Agustus 2018


800 siswa terlibat langsung penyembelihan hewan kurban KB-TK-SDIT Bina Amal, Kamis (23/8) di Lapangan SDIT Bina Amal. Ratusan siswa bangga menyaksikan penyembelihan 48 kambing dan 6 sapi dari siswa KB-TK-SDIT Bina Amal 1439 H. Lebih-lebih saat Ustadz Naev Hassan menyebutkan nama-nama pekurban. Pancaran wajah gembira tergambar dari pekurban.

Sebut saja, Nayla Arsa Tungga Marala, kelas IV Abu Hurairah. Sebelumnya ia puasa sunah arafah, lalu menyaksikan penyembelihan dengan semangat. “Alhamdulillah, kemarin saya puasa arafah, dan hari ini dapat melihat penyembelihan kurbanku. Itu uang dari tabunganku, loh Bu. Trus ditambah ayah. Alhamdulillah bisa beli kambing,” tuturnya disela-sela menyaksikan penyembelihan hewan kurban. Karakter religius Nalya terlihat dari keseriusan dan sabar melaksanakan puasa arafah. Karakter mandiri juga terlihat saat ia belajar menabung dan berencana kurban.

Selama tiga minggu, siswa juga diajarkan untuk rutin infaq dan terkumpul 36.074.400 rupiah. “Siswa dari KB-TK-SDIT Bina Amal rutin berinfak. Masing-masing kelas berlomba-lomba untuk berinfak. Guru wali juga menghimbau ke siswa agar rajin berinfak. Orangtua pun support. Alhamdulillah terkumpul 36.074.400 rupiah,” tutur Enni Rustiyanti, S.PdI, Kepala Sekolah SDIT Bina Amal. Menurutnya, uang infak tersebut digunakan untuk membeli sapi kurban dan biaya operasional kegiatan siswa seperti konsumsi dan lomba-lomba idul adha. “Yang pasti, karakter religius kita tanamkan sejak dini. Dari infak bisa berlatih kurban,” tambahnya.

Tatkala disebutkan pekurban oleh Ustadz Naev, “Berikutnya sapi dari infak siswa Bina Amal.” Ratusan siswa semakin tertarik untuk melihat. Mereka bersorak gembira. Hari Raya Idul Adha adalah hari raya besar umat muslim.

Sejarah Idul Adha dari Nabi Ismail AS mengajarkan karakter anak yang patuh dengan orangtua. Hal itu tergambar saat Nabi Ismail menjawab pendapat dari mimpi ayahnya tentang perintah menyembelih Ismail. Ismail menjawab, "Wahai bapakku, laksanakanlah perintah Tuhanmu. Insya Allah kamu akan dapati aku termasuk orang-orang yang sabar."

Betapa solihnya Ismail manakala perintah untuk disembelih tidak ia tolak. Ia patuh dan tidak memberikan banyak argument untuk menentang ayahnya. Totalitas kepatuhan kepada Alloh baik Ibrahim maupun Ismail sama-sama tidak diragukan lagi. Hingga Nabi Ibrahim mendapat julukan kekasih Alloh, khalilullah.

Karakter lain yang bisa diambil dari perayaan Idul Adha adalah gotong royong. Tidak mungkin seseorang menyembelih sapi sendiri, menguliti, mencacah gading, dan membagikan daging. Saat menyembelih pasti dibutuhkan bantuan orang lain untuk memegangi hewan. Apalagi di SDIT Bina Amal menyembelih 48 kambing dan 6 sapi. Proses penyembelihan membutuhkan bantuan jagal. Ratusan siswa dari kelas VI juga turut mencacah daging. Mereka gotong royong mencacah gading agar proses pencacahan cepat selesai. Karakter gotong royong benar-benar tercermin pada siswa. Tak hanya siswa, beberapa wali murid dari Majelis Sekolah Bina Amal juga turut membantu mencacah dan membagikan daging kurban.

Selain itu, Idul Adha juga meningkatkan kerukunan warga dan toleransi beragama. Sebanyak 1651 kantong daging sapi dan kambing dibagikan ke warga sekitar SDIT Bina Amal dan beberapa kecamatan di Kota Semarang. Tak lupa kepada guru di SD Kristen Gergaji, sekolah yang berada di depan SDIT Bina Amal. Tidak hanya wilayah Semarang, warga Kendal juga turut mendapat gading kurban dari Bina Amal karena salah satu guru SDIT Bina Amal ada yang rumahnya di Perumahan Bancar Cluster 2, Boja Kendal. Tak memandang perbedaan agama, panitia qurban membagikan gading untuk mempererat silaturahmi dan toleransi.

Semboyan Negara Indonesia adalah Bhineka Tunggal Ika yang artinya meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu juga. Hal tersebut mengajarkan tentang toleransi. Siswa juga bisa belajar tentang integritas. Menurut Andreas Harefa, integritas merupakan tiga kunci yang bisa diamati, yakni menunjukkan kejujuran, memenuhi komitmen, dan mengerjakan sesuatu dengan konsisten. Siswa berintegritas berarti memiliki pribadi yang jujur dan memiliki karakter kuat.

Selain kegiatan penyembelihan, Idul Adha juga dimeriahkan dengan aneka lomba siswa, seperti mewarnai, membuat poster seruan berkurban, khitobah, cerita islami, rangking 1 tentang pengetahuan umum dan kurban.

Keterlibatan siswa dari berinfak mengumpulkan uang, membeli hewan kurban, menyembelih, mencacah, dan membagikan gading kurban secara tidak langsung mengajarkan tentang integritas. Beberapa karakter seperti religius, mandiri, gotong royong, dan toleransi tertanam kuat dari perayaan Idul Adha. Bina Amal berbagi, Bina Amal Berkarakter. Kak Sy




Jauh dari keluarga memang terasa berat. Biarkan kami putra-putrimu yang menanggung. Doakan kami ayah bunda di setiap sholatmu,  Doakan kami ayah bunda di setiap sholat malammu,  Doakan kami ayah bunda di setiap engkau rindu kepada kami, agar kami jadi anak yang sholih, mandiri dan berprestasi.

Hari Raya Idul Adha, 10 Dzulhijah 1439 H ini kami tetap di asrama hingga besok acara penyembelihan hewan qurban tanggal 11 Dzulhijah 1439H. Selepas menunaikan sholat Idul Adha bersama masyarakat, kami nyate bersama keluarga besar asrama, terasa indah karena adanya kebersamaan. Semua santri beserta guru asrama melaksanakan acara nyate bareng.

Kami diajarkan berqurban sebagaimana pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ibrahim yang diabadikan dalam Al-Qur'an:
Dan Ibrahim berkata: “Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Rabbku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih. Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?” Ia menjawab: “Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya di atas pelipisnya, (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami memanggilnya: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim.” Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.” (QS. Ash-Shaaffaat: 99-111)

Ketika Isma’il berada dalam usia gulam dan ia telah sampai pada usia sa’ya, yaitu usia di mana anak tersebut sudah mampu bekerja yaitu usia tujuh tahun ke atas, tidak berbeda dengan usia kami yang menginjak masa SMP. Pada usia tersebut benar-benar Ibrahim sangat mencintainya dan orang tuanya merasa putranya benar-benar sudah bisa mendatangkan banyak manfaat.

Peristiwa ini adalah ujian Allah pada Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, menunjukkan akan kecintaan Ibrahim pada Rabbnya. Allah menguji Ibrahim lewat anak yang benar-benar ia cintai. Ibrahim yang merupakan bagian dari orang beriman dan ikhsan. Orang yang berbuat ihsan di sini yang dimaksud adalah orang yang berbuat ihsan dalam ibadah, yang mendahulukan ridha Allah daripada syahwat.

Begitu juga pengorbanan kami disini santriwan-santriwati SMP IT Bina Amal yang harus mandiri. Tiga tahun kami disini, mengikuti rutinitas setiap hari untuk mencari ilmu, untuk menjadi pribadi yang berahlaq mulia. Semoga pengorbanan kami ini dapat menauladani Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Semoga kami dan seluruh civitas akademika SMP IT Bina Amal adalah pribadi yang beriman dan ikhsan. Aamiin



Semarang, SMPIT Bina Amal mengadakan life skill yaitu menanam tanaman buah dan sayur. Agenda tersebut dilaksanakan disamping Green House pada hari ahad, 19 Agustus 2018. Peserta merupakan siswi kelas 8 dan 9.

Life Skill merupakan salah satu program unggulan SMPIT Bina Amal sebagai sekolah boarding. Tujuan Life Skill kali ini adalah untuk melatih ketrampilan anak-anak supaya mandiri dalam bercocok tanam, memetik hasil panen sendiri, serta menjaga keseimbangan lingkungan supaya tetap asri.

Anak-anak dijelaskan teori singkat mengenai cara budidaya tanaman sayur  dan buah khususnya tanaman tomat, cabai dan strawberry. Kemudian anak mempraktikan cara persiapan dan proses menanam dengan baik dan benar hingga benih dan bibit tanaman siap ditanam pada media tanam (pupuk dan tanah) yang sudah disediakan.  Pengisi Life Skill merupakan alumni sekaligus guru asrama, Ustadzah Shafyra berasal dari Jurusan Pertanian UNDIP.

Ketua Yayasan Wakaf Bina Amal H. Joko Widodo  Menyerahkan Bantuan kepada Korban Bencana Lombok

Innalillahi wa inna lillahi rojiun, Gempa 7 M mengguncang Lombok, NTB pada Minggu (5/8) malam. Peristiwa tersebut mengakibatkan ribuan bangunan rusak, ratusan orang luka-luka, hingga saat ini tercatat 436 orang meninggal dunia.

Di tambah lagi rentetan gempa beberapa jam lalu, membuat keprihatinan yang mendalam. Saat ini saudara-saudara kita di Lombok sangat membutuhkan uluran tangan kita.

Dalam rangka penanaman karakter peduli sesama, Bina Amal turut bersinergi memberikan donasi terbaik bagi saudara kita yang tengah dirundung musibah. Dan Alhamdulillah, , berhasil mengumpulkan dana Rp 30.500.000,-

Bantuan di serahkan langsung kepada korban bencana oleh Ketua Yayasan Wakaf Bina Amal, H. Joko Widodo. Di lokasi gempa H. Joko Widodo mengajak kepada seluruh.ayah bunda wali murid, dan seluruh civitas akademika Yayasan Wakaf Bina Amal untuk terus menggalang dana kemanusian bagi saudara-saudara kita yang terkena musibah.

Disampaikan oleh H Joko Widodo bahwa sampai saat ini bantuan yg masih dibutuhkan...

- Terpal
- Air minum
- Deterjen cuci baju
- Kebutuhan anak2 dan perempuan
(Pampers + Pembalut + Baju bayi + Susu + Bubur bayi untuk usia 6-12 bulan)
Makanan untuk ibu menyusui. Kasian soub, Ibu menyusui bayi merah mosok makannya mie terus?!

- MAKANAN SELAIN MIE
Sarden
Sayuran
Buah2an
Cemilan/jajanan
Tempe tahu
Ikan
Telur
Beras
Kecap
Saos
Bumbu masak
Kopi
Teh
Gula

- Makanan/minuman buat penguat daya tahan tubuh terutama bayi, Anak2 dan perempuan

Sementara itu dulu
Sekian dan terima kasih

Rincian Bantuan Peduli Lombok yang sudah di berikan












Alhamdulillah, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Terpadu (IT) Bina Amal selain mengadakan upacara dan lomba untuk internal sekolah. SMP IT Bina Amal juga mengirim siswanya untuk mengikuti agenda di Balaikota, Dinas Pendidikan Kota Semarang dan Kecamatan Gunungpati,

Berikut adalah daftar agenda tersebut:
 1. Alena Shafa ke Balaikota dan ke Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk mendapat penghargaan atas kejuaraan lomba cipta cerpen.

2. Tim voli dan Alya Ulfah (Juara III Catur Putri) ke Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk mengikuti upacara dan pengambilan hadiah.

3. 10 siswa putra dan 10 siswa putri kelas 9 ke Kecamatan Gunungpati untuk mengikuti upacara.(Mustakim, Humas SMP IT Bina Amal)

Mengingat akan datangnya hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 73 akan jatuh pada tanggal 17 Agustus 2018, maka sudah sepatutnya kita sebagai bangsa Indonesia mengenang jasa-jasa pahlawan kita yang sudah membela bangsa Indonesia di dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.

Sebelumnya, kita harus mengetahui apa arti dari hari kemerdekaan. Hari kemerdekaan adalah tonggak sejarah perjuangan bangsa yang harus kita pertahankan. Selain mempertahankan kemerdekaan, kita sebagai generasi penerus tentunya harus mengisi kemerdekaan itu dengan melakukan hal-hal yang positif yang dapat menumbuhkan wawasan kebangsaan.

Dengan demikian, para siswa / siswi di tuntut untuk mengisi hari kemerdekaan ini dengan giat dan tekun. Adapun SMP IT Bina Amal menyelenggarakan kegiatan Lomba 17 Agustus yang meliputi:

1. Lomba Orasi dengan tema: Muda, Berprestasi Dan Siap Berkorban Untuk NKRI
2. Lomba Nasyid (Lagu Nasional dan Lagu Bangkitlah Negeriku serta Lagu Nasyid Pilihan)
3. Lomba Lompat Tali bersama-sama, butuh nyali dan konsentrasi untuk melakukan lompat tali
4. Lomba Yel-yel (putri), Perwakilan angkatan
5. Lomba Fashion (putri) dengan memanfaatkan barang bekas
6. Lomba Three In One (putri)
7. Lomba Badminton (putri), Sabtu 18 Agustus 2018 dengan peserta 2 orang setiap kelas (Ganda)
8. Lomba papan tematik hingga 27 Agustus 2018.

Tempat : Lapangan voli putri Peserta :
1) Lomba sarung : 5 orang
2) Lomba kelereng : 2 orang
3) Lomba makan krupuk : 1 orang

 (Mustakim, Humas SMP IT Bina Amal)

Alhamdulillah, seluruh civitas akademika Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA ) Islam Terpadu (IT) Bina Amal diberikan kelancaran dalam melaksanakan Upacara dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 73.

Selaku pembina upacara, Ustadz Setyawan, S.Pd. melafalkan Surat An-Nashr ayat 1-3 dan Al-Fath ayat 1-2. "Idzaajaa anashrullaahi walfath, Waroaitannaasa yad khuluuna fiidiinillaahi afwaajaa, Fasabbih bihamdi robbika wastaghfir. Innahu kaana tawwaabaa". (Al-Quran Surat An-Nashr : 1-3) "innā fataḥnā laka fat-ḥam mubīnā, liyagfira lakallāhu mā taqaddama min żambika wa mā ta`akhkhara wa yutimma ni'matahụ 'alaika wa yahdiyaka ṣirāṭam mustaqīmā ( Al-Qur'an Surat Al-Fath : 1-2)".

Beliau juga menyampaikan bahwa, kita sebagai bangsa Indonesia harus bersyukur karena atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur maka bangsa Indonesia telah mencapai kemerdekaannya.

Kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah dari penjajah. Kemerdekaan Indonesia adalah bagian dari rangkaian panjang ikhtiar para pahlawan Indonesia. Sebagaimana dalam Surat An-Nashr dan Surat Al-Fath, ketika kita sudah berikhtiar dan Allah memberi pertolongan maka akan diberi kemenangan.

Beliau juga berpesan agar kita berbuat kebaikan dan menyampaikan kebaikan serta menutup keburukan, berharap agar Bina Amal ini sebagai Daarul Hasan atau Rumah Kebaikan.
Setelah upacara, siswa-siswa SMP dan SMA IT Bina Amal mengikuti lomba-lomba dalam rangka HUT RI ke 73. Adapun lomba yang digelar oleh SMP IT Bina Amal adalah Lompat Tali, Orasi (Tema: :Muda, Berprestasi dan Siap Berkorban untuk NKRI), dan Nasyid. (Mustakim, Humas SMP IT Bina Amal)



 Rabu, 15 Agustus 2018 merupakan hari yang ditunggu-tunggu para siswa kelas IV. Siswa siswi kelas IV SDIT Bina Amal 02 diberikan kesempatan oleh Allah untuk mendapatkan pengalaman secara langsung untuk mengaplikasikan materi-materi pelajaran yang didapatkan selama kurang lebih sebulan yang terbungkus cantik dalam tema "Indahnya Kebersamaan”.

Kegiatan puncak tema "Indahnya Kebersamaan" dilaksanakan di Sam Poo Kong, sebelumnya di kelas para siswa difahamkan tentang keanekaragaman yang ada di Indonesia mulai dari beragamnya suku bangsa, adat istiadat, budaya, agama, dan keanekaragaman lainnya. Di tengah-tengah keanekaragaman tersebut siswa diajarkan untuk tetap bertoleransi, saling menghormati, menghargai, dan tidak mengejek satu sama lain.

Keanekaragaman lain yang terlihat adalah tentang suku bangsa. Mereka langsung mempraktikkan apa yang mereka dapat di kelas dengan bertoleransi pada perbedaan yang ada.
Selama kurang lebih satu jam siswa siswi berkeliling di dalam sam poo kong dipandu oleh guide, mendengarkan cerita relief Cheng Ho, dan diakhiri nonton film Cheng Ho di dalam ruangan yang sudah dipersiapkan.

Hal lain yang menarik dalam kegiatan puncak tema hari ini ini adalah perjalanan dari sekolah menuju Sam Poo Kong. Biasanya kegiatan tema puncak keluar SDIT Bina Amal 02 dengan menggunakan armada mobil, hari ini lain dari biasanya. Siswa siswi menuju ke Sam Poo Kong dengan mengendarai truk Brimob. Yah, pengalaman menarik tersendiri buat para siswa bisa menaiki mobil Brimob POLRI pada moment mendekati HUT RI ke-73. Masuk Sam Poo Kong gratis dan mendapatkan snack jajanan anak-anak menambah keceriaan mereka.

Sampai kembalinya ke sekolah ternyata kegiatan puncak tema belum berakhir. Setelah para siswa mendapatkan waktu istirahat setengah jam, kegiatan puntem dilanjutkan dengan menonton film “Laksamana Islam Cheng Ho” yang sudah disiapkan oleh guru mereka. Bu Mar’ah, salah satu guru kelas IV SDIT Bina Amal 02, menyampaikan hal ini dilakukan agar para siswa bisa memahami sejarah dengan benar, mengingat film yang ditayangkan sebelumnya berdurasi pendek. Sehingga belum bisa menggambarkan keseluruhannya.

Terakhir, para siswa diminta agar bisa berbagi pengalaman kepada keluarga, menonton film "Laksamana Islam Cheng Ho" bersama keluarga dirumah, dan meringkasnya dalam bentuk tulisan.

Alhamdulillah hari ini banyak pengalaman penting yang didapatkan oleh siswa siswi kelas IV SDIT Bina Amal 02.



“Siapa Kita?
Pramuka
Siapa Pramuka?
Perekat NKRI”

Yel-yel dari ratusan anggota pramuka SDIT Bina Amal bergemuruh menyatakan bahwa pramuka adaah perekat NKRI, Selasa (14 Agustus 2018) di lapangan SDIT Bina Amal.

Pembina Pramuka, Eka Hariyani, S.Pd menegaskan kepada peserta pada upacara hari Pramuka yang ke 57 bahwa Pramuka perekat NKRI. “Artinya setiap anggota pramuka harus mampu mempererat persaudaraan dengan siapa saja. Pramuka menjadi perekat yang mampu mendekatkan sekaligus mengikat seluruh generasi bangsa. Perekat yang dapat diandalkan untuk menyatukan perbedaan menjadi sinergi. Perekat yang bisa melengkapi setiap kekurangan. Perekat yang bisa mempertahankan nilai-nilai kebaikan di tengah-tengah tantangan yang ada. Pramuka, perekat NKRI,” tuturnya di hadapan ratusan siswa kelas I sampai VI SDIT Bina Amal.

Harapannya, Pramuka di SIT (Sekolah Islam Terpadu) senantiasa menjadi anggota Pramuka yang tangguh, tangkas, dan teguh yang selalu siap sedia ditugaskan dan diberi amanah kapan saja dan di mana saja.

Kala itu, Tanggal 14 Agustus 1961 defile Pramuka di Istana Negara dilakukan untuk memperkenalkan Pramuka kepada masyarakat luas. 57 tahun yang lalu Ir. Soekarno menganugerahkan panji-panji Gerakan Pramuka. Peritiwa itu adalah tonggak lahirnya hari Pramuka.

Dan setiap tanggal 14 Agustus setiap instansi pendidikan wajib melaksanakan kegiatan upacara, begitu pula di SDIT Bina Amal. Petugas Upacara Pramuka adalah anggota siaga dan penggalang yang teladan dalam kedisiplinan dan ketertiban. Setelah selesai, kegiatan ditutup dengan pengumuman Juara Lomba Pesta Siaga SIT tingkat Korda Semarang 1. Pramuka siaga Putra barung biru mendapat juara I, sedangkan siaga putri barung hijau mendapat juara II.

Pramuka SDIT Bina Amal senantiasa membangun jatidiri dan karakter serta keahlian dan keterampilan baik untuk mempersiapkan diri membangun bangsa dan aktif dalam pembangunan nasional. Pramuka SIT, perekat NKRI. Kak Sy

#Upacara Hari Pramuka ke 57
#Pramuka SIT Perekat NKRI
#Humas SDIT Bina Amal



Alhamdulillah ,.. Kegiatan akreditasi SDIT Bina Amal 02 telah selesai dilaksanakan , setelah melalui perjuangan yg luar biasa oleh bapak ibu guru yang juga luar biasa semangat dan hebatnya, hingga alhamdulillah akreditasi berjalan dengan lancar .

Kepada semua pihak yg tidak bisa kami sebutkan satu persatu yang telah membantu mensukseskan kegiatan akreditasi kami sampaikan *_jazakumullah Khoiron katsiron_* semoga Allah membalas dengan kebaikan yang banyak.


Kami mohon do'a tak pernah putus untuk kami dan juga untuk kebaikan kita semua agar kami mendapatkan hasil akreditasi yg terbaik, dan tetap dapat melayani putra putri kami di sekolah tercinta ini dengan sepenuh hati.. Aamiin.

Jazakumullohu Ahsanul Jaza'.


Semarang, sabtu 4 Agustus 2018 bertempat di kelas masing-masing. Diadakan Co Parenting semester 1 tahun ajaran 2018-2019, acara ini dihadiri orang tua atau wali siswa yang berjumlah sekitar 100 orang.

Acara Co parenting ini memberitahukan seputar target pembelajaran di sekolah, antara lain : Tema (Puncak Tema), KDI Qiro'ati, dan Keaksaraan. Dengan adanya acara ini diharapkan agar orang tua siswa mengetahui dan bisa bekerjasama untuk memberi bimbingan dirumah.



Semarang, 10 Agustus 2018 PAUD IT Bina Amal mengadakan acara Puncak Tema Indonesiaku dan Peringatan Hari Besar Nasional, acara ini diadakan di halaman sekolah, dan di ikuti oleh sekitar 160 siswa.

Acara kali ini diadakan Lomba untuk masing-masing kelompok, yaitu :
Untuk KB, Memindahkan bendera ,TK A Memindahkan bendera,
TK B Membawa balon berpasangan 

Masing-masing lomba diambil 3 juara, yaitu juara 1, 2, dan 3. Meskipun demikian untuk ananda yang belum memperoleh juara, tetap mendapatkan hadiah agar ananda semua senang.


Ustadzah Sakdiyah, S.Pd. selaku Kepala Sekolah PAUD IT Bina Amal menuturkan
"Dengan acara ini diharapkan agar ananda bisa mengetahui apa itu arti dari kemerdekaan dan menghargai para pahlawan yang sudah berjasa membawa Indonesia menjadi negara yang merdek


Kegiatan yang sangat di tunggu-tunggu oleh siswa SDIT Bina Amal khususnya kelas 3 dalam rangka Puncak Tema Pertumbuhan dan Perkembangbiakan Hewan dan Tumbuhan di Taman Lele

Kegiatan kali pertama di awal semester ganjil membuat siswa kelas 3 merasa senang dan gembira karena mereka bisa melihat, mengamati, mengidentifikasi hewan dan tumbuhan di Alam secara langsung. 

Mereka juga diajak berenang, bermain games dan becak air untuk melatih kerjasama, kemandirian, ketangkasan dalam berfikir, dan fokus pada tujuan.

Semoga dengan belajar di alam dapat menambah wawasan, mengembangkan pola pikir, melatih kepekaan terhadap alam sekitarnya.



Perayaan kemerdekaan RI di sekolah identik dengan beragam lomba yang diikuti siswa. Semangat perjuangan kental dengan semangat siswa untuk menjadi juara. Ditambah ornamen merah putih semakin meningkatkan nasionalisme siswa. Bendera Merah Putih yang berkibar menjadi saksi bahwa ratusan siswa SDIT Bina Amal menghargai jasa para pahlawan dengan semangat perjuangan mengikuti perlombaan, Senin (13/8) di lapangan SDIT Bina Amal.

Sebut saja lomba "Balap Karung Helm". Lomba ini membutuhkan perjuangan yang lebih sulit. Siswa harus memakai karung dan helm secara bersamaan dan melompat. Tangan kanan memegang karung, sementara tangan kiri memegang helm supaya tidak jatuh. Ada juga yang tidak memegang helm agar bisa melompat dengan leluasa. Sayangnya, helm yang tidak dipegangi bisa saja berubah posisi menutupi mata dan membuat siswa kehilangan keseimbangan. Alhasil, siswa tersebut terjatuh. Itu yang dialami Afif, siswa kelas IV yang mengikuti lomba balap karung helm.

Tidak sampai disitu perjuangannya, siswa yang sudah sampai garis, maka harus bergantian dengan teman satu kelompoknya dan bolak balik sampai enam siswa dikelompoknya menyelesaikan balap karung helm. Kelompok yang paling cepat, merekalah pemenangnya.

Lomba yang lain juga tak kalah seru, pecah kendi. Setiap kelompok harus memilih salah satu untuk ditutup matanya menggunakan kain. Dan teman yang lain mengarahkan untuk berjalan mendekati balon air dari plastik. Jika sudah dekat, siswa diminta memecahkannya. Saat air pecah, letusan air yang membuncah membuat semangat mereka menggebu. Mereka seakan berhasil menaklukkan pemainan pecah kendi. Guyuran air pada teman juga tidak membuat marah. Justru mereka bersorak gembira.

Setiap siswa akan merasakan semangat perjuangan saat mengikuti perlombaan. Menang atau kalah bukanlah tujuan utama. Akan tetapi menunjukkan semangat perjuangan lebih utama.

Di kelas kecil (I, II, III) ada perlombaan estafet air, estafet karet, dan memasukkan pensil dalam botol. Di kelas besar (IV, V, VI) ada estafet bola payung, balap karung kendi, dan pecah kendi.

Kemeriahan lomba tujuh belasan di SDIT Bina Amal semakin terasa dengan adanya program susu kotak. Masing masing siswa mendapat susu kotak dan craft. Diawal juga disisipi dongeng Nasionalisme dari Kak Ros. Perayaan kemeriahan Lomba Tujuh Belasan kali ini lebih semarak dan meriah.



Sebanyak 120 siswa kelas IV SDIT Bina Amal lomba memasak dari bahan dasar jagung, pisang, ketela, Rabu (8/8) di lapangan SDIT Bina Amal.

Masing masing kelas dibagi menjadi kelompok kecil berjumlah lima siswa. Setiap kelompok membuat kreasi yang unik untuk menarik juri.

Contoh kelompok Nayla Arsa Tungga Marala dari kelas IV Abu Hurairoh, membuat soup banana ice cream. Pisang dipotong miring dan dilumatkan dengan ice cream. Atasnya ditaburi potongan stroberi. Soup tersebut akan memanjakan lidah juri saat mencicipi.

Tak kalah menariknya kue talam jagung kelompok Evan Derydean dari kelas 4 Ibnu Abbas. Mereka menyajikan kue talam lebih menarik dari kue talam yang ada di pasaran. Kue talam karya mereka dicetak dengan daun pisang. Butiran jagung mamis begitu terasa saat menggigit kue tersebut. Sokade bentuk bintang dan bulan menjadi hiasan kue talam yang begitu menarik. Ditambah buah cery merah membuat kue talam terkesan mewah.

Sama halnya dengan masakan kelas IV Abdulloh. Ketela dipotong panjang seperti kentang goreng. Namun ketela rambat tersebut ditusuk dengan tusuk sate dan digoreng. Setelah matang, dicelupkan dalam coklat panas dan ditaburi misis, keju, coklat. Rasanya begitu memikat.

Jika ingin kenyang, juri bisa menuju kelas IV Anas. Siswa menamakan masakannya dengan sebutan limpang limpung Banana Milting. Pisang yang sudah digoreng ditaburi misis, keju, cery, dan coklat.

Kegiatan lomba memasak adalah puncak tema I kelas IV yaitu “Indahnya Kebersamaan.” Harapannya dengan kegiatan itu siswa semakin semangat untuk ukhuwah, semakin menghargai perbedaan dan selera, serta saling memahami bahwa dengan kebersamaan makan akan semakin indah seperti karya makanan yang mereka sajikan.


Semarang- Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Bina Amal Semarang mengirimkan siswanya dalam Kontingen Delegasi Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tingkat Kota Semarang pada hari Rabu, 8 Agustus 2018 di SMP N 42 Semarang.
Alhamdulillah, dari delegasi yang dikirim dalam lomba ini, SMP IT Bina Amal Semarang berhasil meraih Juara 1 Cipta Cerpen atas nama Alena Shafa dengan cerpennya yang berjudul *"Senyum Pertama Bapak"*.

"Melatih lomba itu adalah salah satu sebuah seni pembuktian cinta tak terbatas dan cinta yang totalitas kepada anak-anak. Saya juga tidak begitu jago menulis cerpen, hanya sekedar menyalurkan hobi dan saya ingin memahamkan kepada anak-anak dengan tulisan kita mampu menaklukkan dunia, menjadi bagian dari Al Fatih berikutnya", tutur Tiara Pangesti Dewi, S.Pd. selaku Pelatih Lomba Cipta Cerpen.

FLS2N tahun 2018 melombakan bidang seni pertunjukan dan seni penciptaan, pada bidang seni pertunjukan yaitu vokal solo, gitar solo, baca puisi, tari kreasi dan teater monolog. Sedangkan untuk bidang seni penciptaan yaitu desain poster, kriya, cipta puisi dan film pendek. Dengan pengalaman berkompetisi, para siswa dapat menjunjung tinggi nilai kebersamaan dalam keberagaman untuk memberi inspirasi keteladanan dalam mencapai prestasi tertinggi di bidangnya.

Adapun Delegasi Lomba dari SMP IT Bina Amal Semarang yang dikirim dalam Lomba FLS2N adalah: Seni Baca Al-qur'an : 1. Fidela Fairuz Zulfa, 2. Baihaqi Ramadhani; Story Telling : Raihan Cahya; Cipta Cerpen: 1. Alena Samodra, 2. Marsa Syauqi; Puisi: 1. Zahra Hilmi, 2. Naufal Irsyad; Seni Lukis: R. M Nazza; Batik: Naura Yunar; Kartun: Maritza.

Marilah kita bangun siswa yang kreatif, cerdas dan berkarakter melalui penghayatan dan penguasaan seni budaya bangsa sehingga bangsa Indonesia memiliki eksistensi di tingkat dunia. Jazakumullah kepada Ustadz-Ustadzah, Bapak- Ibu Wali Murid dan semua pihak yang telah memberikan dukungan dan doanya.



“Merdeka, Merdeka, Merdeka,” teriak ratusan siswa mengikuti Pak Fikri saat apel pagi, Senin (6/8) di Lapangan SDIT Bina Amal.

Biasanya yang menjadi pembina upacara atau apel pagi adalah guru-guru SDIT Bina Amal. Namun kali ini dari wali murid SDIT Bina Amal, DR. Abdul Fikri Faqih, M.M. Tiga putranya alumni SDIT Bina Amal: Sumayya Ahida Fikri, Afifah Tohiro Fikri, dan Urwah Dzaki Umam.

Berkenaan dengan bulan Agustus, bulan kemerdekaan, Pak Fikri, menyampaikan materi nasionalisme. Pak Fikri menceritakan sejarah kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, merdeka berarti tidak dijajah, boleh sekolah, dan boleh bercita-cita menjadi presiden.

“Siapa yang ingin menjadi Presiden?” tanya Pak Fikri, DPR RI Komisi X bidang Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, Olahraga, Perpustakaan. Beberapa siswa mengangkat tangan dan berkata dengan tegas, “Saya!”

Pak Fikri kembali menceritakan sejarah kemerdekaan RI. Beliau mengatakan ada kurang lebih empat puluh kesultanan islam atau kerajaan kecil seperti Tidore, Ternate, Aceh, Banten yang dibubarkan penjajah. Namun semangat perjuangan mereka tetap membara hingga merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945.

Pak Fikri mengajarkan tentang cara menghargai pahlawan. Siswa tidak ikut berjuang memerdekakan Bangsa Indonesia. Akan tetapi siswa bisa menghargainya dengan tekun belajar.
“Sebagai siswa, cara menghargai perjuangan pahlawan adalah dengan tekun belajar agar jadi anak yang pintar, semangat meraih cita-cita untuk mewujudkan kemenangan bangsa,” tutur wali murid SDIT Bina Amal yang akrab dipanggil Pak Fikri.

Alifiah Rizqeni, siswa kelas V semakin tinggi rasa nasionalisme setelah mendengar motivasi dan penuturan dari Pak Fikri. “Alhamdulillah, materi nasionalisme tadi bagus sekali. Saya semakin rajin belajar untuk meraih cita-cita dan akan memperjuangkan pendidikan Indonesia seperti Pak Fikri yang anggota DPR RI bindang pendidikan.” Kata Alifiah.

Pak Fikri berharap agar anak-anak Bina Amal bisa meraih cita-cita yang diinginkan. “Jangan takut untuk bercita-cita karena kita sudah merdeka. Kita bebas untuk sekolah dan bebas meraih cita-cita untuk bangsa Indonesia. Merdeka, merdeka, merdeka,” motivasinya untuk siswa SDIT Bina Amal.

Kepala SDIT Bina Amal, Enni Rustiyanti, S.PdI turut memotivasi siswa agar menjunjung tinggi nilai nasionalisme di sekolah, lebih-lebih ini adalah bulan ulang tahun kemerdekaan RI. “Mari tingkatkan nasionalisme siswa bina amal, tunjukkan bahwa sekolah islam terpadu punya nasionalisme yang tinggi dengan menyanyikan lagu kebangsaan, membiasakan upacara, rajin membaca di perpustakaan, bangga memakai produk dalam negeri, dan melestarikan permainan tradiisional,” tuturnya.

Kegiatan diawali dengan menyannyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya agar siswa semakin cinta dengan tanah air Indonesia. Dan diakhiri dengan salaman. Siswa antre dengan tertib mencium tangan Pak Fikri. Siswa kembali ke kelas sembari mengambil sampah di lapangan. Rasa nasionalisme tertanam pada siswa dengan tekun belajar, menyanyikan lagu nasional, rutin upacara, dan budaya cinta lingkungan yang bersih. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah. Inilah potret nasionalisme sekolah Bina Amal.



Alhamdulillah, barokallah Tim Pramuka SDIT Bina Amal  berhasil meraih juara pada Pesta Siaga JSIT Korda Semarang 1. Sabtu (4/8) di SDIT Cahaya Bangsa Mijen Semarang. Tim Putra berhasil meraih juara 1 dan tim putri erhasil meraih juara 2. Untuk selanjutnya akan bertanding mewakili Korda Semarang 1 di Slawi.

Hafiz Aryanadi, ketua Barung pangkalan SDIT Bina Amal menyatakan " Kami bangga dengan anak-anak, mereka mempunyai semangat luar biasa untuk mempersiapkan diri dan berlatih. Dua  Minggu latihan intensif setiap Senin, Rabu, Kamis, dan Sabtu. Dan Alhamdulillah, hasil tak pernah mengkhianati usaha. Latihan mereka diganjar dengan dua piala."

Saat upacara penutupan, Hafidz tak menyeka keringat sedikitpun meski peluh terus mengalir dari dahinya. Ia tetap berdiri tegak memberi contoh sikap disiplin dalam upacara. Berdiri tegak dan tak goyah. Padahal upacara dilaksanakan pukul 13.00.

Upacara selesai, saatnya pengumuman kejuaraan lomba. Juara harapan 1 sampai juara 2, nama Bina Amal tak disebut juga. Tiap pangkalan yang disebutkan sebagai juara pasti disambut dengan riuh tepuk tangan. Namun Bina Amal masih sepi sepi saja.

"Berikutnya, Juara 1 dari ....SDIT Bina Amal".
Suara tersebut membuat tim SDIT bina amal sujud syukur atas buah dari usaha yang mereka lakukan.

Hanif, salah satu peserta putra SDIT Bina Amal yang mendengar pengumuman kejuaraan langsung sujud syukur. Sementara Hafiz langsung berkata, Alhamdulillah Ya Alloh, Engkau mengabulkan doaku."

Tak hanya Barung putra, Barung putri dari SDIT Bina Amal ikut bertengger menempati Juara 2. Dan mereka akan kembali berlaga tingkat Jawa Tengah di Slawi Tegal pada awal September 2018. 
Man Jadda wa Jadda, barang siapa yang bersungguh-sungguh, dia akan berhasil. InsyaAlloh. 


Kamis, 2 Agustus 2018 kelas 5 SDIT Bina Amal mengawali kegiatan puncak tema ditahun ajaran yang baru. Dengan tema "Organ Gerak Hewan dan Manusia" , Taman Lele Kota Semarang menjadi tujuannya.

Diikuti 112 Siswa kelas 5, kegiatan dimulai tepat pukul 07.15. Diawali dengan berdo'a disekolah, berpamitan dengan ibu kepala sekolah kemudian menuju ke tempat wisata Taman Lele.

Sesampainya ditempat wisata, anak-anak langsung bersiap mendapatkan berbagai macam arahan dan kegiatan dari ibu bapak guru pendamping, diawali dengan game seru dengan kak adzki, kemudian melakukan pengamatan berbagai macam hewan dan tumbuhan yang ada dibawah arahan bu Titin selaku guru pengampu mata pelajaran IPA.

Selesai semua kegiatan, saatnya menikmati wahana yang ada di Taman Lele. Sontak semua anak bergegas menuju kolam keceh, bermain air bersama teman dan perahu becak untuk mengasah keseimbangan dan kerjasama.

Semoga dengan kegiatan ini, anak-anak lebih mengetahui bagaimana organ gerak hewan, jenis-jenis hewan. Sehingga kelak akan timbul karakter peduli dan kasih sayang. Yang tidak hanya terhadap manusia, tapi kepada semua makhluk ciptaan Allah, terlebih hewan dan tumbuhan. Aamiin

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget