Februari 2017


KOMUNIKASI YANG EFEKTIF DALAM PEMBELAJARAN

oleh H. Joko Widodo, SE
Ketua Yayasan Wakaf Bina Amal

        Bina Kembang merupakan salah satu sarana pembinaan Guru dan Pegawai Bina Amal. Pembinaan ini dilakukan setiap bulan sekali. Untuk pemateri dari yayasan dan dari luar. Pada bina kembang Sabtu 25 Februari 2017 kali ini, sebagai pemateri adalah H Joko Widodo, SE dengan tema KOMUNIKASI YANG EFEKTIF DALAM PEMBELAJARAN
 
           Kualitas pembelajaran dipengaruhi oleh efektif tidaknya komunikasi yang terjadi di dalamnya. Komunikasi efektif dalam pembelajaran merupakan proses transformasi pesan berupa ilmu pengetahuan dan teknologi dari pendidik kepada peserta didik, dimana peserta didik mampu memahami maksud pesan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan, sehingga menambah wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menimbulkan perubahan tingkah laku menjadi lebih baik.
 
         Guru adalah pihak yang paling bertanggungjawab terhadap berlangsungnya komunikasi yang efektif dalam pembelajaran, sehingga guru sebagai pengajar dituntut memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik agar menghasilkan proses pembelajaran yang efektif. 

Setidaknya terdapat lima aspek yang perlu dipahami dalam membangun komunikasi yang efektif, yaitu :
 
1. Kejelasan
Hal ini dimaksudkan bahwa dalam komunikasi harus menggunakan bahasa dan mengemas informasi secara jelas, sehingga mudah diterima dan dipahami
 
2. Ketepatan
Ketepatan atau akurasi ini menyangkut penggunaan bahasa yang benar dan kebenaran informasi yang disampaikan 

3. Konteks/Situasi
Konteks atau sering disebut dengan situasi, maksudnya adalah bahwa bahasa dan informasi yang disampaikan harus sesuai dengan keadaan dan lingkungan dimana komunikasi itu terjadi. 

4. Alur
Bahasa dan informasi yang akan disajikan harus disusun dengan alur atau sistematika yang jelas, sehingga pihak yang menerima informasi cepat tanggap 

5. Budaya 
Aspek ini tidak saja menyangkut bahasa dan informasi, tetapi juga berkaitan dengan tatakrama dan etika.
 
Kemudian Pemateri juga menyampaikan tentang  metode pendidikan dan pembelajaran yang diterapkan oleh Nabi Muhammad saw dalam proses belajar mengajar :

1. Metode Keteladanan
2. Metode Pentahapan dan Pengulangan
3. Metode Tanya-Jawab dan Diskusi
4. Metode Alat Peraga dan Eksperimen
5. Metode Situasional dan Kondisional
6. Metode Membangkitkan Perhatian, Pujian dan Hukuman, dan Nasehat dan Motivasi, serta Hadiah
 
 



 “Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. AlJumu’ah: 9-10)

Jum’at adalah satu hari di mana Allah mengistimewakannya dengan beberapa hal sebagaimana dalam hadits, “Hari terbaik di mana matahari terbit di hari itu adalah hari Jum’at. Di hari itu Adam diciptakan, di hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga dan juga dikeluarkan dari surga. Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari jum’at”(HR. Muslim)

Di hari Jum’at, seorang laki-laki muslim yang telah baligh wajib melaksanakan shalat Jum’at secara berjama’ah di masjid. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalat Jum’at berjama’ah adalah kewajiban bagi setiap muslim, kecuali 4 golongan, yaitu budak, wanita, anak kecil, dan orang yang sakit” (HR. Abu Dawud)

Sunnah-sunnah ibadah yang Nabi tuntunkan untuk dikerjakan di hari Jum’at sangatlah banyak. Baik sunnah-sunnah secara umum, maupun terkait khusus bagi laki-laki yang hendak melaksanakan shalat Jum’at. Antara lain;

1. Memperbanyak shalawat Nabi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jum’at, maka perbanyaklah shalawat kepadaku di dalamnya, karena shalawat kalian akan disampaikan kepadaku”. Para sahabat berkata, “Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?” Nabi bersabda,“Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An Nasa-i)

2. Membaca Surah Al Kahfi
Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka Allah akan menyinarinya dengan cahaya di antara dua Jum’at.”(HR Hakim dalam Al-Mustadrok)

3. Memperbanyak Doa

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut hari Jum’at kemudian berkata, “Di hari Jum’at itu terdapat satu waktu yang jika seseorang muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.” Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu. (HR. Bukhari dan Muslim)

Yang dimaksud dengan detik terakhir dari hari Jum’at adalah saat menjelang Maghrib, yaitu ketika matahari hendak terbenam.

4. Memperbanyak Dzikir untuk Mengingat Allah

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian diseru untuk shalat pada hari jum’at, maka bersegeralah mengingat Allah…” (QS. Al Jumu’ah: 9)
Sunnah-Sunnah Terkait Shalat Jum’at

1. Mandi Jum’at

Diantara hadits yang menyebutkan dianjurkannya mandi pada hari jum’at adalah hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mandi pada hari jum’at, maka ia mandi seperti mandi janabah…” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sebagian ulama ada yang mewajibkan mandi jum’at dalam rangka kehati-hatian berdasarkan hadits dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mandi pada hari Jum’at adalah wajib bagi setiap orang yang telah baligh.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Membersihkan Diri dan Menggunakan Minyak Wangi


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak rambut atau minyak wangi kemudian berangkat ke masjid dan tidak memisahkan antara dua orang, lalu shalat sesuai dengan kemampuan dirinya, dan ketika imam memulai khutbah, ia diam dan mendengarkannya maka akan diampuni dosanya mulai Jum’at ini sampai Jum’at berikutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Mengenakan Pakaian Terbaik

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wajib bagi kalian membeli 2 buah pakaian untuk shalat jum’at, kecuali pakaian untuk bekerja” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, dinilai shahih oleh Al Albani)

Di dalam hadits ini Nabi mendorong umatnya agar membeli pakaian khusus untuk digunakan shalat jum’at.

4. Menyegerakan Berangkat ke Masjid dan duduk di shof pertama

Anas bin Malik berkata, “Kami berpagi-pagi menuju sholat Jum’at dan tidur siang setelah shalat Jum’at” (HR. Bukhari).

Ibnu Hajar Al ‘Asqalani berkata dalam Fathul Bari, “Makna hadits ini yaitu para shahabat memulai shalat Jum’at pada awal waktu sebelum mereka tidur siang, berbeda dengan kebiasaan mereka pada shalat zuhur ketika panas, sesungguhnya para shahabat tidur terlebih dahulu, kemudian shalat ketika matahari telah berkurang panasnya”

5. Memperbanyak Shalat Sunnah Sebelum Khatib Naik Mimbar
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mandi kemudian datang untuk shalat Jum’at, lalu ia shalat semampunya dan dia diam mendengarkan khutbah hingga selesai, kemudian shalat bersama imam, maka akan diampuni dosanya mulai jum’at tersebut sampai jum’at berikutnya ditambah tiga hari.” (HR. Muslim)

Hadits di atas juga menunjukkan terlarangnya berbicara saat khatib sedang berkhutbah, dan wajib bagi setiap jamaah untuk mendengarkannya

6. Tidak Duduk dengan Memeluk Lutut Ketika Khatib Berkhutbah

Sahl bin Mu’adz bin Anas mengatakan bahwa Rasulullah melarang Al Habwah (duduk sambil memegang lutut) ketika sedang mendengarkan khatib berkhutbah” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, derajat : hasan)

7. Melaksanakan Shalat Sunnah Setelah Shalat Jum’at


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila kalian telah selesai mengerjakan shalat Jum’at, maka shalatlah 4 rakaat.” Amr menambahkan dalam riwayatnya dari jalan Ibnu Idris, bahwa Suhail berkata, “Apabila engkau tergesa-gesa karena sesuatu, maka shalatlah 2 rakaat di masjid dan 2 rakaat apabila engkau pulang.” (HR. Muslim, Tirmidzi)

Demikian sebagian sunnah-sunnah pada hari jum’at. Semoga kita senantiasa diberikan semangat dalam menjalankan sunnah-sunnah Nabi SAW.

Wallahu a’lam.[]

bersamadakwah

Orang Tua dan Anak saling Memaafkan, AMT SDIT Bina Amal

Meminta maaf membantu anak anda belajar untuk berjiwa besar dan bertanggung jawab terhadap kesalahan yang telah dilakukannya. Dengan meminta maaf dapat membantu anak anda untuk mengenali dirinya, menjalin hubungan baik antara anak anda dan temannya dan memberikan pengajaran untuk empati dan bertanggung jawab pada tindakannya.

Berikut adalah trik mendidik anak untuk meminta maaf :

1.  Dimulai dari kebiasan keluarga

Bila anda telah bertindak salah, anda harus berani mengakuinya apalagi berada di lingkungan anak anda tumbuh. Hal ini untuk mengajarkannya secara langsung sikap yang harus dilakukannya ketika anak anda salah. Anda juga meminta maaf ketika anda bereaksi berlebihan, gunakan kata-kata yang bisa dicontohnya. Berkata, maaf  kepada anak anda bukanlah tanda kelemahan, melainkan kekuatan untuk membentuk pribadinya. Dengan contoh nyata, maka anak anda akan lebih terbiasa dengan spontan untuk meminta maaf ketika kesalahan dilakukannya.

2.  Mengenalkannya dimulai sejak kecil

Mendidik anak untuk belajar minta maaf sebaiknya dilakukan sejak dini untuk menjadikannya kebiasaan baik. Kenalkan pada usia balita sehingga ketika anak anda berinteraksi dengan teman sebayanya sudah dapat mengimplementasi kebiasaan meminta maaf ketika melakukan kesalahannya.
Ketika anak anda melakukan kesalahan seperti mengambil mainan teman sebayanya dan menyebabkan temannya menangis, anda dapat mengajari dengan menjelaskan terlebih dahulu lalu menyuruh anak anda untuk meminta maaf dengan cara menyalami tangan rekannya.

3.  Pengampunan mengikuti permintaan maaf

Meminta maaf dan memaafkan perlu terjadi setelah seseorang terluka atau tersinggung. Bagi kebanyakan pertengkaran sehari-hari, anda memberitahu anak-anak bahwa berdamai dengan siapa saja ketika melakukan pertentangan. Meskipun sebenarnya tidak perlu ada adegan permintaan maaf secara resmi akan tetapi  maaf tanpa pengampunan adalah proses yang tidak lengkap. Untuk penyembuhan yang nyata maka harus ada kata lain seperti mengatakan "tidak apa-apa" atau "Aku memaafkanmu."

4.  Meminta maaf pada hal kecil yang tidak sopan

Ketika anak  bersendawa, tegukan, dan buang gas dan terdengar oleh anda ajari untuk meminta maaf. Ajarkan anak-anak bahwa hal tersebut akan mengurangi kesopanan di dalam lingkungan masyarakat.  Sehingga meminta maaf tidak saja pada kesalahan yang dilakukannya akan tetapi pada hal kecil yang mengganggu kondisi orang lain. Dengan demikian anak anda akan mengerti waktu yang tepat untuk meminta maaf.

5.  Berhenti memanipulasi perasaan dan mengorganisir ketulusan

Beberapa anak belajar untuk mengungkapkan maaf karena paksaan dari kedua orang tuanya. Sebenarnya orangtua tidak bisa memaksa perasaan mereka, karena hanya anak yang mengetahui perasaansebenarnya. Hal yang harus anda lakukan adalah dengan mengarahkan dan menjelaskan permasalahannya sehingga anak anda mampu memberikan perasaan yang tulus ketika meminta maaf. Sebagai orang tua kita ingin mengajarkan empati kepada anak anda. Ini bagian dari mengajar mereka bahwa mereka memiliki dampak pada dunia mereka dan orang-orang di sekitar mereka.

6.  Meminta maaf dan menerima maaf merupakan kebanggaan

Bila anak anda kesulitan untuk meminta maaf terhadap kesalahan yang telah diperbuatnya, anda dapat menjelaskan dengan meminta maaf akan mendekatkan hubungan perteman dengan siapapun, termasuk dengan teman-teman sebayanya. Memiliki banyak teman mempunyai salah satu ukuran bahwa anak anda diterima dengan baik di dalam lingkungannya. Dengan demikian anak anda menyadari keberadaan teman sangat diperlukan dalam lingkungan anak anda.

bidanku

 
Ayo Mondok...SMPIT Bina Amal Boarding School
Membersamai putri-putriku di akhir pekan merupakan kebahagiaan yang luar biasa. kemudian mulailah bicara heart to heart dengan anak gadis Ayah Bunda yang sedang puber. Galilah informasi tentang teman-temannya . 

Apakah ada yang mencari perhatian dengan mengganggu teman atau guru (sampai menangis), apakah ada yang sengaja membuat gank anak nakal, ada yang ber-make-up tebal, yang berusaha keras menjadi juara sport sampai yang hobby bernyanyi-nyanyi tidak jelas. Maklum…sedang mencari keunggulan diri, membentuk jati diri (self image). Terkadang usaha mencari perhatian ini membuat hubungan mereka dengan para ibu menjadi meruncing, cenderung membangun konflik. Hal ini menjadi sumber keresahan bagi kedua pihak, baik ibu, maupun putri remajanya.

Hubungan ibu dan putri itu seperti pohon, tidak statis. Ia bisa tumbuh semakin rindang, tapi bisa juga berubah menjadi kering dan mati. In order to keep it growing, masing-masing pihak harus terus belajar. Berikut ada beberapa tips yang bisa dilakukan para ibu agar mampu mensuport gadis-gadis mereka yang sedang puber:

1. Segera ambil tindakan jika ada perubahan besar dalam hidup anak kita. 

Make the first move. Jangan abaikan. Jangan berfikir hal ini akan segera berlalu. Jika ada yang aneh-aneh, bicarakan dengan suami dan putri Anda, apa yang sebaiknya dilakukan, termasuk pergi ke psikolog remaja. Atau berkonsultasilah dengan Bapak/Ibu Guru di sekolah atau dengan guru BK. Jangan tunda lagi. 

2. Ubah diri Anda sebagai seorang ibu. 

Mungkin tadinya kita bermake up tebal, mengaji dan shalat ogah-ogahan. Bicara serampangan. Ubah diri kita dulu, sebelum berharap diri anak kita berubah. Kalau tujuan hidup kita tidak jelas, jangan harap anak kita punya tujuan hidup yang benar. Dia perlu role-model. Dia butuh seseorang untuk jadi idola. Kalau ibunya tak bisa jadi idola, mungkin superstar rock band akan dipilihnya. Pertanyaannya : Anda sendiri ingin jadi apa?

3. Berlatih berkomunikasi dengan menjadi pendengar aktif. 

Waktu gadis kita masih kecil, kita bernyanyi dan bercerita, dia mendengar dan berlatih bicara. Kini dia remaja, dia perlu bernyanyi dan bercerita dan kita mendengarkannya. Mendengar aktif artinya “reflecting back what the other person is saying,” bukan meyakini asumsi kita saja. Yakinkan dia bahwa kita memahami perasaannya, pahami emosi di balik ceritanya. Ulang kata-katanya dengan pemahaman kita. “Jadi, apa kakak merasa sedih karena pengalaman tadi?”

4. Segera perbaiki rusaknya hubungan. 

Orang sehat tidak akan menghindari konflik. Mereka menyadari konflik tak bisa dihindari, tapi bisa diatasi. Apa yang terjadi jika konflik diabaikan? Akan tercipta pola baru : tiap kali ada konflik, anak berfikir bahwa ibunya akan mengabaikan. Dia akan merasa terbuang. Lebih parah lagi, dia akan mengadopsi pola yang sama di rumah tangganya nanti, dengan suami dan anak2nya. Ah….ga ingin terjadi seperti itu kan? Ayolah…kita baikan… mari sama2 belajar untuk saling memaafkan…

5. Sepakat untuk tidak sepakat. Anak bukanlah kembaran muda diri kita.

Mereka adalah pribadi baru, hopefully lebih baik dari ibunya. Ada hal yang kita tak sukai tapi dia menyukainya. Sepanjang hal tersebut tak menyimpang dari aturan Allah, siaplah untuk tidak melarangnya. Sepakati, walau diri kita tetap tak suka. Ajarkan dia bahwa kita masih bisa ‘berteman’ walau hobby kita beda.

6. Gunakan sudut pandang “aku” bukan “kamu”. 

Misalkan: “Ummi sedih Wafa jarang setoran hafalan lagi”. Bukan pernyataan “kenapa kamu ga menghafal lagi nak?”.Karena kesannya kita kasar, sarkastis dan menghakimi. Mengakibatkan luka di hati dan menjauhkan kita dari penyelesaian masalah.

7. Jelaskan cara komunikasi yang paling tepat untuk masing-masing pihak. 

Aku jelaskan “Jika Ummi sedang berada di kantor, Ummi tidak suka ditelpon, Ummi suka ngomong langsung di saat sarapan atau di week end. Kalau ada yang penting sekali untuk dibeli atau disampaikan, kirim text message saja”. Mudah-mudahan dia tidak akan kecewa jika menelpon dan saat itu telpon tidak diangkat. So far, so good. Tiap hari ada yang dibicarakan waktu sarapan, baik keperluan sekolah, homework, excursion, dan lain-lain. Dinner talk untuk curhat singkat dan weekend untuk curhat yang panjang 


Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat dan hubungan dengan putri kita terus bertambah rimbun seperti pohon yang terus tumbuh. Akan ada pohon lainnya di sampingnya, yakni hubungan dengan cucu-cucu kita. Semoga ia juga bisa menumbuhkannya dengan baik.

dakwatuna


SDIT Bina Amal 02, Pembiasaan Sholat Dhuha

Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan anak-cucu kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS. Al-Furqan: 74)

Dalam ayat ini terdapat salah satu doa, yakni permohonan agar dikaruniai pasangan hidup dan juga keturunan yang “Qurrata a’yun”. Qurrata a’yun berasal dari bahasa Arab, yang artinya penyejuk mata, penyejuk jiwa, penentram hati, atau penyenang hati. “Qurrata a’yun maksudnya adalah keturunan yang mengerjakan keta’atan, sehingga dengan keta’atannya itu membahagian orang tuanya di dunia dan akhirat.” Keturunan yang ta’at pada Allah akan menyenangkan orang tua dengan bakti dan pelayanannya. Akan menyejukkan hati orang tua dan keluarga dengan membacakan dan mengajarkan mereka mentadabburi al-Quran dan as-Sunnah.

Tentunya dibalik lahirnya sesosok generasi Qurrata A’yun ada peran orang tua yang luar biasa dimana mereka dengan fitrah kasih sayang dan ketulusannya dapat mencetak generasi luar biasa untuk agama dan bangsa ini. Sesosok yang tentunya paling berpengaruh adalah ia yang bernama Ibu.

Sejarah telah membuktikan pengaruh Ibu sangat besar terhadap anak-anaknya untuk dapat mencetak generasi Qurrata A’yun, Umar bin Abdul Aziz adalah contoh dari pendidikan seorang Ibu yang baik lagi sholehah nan luar biasa, ibunya Layla binti Ashim adalah hasil perkawinan Ashim bin Umar bin Khattab dengan gadis pemerah susu yang jujur yang bernama Fatimah. Seperti dalam buku Kehidupan para Tabiin, ketika Umar bin Khattab menemukan kejujuran Fatimah maka ia mengawinkan dengan anaknya Ashim. Dari perkawinan inilah lahir Layla binti Ashim yang dinikahkan oleh Abdul-Aziz bin Marwan, gubernur Mesir pada masa itu. Maka dari perkawinan inilah terlahir sesosok generasi luar biasa Khalifah Umar bin Abdul Aziz, Khalifah dari Bani Ummayh yang mampu mencerahkan Islam pada masanya.

Ummu Madrasatun

“Al -Ummu madrasah Al-ula (Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya) bila engkau persiapkan dengan baik maka engkau telah mempersiapkan bangsa yang baik dan kuat”. Ibu berperan besar dalam pembentukan watak, karakter dan kepribadian anak-anaknya. Ia adalah sekolah pertama dan utama sebelum si kecil mengenyam pendidikan di manapun.

Dengan demikian ibu adalah guru terbaik bagi anak, yang dapat dilihat, dirasakan kedekatannya, sehingga akan menumbuhkan perasaan-perasaan anak yang akan melahirkan sikap terhadap berbagai hal. Oleh karena itu, kontribusi ibu terhadap perkembangan perilaku anak sangatlah kuat. Sehingga, peranan ibu untuk menumbuhkan anak yang berkepribadian kuat, terbuka, tidak mudah tersinggung, cerdas adalah dominan. Ibu yang pemurung akan melahirkan anak yang pemurung, sebaliknya ibu yang ceria akan melahirkan anak yang ceria.

Dalam kaitannya dengan kemajuan sebuah bangsa, maka posisi ibu adalah strategis. Lantaran itulah dengan posisi yang strategis, adalah tugas semua komponen masyarakat, untuk mendudukkan kembali posisi ibu pada porsinya. Bukan hanya ibu biologis saja, akan tetapi juga ibu seutuhnya.


Kerjasama Orang Tua dalam Mendidik Anak

Rasulullah saw bersabda: “Seorang istri adalah pemimpin di rumah suaminya, dan dia bertanggung jawab terhadap anak-anaknya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam pandangan Islam, tidak hanya seorang suami yang berperan sebagai pemimpin, namun seorang istripun menjadi pemimpin dalam urusan rumah tangga suaminya. Lalu bagaimanakah kerjasama ayah dan ibu dalam dunia pengasuhan? Kerjasama akan terbangun jika sebuah keluarga memiliki kesamaan visi serta memahami misi yang perlu dilakukan sehingga merekapun dapat memahami hendak kemana nahkoda keluarga akan dibawa, serta anak-anak yang seperti apa yang ingin mereka hasilkan. Maka merumuskan tujuan pengasuhan menjadi langkah awal dalam membangun kerjasama para ayah dan ibu. Setelah tujuan pengasuhan disepakati, pembagian peran dan tugas dalam mencapai tujuan tersebut adalah unsur pembentuk utama dalam sebuah kerjasama.

Namun, hal ini tidak berhenti pada pembagian tugas. Tapi, melanjutkannya menjadi sinergi, ada kerjasama, baik dalam perencanaan dan pelaksanaan tugas-tugas tersebut. Sehingga timbul suasana saling pengertian. Dan, untuk menumbuhkan rasa saling mengerti, kontribusi suami berperanan besar, karena ia diharapkan mampu menampilkan sosok pemimpin sekaligus perencana pendidikan keluarga. Perhatikan bagaimana Rasulullah saw ikut serta dalam memberikan tarbiyah (pendidikan) kepada anak tirinya (anak kandung Ummu Salamah). Diriwayatkan dari Umar bin Abi Salamah, beliau berkata: “Ketika kecil dulu aku berada di pangkuan Rasulullah saw. Tiba-tiba tanganku tanpa sadar mengambil (makanan) di sebuah piring besar. Beliau berkata kepadaku: “Hai anakku, ucapkanlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang dekat darimu”. Setelah itu akupun terbiasa melakukan apa yang diajarkan Rasulullah saw. (HR. Bukhari).

Cara Nabi Mendidik Anak

Ibnu Abbas RA berkata, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Ajarlah, permudahlah, dan jangan persulit! Gembirakanlah dan jangan takut-takuti! Jika salah seorang dari kalian marah hendaklah berdiam diri! “ (HR. Ahmad dan Bukhori)

Keteladanan orang tua merupakan modal penting dalam mendidik anak, karena orang tualah yang paling banyak diikuti oleh anak-anaknya, dan mereka pulalah yang memberi pengaruh kuat terhadap jiwa anak, oleh karena itulah maka Rasulullah mengatakan “Maka kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi yahudi, nasrani atau majusi”. Orang tua dituntut agar menjalankan segala perintah Allah swt dan sunah Rasul-Nya, menyangkut perilaku dan perbuatan. Karena anak melihat mereka setiap waktu. Kemampuan anak untuk meniru, secara sadar atau tidak, sangat besar dan tidak seperti yang kita duga.

Selain itu, orang tua perlu bersikap adil dan tidak pilih kasih, cerita dalam Al Qur’an tentang saudara-saudara Yusuf cukuplah menjadi pelajaran agar setiap orang tua bersikap adil terhadap anak-anaknya. Ketidakadilan dan sikap pilih kasih orang tua terhadap anak-anak akan menimbulkan rasa permusuhan, kedengkian, kecemburuan, kemarahan bahkan berujung kepada pemutusan persaudaraan dalam jiwa anak karena merasa dirinya disisihkan. Dan Rasulullahpun mengatakan dalam sebuah hadist yang berbunyi, “Bersikaplah adil di antara anak-anak kalian dalam pemberian sebagaimana kalian suka berlaku adil di antara kalian dalam kebaikan dan kelembutan.” (HR. Ibnu Abid Dunya)

Untuk mendapatkan kemudahan dari Allah maka orang tua sebaiknya berdoa untuk anak-anaknya. Doa merupakan rukun utama yang harus diamalkan oleh orang tua. Doa akan semakin menghangatkan kasih saying dan memantapkan cinta orang tua kepada anak-anaknya. Rasulullah bersabda,“Janganlah kamu berdoa buruk ke atas dirimu, janganlah kamu berdoa buruk atas anak-anakmu, janganlah kamu berdoa buruk ke atas pelayanmu dan janganlah kamu berdoa buruk ke atas harta-hartamu! Jangan sampai kamu (berdoa begitu) bertepatan dengan waktu (dimana) Allah (akan mengabulkan doa), lalu tutun di dalamnya pemberian (yang kamu minta) sehingga doamu itu benar-benar terkabul.” (HR. Abu Dawud)

Orang tuapun harus mempersiapkan diri dalam membantu anak agar berbakti dan taat kepada Allah swt. Rasulullah bersabda, “Bantulah anak-anakmu agar berbakti! Barangsiapa yang mau melakukannya, ia dapat mengeluarkan sikap kedurhakaan dari diri anaknya.”(HR. Thabrani) Berdasarkan ini, jelas orang tua bertanggung jawab untuk mempersiapkan anaknya menjadi anak yang baik. Bahkan mereka mampu menyingkirkan kedurhakaan dari jiwa anak-anak mereka dengan cara hikmah, nasihat yang baik, dan kesabaran. 


dakwatuna



KETERANGAN ALUR DAFTAR ULANG PESERTA DIDIK BARU 2017 / 2018
1.       Calon peserta didik membayar biaya pendidikan bisa memilih melalui :
a.     TUNAI Kantor Kas BMT Anda cabang Kyai Saleh (area parkiran SDIT Bina Amal)
Jl. Kyai Saleh No.8, Kota Semarang
ATAU
b.     TRANSFER via Bank Mandiri atas nama YAYASAN WAKAF BINA AMAL
ü Rekening PAUD (KBIT & TKIT) Bina Amal = 13500 774 774 77
ü Rekening SDIT Bina Amal = 13500 8455 0555
Ø KONFIRMASI TRANSFER ketik = PPDB 2017_Nama Siswa_Jumlah Nominal Transfer
Kirim ke Bagian TU Keuangan (Bu Nina) 085 641 477 949

2.       DAFTAR ULANG (datang langsung mengajak putra/putri calon peserta didik) :
Sabtu, 18 Februari 2017 – Sabtu, 25 Februari 2017 (1 pekan)
Ø Hari Senin – Kamis pukul 08.00 – 12.00
Ø Hari Jumat - Sabtu pukul 08.00 - 11.00
Ø Di Aula Sekretariat PPDB kampus Bina Amal 1, Jl. Kyai Saleh No.8 Telepon (024) 8314614

3.       Calon peserta didik menunjukkan bukti pembayaran biaya pendidikan ke petugas sekretariat

4.       Calon peserta didik mengukur langsung seragam di sekretariat

5.   Calon peserta didik mendapatkan kwitansi pengukuran seragam sebagai bukti pengambilan seragam saat Pertemuan Wali murid 20 Mei 2018 (*jika ada perubahan jadwal, akan kami informasikan kembali

SURAT KEPUTUSAN
KEPALA SEKOLAH KELOMPOK BERMAIN  ISLAM TERPADU BINA AMAL
No. 13/SK.KBIT BA/II/2017
Tentang
DAFTAR HASIL OBSERVASI  
CALON PESERTA DIDIK BARU KBIT BINA AMAL
 TAHUN PELAJARAN 2017/ 2018
Bismillaahirrahmaanirrahiim

Menimbang :


  1. Kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) adalah proses penerimaan calon peserta didik baru yang dilakukan di setiap awal tahun didik.
  2. Bahwa kegiatan PPDB dilakukan untuk mendapatkan calon peserta didik yang memiliki kesiapan untuk mengikuti pendidikan KBIT Bina Amal.
  3. Kegiatan PPDB harus memenuhi prinsip obyektifitas, akuntabilitas dan profesionalitas lembaga pendidikan.


Mengingat :

1. Grand design KBIT Bina Amal.
2. Visi, misi dan tujuan KBIT Bina Amal.
3. Program kerja KBIT Bina Amal Tahun Didik 2017/2018
4. Proposal Panitia PPDB KBIT Bina Amal 2017/2018


Memutuskan :

Pertama :
Berdasarkan hasil kegiatan observasi PPDB KBIT Bina Amal yang telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 3 Februari 2017 memutuskan nama–nama peserta didik sebagaimana (terlampir) dinyatakan diterima di KBIT Bina Amal.

Kedua : 
Orang tua/wali peserta didik sebagaimana terlampir melakukan proses selanjutnya yaitu daftar ulang dan penyelesaian administrasi.

Ketiga : 
Demikian surat keputusan ini sebagai bentuk pertanggungjawaban kami dan agar dapat digunakan sebagaimana mestinya.


Ditetapkan di : Semarang

Pada Tanggal : 18 Februari 2017

Kepala KB Islam Terpadu Bina Amal,


Sakdiyah, S.Pd




SURAT KEPUTUSAN
KEPALA SEKOLAH TAMAN KANAK-KANAK  ISLAM TERPADU BINA AMAL
No. 033/SK.TKIT BA/2017

Tentang :
DAFTAR CALON PESERTA DIDIK BARU TKIT BINA AMAL
TAHUN DIDIK 2017/2018

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Menimbang    :

1. Kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) adalah kegiatan awal proses pembelajaran TKIT     Bina Amal.
2. Bahwa kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dilakukan untuk mendapatkan data awal       siswa yang memiliki kesiapan untuk mengikuti pendidikan TKIT Bina Amal.
3. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) harus memenuhi prinsip obyektivitas, akuntabilitas dan         profesional sekolah.


Mengingat      :

1. Grand design TKIT Bina Amal.
2. Visi, misi dan tujuan TKIT Bina Amal.
3. Program kerja TKIT Bina Amal Tahun Didik 2017/2018
4. Proposal Panitia PPDB TKIT Bina Amal Tahun Didik 2017/2018


Memutuskan  :

Pertama : 
Berdasarkan hasil kegiatan seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) TKIT Bina Amal Jumat-Sabtu, 3-4 Pebruari 2017 memutuskan nama–nama siswa sebagaimana (terlampir) dinyatakan diterima di TKIT Bina Amal.

Kedua : 
Orang tua/wali siswa sebagaimana terlampir melakukan proses selanjutnya yaitu daftar ulang dan penyelesaian administrasi.

Ketiga : 
Demikian surat keputusan ini sebagai bentuk pertanggungjawaban kami dan agar dapat digunakan sebagaimana mestinya.



Ditetapkan di            : Semarang
Pada Tanggal: 18 Februari 2017
                                     
                                                Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Bina Amal


                                                                        Sakdiyah, S.Pd

                                                                        Kepala Sekolah








SURAT KEPUTUSAN
KEPALA SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU BINA AMAL
No. 017/SK.SDIT-BA/II/2017

Tentang

DAFTAR HASIL TES SELEKSI
CALON PESERTA DIDIK BARU SDIT BINA AMAL
TAHUN PELAJARAN 2017/2018

Bismillahirrahmanirrahim

Menimbang:

  1. Kegiatan Penerimaan Siswa Didik Baru (PPDB) adalah proses penerimaan calon peserta didik baru yang dilakukan di setiap awal tahun didik.
  2. Bahwa kegiatan PPDB dilakukan untuk mendapatkan calon peserta didik yang memiliki kesiapan untuk mengikuti pendidikan SDIT Bina Amal.
  3. Kegiatan PPDB  harus memenuhi prinsip objektifitas, akuntabilitas dan professionalitas lembaga pendidikan.

Mengingat:

  1. Grand design SDIT Bina Amal.
  2. Visi, misi, dan tujuan SDIT Bina Amal.
  3. Program kerja SDIT Bina Amal Tahun Didik 2017/2018

Memutuskan:

Pertama :
Berdasarkan hasil kegiatan seleksi PPDB SDIT Bina Amal yang telah dilaksanakan pada hari Jumat-Sabtu, 3-4 Februari 2017 memutuskan nama-nama siswa sebagaimana (terlampir) dinyatakan diterima.

Kedua : 
Orang tua/wali siswa sebagaimana terlampir melakukan proses selanjutnya yaitu daftar ulang dan penyelesaian administrasi

Ketiga : 
Demikian surat keputusan ini sebagai bentuk pertanggungjawaban kami dan agar dapat digunakan sebagaimana mestinya


   Ditetapkan di  : Semarang
    Pada tanggal  : 18 Februari 2017

                                                                                        Kepala SD Islam Terpadu Bina Amal





                                        Eka Mulyanto, S.Pi



unduh/klik disini untuk melihat Pengumuman Siswa Baru





Ayo Mondok...SMPIT Bina Amal Boarding School

Ayah, Bunda... semua tentunya senang ketika seorang anak bisa terbuka dan care kepada orang tua. Bisa saling berbagi banyak hal. Tidak hanya sekedar hubungan formalitas antara orang tua dan anak. Sehingga kelak ketika dia mulai beranjak dewasa, kitalah para orang tua yang akan menjadi tempat mereka untuk curhat dan berbagi. Bukan teman-teman mereka yang kadang salah dalam memberikan solusi, meski mereka tetap bisa mencurahkan perasaannya kepada teman baik dan terbaik mereka.

Lalu, apa saja yang bisa  kita lakukan agar putra-putri kita bisa menjadi pribadi yang memiliki keterbukaan kepada orang tuanya?

Jadikan anak sebagai sahabat

Teori tumbuh kembang mengatakan bahwa anak itu bukan manusia mini tapi ia sama dengan manusia dewasa yang memiliki hati dan pikiran. Ia juga ingin di dengar dan di perhatikan. Menjadikan mereka sebagai sahabat orang tua akan mampu membuat mereka merasa nyaman. Sahabat Ummi, Luangkanlah waktu untuk main bersama mereka. Bahkan Baginda Rasulullah telah mencontohkannya. Meski dalam kondisi capek, beliau tetap meluangkan waktu untuk main kuda-kudaan dengan Hasan dan Husein.
Biasakan mendongeng atau bercerita

Tahukah Sahabat Ummi bahwa mendongeng atau bercerita adalah salah satu cara menstimulasi kecerdasan bahasa pada anak. Selain itu dengan bercerita aspek-aspek pendidikan moral dan karakter anak bisa dimasukkan. Mungkin sahabat Ummi ada yang protes, bagaimana kalau saya tidak bisa mendongeng?. Mendongeng atau bercerita ke anak bisa dilakukan dengan banyak cara. Bisa dengan membacakan lewat buku dongeng atau cerita anak yang sekarang sudah banyak tersedia. Selain itu para orang tua bisa bercerita tentang kejadian atau aktifitas yang sudah dilakukan di hari itu. Atau bisa bercerita tentang masa kecil dulu. Bukankah banyak diantara isi Al Qur’an adalah tentang kisah zaman dahulu? Itu dimaksudkan agar dari kisah-kisah itu bisa diambil ibroh atau pelajaran.

Tidak men-judge dan membentak anak

Jangan melabeli atau menghukumi anak dengan label-label yang buruk meski ia telah melakukan kesalahan. Karena ucapan orang tua adalah doa buat anak. Jika Sahabat Ummi sering melakukan hal tersebut, seorang anak jadi tidak akan bisa terbuka dengan kita. Bahkan akan takut dengan orang tuanya. Sahabat Ummi, semarah apapun kita kepada anak, jangan sampai membentak anak. Hal ini akan menurunkan rasa percaya diri mereka. Mereka akan tumbuh jadi pribadi yang apatis dan tertutup. Sehingga mereka tidak akan bisa terbuka dan cenderung akan menyimpan masalahnya sendiri. Karena takut kalau-kalau akan dimarahi orang tuanya.
Membiasakan moment berdiskusi selepas makan malam

Ayah, Bunda... membiasakan makan bersama itu sangan penting. Selain menciptakan kehangatan dan keakraban antar semua anggota keluarga juga bisa dijadikan sebagai sarana untuk berdiskusi dan berdialog. Hal tersebut akan memacu anak untuk bisa terbuka dan mengajukan usulan-usulan ke orang tuanya.

Memberikan ciuman dan pelukan kepada anak

Ciuman dan pelukan kepada anak sangat penting. Bahasa tubuh orang tua akan memberikan rasa nyaman ke anak. Bahkan Rasulullah pernah memarahi seorang ayah yang tidak pernah memberikan ciuman kepada anaknya. Sahabat Ummi ada teori ilmiah yang mengatakan bahwa ciuman dan pelukan ke anak ketika ia bangun tidur akan menumbuhkan semangat dan keceriaan kepada anak. Sehingga akan memicu kepercayaan anak ke orang tua .
Jangan pernah membohongi anak

Ayah, Bunda... kejujuran dan keterbukaan harus kita awali dari diri kita sebagai orang tua. Hal ini yang akan mampu menjadi teladan buat anak-anak kita. Sehingga mereka akan percaya dan bisa terbuka dengan orang tuanya


Wallahu’alam bishawab. 

Sholat Tahajud Bersama SMPIT Bina Amal Boarding School

Ada 18 nilai-nilai dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa yang dibuat oleh Diknas.  Mulai tahun ajaran 2011, seluruh tingkat pendidikan di Indonesia harus menyisipkan pendidikan berkarakter tersebut dalam proses pendidikannya.
18 nilai-nilai dalam pendidikan karakter menurut Diknas adalah:
1. Religius
Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
2. Jujur
Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
3. Toleransi
Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
4. Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
5. Kerja Keras
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
6. Kreatif
Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
7. Mandiri
Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
8. Demokratis
Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
9. Rasa Ingin Tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
10. Semangat Kebangsaan
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
11. Cinta Tanah Air
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
12. Menghargai Prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
13. Bersahabat/Komunikatif
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
14. Cinta Damai
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
15. Gemar Membaca
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
16. Peduli Lingkungan
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
17. Peduli Sosial
Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
18. Tanggung Jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget