dan kemanusiaan.*
Bahkan isu Rohingya yang penulis kira tidak sepopuler isu Palestina,perolehan donasinya terbanyak,menembus angka 40 juta. Kepedulian ini bisa jadi seiring sejalan dengan kesadaran/gairah berislam yang juga mulai tumbuh dan berkembang pada wali murid.

2. Tingginya kepercayaan wali murid pada lembaga SDIT Bina Amal. Mobilisasi galang dana yang hanya lewat WA dan surat mendapatkan feedback yang luar biasa. Bahkan tanpa menanyakan akan disalurkan ke mana dan melalui lembaga apa,mereka bersegera menyambut mobilisasi tersebut.

Tingginya kepedulian, kesadaran berIslam yang tumbuh berkembang dan kepercayaan terhadap SDIT Bina Amal,tentunya didapatkan melalui kerja panjang 15 tahun lalu,dari generasi awal sampai dengan generasi sekarang.
Hasil kerja panjang yang tentunya sangat penting untuk terus dijaga dan ditingkatkan oleh seluruh komponen yang ada.

Sebagai sekolah yang bervisi *Pengembang Masyarakat Mandiri Berkarakter Robbani*, dua hal di atas seharusnya menjadi sesuatu yang menjadi pertimbangan mendasar mengapa Bina Amal harus tetap menjaga dan meningkatkan eksistensinya.

Bina Amal bukan sekolah yang melulu menyasar murid untuk tumbuh dan berkembang sesuai fitrahnya dengan baik. Tetapi,SDIT Bina Amal adalah juga lembaga dakwah(pendidikan) yang berusaha menjadi fasilitator tumbuhnya kesadaran beragama para wali murid/orang tua,secara langsung maupun tidak langsung. Semua program atau kegiatan yang ada pada siswa, adalah juga mengajak para wali murid/orang tua untuk tumbuh bersama dengan nilai-nilai keIslaman yang diajarkan pada siswa.

Bisa dibayangkan,jika sekolah(guru) mengajarkan 1 kebaikan pada 1 orang siswa,sejatinya ia mengajarkan juga 1 kebaikan setidaknya pada 1 orang tua.
Jika ada 730 siswa ditambah setidaknya 730 orang tua yang juga terajak dalam kebaikan,maka ada 1460 manusia yang sedang diajak dalam kebenaran dan kebaikan.

SDIT Bina Amal adalah sarana dakwah yang sangat potensial dengan semua yang ada padanya. Semua yang terlibat di dalam amal dakwah pendidikan melalui SDIT Bina Amal adalah dai,mulai dari satpam, petugas cleaning service, karyawan TU, pustakawan dan para guru.

Maka,menjadi bagian dari terus bertumbuh dan berkembangnya Bina Amal adalah kesadaran yang terus perlu dipupuk. Ia bukan sekedar tempat menjemput rizki. Ia adalah tempat berjuang,sarana yang dengannya Alloh SWT berkenan menurunkan rahmat dan keberkahan. Ziyadatul Khoir.

Pun kegiatan PPDB adalah ikhtiar awal untuk mengajak banyak orang pada kebenaran,pada kebaikan. Ia melampaui hanya sekedar menjaring murid dan biaya operasional sekolah.

Mari menjadi bagian dari proyek dakwah ini. Mengambil peran dari usaha memperbaiki peradaban

*Ustadzah Fitriyani, S.S*
(Wakil Kepala III Bidang Kesiswaan dan Kehumasan SDIT Bina Amal Semarang )

🔹🌷🔹🌷🔹🌷🔹🌷

#YukSekolahDiBinaAmal
#PPDBOnline (20 Nov 2017-28 Jan 2018)
#SDITBinaAmal
#SholihMandiriCerdasCeria
#SekolahParaJuara
#DHumas (Humas Sdit Bina Amal)


Pekan lalu, siswa kelas VI SDIT Bina Amal bernama Siraj Arya berhasil menyabet 2 juara Taekwondo sekaligus di ajang Peka Olahraga Kota Semarang (PORKOT). 
Juara 1 (emas) pomsae individu dan juara 2 (perak) pomsae berpasangan menjadi rentetan medali yang didapatkannya. 
Kegiatan perlombaan ini diadakan di SMP N 4 Kota Semarang yang dihadiri peserta se-Kota Semarang. Siswa yang akrab dipanggil Arya ini memang aktif di bidang Taekwondo.



Semarang – Sebanyak 152 siswa SDIT Bina Amal ikuti wisuda tahfidz, Jumat (15/12) di lapangan SDIT Bina Amal jalan kyai saleh nomor 8 Semarang. Dari 152 siswa tersebut 124 siswa berhasil menyelesaikan hafalan juz 30, 17 siswa berhasil menyelesaikan hafalan juz 29, 10 siswa berhasil menyelesaikan hafalan juz 28, dan 1 siswa berhasil menyelesaikan hafalan juz 27.


Acara yang dimulai tepat pukul 07.30 WIB ini diawali dengan sholat dhuha berjamaah, bertindak sebagai imam adalah Ustadz Gunawan Arifan yang tidak lupa menyelipkan doa untuk saudara-saudara kita di Palestina.

Dalam sambutannya, Eka Hariyani., S.Pd salah satu perwakilan dari Yayasan Wakaf Bina Amal menyampaikan bahwa Al-Qur’an harus senantiasa menjadi pedoman hidup bagi setiap manusia, kewajiban bagi setiap muslim untuk mentadabburi dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dan menghafalkannya, sebab hadiah yang Alloh janjikan kepada seorang penghafal Al-Qur’an adalah ia akan memberikan mahkota kepada kedua orang tuanya di syurga kelak.

Agenda wisuda tahfidz ini merupakan ajang apresiasi kepada siswa-siswa yang telah menyelesaikan hafalannya, sebelumnya mereka sudah melewati berbagai rentetan ujian sebelum dinyatakan lulus, mulai dari ujian level yang tidak hanya satu kali dan ujian juz.

Dalam agenda wisuda tahfidz ini, penghargaan juga diberikan kepada wisudawan dan wisudawati terbaik dari masing-masing juz, wisudawan dan wisudawati terbaik juz 30 diberikan kepada Malika Syehra dan Muhammad Hasan Iltizam, keduanya dari kelas II Imam Hambali, wisudawan dan wisudawati terbaik juz 29 diberikan kepada I Gusti Ayesha Safa dari kelas V Ubay dan Ibrahim dari kelas V Ubay bin Ka’ab, wisudawan dan wisudawati tebaik juz 28 diberikan kepada Salfa Zahiyah Ardiannestri dari kelas VI Ali bin Abi Tholib dan Ahmad Izzuddin Al Qassam dari kelas VI Utsman bin Affan, dan wisudawati terbaik juz 27 diberikan kepada Fawwazna Adyan Maydasa dari kelas V Ubay bin Ka’ab.

Melalui acara wisuda tahfidz yang digelar satu kali tiap semester ini harapannya siswa-siswi SDIT Bina Amal mampu termotivasi untuk menambah hafalannya selaras dengan program Wakil Kepala Sekolah IV Bidang Al-Qur’an yaitu siswa mampu menghafal ayat Al-Qur’an Satu Hari Tiga Baris (One Day Three Lines). #HMA

#YukSekolahDiBinaAmal
#WisudaTahfidz
#PPDBOnline (20 Nov 2017-28 Jan 2018)
#SDITBinaAmal
#SholihMandiriCerdasCeria
#SekolahParaJuara
#DHumas


Main peran adalah main simbolik, pura-pura, make-believe, fantasi, imajinasi, atau main drama, sangat penting untuk perkembangan kognitif, sosial, dan emosi anak pada usia 3-6 tahun. 

Main peran dipandang sebagai sebuah kekuatan yang menjadi dasar perkembangan
daya cipta, tahapan ingatan, kerja sama kelompok, penyerapan kosa kata, konsep hubungan kekeluargaan, pengendalian diri, keterampilan pengambilan sudut pandang spasial; keterampilan pengambilan sudut pandang afeksi, keterampilan pengambilan sudut pandang kognisi. 

Jenis main peran ada 2 yaitu main peran mikro dan main peran makro.

Berikut ini tujuan dalam sentra main peran :

1. Untuk menampilkan kembali pengalaman yang didapat melalui panca indera dengan menampilkan dalam bentuk perilaku pura-pura.
2. Memberikan kekuatan sebagai dasar perkembangan daya cipta, tahapan ingatan, kerjasama kelompok, pengendalian diri
3. Untuk meningkatkan perkembangan kognisi, sosial, dan emosi anak usia tiga sampai enam tahun.
4. Sebagai terapi bagi anak yang mendapatkan pengalaman traumatik.
5. Mengembangkan kemampuan berbahasa dan bermain peran atau simbolik play anak usia dini.
6. Dapat melatih kemampuan mendengar, berbicara, pra membaca, dan pra menulis.
7. Dapat melatih kemampuan memerankan suatu peran menggunakan alat tertentu dan menyusun ide cerita.
8. Dapat melatih kemampuan percaya diri, keberanian, spontanitas, kerjasama, kompromi, reaksi emosi yang wajar, tenggang rasa, kepemimpinan, dan inisiatif.

Contoh kegiatan di sentra main peran adalah :

1. Anak-anak pura-pura menjadi seorang guru dan membaca keras kepada boneka, teman lainnya, atau hanya pura-pura seseorang mendengarkan.
2. Pura-pura menjadi binatang.
3. Pura-pura menjadi sopir mobil
4. Pura-pura memainkan kuda-kudaan kecil berlari ke kandang atau makan rumput kering.

#BinaAmal
#PaudBinaAmal
#KBITBinaAmal
#TKITBinaAmal
#PPDB (20 Nov 2017 - 28 Jan 2018)
#SholehMandiriCerdasCeria
#YukSekolahDiBinaAmal



Andakah yang kami cari ?

Kembali Yayasan Wakaf Bina Amal mengajak anda untuk bergabung, menjadi bagian dari Keluarga Besar Bina Amal.

TU Keuangan
Kriteria :
1. Muslim / Muslimah
2. S1 Matematika
3. Usia Maks 35 Tahun

Cleaning Sevice
Kriteria : 
1. Muslim / Muslimah
2. SMA/Sederajat
3. Usia Maks 25 Tahun

Sopir
Kriteria :
1. Muslim
2. SMA/Sederajat
3. SIM A

LAMARAN DI KIRIM KE :

YAYASAN WAKAF BINA AMAL
JL. KYAI SALEH NO 8 SEMARANG

Paling Lambat :
Jumat 15 Desember 2017



Akreditasi sekolah/madrasah adalah proses penilaian secara komprehensif terhadap kelayakan dan kinerja satuan dan/atau program pendidikan, yang dilakukan sebagai bentuk akuntabilitas publik.

Di dalam proses akreditasi, sebuah sekolah/madrasah dievaluasi dalam kaitannya dengan arah dan tujuannya, serta didasarkan kepada keseluruhan kondisi sekolah/madrasah sebagai sebuah institusi belajar. Walaupun beragam perbedaan dimungkinkan terjadi antar sekolah/madrasah, tetapi sekolah/madrasah dievaluasi berdasarkan standar tertentu. Standar diharapkan dapat mendorong dan menciptakan suasana kondusif bagi pertumbuhan pendidikan dan memberikan arahan untuk evaluasi diri yang berkelanjutan, serta menyediakan perangsang untuk terus berusaha mencapai mutu yang diharapkan.

Akreditasi sekolah/madrasah bertujuan untuk :

1. Memberikan informasi tentang kelayakan sekolah/madrasah atau program yang dilaksanakannya berdasarkan Standar Nasional Pendidikan.
2. Memberikan pengakuan peringkat kelayakan.
3. Memberikan rekomendasi tentang penjaminan mutu pendidikan kepada program dan atau satuan pendidikan yang diakreditasi dan pihak terkait.

“Alhamdulillah SMPIT Bina Amal Berhasil meraih peringkat A. Artinya harus bisa melayani dan mendidik dengan lebih baik lagi.” Ujar Eko Suryanto, S.Pd selaku Kepala Sekolah SMPIT Bina Amal

Beliau juga menyatakan terima kasih kepada bapak ibu guru yang telah bekerja keras serta berbagai pihak yang telah membantu dan mendoakan sehingga SMPIT Bina Amal berhasil mendapat akreditasi A.

Dan akreditasi A ini bukan berarti pencapaian final, tetapi merupakan langkah awal untuk lebih bersemangat dalam mencetak generasi mandiri berkarakter Robbani.





Renungan Bagi Orang tua yang sibuk, saat berangkat kerja anak masih tidur, ketika pulang kerja anak sudah tidur lagi

Kesibukan orangtua dalam bekerja membuat intensitas pertemuan anak berkurang. Efek dari hal tersebut, anak-anak kurang perhatian dan kasih sayang sehingga menyebabkan permasalahan kedepannya.

Rasulullah saw telah memberikan pembelajaran kepada umatnya dengan sabdanya : “ Perbanyaklah kamu mencium anak cucumu karena imbalan dari setiap ciuman adalah surga”.  (HR. Bukhari)

4 anggota tubuh anak yang perlu dicium orang tua setiap hari :

1. Di ubun-ubun
Menunjukkan kebanggaan orang tua terhadap anak sambil didoakan agar menjadi anak sholeh atau soleh solehah Aminn..

2. Di dahi
Menandakan orang tua Ridho atas keberadaan anak. Rasulullah SAW mencium Fatimah radhiallahu anha di dahinya.

3. Di kedua pipi
Sambil mengucap Masya Allah, semoga tanda shauq (perasaan sayang dan rindu) orang tua terhadap anak.

4. Di tangan anak
Tanda Mawaddah wa hub (kasih sayang) sambil mengucap Barokallah sebagaimana Rasulullah SAW juga selalu mencium tangan putri tercinta : Fatimah ra.

Diera modern, mencium anak ketika berangkat sekolah seperti sesuatu yang langka terjadi dalam membangun komunikasi anak dan orang tua. Mencium anak sebelum berangkat sekolah sebenarnya susuatu yang sederhana namun mempunyai efek yang sangat luarbiasa bagi tumbuh kembang anak. Seseorang yang tidak mempunyai kasih sayang pada anak, maka tidak akan mendapatkan kasih sayang dari Allah swt.

Dalam ilmu psikologi perkembangan anak, cinta orangtua yang seringkali di ekspresikan dengan mencium anak akan memberikan stimulus yang kuat pada anak, sehingga ketika sudah sampai di sekolah, dalam pergaulan dengan temannya tidak nakal, pemarah, pendendam bahkan tawuran. Anak akan menjadi pribadi yang tenang, santun dan menghormati sesama. 

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Sheril Kirshenbaum dalam bukunya “Science Of Kissing “dengan seringnya orangtua mencium anak, akan mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak. Ciuman akan membuahkan sinyal kimia yang disebut hormon oksitosin atau hormon cinta dikarenakan miliaran koneksi saraf mungil menyebarkan info keseluruh badan. 

Hormon ini sanggup menekan hormon stres, sehingga mengurangi kegelisahan, Walhasil anak akan semakin rileks karena ada energi positif yang terus berkembang dalam tubuhnya karena ciuman kasih sayang orangtua.
Mari Orangtua di seluruh Indonesia, budayakan mencium anak ketika akan berangkat sekolah, agar anak-anak Indonesia menjadi generasi yang hebat. 

Semoga menjadi renungan..
Ahmad Riyatno, S.Ag, M.Pd.I
Guru MAN 2 Semarang
Wali Murid SDIT Bina Amal


Jelang malam, kabar dari wilayah Selatan Jawa makin kalut, titik-titik banjir bandang dilaporkan menerjang sejumlah wilayah di pesisir selatan Jawa. Kabar paling kritis datang dari Pacitan: sampai Selasa (28/11) malam, Pacitan dilaporkan dikepung banjir bandang. Lebih buruk lagi, seluruh akses jalan menuju Pacitan terputus total.

“Banjir bandang Pacitan skala sangat besar. Korban meninggal sudah sampai 11 jiwa. Kondisi mencekam, listrik padam sejak Selasa kemarin,” (Ibnu Khajar, Vice President of Humanity Network Department ACT).

“Warga terdampak berjumlah lebih dari 4.000 jiwa dan perlu dievakuasi segera. Pengungsi di Kecamatan Pacitan dipusatkan di GOR Pacitan dan Masjid Sirnoboyo,” (Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho).

Hujan disertai angin kencang juga terjadi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak kemarin (28/11), yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor di sejumlah titik Kabupaten Bantul, Kulonprogo serta Gunung Kidul.

Di kabupaten Bantul: 750 jiwa mengungsi, 1 orang meninggal dunia. Dan ada 56 titik kejadian Pohon tumbang di Kabupaten Bantul yang tersebar di 34 Desa.

Rentetan bencana ini merupakan dampak dari 2 siklon (badai tropis) yg melanda wilayah selatan jawa yaitu Siklon Cempaka dan Siklon Dahlia. Pertama kali dalam sejarah Indonesia, 2 badai terbentuk dalam pekan yg sama.

Dalam rangka penanaman karakter peduli sesama, Bina Amal turut bersinergi memberikan donasi terbaik bagi saudara kita yang tengah dirundung musibah. Dan Alhamdulillah, Selasa 5 Desember 2017,  berhasil mengumpulkan dana Rp 12.936.700 dari KBIT-TKIT-SDIT Bina Amal

Bina amal mengajak kepada seluruh siswa, dan orang tua wali murid untuk terus menggalang dana kemanusian untuk saudara kita yang mengalami bencana di berbagai daerah di Indonesia. " Kami mengajak kepada seluruh.ayah bunda wali murid, dan seluruh civitas akademika Yayasan Wakaf Bina Amal untuk terus menggalang dana kemanusian bagi saudara-saudara kita yang terkena musibah. Insyaallah kami menggalang bantuan dari tanggal 3 - 11 Desember 2017. " Ujar  salah seorang koordinator aksi yang juga merupakan Kepala Sekolah SDIT Bina Amal Eka Mulyanto S.Si.


#BinaAmalPeduliNegeri
#TumbuhkanKarakterPeduli
#PPDBBinaAmal2018
#SemangatBerbagi




Kabar gembira datang dari UPTD Pendidikan Kecamatan Semarang Selatan melalui surat resmi. Kabar gembira tersebut adalah tercantumnya nama Ustadzah Samsiati dalam daftar pemenang lomba Guru SD Berprestasi Tahun 2017 tingkat Kecamatan Semarang Selatan.

Ya. Beliau berhasil meraih Juara 1 mengalahkan guru lainnya se-Kecamatan Semarang Selatan. Wali Kelas III Kholid, yang sekaligus menjadi Koordinator Lomba dan Ekstrakurikuler ini berhak maju ke Lomba Guru Berprestasi tingkat Kota Semarang yang diadakan Dinas Pendidikan.

Selain dikenal sebagai pribadi yang gemar membaca, ibu dr 1 orang anak ini juga aktif menulis di berbagai koran dan sudah mempunyai buku yang telah diterbitkan. Tulisannya menjadi inspirasi para siswa dan guru lainnya.

Tidak hanya itu, ia juga menjadi seorang pembina pramuka dan telah berhasil mengantarkan para siswa nya menjadi juara lomba diberbagai bidang, diantaranya; khitobah, dongeng, lomba pramuka dan cerita islami.

Mohon doa dari semuanya, untuk keberhasilan Ustadzah Samsi di lomba Guru Berprestasi Tingkat Kota Semarang pada bulan Februari 2018.



Kids Zaman Now begitu viral di dunia nyata maupun di dunia maya. Istilah yang begitu mudah di dengar dan ditirukan banyak orang. Apa sih sebenarnya arti Zaman Now itu sendiri? Jaman dalam istilah umum berarti masa / waktu dan Now dari bahasa inggris yang artinya sekarang atau kekinian. Pertanyaannya adalah mengapa tidak memakai istilah anak jaman sekarang saja atau anak kekinian? Saya fikir ini ini bukan masalah istilah biar keren dengan menggunakan bahasa inggris akan tetapi pemakaian istilah ini merujuk kepada Kids Zaman Now sangat lekat dengan dunia digital dan media sosial. Hal inilah yang membedakan masa muda kita dengan anak-anak yang lahir tahun 2000an. 

Perkembangan teknologi dan tidak diimbangi dengan kesiapan mental para user akan menimbulkan efek samping yang membahayan. Berikut akan saya sampaikan beberapa fakta sederhana tetapi kalau dibiarkan akan menjadi Petaka Sosial.

Pada masa 90an sampai masuk tahun 2000 generasi waktu itu belum terlalu disibukkan dengan “Gadget”, smartphone atau media sosial. Mereka biasanya sibuk bersosialisasi secara face to face dengan teman sebayanya atau orang yang memiliki usia diatasnya. Mereka umumnya lebih mudah komunikasi ketika bertemu dengan orang di dunia nyata. Mudah berdialog dan bertukar fikiran. Hal ini berbeda dengan kondisi sekarang. Sebagian yang mengaku Kids Zaman Now lebih banyak gagap ketika harus ketemu orang lain di dunia nyata. Mereka cenderung diam ketika bertemu atau ditengah kerumunan banyak orang. Ada yang mengatakan anak-anak lebih nyaman ketemu teman sebayanya di dunia maya. 

Anak-anak millenial (istilah lain dr Kids Jaman Now) bisa tertawa lepas ketika chat dengan temannya di Whatsapp, messengers dan medsos lainnya. Disisi lain mereka ketakutan kalau harus pergi keluar dan ketemu dengan saudara atau orang disekitarnya. Beberapa hal diatas merupakan sisi negatif dari perkembangan teknologi akhir-akhir ini. Kita tidak perlu pesimis dalam mendidik dan mengarahkan putra-putri kita yang notabene sebagai Kids Zaman Now”

Sosiolog sekaligus Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, Musni Umar, mengungkapkan 

lima hal positif yang perlu ditanamkan dalam diri 'kid zaman now. 

Pertama adalah keharusan memiliki empati dan kepedulian terhadap anak dan kaum muda. Sebab mereka adalah harapan.

Kedua, mesti membangun dialog dengan anak-anak kita sebagai bagian dari generasi muda Indonesia. Selain itu, harus dilakukan pengawasan yang dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat, sehingga keluarga menjadi pilar yang memperkukuh bangsa dan negara kita," kata dia dalam keterangannya, Ahad (26/11). 

Ketiga, yaitu memperkuat sumber daya manusia (SDM) generasi muda. Saat ini dalam kehidupan penuh persaingan. Maka mau tidak mau dan suka tidak suka, harus mempersiapkan anak-anak dan generasi muda Indonesia supaya memiliki sumber daya manusia yang kuat imannya, akhlaknya dan juga punya ilmu pengetahuan sehingga mampu bersaing.

Keempat, memperkukuh budaya daerah dan budaya nasional. Budaya merupakan pilar kedua setelah SDM untuk membuat bangsa Indonesia kuat dan maju di masa depan. 

Kelima, menumbuhkan optimisme. Bangsa Indonesia harus selalu menjauhi sikap pesimisme dan terus-menerus menghadirkan optimisme. "Sebab, sebesar apapun sesulitan yang dihadapi, jika memiliki sikap optimisme dan menjadi pekerja keras yang cerdas, maka segala kesulitan bisa diatasi," jelas Musni. Musni memaparkan, 'kids zaman now' yang dikemukakan dan menjadi viral di dunia maya merupakan upaya kaum muda untuk mencari perhatian, mencari identitas dan aktualisasi diri. Generasi muda yang sering disebut pemuda, menurut hasil Sensus Nasional tahun 2012 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) berjumlah 62,53 juta (25,51 persen) dari total penduduk Indonesia.

"Jumlah kaum muda Indonesia amat besar dan sejatinya merupakan masa depan kita, karena merekalah yang akan menggantikan generasi sekarang. Kalau mereka baik, maka baiklah bangsa ini di masa depan. Sebaliknya jika mereka rusak, maka rusaklah masa depan Indonesia," katanya. 'Kids zaman now' telah melahirkan berbagai perubahan. 

Perubahan yang hadir ditengah-tengah kita merupakan dampak dari kemajuan teknologi, di mana setiap orang bebas menggunakan internet melalui facebook, twitter, instagram, Youtube dan sebagainya dengan inang media sosial (medsos). Perubahan yang tengah terjadi di masyarakat kita terutama dikalangan kaum muda Indonesia, ada yang negatif seperti narkoba yang banyak dikonsumsi kaum muda, seks bebas, berpakaian setengah telanjang, berpacaran, hidup bermewah-mewah (hedonisme) dan sebagainya.

Kita sebagai orang tua sudah seharusnya memiliki kiat-kiat khusus untuk mengarahkan dan mendidik anak-anak kita agar selamat dari pengaruh negatif perkembangan teknologi. Hal terpenting lainnya adalah agar mereka tidak melupakan sejatinya kita sebagai manusia (individu) juga sebagai makhluk sosial yang memerlukan kehadiran orang lain dalam kehidupan kita di dunia nyata. Dalam melakukan proteksi kepada anak-anak kita satu hal yang penting jangan sampai tindakan kita menjadi “ancaman” kebebasan mereka. Akhirnya semoga anak-anak kita menjadi generasi emas yang akan membangun agama bangsa dan Negara tercinta ini.

Oleh : Kiswanto, S.Pd (Guru Sosiologi SMA IT Bina Amal Semarang)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget