Februari 2020


Semarang, 28 Februari 2020, Puluhan siswa KBIT-TKIT Bina Amal berkumpul di Peron Stasiun Poncol Semarang. Mereka bersiap naik kereta api menuju Stasiun Ngrombo Purwodadi.

Naik kereta api...tut tut tut...siapa hendak turut... Penggalan lirik lagu kereta api,benar benar mengawali perjalanan anak-anak KBIT dan TKIT bina amal dalam kegiatan puncak tema "kereta".

Berangkat dari stasiun Poncol Semarang,anak-anak sudah ramai berkumpul dan mereka mencoba untuk men-scan tiket mereka sendiri, yaitu menuju stasiun Ngrombo di Purwodadi.

Sepanjang perjalanan,selain anak-anak bisa melihat pemandangan persawahan,yang mungkin jarang mereka temui selama berada di kota, mereka juga mendapatkan ilmu dari para kru kereta api diantaranya polsuska (polisi khusus kereta api) dan kondektur yg selalu memberitahu apa yg boleh dan tidak boleh dilakukan di dalam kereta, serta memberitahu marka/tanda apa saja yg ada di dalam kereta.

Rafa,salah satu murid B2 bahkan sangat menyukai perjalanan dengan kereta,karena bisa melihat kambing dan berlatih mandiri karena bisa naik kereta dengan teman-teman yg lain.

Alhamdulillah banyak ilmu dan pengalaman baru yg kami peroleh sepanjang perjalanan kereta dari stasiun Poncol Semarang sampai stasiun Ngrombo Purwodadi.







Senin, 24 Februari 2020 siswa-siswi SMP-IT Bina Amal angkatan Strivers menyerbu gedung DPRD kota Semarang. Dalam rangka melaksanakan kegiatan Puncak Tema yang mengusung tema 'Organization', siswa-siswi SMP-IT Bina Amal angkatan Strivers bertandang ke gedung DPRD kota Semarang dengan didampingi oleh beberapa guru pendamping.

Rombongan ini tiba di balai kota sekitar pukul 09.00 WIB dan disambut langsung oleh ketua DPRD kota Semarang Bapak Kadar Lusman, S.E beserta jajarannya diantaranya yaitu wakil ketua DPRD H. Muhammad Afif, Lc dan Mualim, S.Pd. Antusiasme siswa-siswi begitu terasa ketika mereka mulai berbaris untuk mengisi buku tamu dan memasuki ruang rapat paripurna. Mereka dipersilakan duduk, menempati kursi-kursi yang biasa diduduki para anggota dewan. Pengalaman yang mengesankan tentunya bagi mereka.

Ustadz Drs. Muh. Feqih sebagai perwakilan dari guru pendamping menyampaikan bahwa "Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memfasilitasi anak-anak khususnya siswa-siswi SMP-IT Bina Amal agar memahami secara langsung bagaimana susunan, pembentukan, dan berjalannya sebuah organisasi khususnya pada organisasi kepemerintahan seperti DPRD ini", tuturnya. Selain itu, hal ini juga diharapkan menjadi salah satu bekal mereka untuk melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa di masa mendatang.

Tujuan inti kegiatan ini diantaranya yaitu: 1. Memahami struktur organisasi yg terdapat di DPRD; 2. Memahami fungsi, tugas serta wewenang dari DPRD.

Ketua DPRD kota Semarang Kadar Lusman, S.E menyatakan bahwa beliau sangat senang dengan kehadiran siswa-siswi SMP-IT Bina Amal. Menurut beliau, meskipun belum waktunya, penting untuk siswa-siswi mengetahui tentang organisasi kepemerintahan, dari mulai pembentukannya, susunan yang ada di dalamnya, tugasnya, hingga peranannya dalam masyarakat.

Dalam pemaparannya kepada siswa-siswi SMP-IT Bina Amal, beliau juga memperkenalkan beberapa dewan beserta jabatannya yang turut menemani beliau saat itu. Selanjutnya beliau juga mengenalkan sekilas tentang beberapa partai politik yang saat ini memegang jabatan di jajaran pemerintahan Indonesia. Tak lupa, beliau juga menyampaikan Fungsi, tugas dan wewenang DPRD diantaranya yaitu: 1. Fungsi legislasi; 2. Fungsi anggaran: 3. Fungsi pengawasan serta penjabaran tugas dan wewenangnya yang disampaikan dengan menyertakan beberapa contoh sehingga mudah dipahami oleh anak2 seusia mereka.

Setelah memberikan sedikit penjelasannya, Kadar Lusman, S.E melanjutkan dengan memberikan kuis berhadiah kepada siswa-siswi SMP-IT Bina Amal. Mereka sangat antusias. Dua pertanyaan berhasil terjawab oleh 2 siswa yaitu Danish Mahdi dari kelas 8 Abu Bakar dan Nayyara Suci dari kelas 8 Maryam.

Pada kegiatan ini, para siswa juga diajak dalam sesi diskusi tanya jawab yang pada saat itu dipimpin oleh Ustadz Said Abdillah, S.Si sebagai salah satu guru pendamping juga. Beliau memberikan 2 termin pertanyaan dengan masing-masing termin terdiri dari 4 penanya. Sesi tanya jawab ini berlangsung cukup serius.

Pertanyaan-pertanyaan kritis mulai terlihat dari generasi anak milenial seperti mereka. Bapak Kadar Lusman, S.E sebagai ketua DPRD kota Semarang tak kalah semangat untuk menanggapi pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Cukup menarik pertanyaan-pertanyaan mereka. Namun, pada termin kedua ini , ketua DPRD pamit undur diri terlebih dahulu untuk menyambut tamu dari DPRD kota lain yang datang pada hari itu juga. Kemudian digantikan oleh Bapak Muhammad Afif, Lc sebagai wakil ketua DPRD.

Setelah acara tanya jawab selesai, kegiatan ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dari masing-masing instansi sebagai tanda terima kasih. Acara puncak tema hari itu diakhiri dengan foto bersama.



Semarang, 22 Pebruari 2020, Ratusan Guru Sekolah Islam Terpadu Bina Amal mengikuti Pelatihan Service Excelent. Pelatihan yang diselenggarakan di aula gedung Erlangga ini dikuti oleh semua pegawai dan guru mulai dari bagian tata usaha, KBIT-TKIT dan SD IT.

Dalam sambutannya, Bapak Joko Widodo selaku ketua Yayasan wakaf bina amal menyatakan . Dan agar tidak menjadi orang yang merugi maka harus beramal dengan benar. Teruslah belajar, tingkatkan kualitas diri. Untuk itu Yayasan Wakaf Bina Amal sangat konsen dalam hal pelatihan pengembangan diri dari guru dan pegawainya.

Sementara itu, Ibu Eka Hariyani , selaku Kepala HRD menyampaikan bahwa menjadi guru itu adalah pekerjaan mulia, yang bisa mengantarkan ke surga. Untuk itu guru dan pegawai harus bisa meningkatkan kualitas pelayanan kepada siswa dan wali murid. Maka kami mengadakan pelatihan service excelent ini, tuturnya.

Program pelatihan dan pendampingan ini akan memberikan motivasi, inspirasi, tips, dan pencerahan mengenai dimensi kualitas melayani dengan hati.

Pelatihan ini juga akan memberikan pengetahuan tentang human relation dan akan dipraktekkan sebuah role play dalam memberikan layanan dan menghadapi complain pelanggan dalam hal ini adalah siswa dan wali murid.




Jumat-Sabtu, 20-21 Februari 2020 MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) Paralel Kelas IV SDIT Bina Amal memperkokoh karakter tanggung jawab, kemandirian siswa dan syukur atas nikmat dari Alloh. Anak-anak selalu antusias di setiap kegiatan yang diberikan. Selain melatih tanggungjawab dan kemandirian, Mabit kali ini juga menerapkan ibadah sunnah dan juga interaksi sosial siswa.

Oktora Rahmat S, S.S selaku Wakil Kepala III Bidang Kesiswaan dan Kehumasan menuturkan "Alhamdulillah mabit kali ini bertujuan untuk melatih pendalaman karakter tentang ibadah sunnah juga melatih kemandirian siswa dan interaksi sosial siswa. Kami juga berharap para siswa pandai bersyukur atas segala nikmat dari Alloh"

Kegiatan mabit kali ini meliputi bermain games pindahkan bom dan memasukan bola dalam keranjang, games tersebut bertujuan melatih kekompakan dan kreatifitas anak sehingga anak-anak merasakan bahwa games tersebut sangat menyenangkan.

Kegiatan berlanjut dengan sholat magrib dan isya' berjamaah disambung dengan materi tentang "Pentingnya Bersyukur Atas Nikmat yang Diberikan Allah" yang disampaikan olah Bapak Oktora, anak-anak memperhatikan film motivasi yang disampaikan pemateri kemudian mencatat hikmah yang didapatkan dari film tersebut. Setelah materi selesai anak-anak diperbolehkan istirahat atau mengisi waktu luang dengan bertilawah.

Kegiatan hari berikutnya dilanjut dengan sholat berjamaah qiyamul lail, witir dan dilanjut sholat shubuh serta taujih tentang "Menghormati Orang Tua" yang disampaikan oleh Ustadz Nurdin. Acara terakhir yaitu senam pagi ceria yang dipimpin oleh Ustadzah Hijrah dan dilanjutkan pengumuman perolehan tilawah terbanyak setiap kelas dan pemenang lomba.























Semarang, 21 Februari 2020 seluruh siswa kelas 4-6 tetap berkumpul dihalaman untuk mendengarkan hasil lomba literasi yang sudah dilaksanakan pada hari Jumat, 14 Februari 2020.

Dian Puji Astuti, S.Pd selaku PJ lomba menuturkan bahwa kegiatan lomba/seleksi kali ini bertujuan untuk memilih dan mempersiapkan calon peserta lomba FL2N agar lebih maksimal. Festival dan Lomba Literasi Nasional (FL2N) adalah kegiatan yang diadakan Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Zulaichah Dwi Astuti, S.SI selaku kepala sekolah berpesan untuk seluruh calon peserta lomba agar tetap semangat, berdo'a dan terus berjuang untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Lomba literasi kali ini terdiri dari 6 jenis lomba, yaitu : menulis pantun, menulis cerpen, membaca puisi, menulis syair, pidato, dan mendongeng.

Lomba ini diikuti oleh kelas 4-6, dengan jumlah 134 siswa. Pagi itu mereka dengan penuh antusias menunggu giliran untuk dapat menampilkan penampilan terbaik mereka di depan para juri. Juri pada kesempatan lomba kali ini yaitu Bu Sri Irawati, S.Pd dan Bu Ari Yulia, S.Pd.

Puncaknya hari ini nama-nama pemenang lomba pun diumumkan. Seluruh siswa dengan riuhnya bertepuk tangan mendengar nama teman mereka dipanggil untuk maju kedepan.
Pemenang lomba literasi tahun ini adalah:
1. Lomba pidato : Aflah Ahmadin (kls 5)
2. Lombamenulis cerpen : Shiha (kls 4)
3. Lomba menulis syair : Monic ( kelas 4 )
4. Lomba menulis pantun : Zidni Aflachah ( kelas 5 )
5. Lomba membaca puisi : Nashifah (kls 6)
6. Lomba mendongeng : Mia (kls 5)
Seluruh pemenang lomba menerima hadiah yang diberikan langsung oleh ibu kepala sekolah.

Harapannya dilakukan kegiatan ini adalah untuk mengembangkan bakat siswa dan melatih kepercayaan diri siswa tampil didepan umum. Semoga seluruh siswa siswi SDIT Bina Amal 02 terus semangat mengembangkan bakat yang mereka punya.







Semarang, 21 Februari 2020 siswa kelas 4 Imam Maliki SDIT Bina Amal 02 mengadakan kegiatan "Kelas Inspirasi". Acara ini merupakan bagian dari kerjasama pihak sekolah dan Orang Tua siswa berpotensi atau memiliki pengalaman untuk dibagi kepada siswa agar menambah wawasan dan juga motivasi mereka.

Pak Hangga Setyawan, S.Kom selaku Wali Kelas 4 Imam Maliki menyatakan terima kasih atas kesediaan dan waktunya kepada narasumber yang menyempatkan hadir untuk membagi ilmunya kepada siswa 4B.

Kemudian Bu Zulaichah D A, S.Si selaku kepsek juga berpesan sebelumnya bahwa kegiatan ini semoga menjadi rutinitas kedepannya tiap bulan sekali dan bisa diadakan juga oleh kelas-kelas yang lain.

Kesempatan kali ini narasumber dari Ibu Sunarti (ummu Jenna) yang dengan semangat memberi materi tentang Cara Menghias pakaian dengan menjahit menggunakan Kain Flanel.
Para siswa 4 Imam Maliki juga tak kalah semangatnya mengikuti kegiatan ini dengan memperhatikan dan langsung praktek dengan peralatan dan bahan yang sudah mereka siapkan dari rumah.

Kain flanel yang sudah dibagikanpun langsung mereka gambar sesuai dengan kesukaan mereka. Amin menggambar mobil, Shalfa menggambar kupu-kupu dan yang lain ada yang membuat bunga bahkan inisial nama mereka, sungguh seru sekali.
Setelah kain flanel digambar kemudian digunting dan ditempelkan kemudian siap untuk dijahit. Pada proses menjahit ini adalah bagian tersulit, namun Ummu Jenna dengan sabar dan telaten membimbing anak-anak sampai bisa menjahit sendiri cetakan flanel mereka didampingi juga Ummu Rahma, Ummu Adiyatma dan Bu indah Wahyuni selaku pendamping kelas 4 imam maliki .
Tak terasa sudah 1.5 jam akhirnya waktu menjahit sudah selesai. Hasil karya anak-anak ditunjukkan dan didokumentasikan bersama.

Alhamdulillah kegiatan Kelas Inspirasi perdana di kelas kami berjalan dengan lancar. Semoga anak-anak bisa mengambil hikmahnya karena dengan menjahit bisa melatih konsentrasi dan juga kemandirian. Bahkan menjadi tuntunan Nabi Muhammad berdasar Hadits dari Aisyah meriwayatkan, bahwa ia ditanya tentang apa yang dilakukan Rasulullah di rumahnya. ‘Aisyah menjawab. “Beliau menjahit pakaiannya dan memperbaiki sandalnya sendiri.” (H.R Ahmad)












Semarang, 19 Februari 2020 Paud IT Bina Amal 03 kedatangan tamu dari Puskesmas Pegandan yang mengadakan program pemeriksaan kesehatan. Kegiatan pemeriksaan ini di laksanakan di dalam gedung sekolahan PAUD IT Bina Amal 03. 
 
Ibu Sri Rahayu dan Ibu Ita Kurnia adalah petugas puskesmas yang berkunjung ke PAUD IT Bina Amal 03 untuk melaksanakan pemeriksaan ini. Pemeriksaan ini dilakukan secara rutin setahun sekali dari Puskesmas untuk mengetahui tingkat kesehatan anak-anak TK di wilayah Kecamatan Gajahmungkur.

Ibu Asih Djumaeni, S.Pd selaku humas PAUD IT Bina Amal 03 menyatakan bahwa kegiatan ini adalah program dari puskesmas untuk mengecek kesehatan anak-anak TK di wilayah Gajahmungkur. Dan kebetulan PAUD IT Bina Amal 03 juga mempunyai program pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan setiap satu kali persemester. Sehingga kedua program ini saling melengkapi antara pihak sekolah dan puskesmas.

Anak-anak secara bergantian dan tertib diperiksa oleh petugas kesehatan. Mereka diperiksa gigi, mulut, telinga, dan kuku. Setelah itu mereka bergantian ukur tinggi badan, berat badan, lingkar lengan, dan lingkar kepala.

Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat mengontrol kesehatan anak didik PAUD IT Bina Amal 03.





Semarang, 19 Februati 2020 puluhan siswa telah bersiap melakukan berbagai aktivitas kegiatan Puncak Tema di Kampung Jamu Wonolopo,Mijen Semarang

Bapak Hangga Setyawan, S.Kom selaku Ketua Kegiatan menuturkan bahwa kegaiatan ini bertujuan menambah wawasan siswa terutama tentang warisan budaya Indonesia, yaitu Jamu

Selaku Kepala Sekolah, Ibu Zulaichah Dwi Astuti, S.Si berpesan agar siswa kelas 4 bertambah pengalaman dan pengetahuan melalui puncak tema kali ini.

Puncak acara pun di mulai, acara dibuka dengan sambutan dari pihak Kampung Jamu, sekolah, dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Selesai sambutan, kami disuguhi video tentang Kampung Jamu dan keberhasilannya dalam menarik para wisatawan. Acara-acara yang ditunggu pun tiba, siswa diperkenankan untuk melihat dan berpartisipasi dalam pembuatan jamu. Pembuatan jamu dipandu oleh Ibu Asri. Kali ini yang didemokan adalah pembuatan jamu beras kencur. Siswa pun antusias untuk menumbuk agar beras dan kencur bisa menjadi halus. Setelah melewati beberapa proses akhirnya, jamu pun jadi dan siswa bisa bersama-sama menikmati.

Melangkah ke acara selanjutnya, kami diajak Kak Bejo dan Pak Marman berkeliling taman jamu yang tidak jauh dari tempat pembuatan jamu. Di sana para siswa bisa melihat berbagai macam tanaman jamu yang tumbuh subur. Ada tanaman kunyit, jahe, dan kencur

Kanaya, siswa kelas 4B menuturkan bahwa kegiatan kali ini membawa keseruan yang berbeda, tidak hanya wisata saja tapi ada pengetahuan yang didapatkan. Senada dengan Kanaya, Avicena siswa kelas 4A pun merasakan hal yang sama, sudah terbayang dibenaknya oleh-oleh jamu apa saja yang akan dibawa sebagai tanda cinta untuk orang-orang di rumah

Kami selaku penyelenggara kegiatan berharap, agar dengan kegiatan ini menambah wawasana dan pengetahuan para siswa dan mereka bisa mencintai jamu sebagai warisan leluhur budaya indonesia







MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget