Januari 2016

Pengalaman memberikan kita proses untuk meraih kesuksesan di masa yang akan datang. Jatuh bangun dalam proses tersebut membuat siswa semakin menyadari pentingnya semangat dan pantang menyerah.

Oleh karena itu memberi ruang kesempatan kepada siswa dalam menjalani proses agar memiliki pengalaman sangat penting.

Biarkan siswa mengeksplor diri mereka sendiri. Tentunya dengan bimbingan orang tua dan guru.


Panduan lengkap penggunaan gadget pada anak terbaru versi American Association of Pediatrics (AAP) seperti dilansir dari parenting.co.id, sebagai berikut
  • Media digital hanya salah satu lingkungan anak. Seperti lingkungan lain, media juga memiliki dampak yang positif dan negatif.
  • Pengasuhan orang tua belum berubah. Semua peraturan dalam pengasuhan anak berlaku sama di dunia nyata dan virtual. Bermainlah bersama anak. Buat batasan; anak membutuhkan dan mengharapkan orang tua memberi batasan. Ajarkan tentang kebaikan. Terlibatlah dengan anak. Kenali teman-teman anak, dan ketahui ke mana saja mereka pergi.
  • Menjadi teladan itu penting. Batasi penggunaan gadget Anda, dan jadilah role model dalam menerapkan etiket online. Dalam pengasuhan, anak butuh kehadiran nyata Anda, wajah yang menatap mereka, bukan layar.
  • Kita belajar satu sama lain. Penelitian neurosains menunjukkan, anak-anak belajar paling baik dari komunikasi dua arah, bahkan pada usia sangat muda, seperti bayi 4 bulan. Percakapan antara anak dan orang dewasa yang mengasuhnya tetaplah amat penting untuk perkembangan bahasa anak. Presentasi video secara pasif tidak mendukung perkembangan bahasa pada bayi dan balita. Semakin interaktif, ada kemungkinan nilai pendidikan media itu lebih besar. Contohnya, video chat dengan nenek atau papa di kantor. Belajar melalui media yang bersifat edukatif lebih bermanfaat, jika dilakukan setelah anak berusia 2 tahun.
  • Konten digital sangat penting. Memerhatikan kualitas isi aplikasi atau media yang digunakan anak lebih penting daripada sekadar menentukan jumlah waktu menonton.
  • Lakukan kurasi. Lebih dari 80.000 aplikasi berlabel edukatif, tapi riset menunjukkan tidak semua aplikasi itu benar-benar edukatif. Carilah aplikasi atau produk yang lebih dari sekadar menggunakan jari untuk menunjuk atau swiping.
  • Jangan abaikan keterlibatan anggota keluarga. Partisipasi keluarga dengan media digital membantu anak belajar dan berinteraksi dengan baik. Mainlah game dengan anak. Cara pandang Anda memengaruhi pemahaman anak atas pengalamannya menggunakan media. Selalu dampingi bayi dan balita Anda ketika menggunakan gadget.
  • Bermain bebas sangatlah penting. Bermain bebas merangsang kreativitas. Jadwalkan dan prioritaskan kegiatan bermain bebas tanpa gadget untuk anak-anak,  terutama yang berusia lebih kecil.
  • Tentukan batasan. Penggunaan teknologi, seperti kegiatan lain, juga memerlukan batasan yang masuk akal. Anak Anda membutuhkan batasan ini.
  • Wajar bila remaja beraktivitas daring. Mengembangkan relasi secara online merupakan bagian dari perkembangan remaja. Media sosial dapat mendukung perkembangan identitas anak. Ajari remaja Anda perilaku yang diharapkan lingkungan sosial, baik di dunia nyata maupun virtual. Belajarlah bersama si remaja untuk memahami isi dan konteks kegiatan yang ia lakukan secara online.

Bisa membaca al-Qur'an itu keutamaan. Dan bisa menghafal al-Qur'an adalah lebih utama. Bisa memahami al-Qur'an itu adalah kewajiban. Dan paham ditambah hafal itu jauh lebih afdhal. Mengamalkan nilai-nilai al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari itu adalah tuntutan. Namun, mengamalkan karena termotivasi karena hafalan adalah lebih aman setiap saat.

Bina Amal bukan sekedar sekolah berbasis Islam, tetapi menerapkan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari baik guru maupun siswa. Hafalan Al-Qur'an akan menjaga siswa dari larangan-Nya. 

Bina Amal dari kelompok bermain telah diajarkan menghafal surat pendek. Membiasakan diri dari kecil akan berdampak positif saat siswa telah dewasa. Saat usia perkembangan, siswa dalam usia emas. Mengingat dan mencerna sangat kuat. Mengisi usia emas dengan hal yang baik sangat diperlukan. Bina Amal juga menyiapkan guru Qiroati  untuk membantu siswa. Bahkan ujian Tahfidz merupakan salah syarat untuk dapat lulus dari SD IT dan SMP IT Bina Amal.

Mengapresiasi hasil karya siswa merupakan salah satu bentuk penghargaan karena telah bekerja keras. Dengan tujuan ini, siswa akan merasa dihargai dan diakui.

Memberi pujian dapat berdampak positif sehingga siswa semakin termotivasi. Syaratnya pujian bukan sesuatu yang dilebih-lebihkan. Karena siswa telah merasa puas maka tidak akan mengembangkan bakatnya. Berhenti karena bisa.

Kita dapat mendorong siswa untuk meningkatkan bakatnya. Mendorong agar siswa percaya diri dengan kemampuannya. Dalam pendidikan, motivasi yang kuat memudahkan pencapaian tujuan, karena motivasi yang kuat ini melahirkan usaha aktivitas dan minat yang benar dalam mencapai tujuan itu. Motivasi adalah dorongan yang sangat menentukan tingkah laku dan perbuatan manusia. Ia menjadi kunci utama dalam menafsirkan dan melahirkan perbuatan manusia.

Langkah-langkah untuk menanamkan jiwa kewirausahaan pada generasi muda sejak dini sangat diperlukan. Sekolah merupakan dasar di dalam membentuk karakter, kepribadian, dan pengetahuan pada generasi muda. 

Menumbuhkan jiwa entrepreneurship pada siswa akan berdampak pada kemandirian. Siswa belajar berani mengambil resiko, saat gagal tidak akan patah semangat serta terus mencoba. Siswa juga belajar menerapkan fiqih jual beli dalam Islam.

Siswa juga belajar menghargai orang tua yang berusaha bekerja keras demi mereka. Sehingga siswa akan giat belajar dengan usaha terbaiknya.

Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata "Pramuka" merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Orang Muda yang Suka Berkarya.

Beberapa deskripsi berikut menggambarkan bagaimana pentingya mengikuti kegiatan kepramukaan dan bergabung bersama organisasi gerakan pramuka :
  • Kepramukaan mencakup materi di sekolah, di pramuka juga belajar tentang pendidikan keagamaan, pendidikan teknologi, pendidikan jasmani dan kesehatan, pendidikan tentang alam, sosial dan lain sebagainya. Bahkan secara langsung dipraktekan oleh setiap anggota pramuka sesuai dengan tingkatan dari pramuka itu sendiri.
  • Melalui kepramukaan, kegiatan eksplorasi bakat lebih terasa. pramuka menghargai setiap bakat dan kreatitas untuk dikembangkan, dan pramuka adalah wadah yang selalu siap sedia memberikan upgrading pada bidang kreativitas pada berbagai event di pramuka seperti pelatihan broadcasting, photography, internet, dan berbagai kerajinan tangan lainya.
  • Pramuka diajak menjadi penemu karya, berfikir untuk menjadikan bahan yang kurang bermanfaat menjadi lebih bermanfaat. Setiap pramuka diajak berfikir inovatif menciptakan teknologi tepat guna pada tingkatan khusus.
  • Rasa kekeluargaan lebih terasa dan sangat kokoh terbangun di Pramuka, hangatnya salam pramuka yang bergema di bumi perkemahan pramuka menjadi salah satu simbol bahwa pramuka dengan mudahnya menyatu dengan mentoleransi perbedaan agama, suku dan kebudayaan yang ada.
  • Gerakan Pramuka adalah organisasi nasionalisme, mengenal dan bergabung dengan pramuka berarti berkesempatan berkenalan dengan Indonesia melalui event nasional pada berbagai tingkatan, Hanya pramuka yang berprestasi yang mendapatkan kesempatatan
  • Pramuka sudah terbiasa dengan kebiasaan baik, mulai dari tradisi musyawarah untuk menemukan solusi hingga tertempa menghadapi berbagai problema yang sulit untuk dipecahkan. Pramuka yang baik sudah tidak diragukan lagi menjadi calon pemimpin.
  • Pramuka memiliki cara beradaptasi yang baik dengan berbagai komponen dan golongan masyarakat. Dengan pendidikan yang ada, pramuka akan menjadi orang-orang yang disenangi di mana saja, bahkan menjadi orang dengan kehadiran yang ditunggu untuk perubahan.
  • Kegiatan pramuka secara umum adalah kegiatan pesta untuk kebersamaan, kegiatan bakti untuk pengabdian, kegiatan kompetisi untuk mengasah kemampuan, kegiatan pelatihan untuk meningkatkan taraf pemahaman, kegiatan cross culture understanding untuk melatih nilai nasionalisme keberagaman, dan kegiatan wisata untuk merasakan indahnya alam dan memberi kesadaran menjaga alam sekitar.

Puncak Tema adalah suatu kegiatan untuk menyatukan semua mata pelajaran dalam suatu tema tertentu. Kegiatan ini berlangsung di luar proses belajar mengajar. Banyak hal yang dilakukan dengan konsep yang berbeda di setiap kegiatan. Semakin banyak kegiatan semakin banyak pengetahuan yang diperoleh.

Pembuatan Roti
Belajar Entrepreneurship
Cooking Class

 Mau Seru-Seruan? Di Sini Tempatnya
Market Day SMPIT Bina Amal


Bosan dengan kegiatan pembelajaran di dalam kelas? Tentu semua siswa pernah mengalaminya. di SMPIT Bina Amal yang merupakan sekolah berasrama, banyak kegiatan-kegiatan seru di luar pembelajaran yang rugi untuk dilewatkan. Apa saja kegiatan itu? ada puncak tema, Perjusa, Family Gathering, Homestay, dll.

Seperti puncak tema pada hari ini yang mengambil tema: Market Day. Siswa belanja ke pasar dan menjual kembali di sekolah. Barang yang dijual mereka bervariasi, ada snack, makanan tradisional, aneka sayur dan buah, dan lain-lain. Salah satu tujuan kegiatan ini untuk menumbuhkan dan mengembangkan jiwa entarpreneur siswa dan memadukan dengan fiqih jual beli dalam Islam. Semua pelajaran bisa masuk dalam kegiatan Market Day ini. 




Galeri Foto SMPIT Bina Amal
 http://www.binaamal.or.id/p/blog-page_14.html

LEARNING BY DOING

Belajar bahasa asing memang gampang-gampang sulit, apalagi belajar bahasa yang jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak siswa yang merasa kesulitan untuk mempelajarinya. Belajar bahasa lebih mudah jika dipraktekkan bukan teori semata. Hal inilah yang disadari para guru SMPIT Bina Amal. Video di bawah ini menggambarkan salah satu proses pembelajaran bahasa Arab dengan metode langsung/ praktek.


 Video Pembelajaran Bahasa Arab

Orang tua masih salah kaprah terkait pendidikan anak. Menuntut anak untuk rajin belajar dengan harapan mencapai nilai terbaik.

Penekanan seperti itu membawa dampak psikolog yang tidak baik. Sehingga anak merasa tertekan selama di sekolah. Sesungguhnya prestasi anak tidak selamanya berkaitan dengan nilai pelajaran. contohnya pretasi di bidang seni, olahraga dan sebagainya.

Anak akan merasa sekolah menjadi ajang persaingan antar siswa, sehingga anak tidak enjoy bersekolah. Di sekolah dasar sebagai proses belajar mengajar yang memperhatikan perkembangan psikolog anak akan menerapkan belajar bukan menjadi beban dan membosankan.

Jika orang tua meninggalkan tuntutan kepada anak dan guru dapat menerapkan proses belajar yang menyenangkan maka tanpa dipaksa anak akan berangkat ke sekolah dengan penuh semangat. Belajar tanpa merasa ada beban, bermainpun dengan senyum ceria. Inilah peran sinergisnya di antara guru dan orang tua .

Disiplin adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban.

Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh pelajar atau siswa adalah banyak pelajar atau siswa yang mengeluh kekuragan waktu untuk belajarnya, tetapi mereka sebenarnya kurang memiliki keteraturan dan disiplin untuk mempergunakan waktu secara efisien. Banyak waktu yang terbuang-buang disebabkan karna mengobrol yang tidak habis-habisn. Sikap yang demikian itu harus ditinggalkan oleh siswa karena yang demikian itu tidak bermanfaat baginya.

Keberhasilan siswa dalam studinya dipengaruhi oleh cara belajarnya. Siswa yang memiliki cara belajar yang efektif memungkinkan untuk mencapai hasil atau prestasi yang lebih tinggi dari pada siswa yang tidak mempunyai cara belajar yang efektif.

SMP Bina Amal sebagai boarding school membantu siswa untuk disiplin. Dengan disiplin di segala aspek akan membantu keberhasilan siswa.


Hidup adalah perjuangan. Maka di dalam perjuangan terdapat proses yang bisa dipetik.

Bina Amal selalu mendukung siswa untuk meningkatkan prestasi. Berusaha keras agar memperoleh hasil yang baik

Sesungguhnya proses yang baik akan membuahkan hasil yang baik. Menjadi contoh kepada siswa lain. Memberi kebanggaan kepada orang tua serta guru.

Diantara usaha yang dilakukan siswa tersebut, ada dukungan yang di panjatkan dalam doa. Keberhasilan untuk siswa Bina Amal secara keseluruhan.

Tugas utama guru adalah berusaha mengembangkan segenap potensi siswanya secara optimal, agar mereka dapat mandiri dan berkembang menjadi manusia-manusia yang cerdas, baik cerdas secara fisik, intelektual, sosial, emosional, moral dan spiritual. 

Sebagai konsekuensi logis dari tugas yang diembannya, guru senantiasa berinteraksi dan berkomunikasi dengan siswanya. Dalam konteks tugas, hubungan diantara keduanya adalah hubungan profesional, yang diikat  oleh kode etik. 

Jangan heran jika hubungan guru dan siswa sebatas hubungan profesional maka tidak memiliki kedekatan batin. Padahal siswa juga membutuhkan hubungan emosional dengan guru. Memperhatikan siswa tidak hanya dalam proses belajar mengajar.

Bina Amal memperhatikan siswa dengan memenuhi kebutuhan individu secara detail. Hubungan yang hangat akan mendekatkan guru dan siswa. Sehingga siswa tidak akan menutupi kesulitan yang di alaminya. Bagaimanapun guru adalah orang tua kedua di sekolah.


Dunia kerja percaya bahwa sumber daya manusia yang unggul adalah mereka yang tidak hanya memiliki kemahiran hard skill saja tetapi juga piawai dalam aspek soft skillnya. Soft skill sendiri bisa dibagi dalam dua kategori, yaitu

Intrapersonal Skill
Kemampuan individu ini lebih menekankan pada kemampuan seseorang untuk mengatur dirinya sendiri. Misalnya, inisiatif, mengatur waktu, motivasi, berpikir kreatif, kemauan belajar, mandiri, beretika, disiplin, percaya diri, berpikir kritis, mengatasi stres, dan berkomitmen.

Interpersonal Skill
Kemampuan ini didukung oleh beberapa faktor antara lain: Mudah berkomunikasi, mampu membangun hubungan kerja sama, punya jiwa kepemimpinan, bisa bernegosiasi, mudah mempresentasikan pikirannya, dan mampu bicara di muka umum.

Extrapersonal Skill
Kemampuan yang ketiga ini adalah sebagai pelengkap dari dua kemampuan sebelumnya, yaitu bijaksana.

Ada lima unsur soft skill yang bisa dikembangkan pada anak-anak.

Inisiatif
Anak yang memiliki inisiatif akan selalu menemukan hal-hal baru untuk dilakukan. Biasanya anak ini akan melakukan berbagai hal tanpa ada perintah dari orangtua. Jadi, ketika ada PR dari sekolah tidak menunggu perintah lagi untuk mengerjaannya. Atau tanpa disuruh, akan segera membereskan mainan yang berserakan.

Disiplin
Dengan kedisiplinan, anak-anak akan tahu kapan waktu main dan kapan saatnya belajar. Anak yang biasa disiplin mudah untuk membagi waktu, sehingga akan menjadi bekalnya kelak ketika sudah bekerja.

Percaya diri
Percaya diri ini bisa dibentuk ketika orangtua memberikan kesempatan pada anak untuk melakukan sendiri hal yang diinginkan. Kalau gagal, nggak perlu dibantu, biarkan anak memperbaiki dengan caranya sendiri, sehingga tumbuh rasa percaya di dirinya.

Bekerja sama
Masa anak-anak adalah saatnya bermain. Dari permainan inilah timbul rasa kebersamaan. Anak yang mudah bekerja sama dengan temannya akan mudah menjalin hubungan kerja dengan orang lain ketika masuk dunia kerja nantinya.

Kepedulian
Ketika melihat orangtua berempati kepada orang yang mendapat kesulitan, anak akan melihat dan akan menjadi bagian dalam kehidupannya. Kepekaannya itu akan membentuk kepeduliannya kepada orang yang mendapat kesusahan.



Pengunjung memadati stand open house
Ustadz Waimin, S.Pd memaparkan tentang Pendidikan Karakter


Ustadz Muhammad Slamet, L.C. memaparkan tentang Talk Show Parenting

Pentas Ekskul Teater berjudul Malin Kundang

Yayasan Waqaf Bina Amal mengadakan kegiatan open house dengan tema “Cerdas dan Ceria Bersama Alquran”, Sabtu (23/1) di kampus 1( KB-TK-SD IT) Bina Amal.  Kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap tahun sebagai media silaturahmi anak-anak dan guru sekota Semarang dan sekitarnya. Kegiatan ini juga terbentuk dalam rangka memperkenalkan Sekolah Islam Terpadu Bina Amal dan menarik minat calon peserta didik agar mendaftarkan sekolah di Lembaga Pendidikan Bina Amal mulai dari KB, TK, SD, SMP, dan SMA.
Senada dengan Ali Umar Dhani, S.Pt, S.Si sebagai perwakilan Majelis Sekolah. “Kegiatan open house ini berarti membuka pintu seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mempercayakan Bina Amal sebagai pilihan untuk menyekolahkan putra-putrinya,” tutur Ali Umar Dhani, S.Pt, S.Si dalam sambutannya.
Sesuai dengan tema open house yaitu cerdas dan ceria bersama alquran, maka kegiatan perlombaan pun memiliki nuansa ceria dan alquran. Kegiata lomba meliputi memindahkan bola, menyusun ring donat, mewarnai, menendang bola, hafalan alquran atau tahfidz, dan lomba tahfidz yang dikemas dengan model kuis rangking 1. Secara keseluruhan peserta yang tercatat di panitia ada 469 dari berbagai lomba. Pemilihan juara dikateorikan menjadi dua yaitu internal dari Bina Amal dan eksternal dari luar sekolah Bina Amal.
Tidak hanya aneka lomba, kegiatan open house juga mengadakan talk show parenting. Disaat putra putrinya ikut aneka lomba, orang tua bisa menambah wawasan tentang pola asuh anak bersama Alquran dan penguatan pendidikan karakter untuk mewujudkan generasi emas Indonesia. Hal tersebut disampaikan pembicara pertama oleh Ustadz Waimin, S.Pd, Ketua Bidang Pengembangan Mutu JSIT Jawa Tengah.
Sementara Ustadz Muhammad Slamet, LC sebagai pembicara kedua menyampaikan tentang motivasi mendidik anak agar beraklak alquran. Dicontohkan beberapa keluarga penghafal alquran seperti keluarga Mutammimul Ula dan Wirianingsih beserta 10 putra-putri mereka dan 7 bersaudara dari keluarga Muhammad Saihul Basyir.
Orangtua yang sibuk bekerja tidak perlu khawatir mencari sekolah yang mampu mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor si buah hati. Lembaga Pendidikan Bina Amal adalah salah satu pilihan untuk menyekolahkan putra putrinya. Sesuai visi dan misinya, Bina Amal telah memberikan pelayanan pendidikan untuk putra putri menjadi insan yang berkarakter robbani.
Kegiatan open house dimeriahkan dengan tampilan ekskul taekwondo, teater, dan musik. Selain itu ada pameran produk, hasil karya, dan pembelajaran Bina Amal. Tak lupa berbagai bazar. Rangkaian kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Yayasan Pendidikan Bina Amal dengan Morinaga, air minum BIRU, Pands, BMT Anda, BSM, Bank Jateng Syariah, dan Klinik Andromedica Beauty, dan Foto Copy Rifqi. (Panitia Open House).

Ada banyak sekali cara yang dapat Anda lakukan untuk membuat anak-anak lebih senang untuk mempelajari Al Quran, berikut ini adalah beberapa tips yang dapat Anda coba:
  1. Sering-seringlah membaca Al Quran di depan anak Anda. Seorang anak memiliki naluri untuk mengikuti, dengan rutin membaca Al Quran di depan mereka, mereka pun akan penasaran dan secara tidak terencana alam bawah sadarnya pun akan menuntunnya untuk mengikuti orang tua membaca Al Quran.
  2.  Sering memperdengarkan Ayat-ayat Al Quran kepada anak, baik melalui bacaan maupun media pemutar suara. Apabila anak terbiasa mendengar ayat Al Quran, mereka pun akan terbiasa dengan bahasa Al Quran. Sehingga akan lebih mudah baginya untuk belajar membaca Al Quran.
  3. Menceritakan kisah-kisah yang ada di dalam Al Quran kepada anak. Al Quran menggunakan bahasa Arab, sehingga anak-anak tidak dapat memahami apa maksud dari bacaan tersebut. Triknya adalah, Anda dapat menceritakan kepadanya mengenai kisah-kisah yang terdapat di dalam Al Quran, dengan demikian mereka akan lebih antusias untuk mempelajari Al Quran.
  4. Selain mengajarkan Al Quran secara langsung kepada anak, TPA juga bisa menjadi pilihan. Disini anak Anda akan bertemu dengan banyak teman, sehingga proses belajar pun menjadi lebih menyenangkan.
  5. Terus picu semangat anak untuk belajar Al Quran dengan memberinya apreasiasi seusai ia membaca atau ketika belajar Al Quran.
  6. Janjikan hadiah menarik untuknya. Tidak berlebihan untuk menjanjikannya hadiah ketika ia telah berhasil menyelesaikan satu tahap pembelajaran Al Quran. Hadiah justru akan membuatnya menjadi lebih bersemangat dalam belajat Al Quran.

Generasi muda merupakan harapan bangsa. Kutipan kata presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno " beri aku 1000 orang tua, niscaya akan ku cabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia".

Generasi muda menjadi perubah nasib bangsa menjadikan tugas yang berat. Masyarakat menaruh harapan yang besar.

Generasi muda juga merupakan ujung tombak bagi masa depan bangsa untuk menjawab tantangan ke depan yang lebih baik. Agar negeri ini semakin maju, sangat dibutuhkan generasi muda yang berkepribadian luhur, berbudipekerti dan mampu mengamalkan ilmu yang dimiliki. Pegamalan ilmu dengan baik dan kreatif akan membuat daya saing bangsa di masa depan menjadi lebih baik.

Bina Amal menjawab tantangan tersebut. Melahirkan generasi muda yang memiliki berkepribadian luhur, berbudipekerti dan mampu mengamalkan ilmu yang dimiliki.

Douglas Brown J menamakan guru yang kreatif itu sebagai Teacher Scholar. Jika kita mengajar dengan baik pada hakikatnya bisa juga disebut kreatif. Guru harus mengajar dengan cara yang kreatif dan inovatif.

Seorang guru harus bisa mengembangkan ide-ide lama menjadi ide-ide baru. Juga memadu padankan ide-ide lama dan ide-ide baru sehingga menjadi ide-ide yang luar biasa kreatif dan inovatif.

Dalam pemanfaatan sumber belajar, guru mempunyai tanggung jawab membantu peserta didik belajar agar belajar lebih mudah, lebih lancar, lebih terarah. Oleh sebab itu guru dituntut untuk memiliki kemampuan khusus yang berhubungan dengan pemanfaatan sumber belajar. Menurut Ditjend. Dikti (1983: 38-39), guru harus mampu: 
  1. Menggunakan sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. 
  2. Mengenalkan dan menyajikan sumber belajar.
  3. Menerangkan peranan berbagai sumber belajar dalam pembelajaran.
  4. Menyusun tugas-tugas penggunaan sumber belajar dalam bentuk tingkah laku. 
  5. Mencari sendiri bahan dari berbagai sumber. 
  6. Memilih bahan sesuai dengan prinsip dan teori belajar. 
  7. Menilai keefektifan penggunaan sumber belajar sebagai bagian dari bahan pembelajarannya. 
  8. Merencanakan kegiatan penggunaan sumber belajar secara efektif.
Di samping kemampuan di atas, guru perlu :
  1. Mengetahui proses komunikasi dalam proses belajar, yang bahannya diperoleh dari teori komunikasi dan psikologi pendidikan, 
  2. Mengetahui sifat masing-masing sumber belajar, baik secara fisik maupun sifat-sifat yang ditimbulkan oleh faktor lain yang mempengaruhi sumber belajar tersebut, 
  3. Memperolehnya, yaitu tahu benar dimana lokasi suatu sumber dan bagaimana cara memberikan pelayanannya. Kemampuan tersebut dimaksudkan untuk memberikan gambaran bahwa guru perlu menyadari pentingnya kemampuan-kemampuan khusus yang dikembangkan bila menginginkan proses belajar mencapai sasaran yang optimal. Sajian ini akan mencoba menyoroti dari 3 (tiga) bagian yaitu, sumber belajar, pemanfaatan sumber belajar, dan pengelolaan sumber belajar.

Siswa menunjukkan "Modem Japit" untuk mengukur lamanya waktu

          Pembelajaran matematika di SD mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam upaya mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Tujuan pembelajaran matematika adalah agar peserta didik memiliki kemampuan untuk (1) memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan  antarkonsep dan mengaplikasikan konsep secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah, (2) menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika, (3) memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh, (4) mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan, dan (5) memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah (Permendikmas No. 22 Tahun 2006).
Agar pembelajaran matematika dapat terlaksana dengan baik, maka diperlukan guru yang terampil merancang dan mengelola proses pembelajaran seperti yang tercantum dalam rambu-rambu pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006. Rambu-rambu tersebut antara lain guru hendaknya dapat memilih dan menggunakan model pembelajaran yang melibatkan peserta didik aktif dalam belajar, baik secara mental, fisik maupun sosisal.
Mengajarkan matematika mengandung makna aktivitas mengatur kelas dengan sebaik-baiknya dan menciptakan kondisi yang kondusif sehingga peserta didik dapat belajar matematika dengan baik. Selain itu guru dituntut menggunakan model pembelajaran yang dapat melibatkan peserta didik aktif dalam belajar matematika. Artinya belajar matematika bukan sekedar memindahkan pengetahuan matematika dari guru ke peserta didik, melainkan tempat peserta didik menemukan dan mengontruksi kembali ide dan konsep matematika melalui eksplorasi masalah-masalah nyata. Karena itu peserta didik diberi kesempatan untuk menemukan kembali ide dan konsep masalah di bawah bimbingan guru.
Namun, bagaimana jika setelah ulangan ternyata nilai matematika banyak yang di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Artinya banyak siswa yang masih harus mengulang. Seperti yang terjadi di kelas 1 Salman Al Farisi pada materi waktu. Dalam buku pelajaran matematika di tingkat SD kelas 1 semester 1  berdasarkan KTSP 2006 ada materi mengenai waktu, tepatnya Kompetensi Dasar 2.1 menentukan waktu dan 2.2 menentukan lama suatu kejadian yang berlangsung.  Tercatat dari 29 peserta didik, 12 peserta didik memenuhi KKM dan 17 peserta didik tidak memenuhi KKM dengan catatan KKM matematika adalah 70.
Hal tersebut membuat guru melakukan refleksi tentang pembelajaran. Bagi penulis, tidak ada siswa bodoh, yang ada hanya guru yang belum menemukan sistem pembelajaran yang benar. Via wawancara terhadap siswa saat istirahat, beberapa siswa mengeluh dengan materi waktu yang susah. Siswa kesulitan dan belum paham cara menghitung lama waktu yang berlangsung. Maka dari itu, penulis membuat alat peraga yang bisa memudahkan siswa belajar.
Alat peraga untuk mengukur lama waktu berlangsung adalah modem japit. Modem japit merupakan akronim dari model demonstrasi jam analog berpita. Modem japit tersebut sangat mudah cara membuatnya. Modem japit terdiri dari dua benda. Pertama tiruan jam analog. Tiruan jam analog tersebut difotokopi di kertas BC agar lebih tebal. Satu kertas BC memuat dua gambar jam analog yang berbentuk lingkaran. Lalu digunting melingkar. Kedua adalah membuat pita pengukur. Pita pengukur bahannya dari pita jepang yang mudah ditemukan di toko alat tulis. Pita jepang tersebut dibuat penggaris. Bedanya jika penggaris satuannya sudah baku yaitu centimeter sedangkan pita dalam modem japit satuannya tidak baku, disesuaikan dengan jarak angka pada jam analog. Pita diberi angka 0 sampai 12 persis seperti jam analog, hanya jaraknya sama dengan jarak angka pada gambar jam analog yang sudah difotokopi. Modem japit pun siap digunakan.
Cara menggunakannya sangat mudah, semudah mengukur panjang buku dengna penggaris. Misalnya jika ada soal, “Berapa lama waktu yang dibutuhkan Ani untuk membaca buku dari jam 10 sampai jam 1?” Maka himpitkan angka nol (0) pada pita dengan angka 10 pada tiruan jam analog. Tarik melingkar melalui tepi modem japit. Lihat angka di pita yang berhimpitan dengan angka 1 pada jam analog. Maka di pita tertera angka 3, artinya dari jam 10 sampai jam 1 membutuhkan waktu 3 jam.
Kegiatan mencari lama waktu berlangsung dengan modem japit sangat membantu peserta didik. Tercatat dalam Penelitian Tindakan Kelas, penulis menemukan perbedaan dari prasiklus menuju siklus 1, 2, dan 3. Sebelum menggunakan modem japit, rata-rata siswa 63 dan aktivitas peserta didik pasif. Setelah menggunakan modem japit, rata-rata siswa meningkat menjadi 80 pada siklus 1, 88 pada siklus 2, dan 94 pada siklus 3. 17 siswa yang belum memenuhi KKM pada prasiklus menurun menjadi 1 siswa pada siklus 3. Bisa dikatakan penggunaan modem japit meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik.
Modem japit tersebut mengantarkan penulis menjadi juara 2 dalam lomba Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang diadakan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Korda Kota Semarang, Sabtu (21/11) di Gedung LPMP kemarin dengan judul “Meningkatkan Hasil Belajar Matematika tentang Materi Waktu Melalui Model Pembelajaran Demonstrasi Plus Plus Menggunakan Modem Japit di Kelas 1 SDIT Bina Amal Semarang Tahun Pelajran 2015/2016.”
Bagi penulis, guru perlu banyak belajar dan terus belajar hingga menemukan metode yang tepat untuk mengajarkan peserta didik tentang materi pembelajaran. Guru, Ayo berubah! (Bu Samsi)




MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget